KKN UGR Bantu Warga Tangani Adminduk

Lombok Timur, SK - Rawat kebersamaan dengan bingkai ukhuah Islmaiyah adalah tema yang diangkat dalam acara perpisahan KKN Tematik Mahasiswa UGR 2019 Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB.

Acara perpisahan tersebut di gelar setelah selesai sholat isya di aula kantor Desa Sambelia, Sabtu (14/9) dihadiri oleh seluruh perangkat desa, BPD,  guru ngaji dan santriwatinya, ibu-ibu PKK serta elemen masyarakat lainnya.

Ketua KKN UGR Desa Sambelia, Yudha, mengatakan, selama dua bulan KKN di Sambelia, dia bersama sepuluh rekannya sudah melakukan program sosial kemasyarakatan yang ditugaskam oleh kampusnya. Seperti program tematik membangun MCK bagi warga yang tidak memiliki MCK di rumahnya. Masing-masing desa dibantu satu unit MCK.

Program lain yang sudah dilakukan adalah membantu pemerintah desa dan masyarakat dalam penyempurnaan administrasi kependudukan sperti KK, KTP, akta kelahiran dan lainnya. Mereka menggandeng dinas dukcapil lakukan perekaman ke masing-masing desa. Program semacam ini cukup membantu akses masyarakat dalam pembuatan KTP.

Kemudian dibidang pendidikan, mereka mengisi waktu malamnya bantu mengajari santri/santriwati di setiap TPQ. Bidang sosial, mereka mengadakan kegitan perlombaan hiburan bagi anak-anak sekolah dan juga memberikan santunan kepada anak yatim yang mengaji di TPQ.

"Saya mewakili teman-teman mengucapkan terimaksih kepada pak kades serta seluruh masyarakat Sambelia dan mohon maaf jika selama KKN di sini kami berbuat salah," ungkap Yudha di depan tamu undangannya.

Kades Sambelia Ahmad Subandi, menyampaikan ucapan terimakasih atas keterlibatan mahasiswa UGR dalam proses pembuatan KTP bagi warganya. Begitupun dalam urusan lain seperti membantu menyempurnakan data di kantor desa serta dalam penaganan posyandu.

 "Tidak ada yang namanya perpisahan yang ada penarikan. Meskipun kalian kembali lagi ke kampus pintu rumah kami terbuka lebar jika mau datang berkunjung ke Sambelia," kata Subandi.

Menurut Subandi, KKN itu ada dua jenis. Yang pertama adalah KKN tematik programnya ditentukan oleh kampus dan yang kedua adalah KKN pos daya programnya bersifat kekeluargaan.

"Saya mewakili seluruh staf desa mohon maaf jika kami kurang baik dalam penyambutan selama dua bulan berada di sini," katanya.

Begitupula dikatakan alumni UGR sekaligus ketua BPD Sambelia, H. Mas,ud. Dia berpesan kepada mahasiswa KKN agar kelak setelah keluar dari perguruan tinggi (kampus) bisa memberi manfaat bagi masyarakat, menjadi manusia yang efektif, produktif, inovatif untuk membangun daerahnya. (Ggar)

Related Posts:

Ponpes Miftahul Paizin Ketangga Komitmen Membentuk Media Sekolah

Ketangga. SK_Pondok Pesantren Miftahul Faidzin NW Ketangga, berkomitmen untuk melanjutkan program Media Komunitas Sekolah.

Hal ini disampaikan pada pelatihan jurnalistik yang diinisiasi Speaker Kampung, Sabtu 14/9/2019 yang di adakan di Pondok Pesantren Miftahul Paizin NW Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur.

Samsul Mujahidin menyampaikan komitmennya bahwa penting melanjutkan kegiatan jurnalistik ini. Minimal dilakukan sekali dalam satu bulan untuk pertemuan rutin.

"tidak hanya hari ini saja untuk pelatihan jurnalistik, tapi kita akan programkan setiap bulan harus pelatihan dengan tema yang berbeda-beda" ungkapnya.

Mujahidin juga bertanggung jawab dalam kegiatan pelatihan jurnalistik yang akan di laksanakan setiap bulannya. Baik untuk akomodasi dan lainya nanti kita bisa diskusikan.

Ia juga menegaskan, pelatihan ini sangat baik untuk dilakukan setiap bulan, agar teman-teman guru dan siswa nantinya menjadi jurnalis profesional. Begitu juga dengan siswa untuk melanjutkan nya di tingkat kampus sangat memungkinkan.

Komitmen yang disampaikan itu menjadi motivasi terhadap rekan-rakan guru dan siswa yang mengikuti pelatihan, berharap bisa di jalankan dengan membuat media di madrasah.

Penulis: Rozi Anwar

Related Posts:

Pemdes Suela Tertibkan Jaringan Pipa Liar

Lombok Timur, SK - Pemerintah Desa Suela, Kecamatan Suela, Lombok Timur, mengundang beberapa orang perwakilan masyarakat pengguna air  untuk membahas atau membangun komitmen bersama terkait rencana penertiban jaringan perpipaan air bersih akhir-akhir ini dikeluhkan sebagian besar warga yang tinggal di Kecamatan Suela.

Perwakilan warga ini berasal dari Dusun Dasan Koak dan Napak Sari, Desa Mekar Sari. Kemudian dari Desa Suntalngu diwakili dua dusun yakni Dusun Lelonggek dan Dasan Baru. Berlangsung di kantor Desa Suela, Kecamatan Suela, pada (12/9).

Selama ini sumber mata air yang dikonsumsi warga berasal dari mata air Tangkok Sembilan, Gerenggengan dan Serung kawasan hutan Lemor.

Kawasan hutan Lemor yang selama ini menyuplai air bersih terbesar, kondisinya ada yang sudah rusak. Menurut warga, dari lima mata air kawasan hutan Lemor, katanya satu yang masih aktif.

Kondisi tersebut jelas berdampak pada kurangnya pasokan air bersih untuk kebutuhan warga baik untuk pertanian maupun untuk konsumsi sehari-hari.

Melihat kondisi seperti itu sehingga pemdes Suela lakukan penertiban  jaringan saluran pipa di beberapa tempat, dengan mengalirkan air dengan satu pipa induk menuju bak reservoire agar semua warga di dalam ataupun luar Desa Suela  bisa menikmati air bersih. 

"Saya himbau kepada warga untuk kita sama-sama menjaga kelestrian hutan karena hutan itu adalah sumber kehidupan,"  katanya.

Hasil kesepakatan bersama itu kemudian nantinya akan dibuatkan perdes agar tatakelola penggunaan air bisa terarah sehingga masyarakat tidak lagi kekurangan air bersih.


Penulis: Hirsan

Related Posts:

Jembatan Penghubung Antar Desa, Kini Dinikmati Warga

Suela. SK_Banyaknya jalan penghubung antar kampung, Desa, dan Kecamatan di wilayah Kabupaten Lombok Timur menjadi fokus pemerintah. Belum lagi jalur yang dilintasi aliran sungai yang kondisinya masih rusak dan lama tidak pernah ada.  
Melalui Badan Kerjasama Antar Desa/ BKAD Kecamatan Suela mendorong hingga melaksanakan pembangunan jembatan Batu Pandang. Jalan yang menghubungkan Desa Sapit ke Desa Mekar Sari telah rampung sesuai perencanaan. 
Dengan dibangunnya jembatan penghubung antar desa ini mempermudah akses warga melakukan kegiatan sehari-hari. Hal tersebut dirasakan masyarakat yang ada di 3 (tiga) desa wilayah Kecamatan Suela, yaitu Desa Sapit, Mekar Sari dan Desa Suntalangu.
Amaq Jur salah satu pengguna jalan mengatakan, bahwa ia merasa bersyukur dengan adanya pembangunan jembatan batu pandang ini.
“Saya bisa menghemat waktu dan biaya dimana sebelumnya kami menghabiskan biaya Rp. 25.000, kini dengan adanya jembatan ini menjadi Rp.5000 saat habis panen di sawah dari Desa Mekar Sari Sapit di tempat tinggal saya”, tutur Amaq Jur yang juga berprofesi sebagai petani di Desa Sapit tersebut.
Saat ditemui dilokasi jembatan yang baru saja selesai di bangun, Haji Sahenem salah satu warga Desa Mekar Sari menuturkan, bahwa ia baru pertama kali melihat ke lokasi jembatan batu pandang ini, dulu waktu belum adanya bangunan jembatan ini, jalan disini sangat menyeramkan dan kini menjadi indah dan aman untuk kami lalui, dan dulu warga desa Sapit dan desa Mekar sari harus memutar arah lewat Desa Suntalangu dulu jika mau ke sekolah bagi anak-anak kami ataupun saat kami ke sawah.
Amaq Har berharap pemerintah akan menyediakan penerangan. 
“Berharap alangkah baiknya pihak pemerintah sekalian menyediakan penerangan jalan (PJU), sebab jika malam hari lokasi gelap gulita”, imbuhnya.
Pembangunan jembatan Batu pandang antara desa sapit dengan mekar sari dapat terlaksana dengan program PISEW (Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah) danswadaya masyarakat.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut mendukung pertumbuhan ekonomi perdesaan melalui penyediaan infrastruktur dasar dengan skema Padat Karya Tunai. Salah satunya adalah Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) yang dilakukan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk mengurangi kesenjangan antar wilayah, pengentasan kemiskinan, memperbaiki tata kelola pemerintah daerah (kabupaten, kecamatan dan desa) serta memperkuat kelembagaan masyarakat di tingkat desa.
Program pembangunan ini dilaksanakan oleh BKAD Kecamatan Suela, yang terdiri dari Suherman (Ketua), Mar'an (Sekretaris) dan Lalu Moh Gupran selaku Bendahara dengan nada yang sama dan hampir bersamaan mengungkapkan bahwa dengan adanya jembatan ini anak sekolah tidak lagi memutar jalan dan petani dengan mudah mengangkut hasil panennya. 
"Alhamdulillah kini jembatan yang menjadi akses satu-satunya masyarakat desa Sapit dan Mekar sari sudah dapat di lalui guna kepentingan masyarakat dalam membawa hasil panen di sawah dan anak-anak yang ke sekolah tidak lagi mutar arah lewat Desa Suntalangu", ungkap mereka secara bersamaan.
Harapan masyarakat dan pelaksana agar ada program tindak lanjut dari pemerintah baik Kabupaten maupun Provinsi, berupa pengkerasan jalan atau aspal agar dapat di manfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat. Kemudian dari masyarakat berharap agar tetap menjaga jalan dan jembatan utk kita sama-sama merawat dan memelihara  agar dapat di gunakan untuk selamanya.

Related Posts:

YAP Bantu Pemerintah Lombok Timur Cetak Tenaga Terampil

Lmbok Timur, SK - Program kursus gratis melibatkan 21 orang pemuda Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia, oleh Yayasan Anak Pantai (YAP) bantu pemerintah cetak tenaga kerja berkualitas dan kurangi pengangguran.

Pelatihan atau kursus gratis baja ringan dan Las ini dimulai sejak 26 Agustus berakhir 9 September 2019 bertempat di sekolah Bina Al Ummah milik YAP, Desa Labuhan Pandan, Lombok Timur.

