Kultur Lokal Komponen Pendidikan Karakter - Speaker Kampung

Breaking News

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 24 Agustus 2015

Kultur Lokal Komponen Pendidikan Karakter

Lombok Timur. SK_ Implementasi pendidikan karakter yang dihajadkan oleh pemerintah melalui Depdiknas atau Departemen Pendidikan Nasional, yaitu religius, sifat jujur, toleransi, disiplin, mandiri, mampu dan mau bekerja keras, demokratis, kreatif, kritis, komunikatif, memiliki rasa tanggung jawab, peduli terhadap lingkungan alam, peduli terhadap lingkungan sosial, cinta damai, cinta kepada tanah air, memiliki rasa kebangsaan yang tinggi, serta berprestasi dan menghargai prestasi.

Dalam pendidikan karakter dapat juga ditanamkan konsep kurtur masyarakat setempat, guna untuk mengembangkan nilai-nilai pribadi anak. Salah satunya dengan mempelajari tradisi local setempat. Mulai dengan meminta anak mengeksplorasi apa saja yang menjadi kebiasaan keluarga dan lingkungan masyarakat masing-masing anak. Kemudian peran guru memberikan kesimpulan kebiasaan yang patut ditiru dan dipelajari.

Serlain itubeberapa komponen utama sebagai pendukung terwujudnya tujuan, yaitu isi dari kurikulum, kemudian proses dalam pembelajaran dan penilaian, pengolahan dan penanganan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, dan kegiatan di luar pembelajaran formal. Implementasi pendidikan karakter pada siswa, khususnya siswa sekolah dasar setiap nilai karakternya berbeda, pada nilai ketuhanan, seorang anak atau siswa dapat mempelajari nilai dan aturan agama yang diyakini. Lalu nilai kejujuran dengan tindakan dan perkataan yang tidak merugikan orang lain dan diri sendiri. Kemudian bertanggung jawab dengan menyelesaikan hal yang telah dimulai tanpa lepas tangan ketika hal yang dilakukan selesai.

Anak juga harus disiplin dengan selalu tepat waktu dan sesuai dengan aturan yang telah disepakati secara bersama, bekerja keras dalam menyelesaikan tugasnya yang diberikan oleh guru, yakin terhadap apa yang sudah anak tersebut kerjakan, kemudian anak juga harus memiliki jiwa inovatif dan mandiri dengan berkreasi dan mampu mempromosikan kreasinya.


Selain itu anak juga harus kritis dan berpikir logis dengan terus bertanya terhadap apa yang sedang dihadapi dan mampu berpikir logis ketika menghadapi masalah. Implementasi pendidikan karakter dengan nilai demokratis adalah anak tersebut dapat membedakan hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. Itulah beberapa contoh implementasi dari pendidikan karakter pada anak didik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad