Pati Rata Pringgabaya Lahir Untuk Membangun Desa

Peringgabaya SK_Pemuda Pemudi Dasan Lendang, Dusun Dasan Lendang,  Desa Pringgabaya, Kecamatan, Pringgabaya, Lombok Timur-NTB, berinisiasi mendirikan kelompok pemuda dengan niatan mengisi waktu pada kegiatan yang postif.

Pemuda pemudi ini menamakan organisasinya denga sebutan Pati Rata. Seperti kata Rian Arsyat selaku admin Facebook pemuda dalam setatusnya, ia menceritakan Pati Rata ini di ambil dari bahasa aksara Sasak yang memiliki makna  sama rata, sama rasa, kompak, dan persatuan.

Dari pengelingsir gubuk kami di berikan kiasan ini dengan harapan bahwa remaja remaji akan selalu sama rata, selalu bersama dengan kompak dalam melaksanakan aktivitas yang sifat nya membangun gubuk dasan lendang.

Kami ingin membuktikan bahwa saat ini, untuk menjadi pemuda milenial yang gaul dan keren-keren itu tak harus menjadi nakal, akan tetapi bagaimana kami memberikan manfaat sebisa yang kami lakukan dalam kapasitas kami sebagai remaja-remaji dasan lendang (Patirata).

Adapun kegiatan Rutin kami adalah Gerakan Bersih Lingkungan yang kami sebut dengan Geruman. Sebuah gerakan menyapu setiap gang-gang di gubuk kami.

Istilah Geruman itu sendiri sebenarnya di ambil dari sebuah sapu, seperti sapu lidi maupun sapu ijuk, yang mana apabila mereka banyak dan bersama akan membersihkan segala sampah yang di sapunya. Berbeda dengan satu biji maka tidak akan bersih.

Kegiatan-kegiatan kami yang lain nya adalah Ikut terlibat dalam setiap acara adat dan budaya gubuk, sperti Begawe (Pesta.red). Kami mulai membantu dari H-7 acara dan di H-1 pun kami tetap aktif. Mulai dari ikut Mengupas kelapa, nangka, bawang, sampai saad memasak. Dan ikut begadang itu hanya dilakukan hari libur sekolah tambahnya.

Ke inginannya membangun gubuknya membuat masyarakat bangga dengan pergerakan kelompok Patarata tersebut, selain itu mereka menggeret teman-temannya dalam hal yang positif.

Penulis: Rozi Anwar

Related Posts:

HUT RI, Pesan Gubernur NTB Pada Korban Gempa Sambelia

Sambelia,SK- Upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 74 tingkat Kecamatan Sambelia berjalan lancar dihadiri oleh seluruh OPD berlangsung di lapangan umum Desa Senanggalih, Kecamatan, Sambelia, Lombok Timur. NTB. 

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) DR. Zulkieflimansyah dalam sambutannya yang dibacakan oleh pembina upacara camat Sambelia, Drs. Zaitul Akmal MM, mengatakan, dalam momentum yang bersejarah ini katanya, gubernur mengajak masyarakat untuk kembali merenung musibah yang terjadi setahun yang lalu.

Dimana pada akhir Juli hingga Agustus tahun lalu, warga NTB khususnya Sambelia, dua kali ditimpa bencana gempa bumi yang maha dahsyat hingga mengakibatkan ratusan jiwa melayang dan ribuan rumah warga rusak, sarana ibadah dan juga fasilitas umum lainnya.

Pasca terjadinya bencana tidak sedikit warga kehilangan mata pencaharian, kehidupan ekonomi warga menurun drastis. Belum lagi kita melihat rumah warga hancur diguncang gempa bahkan hingga sekarang, tidak sedikit Rumah Tahan Gempa (RTG) yang dijanjikan pemerintah belum siap. Sehingga tidak heran jika masih ada warga yang tinggal di tenda pengungsian. Hal ini tentu begitu memprihatinkan.

