Mantap..! Cara SMP IT Membangun Keakraban Antar Guru dan Siswa

Wanasa. SK_ Demi membangun keakranban guru dan siswa, SMP IT Otak Kebon Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok timur gelar kegiatan penutupan Masa Orientasi Sekolah/ MOS ala game.

Kegiatan yang berlangsung di Kebun Raya Lemor, Sabtu 20/7/2019 ini dikemas dalam bentuk permainan, dengan melibatkan semua guru dan siswa siswi yang juga sebagai peserta. Hal ini dimaksudkan supaya para guru dan siswa memiliki kedekatan emosional  dan keakraban. Sehingga dalam proses pembelajaran terjadi hubungan atau komonikasi yang baik diantara kedua pihak terjalin.


Awalnya guru dan siswa diajak saling berkenalan  dengan metode Role play dan dilanjutkan dengan permainan edukasi. Semua ini bertuan untuk membuat suasana semakin lebih seru. Selanjutya siswa diajak bercerita atau menceritakan seputar kesan dan harapan yang ingin dicapai selama bersekolah. Cerita tersebut diolah dalam bentuk tulisan pada kertas yang sudah disiapkan.

Sementara Itu Wakil Kepala sekolah Bidang Kurikulum, Sahrul Azmi,S.Pd saat menutup acara MOS  mengatakan,  Kegiatan MOS  merupakan salah tahapan proses yang harus dilaksanakan oleh siswa dan siswi baru di SMP IT NW Otak Kebon. Ini semata-mata dalam rangka mengenal lebih jauh Iingkungan sekolah  baru yang akan mereka Tempati. 

"Pada hari ini merupakan penutupan dari rangkaian kegiatan MOS yang telah dilaksanakan selama tiga hari, kami berharap siswa siswi baru dapat beradaptasi dengan sekolah baru terutama mata pelajaran yang jauh berbeda dengan Pelajaran pada saat SD" jelas Azmi. 

Penulis: Saelal Arimi

Related Posts:

KKM XII Suela-Sembalun Utus 6 Siswa Ikut KSM Tingkat Kabupaten


Suela_SK- Kelompok Kerja Madrasah Ibtida’iyah (KKM-I) XII Suela-Sembalun kembali mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Kabupaten tahun ini.  Ajang yang di selenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan mutu sains di madrasah.

Untuk menghadapi Kompetisi di tingkat kabupaten yang di gelar besok pagi (20/07/2019) di MAN 1 Selong Kabupaten Lombok Timur, Kelompok Kerja Madrasah Ibtida’iyah (KKM-I) XII Suela-Sembalun mengkarantina Peserta KSM di KKM yaitu di MI NW Suela.

Peserta yang ikut KSM Tingkat Kabupaten tahun ini sebanyak 6 Orang Siswa yang terbagi menjadi 2 bidang Studi yaitu 3 Orang di Bidang Studi Matematika dan 3 Orang di Bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Mereka adalah Siswa-siswa pilihan yang sudah terseleksi di Tingkat Kecamatan yang dilaksanakan beberapa bulan yang lalu.

Para Peserta ini dibekali dengan pendalaman materi baik dari Kisi-kisi soal yang sudah disediakan oleh Panitia ataupun mengulas kembali soal-soal di Tingkat Kecamatan saban hari.

Pembinaan yang dilakukan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta agar lebih siap untuk mengikuti KSM Tingkat Kabupaten besok. Hal ini di ungkapkan oleh Ketua Panitia KSM Kecamatan Saipul Hadi, S.Pd saat diwawancarai oleh Jurnalis Speakerkampung.net.

“Belajar dari tahun kemarin, kita kurang persiapan. Jadi tahun ini kita persiapkan betul-betul matang sehingga peserta utusan dari madrasah-madrasah berada di wilayah KKM XII Suela-Sembalun ini bisa Lolos sampai ke Tingkat Nasional” ucapnya. (Lie)


Related Posts:

Pemda Lotim Gelar Kursus Gratis pada Wilayah Terdampak Gempa

Lombok Timur, SK - Pasca terjadinya gempa setahun lalu, tentu banyak meninggalkan kesan mendalam bagi warga yang terdampak gempa. Perekonomian warga tersendat, tidak sedikit sekolah porak poranda diguncang dahsyatnya getaran gempa. Begitu pula tidak terhitung berapa banyak nyawa melayang, ada yang kehilangan rumah dan keluarganya.

Di Lombok Timur, tercatat ada lima kecamatan yang paling parah terguncang gempa pada tahun 2018 lalu. Gempa pertama akhir bulan Juli tepatnya (27/7) terjadi di Kecamatan Sambelia dan Sembalun. Tidak berselang lama pada bulan Agustus menyusul gempa melanda sebagian Kecamatan Sambelia, Pringgabaya, Suela dan juga Wanasaba.

Akibat dari bencana beruntun itu, tidak sedikit anak putus sekolah kemudian pergi merantau ke luar daerah bahkan luar negeri menjadi buruh migrant. Ada juga yang masih bertahan melanjutkan sekolahnya hingga tamat.

Sebagai dispensasi pemerintah kepada warga korban gempa, Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmy, jauh hari sebelumnya sudah memprogramkan jadwal kursus gratis kepada pemuda yang sudah tamat sekolah minimal tamat SMA/SMK atau sederajat.

Pelatihan atau kursus yang digelar selama satu bulan tersebut dimulai dari Kecamatan Sembalun dan setelah itu Kecamatan Sambelia, berikutnya menyusul Kecamatan Montong Gading, masing-masing selama satu bulan. Demikian keterangan disampaikan asisten instruktur komputer, Ramdani, pada jurnalis media komunitas Speakerkampung.net di tengah kesibukannya, di kantor camat Sambelia, pada (16/7) siang.

Di Kecamatan Sambelia misalnya, tengah berlangsung pelatihan/kursus sejak 24 Juni berakhir 20 Agustus 2019 mendatang. Demikian disampaikan salah seorang peserta Muhibbin, yang mengambil jurusan menjahit dihubungi melalui ponselnya.

Di grup WA FKDM Kabupaten, Muhibbin menjelaskan, kegiatan ini adalah bentuk kepedulian pemda untuk meningkatkan skil masyarakatnya agar bisa menciptakan lapangan kerja sendiri dan mengurangi pengangguran.

Mereka yang mengikuti kursus itu diambil dari semua kalangan baik perempuan maupun laki, diutamakan bagi mereka yang putus sekolah, ataupun yang sudah tamat namun tidak bisa melanjutkan, dan atau yang tidak punya pekerjaan tetap alias pengangguran.

Program sub kursus yang paling banyak diminati peserta di Kecamatan Sambelia adalah komputer dibanding program lainnya. Peserta yang mengikuti kursus komputer ini sebanyak 32 orang yang seharusnya dalam satu item maksimal 16 orang sesuai aturan dari LLK. Begitupun dengan jurusan lainnya minimal peserta sebanyak 16 orang tidak boleh lebih.

"Ya benar, yang paling diminati adalah komputer, 32 orang peserta, makanya kita bagi dalam dua item, ada yang pagi dan juga sore, kami (Instruktur) kerja secara bergantian," terang Ramdani.

Selain kursus komputer, ada juga sub kejuruan lainnya seperti, menjahit, elektronik/audio video, baja ringan, mebel, otomotif dan juga Las.

Peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) ini di fasilitasi oleh LLK Selong dibawah binaan UPTP BLK Lombok Timur. Dana pelatihan ini menurut keterangan Ramdani, bersumber dari APBN melalui Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Republik Indonesia, kemudian penanggung jawabnya adalah diva BLK Lotim yang berada di Lenek.

Instruktur elektronika lainnya, Fahmi, menjelaskan, pelatihan yang dilaksanakan satu bulan ke depan ini diharapkan harus menuai hasil yang maksimal. Apabila nanti peserta selesai mengikuti pelatihan katanya, harus siap kerja turun langsung ke masyarakat.

Mereka (peserta-red) kata Pahmi, harus bisa membuktikan kemampuannya, jangan hanya berhenti sampai disini. Bila perlu lanjutnya, mereka harus bisa menciptakan lapangan kerja buat orang lain.

Peserta kursus jurusan komputer, Neneng dan Sri Kartika, dari Dusun Gubuk Lauk, Desa Sambelia, yang sudah tamat SMK tahun lalu mengaku sangat berterimakasih pada pemda terutama Bupati yang telah membuka program kursus gratis di Sambelia.

"Alhamdulillah kami tidak perlu pergi ke Selong untuk kursus. Kursus ke Selong pasti ngeluarin banyak biaya belum lagi sewa kos," kata Neneng mengungkapkan rasa syukurnya.

"Setelah selesai kursus ini, saya berharap mendapat peluang kerja di instansi pemerintah maupun swasta," timpal teman lainnya Sri Kartika.

Selesai mengikuti kursus dan uji kompetensi yang akan dilaksanakan oleh lembaga sertifikasi profesi dari pusat kemudian peserta dinyatakan lulus uji kompetensi maka, peluang kerja bagi mereka yang lulus untuk diterima bekerja di instansi pemerintah maupun swasta akan semakin lebar. 

Disamping menggratiskan biaya kursus, pemerintah juga memberikan fasilitas seragam dan makan siang gratis kepada semua peserta. Kabarnya, mereka juga akan diberikan uang transport tiga puluh lima ribu per hari selama pelatihan dan juga sertifikat. (Ggar)

Related Posts:

SMA IPA Bilakembar Gelar MOSBa Ke Kantor KUA

Suela, SK - Hari pertama masuk sekolah merupakan momentum yang di nantikan oleh siswa-siswi baru di semua sekolah, tidak terkecuali SMA Plus Amali, Bilakembar, Desa Suela, Kecamatan Suela, Lombok Timur.

Pada awal penerimaan siswa-siswi baru tahun pelajaran 2019-2020, SMA+ Bilakembar menggelar Masa Orientasi Siswa Baru (MOSBa) ke kantor KUA Suela, pada (16/7/2019).

Materi yang dibahas adalah tentang masalah perkawinan usia dini yang sering terjadi pada anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah.  Hal ini dirasa penting dilakukan supaya siswa-siswi yang sedang bersekolah jangan terpancing untuk menikah pada usia yang masih muda.

Jika itu dilakukan lanjutnya, maka tidak ada yang bisa menjamin masa depannya akan jauh lebih baik. Demikian disampaikan kepala KUA Kecamatan Suela, Kholid, S,ag.

"Kawin pada usia dini akan merugikan kalian semua, masa depan kalian akan suram dan jelas rentan beresiko saat melahirkan," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Kholid juga menjelaskan secara terperinci tugas dan fungsi kepala KUA, penghulu dan juga penyuluh yang bertugas di kantor KUA.

Melihat banyaknya anak yang putus sekolah akibat kawin pada usia dini sehingga mendorong  guru pada SMA+ tersebut  lakukan kunjungan dengan mengajak puluhan anak didiknya mendatangi KUA untuk mendengar nasehat langsung dari kepala KUA. (Naomi)

Related Posts:

Permudah Pelayanan KTP dan KK, 10 UPT Disiapkan Lotim

Lombok Timur, SK -  Untuk mempermudah, memperlancar dan mendekatkan pelayanan kepada warga dalam pembuatan adminduk, pemerintah daerah  Lombok Timur menempatkan sepuluh Unit Pelayanan Teknis (UPT) di beberapa kecamatan.

