Penuturan Amaq Fathir, Seniman Bonsai dari Kecamatan Suela

Suela. SK_ Seni Bonsai merupakan salah satu seni mengkerdilkan tanaman hias dalam pot. Seni ini berasal dari Asia Timur dan sudah berkembang puluhan tahun lalu. Hingga akhirnya seni ini pun berkembang di Indonesia dan di Lombok Timur.

Salah satu pencinta Bonsai yang dikunjungi media pagi ini adalah Amaq Fathir. Pria kelahiran Suela Kecamatan Suela Lombok Timur ini menuturkan bahwa ia menekuni seni ini sudah satu tahun lamanya.

" Awalnya saya diajak teman-teman untuk membuat pot, kemudian tertarik mengoleksi bunga/bonsai, ini sudah kami tekuni hampir satu tahun". Tuturnya

Jenis tanaman bonsai yang sudah dikoleksi Fathir sudah hampir 10 jenis tanaman. Seperti Bonsai Sisir, kemuning, Qserut, asam Jawa, saeng simbur, Sancang, waru, Liwa, Beringin dan Kelapa.

Dari sekian jenis koleksi tanaman bonsai tersebut, Fathir mengatakan yang paling mahal dan diminati saat ini adalah Bonsai Serut dan Sancang. Kisaran harganya dari 1 jutaan hingga ratusan juta.

Ia berharap di Kecamatan Suela ini ada komunitas khusus bonsai. Karena dengan adanya komunitas ini para pecinta bonsai semakin terorganisir.

Bagi yang berminat untuk membeli dan mengoleksi Bonsai atau Pot Bunga bisa menghubungi Amaq Fathir, kontak : +62 878-6676-4966

Penulis : Rusli

Related Posts:

AJW 2019 Sebagai Bentuk Apresiasi Pegiat Media Warga dan Literasi

Bali, SK - Anugerah Jurnalisme Warga (AJW) media komunitas tahun 2019 kali ini dilangsungkan di taman baca Kesiman, Denpasar, Bali, (30/6) yang menangkan oleh penggiat media komunitas, media warga serta penggiat literasi.

Pemilihan para pemenang ini tentu tidak lepas dari kerja keras dewan juri untuk memberikan penilaian sejak sebulan lalu kepada puluhan peserta yang mengikuti lomba AJW ini.

Hadiah yang diberikan oleh Combine Resource Institution (CRI) selaku penggagas AJW ini sangat memuaskan. Pada AJW tahun ini, pemenang menerima piala, piagam penghargaan serta uang saku yang tidak dipublikasikan nominalnya. Tujuannya agar para pemenang lebih giat lagi dalam menyampaikan karya jurnalistiknya untuk kepentingan warga.

Malam AJW ini sukses digelar CRI berkat  kerjasama yang baik selama bertahun - tahun dengan media komunitas Bale Bengong, Denpasar, sekaligus perayaan ulang tahun yang ke Dua Belas Bale Bengong.

Malam puncak AJW ini dibuka langsung oleh Imung dari CRI. Turut hadir  pada malam AJW itu, staf ahli Kementerian komunikasi dan informatika, Doni,  dan juga Kabag kominfo daerah Bali, Ida Bagus Yudra.

Dalam sambutannya, Imung banyak berharap kepada media warga agar terus eksis menyampaikan konten informasi yang berguna bagi warga. Media komunitas sebagai media warga membutuhkan kekuatan. "Semoga tahun depan kita  bisa bekerjasama lagi, harapnya.

Pada kesempatan yang sama, pemerintah provinsi Bali, melalui Yudra berpesan agar semua asisiasi bisa menyampaikan informasi yang benar kepada publik. Perbedaan yang ada pada kita kata Yudra, jangan dijadikan permasalahan.

"Kewajiban kita bersama untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa," terang Yudra.

Yudra dalam sambutannya terus mendorong pemerintah provinsi untuk mendukung keberadaan pewarta warga yang ada di daerah. (Ggar)

Related Posts:

Kegiatan Remaja Vakum, Masjid Nurul Iman Beririjarak Reshuffel Pengurus

Beririjarak.SK_Remaja Masjid Nurul Iman Otak Kebon melaksanakan kegiatan musyawarah besar pada Ahad, 30/6/2019.

Kegiatan ini berlangsung di Masjid Nurul Iman Dusun Otak Kebon Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok.  Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh remaja dan pemuda di wilayah Dusun Otak Kebon.

Musyawarah kali ini dimaksudkan untuk reshuffle kepengurusan lama yang selama kurun waktu 10 tahun. Pada periodesasi kepengurusan sempat vakum sejak terbentuknya pada tahun 2009 silam.

Menurut keterangan Pauzanuddin,S.Pd,  mewakili pengurus Masjid Nurul Iman Otak Kebon mengungkapkan "bahwa pengurus remaja masjid yang baru nantinya, akan menjadi rekan kerja dari pengurus masjid khususnya dalam membantu kegiatan di lingkup masjid dan beberapa kegiatan sosial lainya di masyarakat" jelasnya pada acara musyawarah.

Selanjutnya, kepengurusan remaja masjid ini berbeda dengan kepengurusan pemuda secara umum, dimana pada kegiatan di lingkup masjid, remaja masjid sebagai organisasi di bawah dewan pengurus masjid.

Sedangkan pada kegiatan kepemudaan remaja masjid berada diposisi struktural  sebagai divisi Keagamaan.

Sehingga antara pengurus remaja masjid dan pemuda menjadi satu kesatuan dalam melaksanakan setiap program.

Penulis: Sailal Arimi

Related Posts:

FGD: Bagaimana Perlindungan Hukum Bagi Media Komunitas?


Denpasar. SK_ Peran media komunitas (medkom) dirasa cukup relevan dengan kebebasan berekspresi. Informasi yang disampaikan medkom seharusnya dijadikan ide alternatif sebagai gerakan literasi warga agar tidak mudah termakan hoax lewat informasi yang disebarkan di media sosial.

Staf ahli menteri komunikasi dan informatika, Doni, yang hadir mewakili pemerintah pada acara FGD itu mengatakan, pernah menyampaikan pentingnya keberadaan pewarta warga didepan staf khusus kementerian. Pada acara diskusi tersebut katanya, aspek legalitas pewarta warga disamakan dengan media arus utama.

Posisi kementerian menurut Doni, hanya sebagai regulasi. Kementerian katanya sangat berhati-hati dalam menerapkan undang-undang ITE. Oleh karena itu dia mengajak penggiat media komunitas duduk bersama kementerian untuk membahas masalah yang berkaitan dengan media komunitas atau media warga.