Tuhan telah memberikan manusia nikmat kemerdekaan, tapi kemerdekaan yang itu kadang belum bisa dinikmati sepenuhnya oleh rakyat indonesia. Buktinya tidak sedikit warga berada di jurang kemiskinan sehingga banyak yang mengadu nasib mencari penghidupan menjadi buruh migrant.

Pada kata-kata sambutan Gubernur yang dibacakan pembina upacara, pasca bencana terjadi di sektor ekonomi katanya, perekonomian masyarakat sudah mulai tumbuh, investor sudah mulai berdatangan melakukan investasi di NTB.

Dengan masuknya investor asing katanya akan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dia mengajak rakyat NTB untuk menerima kedatangan mereka dengan senyuman dan penuh rasa persaudaraan.

Gubernur berpesan, supaya rakyat terus memberikan dukungannya dalam usaha membangun NTB lebih baik lagi. Ia mengaku pasca gempa, masih banyak warga yang belum memiliki rumah. Kendala yang dihadapi dalam proses pembangunan RTG katanya, harus segera diselesaikan.

Pada isi sambutannya, gubernur juga menyinggung rencana menjadi tuan rumah moto GP 2020 kelas dunia. Pembangunan beberapa dermaga juga menjadi andalan pemerintahan NTB bisa turut menunjang perekonomian masyarakat. (Ggar)

Related Posts:

Selamatkan Hutan Sambelia!

Sambelia, SK - Kebakaran hutan dan lahan sering terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Hutan yang sebenarnya harus dilindungi dan dilestarikan sebagai sumber kehidupan manusia dimana sumber mata air mengalir di dalamnya.

Bukan saja untuk kebutuhan manusia, hutan juga tempat berlindungnya hewan. Jika ini terus dibiarkan maka, habitat flora yang menggantungkan hidupnya di hutan lama kelamaan akan punah.

Lalu, jika masalah ini terus terjadi dan tidak ditemukan solusinya, bagaimana nasib generasi bangsa ke depan, terutama hewan yang ada di dalamnya?

Oleh karena itu, pemerintah maupun aktivis peduli lingkungan segera mengambil langkah turun ke lapangan memberikan pemahaman (sosialisasi) kepada warga bila perlu turut membantu agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak terus terjadi di tanah air tercinta ini. Memberikan edukasi kepada warga adalah salah satu teknis menyadarkan warga bahwa hutan adalah bagian dari hidup kita.

Salah satu contoh, hutan dan lahan dengan luas sekitar 17.477,52 hektar yang berada di Desa Sugian Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, berbatasan dengan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT. Sadana Arif Nusa serta hutan lindung, baru-baru ini mengalami kebakaran. Beruntung kebakaran yang terjadi pada (6/8) tidak merembet ke hutan lainnya. Yang terbakar hanya hutan produksi  atau Hutan Kemitraan Masyarakat (HKM), seluas 23,46 hektar. Demikian keterangan disampaikan ketua tim pengawas hutan Sambelia, Lalu Sapriadi, Jum'at (16/8) di kantornya.

Sebelumnya, media ini pernah menurunkan berita bahwa, pada (6/8) malam, telah terjadi kebakaran. Polsek Sambelia setelah menerima laporan kebakaran, bersama kepolisian resor Lombok Timur, dan camat Sambelia bersama jajarannya, KPH Rinjani Timur bersama anggotanya, langsung lakukan evakuasi memadamkan api dengan alat seadanya.

Mengingat titik api tidak bisa sepenuhnya bisa dipadamkan pada malam itu, keesokan harinya, tim pemadam kebakaran dari kepolisian resor Lombok Timur, DALMAS  satu peleton dan BRIMOB satu peleton dipimpin oleh Kabagop. KOMPOL Eko Mulyadi, SH dengan pasukan sebanyak 70 orang serta polsek Sambelia langsung turun melakukan pemadaman.

Polsek Sambelia, Iptu Zainuddin Basri, mengatakan, sekitar pukul 09.00 WITA, pasukan gabungan langsung turun ke lokasi memadamkan api. Kemudian katanya, titik api yang berhasil terdeteksi sebanyak lima titik. Titik api tersebut berhasil dipadamkan setelah pukul 15.00 sore, karena akses jalan ke lokasi sangat sulit hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.