Ketua YAP Munawir Haris pada acara penutupan dan penyerahan sertifikat pelatihan konstruksi baja ringan dan Las mengatakan, mereka yang sudah mengikuti kursus diharap benar-benar bisa memanfaatkan peluang yang ada. Karena tidak semua orang memiliki kesempatan baik seperti ini.

"Program pelatihan baja ringan dan Las ini harus punya dampak bagi warga. Setidaknya bisa meningkatkan perekonomian peserta serta warga sekitarnya," harap Haris.

Pemuda yang tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran terus diadvokasi dengan cara mengajak mereka untuk berinovasi memanfaatkan skill yang mereka miliki dari pelatihan yang telah diikuti. Pemerintah desa juga harus bisa membuktikan kepeduliannya pada pemuda yang sudah terlatih itu.

Salah satu caranya menurut Haris adalah dengan memberikan anggaran dana seluas-luasnya lewat BUMDes agar mereka bisa mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Nah, itu salah satu program pemberdayaan masyarakat desa yang dirasa perlu diaplikasikan.

"Mari kita gunakan Dana Desa (DD) itu untuk hal yang produktif, punya dampak positif bagi warga dan kami siap membantu jika diperlukan," tambahnya.

Salah seorang peserta pelatihan Supiandi, mewakili 20 orang temannya berkomitmen untuk mengembangkan skillnya lewat usaha kelompok yang sudah dicanangkan. Dia dan teman-temannya yang lain sudah menyusun strategi dengan mengumpulkan dana secara swadaya untuk mengembangkan usahanya.

"Kami tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan oleh YAP. Selain ilmu yang kami peroleh selama pelatihan, kami juga dibekali alat (mesin) untuk bekerja," jelas Supiandi.

Untuk itu Supiandi mengimbau kepada teman-teman yang sudah mengikuti kursus gratis baja ringan dan Las supaya menjaga sportifitas. Dia mengajak teman-temannya untuk tetap menjalin silaturahmi, berkoordinasi jika ditemukan ada kendala.

Oleh karena itu, Supiandi yang juga anggota karang taruna Desa Labuhan Pandan, berharap kepada pemerintah desa (pemdes) supaya lebih intens menjalin komunikasi dengan YAP. Alasannya, karena YAP secara tidak langsung membantu program pemdes meningkatkan mutu pendidikan, mengurangi angka pengangguran sehingga berdampak positif pada perekonomian masyarakat. (Ggar)

Related Posts:

Bimtek Administrasi dan Pengarsipan Demi Pertanggung Jawaban Anggaran Desa

Suela. SK_Bimtek Administrasi & Kearsipan bagi perangkat desa (Kasi, Kaur & Kadus/Kawil beserta staf) yang dihadiri langsung oleh Lembaga Pengarsipan Daerah di Ruang Rapat Internal Kantor Desa Suela Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur, Senin 11/09.

Dalam kesempatan tersebut, Lembaga Pengarsipan Daerah mengingatkan pentingnya administrasi, dan alurnya sebagaimana diamanatkan UU No. 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan sebagai bentuk pertanggung jawaban atas penggunaan keuangan negara.

Sejalan dengan itu, Peraturan Bupati Lombok Timur No. 30 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Arsip Dinamis yang salahkan satunya menegaskan bahwa arsip Dinamis dilaksanakan untuk menjamin ketersedian arsip dalam mengambil keputusan, perencanaan, pengawasan sebagai bahan pertanggungjawaban.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Suela Rosyidi menghimbau jajaran agar bekerja berdasarakan mekanisme yang ditetapkan undang-undang, baik UU No. 43 Tahun 2009 maupun Perbup No. 30 Tahun 2017 dan berharap bimtek ini diikuti oleh semua perangkat agar kedepan tidak terjebak pada persoalan administrasi.

Bagi Pemdes Suela, pengelolaan administrasi dan arsip menjadi penting, mengingat perkembangan pembangunan desa setelah diluncurkannya dana desa yang secara tidak langsung harus dibeckup dengan administrasi dan daya dukungan pengarsipan yang baik, mudah diakses dan memenuhi unsur keadilan serta kesejahteraan.

Kedepan pengelolaan administrasi dan pengarsipan harus menyatu dengan pengelolaan perpustakaan desa, sehingga dengan pengelolaan yang demikian tersebut diharapkan berkontribusi pada upaya nyata pemberdayaan masyarakat, peningkatan pengetahuan dan kapasitas melalui terdokumentasikannya berbagai aktivitas pembangunan, pemberdayaan dan penyelenggaraan pemerintahan yang dapat dilihat, dibaca dan dipelajari di desa Suela.

Penulis: Hirsan

Related Posts:

Bumil Kejang-Kejang, Ini Pesan Keluarga Almarhumah Pada Kita

Suela. SK_Duka mendalam dialami keluarga Reatul Aini (18) warga Desa Mekar Sari Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. Almarhumah meninggal hendak melahirkan anak dalam kandunganya.

Reatul Aini menikah diusia 16 tahun usai naik di bangku kelas 9. Almarhum mengarungi bahtera rumah tangga dua tahun berjalan ini.

Namun Sang Maha Kuasa menjemput nyawanya hendak melahirkan calon bayinya.

Menurut penuturan paman almarhumah, H. Husni bahwa almarhumah menikah dengan suaminya dari Sempol Desa Perigi.

"Almarhumah menikah saat masuk di bangku kelas 9 SMP" jelas H. Husni.

Usia pernikahannya sekitar dua tahun, itu artinya usia almarhum sekitar 18 tahun.

Kejadian yang menimpa keluarganya sebagai pengalaman berharga. Sebab pengalaman ini peratama kali terjadi dalam keluarganya.

"ini pengalaman pertama kali dalam hidup kami, sebab mengingat pesan dari petugas kesehatan, jika seorang perempuan hamil mengalami kejang maka hendaklah menuju Puskesmas atau layanan kesehatan terdwkat" Ujarnya saat dikonfirmasi via telpon Sabtu 7/9/2019.

Pesan ini sangat berharga bagi kami yang awam tentang ilmu kesehatan. Kami juga berharap kepada semua masyarakat segera mengambil tindakan jika mengalami persoalan yang telah keluarga kami alami.

Related Posts:

Perempuan Ini Sulap Sampah Jadi Busana Mewah

Sembalun. SK_Gaya hidup tanpa sampah menjadi hal yang semakin akrab dengan para millennials. Sampah tidak hanya pemandangan buruk, tapi juga sebagai sebuah keistimewaan.


Hal ini yang dilakukan oleh Karang Taruna Desa Timba Gading Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur-NTB.

Didasari lahirnya kepedulian dan kesadaran akan dampak buruk sampah, terutama sampah plastik, semakin menjadi tren.

Sampah plastik yang tidak bermanfaat ini mereka kreasikan menjadi sesuatu yang berharga. Salah satunya dengan mengkreasikan sampah sebagai busana mewah.

Hal ini disampaikan Roy warga Sembalun yang juga aktif pada kegiatan sosial. " Saat ini ada banyak komunitas dan warga yang mulai sadar akan sampah" Ujarnya Sabtu 7/9/2019.

Sumber Poto: Roy Sembalun

Related Posts:

Hendak Melahirkan, Bumil Suela Meninggal di Perjalanan

Suela. SK_Naas, nasip warga Aik Embuk Desa Mekar Sari Kecamatan Suela tewas hendak melahirkan.

Reatul Aini (18) salah seorang ibu hamil saat dirujuk dari Puskesmas Suela ke Rumah Sakit Umum dr Sudjono Selong.

Bumil meninggal karena kelalaian keluarga, tidak cepat membawanya ke tempat polindes atau puskesmas.

Hal ini disampaikan dr. Ahmad Bardan Salim menjelaskan bahwa pasien atas nama Reatul Aini lambat dibawa ke Puskesmas.

"Bumil ini mengalami pingsan sekira pukul 2:00  malam hari, namun tidak langsung dibawa ke Polindes atau tempat medis lainya" Jelas Bardan.

Kronologi kejadian, bumil atas nama Reatul Aini warga Aik embuk Desa Mekar Sari ini menikah ke Sempol Desa Perigi, Kecamatan suela.

Pasien bumil ini rutin periksa kesehatan kehamilan ke posyandu di Sempol, Desa Perigi.

Karena mendekati tanggal melahirkan, pasien ini pulang ke Aik Embuk Mekar Sari seminggu yang lalu. Hingga bidan yang ada di perigi menitip dan memberitahu Bidan di Mekar Sari tentang pasien yang menjadi sasaran melahirkan.

Sebelum Pasien ini meninggal ia kembali ke rumah suaminya di Sempol Desa Perigi  untuk menghadiri acara pesta keluarga.

Dari sisitulah kejadiannya, bumil ini mengalami kejang sekitar pukul 02: 00 Wita dini hari.

Namun keluaraga pasien tidak langsung membawanya ke puskesmas atau polides setempat.

Sekitar pukul 07:00 Wita pasien ini di bawa ke klinik Bidan Rohani Desa Ketangga, dari klinik pasien ini dibawa ke Puskesmas Suela untuk di tangani oleh bidan.

"Karena kondisi pasien sangat lemah, akhirnya doktor kemudian merujuk pasien ke RSU dr Sudjono Selong" Jelas Bardan pada speakerkampung Sabtu 7/9/2019.

Serupa juga disampaikan pihak keluarga pasien, H. Husni paman dari almarhumah mengakui bahwa pasien mengalami kejang.

Sekitar pukul 2:00 dini hari ada kabar almarhumah kejang dan pingsan. Kami pihak keluarga bergegas ke Sempol Desa Perigi rumah suaminya. Sekira pukul 4:00 Wita menjelang subuh kami keluarga sampai Sempol untuk melihat kondisinya.

"saat itu pula kami obati dan berikan syarat agar ia sadar dengan pengobatan tradisional" jelas H. Husni saat diminta keterangan Sabtu 7/8/2019.

Ia juga menyesali bahwa tindakan yang keluarga lakukan ternyata tidak tepat. "karena kami awam, ketika bumil dalam kondisi kejang-kejang harusnya kami bawa ke Puskesmas" Sesalnya.

Penulis: Rozi Anwar

Related Posts:

Inaq Amaq Semeton Jari, Yuk Periksa Kehamilan

Lombok Timur, SK - Untuk menghindari terjadinya stunting pada anak-anak para orang tua diminta untuk rajin periksa kehamilan. Inaq Amaq Semeton Jari (Ibu bapak saudara sekalian) diminta datang ke polindes dan posyandu.

Hal ini dihombau Kepala puskesmas (kapus) Sambelia, Lalu Ahmad Faozan, S.Kep.Ns menghimbau kepada ibu hamil supaya rajin periksa kesehatan selama kehamilannya ke puskesmas, pustu atau polindes terdekat.

Ini dimaksudkan agar bayi yang sedang dikandungnya mendapat asupan gizi lewat makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh ibunya sehingga ketika bersalin anak yang dilahirkan bisa tumbuh normal.