"Jika ada pewarta warga tersandung hukum dalam melakukan kerja - kerja jurnalistik, bisa dilaporkan ke Dirjen kominfo. Dalam kasus ini nantinya yang boleh menjadi saksi ahli adalah Penyidik Pegawai Negeri Sipil," katanya pada acara diskusi Sabtu 29/6/2019 di Hotel Denpasar Bali.

Ferdhi, dari CRI mengatakan, ancaman UU ITE sering menyasar pewarta warga, seperti katanya yang pernah terjadi di Lombok. Pewarta warga di Lombok lanjut Ferdhi sangat keras menyuarakan kepentingan warga. Sejauh ini menurutnya, kewenangan dewan pers masih di level media arus utama. Sementara media warga ataupun media kampus belum mendapat perhatian serius.

Memberikan rekomendasi pada media mainstream secara tidak langsung meniadakan peran media warga. Medkom lanjutnya, harus terus mengadakan literasi agar tidak terjadi polarisasi. "Media warga dan media kampus jangan kita biarkan jalan sendiri, harus kita rangkul, jangan tinggalkan mereka," terangnya.

Begitu pula dikatakan penggiat media warga lainnya. Mas Anton dari medkom Bale Bengong contohnya. Dia mengatakan media warga secara keseluruhan beresiko menghadapi ancaman. Pasal kriminalisasi diduga sering digunakan untuk menjerat pewarta warga.

Gerakan yang dianggap penting untuk melindungi terjadinya tindakan kriminalisasi terhadap pewarta warga menurut penggiat media warga lainnya adalah memperbanyak literasi pada warga sebagai usaha untuk mengadvokasi warga. (Ggar)

Related Posts:

Speaker Kampung Kunjungi Taman Baca di Bali, Mau Tahu Apa Saja Pengalamanya

Denpasar. SK_Acara puncak Anugerah Jurnalis Warga (AJW) berada di Taman Baca Kesiman yang terletak di pusat Kota Denpasar Bali.

Kali ini Tim Speaker kampung yang mengikuti acara AJW sudah berada di Taman Baca Kesiman.

Oh ya, taman baca ini berbeda dengan taman baca yang lainnya, dari sore tadi peserta di suguhkan dengan menu makanan yang has, game dan boneka yang di mainkan oleh manusia, yang biasa di sebut oleh seniman dengan Teater Boneka.

Yang menjadi keunikan acara ini peserta makan dengan cara bersama dengan satu wadah, bahasanya begibung.

Begibung maksudnya agar kita selalu kompak dalam berbuat apapun. Dalam acara makan begibung (bersama) ini kita di tuntun oleh Teater Boneka untuk memimpin berdoa dan sebagainya.

Setelah itu kita berdiskusi tentang Jurnalis Warga dengan komunitas-komunitas yang hadir di acara AJW ini.

Sempat saya kutip sambutan dari pemerintah perwakilan Dinas Kominfo Provinsi Bali dalam sambutanya mengatakan jangan sampai menjadi Jurnalis Warga (JW) yang memberitakan berita Hoax (bohong).

Itu motivasi atau peringatan yang positif bagi Jurnalis Warga (JW) yang masih aktif di media komunitas nya masing-masing.

Kami dari media komunitas Speaker Kampung yang ikut dalam menghadiri acara AJW tersebut sangat senang dan merasa bermanfaat bagi kami untuk menuntut ilmu dan pengalaman dalam mengikuti acara AJW kali ini.

Yang membuat saya terkesan adalah kegiatannya sederhana, teratur dan bernilai seni. Sama dengan peserta lain nya meraka sangat menikmati acara di suguhkan oleh komunitas Bale Bengong bekerja sama dengan Combine. (Rozi)

Related Posts:

FGD, Merancang Bentuk Perlindungan Hukum Bagi Pewarta dan Media Warga

Denpasar.F SK_Group Discussion (FGD)  terkait payung hukum jurnalisme warga didalam bekerja sebagai pewarta warga.  Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian acara sebelum pemberian anugerah jurnalisme warga (AJW) 2019 yang diselenggarakan oleh media komunitas Balebengong Bali bekerjasama dengan Combine Resourch Institution (CRI)  Yogyakarta.

Kegiatan ini berlangsung di hotel Oranjje Denpasar, Bali (29/06) yang diikuti oleh para pewarta warga dari berbagai media komunitas di Indonesia, salah satunya media komunitas speaker kampung Lombok Timur.

Selama FGD tersebut para pewarta warga diberikan kesempatan untuk menceritakan pengalamanya masing-masing serta permasalahan yang dialami selama melakukan kegiatan selama menjadi jurnalis warga. (Sanusi)

Related Posts:

Perbaikan Jalan Sembalun-Senaru Terus Digenjot Pemerintah

Sembalun. SK_ Kamis 27 Juni 2019, proyek perbaikan jalan sepanjang 22 KM terus digenjot pemerintah. Sesuai status jalur ini  bahwa milik Provinsi Nusa Tenggara Barat maka jalur ini merupakan tanggung jawab pemerintah Provinsi NTB.

Projek ini dihajatkan untuk menunjang kelancaran pariwisata menuju pintu pendakian Senaru.  Program pembangunan jalan ini dicanangkan akan rampung pada akhir tahun 2020.

Proyek yang menelan biaya sampai ratusan milyar itu terus dipercepat seiring dijadikannya Gunung Rinjani menjadi geopark.

Penulis : Darma

Related Posts:

Warga Harus Kritis Terkait Isu Pelayanan Dasar

Lombok Timur, SK - Workshop Jurnalis Warga (JW) Speaker Kampung diikuti puluhan anggota komunitas pemuda, komunitas perempuan dan warga lainya dari Kecamatan Suela dan Wanasaba berlangsung selama dua hari dari 22-23 Juni 2019, berlangsung di Kebun Raya Lemor, Desa Suela, Kecamatan Suela, Lombok Timur.

Lokasi kebun raya Lemor ini sengaja dipilih panitia mengingat tempat ini dirasakan aman, nyaman, indah, luas, sehingga peserta bisa merefleksikan diri serta pikirannya karena menyatu dengan alam.

Hadir pelatihan JW tersebut adalah wartawan senior Kompas TV, Fitri Rahmawati atau akrab dipanggil mba Pikong bersama suaminya Latif Apriaman yang juga memiliki profesi yang sama.

Pada acara workshop itu Mbak Fitri dan Bang Latif lebih banyak mengajak JW berdiskusi, tukar pikiran dan berbagi pengalaman bagaimana menjadi seorang jurnalis yang profesional. Menjalankan kerja-kerja jurnalistik sesuai dengan kode etik serta tidak melanggar hukum atau undang-undang jurnalistik.

Keberadaan Lembaga Media Komunitas Speaker Kampung (SK) menurut jurnalis senior ini (Fitri-red) begitu besar pengaruhnya kepada warga.

 "Mengajak sekaligus membimbing komunitas agar menjadi pemuda yang kritis menyuarakan hak akar rumput," tegasnya.