"Pagi dan sore secara bergantian kami langsung turun ke lokasi memikul air menggunakan jerigen berisi 30 liter sambil membawa alat seadanya seperti sekop untuk menimbun api menggunakan tanah lalu kami siram agar titik api bisa padam permanen," terangnya.

"Alhamdulillah, kami terus memantau hingga malam ini tidak ada terlihat titik api lagi setelah dilihat melalui aplikasi," tambah Zainuddin.

Untuk mengantisipasi kejadian berulang lagi, camat Sambelia, Drs. Zaitul Akmal, pada (15/8) melakukan sosialisasi di kantor Desa Sugian, dengan mengundang semua elemen masyarakat agar sama-sama menjaga hutan.

"Kita terus lakukan sosialisasi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran di sembarang tempat apalagi di hutan," katanya.

Memang kata Akmal, tidak bisa dipungkiri bahwa kebakaran hutan itu diakibatkan oleh ulah manusia yang sengaja ataupun tidak sengaja melakukan pembakaran. Seperti mereka yang ingin membuka lahan pertanian, dia akan melakukan pembakaran tanpa dikontrol sehingga api bisa merambat ke yang lainnya.

Begitu juga dengan mereka (warga) yang sembarangan membuang puntung rokok, pada daun yang sudah kering, bisa juga menimbulkan percikan api sehingga menimbulkan kebakaran yang lebih luas.

Oleh karena itu, pemerintah kecamatan, kepolisian, koramil, melalui pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, yang bertugas di masing-masing desa agar terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat agar karhutla ini tidak terus berulang terjadi karena ini bisa merugikan masyarakat umumnya. (Ggar)

Related Posts:

Kades Beririjarak: Peringati HUT RI Ajang Silaturrahmi

Wanasaba. SK_Dalam rangka memperingati perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 74. Pemerintah Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur bekerja sama dengan Karang Taruna Merdeka Desa Beririjarak mengadakan berbagai macam perlombaan.

Kegiatan yang menjadi agenda tahunan desa ini  melibatkan seluruh elemen masyarakat di Desa Beririjarak, Baik dalam kepantiaan ataupun peserta lomba.

Ketua panitia sekaligus Ketua Karang Taruna Desa Beririjarak Rafii Hamdi mengungkapkan, bahwa kegiatan ini merupakan  kegiatan tahunan Desa Beririjarak sebagai wujud semangat dalam menyambut hari kemerdekaan serta sebagai sarana membangun silaturrahmi antar pemuda dan masyarakat se Desa Beririjarak.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Desa Beririjarak Lalu Pauzi Saat membuka acara Pada Senin, 12/08/19 kemarin di halaman Kantor Desa Beririjarak.


"Kegiatan ini adalah kegiatan tahunan desa, kami berharap dukungan dan partisipasi masyarakat dalam mensukseskan kegiatan ini dengan mengirim sebanyak banyaknya peserta lomba di masing-masing wilayah kekadusan" Ungkap Fauzi.

Related Posts:

20% Dana Desa Wajib Untuk Stunting

Wanasaba, SK_Pemerintah desa wajib anggarkan dana 20% dari APBDes untuk penanganan stunting. Hal ini disampaikan Lalu Abdul Hayyi selaku ketua Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Wanasaba, pada rembuk stunting di Desa Mamben Daya yang merupakan salah satu kegiatan pada program inovasi desa (14/08).

Sebagai bentuk intervensi stunting skala nasional pemerintah pusat melalui kementerian desa telah mengatur kebijakan penggunaan dana desa pada Permen Nomor 16 Tahun 2018 tentang peningkatan gizi masyarakat dan pencegahan terhadap stunting, sambungnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Desa Mamben Daya Fadli, saat membuka kegiatan rembuk stunting ini. Ia juga menyampaikan saat ini Pemerintah Desa Mamben Daya telah menganggarkan untuk pemberian makanan tambahan (PMT) pada kegiatan posyandu untuk memenuhi asupan gizi bayi dan balita.