Sebagaimana dikatakan camat Suela, Sukarma, ketika menghadiri launching Jurnalisme Warga (JW) pada (10/7) di lesehan kampung, Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur.

Sukarma mengatakan jika di kantor camat, Ia tidak lagi diberikan kewenangan untuk menandatangani KTP, KK, akta yang berkaitan dengan adminduk. Tetapi, sudah ada petugas UPT yang ditempatkan di kantor camat oleh Bupati.

Kaitan banyaknya warga yang mengeluh dalam pembuatan KTP menurutnya, itu semata-mata karena masalah belangko yang selalu kurang.

"Dari pusat belangko yang di kirim ke daerah jumlahnya terbatas, sekitar satu jutaan, sedang masyarakat yang butuh lebih dari itu," katanya.

Meski begitu, Sukarma tetap berusaha agar pelayanan hak dasar warga ini dapat terpenuhi sehingga tidak ada lagi warga yang mengeluhkannya.

Berikut, jurnalis warga Speakerkampung.net merilis wilayah kerja UPT yang bisa di kunjungi warga dalam proses pembuatan adminduk, diantaranya;

1. UPT wilayah I kelas A berada di Kecamatan Suela, dengan wilayah kerja meliputi, Kecamatan Suela dan Sembalun.
1. UPT wilayah II kelas A berada di Kecamatan Pringgabaya dengan wilayah kerja meliputi Kecamatan Pringgabaya dan Sambalia.
3. UPT wilayah III kelas A  berada di Kecamatan Aikmel dengan wilayah kerja meliputi, Kecamatan Aikmel, Wanasaba dan Lenek.
4. UPT wilayah IV kelas A  berada di Kecamatan Sukamulia dengan wilayah kerja meliputi, Kecamatan Sukamulia dan Suralaga.
5. UPT wilayah V kelas A berada di Kecamatan Selong dengan wilayah kerja meliputi, Kecamatan Selong dan Labuhan Haji.
6. UPT wilayah VI kelas A berada di Kecamatan Masbagik, dengan wilayah kerja meliputi Kecamatan Masbagik dan Pringgasela.
7. UPT wilayah VII kelas A, berada di Kecamatan Sikur, dengan wilayah kerja Kecamatan Sikur.
8. UPT wilayah VIII kelas A berada di Kecamatan Terara dengan wilayah kerja meliputi, Kecamatan Terara dan Montong Gading.
9. UPT wilayah IX kelas A berada di Kecamatan Keruak dengan wilayah kerja Kecamatan Keruak dan Jerowaru.
10. UPT wilayah X kelas A berada di Kecamatan Sakra meliputi Kecamatan Sakra, Sakra Barat, dan Sakra Timur.

Demikian data UPT yang dapat kami informasikan semoga bermanfaat. (Oji)

Related Posts:

KKN UGR Fasilitasi Korban Gempa Sambelia Mendapatkan Adminduk

Sambelia.SK_ Sungguh mulia apa yang telah direncanakan pada program KKN UGR tahun 2019. Rencana ini telah dirilis oleh mahasiswa KKN UGR khusunya yang ditempatkan di wilayah terdampak gempa yakni Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok timur tahun silam.

Kini, mahasiswa/ I KKN UGR yang didirikan Muh Ali Bin dahlan  ini fokus pada program sosial khususnya membantu warga yang belum mendapatkan administrasi kependudukan alias Adminduk.

Demikian disampaikan Dosen UGR Paridi, program KKN yang dilaksanakan mulai 15 Juli berakhir 15 September ini juga akan memprioritaskan masalah administrasi kependudukan (adminduk). Mereka akan bekerjasama dengan Disdukcapil yang akan difasilitasi oleh KOMPAK. mengingat masih banyak warga yang belum memiliki e-KTP, KK, akta kelahiran, akta nikah, akta kematian dan lain sebagainya.

"Dari dukcapil rencana akan turun langsung bersama KOMPAK. Kami juga punya mahasiswa yang bekerja di disdukcapil, tugas mereka nanti memberikan penyuluhan kepada warga bila perlu datang ke setiap kantor desa," terangnya.

Menyinggung masih banyaknya warga yang menggunakan jasa calo dalam pembuatan adminduk, Paridi berjanji akan memberikan edukasi atau pemahaman kepada warga supaya tidak menggunakan jasa calo dalam mengurus adminduk.

"Kami nanti akan sosialisasikan kepada warga bahwa bikin KTP, KK dan akta itu gratis," janjinya.

Program KKN yang dilaksanakan pasca gempa ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mereka. Program ini diharapkan bisa diselesaikan sampai tuntas selama dua bulan hingga tidak ada yang tertinggal. Program bantuan tidak hanya terfokus pada program kolektif, kolegial saja, tapi apa saja kebutuhan warga akan mereka bantu. (Ggar)

Related Posts:

Penguatan Kapasitas Pasca Gempa, 136 Mahasiswa UGR KKN di Sambelia

Sambelia,SK - Camat Sambelia diwakili Kasi Pemerintahan, Ishak, SH melepas sedikitnya 136 mahasiswa dari Universitas Gunung Rinjani (UGR) yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Sambelia, pada, Senin (15/7/2019) di halaman kantor Camat Sambelia, Lombok Timur, NTB.

Mahasiswa UGR angkatan ke 20 ini akan berpencar di sepuluh desa se-Kecamatan Sambelia, masing-masing desa diwakili 12 hingga 15 mahasiswa. Demikian dikatakan dekan mahasiswa Fakultas Hukum, M. Zainuddin, saat dikonfirmasi awak media usai melepas mahasiswanya.

"Masing-masing desa kami tempatkan minimal 12 hingga 15 orang, mereka akan saling mengisi, apa yang masyarakat butuhkan," jelasnya.

Program tematik yang diutamakan kata Zaenuddin adalah pembangunan MCK di semua desa, kecuali Desa Madayin tidak masuk dalam programnya.

Meskipun Madayin tidak masuk dalam program tematiknya, ia (Zainuddin-red) dan dekan dosen lainnya bersama teman-teman mahasiswa berjanji akan tetap membantu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat disana.

"Saya juga berharap kepada teman-teman yang KKN di Sambelia, bisa memelihara nama baik dan menjaga almamater. Sebagai insan yang baik harus bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat," harapnya.

Dosen pendamping lainnya, Paridi, bertugas memberikan statistik (pembekalan) kepada ratusan mahasiswanya menambahkan,dari hasil observasi yang dilakukan sebelumnya, dia melihat ternyata kebanyakan masyarakat korban gempa masih kekurangan MCK. Sehingga pasca gempa menurutnya, perlu penambahan MCK di setiap desa bahkan kadus.

Selain rencana membangun MCK, dosen jurusan perikanan ini juga menyediakan program bagi mahasiswanya untuk membersihkan pantai bersama nelayan. Dari sepuluh desa, hasil observasinya terdapat  enam desa yang akan menjadi sasarannya.

Bukan itu saja, program KKN yang dilaksanakan mulai 15 Juli berakhir 15 September ini juga akan memprioritaskan masalah administrasi kependudukan (adminduk). Mereka akan bekerjasama dengan Disdukcapil yang akan difasilitasi oleh KOMPAK. mengingat masih banyak warga yang belum memiliki e-KTP, KK, akta kelahiran, akta nikah, akta kematian dan lain sebagainya.

"Dari dukcapil rencana akan turun langsung bersama KOMPAK. Kami juga punya mahasiswa yang bekerja di disdukcapil, tugas mereka nanti memberikan penyuluhan kepada warga bila perlu datang ke setiap kantor desa," terangnya.

Menyinggung masih banyaknya warga yang menggunakan jasa calo dalam pembuatan adminduk, Paridi berjanji akan memberikan edukasi atau pemahaman kepada warga supaya tidak menggunakan jasa calo dalam mengurus adminduk.

"Kami nanti akan sosialisasikan kepada warga bahwa bikin KTP, KK dan akta itu gratis," janjinya.

Program KKN yang dilaksanakan pasca gempa ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mereka. Program ini diharapkan bisa diselesaikan sampai tuntas selama dua bulan hingga tidak ada yang tertinggal. Program bantuan tidak hanya terfokus pada program kolektif, kolegial saja, tapi apa saja kebutuhan warga akan mereka bantu. (Ggar)

Related Posts:

Akhirnya Pengurus Formula Suela Dirombak

Suela_SK- Setelah pakum pasca pilkades Suela beberapa tahun yang lalu, Forum Pemuda Suela (FORMULA) menggelar Sakep Beleq Resufle Pengurus Formula Jilid II kemarin (14/7) di Waduk Kembar Dusun Cempaka Desa Suela Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur.

Acara yang dilaksanakan selama 2 (dua ) ini yaitu Sabtu –Minggu, dihadiri langsung oleh Kepala Desa Suela Rosyidi , Pengurus Inti serta semua anggota Formula dari 4 (empat ) kekadusan yang ada di Desa Suela.

Dalam sambutannya Rosyidi mengharapkan semua pemuda di  Desa Suela yang berada di 4 ( empat ) kekadusan masuk menjadi Anggota Formula.

“ Mudah-mudahan Anggota Formula bertambah banyak, kami sangat mengharapkan dari  pemuda di kekadusan Suela ini terlibat dan masuk menjadi anggota Formula“ Ucapnya

Dijelaskan juga bahwa  potensi yang ada di suela ini sangat banyak, tinggal bagaimana upaya kita untuk mengelolanya dan tentunya yang akan menjadi penggeraknya adalah para pemuda di Desa Suela.

Hal yang sama juga dijelaskan oleh Pengawas Formula Muh. Hirsan, S.Pd sekaligus Sekertaris Desa Suela mengatakan bahwa  program yang di miliki Formula terkait dengan Pengembangan Ekowisata  disambut baik oleh Pemerintah Desa.

“Alhamdulillah sampai saat ini Ekowisata mendapat sambutan dari Bapak Kepala Desa, Sehingga teman-teman pemuda ini yang akan menjadi tulang punggung bagaimana membangun pariwisata di Desa ini kemudian itu menjadi lapangan kerja sehingga tidak banyak sarjana yang mengganggur, sehingga pemuda itu menjadi berdaya” terangnya.

Hirsan menambahkan bahwa Gerakan Formula sampai saat ini masih konsisten dan perkembangannya cukup baik serta menjadi salah satu Enstitas Sosial di tengah masyarakat. Dan semuanya itu tentu melalui proses yang sangat panjang. Ia mengharapkan dengan adanya pemuda bisa menjadi katalisator ( penghubung ) antara pemerintah dengan masyarakat.