Tiga isu besar yang terus menjadi perhatian atau sorotan kamera Jurnalis Speaker Kampung adalah hak dasar warga tentang pelayanan pembuatan administrasi kependudukan (adminduk) tentang kesehatan dan juga pendidikan.

Berarti isu lain diabaikan namun, ini yang dianggap sangat mendasar perlu segera terselesaikan.

Speaker Kampung sebagai media warga, bersifat terbuka selalu memberikan akses dan ruang seluas-luasnya kepada warga untuk menyampaikan aspirasinya. Sedikit berbeda dengan media mainstream sebagai media perusahaan. Dalam menyampaikan berita menurut Fitri, terkadang bisa saja mengutip dari medsos atau twitter misalnya, kemudian dijadikan berita sehingga viral, tapi tidak membawa dampak bagi masyarakat rentan.

Syamsuri misalnya, menyinggung masalah pelayanan kesehatan yg dilakukan oleh petugas  kesehatan yang berada di desanya, Jineng, Kecamatan Wanasaba.

Begitu Pula disampaikan Rati Purnama, asal Desa Beririjarak, Kecamatan Wanasaba. Rati mewakili warganya menyampaikan keluhan atas kurang nyaman warga ketika mengurus adminduk sebab petugasnya kurang ramah dalam melayani. Isu yang hampir sama juga disampaikan Toni Sanjaya. (Gar)


Related Posts:

Jurnalis Warga Berhadapan Dengan Hukum, AJI Siap Pasang Badan

Lombok Timur. SK_ Jurnalis warga, salah satu gerakan nyata dalam mengadvokasi dan memberikan edukasi terhadap warga. Apalah arti jika jurnalis warga akan bersinggungan dengan hukum. Persoalan inilah yang sering muncul dan menjadi kehawatiran warga atau jurnalis warga.

Menanggapi hal ini, Ketua Lembaga Media Komunitas Speaker Kampung, Hajad Guna Roasmadi menjelaskan pada acara workshop JW. "Selama Jurnalis warga menyampaikan informasi untuk publik, ya tidak masalah" jelasnya.

Yang salah itu, ketika warga membuat postingan tentang ujaran kebencian, dan bersinggungan dengan pribadi seseorang.

Selain itu, jurnalis warga itu sudah dilindungi secara hukum. Undang-undang Pers secara resmi bernama Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers adalah undang-undang yang mengatur tentang prinsip, ketentuan dan hak-hak penyelenggara pers di Indonesia.

Peserta Workshop Zaelal mengeluh, suatu ketika dulu katanya, pernah membuat TV komunitas di kampungnya dengan nama OkeTV. Diceritakan Zaelal, pengalamannya ketika dia dan rekannya hendak mengambil video atau gambar, di puskesmas tempat tinggalnya, dia dicegat oleh petugas puskesmas. Padahal waktu itu lanjutnya, dia ingin mewawancarai kepala puskesmasnya.

Berhubung kapus yang dicari tidak berada di tempat lantas dia ingin mewawancarai salah satu petugas disana. "Petugas tersebut tidak mau menjawab, sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan. Malah dia menanyakan legalitas media yang saya kelola," kata Zaelal.

Menanggapi segala persoalan yang dihadapi Jurnalis warga, dengan tegas Latif yang juga ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) NTB, siap memberikan advokasi kepada jurnalis Speaker Kampung.

"AJI Mataram, siap memberikan bantuan hukum jika ada JW yang tersandung hukum ketika meliput berita, selama teman-teman bekerja sesuai dengan kode etik jurnalistik," janjinya.  (Ggar)

Related Posts:

Pelet Dengan Tinta Kita Berekspresi

Hari sabtu dan minggu 22-23/06/2019 Lembaga Media Komunitas Speaker Kampung yang di dukung oleh Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) gelar pelatihan Jurnalistik. Pelatihan ini rencananya berlokasi di Kebun Raya Lemor, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Ntb.

Speaker kampung mengangkat tema dengan tinta kita berekspresi. Tentu tema ini memicu warga untuk menulis, semakin ingin untuk menulis dengan apa yang di rasakan, di lihat dan di dengar.

Sebut saja Sanusi yang sejak lama menggeluti dunia menulis. Dirinya mengatakan saya bersemangat lagi untuk menyampaikan keinginan peribadi dan masyarakat saya khususnya di Kecamatan Wanasaba.

Dari itu ia bertekat hendak mengajak teman-teman atau warga yang suka menulis untuk mengikuti pelatihan Jurnalistik. "Pada pelatihan ini, kami akan mengajak warga untuk menulis dan menjadi Jurnalis Warga" Ujarnya 

Tidak hanya Sanusi,  Anggar salah satu pegiat media komunitas  melontarkan semangatnya kepada peserta pada group  WhatsApp jurnalis warga.

"semoga teman-teman JW yang sudah menerima undangan bisa hadir tepat waktu" ujar Anggar via chat WhatsApp.

Tak heran motivasi yang di lontarkan oleh JW senior dua ini, di karenakan semangat dengan tema pelatihan kali ini.

Semoga acara pelatihan berjalan dengan baik dan semoga banyak warga ingin menulis keinginan dan kebutuhan kita di desa masing-masing. Selamat menikmati ilmu yang di suguhkan oleh pemateri.

Related Posts:

Belajar Menulis Itu Asyik dan Menyenangkan

Suela-SK_ Hari ini Minggu (23/06), Lembaga Media Komunitas Speaker Kampung yang didukung Oleh Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara/ PPMN menggelar Pelatihan Akademi Jurnalistik dengan mengusung tema  Dengan Tinta Kita Berkespresi  bertempat di Kebun Raya Lemor, Kecamatan Suela, Lombok Timur – NTB beri kesan menyenangkan bagi peserta.

Hal ini dutarakan Ojik selaku panitia pelaksana mengatakan bahwa ia merasa senang melihat antusias peserta yang ikut pelatihan, karena banyak peserta yang dari luar wilayah kecamatan suela turut hadir seperti kecamatan wanasaba.

Bukan hanya panitia, tapi para peserta yang ikut pelatihan pun melontarkan kesenangannya saat di wawancarai awak media di lokasi acara. Sebut saja Sanusi salah satu peserta dari kecamatan wanasaba yang ditemui media mengungkapkan rasa kegembiraannya.

“ Saya merasa senang sekali bisa menghadiri kegiatan ini “ Tuturnya

Pelatihan jurnalistik ini berjalan lancer, terlihat dari kekompakan peserta yang begitu solid. (Firman)

Related Posts:

Pengalaman Pahit Membaca Karya Jurnalistik

Suela,SK_Aku takut di lihat oleh orang banyak, aku takut tidak mau tau siapa aku.
Itu yang biasa saya rasakan saat saya menulis apa yang menjadi keluhan saya dan keluhan masyarakat.

