Desa Ketangga, Desa Sarat akan Peninggalan Sejarah

Lombok timur.SK_Ketangga merupakan salah satu nama desa yang terletak di Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur, termasuk desa tertua dan menyimpan benda-benda pusaka kerajaan Selaparang.

Desa yang tidak jauh dari pusat kota kecamatan ini, ternyata masih menyimpan misteri dan memilki cagar budaya yang cukup banyak, seperti masjid pusaka Selaparang, batu dari Bagdad (Irak) dan sabuk yang bertuliskan sejarah manusia sejak lahir hingga masuk alam akhirat.


Bukan itu saja,
bagi pengunjung yang ingin menikmati wisata budaya, di desa ini juga masih ditemukan sebuah Al-Qur’an bertulis tangan, perisai yang terbuat dari kulit, keris dan lainnya. Semua ini masih tersimpan di masjid Pusaka Desa Ketangga.

Masjid Pusaka yang terletak di dusun Otak Desa, didirikan berdekatan dengan sebauh sungai berbatu melase dan tampak cukup angker. Sayang, belum bisa ditemukan bukti tertulis, siapa dan pada tahun berapa didirikan masjid pusaka ini belum ada yang tahu.

Tidak jauh dari tempat ini atau sekitar 6 km, terdapat sebuah makam raja yang terkenal di Pulau Lombok, yaitu makam Raja Selaparang, sebuah kerajaan yang muncul pada dua periode yakni pada abad ke-13 dan abad ke-16.

Kerajaan Selaparang pertama adalah kerajaan Hindu dan kekuasaannya berakhir dengan kedatangan ekspedisi Kerajaan Majapahit pada tahun 1357. Kerajaan Selaparang kedua adalah kerajaan Islam. Dalam sejarah, Kerajaan Selaparang tergolong kerajaan yang tangguh, baik di darat maupun di laut.
Laskar lautnya telah berhasil mengusir Belanda yang hendak memasuki wilayah tersebut sekitar tahun 1667-1668 Masehi.

Namun demikian, Kerajaan Selaparang harus rnerelakan salah satu wilayahnya dikuasai Belanda, yakni Pulau Sumbawa, karena lebih dahulu direbut sebelum terjadinya peperangan laut. Di samping itu, lascar lautnya pernah pula mematahkan serangan yang dilancarkan oleh Kerajaan Gelgel (Bali) dari arah barat.

Selaparang pernah dua kali terlibat dalam pertempuran sengit melawan Kerajaan Gelgel, yakni sekitar tahun 1616 dan 1624 Masehi, akan tetapi kedua-duanya dapat ditumpas habis, dan tentara Gelgel dapat ditawan dalam jumlah yang cukup besar pula. Sementara makamnya setiap hari ramai dikunjungi para penziarah.

Bila pengunjung ingin menikmati pesona alam dan kolam yang memiliki air yang cukup jernih, tidak jauh dari Desa Ketangga kita temukan pemandian “Lemor” Desa Suela. Untuk menuju kolam mandinya, pengunjung harus siap berjalan kaki menulusuri hutan.

Hanya, walau ditempuh dengan berjalan kaki tentu tidak akan merasa kelelahan, karena dapat menikmati rerimbunan pohon serta lebatnya hutan Lemor.

Karena pemandian Lemor terletak pada ketinggian 700 meter dari permukaan laut, sehingga wilayah ini termasuk anak tangga pendakian ke Rinjani. Selamat Menikmati Wisata Budaya dan Alam.

Related Posts:

0 Response to "Desa Ketangga, Desa Sarat akan Peninggalan Sejarah"

Posting Komentar

Featured Post

Tingginya Angka Kematian Ibu dan Anak, Kecamatan Aikmel Gelar Loka Karya Pelembagaan ACSIA

Lombok Timur.SK_Pemerintah Kecamatan Aikmel gelar Lokakarya Pelembagaan Aksi Cepat Sayang Ibu dan Anak (ACSIA) di Kecamatan dan Desa di Ka...