Setelah berdiskusi cukup lama melalui musyawarah bersama, Pimpinan sidang Safiuddin, S.Pd.I mengetuk palu kemudian membacakan hasil musyarawarah dan menetapkan Saudari Nurul Hilmi, M.Pd sebagai Ketua Formula kemudian Rasyid Ridho, S.Pd sebagai Sekertaris dan Mustamiuddin, S.Ud sebagai Bendahara. Adapun Devisi-Devisinya sebagai  berikut :

- Infodokkom
1. Dedi hermansyah
2. Muh. Rusli Umaini
3. Eka putrawan
4. Bambang hilmawan
- Pendidikan & Pengorganisasian
1. M. Munawi
2. Syafi'uddin
3. Ismawan hariadi
4. Farizi
- Advokasi & Kampanye
1. Khaerul muttaqin
2. Azni
- Pengemb. & Penguatan ekowis
1. Saddam husen
2. Syarif hidayatullah
3. Ruslan
4. Hedni
- Divisi Perempuan (koord. Kapsul)
1. Dewi ratna sekarwangi
2. Suriani cs.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Pelepasan Jabatan  sekaligus laporan pertanggung jawaban dari Ketua Lama Bustanul Arifin, S.Pd.I.  Dengan suara serak sambil meneteskan airmata, Arfin berharap semoga dengan kepemimpinan yang baru, Formula lebih baik lagi.

“ Wah laik ta pada berjuang, wah 7 taon ta bareng pin organisasi ene, Pak Hirsan miak profil atau dasar na, Aku miak pondasi na, sang masi arak pondasi yak na bau jari, ba ketua baru ta gin lanjutang ia. Ku ngendeng maaf bleq-bleq sang na araq pelih atau tutur kataku kurang bagus selamaku jari ketua“ Ucapnya sambil menangis.

Setelah pelepasan kemudian dilanjutkan Pemaparan bagaiman Formula kedepannya oleh Ketua Baru yaitu Nurul Hilmi,MPd. Nurul mengatakan semua Program-program yang sudah ada atau belum tersentuh akan kita laksanakan. (Lie)

Related Posts:

Lahirnya Calo KTP dan KK Karena Kita?

Wanasaba.SK_ Berapa biaya membuat KTP? Tanya Pe Kri (53 Tahun) kepada saya ketika duduk santai sambil berbincang disalah satu warung di dusun kami Dusun Lendang Nangka Desa Bebidas, Sabtu 13/7/2019.

Ketika mendengar pertanyaan ini sontak saja saya langsung menjawabnya membuat KTP itu gratis, segala jenis pelayanan administrasi kependudukan baik itu E-KTP,  Akta Kelahiran, Kartu Keluarga dan sejenisnya itu semuanya gratis.

Pe Kri kemudian melanjutkan pertanyaanya, tapi kenapa sewaktu saya dulu ketika mau membuat Kartu Keluarga harus membayar? Pertanyaanya kemudian aku jawab dengan bertanya kembali kepadanya, Dimana tempatnya membuat dan siapa yang membuatkan? Saya menyuruh Y (oknum) untuk menguruskan saya, jawabnya. Mendengar ini akupun menjelaskan kembali kepadanya jika membuat KTP dan Adminduk lainya itu gratis,  yang membuat kita harus membayar itu ketika menggunakan jasa orang lain (calo/oknum) didalam pembuatan KTP dan sejenisnya.

Dari pertanyaan dan percakapan antara saya dengan Pe Kri diatas, saya ingat kembali statmen Camat Suela Sukarma, beberapa minggu yang lalu pada acara Talkshow SpeakerTV yang mengulas terkait pelayanan adminduk, ia mengatakan bahwa yang membuat calo itu masyarakat kita,  yang menggunakan jasa calo itu juga masyarakat kita. Sehingga harapanya supaya didalam mengurus adminduk itu masyarakat sendiri yang langsung datang ke kantor camat maupun di Dinas Dukcapil.

Terkadang Harapan dan kenyataan selalu berbenturan,  dimana pemerintah mengharapkan masyarakatnya untuk mengurus sendiri administrasi kependudukanya disisi lain masyarakat juga banyak yang belum memahami prosedur dan persyaratan apa saja yang harus disiapkan untuk mendapatkan KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran dan lainya.

Dari beberapa ulasan diatas, saya saya yakin masih banyak Pe Keri lain diluaran sana,  terutama yang tinggal di daerah dusun dan dasan sehingga keterbatasan untuk mengakses informasi sangatlah minim.

Akhirnya dari catatan singkat ini,  penulis berharap pihak pemerintah baik itu dari pemerintah desa,  pemerintah kecamatan khususnya Dinas Dukcapil sendiri lebih gencar lagi didalam melakukan sosialiasi dan pelayanan keliling ke penjuru-penjuru desa di Kabupaten Lombok Timur, supaya apa yang menjadi nawacita kita bersama yaitu menuju Lombok Timur tuntas adminduk bisa tercapai. (ci)

Related Posts:

Diskominfo Apresiasi Kerja-Kerja JW Speaker Kampung

Suela.SK_ Dinas Komunikasi, Informasi dan peesandian/ Diskominfo Kabupaten Lombok Timur apresiasi kerja-keeja Jurnalis Warga/JW Media Komunitas Speaker Kampung. Pujian tersebut disampaikan pada acara launching Jurnalis Warga, Rabu, 10/07/2019.

Seperti tutur Kepala dinas Kominfo yang diwakili Kasi Kelompok Informasi Masyarakat/ KIM, Saharuddin mengapresiasi kerja-kerja Speaker Kampung.

Ia menjelaskan hadiranya pada acara Launching Jurnalisme Warga ini sangat ia prioritaskan. Mengingat jurnalisme warga yang akan menyampaikan hak-hak dasar warga.

Selain itu, ia juga menjelaskan perihal tentang adanya Kelompok Imformasi Masyrakat (KIM) di setiap Desa yang ada di Lombok timur.

"Kami sangat apresiasi kegiatan jurnalisme warga, sebab tidak akan ada yang akan mengangkat persolan masyarakat kita selain jurnalisme warga" jelasnya saat menyampaikan pidatonya.

Hal serupa juga disampaikan Lalu Safarudin Aldi yang akrab di panggil Mamiq Apeng selaku Direktur Selaparang TV, ia mengatakan fungsi Jurnalis Warga (JW) itu adalah mengedepankan hak-hak dasar masyarakat yang ada di desa seperti pelayanan, administrasi kependudukan dan lain sebagainya. Hasil produksi tersebut kemudian dipublikasikan lewat tulisan atau vidio, tambahnya.

Tak terkira ternyata dengan komitmen teman-teman JW yang aktif di media Komunitas Speaker Kampung, bisa membut dinas Kominfo dan direktur Selaparang TV bangga dan mengorbankan waktunya untuk hadir dalam acara Launching Jurnalis Warga, yang di selenggarakan di Lesehan Kampung, Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur, NTB.

Penulis: Rozi

Related Posts:

Kubangan Tambang Korleko Belum Ada Perhatian Serius

Korleko, SK_Bekas tambang galian C jenis tambang batu, tanah pasir belum mendapat perhatian.

Galian batu dan karang  yang terletak di Lembah Hijau, Desa Korleko Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok timur  menyisakan kubangan.

Kubangan ini belum mendapatkan perhatian reklamasi dari pemerintah setempat.

Alhasil bekas tambang itu ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya. Sebelumnya rencana kubangan galian tersebut akan direklamasi menjadi kebun kelapa.

Menurut keterangan Amaq Jar, warga Desa Korleko mengatakan bahwa, ada sebagian berkas galian tambang yang sudah ditanami pohon kelapa.

"Sebagian tempat galian sudah ditanami pohon kelapa" ujar Amaq Jar saat ditanya jurnalis warga Jumat, 12/07/2019.

Penulis: Darma

Related Posts:

Cerita Warga, Antar Calon Jamaah Haji

Ketangga.SK_ Tradisi mengantar Haji oleh masyarakat Desa Ketangga, Kecamatan, Suela, Lombok Timur, Ntb. Jum'at, 12/07/2019. Kebiasaan ini menjadi tardisi turun temurun dalam mengantar Jamaah Calon Haji Lombok Timur yang berangkat menuju Asrama Haji di Mataram.

Biasanya masyarakat Desa Ketangga mengantar Jamah ke Asrama Haji untuk yang pergi bersama calon Jamaah Haji. Pengantar membawa peralatan dan perelengkapan yang lengkap untuk satu hari di Asrama Haji.

Kalau tidak berangkat bersama Jamaah Haji, pengantar tidak menginap di Asrama Haji, tetapi pengantar langsung menunggu di Bandara Internasional Lombok, yang berada di Lombok Tengah.

Teradisi ini menjadi kekompakan masayarakat yang ada di dusun masing-masing, jika tidak ikut mengantar Jamaah Haji maka akan menjadi buah bibir masayarakat.

Seperti kata Rohayum saad ia mempersiapkan perlengkapannya kemarin, ia mengatakan jika saya tidak ikut maka saya akan di bicarakan oleh masyarakat disini ujarnya.

Teradisi ini akan menjadi kebiasaan yang positif untuk masyarakat untuk menjalin hubungan antara sesama. Selain itu masyarakat beranggapan bahwa mengantar Jamaah Haji menjadi liburan bersama keluarga.

Ibu Ium mengatakan, biarpun kita susah untuk mencari uang teransfot dan belanja, kita akan tetap ikut demi kekompakan kampung kita ungkapnya.

Tutik menambahkan bukan hanya kekompakan yang kami bangun, tapi kami menjadikan momen liburan bersama anak-anak dan keluarga sambil mengantar Jamaah Haji yang ada di kampung tambahnya.

Nah kebiasaan ini masyarakat menjadi kompak dan solid dalam segalanya, dan menjadikan liburan bersama kelaurga. Hal ini menjadi kebiasaan positif untuk masyarakat yang ada di kampung atau di desa.

Penulis: Rozi

Related Posts:

Pemerintah Daerah Ingin Mewujudkan Lotim yang ASA



Lombok Timur, SK - Bupati Lombok Timur, Drs, H.Sukiman Azmy, MM dan wakil bupati H. Rumaksi, dalam pemerintahannya kedepan ingin menjadikan Lombok Timur menjadi daerah yang Adil Sejahtera Aman (ASA) seiring visi misi yang pernah digaungkan sebelumnya.

Sehingga, pada awal januari 2019 lalu, Bupati memberikan SK kepada 105 orang Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) pada 21 kecamatan di Lombok Timur. Masing-masing kecamatan menempatkan Lima orang anggota FKDM.

Kepala badan (kaban) Kesbangpoldagri Lombok Timur, Salmun Rahman mengatakan, FKDM sebagai tindak lanjut Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2018 tentang kewaspadaan dini di daerah.

FKDM yang dibentuk bertujuan untuk membantu pemerintah daerah dalam mendeteksi dini Ancaman Tantangan Hambatan dan Gangguan  (ATHG) agar tercipta stabilitas keamanan di daerah.

Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah untuk mengoptimalkan peran pemerintah kecamatan, pemerintah desa/kelurahan serta masyarakat untuk mendeteksi dini tentang ATHG baik datangnya dari dalam maupun dari luar.