Salah satunya yang menjadi penghambat tangan ini untuk menulis, saad orang yang membaca tulisan ku, aku merasa malu, malu salah, malu di tertawakan oleh banyak orang.

Biasanya saat praktik menulis ketika ada pelatihan jurnalistik, seperti yang di laksanakan hari sabtu tanggal 22/06/2019 yang di adakan oleh Komunitas Speaker Kampung bekerjasama dengan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara(PPMN), di Kebun Raya Lombok.

Komunitas Speaker kampung lebih mepokuskan tulisanya tentang kepentingan publik, seperti pelayanan administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya.

Contohnya soal lambatnya proses pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), membuat Akta kelahiran di Dinas kependudukan sipil, sampah, atau putusnya anak bersekolah.

Saya mengutip kata ketua Speaker kampung yang bernama Eros,  Eros selalu mengatakan, beritakan atau ceritakan lewat tulisan, apa yang menjadi keluhan masyarakat yang kita lihat, rasakan dan kita dengar ujarnya saad menjadi pemateri di acara pelatihan jurnalistik.

Ya kata merasakan, melihat dan di dengar itu yang menjadi motivasi saya untuk menjadi seorang jurnalis Warga. Saya juga mendengar kata tekun atau membiasakan diri untuk menulis apa jasa yang saya lihat harus di tulis, saya biasa mendengarkan kata itu kepada orang-orang terdekat saya.

Sekarang saya harus mempraktikkan apa yang sudah saya dapat kan di setiap pelatihan-pelatihan jurnalistik. Karena menjadi seorang Jurnalis Warga (JW) kita bisa membantu masyarakat untuk menyampaikan keluhan, kesulitan terhadap pelayanan pemerintah atau instansi lainya.

Related Posts:

Puskesmas Kotor.!! Ulah Oknum Pengunjung Tak Sadar Kebersihan

Suela.SK_ Puskesmas Suela salah satu tempat atau pusat pelayanan keshatan yang ada di Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur.

Dimana pusat pelayanan ini sudah seharusnya peran petugas mengutamakan kebersihan area yang ada di puskesmas.

Pantauan jurnalis warga, Sabtu 22/6/2019 bahwa fasilitas pelayanan publik, seperti toilet dan tempat sampah sangatlah minim dan kurang bersih.

Hal ini disebabkan karena kurangnya petugas kebersihan yang ada di puskesmas dan tingkat kesadaran pengunjung yang tidak menyadari arti sebuah kebersihan.

Belum lagi adanya dampak negatif jika kita tidak menjaga kebersihan, tentu akan berdampak pada lingkungan sekitar pasien.

Sampah yang pernah ditemui penulis antaralain, sampah bungkus makanan dari pengungjung, dan botol minuman para pengunjung.

Alangkah lebih baiknya jika petugas yang ada di puskesmas memberikan edukasi atau memberikan sangsi kepada  para pengunjung yang membuang sampah sembarangan. 

Selain itu pungsi dan tugas para petugas kebersihan yang ada harus ditambah,  supaya bisa mengontrol area-area yang ada.

Sementara untuk toilet di puskesmas suela sangatlah kotor dan alat-alat yang ada seperti tandas, shower, dan ember disana kebanyakan sudah rusak dan perlu di perbaiaki oleh pengelola puskesmas.

‌Sejatinya pengelolaan pelyanan publik seperti toilet dan tempat sampah yang memadai akan menciptakan keindahan, kenyamanan dan tentunya kita terhindar dari penyakit.

 Jika hal ini bisa direalisasikan maka masyarakat akan menilai pelayanan yang ada di puskesmas memberikan citra yang baik di masyarakat dan tentunya untuk meningkatkan nilai bagi puskesmas itu sendiri di dunia kesehatan.

Penulis : Hamzanyiur

Related Posts:

Mengenal Lebih Dekat Legenda Cupak Gurantang

Ketangga SK__Sudah lama Cupak dan gerantang tak terlihat di masyarakat, kini cupak gerantang muncul kembali di hadapan masyarakat khususnya di Desa Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur, Rabu 19/06/2019.

Cupak gerantang merupaka tokoh yang memainkan cerita rakyat yang menggambarkan sifat-sifat manusia. Dalam kisahnya si Cupak dan Gerantang ini berkakak adik.

Si Cupak menjadi kakak dari gerantang.
Cupak dan Gerantang dua orang yang sangat berbeda sifatnya. Cupak seorang kakak berperawakan tambun dan tinggi besar, licik, rakus, pendengki, suka berbohong dan mencuri menjadi sifatnya. Wajahnya pun jelek dan seram, tutur katanya kasar dan tidak sopan.

Gerantang seorang adik berperawakan tegap namun luwes, tutur katanya halus dan sopan, berwajah tampan dan gagah, baik, jujur dan pemaaf menjadi sifatnya.

Kedengkian dan iri hati yang menyelimuti hati Cupak membuatnya dendam dan berusaha membunuh adiknya, Gerantang. Namun sang adik terus saja memaafkan apa pun yang telah dibuat si Cupak untuk menyingkirkannya. Mereka berdua hidup di sebuah negara yang bernama Daha Negara yang di pimpin oleh Datu Daha sebagai rajanya.

Dalam kisahnya sang Datu Daha membuat sayembara, kepada rakyatnya karna anak sang Datu Daha di ambil oleh Raksasa. Setelah mendengar sayembara itu sang adek kakak ini pergi ke kerjaan untuk mengikuti sayembara itu.

Setibanya di kerjaan mereka di antar ke tempat sang Raksasa. Sesampainya di tempat Raksasa, Si Cupak berkoar-koar untuk mengalahkan Raksasa, setelah itu Cupak bertarung denga Raksasa, Cupak terlempar dan terjatuh oleh Raksasa, Gerantang kasian lihat saudaranya dan lansung menyerang Raksasa, Raksasa terjatuh, seketika itu Cupak menusuk Raksasa dengan pedang emasnya.

Setelah Raksasa kalah, Cupak bilang sama adeknya, gerantang kau lebih baik turun untuk mengambil Putri di bawah sumur itu. Dengan tulusnya, Gerantang  turun untuk menyelamatkan Putri.

Putri pun di naikkan dari dalam sumur, setelah itu sumur itu di tuutup oleh kakanya dengan batu besar, biar Gerantang tak bisa keluar dari sumur. Keserakahan Cupak untuk menikahi putri Datu Daha di cegah dengan kedatangan Gerantang.

Itu sakilas cerita rakyat yang menjadi pelajaran untuk masyarakat, cerita rakyat ini bisa di terapkan dalam kehidupan masyarakat.
Semoga bermanfaat dalam kehidupan kita.