Dikatakan Faozan, stunting yang paling banyak ditemukan berada di Desa Dadap sebanyak 83 orang. Nah, untuk menghindari agar stunting ini bisa dikurangi maka pemerintah dan warga harus melakukan beberapa hal seperti mendirikan Rumah Desa Sehat (RDS) mengakomodir lima paket layanan dasar seperti menjaga KIA, pemenuhan Gizi, perlindungan sosial, sarana air bersih dan sanitasi sasarannya semua elemen masyarakat.

Untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) kepada masyarakat, dinas kesehatan seperti puskesmas katanya, sudah melakukan pemberian Program Makanan Tambahan (PMT) untuk peningkatan asupan gizi bagi bumil dan anak melalui posyandu.

PMT ini dilakukan bertujuan untuk mengurangi resiko terjadinya pada anak. Bukan saja PMT  petugas kesehatan dari puskesmas lakukan roadshow turun ke rumah warga lakukan sosialisasi dibantu kader posyandu, mendorong warga agar minimal di setiap rumah memiliki jamban.

"Untuk menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan penting program jambanisasi, kemudian selama kehamilan, untuk menghindari penyakit anemia, kami berikan 90 tablet tambah darah setiap bulannya melalui posyandu," jelas Faozan ketika media ini menemuinya di ruang kerjanya, Selasa, (3/9/2019).

Stunting ini lanjut Faozan, nampak apabila anak atau balita sudah berumur dua tahun. Oleh karenanya diingatkan kepada ibu-ibu untuk membiasakan diri memberikan susu eksklusif (ASI) pada bayinya hingga berumur dua tahun.

Disamping itu, Faozan menghimbau kepada warga atau calon ibu untuk rajin mengontrol kehamilannya ke puskesmas atau bidan desa. Jika ada jadwal posyandu diharap apapun kesibukannya usahakan untuk datang ke posyandu karena disana nanti akan diberikan vaksinasi atau imunisasi agar bisa menjaga daya tahan tubuh selama kehamilan.

Ditempat terpisah, ketua KPM Desa Sambelia Narza Azis mengatakan, untuk membantu pemerintah agar program deteksi dan penanganan dini tentang stunting ini bisa diatasi dengan baik, diharap kepada ketua BPD Sambelia beserta anggotanya untuk turun ke masyarakat bantu sosialisasi.

"Jangan hanya sekedar pandai berteori, tapi mari implementasikan program pemerintah ini turun ke masyarakat membantu kader dalam melaksanakan tugasnya," tegas Narza. (Ggar)

Related Posts:

Radio Komunitas Diminta Aktif Sebarkan Informasi Perempuan dan Anak

Peran Radio Komunitas/ Rakom di Provinsi Nusa Tenggara Barat/ NTB harusnya ditingkatkan. Misalnya soal menyebarkan informasi terkait dengan perempuan dan anak. 

Menurut penjelasan Supriadi perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Anak/ Kementerian PPPA Republik Indonesia. Bahwa peran Radio komunitas ya bagaiamana menyampaikan informasi seputar persoalan anak dan peremuan. 

"Misalnya di NTB, ada banyak pernikahan diusia anak, kekerasan dalam rumah tangga dan kasus lainya terhadap perempuan." Jelasnya saat menyampaikan sambutannya Kamis 5/9/2019 di Fave Hotel Mataram. 

Dirinya juga menjelaskan peran media sangat banyak tentu dengan melihat kasus yang ada di tingkat lokal. 

Hal serupa juga disampaikan  Ketua Jaringan Radio Komunitas Indonesia/ JRKI Sinam M Sutarno menjelaskan bahwa peran media Radio Komunitas sangat penting dalam menyampaikan informasi. 

Menurutnya, radio komunitas telah banyak menyampaikan persoalan lokal. Misalnya soal kebencanaan, baik saat bencana dan pasca bencana. 


Related Posts:

Satu dari 39 Desa di Lombok Timur, Kades ini Mempertegas Komitmen Pemekaran Wilayah

Suela. SK_39 Desa di Kabupaten Lombok Timur mengajukan pemekaran dusun di wilayahnya masing-masing. Tak terkecuali Kepala Desa Suela.  Komitmen tersebut tertuang dalam proposal usulan pemekaran yang saat ini sedang di godok panitia pemekaran dusun yang ditetapkan oleh pemdes Suela melalui Surat Kepatusan Kepala Desa Suela.

Pada Rapat Koordianasi internal pemdes, Rabu 04/09 yang berlangsung sejak pagi dan berakhir siang tadi, Kades Suela Rosyidi mempertegas komitmen tersebut agar pemekaran dusun ini proposalnya segera dirampungkan dan diajukan kedinas terkait (DPMD) Lombok Timur setelah sebelumnya mendapatkan rekomendasi dari Camat.

Menurutnya pemekaran wilayah/dusun ini semata-mata untuk mendekatkan akses layanan publik, mempermudah kontrol dan pembinaan masyarakat dan efektivitas dari penyelenggaraan pemerintahan. Sehingga kendala teknis yang salah satunya karena kurangnya tenaga dalam menjangkau pelayanan dan pembinaan masyarakat kedepannya dapat teratasi.

Pemekaran wilayah/kekadusan ini adalah kewajiban kita selaku bagian dari penyelenggara negara agar masyarakat mendapatkan layanan yang prima. Ungkapnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan jajarannya agar program pemekaran wilayah/kekadusan ini jangan sampai salah kaprah dan kalah seksi dari sekedar siapa yang akan duduk menjadi kadus/kawil nantinya. Karena persoalan rekruitmen akan kita serahkan pada mekanisme yang ada, siapa pun boleh menjadi kadus/kawil sepanjang memenuhi kriteria berdasarkan aturan yang ada. Imbuhnya.

Pemekaran dusun dan atau desa saat ini menjadi program unggulan dari pemerintah daerah yang dinahkodai Bupati Lombok Timur Sukiman Azmy.

Namun demikian, harapan kepala desa yang melakukan pemerkaran tentunya berkonsekuensi kepada bertambahnya Alokasi Dana Desa (ADD). Selain itu jangan juga mengganggu rencana peningkatan kesejahteraan bagi perangkat desa.

Penulis: Toean Ichan

Related Posts:

Iya Gati! Menteri PPPA Dorong Desa Bebas Pornografi Anak

Jakarta (03/08) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise dalam acara Koordinasi Pelaksanaan Model Desa/Kelurahan Bebas Pornografi Anak di Jakarta (03/09) berulang kali menekankan pentingnya melindungi anak dari bahaya pornografi. Bentuk perlindungan bukan hanya pendampingan terhadap penggunaan gawai dan internet oleh orangtua, melainkan juga upaya antisipatif agar anak tidak menjadi korban eksploitasi seksual secara online.

“Indonesia belum memiliki konsep antisipatif 50 tahun yang lalu, bahwa perubahan sains dan teknologi akan berkembang begitu cepat seperti saat ini dan membawa dampak dan perilaku baru bagi masyarakat terutama anak. Di rumah, di sekolah, di mana-mana, anak-anak begitu bergantung dengan gawai dan internet sedangkan bahaya pornografi mengancam mereka. Indoensia sudah darurat pornografi. Kita harus menjaga anak-anak kita,” ujar Menteri Yohana.

Menteri Yohana menjelaskan secara global, trend anak-anak yang menjadi korban pornografi terus meningkat secara signifikan. Dari data The NCMEC Cybertipline menyebutkan lebih dari 7,5 juta laporan eksploitasi seksual anak dalam 20 tahun terakhir dan meningkat pesat dalam lima tahun terakhir.

“ECPAT International dalam studi globalnya tentang “Trends in Online Child Sexual Abuse Material” tahun 2018 menyebutkan adanya peningkatan dari waktu ke waktu terkait kasus kriminal kejahatan materi yang menampilkan kekerasan atau eksploitasi anak atau pornografi anak, khususnya terkait penyebarluasan gambar pornografi yang dibuat sendiri oleh remaja dan tersebar secara online,” terang Koordinator Nasional ECPAT Indonesia, Ahmad Sofian dalam acara yang sama.

Merespon fakta tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bekerjasama dengan ECPAT Indonesia melakukan upaya pencegahan dan penanganan pornografi anak sejak pada level pemerintah Desa/Kelurahan, dengan mencanangkan 8 (delapan) Desa/Kelurahan Bebas Pornografi Anak. Desa/keluarahan tersebut yakni 2 Desa di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Nagari Lubuk Basung, Nagari Sungai Pua), 2 Desa di Kabupaten Bangka Tengah (Desa Lubuk Pabrik, Desa Sungai Selatan Atas), 2 Desa di Kabupaten Pangkalanbun (Desa Pasir Panjang, Desa Pangakalan Satu), Kelurahan Nunhila di Kota Kupang, dan Kelurahan Maccini Parang di Kota Makassar.

Di sisi lain, Menteri Yohana menerangkan Kemen PPPA telah bekerjasama dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memerangi pornografi dan mencegah eksploitasi seksual anak secara online, seperti melakukan MOU dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, untuk mendampingi dan membentuk fasilitator bagi desa yang telah mencanangkan sebagai desa/kelurahan bebas pornografi.

“Marilah kita serius untuk memperhatikan dampak pornografi ini. Kalau kita biarkan, anak-anak akan jadi korban teknologi ke depan, jangan sampai ini terjadi. 8 desa dan kelurahan sebagai model percontohan dan rujukan bagi desa lainnya membentuk lingkungan bebas pornografi bagi anak. Tujuannya, menciptakan harmonisasi dan sinergitas bersama dalam mencegah pornografi pada anak dan itu adalah salah satu konsep antisipatif yang kita bangun untuk masa depan anak-anak kita,” jelas Menteri Yohana.

Pencanangan Desa/Kelurahan bebas pornografi anak merupakan langkah awal pemerintah untuk mewujudkan Desa/Kelurahan yang memiliki regulasi dan kebijakan yang melindungi anak dari paparan atau objek pornografi. Dalam kegiatan koordinasi tersebut, turut hadir pula Deputi Bidang Perlindungan Anak Kemen PPPA, Nahar, Plt. Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi, Antonius Malau, Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Harlina Sulistyorini, Bupati Kabupaten Agam, Wakil Bupati Kab, Bangka Tengah, Wakil Walikota Kupang, dan perwaiklan Dinas PPPA Kota Makassar dan Kalimantan Tengah, serta perwakilan K/L, LSM, NGO dan media. (Advertorial)


Related Posts:

Tetu Apa Ndek? Komitmen Pemdes, Kecamatan dan Puskesmas Mengatasi Stunting

Lombok Timur,SK- Dalam forum besar para Pemerintah seakan tegas dalam menyampaikan hal prioritas. Hal ini tentu sebagian ingin membuktikannya. Hingga pernyataan tetu apa ndek? (benar apa tidak?) tercetus dari para pendwngar.

Demikian hasil liputan pewarta Speaker Kampung. Pemerintah Desa Sambelia lakukan sosialisasi bagaimana teknis menangani masalah stunting di wilayahnya dengan menghadirkan Kepala puskesmas Sambelia, pemerintah kecamatan serta unsur masyarakat setempat.