"Untuk saat ini kami (pemdes.red) sudah menganggarkan untuk PMT pada kegiatan posyandu untuk memenuhi asupan gizi bagi bayi dan balita" jelasnya.

Anggaran untuk PMT ini diberikan oleh desa di masing-masing Posyandu untuk  pemberian PMT pada setiap kali posyandu, kata Ria Zamrutia (24 Tahun) salah satu kader posyandu setelah dikonfirmasi usai mengikuti kegiatan rembuk stunting ini.

Akan tetapi yang menjadi keluhan para kader saat ini ialah terkait fasilitas posyandu utamanya dacin untuk mengukur berat badan anak. Karena sebagian dari dacin-dacin yang ada sudah terpakai lama sehingga terkadang bermasalah kemudian menyebabkan hasil pengukuran berat badan anak menjadi tidak akurat lagi, Sambungnya.

Kami berharap pemerintah desa kedepanya bisa memfasilitasi peremajaan terhadap dacin-dacin yang bermasalah ini supaya data berat anak yang kami laporkan benar-benar akurat, harapnya. (*ci)

Related Posts:

Lomba Junjung Bakul Dongkrak Partisipasi Perempuan Desa

Wanasaba. SK_Momentum 17-an  merupakan saat yang di tunggu-tunggu oleh seluruh Rakyat Indonesia.

Dimana seluruh desa di pelosok Nusantara Ini berlomba-lomba mengadakan  barbagai macam pertandingan.

Mulai dari olah raga sampai pada lomba keterampilan dan tak terkecuali lomba yang unik dan lucu.

Berbagai lomba unik dan lucu diselenggarakan oleh panitia kegiatan.

Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur misalanya. Salah satu lomba unik dan lucu yang selalu  diadakan adalah lomba nyaon bakak kosong (Junjung bakul-red).

Lomba ini selalu menarik perhatian penonton. Selain sebagai hiburan perlombaan ini juga sebagai salah satu cara untuk melatih mental dan konsentrasi. Karena pada lomba ini diperlukan keseimbangan tubuh saat berjalan.

Lomba ini juga dapat mendongkrak minat kelompok perempuan di desa. Ini bisa dibuktikan dengan tingkat partisipasi perempuan sebagai peserta. Pada mata lomba ini pula difasilitasi oleh panitia dengan anggota perempuan.

Bayangkan, dalam kegiatan ini didominasi oleh kelompok perempuan. Mulai dari peserta, panitia acara hingga penontonya dipadati kaum perempuan.

Penulis: Sailal Arimi

Related Posts:

Desa Bagik Manis Inisiasi TV Lokal

Sambelia. SK_Dari ruangan 2x1,5 meter,  siaran TV Kabel Bagik Manis tersebar di 200 pelanggan. Ya, pagi menjelang siang itu sengaja bertandang ke kediaman Kepala Dusun Dasan Bagik Dalem.

Opal Hadi nama akrabnya, ia juga sebagai pengelola sekaligus pemilik media TV Kabel Desa Bagikanis Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur.

TV kabel yang ia kelola saat ini juga sudah memulai menyiapkan kanal baru berupa konten lokal. Kanal tersebut dinamai dengan Bagik manis TV.

Selain memberikan hiburan, kanal Bagikanis TV juga menyebarkan informasi bagi warganya. "kami saat ini sedang menyiarkan informasi lokal, seperti pembangunan desa dan kegiatan-kegiatan di desa" Ujar Opal Hadi saat berada di studio TV Kabelnya Rabu 14/8/2019.


Menurut Opal, selama ini informasi itu sangat penting bagi warga. Untuk mendorong pengetahuan lokal dan memberikan informasi seputar desanya.

"Ya, sekarang informasi lokal bisa diakses oleh masyarakat di desa" Jelasnya.