JW. Rozi

Related Posts:

Camat Sambelia Kecewa, Rumah Gempa Belum Juga Dibangun

Lombok Timur, SK - Acara halal bihalal yg digagas oleh camat Sambelia Drs. Zaitul.Akmal, MM bersama seluruh jajarannya, dengan mengundang seluruh OPD yang tergabung dalam FORKOPIMCAM berlangsung  di aula kantor camat sambelia, Kabupaten Lombok Timur, pada (17/6/2019).

FORKOPIMCAM yang dimaksud adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) Kepala Desa bersama perangkatnya, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama serta semua OPD di wilayah kerja pemerintahan kecamatan Sambelia.

Acara ini rencana akan dihadiri oleh Bupati Lombok Timur, Drs H. Sukiman Azmy, MM, namun pada hari yang sama Bupati sedang meresmikan Puskesmas di Desa Aikmel Utara sehingga, beliau mengutus dua kepala dinas sekaligus yakni Kadis BPMD dan Kadis Pariwisata serta Mahyudin, kepala bagian pencegahan BPBD Lombok Timur.

Mengawali sambutannya, camat Sambelia, Zaitul Akmal mengungkapkan rasa kecewanya lantaran dia melihat masih banyaknya warga yang belum dibangunkan  RTG. Pemerintah dari tingkatan bawah belum menunjukkan energi positif untuk saling merangkul dan menguatkan. Justeru sebaliknya, mereka terkesan jalan sendiri dan saling menyalahkan.

"Ini yang terjadi belakangan ini. Mereka belum terlihat menyatukan energi untuk saling menguatkan, melengkapi, bersinergi dalam membangun desa," ungkapnya saat membuka acara.

Sehingga pada kesempatan itu, Akmal meminta kepada kedua kadis yang hadir untuk memberikan pemahaman bagaimana teknis yang tepat dilakukan guna membantu mengatasi masalah yang terjadi di tingkat pemerintahan desa.

"Tidak mungkin desa maju jika hanya mau jalan sendiri tanpa ada dukungan desa lain dan tanpa melibatkan pemerintah kecamatan," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kadis BPMD M. Taufik menyatakan, dari 239 desa di Lotim jika ingin menjadi desa maju dan berkembang yang pertama dibangun adalah koordinasi antara lembaga pemerintahan lainnya.  "Itu kata kuncinya," terangnya.

Koordinasi  terstruktur dan kultural (silaturahmi) dua faktor tersebut harus diabngun. Semakin sering kita bertemu semakin tegak hubungan kita untuk meningkatkan tata kelola pemerintah desa bersama tokoh masyarakat dan juga perangkatnya. Camat diminta untuk jangan pernah pesimis karena masalah seperti ini bukan saja terjadi di kecamatan Sambelia saja tapi di kecamatan lain pun katanya lebih parah lagi.

Halal bihalal itu juga dihadiri oleh Kadis Pariwisata, DR. Mugni. Ditengah sambutannya Bupati katanya berpesan kepada seluruh camat, kepala desa se-Lombok timur khususnya Sambelia agar mengirim minimal empat orang anak dalam satu desa untuk di sekolahkan di pondok pesantren wilayah Lotim, yang sudah ditentukan dan dibiayai oleh pemerintah mulai dari kelas satu SMP/Tsanawiah dan akan diberikan uang makan Lima juta per tahun.

Tujuannya supaya kelak dalam setia desa apabila sudah tamat di ponpes, mereka sudah siap menjadi imam di Masjid. " Program ini sudah diniatkan Bupati, sekarang baru terealisasi," kata Mugni.

Mengenai pariwisata, Mugni meminta kepada semua kades untuk mengusulkan apa saja potensi, inovasi desa yang menjadi andalan. Namun sebelumnya harus membentuk pokdarwis direkomendasikan oleh kepala desa.

"Nah, itu tergantung kemauan dari pemerintah desa bersangkutan," paparnya.

Kemudian selanjutnya, diusulkan menjadi desa wisata ke provinsi melalui pemerintah daerah Kabupaten Lombok Timur. Agar usulannya segera terealisasi ia meminta harus sapta pesona. Artinya, desa itu harus bersih, tertata rapi bisa menjadi daya tarik wisatawan. (Ggar)

Related Posts:

Manasik Haji di Kecamatan Suela

Ketangga. Dalama rangka memberikan pemahaman kepada calon jamaah haji. Kemenag Lombok Timur gelar pelatihan manasik jamaah calon haji tahun pemberangkatan 2019 M/ 1440 H.

Kegiatan tersebut beralngsung di Masjid Syiarul Islam Desa Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur selama 10 hari.

 Menurut keterangan Ketua Pengurus Masjid, Hasbullah, QH, S.Pdi menejlasakan bahwa kegiatan ini berlangsung selama 10 hari, sejak tanggal 17 juni hingga dengan 24 juni 2019.


Selain materi tentang praktek manasik haji,  Pesert juga akan mendapatkan materi tentang kesehatan dari pihak Puskesmas Suela oleh H. Junaidi selaku petugas kesehatan haji Puskesmas Suela.

Acara di hari pertama dibuka oleh Bapak Kepala Kemenag Kecamatan Suela ditandai juga dengan penyerahan secara simbolis Kartu Kesehatan Jamaah Calon Haji kepada perwakilan JCH salah satunya Bapak Lalu Ahmadi.

Related Posts:

Cara Jitu Hentikan Calo KTP Bermain Lewat Belakang

Suela, SK - Sudah bertahun-tahun masalah KTP menjadi permasalahan yang seakan tiada akhirnya. Pemerintah sebagai pemberi layanan seakan tidak mampu menyelesaikannya. Ini yang terus dikeluhkan oleh warga penerima layanan.

Administrasi Kependudukan (adminduk) yang menjadi identitas diri dan hukum seperti KTP, KK, akta kelahiran, akta nikah, akta kematian dan lain sebagainya adalah identitas diri yang wajib dimiliki oleh setiap warga negara.

Kepemilikan adminduk sesuai dengan tuntutan pelayanan yang profesional, memenuhi standar teknologi informasi, dinamis, tertib dan tidak diskriminatif serta mempertimbangkan kewajiban negara untuk memberikan perlindungan terhadap pengakuan status pribadi dan status hukum bagi setiap warga negara.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Adminduk menegaskan, pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) berkewajiban menyediakan blangko KTP elektronik (KTP-el) bagi kabupaten/kota, dan menyediakan blanko dokumen kependudukan lainnya. Namun pada kenyataannya semua itu hanya pepesan kosong.

Selain itu, sulitnya masyarakat mengakses administarsi kependudukan menjadi alasan para penyedia jasa alias calo KTP, KK dan adminduk lainya bermain mata.

