Warga Keluhkan Jalan Tak Kunjung Diperbaiki



Sapit. SPEAKER_Warga Desa Sapit, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok timur mengeluhkan rusaknya jalan utama yang menghubungkan desa ke kota kecamatan. Warga resah karena kerusakan ruas jalan sangat mengganggu aktivitas mereka.

Sedikitnya ada sekitar 5 kilo meter jalan yang berada di Desa Sapit telah rusak parah. Jalur penghubung jalan Sapit menuju Dusun Batu Cangku dan Dusun Batu pandang ini terdapat lubang disejumlah titik yang cukup lebar.

Aspal jalan nampak mengelupas dan batu krikil berserakan dimana-mana, kondisi ini diperkirakan akibat minimnya darinase sehingga jalan selalu tergenang air, ditambah lagi

Related Posts:

Tak Hanya Elit Politik, Beberapa Pemulung Memanfaatkan Moment Pilkada


Lotim. SPEAKER_Tak hanya elite politik berpartisipasi pada suasana pemilihan kepala daerah/pilkada, namun beberap pemulung juga memanfaatkan waktu-waktu sosialisasi dan tahapan-tahapan pemilukada Lombok Timur.

Tahapan gawe demokrasi, mulai dari pendaftaran calon sampai masa berkampanye tersebut kerap ditunggu-tunggu para pemulung. Tak jarang dari mereka sangat antusias pada agenda yang dapat menghadirka banyak orang.

Hal tersebut terungkap salah seorang yang kesehariannya mencari barang bekas, Inaq Hariati mengatakan “ kami sangat bahagia ketika ada kegiatan yang ramai sperti ini” tuturnya pada acara pencabutan nomor urut calon pasangan peminpin Lombok timur, di Gedung wanita Selong, 25/3 kemarin.

Selain  mendapatkan barang bekas dari bungkus snack tamu undangan, inaq Hariati dan kawan-kawanya juga menyisihkan jajan-jajan, sisa dari peserta undangan untuk dimakan bersama sanak saudara.

“ Selain pelastik dan bungkus kado makanan, kami juga mengumpulkan sisa makanan yang masih utuh dari tamu undangan untuk kami makan bersama keluarga di rumah” Ungkap beberapa pemulung.

Dalam kisruhnya acara, inaq hariati dengan tenangnya mengumpulkan barang bekas pada kantong plastic yang dibawanya. Karna dalam kawasan acara tak satupun temannya yang bias menerobos halaman gedung.

Inaq Hariati, dengan strateginya dapat memasuki halaman acara, pasalnya 60 menit sebelum agenda mulai dengan nekat memasuki halaman gedung kawasan acara.

“Sekitar satu jam sebelum acara saya sudah ada didalam gedung, sehingga temen-temen yang lain tidak dapat memungut sampah kesini” ungkapnya.

Pada detik-detik penentuan nomor urut para pasangan yang bertarung, pewarta juga mengakhiri wawancara dengan meminta komentar tentang harapan-harapan kedepan bagi pemenang pesta demokrasi daerah Lombok Timur.

Terkutip harapan ibu paruh baya tersebut, Inaq Hariatai mengatakan.“saya berharap kepada calon yang lolos jadi pemimpin, sekiranya orang miskin seperti kami perlu diperhatikan” ungkapnya mengakhiri.






Related Posts:

Ruangan Puskesmas Tak Nyaman, Pasien Meninggalkan Ruangan


Lotim.SK_Meras tak nyaman dalam ruangan, pasien enggan berbaring dalam kamar. Bahkan sejumlah penderita  keluar meninggalkan  ruangan Puskesmas. Pasalnya, Puskesmas yang terletak di kota kecamatan Suela,kabupaten Lombok timur  tersebut, ruangannya sempit dan sesak.

Tak hanya orang dewasa mengeluhkan hal ini, namun sejumlah penderita anak lebih nyaman di halaman depan. Sesekali terdengar tangisan anak di sudut kamar, namun setelah di bawa keluar terdiam seketika.

“Kami membawanya keluar dari ruangan, karena si anak lebih nayman di depan teras dan halaman depan” ungkap salah seorang ibu yang enggan dipublikasikan namanya.
Kejadian tersebut acap kali pasien diberi peringatan dan larangan tegas  pihak puskesmas. Namun kebiasaan masyarakat sulit dirubah. Padahal dalam aturan-aturan, baik hak dan kewajiban petugas, pasien dan pengunjung terpampang  tembok pengumuman.

“Kami sering memberi peringatan pada pasien penderita, untuk tidak keluar dari ruangan yang ditentukan. Bahkan larangan tegas sering kami lakukan bagi pengunjung, demi ketertiban dan kedisiplinan puskesmas” jelas salah seorang petugas kesehatan, L. M Patoni.

Persoalan tersebut kontra pada  public, mulai dari bangunan yang tidak layak dikunjungi serta fasilitas belum memadai. Hal ini berdampak buruk bagi pasien, disatu sisi Ruangan sempit tanpa pentilasi dan jendela belakang membuat pasien dan keluarga penderita enggan berkunjung.

“Peliknya persoalan pusat kesehatan ini, masyarakat tidak dapat disalahkan begitu saja. Namun pemerintah harus jeli melihat keadaan bangunan yang tak layak di tempati dan minimya sarana yang dibutuhkan. Sehingga ketertiban dan kedisiplinan sulit dipatuhi warga” Pungkas Hirsan, Salah seorang warga suela.

Related Posts:

Featured Post

Kepala Puskesmas Karang Baru : Epe Sehat Kami Bahagia!

Wanasaba, SK - Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Puskesmas Karang Baru, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, mengangk...