Kepala Desa Sambelia Ahmad Subandi dalam sambutannya mengatakan, masalah stunting ini bukan saja tanggung jawab pemerintah tapi ini adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Sehubungan dengan itu, Suabndi meminta kepada staf desa dan lembaga yang berada dibawahnya termasuk peran kader posyandu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Kemudian selain itu katanya, bagi masyarakat yang tidak memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dipersilahkan mendatangi kantor desa untuk membuat SKTM atau yang sudah memiliki SKTM bisa digunakan sebagai dasar rujukan berobat ke puskesmas.

Anggaran Dana Desa (DD) sebanyak 20 persen ini benar - benar bisa dipergunakan untuk meningkatkan pelayanan dasar kesehatan dan pembangunan Rumah Desa Sehat (RDS).

Terkait dengan hal itu, Subandi meminta kepada kader posyandu atau PKK agar menggunakan baju seragam ketika turun ke masyarakat lakukan penyuluhan.

"Jangan hanya topinya saja yang diseragamkan, bajunya juga," tegasnya di depan puluhan kader dan warga yang mengikuti sosialisasi cara penanganan stunting di kantor Desa Sambelia, Senin (2/10).

Hal yang sama juga dikatakan Staf pemerintah Kecamatan Sambelia, Ishak, SH. Selama dia bekerja di pemerintahan masalah stunting ini harus menjadi prioritas utama perlu segera ditindaklanjuti karena ini merupakan hak dasar warga yang wajib dipenuhi oleh pemerintah sebagai pemberi layanan. Tersedianya DD yang cukup besar untuk penanganan stunting dibutuhkan korelasi melibatkan seluruh kader posyandu dan juga masyarakat.

Ssmentara Kapus Sambelia Lalu Ahmad Faozan, S.Kep.Ns,  yang juga turut hadir pada acara tersebut menjelaskan, stunting katanya adalah anak yang gagal tumbuh dari umur 0 - 2 tahun. Penyebabnya kekurangan asupan gizi dari orang tuanya sejak mengandung hingga anak berumur 2 tahun.

Selain pola makan, stunting juga bisa disebabkan oleh lingkungan yang kurang sehat, seperti rumah yang tidak dilengkapi dengan MCK, BAB sembarangan, selokan yang tersumbat tempat bersarangnya nyamuk sehingga bisa menimbulkan serangan penyakit seperti malaria dan lain sebagainya.

Diakuinya, dari 889 KK ditemukan sekitar 150 KK belum memiliki jamban (MCK) di rumahnya. Oleh karena itu, Ia meminta kepada pemerintah desa untuk memfasilitasi warga dalam pembuatan jamban agar setiap rumah bisa memiliki jamban.

Menurut data yang berhasil dihimpun pihaknya dari Januari hingga  Agustus tercatat sekitar 49 ibu hamil (bumil) yang cenderung mengalami stunting. Hal itu disebabkan karena asupan gizi dan lingkungan yang kurang bersih.

"Itu yang harus kita benahi bukan saja tugas dinas kesehatan (puskesmas) tapi menjadi tugas kita bersama," terangnya.

Dijelaskan, dari 444 warga dapat ditemukan sekitar 107 warga perlu perbaikan pola makan, asupan gizi terpenuhi setiap hari. Kemudian pihaknya juga mengarahkan mereka agar sering memeriksa kehamilannya ke puskesmas atau bidan desa terdekat agar terhindar dari stunting.

Untuk meminimalisir masalah stunting itu, pihaknya fokus memberikan pelayanan kesehatan dengan memberikan tablet tambah darah selama 90 hari masa kehamilan. Namun terkadang katanya, tablet yang diberikan tidak di makan itu yang menyebabkan kesehatan selama kehamilan terganggu terutama pada calon bayi yang dikandungnya.

Supaya masalah stunting bisa teratasi dengan baik, pemdes diharap harus terlibat langsung dengan memberikan anggaran dana untuk pembelian makanan tambahan kepada bumil atau anak yang mengidap stunting. Lewat dana itu Pemdes juga bisa membanguan Rumah Desa Sehat (RDS) tempat pengaduan dan edukasi warga. Demikian dikatakan staf kecamatan, Mardi.

Selain itu, RDS juga bisa digunakan sebagai tempat curhat kesehatan, advokasi kebijakan pembangunan desa, rumah literasi,  pembentukan dan pengembangan Kader Pembangunan Manusia (KPM) oleh penggiat pemberdayaan masyarakat didalamnya ada pengurus harian KPM.

"RDS bisa dijadikan tempat penanganan untuk mengintervensi masalah anak yang mengalami stunting gizi buruk secara spesifik dan sensitif," jelas Mardi.

Agar program pemerintah dalam menangani stunting ini bisa terealisasi, maka perlu diadakan Focus Group Discussion (FGD). Lewat FGD tersebut pengurus harian KPM bisa melakukan pemetaan kesehatan pada masyarakat yang didampinginya.(Ggar)

Related Posts:

Camat Sambelia: Pemdes Wajib Hukumnya Membangun RDS

Sambelia. SK_Lingkungan menjadi hal prioritas dalam pembangunan desa. Bersih asri dan tanpa sampah harus dimulai dari desa.

Hal inilah sebagai cambuk pemerintah desa untuk mengutamakan program desa bebas sampah.

Camat Sambelia Zaitul Akmal dalam sambutannya Sabtu 31/8/2019 pada puncak acara Pesona Gili Sulang di Desa Sugian Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur.

"Pemerintah desa wajib hukumnya membangun Rumah Desa Sehat/ RDS" jelas Akmal.

Tentu ini sesuai dengan tujuan pemerintah pusat. Selain itu untuk mendorong program yang digalakan oleh pemerintah Provinsi.

Selain itu, persoalan stunting bisa teratasi dengan baik, pemdes diharap harus terlibat langsung dengan memberikan anggaran dana untuk pembelian makanan tambahan kepada bumil atau anak yang mengidap stunting.

Di tempat yang berbeda Staf Kecamatan Mardi menjelaskan bahwa melalui dana desa, pemdes juga bisa membanguan Rumah Desa Sehat (RDS) tempat pengaduan dan edukasi warga. Demikian dikatakan staf kecamatan, Mardi menyampaikan Senin 2/9/2019.

Selain itu, RDS juga bisa digunakan sebagai tempat curhat kesehatan, advokasi kebijakan pembangunan desa, rumah literasi,  pembentukan dan pengembangan Kader Pembangunan Manusia (KPM) oleh penggiat pemberdayaan masyarakat didalamnya ada pengurus harian KPM.

"RDS bisa dijadikan tempat penanganan untuk mengintervensi masalah anak yang mengalami stunting gizi buruk secara spesifik dan sensitif," jelas Mardi.

Agar program pemerintah dalam menangani stunting ini bisa terealisasi, maka perlu diadakan Focus Group Discussion (FGD). Lewat FGD tersebut pengurus harian KPM bisa melakukan pemetaan kesehatan pada masyarakat yang didampinginya.(Ggar)

Related Posts:

Kapus Sambelia: MCK Sebabkan Anak Stunting

Sambelia. SK_Selain pola makan, stunting juga bisa disebabkan oleh lingkungan yang kurang sehat, seperti rumah yang tidak dilengkapi dengan MCK, BAB sembarangan, selokan yang tersumbat tempat bersarangnya nyamuk sehingga bisa menimbulkan serangan penyakit seperti malaria dan lain sebagainya.

Hal ini diakui Lalu Ahmad Faozan S. Kep, Ns Kepala Puskesmas Sambelia, dari 889 KK ditemukan sekitar 150 KK belum memiliki jamban (MCK) di Sambelia. Oleh karena itu, Ia meminta kepada pemerintah desa untuk memfasilitasi warga dalam pembuatan jamban agar setiap rumah bisa memiliki jamban.

Menurut data yang berhasil dihimpun pihaknya dari Januari hingga  Agustus tercatat sekitar 49 ibu hamil (bumil) yang cenderung bayinya mengalami stunting.

Hal itu disebabkan karena asupan gizi dan lingkungan yang kurang bersih.

"Itu yang harus kita benahi bukan saja tugas dinas kesehatan (puskesmas) tapi menjadi tugas kita bersama," terangnya saat menyampaikan pendapatnya pada acara rembug stunting Senin 2/9/2019 di Aula Kantor Desa Sambelia Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur.

Dijelaskan, dari 444 warga dapat ditemukan sekitar 107 warga perlu perbaikan pola makan, asupan gizi terpenuhi setiap hari.

Kemudian pihaknya juga mengarahkan mereka agar sering memeriksa kehamilannya ke puskesmas atau bidan desa terdekat agar terhindar dari stunting.

Untuk meminimalisir masalah stunting itu, pihaknya fokus memberikan pelayanan kesehatan dengan memberikan tablet tambah darah selama 90 hari masa kehamilan.

Namun terkadang katanya, tablet yang diberikan tidak dikonsumsi itu yang menyebabkan kesehatan selama kehamilan terganggu terutama pada calon bayi yang dikandungnya.

Supaya masalah stunting bisa teratasi dengan baik, pemdes diharap harus terlibat langsung dengan memberikan anggaran dana untuk pembelian makanan tambahan kepada bumil atau anak yang mengidap stunting.

Penulis: Anggar

Related Posts:

Lengkap! Proses dan Persyaratan Mengadopsi Anak

Lotim. SK_Penemuan bayi tanpa identitas ini menjadi viral. Tak sedikit pula yang berminat mengadopsi bayi perempuan itu.

Bagi siapa saja yang handak mengadopsi bayi malang ini, ada beberapa proses yang harus dilalui.

Menurut keterangan Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Kementerian Sosial RI Kabupaten Lombok Timur Erniati S. Sosial mwnjelaskan. Bagi warga yang berminat mengadopsi anak secara umum baik bayi, balita ataupun anak.

Pertama datang ke Dinas Sosial Kabupaten dengan membawa persyaratan, setelah itu baru Peksos turun home visit membuat laporan sossial sembari menunggu rekomendasi Dinas Sosial Lotim.

selanjutnya berkas diserahkan oleh peksos ke Dinas Sosial Provinsi dengan lapsos yang ada.

"Baru meminta SK pengasuhan sementara.  sambil menunggu jadwal sidang Tim pertimbangan ijin pengajaran anak /PIPA" jelas Erni saat konfirmasi via WA Minggu 1/9/2019.


Menurut Erni ada beberapa persyaratan yang harus disiapkan beeupa, berkas foto copy KTP, KK, Buku Nikah, Slip gaji atau surat keterangan penghasilan, domisili, SKCK,  Surat keterangan sehat dari Rumah Sakit Umum/ RSU dan sehat jiwa dari Rumahan Sakit Jiwa/ RSJ.

Erni menambahkan selain persyaratan itu ada juga suart dokter kandungan yang menyatakan tidak bisa hamil.

"usia minimal 30 tahun dan maksimal 50 tahun, minimal usia pernikahan 5 tahun belum pernah memiliki anak" Jelasnya

Related Posts:

Puskesmas Suela Serah Bayi Tanpa Identitas

Suela. SK_Bayi tanpa identitas yang ditemukan warga Desa Ketangga hadir resmi serahkan ke pihak penyelenggara negara. Penyerahan tersebut berlangsung di Puskesmas Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur.