Demikian disampaikan Fikrillah M Sanusi pada acara talkshow TV. "Sebenarnya yang memberikan peluang calo Adminduk tersebut adalah warga" jelasnya saat menyampaikan persolan pada acara Talkshow TV Senin, 17/6/2019.

Ia menyebutkan, masyarakat malas mengurus KTP dan KK yang ia buat. Selain itu kebiasaan inilah yang terjadi. Sehingga calo mudah bermain lewat belakang dengan oknum pemberi layanan.

Ia berharap, setidaknya ada inovasi pemerintah baik pemerintah tingkat kabupaten hingga ke desa melakukan sosialisasi. Sosialisasi tersebut untuk memberikan pemahaman warga prosedural mengurus Adminduk.

Selain itu, masyarakat harus belajar cara mengurus adminduknya sendiri. Jika pemberi layanan lelet, dan berbelit-belit dalam pelayanan laporkan saja. Dan penting juga peran pemerintah memberikan penyadaran kepada warganya untuk mengurus sendiri KTP, KK dan adminsitarsi kependudukan lainya.

"Bukan sebaliknya, justeru ada oknum pemerintah desa mengarahkan warganya membuat KTP dan KK lewat calo" tegas Fikri.

Senada juga disampaikan Camat Suela Sukarma, bahwa pemerintah atau pemberi layanan tidak pernah menginginkan adanya calo. "Masyarakat harus mengurus adminduk secara langsung, bukan di titip-tiip saja" jelasnya usai talkshow TV Senin 17/6/2019.

Jika praktik ini dibiarkan, itu sama saja mendukung adanya calo-calo KTP, KK dan adminduk lainya. (Rozi)

Related Posts:

Masih Ada Praktik Pungli Adminduk di Lombok Timur

Lombok Timur. SK_Persoalan pelayanan administrasi kependudukan di tengah masyarakat seakan tak berujung. Pasalnya pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Lombok Timur diduga menjelimet dan berbelit-belit.

Buktinya, masih banyak warga yang belum memiliki KTP. Alasannya selalu berkaitan dengan masalah kehabisan blanko, server error, dan entah  apalagi. Belum lagi, jika warga yang tempat tinggalnya jauh dari pusat layanan, mereka terpaksa harus menunggu berhari-hari bahkan berbulan-bulan baru KTPnya jadi.

Mengingat warga sangat butuh dengan KTP, misalnya untuk pergi ke luar negeri atau persyaratan memasukkan anaknya sekolah bahkan syarat melakukan rujukan ke rumah sakit itu sangat lama. Sehingga mau tidak mau agar warga bisa cepat dapat KTP harus melalui servis calo KTP. 

Seperti diakui Netika Arini, warga Desa Suntalangu, sekaligus tokoh perempuan pada acara Talkshow Speaker Kampung TV (17/6) di lesehan kampung, Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur.

Netika menyampaikan, membuat KTP atau identitas lainnya seperti SKCK harus melalui birokrasi yang panjang dan ribet. Dia menceritakan, ketika dia hendak membuat SKCK di polsek, dia diarahkan harus melalui kantor camat. Kemudian katanya, di kantor camat dia dimintai sejumlah uang baru kemudian dikasih persyaratan yang dibutuhkan. Padahal menurutnya disana tertera tulisan gratis. 

"Saya diminta sejumlah uang baru mau dikasih, padahal disana terpampang tulisan gratis, jika tidak dibayar maka saya jelas tidak akan diberikan," kesalnya. 

Kemudian katanya, dia bertanya pada temannya  di kecamatan lain ternyata, tidak ada bayaran sama sekali. Tapi herannya, kenapa di Kantor camat Suela ada bayaran. Nah, praktik semacam ini menurut penggiat perempuan ini perlu ditiadakan agar tidak menjadi preseden buruk bagi pemerintah.

Ketimpangan sosial saat memberi layanan kepada masyarakat dirasa juga sangat menonjol. Seperti katanya, ketika dia hendak mengurus KTP ke Disdukcapil sangat nampak diskriminatif pelayanan yang diberikan. Apabila petugas Dukcapil saling mengenal satu sama lain akan segera didahulukan pengurusannya. Tapi apabila tidak dikenal akan dibelakangi. "Nah, ini jelas ada kesenjangan sosial yang terjadi," keluhnya.

Menanggapi apa yang dikeluhkan warga penerima layanan, camat Suela, Sukarma pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Pemerintah kecamatan sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam hal ini Disdukcapil, bekerja sesuai peraturan dan dasar hukum yang berlaku yakni, menggratiskan pembuatan Adminduk.

"Jika pun ada pungutan liar (pungli) itu adalah pekerjaan oknum. PNS maupun karyawan diingatkan bekerja sesuai regulasi dan dasar hukum yang berlaku," terangnya.

Oleh karena itu, Sukarma berpesan kepada warga agar belajar untuk mengurus sendiri langsung ke kantor camat atau dukcapil agar tidak ada kesan mahal dan pelayanan yang berbelit-belit.

Apabila ada pungutan besar kecilnya uang yang dilakukan oleh pemerintah desa katanya, mungkin itu sudah diatur dalam perdes. Kemudian, ia menjelaskan pemerintah daerah sudah menyiapkan Unit Pelayanan Teknis (UPT) di sepuluh kecamatan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Koreksi dari penggiat sosial tambahnya, sangat diharapkan untuk memicu peningkatan pelayanan kepada warga tanpa diskriminatif. Praktik percaloan yang terjadi di masyarakat menurut aktivis sosial, Fikrillah, Harus diberantas hingga ke akar-akarnya.

"Kita tidak ingin membiarkan budaya kotor semacam ini terus menerus terjadi sehingga kepercayaan masyarakat atas pelayanan yang diberikan pemerintah tercoreng hanya karena ulah calo," tutupnya. (Ggar)

Related Posts:

Pringgasela Workshop UMKM Go Online, Desa Kalian Kapan?

Pringgasela. Sk_ Workshop UMKM go online berlangsung di Kantor Camat Pringgasela Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur pada Senin 17/6/2019.

Kegiatan ini, dibuka oleh Kadis Perindag Provinsi NTB Hj. Putu Selly Andhayani, diikuti para pengrajin kain tenun ikat Pringgasela.

Kegiatan ini dihadiri Direktur Ekonomi Digital Kementerian Kominfo RI Sumarno.

Kegiatan ini atas kerjasama dengan Kominfo Lotim, Shopee, QRen, PT. Pos Indonesia, Bank BNI, dll.

Bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan bagi UMKM bagaimana memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk-produk usahanya secara online.

Related Posts:

Bupati Lombok Timur Minta Tenaga Kesehatan Murah Senyum

Aikmel. SK_Seremoni peresmian Puskesmas Aikmel Utara Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur berlangsung hidmat. 