Related Posts:

Bank Sampah Al-Fadhila Desa Aikmel Timur diapresiasi Wakil Gubernur

Aikmel. SK_08/2019, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah langsung hadir untuk me-launching Bank Sampah Al-Fadhila  Desa Aikmel Timur Kabupaten Lombok Timur.

Bank Sampah merupakan Salah Satu dari Program NTB ZERO WASTE yang di susun oleh Gubernur dan Wakil Gubernur (Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. - Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd.) yang kini semakin dikenal
 masyarakat sampai ke Desa-Desa. ZERO WASTE Adalah sebuah program yang dimana merubah kita menjadi semakino peduli terhadap pentingnya lingkungan yang bersih,sehat dan indah.

Pemerintah Provinsi Berharap di setiap Desa di bentuk sebuah Bank Sampah, dimana Bank Sampah tersebut akan bergerak merubah sampah menjadi sumber daya untuk menjadikan masyarakat sekitar mendapatkan hasil dari pengelolaan sampah tersebut.
Seperti halnya Bank Sampah Al- Fadhila Aikmel Timur yang pada hari ini 13 Agustus 2019 melaunching Bank sampahnya yang langsung di resmikan oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, "Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd."

Dalam paparan Wakil Gubernur saat melaunchig Bank Sampah Al-Fadhila yang di gagas oleh PKH Lombok Timur, ibu Wagub Berharap dorongan dan kerja samanya untuk mensukseskan program NTB ZERO WASTE, dengan tetap bergontong royong,bekerja sama dalam penanganan sampah yang ada di Lingkungan Maupun di Desa, karena pemerintah tidak akan pernah bisa mensukseskan program apapun tanpa ada bantuan dari semua masyarakat.

Related Posts:

Saka Bahari NTB, Pelatihan Keterampilan

Sambelia, SK - Dalam rangka menyambut HUT RI ke 74, Saka bahari NTB, menggelar lomba keterampilan dengan melibatkan ratusan peserta setingkat SMA dan perguruan tinggi berlangsung di Pos angkatan laut (POSAL) Selak Alas, Desa Padak Goar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB.

Lomba keterampilan saka bahari mulai dilaksanakan dari tanggal 8-10 Agustus 2019. Kegiatan ini sesuai jadwal akan digelar selama dua hari namun, berhubung perayaan hari raya idul adha selang satu hari lagi sehingga, panitia memutuskan kegiatannya berlangsung hanya sehari.

Sekolah yang bergabung dalam saka bahari ini melibatkan Enam belas sekolah se-NTB. Satu dari perguruan tinggi yakni STKIP Hamzar Lombok Timur. Enam belas sekolah itu meliputi gabungan dari SMA yang berada di Kecamatan Lembar sebanyak 35 peserta. Kemudian dari pondok pesantren Haramain, Lombok Barat dan juga Mataram.

Peserta yang paling banyak mengikuti kegiatan  saka bahari Tahun 2019 ini adalah dari Lombok Timur, meliputi beberapa Kecamatan. Diantaranya, Kecamatan  Sambelia, Pringgabaya, Wanasaba, Suela, Labuhan Haji, Masbagik dan Aikmel. Masing-masing sekolah mengutus 20 hingga 35 orang peserta diambil dari siswa-siswi kelas X dan XI.

Merunut pada jumlah sekolah yang terlibat dalam saka bahari kali ini, maka jumlah peserta yang ikut sebanyak 350 hingga 370 peserta. Ditambah dengan pembina sehingga keseluruhan berjumlah 400 orang. Demikian keterangan yang disampaikan ketua pengurus saka bahari NTB, Harmain juhri, pada Jurnalis Speakerkampung.net, pada (10/8/2019).

"Peserta yang bergabung dan aktif sepanjang tahun pada kegiatan saka bahari ini mencapai 370 orang ditambah panitia, 30 orang sehingga berjumlah 400 orang," terang Harmain.

Iven ini digelar selain dalam rangka menyambut hari kemerdekaan, juga untuk mempersiapkan hari pelayaran nusantara yang ke 9 (sembilan) tahun 2019. Mereka akan berlayar menggunakan kapal perang TNI-AL. Peserta akan diajak mengelilingi dan singgah di beberapa pulau di Indonesia. Di pulau persinggahan itu nanti, mereka akan melakukan bakti sosial.