Melalui Kepala Puskesmas dr. Ahmad Bardan Salim bayi berjenis kelamin perempuan yang dikirim oleh simbolis ke Yayasan Paramita Mataram untuk diasuh.

Menurut Keterangan Bardan, bayi malang tersebut dikirim ke negara setelah melalui pemeriksaan dan penangan medis.

"bayi tanpa identitas ini resmi kami serahkan ke negara untuk diurus" ucapnya saat menerima bayi langsung ke pihak Yayasan Paramita Mataram Sabtu 31/8/2019

Pada penyerahan bayi ini hadir pula Peksos Kementerian Sosial RI yang diwakili Erniati. Ia menjelaskan tentang bayi ini harus menyerahkan kenwgara.

Bagi siapa saja yang ingin meminta bayi ini. Silakan ajukan surat ke Yayasan Paramita.

Related Posts:

Hari Jadi Lotim ke 124, Ditemukan Bayi Tanpa Identitas

Ketangga. SK_Tepat pada acara pawai budaya Hari Jadi Lombok Timur ke 124, warga Desa Ketangga temukan sosok bayi cantik.

Bayi berjenis kelamin perempuan dengan berat 2,00 Kg tersebut ditemukan oleh Amaq Ahyar di Mushalla Bangket Telaga Desa Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur.

Sekira pukul 13:00 wita, Amaq Ahyar hendak menjemur tembakau. Ia dipanggil tiga orang penggali pipa di pinggir jalan. Ia pun bergegas melihat sosok bayi mungil. Beralaskan sujadah bayi tersebut diamankan Amaq Ahyar.

 "kami langsung pungut dan amankan bayi itu" tutur Amaq Ahyar saat ditemui di Puskesmas Suela Sabtu 31/8/2019.

Ia berharap anak yang ia pungut itu bisa diadopsi langsung. Mereka anggap ini rizkinya dengan menemukan bayi.

Sementara menurut Ketua LPA Lombok Timur, Judan Putra Baya, bayi yang di temukan warga harus diserahkan dulu ke pada negara. Bagi siapa saja yang hendak mengadopsi bayi tersebut harus membuat surat permohonan.

"bagi siapa saja yang hendak ingin mengadopsi bayi tersebut akan membuat syarat permohonan" Jelas Judan.

Related Posts:

Mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo Asal Ketangga-Suela Tutup Usia

Lotim. SK_Muhammad Zamroni (26) Mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo asal Desa Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur-NTB tutup usia.

Putra dari almarhum Muhammad Zamani ini wafat di Rumah Sakit Al-Azhar pada pukul 2:00 dini hari waktu Kairo. Jenazah almarhum akan dipulangkan dari Mesir menuju Lombok pada hari jumaat. Rencananya akan dikebumikan pada hari Senin di Pekuburan Keluarga di Desa Ketangga Kecamatan Suela-Lombok Timur.

Mahasiswa fakultas Ushuluddin jurusan tapsir tingkat III ini juga sebagai aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII), dan KM NTB.

Related Posts:

Onyak-Onyak! Tumpahan Solar di Aspal Berdampak Buruk Bagi Pengendara

Sekira pukul 9:30 Wita Jumat 30/8/2019, dari jalur Bagek Nyaka Aikmel ku pacu sepeda motorku. Dengan bergegas pulang menuju rumah.

Tepat di jembatan pengkolan perbatasan Desa Mamben terlihat kerumunan warga. Kerumunan itu sejenak melambatkan laju motor tungganganku.

Dua warga hendak menumput cairan di badan jalan dengan tanah pasir. Sambil mengusap aspal sembari memberi laju pada kendaraan yang lalu lalang.

Dipinggir jembatan dan kerumunan itu ada pengendara disuguhi minum. Pengendara tidak lain adalah seorang korban kecelakaan tunggal akibat tergelincir licinnya aspal. Diduga akibat tumpahan solar.

Hampir sepanjang jalur Mamben menuju Pringgabaya jalan Mataran-Labuhan Lombok tersiram solar.

Ku tarik sepeda motor dengan laju tenang menghindari siraman solar. Naas, nasip ku hampir sama. Roda motorku tergelincir dan hampir hilang keseimbangan. Untungnya segera menepi ke luar badan jalan.

Berhenti sejenak, fokuskan pikiran. Ku laju lagi motor itu. Tepat di Pengkolan Wanasaba Kecamatan Wanasaba, ada pengendara terjatuh diduga akibat solar.

Kemunginan ada mobil tangki minyak solar yang bocor. Sopir tidak mengetahui kebocoran tangkinya hingga sepanjang jalan tersebut tersiram solar.

Bagi pengendara baik motor dan mobil, hendaknya berhati-hati. Jika melihat cairan oli atau solar yang ada di badan jalan jangan sampai melindas nya. Sebab akan mudah tergelincir akibat licinnya aspal.

Related Posts:

10 UPT Dukcapil Lotim Belum Atasi Persoalan

Lombok Timur, SK_ Unit Pelaksanaan Teknis/ UPT Dukcapil yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur belum sesuai dengan kebutuhan warga.

Pasalanya masyarakat masih sulit untuk memenuhi kebutuhan untuk membuat Kartu Keluarga(KK), Kartu Tanda Penduduk(KTP), dan Akta Kelahiran, karena terlalu jauh.


Persoalan ini disoroti langsung oleh Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lombok Timur yang juga sebagai Koordinator Legal Identity, Judan Putra Baya menyampaikan bahwa 10 UPT Dukcapil tersebut belum sesuai dengan kebutuhan warga.


"kami melihat ini masih jauh dari kebutuhan masyarakat, terkait dengan UPT Kecamatan Suela dan Wanasaba, UPT Pringgabaya dan Sambelia" kata Judan saat menyampaikan pendapatnya Senin 26/8/2019.

Secara kebutuhan, kecamatan yang berdekatan dengan pelayanan mestinya ditiadakan. Sementara ada kecamatan yang jauh dari jangkauan yang harus terlayani secara merata.

Tidak meratanya UPT Dukcapil yang di bentuk oleh pemda menjadi permasalahan yang serius, masyarakata berharap adanya UPT Dukcapil bisa melayani masyarakat dengan merata, khusunya di wilayah-wilayah terjauh.

Serupa juga disampaikan Hardi warga Sambelia bahwa untuk mendekatkan pelayanan bukanya setengah hati.

"masak kami harus ke Pringgabaya, sementara tempat itu juga sangat jauh" ujarnya.

Penulis: Rozi Anwar

Related Posts:

FKDM Lotim Terus Mendorong Stabilitas Keamanan

Lombok Timur, SK - Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang dibentuk pemerintah daerah Lombok Timur dengan SK Nomor: 188.45/53/KBPN/2019 bertugas membantu pemda mendorong terciptanya stabilitas keamanan agar terwujud pembangunan yang berkelanjutan.

FKDM yang ada di setiap kecamatan harus bisa bekerja maksimal mengantisipasi berbagai bentuk Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATHG) sesuai ketentuan Permendagri Nomor 2 Tahun 2018 tentang kewaspadaan dini daerah melalui pendeteksian dan pencegahan dini.

Ketua FKDM kabupaten Lombok Timur, Lalu Ihsan mengatakan, dikumpulkannya 25 orang anggota FKDM dari Lima kecamatan meliputi Sambelia, Sembalun, Wanasaba, Suela dan Pringgabaya ini semata-mata bertujuan untuk memonitoring sekaligus mengevaluasi pekerjaan yang selama ini dilakukan oleh FKDM di wilayahnya.

Secara eksplisit, sebagian besar anggota FKDM masih belum berproduksi. FKDM ini katanya adalah sebuah lembaga formal yang dibiayai pemerintah menggunakan APBD dan semua itu ada pertanggung jawabannya. Oleh karena itu, Ihsan berpesan kepada semua anggota FKDM di Lombok Timur agar bisa menyamakan persepsi, merencanakan, menyusun format baku agar anggota bisa bekerja secara terukur, akurat, sistematis serta bisa dipertanggung jawabkan.

"Output dari pekerjaan FKDM ini bisa dianalisa serta ditindaklanjuti oleh Bupati, karena secara tidak langsung kita bertanggung jawab kepada pemda melalui Bakesbangpoldagri," jelas Ihsan (27/8) diruang diskusi rumah ketua FKDM Suela, Hamzani, SE.

Tujuannya adalah bagaimana kita membantu pemerintah meminimalisir permasalahan dengan cara investigasi kemudian deteksi dan pencegahan dini sebelum timbul ke permukaan. Di faktor keamanan misalnya, dibutuhkan intelegensi yang kuat untuk menganalisa kemungkinan timbulnya ATHG.

Laporan yang disampaikan, harus betul-betul melalui verifikasi atau investigasi yang mendalam. Memenej permasalahan dengan memberikan laporan sesuai waktu dan tempatnya. Kemudian, apakah laporan itu bentuknya situasional atau kondisional.

"Kami ingin melihat semua anggota FKDM menunjukkan keseriusannya bekerja membantu bupati dan wakil bupati dengan cara mengirim laporan secara jelas, lugas, akurat langsung dari sumbernya ke grup WA kabupaten yang sudah dibentuk," pesannya.

Inilah salah satu cara anggota menjembatani permasalahan atau perselisihan yang terjadi di wilayah kerjanya. Baik ATHG itu timbul dari pemerintah lebih-lebih lagi dari masyarakat itu sendiri. Dengan teknis seperti itu, maka pemerintah bisa langsung mengeksekusinya agar tidak semakin melebar.

Disamping teknis bekerja dan bersikap yang dipaparkan ketua FKDM kabupaten, sekjen FKDM Rusli, juga banyak memberikan gambaran bagaimana anggota bekerja sesuai permendagri Nomor 2 Tahun 2018 tersebut.

Lebih jauh Rusli menjelaskan, anggota FKDM sebaiknya bekerja secara kolektif kolegial segala informasi bisa disampaikan kepada anggota lainnya lalu kemudian dicarikan solusi secara bersama sebelum menimbulkan masalah krusial di masyarakat.

"Kita ini bentuknya kolektif kolegial atau bisa juga sebagai lembaga ad hoc yang sewaktu-waktu dibutuhkan informasi kita oleh pemerintah seperti bagaimana menangkal informasi atau berita hoax yang beredar di media sosial," terang Rusli.

Dalam forum tersebut, begitu banyaknya laporan pengaduan yang disampaikan anggota FKDM dari Lima kecamatan ini. Lalu, timbul pertanyaan, segitu masifnya kah permasalahan yang terjadi di masyarakat belakangan ini?

Ketua FKDM Kecamatan Pringgabaya Abdul Gani mengatakan ATHG yang belakangan ini menjadi perhatiannya adalah masalah proyek tambang pasir besi di wilayah Desa Pohgading. Penolakan warga Pohgading atas kehadiran perusahaan ini katanya, kembali terjadi setelah beberapa tahun lalu vakum.

Masalah lain yang terjadi di semua kecamatan akhir-akhir ini,  mencuatnya informasi pembagian SK honorer . Anggota FKDM sebagian besar mengeluhkan janji bupati akan memberikan SK kepada mereka yang telah nyata-nyata berjuang memenangkan SUKMA seperti tim pemenangan (Srikandi) di semua kecamatan termasuk Sambelia satupun tidak dapat. Pemberian SK itu tentu sesuai kategori atau lama pengabdiannya.