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Lombok Timur, H.M.Sukiman Azmy, Plt Kadinkes Lombok Timur, Dr.H.M Hasbi Santosa M.Kes, Camat Aikmel, Kapolsek Aikmel, Danramil, Kepala UPT kecamatan Aikmel. Hadir pula Kepala Puskesmas Se Kabupaten Lombok Timur sebagai bentuk partisipasi. 

Kadinkes dalam sambutannya menyatakan bahwa, saat ini Puskesmas Aikmel Utara adalah puskesmas yang ke 34 dari 40 puskesmas yg rencananya akan didirikan.

"Tahun 2020 juga akan didirikan 2 Rumah sakit tipe D, akan dibangun di lokasi Eks Puskesmas Aikmel dan lokasi Eks Puskesmas Keruak" jelasnya saat menyampaikan pidato di depan peserta Senin 17/6/2019.

Sementara itu Bapak Bupati dalam sambutannya menyatakan bahwa, sektor kesehatan adalah salah satu program prioritas dalam masa kepemimpinannya. Selain itu Bupati juga berpesan agar masyarakat tidak takut berobat ke puskesmas.


 Ia juga  meminta para petugas melayani dengan baik dan bermutu, minimal murah senyum bagi para pengunjung puskesmas.

"jangan ada warga Lombok Timur  mati pelan-pelan  karena tidak mampu berobat, untuk itu Pemda Lombok Timur juga membentuk UPT Penanggulangan kemiskinan yang kerjanya membantu pengurusan pengobatan warga dengan penyakit berat" jelas Sukiman.


Semunya ini akan difasilitasi oleh pemerintah baik transfortasi dan fasilitas lainya.

Related Posts:

Tetaring Untuk Hultah NW Anjani

Anjani. SK_  Ahad 16/6/2019 berlangsung di Lapangan Umum Ponpes Syekh Zainuddin Abdul Madjid Nahdlatul Wathan/ NW Anjani menyiapkan acara hari ulang tahun oragnisasinya.

Persiapan tersebut diawali dengan acara gotong royong pembuatan tetaring.

Masyarakat dari semua kalangan sangat antusias mengikuti acara gotong royong ini.

Ratusan warga dari berbagai desa ikut berpartisipasi pada kegiatan itu. Dari  kalangan pemuda hingga sampai yang tua tidak mau ketinggalan dan ikut terlibat dalam gotong royong pembuatanteraebut.

Pembuatan tetaring ini diperuntukkan nanti pada acara HULTAH NWDI yg akan di gelar hari ahad 23/6/2019.

Penulis : Nurdin

Related Posts:

Program Ponpes Darussalam Suela Berbeda Dengan Lainya

Suela, SK - Yayasan pondok pesantren Darussalam NW Bilakembar, Desa Suela, Kecamatan Suela, Lombok Timur, menerima siswa-siswi baru tahun pelajaran 2019-2020.

Pasca penerimaan siswa-siswi baru, panitia mengadakan kegiatan pra sekolah yang yang diikuti oleh semua siswa-siswi baru tingkatan SMP, SMA/MA, dilaksanakan mulai, Senin 10 hingga Rabu 13 Juni 2019, bertempat di ponpes Darussalam.

Kegiatan pra Sekolah yang diterapkan oleh panitia kepada peserta didik barunya adalah memperkenalkan tiga kurikulum sekolah, diantaranya; kurikulum nasional, profesional, dan religius.

Tujuan perkenalan tiga kurikulum pembelajaran ini menurut panitia sekaligus Kepala Sekolah Rasyid Ridho, S.pd adalah untuk mengetahui sejauh mana  bakat serta minat peserta didik sebelum aktif bersekolah.

Ditambahkan Rasyid Ridho, selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas atau kemampuan peserta dalam setiap mata pelajaran yang akan diikuti nanti. Baik berupa teori maupun praktiknya.

Bentuk dukungan lewat program yang dilaksanakan oleh panitia serta guru di ponpes tersebut adalah dengan mendatangkan seorang psikolog dari luar daerah.

Kehadiran psikolog ini tentu akan menjadi cambuk bagi peserta didik serta orang tua bahkan guru. Pendidikan dasar, menengah, atas bahkan hingga perguruan tinggi itu bagi setiap orang adalah hal yang sangat penting. Karena hanya lewat pendidikan manusia bisa mengangkat derajat kehidupannya. Artinya, dengan ilmu manusia tidak akan mudah di perbodoh oleh orang lain.

Selain mereka belajar di sekolah atau ruang kelas, peserta didik juga diajak belajar di luar kelas (out bond). Tujuannya supaya siswa/siswi tidak merasa cepat jenuh atau bosan dengan mata pelajaran di sekolahnya. (Omi)

Related Posts:

Komunitas Pribumi Otak Desa Metamorfosis Bacok Leak

Lombok Timur. SK Sejarah Berdirinya Kelompok Pemuda Pribumi Dusun Otak Desa, Desa Ketangga Kecamatan Suela

Kelompok pemuda pribumi otak desa yang dulunya di kenal dengan pemuda bacox leax. Kelompok pemuda ini dirikan pada tahun 1975.

Pencetus atau pendiri Kelompok pemuda pribumi ini ialah Abdul Qadir S.pd.i, Abdul Qadir salah satu menjadi tokoh yang selalu di kagumi oleh pemuda yang ada di Dusun Otak desa. Sekarang menjadi sesepuh atau tokoh orang tua di dusun otak desa.

Kelompok pemuda pribumi otak desa ini termasuk salah satu kelompok pemuda tertua yg ada di Desa Ketangga. Pemuda otak desa sangat berperan dalam  kesukses acara-acara gubuq,  seperti acara begawe, gontong royong atau acara-acara adat yg lain.

"Kata masyarakat setempat, kami khususnya yg ada di dusun otak desa, merasa sngat terbantu dengan adanya kelompok pemuda yang berdri sekitar 44  tahun silam ini, ujarnya sambil tersenyum bangga melihat peregerakan pemuda pribumi yang selalu aktif dalam bidang apapun.

Kini kelompok pemuda pribumi otak desa berusha menjadi contoh untuk pemuda-pemuda yang ada di Desa Ketangga.