"FKDM harus memahami perannya sebagai mata, lidah, tangan dan kakinya bupati terkait dengan ATHG," jelas Salmun Rahman, di depan ratusan anggota FKDM pada acara rapat koordinasi yang digelar pada (10/7) di kantor BAKESBANGPOLDAGRI, Selong Lombok Timur, NTB.

Kasdim 1615 Lombok Timur, Apriyanto yang juga hadir pada rakor tersebut menjelaskan FKDM yang berada di kecamatan memiliki peran yang cukup penting. Apalagi katanya, FKDM sudah diberikan SK oleh bupati. SK ini dijadikan landasan untuk melakukan tindakan mengumpulkan data dan informasi tentang ATHG.

"Tapi perlu diingat perannya bukan untuk mengeksekusi, tapi menyampaikan laporan dini  sesuai fakta dari sumber yang dipercaya. Laporan bisa berbentuk foto atau video dan ada narasinya," jelasnya.

Tugas FKDM hanya memberi laporan tentang ATHG yang ditemukan di lapangan kepada camat atau FKDM kabupaten, kemudian laporan itu akan diteruskan ke Bupati. Berdasarkan laporan tersebut kemudian, Bupati bisa mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah yang bakal terjadi sehingga tidak memicu masalah yang lebih besar lagi. (Ggar)

Related Posts:

Diskusi Menarik Launcing Jurnalis warga! Simak Statemen Narasumber

Suela, SK - Media Komunitas Speaker Kampung.net pimpinan Hajad Guna Roasmadi atau Eros, mengadakan launching Jurnalisme Warga (JW) bekerjasama dengan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) Jakarta. Berlangsung di Lesehan Kampung, Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur, NTB, pada (10/7/2019).

Hadir pada acara itu adalah direktur Selaparang TV, Lalu. Safarudin Aldi, Kepala seksi Kominfo Lotim, Saharudin, Sekcam Wanasaba, Puskesmas Suela, penggiat komunitas, aktivis sosial dan beberapa warga lainnya.

Direktur STV, Lalu. Saparudin Aldi atau akrab dipanggil Mamiq Apeng, pada sambutannya mengatakan, JW atau citizen journalism yang bernaung di bawah lembaga komunitas Speaker Kampung senantiasa menyampaikan informasi yang bermanfaat buat warga terutama warga masyarakat yang berada di pedesaan.

Pewarta warga lanjutnya, senantiasa menulis informasi yang erat kaitannya dengan hak dasar warga seperti hak kepemilikan administrasi kependudukan (adminduk) hak menerima pelayanan kesehatan yang baik dari Puskesmas, hak mengenyam pendidikan bagi anak keluarga miskin, bahkan hak kaum disabilitas tidak lepas dari sorotan media Speaker Kampuang.

Dibanding dengan media mainstream yang mengejar rating. Speaker Kampung (SK) pada prinsipnya menyuarakan apa yang menjadi hak warga akar rumput. Mereka (pewarta warga) menginginkan agar warganya jangan hanya dijadikan sebagai objek saja, tapi sebaliknya harus merubah status sebagai subjek.

"Kami akan terus berbagi informasi dengan Jurnalisme Warga Speaker Kampung menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat, bukan bermaksud menelanjangi pemerintah, tapi menghimpun informasi mengawal kebijakan pemerintah," katanya.

Tujuannya adalah agar pemerintah cepat merespon, mengeksekusi permasalahan yang terjadi di lapangan, agar terpenuhi rasa aman, sejahtera dalam kehidupan serta keadilan untuk seluruh rakyat Lombok Timur.

Masalah lainnya seperti pelayanan dasar dalam pembuatan adminduk juga menjadi perhatian pemerintah Kecamatan di Lombok Timur. Camat Suela, Sukarma, terus berupaya memperbaiki pelayanan dasar tersebut.

"Jikapun ditemukan ada calo yang bermain, itu diluar pengetahuan kami," terang Sukarma.

Sekcam Wanasaba, Pelita Yatna, yang juga hadir pada acara tersebut menegaskan bahwa dia terus berupaya memberantas permaianan kotor (pungli) seperti ini. Di kantornya katanya, kesempatan calo bermain dalam pengurusan adminduk ini sangat diantisipasi. Prinsip ketegasan serta kejujuran selalu dibudayakan dalam bekerja, dia bahkan terang-terangan berani mengkritisi kebijakan pemerintah.

"Sistem digital dalam proses pembuatan adminduk yang sekarang lebih buruk dari pada manual, cenderung regulasi sekarang membuka kesempatan calo untuk bermain," paparnya.

Kepala seksi Kominfo Lombok Timur, Saparudin pada kesempatan yang sama juga menyoroti kendala yang dialami Kompok Informasi Masyarakat (KIM) yang ada di desa. Pemerintah menurutnya belum mampu menyiapkan peralatan khusus untuk menangkal berita hoax.

Keberadaan pewarta warga atau jurnalis Speaker Kampung sudah mampu menjadi media penyeimbang dalam menangkal fortal berita hoax. Begitu pula KIM di setiap desa menurutnya seakan tidak bisa mengambil peran untuk turut berkontribusi menyampaikan informasi yang benar agar masyarakat tidak menyantap mentah-mentah berita yang tidak jelas sumbernya. (Ggar)

Related Posts:

Pemdes Wajib Belajar Ke Bursa Ini! Cek Lokasi dan Waktunya

Lombok Timur, SK- Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, pemerintah desa (pemdes) memiliki dua kewenangan khusus dalam mengelola pemerintahan yaitu kewenangan dalam hak asal usul dan kewenangan lokal skala desa.

Untuk mewujudkan UU itu, pemerintah telah mengucurkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Tujuannya agar desa mampu mengatur mengurus kepentingan masyarakat secara efektif untuk kesejahteraan masyarakat.

Agar pembangunan berbasis masyarakat itu bisa direalisasikan maka, kapasitas aparat pemdes dan masyarakat, kualitas tata kelola desa, sistem pendukung, regulasi dan kebijakan pemerintah desa harus lebih optimal.

Oleh karena itu Program Inovasi Desa (PID) di Lombok Timur dimunculkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Semua itu bisa terwujud dengan perencanaan yang matang, kapasitas pemerintah yang mengelola DD juga perlu menjadi pertimbangan.

Bursa Inovasi Desa (BID) adalah bagian yang tidak terpisahkan dari model PID tingkat kabupaten. BID adalah sebuah forum penyebaran inisiatif atau inovasi masyarakat desa, juga menjembatani kebutuhan pemerintah desa dalam menyelesaikan masalah desa, alokasi penggunaan DD supaya lebih efektif dan inovatif.

Untuk itu pemerintah Kabupaten Lombok Timur menjadwalkan pelaksanaan BID Tahun 2019, di beberapa kecamatan di Lombok Timur.
Antaranya sbb:

Cluster I, meliputi;
Kecamatan Keruak, Jerowaru, Sakra Barat, Sakra Timur dan Sakra. Pada 8 Juli 2019 lokasinya di Desa Ketapang Raya, Kecamatan Keruak.

Cluster II, meliputi;
Kecamatan Terara, Sikur, Montong Gading dan Masbagik. Pada 9 Juli 2019, lokasinya di Gedung Serba Guna, Masbagik Timur, Kecamatan Masbagik.

Cluster III, meliputi;
Kecamatan Sukamulia, Labuhan Haji, Selong dan Pringgasela. Pada, 10 Juli 2019, di Kantor Camat Sukamulia.

Cluster IV, meliputi;
Kecamatan Wanasaba, Suela, Sembalun, Pringgabaya, Sambelia dan Aikmel. Pada, 11 Juli 2019, di Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya.

Nah, itulah jadwal pelaksanaan Bursa Inovasi Desa disertai lokasi atau tempat diadakan. (Ggar

Related Posts:

Gejolak Bantuan Rumah Gempa di Sambelia Lombok Timur


Sambelia SK - Pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) yang dialokasikan pemerintah pusat dari dana APBN kepada ratusan bahkan ribuan korban gempa melalui Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) kini menemui berbagai kendala.

Untuk menyelesaikan kendala atau keluhan warga penerima bantuan RTG tersebut, pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui pemerintah Kecamatan Sambelia memfasilitasi pertemuan antara BPBD sebagai penanggung jawab, supplier, fasilitator, Kepala desa dan pokmas, berlangsung di kantor camat Sambelia, pada (5/7).

 Zaitul Akmal, memberikan kesempatan kepada semua Kepala desa (kades) menyampaikan keluhannya di depan Kepala pelaksana (kalak) BPBD Kabupaten Lombok Timur, Purnamahadi, berkaitan lambatnya proses pembangunan RTG tersebut.

Camat Sambelia membuka ruang diskusi bersama pemerintah dan juga aplikator, supplier RTG. Mereka ingin mengetahui secara jelas seperti apa regulasinya, atau apakah teknis pengerjaannya sesuai SPK atau tidak, sehingga proses pembangunan RTG begitu lamban.

"Saya persilahkan masing-masing kades menyampaikan permasalahannya langsung dan nanti akan dijawab oleh kalak, kendala apa saja yang terjadi di lapangan, tapi secara bergantian ya, semua nanti akan dapat bagian," kata Akmal.

Kades Labuhan Pandan, Sahnan menginginkan agar supplier diarahkan menandatangani fakta integritas agar antara kades dan suplayer bisa bekerjasama dalam proses pembangunan RTG ini. Bukan itu saja, Sahan juga berharap agar kantor atau rumah dinas juga diperhatikan pembangunannya.

"Saya tidak ingin rumah masyarakat dibiarkan begitu saja, rumah dinas perlu juga diperhatikan," jelasnya.

Kepala desa Dara Kunci melalui staf desanya, Samsul, mengeluhkan hal yang hampir sama. Dia berharap, agar semua supplier ataupun fasilitator melaporkan diri ke pemdes. "Jangan jalan sendiri tanpa komunikasi dengan pemdes," tegas Samsul.

Sedang Kades Bagik Manis, Abdurrahman, mengusulkan agar masyarakat yang sudah membangun rumahnya menggunakan uang pribadinya supaya diganti.

Purnomo Hadi melalui tim khususnya, Lalu Masri menjanjikan kepada warga korban gempa yang lebih dulu membangun rumahnya menggunakan uang pribadinya, katanya akan segera diganti asal anggota pokmas itu sudah terverifikasi dan uangnya sudah ada di rekening.

"Sudah ada tim khusus yang menangani masalah itu. Saya minta pak kades mendata nama-nama korban yang sudah membangun rumahnya. Kami akan cairkan jika uangnya sudah ada di rekening," katanya.

Sementara kades Sugian, Lalu Mustiadi, mengusulkan agar kewenangan kades dalam membantu penanganan RTG ini jangan dibatasi. Pendamping juga diminta untuk bersinergi dengan pemdes agar masalah yang terjadi bisa segera diselesaikan bersama.

Diakui Mustiadi, sekitar Sepuluh persen warganya belum keluar rekeningnya. "Jika rekeningnya jelas sudah ada, maka kami siap bekerjasama dengan supplier dari manapun," tambahnya.