Kemudian masalah lain yang tidak kalah pentingnya adalah pembangunan RTG bagi warga korban gempa. Terpantau masih banyak warga yang belum siap rumahnya. Terhitung setahun musibah berlalu beberapa warga ada yang masih tinggal di huntara karena proses pembangunan RTG nya di tinggalkan aplikator nakal.

Masalah lain yang dilaporkan anggota FKDM juga adalah masalah PKH yang tidak tepat sasaran. Pendamping yang nakal serta oknum yang mempermainkan bantuan dengan melakukan pemotongan kepada penerima manfaat.

Kabid PNS, Musain yang juga turut hadir dalam diskusi itu mengatakan, sebagai mitra kerja pemerintah, FKDM bertugas untuk membantu pemerintah (bupati) mendeteksi permasalahan serta mencari solusinya.

Keberadaan FKDM di setiap kecamatan menurut Musain penting untuk dilanjutkan. Selain sebagai mata, telinga, tangan dan kakinya bupati, FKDM juga harus bisa memposisikan diri jika sewaktu-waktu warga membutuhkan bantuannya. (Ggar)

Related Posts:

Sekelumit Keberadaan Tradisi Nyongkolan di Lombok

Lombok Timur_SK-Selain memiliki alam yang indah, Pulau Lombok juga memiliki beragam tradisi yang menarik,  salah satunya adalah Tradisi Nyongkolan.

Nyongkolan merupakan salah satu rangkaian dari adat perkawinan yang ada di Lombok. Tradisi ini dilaksanakan dengan tujuan agar masyarakat setempat mengetahui bahwa pasangan ini sudah menikah. Biasanya nyongkolan diadakan setelah acara ijab kabul dan acara begawe selesai dilaksanakan. Tradisi ini dilaksanakan dari rumah keluarga pengantin laki-laki menuju rumah pengantin perempuan.

Sebelum tradisi nyongkolan dilaksanakan, pengantin laki-laki dan perempuan akan dirias terlebih dahulu di rumah keluarga laki-laki. Kedua pengantin akan menggunakan pakaian dan riasan adat Lombok. Sementara itu, keluarga perempuan akan menyiapkan sebuah pelaminan ( Tempat duduk pengantin) di rumahnya untuk menyambut kedatangan kedua pengantin dan peserta nyongkolan.

Para peserta nyongkolan akan melakukan perjalanan dari rumah pengantin laki-laki ke rumah pengantin perempuan dengan menggunakan kendaraan jika jarak antara rumah keduanya berjauhan. Kemudian setelah akan sampai dirumah pengantin perempuan, peserta nyongolan akan turun dari kendaraan mereka dan mulai berjalan kaki. Mereka kemudian akan disambut oleh para pengiring dari pihak pengantin perempuan yang telah siap menunggu sebelumnya. Mereka (rombongan pengantin ) diiring sampai rumah pengantin perempuan.

Biasanya pengantin akan diiringi oleh beberapa dayang atau biasa disebut pengiring. Pengiring terdiri dari beberapa orang perempuan dan laki-laki yang juga menggunakan pakaian dan riasan adat Lombok. Pengantin perempuan akan berjalan terlebih dahulu bersama pengiring perempuan, sementara pengantin laki-laki  bersama pengiringnya akan berjalan dibelakang pengiring pengantin perempuan. Selain bertugas untuk mengiring, salah satu pengiring juga bertugas untuk memayungi masing-masing pengantin.

Selain itu biasanya pengantin juga akan diiringi oleh Gamelan dan Kecimol. Dalam tradisi nyongkolan ini, pemain Gamelan dan Kecimol memainkan alat musik mereka sendiri sehingga prosesi nyongkolan menjadi sangat meriah.

Di daerah Lombok Timur sendiri, tradisi nyongkolan ini pada umumnya dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu sore sekitar pukul 16.00, sehingga sering disebut “ Nyongkolan Sabtu Minggu”. Biasanya pada hari tersebut di sepanjang jalan dari Lombok Timur sampai Mataram kita akan menemukan beberapa grup nyongkolan. Namun tidak jarang juga masyarakat yang melaksanakan nyongkolan di hari yang lain.

Sepanjang Nyongkolan diadakan, para rombongan akan disaksikan oleh masyarakat setempat dan juga turis lokal maupun turis mancanegara. Kemacetan pun tak dapat dielakkan. Tentu saja hal ini membuat para pengendara terganggu, namun ada juga pengendara yg merasa senang dan terhibur saat ada nyongkolan.

Jadi, jika anda penasaran dan ingin melihat prosesi tradisi nyongkolan,  anda bisa menyusuri sepanjang jalan dari Lombok Timur ke Mataram dihari sabtu atau minggu disore.  Maka anda akan menemukan beberapa grup nyongolan. Tapi harus sabar yaa karena tradisi ini bisa menyebabkan kemacetan yg lumayan parah. ( Fit)

Related Posts:

YAP Launching Kursus Gratis Kontruksi Rangka Baja dan Las

Lombok Timur, SK - Yayasan Anak Pantai (YAP) bekerjasama dengan dua lembaga pending dari Belanda, mengadakan pelatihan konstruksi rangka baja ringan dan Las diikuti oleh 21 pemuda Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB (26/8). Pelatihan ini di dilaksanakan pada 26 Agustus hingga 9 September 2019.

Pembukaan pelatihan ini dihadiri oleh kepala LLK Lombok Timur Ir. Ahmad Wardi, Sekcam Sambelia, Adam, S,sos, Kepala Desa Labuhan Pandan, Sahnan, S,AP dan beberapa perwakilan mahasiswa STKIP HAMZAR dan juga UGR yang sedang KKN di Labuhan Pandan.

Kepala LLK, Lombok Timur, Ahmad Wardi, dalam sambutannya mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh YAP pimpinan Munawir Haris. Dia tidak menduga jika YAP mampu memberikan pelatihan konstruksi baja ringan dan Las tanpa sentuhan pemerintah.

"Saya kira ini sekedar silaturahmi biasa, tapi ternyata inovasi YAP ini sungguh luar biasa diluar pengetahuan saya, bagaikan Lailatul Qadar," kata Wardi.

Dengan adanya program pelatihan gratis seperti ini, Wardi meminta kepada semua peserta pelatihan agar betul-betul memanfaatkan kesempatan yang baik ini. Baginya, program YAP ini bisa membantu pemerintah mencetak pemuda yang berkualitas, seiring dengan sasaran atau tujuan utama pemerintah daerah mengurangi pengangguran dan pengentasan kemiskinan.

Jika nanti sudah selesai mengikuti kursus Wardi berharap agar bisa diterima bekerja di perusahaan yang ada di Desa Labuhan Pandan, umumnya Kecamatan Sambelia. Karena lanjutnya, hasil kursus disertai sertifikat yang diberikan nanti bisa membantu proses administrasi peserta untuk mendapatkan pekerjaan.

"Jika saudara memiliki kompetensi maka, saudara akan diakui oleh negara dibuktikan dengan adanya sertifikat," terang Wardi.

Bukan saja menjadi pekerja tapi kelak bisa menciptakan lapangan kerja sendiri atau peluang usaha lainnya, lebih-lebih bisa membuka lapangan kerja buat warga lainnya.

Tolak ukur keberhasilan kita lanjut Wardi, tergantung berapa persen kita bisa memanfaatkan waktu dan kesempatan untuk merubah hidup kita lebih baik lagi. Waktu, peluang dan kesempatan itu tidak akan bisa datang untuk kedua kalinya.

Kepala Desa Labuhan Pandan, Sahnan, dalam kesempatan yang sama menyampaikan kepada peserta kursus agar benar- benar serius memanfaatkan kesempatan yang baik ini. Karang taruna diharap supaya bisa membackup kegiatan yang ada di Labuhan pandan.

Di Desa Labuhan Pandan katanya sekitar 900 KK yang belum dibangunkan rumahnya pasca gempa. Ini merupakan peluang bagi peserta, apabila nanti setelah selesai kursus bermodalkan sertifikat dan keahlian maka akan bisa bekerja bangun rumah warga. Sertifikat itu juga katanya bisa digunakan untuk bekerja di perusahaan yang ada di Desa Labuhan pandan.

Ketua YAP Munawir Haris panggilan Haris menyatakan, pelatihan ini dilaksanakan setelah melihat kondisi riil di desanya, banyak terjadi pengangguran. Alasan yang mendasar juga kurangnya skill dari pemuda desanya sehingga sulit mendapatkan pekerjaan.

Kegiatan ini menurut Haris yang keempat kalinya dilaksanakan. Sebelumnya, sekitar September 2017 menggelar kursus komputer diikuti oleh 21 orang peserta. Setelah itu, pelatihan berikutnya rencana akan digelar pada 2018 namun karena terjadi gempa pada tahun itu, sehingga dimundurkan dan baru bisa dilaksanakan pada tahun ini.

Haris berharap supaya pelatihan ini bisa diikuti dengan sungguh-sungguh oleh peserta dan ilmunya nanti bisa ditularkan kepada warga lainnya. Untuk diketahui, lembaga sosial yang selalu mensuport program YAP kata Haris adalah Anak-Anak Lombok Timur dan Wilde Genzen yang berada di Belanda.

Bukan itu saja, bersama kedua lembaga tersebut, Haris berhasil mendirikan sekolah terpadu SDI dan SMP  sebanyak 111 siswa. Untuk tahun berikutnya, Haris akan mendirikan SMK terpadu, dimana gedung yang dibangun dua tingkat tersebut sudah siap sekitar 40 persen. Selain itu, YAP juga memberikan pendampingan kepada keluarga miskin dengan membangunkan rumah atau hunian sementara kepada 275 KK berikut 80 MCK.

Dengan dilaksanakannya program ini, Haris berharap kepada pemerintah desa maupun pemerintah daerah agar kedepan bisa membantu lembaganya untuk meningkatkan mutu pendidikan keluarga kurang mampu ataupun anak buruh migrant di desanya.

"Saya harap pemerintah bisa memberikan support moril ataupun materil agar program yang kami laksanakan bermanfaat buat masyarakat rentan ataupun warga lainnya," tutup Haris. (Ggar

Related Posts:

Bersyukurlah! Seluruh Fasilitas Kesehatan di Lombok Timur Tanpa Biaya

Suela. SK_Banyaknya warga kategori miskin yang tidak mendapatkan Kartu Indonesia Sehat/ KIS menjadi polemik dimasyarakat. Untuk itu pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah berkomitmen memberikan dispensasi bagi warga yang tidak mampu membuat Surat Keterangan Tidak Mampu/ SKTM.

Demikian dijelaskan oleh Kepala Puskesmas Suela, dr Ahmad Bardan Salim saat talkshow Speaker Kampung TV membahasakan tentang pelayanan kesehatan Selasa, 13/8/2019 di Studio Speaker Kampung TV.