Peserta yang dinyatakan lulus seleksi mewakili provinsinya masing-masing sebanyak 25 orang. Mereka nantinya akan berkumpul di Tanjung Periok, pelabuhan terbesar, tersibuk dan terpadat di Indonesia. Peserta akan diikuti perwakilan dari 33 provinsi di seluruh Indonesia.

Mata lomba yang diberikan panitia seleksi yang sangat menantang adalah lomba keterampilan membuat tenda apung dilaut menggunakan ban dan bambu serta tali. Selain itu, lomba bangunan pasir, lomba memasak cara pengolahan ikan laut dengan sajian khas, miniatur pionering, kreasi memanfaatkan jangkang kerang, lomba ketangkasan dan lainnya.

Selain lomba keterampilan, panitia juga melatih karakteristik peserta dengan menggelar program bela negara, keakraban mengenali karakter masing-masing peserta. Dana kegiatan saka bahari ini menurut Harmain bersumber dari saka bahari sendiri, sekolah, swadaya, simpatian serta dari donatur yang tidak mengikat.

Pembina saka bahari Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Maryanti mengatakan, sangat senang mengikuti kegiatan saka bahari ini. Biasanya tahun-tahun sebelumnya, saka bahari hanya memberikan materi pelatihan saja. Tapi kali ini katanya, diadakan beragam lomba untuk menggali kreasi peserta.

"Saya senang sekali, selama kami aktif di saka bahari, baru kali ini diadakan lomba dan Alhamdulillah utusan gabungan SMA Lembar dapat juara satu," katanya penuh bahagia.

"Tidak sia-sia kami datang jauh-jauh dari Lombok Barat mengikuti lomba saka bahari di Sambelia ini, rasa lelah kami hilang seketika," tambah Maryanti sembari menebar senyum.

Dengan diadakan lomba saka bahari NTB kali ini, panitia berharap kepada semua peserta agar kedepan mereka menyadari bahwa laut Indnesia yang luas dan kaya dengan biotanya, bisa dijaga kelestariannya. Ekosistem yang ada di dalamnya, dijaga dengan baik, tidak membiarkan orang-orang yang tidak bertanggug jawab merusakanya hanya untuk kepentingan  pribadi atau kelompoknya.

Di laut tersimpan harapan, di laut tersimpan kekayaan, di laut tersimpan kejayaan. Jalesvepa Jayamahe. (Ggar)

Related Posts:

Gadget Penjahat Terhadap Anak! Simak Penjelasannya.

Lombok timur SK_ Zaman ini kasus yang baru-baru muncul anak yang membunuh diri karena tak di belikan Gadget oleh orang tua nya dan maraknya cerita nyata yang banyak anak tidak di perhatikan orang tua nya karena sibuk dengan Gadgetnya sendiri.

 Pagi itu (2/8/2019) Tim Speaker Kampung berbincang-bincang lewat Facebook dangan salah satu aktifis anak yang bekerja di PLAN Internasiol, yaitu Bang Sigit Wirasandjaya. Ia mengatakan Apalagi Gadget sudah menjelma menjadi "orang tua" bagi anak anak . Orang tua juga kecanduan Gadget, paling sederhananya mereka asyik dengn group Wa alumni, teman kerja dan bermain medsos.

Ia juga menyentil tentang pengaruh Gadget terhadap sex bebas ia menambahkan orang tua banyak yang menggunakan seks sebagai bahan bercanda, merundung, seperti kasus kekerasan seksual yg dilakukan oleh orang terdekat menjadi naik pesat. Dari data ACWC 2015, 93 % dari 5000 kasus terlaporkan pelaku orang terdekat dan 29 % nya ayah sendiri ujarnya di komentar facebook.

Kecanduan atau ketergantungan terhadap Gadget menjadi persoalan yang tidak pernah di lihat sama banyak orang.