Supriadi, kades Belanting mengatakan pembangunan RTG di desanya banyak dikerjakan oleh supplier lokal jadi hampir tidak ada kendala. Namun dia berharap agar status RTG itu perlu penjelasan lebih rinci.

Desa Madayin yang pertama menerima SK, mengatakan, hampir Lima puluh persen mereka yang  sudah keluar rekeningnya masih banyak menemui kendala. Baik kendala dari aplikator, supplier bahkan ketiadaan pendamping lapangan. Rumah yang seharusnya setiap tiga bulan sesuai perjanjian banyak yang molor.

Untuk menjawab semua permasalahan yang terjadi, Kalak BPBD Purnomo Hadi, menginstruksikan kepada semua kepala desa, aplikator, supplier maupun pendamping harus membina kerjasama dengan baik, memperbanyak komunikasi.

Jika supplier dalam batas waktu 60 hari tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya maka, hak diskresi itu bisa dilakukan oleh kades. Kades berhak untuk membatalkan atau menghentikan kontrak kerja sepihak dengan aplikator maupun supplier. 

"Disana pejabat (kades) punya power jika cara kerja mereka tidak sesuai spk," jelasnya.

Dia meminta kepada fasilitator agar lebih intensif melakukan pengawasan. Komunikasi dengan pemdes perlu ditingkatkan. Baik aplikator, supplier maupun fasilitator wajib hukumnya melaporkan proses pembangunan RTG di wilayahnya. (Ggar)

Related Posts:

Yuk..!! Intip Apa Saja Persiapan Jambore Anak Bangsa

Mataram.SK_ Persiapan Jambore Anak Bangsa 2019 yang dilaksanakan di Taman Suranadi, Kecmatan Narmada, Lombok Barat, NTB, 05/07/2019. Kali ini persiapan yang dilakukan oleh panitia cukup sempurna.

Kegiatan Jambore Anak Bangsa yang di adakan oleh Yayasa Galang Anak Semesta (Gagas) tahun ini sangat matang jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu.

Hal ini disampaikan langsung oleh ketua panitia Samsul Hadi, ia mengatakan persiapan panitia jambore kali ini sangat siap sedia.

"Ada beberapa divisi yang kita bentuk dalam acara jambore anak kali ini,divisi misalnya divisi Acara, pubdok, perlengkapan, konsumsi, kesehatan dan keamanan" ujar Samsul saat ditemui pewarta warga Jumat 5/7/2019 di lokasi acara.

Samsul menjelaskan, anggita panitia yang sudah disepakati sebanyak 45 orang, dan semua divisi ini bergabung saling membantu untuk mensukseskan acara jambore kali ini tambahnya.

Hal serupa juga disampaikan anggota panitia yang juga sebagai divisi  perlengkapan Rian mengatakan, " kalau kami tidak kompak maka kami akan merasa lelah untuk membuat acara jambore kali ini, syukur kami semua devisi kompak untuk mensukseskan acara sampai ahir nanti" ujar Rian.

Karena Jambore Anak tahun ini akan lebih banyak peserta dari pada jambore-jambore tahun lalu, peserta sekitar 120 anak yang akan ikut dalam acara Jambore Anak Bangsa kali ini dan bukan hanya itu akan datang ibu Wakil Gubernur  NTB yang akan menyampaikan sambutan saat pembukaan.

Penulis : Rozi Anwar

Related Posts:

Ratusan Jama'ah Haji Berangkat! Simak Liputan Hari Ini

Lombok Timur.SK_ Ratusan jamaah hajji kloter 1 Kabupaten Lombok Timur Tahun 2019, Jumat 5/6/2019 ini mulai di berangkatkan.

Calon jamaah hajji  yang dibagi dengan sistem zonasi sesuai kecamatan dikumpulkan di Asrama Hajji Selong untuk dikarantina.

Selanjutnya para jamaah haji diberangkatkan ke Asrama Hajji Mataram tepatnya di Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram  Loang Baloq Ampenan.

Hal yang sama juga terlihat  beberapa calon jamaah hajji kloter 1 yang berangkat melalui KBIH hari ini juga mulai dikumpulkan.

Pantauan jurnalis warga, puluhan jamaah hajji melalui KBIH Darul Kamal Kembang Kerang mulai berdatangan. Puluhan jamaah hajji ini dikumpulkan kemudian diantar secara bersama sama dengan menggunakan bus yang telah disiapkan oleh panitia.

Hal ini dimaksudkan untuk menghindari menumpuknya para pengantar  Calon Jamaah Hajji di asrama hajji selong.


Sementara itu, rombongan pengantar calon jamaah hajji yang berasal dari berbagai wilahaj juga ikut memadati halaman Ponpes Darul Kamal NW Kembang Kerang Kecamatan Aikmel.

Rombongan yang berjumlah ratusan orang tersebut sengaja datang untuk memeberikan doa, ziara dan ucapan selamat kepada calon hajji tahun ini.

JW : Sailalarimi

Related Posts:

Wisata Hipnotis di Lombok Timur

Lombok Timur_SK, Salah satu Destinasi Wisata Islami di Kabupaten Lombok Timur yang saat ini marak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara adalah Taman Wisata Islami Koptofa Education Saman Now.

Taman Wisata Islami Koptofa Education Saman Now yang terletak di Desa Tetebatu ini menjadi salah satu lokasi pilihan yang sangat cocok untuk berekreasi bersama Teman, Pasangan maupun Keluarga.

Berekreasi ke Taman Wisata Islami Koptofa Education Saman Now Tetebatu mampu menghipnotis anda dengan pemandangan dan ragam objek wisatanya. Sehingga membuat pikiran menjadi tenang, tenteram, damai, rasa gelisahpun hilang seketika olehnya.

Adapun objek wisata andalan yang  disediakan di Taman Wisata Islami Koptofa Education Saman Now ini  yaitu Kolam renang Adam dan Hawa. Kolam renang ini terpisah antara perempuan dan laki-laki, sehingga sangat nyaman bagi perempuan maupun laki-laki untuk menikmati lokasi tersebut.

Tidak cukup sampai disana, bagi anda yang senang berfoto ria (selfie) atau suka berpetualang (camping) tempat ini sangat cocok untuk anda buat hunting. Area pemandangan yang indah dilengkapi outbond bikin sensai liburan anda semakin menyenangkan. Selain itu juga Taman Wisata Islami Koptofa Education Saman Now ini menyediakan mushalla,kamar mandi, dan restaurant lengkap dengan menu halalnya.

Untuk bisa menikmati Wisata Taman Islami ini tidak sampai menguras isi dompet anda, cukup mengeluarkan 15.000/org ,sudah bisa menikmati lokasi green memanjakan mata.

Penulis : Netyka

Related Posts:

2000 Pelaku UMKM dan Pedagang Pasar Tradisional Lombok Sudah Go Online

Lombok Timur.SK_ Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan kegiatan Gerebeg Pasar UMKM Go Online di Lombok. Kegiatan dibuka di Kantor Camat Pringgaslea pada tanggal 17 Juni 2019, kegiatan ini ditujukan untuk membantu pelaku UMKM di Pulau Lombok agar bisa membuka toko online, selain dengan toko / kios yg mereka miliki secara offline. Pada saat yang bersamaan, Kominfo juga menggelar pelatihan relawan atau pandu digital yang akan mendatangi sejumlah pasar di Lombok Timur dan Kota Mataram untuk  mengajak para pedagang mulai merambah bisnis online.

Dalam acara pembukaan tersebut hadir Kasubdit pengembangan ekonomi digital, pariwisata, transportasi dan perdagangan, kementerian kominfo, Bapak Sumarno. Dalam sambutannya, beliau sangat mengapresiasi antusias dari masyarakat yg hadir utk mengikuti persiapan "grebeg pasar" ini. "masyarakat harus bisa cepat mengikuti perkembangan zaman, jangan sampai didahului oleh orang dari daerah lain, apalagi dari luar negeri" tambahnya. Selain itu, beliau mengingatkan agar masyarakat bisa memanfaatkan program ini sehingga dapat lebih mudah berjualan dan meningkatkan omzet penjualannya.

Selain Kominfo, hadir juga Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hj. Selly Andayani, M.Si pada hari Senin, 17 Juni 2019 di aula Kantor Camat Pringgasela, Lombok Timur. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan mengenai platform digital marketplace milik Pemerintah provinsi sendiri yg telah berjalan belakangan ini, yakni i-shop, yg bisa digunakan oleh pelalu UMKM di NTB khususnya, yg mana i-shop ini telah terintegrasi dengan jasa logistik seperti PT. POS dan juga perbankan seperti BNI 46.

Hadir juga CEO Berugak Lombok, Supiandi, S.E M.Ec.Dev, selaku pemateri yang memaparkan tentang pentingnya para pelaku UMKM untuk mulai menjual produknya secara online. Dari 262 juta penduduk Indonesia, 143 juta sudah terkoneksi dengan internet dan trend pembelian ataupun penjualan barang lewat online semakin meningkat. Peluang ini harus di ambil oleh para pelaku UMKM dan pedagang pasar, jangan hanya menjadi pembeli tapi harus sebagai penjual” ungkap Supiandi.

Program Grebeg Pasar ini sudah digelar tanggal 18-29 Juni 2019 di enam pasar yakni Pasar Pancor, Pasar Aikmel, Pasar Masbagik, Pasar Pringgabaya, Pasar Mandalika, dan Pasar Kebon Roek. Kegiatan ini sangat membantu kami para pedagang pasar untuk memperluas pasar kami, ujar salah satu pedagang tardisional di Pasar Masbagik. Selanjutnya apresiasi juga datang dari Bapak Maliki selaku penenun di Pringgasela “setelah mengikuti kegiatan ini, pemesanan terhadap produk kami meningkat, bahkan ada konsumen yang berasal dari luar pulau Lombok sudah memesan produk kami lewat marketplace yang diajarkan kepada kami”.

Penulis : Sup

Related Posts:

Sutradara Sexy Killer Latih Jurnalis Warga Membuat Video dengan Handphone

Denpasar. SK_ Ahad 29/06/2019, sekitar jam 09:00 peserta yang mengikuti Anugrah Jurnalis Warga (AJW) berpindah dari hotel penginepan menuju  Rumah Baca Kesiman.

Seharian peserta AJW mempelajari tentang mengambil gambar dengan ponsel. Kali ini peserta disuguhkan dengan narasumber yang cukup terkenal di bidang pembuatan film dokumenter yaitu Dandy Laksono.

Ia adalah sutradara film yang sempat heboh di tengah maraknya kampanye pilpres 2019 kemarin, judul film nya adalah Sexy Killer.

Bang Dandy menyampaikan teori kepada peserta AJW tentang membuat vidio dan mengambil foto dengan henpon.

Pelatihan kali ini peserta AJW tidak merasa bosan dalam materi satu ini, selain pembahasannya tidak terlalu sulit, narasumber nya pun kece.

Seperti Bang Dandy katakan, "saya lebih baik mengajak teman-teman diskusi dari pada saya saja yang berbicara" katanya.