Bardan menjelaskan bagi pasien yang tidak mampu harus membawa atau membuat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) ke kantor desa. Baru setelah itu, pasien atau keluarga pasien membawanya ke puskesmas untuk diregistrasi agar tidak perlu membayar.

"Nah, itulah enaknya sekarang, per 1 Oktober 2018 Pemerintah Daerah memperbolehkan warga miskin untuk membuat SKTM dari kantor desa," imbuhnya.

SKTM ini merupakan bentuk komitmen atau suport Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur kepada warga yang tidak mampu.

Dan ini menjadi pintu masuk bagi setiap warga yang dikategorikan tidak mampu dimasukkan ke data base terpadu oleh pemerintah desa melalui dinas sosial (dinsos) untuk mendapatkan kartu JKN. (Ggar)

Related Posts:

Kapus Suela: Dilarang Beli Obat di Luar Puskesmas

Suela, SK - Prinsip dasar Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan merupakan hak dasar bagi setiap manusia. Pemerintah selaku pemberi layanan memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut, hal ini sesuai dengan Permenkes Nomor 43 Tahun 2016 tentang SPM kesehatan.

SPM itu juga harus dilaksanakan sesuai SOP yang telah ditentukan pemerintah seperti, jenis obat serta mutu pelayanan menjadi urusan pemerintah.

Untuk mengetahui sejauh mana pemerintah menerapkan atau mengaplikasikan layanan dasar tersebut, maka penggiat media komunitas Speakerkampung.net mengundang Kepala Puskesmas Suela, dr. Bardan Salim, di pandu oleh Widiatul Fitri dan juga Anggar panggilan Fikri pada acara Talkshow Speaker Kampung TV, pada (13/8/2019).

Pada Talkshow tersebut, dr. Bardan Salim menjelaskan, obat generik yang tersedia di puskesmas sudah sesuai standar nasional. Pengadaan obat katanya didasarkan pada formasi dari pemerintah.

"Mindset warga berakibat pada sugesti sehingga berpengaruh terhadap persepsi warga tentang obat," jelas Bardan.

Di era pemerintahan sekarang ini kata Bardan, setiap warga negara yang memiliki kartu Jaminan Kesejahteraan Nasional (JKN) dilarang beli obat di luar puskesmas. Karena lanjutnya, segala jenis obat sudah disediakan di puskesmas, apalagi warga yang sudah memiliki BPJS jelas pelayanannya itu dijamin oleh puskesmas.

Begitu juga pasien yang tidak memiliki BPJS atau pasien umum. Hanya saja kata Bardan, jika pasien umum diharuskan mengganti obat yang diberikan puskesmas. "Obat yang kita berikan pada pasien umum sistem silang," terangnya.

Pwnukis: Anggar

Related Posts:

Pelayanan Kesehatan Belum Berpihak Pada Masyarakat Kecil

Suela. SK_Pelayanan publik selama ini selalu jadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat, baik dikota maupun didesa.

Minimnya pelayanan yang berberpihak kepada masyarakat kecil ini tentunya tidak lepas dengan kurangnya perhatian pemerintah setempat. banyaknya keluhan masyarakt saat berobat di puskesmas.

Pihak puskesmas memberikan persyaratan kepada masyarakat supaya mengakses pelayanan yang gratis. Namun dengan kurangnya sosialisasi dari pemerintah setempat. Informasi ini tidak sampai  ahirnya masyarakat meraskan kesulitan.

Pelayanan publik yang efektif adalah apabila kita sama sama proaktif, baik dari pemerintah masyarakat dan tentunyak pihak kesehatan itu sendiri. Misalnya dari sisi penyebaran informasi dan juga sosialisasi terkait bentuk bentuk pelanannya.

Menurut Kepala puskesmas suela yang akrab disapa  Bardan Salim pelayanan kesehatan  memang belum bisa maksimal sepenuhnya, akan tetapi tetap melakukan perbaikan dan salah satunya dengan adanya akun media sosial facebook puskesmas suela. Ini dibuat untuk menampung segala keluhan masyarakat dari luar, dan bisa disampikan langsung. Dengan demikian keterbukaan informasi bisa terserap.

Penulis : Nani Mulyana

Related Posts:

Aikmel Tangani Sampah dengan Sistem Ecobrick

Aikmel SK_ Sabtu, 24/8/2019 pemerintah Desa Aikmel Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur telah menggalakkan penanganan sampah yang ada di desanya. Dengan menyiapkan lahan Tempat Pembuangan Akhir atau TPA seluas 10 are, berlokasi di sebelah selatan desa Aikmel.

Pemdes Aikmel melalui Unit Usaha BUMDes yakni pengelolaan sampah membagikan masyarakat karung. Kemudian masyarakat mengisinya sampah keluarga.

Karung yang terisi sampah dijemput oleh petugas dalam waktu dua kali dalam seminggu setiap dusun.
 

Dengan di terapakannya cara seperti ini, mudah-mudahan bisa mengurangi volume sampah yang ada di wilayah desa Aikmel.

Tapi kali ini Desa Aikmel melalui LPLP Cemara Rompes bekerja sama dalam penanggulangan dan penataan sampah yang ada di wilayah Desa Aikmel dengan mencoba menerapkan inovasi Ecobrick.

 Koordinator LPLP Cemara Rompes Zainudin Amin dalam sambutannya mengatakan bahwa pentingnya menerapkan inovasi baru untuk mengurangi volume sampah yang ada di wilayah Desa Aikmel.

Lembaga ini memberikan penyuluhan serta edukasi kepada masyarakat dan manfaat dari penerapan hasil inovasi ecobrick.

Dengan harapan, masyarakat mampu memanfaatkan limbah botol minuman  plastik sebagai wadah penyimpanan sampah plastik.

Selain itu, narasumber yang lain juga mengatakan kepada koordinator LPLP Cemara Rompes yaitu Zainudin Amin untuk membentuk sebuah komunitas atau penggiat lingkungan di setiap dusun yang ada di wilayah desa Aikmel dan melakukan koordinasi dengan kepala dinas pendidikan kabupaten Lombok Timur Tengah untuk menyampaikan kepada seluruh kepala sekolah yang berada di lingkup pemerintah kabupaten Lombok Timur.

Untuk menerapkan sistem ecobrick di masing-masing sekolah dan mengadakan event -event tahunan dengan mengangkat tema tentang pengelolaan sampah.


Mudah-mudahan  dengan menerapkan cara seperti ini masyarakat desa Aikmel bisa hidup nyaman tanpa sampah.

Related Posts:

MTS NW Dasan Toya Perangi Sampah dengan Ecobrick

Aikmel. SKSalah satu madrasah dikecamatan aikmel tepatnya MTS NW Dasan Toya Desa Toya Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur berupaya memerangi sampah dengan sistem ecobrick.

Sampah merupakan masalah yang sulit dipecahkan apalagi jika tidak terdapat tempat pembuangan sampah.

Maka sampah akan menjadi maslah besar.
Untuk itu siswa baru diperkenalkan dengan sistem ecobrick.

Mereka terinspirasi dari postingan di facebook. menurut keterangan Kepala MTs NW Dasan Toya, sistem ecobrick mulai ketika ia melihat di akun media sosial.

"dari pengalaman itu kami coba mengajak santri untuk mengelola sampah dengan sistem ecobrick" Jelas Sulistiana Sabtu 24/8/2019.


Semoga dengan ecobrick masalah sampah di madrasah khususnya bisa teratasi dan karakter siswa untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan akan terbentuk.

Ia juga wenjelaskan sampah-sampah plastik itu nantinya akan dimasukkan dalam botol plastik kemudian dipadatkan. Setelelah itu dibuat menjadi hasil karya yg bisa dimanfaatkan seperti taman dan tempat duduk.

Related Posts:

Cemara Rompes Ajak Warga Tangani Sampah Sistem Ecobrick

Aikmel. SK_Permasalah sampah plastik yang terus meningkat menimbulkan dampak buruk di masyarakat. Untuk itu, berbagai upaya dilakukan untuk menangani masalah ini. Pengelolaan sampah plastik pun terus ditingkatkan.

Langkah yang sama juga dilakukan LPLP Cemara Rompes NTB. Lembaga ini sedang mengajak warga menjaga lingkungan khususunya memanfaatkan sampah dengan sistem Ecobrick.  Plastik dirubah menjadi produk yang bermanfaat ramah lingkungan.

Ketua Cemara Rompes, Zainuddin Amin mengatakan, ecobrick dianggap menjadi solusi masalah sampah plastik yang sederhana. Selain ramah lingkungan, rupanya, ecobrick ini mempunyai berbagai memanfaat.

Selain itu, tujuan Cemara Rompes juga akan terus mensosialisasikan kepada warga melalui kelompok yang akan mereka bentuk yang ada di Desa Aikmel Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur.

"salah satu pengelolaan sampah yang kita kembangkan dengan sistem Ecobrick" Jelas Zainuddin saat dikonfirmasi Sabtu 24/8/2019.

Ia juga berencana mengkampanyekan pengelolaan sampah ke semua elemen masyarakat. Sehingga persoalan sampah ini dapat tertangani secara merata.

Related Posts:

Pati Rata Pringgabaya Lahir Untuk Membangun Desa

Peringgabaya SK_Pemuda Pemudi Dasan Lendang, Dusun Dasan Lendang,  Desa Pringgabaya, Kecamatan, Pringgabaya, Lombok Timur-NTB, berinisiasi mendirikan kelompok pemuda dengan niatan mengisi waktu pada kegiatan yang postif.

Pemuda pemudi ini menamakan organisasinya denga sebutan Pati Rata. Seperti kata Rian Arsyat selaku admin Facebook pemuda dalam setatusnya, ia menceritakan Pati Rata ini di ambil dari bahasa aksara Sasak yang memiliki makna  sama rata, sama rasa, kompak, dan persatuan.

Dari pengelingsir gubuk kami di berikan kiasan ini dengan harapan bahwa remaja remaji akan selalu sama rata, selalu bersama dengan kompak dalam melaksanakan aktivitas yang sifat nya membangun gubuk dasan lendang.

Kami ingin membuktikan bahwa saat ini, untuk menjadi pemuda milenial yang gaul dan keren-keren itu tak harus menjadi nakal, akan tetapi bagaimana kami memberikan manfaat sebisa yang kami lakukan dalam kapasitas kami sebagai remaja-remaji dasan lendang (Patirata).

Adapun kegiatan Rutin kami adalah Gerakan Bersih Lingkungan yang kami sebut dengan Geruman. Sebuah gerakan menyapu setiap gang-gang di gubuk kami.

Istilah Geruman itu sendiri sebenarnya di ambil dari sebuah sapu, seperti sapu lidi maupun sapu ijuk, yang mana apabila mereka banyak dan bersama akan membersihkan segala sampah yang di sapunya. Berbeda dengan satu biji maka tidak akan bersih.

Kegiatan-kegiatan kami yang lain nya adalah Ikut terlibat dalam setiap acara adat dan budaya gubuk, sperti Begawe (Pesta.red). Kami mulai membantu dari H-7 acara dan di H-1 pun kami tetap aktif. Mulai dari ikut Mengupas kelapa, nangka, bawang, sampai saad memasak. Dan ikut begadang itu hanya dilakukan hari libur sekolah tambahnya.