Solisinya adalah Penegakan Hukum harus di lakukan, edukasi ke anak bagaimana bersikap jika menghadapi potensi kekerasan, juga dari orang tua.

Bencana paling buruk tidak saja bencana alam, hilangnya nilai moral, agama justru akan jadi bencana yg paling berbahaya. Banyak kasus kekerasan seksual apalagi perilakunya orang terdekat tidak di proses Hukum dengn alasan aib, adat dan sebagainya. Dan masih banyak orang tidak melihat buruknya dampak kekerasan, banyak orang masih cuek dengan semua itu tambahnya.

Lindungi anak-anak dan perhatikan anak-anak yang ada di sekitar kita, bukan memperhatikan Gadget yang di pegang.

Related Posts:

Kebakaran Hutan dan Lahan Sambelia

Sambelia,SK- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi belakangan ini bukan hanya disebabkan oleh ulah manusia (human error) tapi kebakaran itu bisa terjadi karena faktor cuaca atau alam. Karhutla yang terjadi di Sambelia ini diketahui pada pukul 12 siang, Selasa, (6/8/2019)  di lahan hutan produksi, Desa Bagik Manis berbatasan dengan Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.

Menurut keterangan ketua tim pengawas kehutanan resort Sambelia, Lalu Sapriadi, saat ditemui jurnalis Speakerkampung.net di TKP sekira pukul 23.00 malam mengatakan, berdasarkan laporan yang masuk sekira pukul Duabelas siang, titik api sudah membakar 17 hektar lahan hutan produksi yang belum digarap masyarakat. Hutan produksi tersebut kata Sapriadi, berbatasan langsung dengan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT. Sadana Arif Nusa.

Tim siaga bencana gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat Polres Lombok Timur dan Polsek Sambelia, kehutanan beranggotakan delapan orang, dibantu 28 orang karyawan perusahaan langsung turun ke lokasi dengan membawa mobil tangki air untuk meminimalisir kebakaran lebih luas lagi.

Namun karena medan yang begitu berat dan akses jalan menuju titik api tidak bisa dilalui kendaraan sehingga, tim hanya bisa melakukan sekat secara manual agar kebakaran tidak merambat ke hutan lainnya.

"Kami langsung mengirim dua tangki air serta 28 karyawan perusahaan untuk membantu, tapi karena akses jalan tidak ada sehingga terpaksa kami lakukan sekat (pemisah) antara lahan yang sudah terbakar dengan yang belum terbakar," kata Idham, salah seorang pimpinan perusahaan.

Sebagai pimpinan perusahaan,Idham berharap kepada pihak kehutanan sebagai mitranya, agar  patroli perlu ditingkatkan di musim kemarau ini untuk menghindari kejadian serupa tidak terulang kembali.

Mendengar laporan kebakaran hutan, Camat Sambelia, Zaitul Akmal bersama Kapolsek Iptu. Zainuddin Basri beserta anggota dan lima orang anggota dari Polres Lombok Timur, sekira pukul 18.00 WITA, langsung terjun ke lokasi untuk memantau sekaligus membantu memadamkan api dengan alat seadanya dan setelah titik api dinyatakan sudah tidak ada lagi baru sekitar pukul 00.33 dini hari mereka pulang.

Meskipun begitu, Kapolsek Sambelia melalui telepon selulernya, terus mengingatkan dan meminta kepada ketua tim pengawas kehutanan untuk terus lakukan monitoring tentang Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATHG) yang bakal terjadi.

Camat Sambelia mengatakan, dengan adanya kejadian yang terus berulang setiap tahun, Ia berharap agar pemerintah baik itu dari pemerintah kecamatan, kabupaten dan provinsi harus membentuk tim siaga bencana kebakaran hutan.

"Saya kira ini perlu segera dibentuk tim penanggulangan bencana kebakaran hutan," katanya.