Peserta menghadiri pelatihan pengambilan gambar dengan ponsel sangat tidak merasa bosan dan jenuh. Seperti yang di katakan oleh Didik menjadi peserta dari Pekalongan, Jawa tengah, " aku lebih cepat ngerti kalau caranya diskusi ujarnya.

Cukuplah peserta AJW diberikan ilmu yang dipaparkan oleh Bang Dandy, karna peserta AJW ini datang dari warga, untuk warga dan oleh warga. (Rozi)

Related Posts:

Merantau Ke Bali, Anak Muda Kritisi Tak Ada Lapangan Kerja di Desanya

Denpasar. SK_ Pemuda kreatif yang berasal dari Desa Ketangga , Kecamatan Suela, Lotim. Dani, Dedi, Bandi, Rusni dan beberapa personil lainnya berkolaborasi membawakan beberapa buah lagu yang di ciptakan oleh Eros yang sangat patriotik pada acara reuni berlangsung di Revan studio, Denpasar,  Bali, senin 01/07/2019.

Mereka membawakan lagu yang sering di pentaskannya yaitu Anak Bangsa, Cinta sejati dan beberapa lagu lainnya.

Dengan semangat rasa persaudaraan yang terus dibangun sejak kecil, remaja, dewasa bahkan hingga menjadi kakek-kakek nanti, personil Band Pusaka ini akan terus dipertahankan. Mereka kumpul sekaligus mengadakan acara reuni di kota Denpasar karena mereka sedang bekerja di Bali.

Tidak sedikit pemuda dari Desa Ketangga, Suntalangu, Suela dan pemuda desa lainnya mengadu nasib di Pulau Dewata. Ia bekerja untuk membantu meringankan beban keluarganya. Diantara mereka ada juga yang berprofesi sebagai mahasiswa di universitas ternama di Bali.

Akibat ketimpangan dan tidak di berdayakan oleh pemerintah desa, tidak heran jika pemuda yang berasal dari Ketangga, yang baru tamat SMA bahkan SMP sekalipun memilih untuk meninggalkan kampung halamannya semata-mata untuk mencari kehidupan yang lebih baik demi masa depan mereka.

Seperti Raesal rahman yang bekerja di sebuah rumah makan mengatakan sebenarnya kami sangat berat meninggalkan kampung halaman kami, tapi karna keadaan ekonomi yang mendorong kami untuk meninggalkan Desa Ketangga tercinta tegasnya.

Begitu juga kata Rusni, seandainya kita di bikin kan lapangan kerja oleh pemerintah desa, dengan anggaran pemuda yang 30% maka kami akan bertahan dan sangat senang bekerja di kampung sendiri tambahnya.

Ya tak heran pemuda ini membuang diri ke daerah orang karna tak ada lapangan kerja di buka oleh pemerintah desa. Dengan terpaksa mereka menekuni dan menikmati kerjaan yang mereka kerjakan di pulau dewata ini. (Rozi)

Related Posts:

UIN Malang Latih Warga Bilakembar Suela, Simak Liputan Kami

Suela. SK_Selasa, 02/6/2019
bertempat di Yayasan Ponpes Darussalam NW Bilakembar Dusun Bilakembar Desa Suela Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur.

Kegiatan ini merupakan sosialisai pemanfaatan berbagai jenis tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal.

Kegiatan ini bertemakan pelatihan pemberdayaan tumbuhan obat presfektif etnobotani untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pada potensi alam sekitar.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis kerjasama ACT Lotim pada kegiatan Pra Sekolah SMPI NW Bilakembar dan SMA IPA NW Bilakembar/MA Plus Amali NW Bilakembar tgl 12 Juni 2019 lalu.

Platihan ini diikuti dari berbagai unsur kemasyarakatan yang ada di Dusun Bilakembar Al-Muslimat NW Bilakembar, Para Pemuda dan pemudi, pengurus ponpes, para guru di lingkup Ponpes dan Siswa dan siswi dengan jumlah lebih kurang 70 peserta.

Adapun penyampaian materi adalah  Naufal dan  Muktadi akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang dan trainernya Rizka Inayati, S.Si.

Rizka sendiri sedang menempuh Magisternya di Universitas Indonesia dengan konsetrasi peminatan dibidang Biomedik, dan Muh. Naufal calon sarjana Biologi di UIN Maulana Malik Ibrahim.

Secara garis besar kegiatan ini bertujuan agar peserta dapat mengenali lebih spesifik tumbuhan obat berdasarkan karakteristik tempat tumbuh dan morfologinya, memberikan peserta keterampilan dalam pengolahan tumbuhan obat dan peserta dapat memanfaatkan, mengelola dan memelihara SDA yang dapat dijadikan obat serta menjadikannya sebagai produk layak jual yang bernilai ekonomis tinggi.

Penulis :Naomi

Related Posts:

Cerita Amaq Sat, Petani Tembakau Rajang Desa Ketangga

Ketangga.SK_ Hampir 95% Petani di Desa Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur menanam tembakau tradisional. Adapun jenis tembakau yang ditanam ialah Tembakau Kasturi,Tembakau Manis dan Tembakau Kuning.  Seperti penuturan salah satu petani tembako Amaq Sat alias Ratdim, Pada Senin (1/7/2019).

Ia mengatakan bahwa para petani di Desa Ketangga hanya mengharapkan hasil dari tembakau untuk menaikkan perekonomian mereka. Dan sekarang mereka pun lagi sibuk-sibuknya panen tembakau dan mengirisnya agar bisa dipakai para pecandu rokok.

Lanjut setelah proses pengirisan kemudian dikeringkan dengan cara dijemur dibawah terik matahari. Jika tembakau sudah kering barulah selanjutnya dikemas yang sering disebut dengan "Pengebalan".

Tembakau iris ini sudah sangat populer di masyarakat dengan nama Tembakau Senang. Mereka (Petani_red) biasa menjual perbalnya  Rp800rb-900rb jikalau kita datang ke petani tembakunya langsung.

Namun kalau sudah di pasar, tentu harganya akan berbeda, kisaran harga  perbalnya bisa mencapai 2,5jt-3jt. Dan tahun ini mereka berharap tembakaunya bisa dijual dengan harga yg lebih mahal. (Nurdin)


Related Posts:

Penuturan Amaq Fathir, Seniman Bonsai dari Kecamatan Suela

Suela. SK_ Seni Bonsai merupakan salah satu seni mengkerdilkan tanaman hias dalam pot. Seni ini berasal dari Asia Timur dan sudah berkembang puluhan tahun lalu. Hingga akhirnya seni ini pun berkembang di Indonesia dan di Lombok Timur.

Salah satu pencinta Bonsai yang dikunjungi media pagi ini adalah Amaq Fathir. Pria kelahiran Suela Kecamatan Suela Lombok Timur ini menuturkan bahwa ia menekuni seni ini sudah satu tahun lamanya.

" Awalnya saya diajak teman-teman untuk membuat pot, kemudian tertarik mengoleksi bunga/bonsai, ini sudah kami tekuni hampir satu tahun". Tuturnya

Jenis tanaman bonsai yang sudah dikoleksi Fathir sudah hampir 10 jenis tanaman. Seperti Bonsai Sisir, kemuning, Qserut, asam Jawa, saeng simbur, Sancang, waru, Liwa, Beringin dan Kelapa.

Dari sekian jenis koleksi tanaman bonsai tersebut, Fathir mengatakan yang paling mahal dan diminati saat ini adalah Bonsai Serut dan Sancang. Kisaran harganya dari 1 jutaan hingga ratusan juta.

Ia berharap di Kecamatan Suela ini ada komunitas khusus bonsai. Karena dengan adanya komunitas ini para pecinta bonsai semakin terorganisir.

Bagi yang berminat untuk membeli dan mengoleksi Bonsai atau Pot Bunga bisa menghubungi Amaq Fathir, kontak : +62 878-6676-4966

Penulis : Rusli

Related Posts:

AJW 2019 Sebagai Bentuk Apresiasi Pegiat Media Warga dan Literasi

Bali, SK - Anugerah Jurnalisme Warga (AJW) media komunitas tahun 2019 kali ini dilangsungkan di taman baca Kesiman, Denpasar, Bali, (30/6) yang menangkan oleh penggiat media komunitas, media warga serta penggiat literasi.

Pemilihan para pemenang ini tentu tidak lepas dari kerja keras dewan juri untuk memberikan penilaian sejak sebulan lalu kepada puluhan peserta yang mengikuti lomba AJW ini.

Hadiah yang diberikan oleh Combine Resource Institution (CRI) selaku penggagas AJW ini sangat memuaskan. Pada AJW tahun ini, pemenang menerima piala, piagam penghargaan serta uang saku yang tidak dipublikasikan nominalnya. Tujuannya agar para pemenang lebih giat lagi dalam menyampaikan karya jurnalistiknya untuk kepentingan warga.

Malam AJW ini sukses digelar CRI berkat  kerjasama yang baik selama bertahun - tahun dengan media komunitas Bale Bengong, Denpasar, sekaligus perayaan ulang tahun yang ke Dua Belas Bale Bengong.

Malam puncak AJW ini dibuka langsung oleh Imung dari CRI. Turut hadir  pada malam AJW itu, staf ahli Kementerian komunikasi dan informatika, Doni,  dan juga Kabag kominfo daerah Bali, Ida Bagus Yudra.

Dalam sambutannya, Imung banyak berharap kepada media warga agar terus eksis menyampaikan konten informasi yang berguna bagi warga. Media komunitas sebagai media warga membutuhkan kekuatan. "Semoga tahun depan kita  bisa bekerjasama lagi, harapnya.

Pada kesempatan yang sama, pemerintah provinsi Bali, melalui Yudra berpesan agar semua asisiasi bisa menyampaikan informasi yang benar kepada publik. Perbedaan yang ada pada kita kata Yudra, jangan dijadikan permasalahan.

"Kewajiban kita bersama untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa," terang Yudra.

Yudra dalam sambutannya terus mendorong pemerintah provinsi untuk mendukung keberadaan pewarta warga yang ada di daerah. (Ggar)

Related Posts:

Kegiatan Remaja Vakum, Masjid Nurul Iman Beririjarak Reshuffel Pengurus

Beririjarak.SK_Remaja Masjid Nurul Iman Otak Kebon melaksanakan kegiatan musyawarah besar pada Ahad, 30/6/2019.

Kegiatan ini berlangsung di Masjid Nurul Iman Dusun Otak Kebon Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok.  Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh remaja dan pemuda di wilayah Dusun Otak Kebon.

Musyawarah kali ini dimaksudkan untuk reshuffle kepengurusan lama yang selama kurun waktu 10 tahun. Pada periodesasi kepengurusan sempat vakum sejak terbentuknya pada tahun 2009 silam.

Menurut keterangan Pauzanuddin,S.Pd,  mewakili pengurus Masjid Nurul Iman Otak Kebon mengungkapkan "bahwa pengurus remaja masjid yang baru nantinya, akan menjadi rekan kerja dari pengurus masjid khususnya dalam membantu kegiatan di lingkup masjid dan beberapa kegiatan sosial lainya di masyarakat" jelasnya pada acara musyawarah.