Ke inginannya membangun gubuknya membuat masyarakat bangga dengan pergerakan kelompok Patarata tersebut, selain itu mereka menggeret teman-temannya dalam hal yang positif.

Penulis: Rozi Anwar

Related Posts:

HUT RI, Pesan Gubernur NTB Pada Korban Gempa Sambelia

Sambelia,SK- Upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 74 tingkat Kecamatan Sambelia berjalan lancar dihadiri oleh seluruh OPD berlangsung di lapangan umum Desa Senanggalih, Kecamatan, Sambelia, Lombok Timur. NTB. 

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) DR. Zulkieflimansyah dalam sambutannya yang dibacakan oleh pembina upacara camat Sambelia, Drs. Zaitul Akmal MM, mengatakan, dalam momentum yang bersejarah ini katanya, gubernur mengajak masyarakat untuk kembali merenung musibah yang terjadi setahun yang lalu.

Dimana pada akhir Juli hingga Agustus tahun lalu, warga NTB khususnya Sambelia, dua kali ditimpa bencana gempa bumi yang maha dahsyat hingga mengakibatkan ratusan jiwa melayang dan ribuan rumah warga rusak, sarana ibadah dan juga fasilitas umum lainnya.

Pasca terjadinya bencana tidak sedikit warga kehilangan mata pencaharian, kehidupan ekonomi warga menurun drastis. Belum lagi kita melihat rumah warga hancur diguncang gempa bahkan hingga sekarang, tidak sedikit Rumah Tahan Gempa (RTG) yang dijanjikan pemerintah belum siap. Sehingga tidak heran jika masih ada warga yang tinggal di tenda pengungsian. Hal ini tentu begitu memprihatinkan.

Tuhan telah memberikan manusia nikmat kemerdekaan, tapi kemerdekaan yang itu kadang belum bisa dinikmati sepenuhnya oleh rakyat indonesia. Buktinya tidak sedikit warga berada di jurang kemiskinan sehingga banyak yang mengadu nasib mencari penghidupan menjadi buruh migrant.

Pada kata-kata sambutan Gubernur yang dibacakan pembina upacara, pasca bencana terjadi di sektor ekonomi katanya, perekonomian masyarakat sudah mulai tumbuh, investor sudah mulai berdatangan melakukan investasi di NTB.

Dengan masuknya investor asing katanya akan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dia mengajak rakyat NTB untuk menerima kedatangan mereka dengan senyuman dan penuh rasa persaudaraan.

Gubernur berpesan, supaya rakyat terus memberikan dukungannya dalam usaha membangun NTB lebih baik lagi. Ia mengaku pasca gempa, masih banyak warga yang belum memiliki rumah. Kendala yang dihadapi dalam proses pembangunan RTG katanya, harus segera diselesaikan.

Pada isi sambutannya, gubernur juga menyinggung rencana menjadi tuan rumah moto GP 2020 kelas dunia. Pembangunan beberapa dermaga juga menjadi andalan pemerintahan NTB bisa turut menunjang perekonomian masyarakat. (Ggar)

Related Posts:

Selamatkan Hutan Sambelia!

Sambelia, SK - Kebakaran hutan dan lahan sering terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Hutan yang sebenarnya harus dilindungi dan dilestarikan sebagai sumber kehidupan manusia dimana sumber mata air mengalir di dalamnya.

Bukan saja untuk kebutuhan manusia, hutan juga tempat berlindungnya hewan. Jika ini terus dibiarkan maka, habitat flora yang menggantungkan hidupnya di hutan lama kelamaan akan punah.

Lalu, jika masalah ini terus terjadi dan tidak ditemukan solusinya, bagaimana nasib generasi bangsa ke depan, terutama hewan yang ada di dalamnya?

Oleh karena itu, pemerintah maupun aktivis peduli lingkungan segera mengambil langkah turun ke lapangan memberikan pemahaman (sosialisasi) kepada warga bila perlu turut membantu agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak terus terjadi di tanah air tercinta ini. Memberikan edukasi kepada warga adalah salah satu teknis menyadarkan warga bahwa hutan adalah bagian dari hidup kita.

Salah satu contoh, hutan dan lahan dengan luas sekitar 17.477,52 hektar yang berada di Desa Sugian Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, berbatasan dengan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT. Sadana Arif Nusa serta hutan lindung, baru-baru ini mengalami kebakaran. Beruntung kebakaran yang terjadi pada (6/8) tidak merembet ke hutan lainnya. Yang terbakar hanya hutan produksi  atau Hutan Kemitraan Masyarakat (HKM), seluas 23,46 hektar. Demikian keterangan disampaikan ketua tim pengawas hutan Sambelia, Lalu Sapriadi, Jum'at (16/8) di kantornya.

Sebelumnya, media ini pernah menurunkan berita bahwa, pada (6/8) malam, telah terjadi kebakaran. Polsek Sambelia setelah menerima laporan kebakaran, bersama kepolisian resor Lombok Timur, dan camat Sambelia bersama jajarannya, KPH Rinjani Timur bersama anggotanya, langsung lakukan evakuasi memadamkan api dengan alat seadanya.

Mengingat titik api tidak bisa sepenuhnya bisa dipadamkan pada malam itu, keesokan harinya, tim pemadam kebakaran dari kepolisian resor Lombok Timur, DALMAS  satu peleton dan BRIMOB satu peleton dipimpin oleh Kabagop. KOMPOL Eko Mulyadi, SH dengan pasukan sebanyak 70 orang serta polsek Sambelia langsung turun melakukan pemadaman.

Polsek Sambelia, Iptu Zainuddin Basri, mengatakan, sekitar pukul 09.00 WITA, pasukan gabungan langsung turun ke lokasi memadamkan api. Kemudian katanya, titik api yang berhasil terdeteksi sebanyak lima titik. Titik api tersebut berhasil dipadamkan setelah pukul 15.00 sore, karena akses jalan ke lokasi sangat sulit hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.

"Pagi dan sore secara bergantian kami langsung turun ke lokasi memikul air menggunakan jerigen berisi 30 liter sambil membawa alat seadanya seperti sekop untuk menimbun api menggunakan tanah lalu kami siram agar titik api bisa padam permanen," terangnya.

"Alhamdulillah, kami terus memantau hingga malam ini tidak ada terlihat titik api lagi setelah dilihat melalui aplikasi," tambah Zainuddin.

Untuk mengantisipasi kejadian berulang lagi, camat Sambelia, Drs. Zaitul Akmal, pada (15/8) melakukan sosialisasi di kantor Desa Sugian, dengan mengundang semua elemen masyarakat agar sama-sama menjaga hutan.

"Kita terus lakukan sosialisasi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran di sembarang tempat apalagi di hutan," katanya.

Memang kata Akmal, tidak bisa dipungkiri bahwa kebakaran hutan itu diakibatkan oleh ulah manusia yang sengaja ataupun tidak sengaja melakukan pembakaran. Seperti mereka yang ingin membuka lahan pertanian, dia akan melakukan pembakaran tanpa dikontrol sehingga api bisa merambat ke yang lainnya.

Begitu juga dengan mereka (warga) yang sembarangan membuang puntung rokok, pada daun yang sudah kering, bisa juga menimbulkan percikan api sehingga menimbulkan kebakaran yang lebih luas.

Oleh karena itu, pemerintah kecamatan, kepolisian, koramil, melalui pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, yang bertugas di masing-masing desa agar terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat agar karhutla ini tidak terus berulang terjadi karena ini bisa merugikan masyarakat umumnya. (Ggar)

Related Posts:

Kades Beririjarak: Peringati HUT RI Ajang Silaturrahmi

Wanasaba. SK_Dalam rangka memperingati perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 74. Pemerintah Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur bekerja sama dengan Karang Taruna Merdeka Desa Beririjarak mengadakan berbagai macam perlombaan.

Kegiatan yang menjadi agenda tahunan desa ini  melibatkan seluruh elemen masyarakat di Desa Beririjarak, Baik dalam kepantiaan ataupun peserta lomba.

Ketua panitia sekaligus Ketua Karang Taruna Desa Beririjarak Rafii Hamdi mengungkapkan, bahwa kegiatan ini merupakan  kegiatan tahunan Desa Beririjarak sebagai wujud semangat dalam menyambut hari kemerdekaan serta sebagai sarana membangun silaturrahmi antar pemuda dan masyarakat se Desa Beririjarak.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Desa Beririjarak Lalu Pauzi Saat membuka acara Pada Senin, 12/08/19 kemarin di halaman Kantor Desa Beririjarak.


"Kegiatan ini adalah kegiatan tahunan desa, kami berharap dukungan dan partisipasi masyarakat dalam mensukseskan kegiatan ini dengan mengirim sebanyak banyaknya peserta lomba di masing-masing wilayah kekadusan" Ungkap Fauzi.

Related Posts:

20% Dana Desa Wajib Untuk Stunting

Wanasaba, SK_Pemerintah desa wajib anggarkan dana 20% dari APBDes untuk penanganan stunting. Hal ini disampaikan Lalu Abdul Hayyi selaku ketua Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Wanasaba, pada rembuk stunting di Desa Mamben Daya yang merupakan salah satu kegiatan pada program inovasi desa (14/08).

Sebagai bentuk intervensi stunting skala nasional pemerintah pusat melalui kementerian desa telah mengatur kebijakan penggunaan dana desa pada Permen Nomor 16 Tahun 2018 tentang peningkatan gizi masyarakat dan pencegahan terhadap stunting, sambungnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Desa Mamben Daya Fadli, saat membuka kegiatan rembuk stunting ini. Ia juga menyampaikan saat ini Pemerintah Desa Mamben Daya telah menganggarkan untuk pemberian makanan tambahan (PMT) pada kegiatan posyandu untuk memenuhi asupan gizi bayi dan balita.

"Untuk saat ini kami (pemdes.red) sudah menganggarkan untuk PMT pada kegiatan posyandu untuk memenuhi asupan gizi bagi bayi dan balita" jelasnya.

Anggaran untuk PMT ini diberikan oleh desa di masing-masing Posyandu untuk  pemberian PMT pada setiap kali posyandu, kata Ria Zamrutia (24 Tahun) salah satu kader posyandu setelah dikonfirmasi usai mengikuti kegiatan rembuk stunting ini.

Akan tetapi yang menjadi keluhan para kader saat ini ialah terkait fasilitas posyandu utamanya dacin untuk mengukur berat badan anak. Karena sebagian dari dacin-dacin yang ada sudah terpakai lama sehingga terkadang bermasalah kemudian menyebabkan hasil pengukuran berat badan anak menjadi tidak akurat lagi, Sambungnya.

Kami berharap pemerintah desa kedepanya bisa memfasilitasi peremajaan terhadap dacin-dacin yang bermasalah ini supaya data berat anak yang kami laporkan benar-benar akurat, harapnya. (*ci)

Related Posts:

Featured Post

KKN UGR Bantu Warga Tangani Adminduk

Lombok Timur, SK - Rawat kebersamaan dengan bingkai ukhuah Islmaiyah adalah tema yang diangkat dalam acara perpisahan KKN Tematik Mahasisw...