Related Posts:

Daftar Nama Desa dan Dusun di Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur

Daftar nama desa dan dusun di Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur


1). DESA AIKMEL   KODE POS : 83653
  1. Dusun Cepak Daya
  2. Dusun Batu Belek
  3. Dusun Kampung Remaja
  4. Dusun Kampung Karya
  5. Dasan Beruk
  6. Dusun Kampung Karya Barat
  7. Cepak Lauk

2). DESA AIKMEL BARAT   KODE POS : 83653
  1. Dusun Banjarsari
  2. Dusun Pungkang Daya
  3. Dusun Pungkang Lauk
  4. Dusun Pungkang Daya Baru
  5. Dusun Banjarsari Lauk

3). DESA AIKMEL TIMUR   KODE POS : 83653
  1. Dasan Bagek Timur
  2. Dasan Bagek Barat
  3. Dusun Cepak Timur

4). DESA AIKMEL UTARA   KODE POS : 83653
  1. Dasan Lian Lauk
  2. Dasan Lian Daya
  3. Dusun Aik Asak
  4. Dusun Karang Petak
  5. Dasan Lian Daya Barat

5). DESA AIK PERAPA   KODE POS : 83653
  1. Dusun Aik Perapa
  2. Dusun Sempur Daya
  3. Dusun Sempur Lauk
  4. Dusun Otak Ree

6). DESA TOYA   KODE POS : 83653
  1. Dusun Toya Lauk
  2. Dusun Toya Daya
  3. Dusun Peneda
  4. Dusun Aik Lomak
  5. Dusun Daarul Ikhsan
  6. Dusun Al-Muttaqin
  7. Dusun Pertemuan
  8. Dusun Montor Lekong
  9. Dusun Kekuang

7). DESA KEMBANG KERANG   KODE POS : 83653
  1. Dusun Kembang Kerang Lauk Timur
  2. Dusun Kembang Kerang Lauk Barat
  3. Dusun Montong Pace

8). DESA BAGEK NYAKA SANTRI   KODE POS : 83653
  1. Dusun Bagek Nyaka Timur
  2. Dusun Bagek Nyaka Utara
  3. Dusun Bagek Nyaka Barat

9). DESA KEMBANG KERANG DAYA   KODE POS : 83653
  1. Dusun Kembang Kerang Daya
  2. Dusun Pungkasan
  3. Dusun Karang Kedatu
  4. Dusun Tereng Gading
  5. Dusun Karang Gelumpang
  6. Dusun Cempaka Putih
  7. Dusun Waldan
  8. Dusun Kedatuk
  9. Dusun Azziadah
  10. Dusun Bagek Manis

10). DESA KEROYA   KODE POS : 83653
  1. Dusun Keroya
  2. Dusun Keroya Daya
  3. Dusun Keroya Lauk

Related Posts:

Nama Desa dan Dusun di Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur

Berikut nama desa dan dusun di Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur


1). DESA WANASABA   KODE POS : 83653
  1. Dusun Terutuk
  2. Dusun Barat Orong
  3. Dusun Beak Daya
  4. Dusun Beak Lauk
  5. Dusun Jorong Daya
  6. Dusun Jorong Lauk

2). DESA WANASABA LAUK   KODE POS : 83653
  1. Dusun Bale Belek
  2. Dusun Baret Lokok
  3. Dusun Tanak Mira
  4. Dusun Banjar Getas
  5. Dusun Gelem
  6. Dusun Bagek Anjar
  7. Dusun Tanak Mira Timuk
  8. Dusun Tanak Mira Baret
  9. Dusun Tanak Mira Daya
  10. Dusun Tanak Mira Tengak
  11. Dusun Bisa

3). DESA MAMBEN DAYA   KODE POS : 83653
  1. Dusun Gubuk Barat I
  2. Dusun Gubuk Barat II
  3. Dusun Gubuk Timuk I
  4. Dusun Gubuk Timuk II
  5. Dusun Renga
  6. Dusun Kali Bening
  7. Dusun Gelumpang
  8. Dusun Omba
  9. Dusun Bagek Longgek
  10. Dusun Dasan Bembek
  11. Dusun Bagek Longgek Timur

4). DESA MAMBEN BARU   KODE POS : 83653
  1. Dusun Orong Rantek
  2. Dusun Orang Rante Daya
  3. Dusun Lendang Belo

5). DESA MAMBEN LAUK   KODE POS : 83653
  1. Dusun Senggauan
  2. Dusun Ladon
  3. Dusun Bebae
  4. Dusun Karang Anyar Barat
  5. Dusun Karang Anyar Timur
  6. Dusun Gubuk Dalem
  7. Dusun Lengkok Embuk
  8. Dusun Lengkok Tengak

6). DESA KARANG BARU   KODE POS : 83653
  1. Dusun Karang Baru Selatan
  2. Dusun Karang Baru Utara
  3. Dusun Timbu Lampit
  4. Dusun Karang Baru Timur

7). DESA JINENG   KODE POS : 83653
  1. Dusun Tibu Lampit Barat
  2. Dusun Tibu Tangkok Utara
  3. Dusun Tibu Tangkok Selatan
  4. Dusun Jineng

8). DESA BEBIDAS   KODE POS : 83653
  1. Dusun Tandan Golok
  2. Dusun Tanak Betian
  3. Dusun Tibu Lampit Timur
  4. Dusun Bebidas Selatan
  5. Dusun Bebidas Timur
  6. Dusun Bebidas Baret
  7. Dusun Burne
  8. Dusun Lawatan Pukat
  9. Dusun Dasan Lendang
  10. Dusun Jurang Koak
  11. Dusun Dasan Reban
  12. Dusun Lendang Nangka

9). DESA TEMBENG PUTIK   KODE POS : 83653
  1. Dusun Tembeng Putik Barat I
  2. Dusun Tembeng Putik Barat II
  3. Dusun Tembeng Putik Timuk I
  4. Dusun Tembeng Putik Timuk II
  5. Dusun Lengkok Lendang

10). DESA BANDOK   KODE POS : 83653
  1. Dusun Bandok Daya
  2. Dusun Bandok Tengak
  3. Dusun Bandok Lauk
  4. Dusun Lekok Dalem

11). DESA BERIRI JARAK   KODE POS : 83653
  1. Dusun Beriri Jarak Timur
  2. Dusun Ambengan Baret
  3. Dusun Ambengan Timur
  4. Dusun Beriri Jarak Selatan
  5. Dusun Senganton
  6. Dusun Otak Kebon Tengah
  7. Dusun Otak Kebon Timur
  8. Dusun Beriri Jarak Utara
  9. Dusun Otak Kebon Baret

12). DESA OTAK RARANGAN   KODE POS : 83653
  1. Dusun Otak Rarangan
  2. Dusun Otak Rarangan Lauk
  3. Dusun Jorbat

13). DESA WANASABA DAYA   KODE POS : 83653
  1. Dusun Orong Balu
  2. Dusun Erot Makmur
  3. Dusun Kr. Asem
  4. Dusun Dsn Gernak

14). DESA KARANG BARU TIMUR   KODE POS : 83653
  1. Dusun Paok Dangka
  2. Dusun Tampatan
  3. Dusun Karang Baru

Related Posts:

Featured Post

Mantap..! Cara SMP IT Membangun Keakraban Antar Guru dan Siswa

Wanasa. SK_ Demi membangun keakranban guru dan siswa, SMP IT Otak Kebon Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok timur gelar ...