Selanjutnya, kepengurusan remaja masjid ini berbeda dengan kepengurusan pemuda secara umum, dimana pada kegiatan di lingkup masjid, remaja masjid sebagai organisasi di bawah dewan pengurus masjid.

Sedangkan pada kegiatan kepemudaan remaja masjid berada diposisi struktural  sebagai divisi Keagamaan.

Sehingga antara pengurus remaja masjid dan pemuda menjadi satu kesatuan dalam melaksanakan setiap program.

Penulis: Sailal Arimi

Related Posts:

FGD: Bagaimana Perlindungan Hukum Bagi Media Komunitas?


Denpasar. SK_ Peran media komunitas (medkom) dirasa cukup relevan dengan kebebasan berekspresi. Informasi yang disampaikan medkom seharusnya dijadikan ide alternatif sebagai gerakan literasi warga agar tidak mudah termakan hoax lewat informasi yang disebarkan di media sosial.

Staf ahli menteri komunikasi dan informatika, Doni, yang hadir mewakili pemerintah pada acara FGD itu mengatakan, pernah menyampaikan pentingnya keberadaan pewarta warga didepan staf khusus kementerian. Pada acara diskusi tersebut katanya, aspek legalitas pewarta warga disamakan dengan media arus utama.

Posisi kementerian menurut Doni, hanya sebagai regulasi. Kementerian katanya sangat berhati-hati dalam menerapkan undang-undang ITE. Oleh karena itu dia mengajak penggiat media komunitas duduk bersama kementerian untuk membahas masalah yang berkaitan dengan media komunitas atau media warga.

"Jika ada pewarta warga tersandung hukum dalam melakukan kerja - kerja jurnalistik, bisa dilaporkan ke Dirjen kominfo. Dalam kasus ini nantinya yang boleh menjadi saksi ahli adalah Penyidik Pegawai Negeri Sipil," katanya pada acara diskusi Sabtu 29/6/2019 di Hotel Denpasar Bali.

Ferdhi, dari CRI mengatakan, ancaman UU ITE sering menyasar pewarta warga, seperti katanya yang pernah terjadi di Lombok. Pewarta warga di Lombok lanjut Ferdhi sangat keras menyuarakan kepentingan warga. Sejauh ini menurutnya, kewenangan dewan pers masih di level media arus utama. Sementara media warga ataupun media kampus belum mendapat perhatian serius.

Memberikan rekomendasi pada media mainstream secara tidak langsung meniadakan peran media warga. Medkom lanjutnya, harus terus mengadakan literasi agar tidak terjadi polarisasi. "Media warga dan media kampus jangan kita biarkan jalan sendiri, harus kita rangkul, jangan tinggalkan mereka," terangnya.

Begitu pula dikatakan penggiat media warga lainnya. Mas Anton dari medkom Bale Bengong contohnya. Dia mengatakan media warga secara keseluruhan beresiko menghadapi ancaman. Pasal kriminalisasi diduga sering digunakan untuk menjerat pewarta warga.

Gerakan yang dianggap penting untuk melindungi terjadinya tindakan kriminalisasi terhadap pewarta warga menurut penggiat media warga lainnya adalah memperbanyak literasi pada warga sebagai usaha untuk mengadvokasi warga. (Ggar)

Related Posts:

Speaker Kampung Kunjungi Taman Baca di Bali, Mau Tahu Apa Saja Pengalamanya

Denpasar. SK_Acara puncak Anugerah Jurnalis Warga (AJW) berada di Taman Baca Kesiman yang terletak di pusat Kota Denpasar Bali.

Kali ini Tim Speaker kampung yang mengikuti acara AJW sudah berada di Taman Baca Kesiman.

Oh ya, taman baca ini berbeda dengan taman baca yang lainnya, dari sore tadi peserta di suguhkan dengan menu makanan yang has, game dan boneka yang di mainkan oleh manusia, yang biasa di sebut oleh seniman dengan Teater Boneka.

Yang menjadi keunikan acara ini peserta makan dengan cara bersama dengan satu wadah, bahasanya begibung.

Begibung maksudnya agar kita selalu kompak dalam berbuat apapun. Dalam acara makan begibung (bersama) ini kita di tuntun oleh Teater Boneka untuk memimpin berdoa dan sebagainya.

Setelah itu kita berdiskusi tentang Jurnalis Warga dengan komunitas-komunitas yang hadir di acara AJW ini.

Sempat saya kutip sambutan dari pemerintah perwakilan Dinas Kominfo Provinsi Bali dalam sambutanya mengatakan jangan sampai menjadi Jurnalis Warga (JW) yang memberitakan berita Hoax (bohong).

Itu motivasi atau peringatan yang positif bagi Jurnalis Warga (JW) yang masih aktif di media komunitas nya masing-masing.

Kami dari media komunitas Speaker Kampung yang ikut dalam menghadiri acara AJW tersebut sangat senang dan merasa bermanfaat bagi kami untuk menuntut ilmu dan pengalaman dalam mengikuti acara AJW kali ini.

Yang membuat saya terkesan adalah kegiatannya sederhana, teratur dan bernilai seni. Sama dengan peserta lain nya meraka sangat menikmati acara di suguhkan oleh komunitas Bale Bengong bekerja sama dengan Combine. (Rozi)

Related Posts:

FGD, Merancang Bentuk Perlindungan Hukum Bagi Pewarta dan Media Warga

Denpasar.F SK_Group Discussion (FGD)  terkait payung hukum jurnalisme warga didalam bekerja sebagai pewarta warga.  Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian acara sebelum pemberian anugerah jurnalisme warga (AJW) 2019 yang diselenggarakan oleh media komunitas Balebengong Bali bekerjasama dengan Combine Resourch Institution (CRI)  Yogyakarta.

Kegiatan ini berlangsung di hotel Oranjje Denpasar, Bali (29/06) yang diikuti oleh para pewarta warga dari berbagai media komunitas di Indonesia, salah satunya media komunitas speaker kampung Lombok Timur.

Selama FGD tersebut para pewarta warga diberikan kesempatan untuk menceritakan pengalamanya masing-masing serta permasalahan yang dialami selama melakukan kegiatan selama menjadi jurnalis warga. (Sanusi)

Related Posts:

Perbaikan Jalan Sembalun-Senaru Terus Digenjot Pemerintah

Sembalun. SK_ Kamis 27 Juni 2019, proyek perbaikan jalan sepanjang 22 KM terus digenjot pemerintah. Sesuai status jalur ini  bahwa milik Provinsi Nusa Tenggara Barat maka jalur ini merupakan tanggung jawab pemerintah Provinsi NTB.

Projek ini dihajatkan untuk menunjang kelancaran pariwisata menuju pintu pendakian Senaru.  Program pembangunan jalan ini dicanangkan akan rampung pada akhir tahun 2020.

Proyek yang menelan biaya sampai ratusan milyar itu terus dipercepat seiring dijadikannya Gunung Rinjani menjadi geopark.

Penulis : Darma

Related Posts:

Warga Harus Kritis Terkait Isu Pelayanan Dasar

Lombok Timur, SK - Workshop Jurnalis Warga (JW) Speaker Kampung diikuti puluhan anggota komunitas pemuda, komunitas perempuan dan warga lainya dari Kecamatan Suela dan Wanasaba berlangsung selama dua hari dari 22-23 Juni 2019, berlangsung di Kebun Raya Lemor, Desa Suela, Kecamatan Suela, Lombok Timur.

Lokasi kebun raya Lemor ini sengaja dipilih panitia mengingat tempat ini dirasakan aman, nyaman, indah, luas, sehingga peserta bisa merefleksikan diri serta pikirannya karena menyatu dengan alam.

Hadir pelatihan JW tersebut adalah wartawan senior Kompas TV, Fitri Rahmawati atau akrab dipanggil mba Pikong bersama suaminya Latif Apriaman yang juga memiliki profesi yang sama.

Pada acara workshop itu Mbak Fitri dan Bang Latif lebih banyak mengajak JW berdiskusi, tukar pikiran dan berbagi pengalaman bagaimana menjadi seorang jurnalis yang profesional. Menjalankan kerja-kerja jurnalistik sesuai dengan kode etik serta tidak melanggar hukum atau undang-undang jurnalistik.

Keberadaan Lembaga Media Komunitas Speaker Kampung (SK) menurut jurnalis senior ini (Fitri-red) begitu besar pengaruhnya kepada warga.

 "Mengajak sekaligus membimbing komunitas agar menjadi pemuda yang kritis menyuarakan hak akar rumput," tegasnya.

Tiga isu besar yang terus menjadi perhatian atau sorotan kamera Jurnalis Speaker Kampung adalah hak dasar warga tentang pelayanan pembuatan administrasi kependudukan (adminduk) tentang kesehatan dan juga pendidikan.

Berarti isu lain diabaikan namun, ini yang dianggap sangat mendasar perlu segera terselesaikan.

Speaker Kampung sebagai media warga, bersifat terbuka selalu memberikan akses dan ruang seluas-luasnya kepada warga untuk menyampaikan aspirasinya. Sedikit berbeda dengan media mainstream sebagai media perusahaan. Dalam menyampaikan berita menurut Fitri, terkadang bisa saja mengutip dari medsos atau twitter misalnya, kemudian dijadikan berita sehingga viral, tapi tidak membawa dampak bagi masyarakat rentan.

Syamsuri misalnya, menyinggung masalah pelayanan kesehatan yg dilakukan oleh petugas  kesehatan yang berada di desanya, Jineng, Kecamatan Wanasaba.

Begitu Pula disampaikan Rati Purnama, asal Desa Beririjarak, Kecamatan Wanasaba. Rati mewakili warganya menyampaikan keluhan atas kurang nyaman warga ketika mengurus adminduk sebab petugasnya kurang ramah dalam melayani. Isu yang hampir sama juga disampaikan Toni Sanjaya. (Gar)


Related Posts:

Jurnalis Warga Berhadapan Dengan Hukum, AJI Siap Pasang Badan

Lombok Timur. SK_ Jurnalis warga, salah satu gerakan nyata dalam mengadvokasi dan memberikan edukasi terhadap warga. Apalah arti jika jurnalis warga akan bersinggungan dengan hukum. Persoalan inilah yang sering muncul dan menjadi kehawatiran warga atau jurnalis warga.

Menanggapi hal ini, Ketua Lembaga Media Komunitas Speaker Kampung, Hajad Guna Roasmadi menjelaskan pada acara workshop JW. "Selama Jurnalis warga menyampaikan informasi untuk publik, ya tidak masalah" jelasnya.

Yang salah itu, ketika warga membuat postingan tentang ujaran kebencian, dan bersinggungan dengan pribadi seseorang.

Selain itu, jurnalis warga itu sudah dilindungi secara hukum. Undang-undang Pers secara resmi bernama Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers adalah undang-undang yang mengatur tentang prinsip, ketentuan dan hak-hak penyelenggara pers di Indonesia.

Peserta Workshop Zaelal mengeluh, suatu ketika dulu katanya, pernah membuat TV komunitas di kampungnya dengan nama OkeTV. Diceritakan Zaelal, pengalamannya ketika dia dan rekannya hendak mengambil video atau gambar, di puskesmas tempat tinggalnya, dia dicegat oleh petugas puskesmas. Padahal waktu itu lanjutnya, dia ingin mewawancarai kepala puskesmasnya.

Berhubung kapus yang dicari tidak berada di tempat lantas dia ingin mewawancarai salah satu petugas disana. "Petugas tersebut tidak mau menjawab, sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan. Malah dia menanyakan legalitas media yang saya kelola," kata Zaelal.

Menanggapi segala persoalan yang dihadapi Jurnalis warga, dengan tegas Latif yang juga ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) NTB, siap memberikan advokasi kepada jurnalis Speaker Kampung.

"AJI Mataram, siap memberikan bantuan hukum jika ada JW yang tersandung hukum ketika meliput berita, selama teman-teman bekerja sesuai dengan kode etik jurnalistik," janjinya.  (Ggar)

Related Posts:

Pelet Dengan Tinta Kita Berekspresi

Hari sabtu dan minggu 22-23/06/2019 Lembaga Media Komunitas Speaker Kampung yang di dukung oleh Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) gelar pelatihan Jurnalistik. Pelatihan ini rencananya berlokasi di Kebun Raya Lemor, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Ntb.

Speaker kampung mengangkat tema dengan tinta kita berekspresi. Tentu tema ini memicu warga untuk menulis, semakin ingin untuk menulis dengan apa yang di rasakan, di lihat dan di dengar.

Sebut saja Sanusi yang sejak lama menggeluti dunia menulis. Dirinya mengatakan saya bersemangat lagi untuk menyampaikan keinginan peribadi dan masyarakat saya khususnya di Kecamatan Wanasaba.

Dari itu ia bertekat hendak mengajak teman-teman atau warga yang suka menulis untuk mengikuti pelatihan Jurnalistik. "Pada pelatihan ini, kami akan mengajak warga untuk menulis dan menjadi Jurnalis Warga" Ujarnya 

Tidak hanya Sanusi,  Anggar salah satu pegiat media komunitas  melontarkan semangatnya kepada peserta pada group  WhatsApp jurnalis warga.

"semoga teman-teman JW yang sudah menerima undangan bisa hadir tepat waktu" ujar Anggar via chat WhatsApp.

Tak heran motivasi yang di lontarkan oleh JW senior dua ini, di karenakan semangat dengan tema pelatihan kali ini.

Semoga acara pelatihan berjalan dengan baik dan semoga banyak warga ingin menulis keinginan dan kebutuhan kita di desa masing-masing. Selamat menikmati ilmu yang di suguhkan oleh pemateri.

Related Posts:

Belajar Menulis Itu Asyik dan Menyenangkan

Suela-SK_ Hari ini Minggu (23/06), Lembaga Media Komunitas Speaker Kampung yang didukung Oleh Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara/ PPMN menggelar Pelatihan Akademi Jurnalistik dengan mengusung tema  Dengan Tinta Kita Berkespresi  bertempat di Kebun Raya Lemor, Kecamatan Suela, Lombok Timur – NTB beri kesan menyenangkan bagi peserta.

Hal ini dutarakan Ojik selaku panitia pelaksana mengatakan bahwa ia merasa senang melihat antusias peserta yang ikut pelatihan, karena banyak peserta yang dari luar wilayah kecamatan suela turut hadir seperti kecamatan wanasaba.

Bukan hanya panitia, tapi para peserta yang ikut pelatihan pun melontarkan kesenangannya saat di wawancarai awak media di lokasi acara. Sebut saja Sanusi salah satu peserta dari kecamatan wanasaba yang ditemui media mengungkapkan rasa kegembiraannya.

“ Saya merasa senang sekali bisa menghadiri kegiatan ini “ Tuturnya

Pelatihan jurnalistik ini berjalan lancer, terlihat dari kekompakan peserta yang begitu solid. (Firman)

Related Posts:

Pengalaman Pahit Membaca Karya Jurnalistik

Suela,SK_Aku takut di lihat oleh orang banyak, aku takut tidak mau tau siapa aku.
Itu yang biasa saya rasakan saat saya menulis apa yang menjadi keluhan saya dan keluhan masyarakat.

Salah satunya yang menjadi penghambat tangan ini untuk menulis, saad orang yang membaca tulisan ku, aku merasa malu, malu salah, malu di tertawakan oleh banyak orang.

Biasanya saat praktik menulis ketika ada pelatihan jurnalistik, seperti yang di laksanakan hari sabtu tanggal 22/06/2019 yang di adakan oleh Komunitas Speaker Kampung bekerjasama dengan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara(PPMN), di Kebun Raya Lombok.

Komunitas Speaker kampung lebih mepokuskan tulisanya tentang kepentingan publik, seperti pelayanan administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya.

Contohnya soal lambatnya proses pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), membuat Akta kelahiran di Dinas kependudukan sipil, sampah, atau putusnya anak bersekolah.

Saya mengutip kata ketua Speaker kampung yang bernama Eros,  Eros selalu mengatakan, beritakan atau ceritakan lewat tulisan, apa yang menjadi keluhan masyarakat yang kita lihat, rasakan dan kita dengar ujarnya saad menjadi pemateri di acara pelatihan jurnalistik.

Ya kata merasakan, melihat dan di dengar itu yang menjadi motivasi saya untuk menjadi seorang jurnalis Warga. Saya juga mendengar kata tekun atau membiasakan diri untuk menulis apa jasa yang saya lihat harus di tulis, saya biasa mendengarkan kata itu kepada orang-orang terdekat saya.

Sekarang saya harus mempraktikkan apa yang sudah saya dapat kan di setiap pelatihan-pelatihan jurnalistik. Karena menjadi seorang Jurnalis Warga (JW) kita bisa membantu masyarakat untuk menyampaikan keluhan, kesulitan terhadap pelayanan pemerintah atau instansi lainya.

Related Posts:

Puskesmas Kotor.!! Ulah Oknum Pengunjung Tak Sadar Kebersihan

Suela.SK_ Puskesmas Suela salah satu tempat atau pusat pelayanan keshatan yang ada di Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur.

Dimana pusat pelayanan ini sudah seharusnya peran petugas mengutamakan kebersihan area yang ada di puskesmas.

Pantauan jurnalis warga, Sabtu 22/6/2019 bahwa fasilitas pelayanan publik, seperti toilet dan tempat sampah sangatlah minim dan kurang bersih.

Hal ini disebabkan karena kurangnya petugas kebersihan yang ada di puskesmas dan tingkat kesadaran pengunjung yang tidak menyadari arti sebuah kebersihan.

Belum lagi adanya dampak negatif jika kita tidak menjaga kebersihan, tentu akan berdampak pada lingkungan sekitar pasien.

Sampah yang pernah ditemui penulis antaralain, sampah bungkus makanan dari pengungjung, dan botol minuman para pengunjung.

Alangkah lebih baiknya jika petugas yang ada di puskesmas memberikan edukasi atau memberikan sangsi kepada  para pengunjung yang membuang sampah sembarangan. 

Selain itu pungsi dan tugas para petugas kebersihan yang ada harus ditambah,  supaya bisa mengontrol area-area yang ada.

Sementara untuk toilet di puskesmas suela sangatlah kotor dan alat-alat yang ada seperti tandas, shower, dan ember disana kebanyakan sudah rusak dan perlu di perbaiaki oleh pengelola puskesmas.

‌Sejatinya pengelolaan pelyanan publik seperti toilet dan tempat sampah yang memadai akan menciptakan keindahan, kenyamanan dan tentunya kita terhindar dari penyakit.

 Jika hal ini bisa direalisasikan maka masyarakat akan menilai pelayanan yang ada di puskesmas memberikan citra yang baik di masyarakat dan tentunya untuk meningkatkan nilai bagi puskesmas itu sendiri di dunia kesehatan.

Penulis : Hamzanyiur

Related Posts:

Mengenal Lebih Dekat Legenda Cupak Gurantang

Ketangga SK__Sudah lama Cupak dan gerantang tak terlihat di masyarakat, kini cupak gerantang muncul kembali di hadapan masyarakat khususnya di Desa Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur, Rabu 19/06/2019.

Cupak gerantang merupaka tokoh yang memainkan cerita rakyat yang menggambarkan sifat-sifat manusia. Dalam kisahnya si Cupak dan Gerantang ini berkakak adik.

Si Cupak menjadi kakak dari gerantang.
Cupak dan Gerantang dua orang yang sangat berbeda sifatnya. Cupak seorang kakak berperawakan tambun dan tinggi besar, licik, rakus, pendengki, suka berbohong dan mencuri menjadi sifatnya. Wajahnya pun jelek dan seram, tutur katanya kasar dan tidak sopan.

Gerantang seorang adik berperawakan tegap namun luwes, tutur katanya halus dan sopan, berwajah tampan dan gagah, baik, jujur dan pemaaf menjadi sifatnya.

Kedengkian dan iri hati yang menyelimuti hati Cupak membuatnya dendam dan berusaha membunuh adiknya, Gerantang. Namun sang adik terus saja memaafkan apa pun yang telah dibuat si Cupak untuk menyingkirkannya. Mereka berdua hidup di sebuah negara yang bernama Daha Negara yang di pimpin oleh Datu Daha sebagai rajanya.

Dalam kisahnya sang Datu Daha membuat sayembara, kepada rakyatnya karna anak sang Datu Daha di ambil oleh Raksasa. Setelah mendengar sayembara itu sang adek kakak ini pergi ke kerjaan untuk mengikuti sayembara itu.

Setibanya di kerjaan mereka di antar ke tempat sang Raksasa. Sesampainya di tempat Raksasa, Si Cupak berkoar-koar untuk mengalahkan Raksasa, setelah itu Cupak bertarung denga Raksasa, Cupak terlempar dan terjatuh oleh Raksasa, Gerantang kasian lihat saudaranya dan lansung menyerang Raksasa, Raksasa terjatuh, seketika itu Cupak menusuk Raksasa dengan pedang emasnya.

Setelah Raksasa kalah, Cupak bilang sama adeknya, gerantang kau lebih baik turun untuk mengambil Putri di bawah sumur itu. Dengan tulusnya, Gerantang  turun untuk menyelamatkan Putri.

Putri pun di naikkan dari dalam sumur, setelah itu sumur itu di tuutup oleh kakanya dengan batu besar, biar Gerantang tak bisa keluar dari sumur. Keserakahan Cupak untuk menikahi putri Datu Daha di cegah dengan kedatangan Gerantang.

Itu sakilas cerita rakyat yang menjadi pelajaran untuk masyarakat, cerita rakyat ini bisa di terapkan dalam kehidupan masyarakat.
Semoga bermanfaat dalam kehidupan kita.

JW. Rozi

Related Posts:

Featured Post

Mantap..! Cara SMP IT Membangun Keakraban Antar Guru dan Siswa

Wanasa. SK_ Demi membangun keakranban guru dan siswa, SMP IT Otak Kebon Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok timur gelar ...