Laporan terakhir tadi (malam-red) dari Sapriadi, sampai api berhasil dipadamkan pada pukul 23.41 malam, luas areal karhutla mencapai 46 Ha. Bertambahnya karhutla ini karena disebabkan oleh cuaca buruk, kencangnya tiupan angin serta arah angin yang tidak menentu. (Ggar)

Related Posts:

Sekilas Tentang Akademi Videografi dan Film di Speaker Kampung

Suela, SK- Akademi Videografi dan Film yang diinisiasi oleh Combine Reseurces Institution (CRI) Jogyakarta dengan menggandeng Engage Media, jogyakarta dan Lembaga Media Komunitas Speaker Kampung Lombok Timur berlangsung di aula kantor Desa Suntalangu, Kecamatan Suela, Lombok Timur, berlangsung sejak 3  dan 4 Agustus 2019.

Worksohop yang digelar selama dua hari ini bertujuan untuk memperovokasi warga dan komunitas supaya aktif menyuarakan permasalahan sosial yang timbul di wilayahnya dengan membuat video atau film berbasi warga.

Video dan film yang akan dirilis itu kemudian nanti akan dipertontonkan ke halayak ramai ketika mengadakan pestival film rencana pada bulan Oktober nanti.

Ketika tayang perdana nanti, panitia pestival akan mengundang semua stakeholder termasuk pemerintah daerah, kecamatan, serta pemdes untuk nonton bareng. Karena cerita yang akan disajikan dalam film itu nanti mengakomodir kepentingan warga akar rumput.

Related Posts:

Satlantas Polres Lombok Timur Layani Pengendara Mendapatkan SIM, Simak Apa Saja Persyaratannya!

Sambelia, SK- Satuan Polisi lalu lintas (Satlantas) Polres Lombok Timur dipimpin oleh Ipda, I Putu Satya Darma, bersama kesatuannya lakukan sosialisasi keamanan, keselamatan dan ketertiban dalam berkendara sekaligus melakukan pelayanan pembuatan SIM keliling ke beberapa wilayah di Lombok Timur.

Sosialisasi dan yanling penyambungan SIM yang akan habis masa berlakunya kali ini berlangsung di kantor Desa Sambelia, dihadiri oleh puluhan warga dari beberapa desa. Yanling yang dilaksanakan ini kata Satya, adalah inisiatif kepala desa Sambelia, Ahmad Subandi,SE.

"Pak Subandi yang mengusulkan ke Kapolres agar kami lakukan yanling. Kapan saja kades minta, kami siap memberikan layanan langsung kepada masyarakat," kata Satya, saat media ini menemuinya di kantor Desa Sambelia, Jum'at (2/8/2019).

Mulanya yanling ini akan digelar dua hari sebelumnya, namun karena ada kegiatan lain sehingga baru bisa dilakukan hari ini (kemarin)
Meskipun waktunya sedikit molor, namun dari pantauan jurnalis Speakerkampung.net terlihat masyarakat begitu antusias mendatangi pelayanan yang dilakukan oleh satlantas lotim ini.

Pelayanan SIM ini lanjut Satya, dalam usaha untuk mewujudkan road safety to zero accident. Kemudian hanya bisa melayani warga yang akan habis masa berlaku SIMnya, minimal pada hari pelayanan. Jika masa berlakunya sudah habis maka tidak bisa dilayani harus membuat SIM baru langsung ke polres Lotim.

"Yang bisa kami layani adalah SIM yang akan habis masa berlakunya, minimal berakhir hari ini. Sedang yang sudah habis masa tenggangnya (mati) diarahkan untuk  bikin ulang karena sudah tidak terintegrasi, datanya otomatis terhapus dari server, " jelas Satya.

Nah, bagi masyarakat yang ingin menyambung SIM yang sudah habis masa berlakunya atau yang mau membuat SIM baru harus melengkapi berkas persyaratan administrasi terlebih dahulu bisa secara kolektif melalui pemerintah desa. Jika semuanya sudah lengkap maka tinggal dibawa ke Polres untuk diproses. Baru setelah itu warga bersama dengan pemdes atau kades pergi ke polres untuk melakukan tes (Safety riding).

Mengingat masyarakat ketika terkena razia polisi ada yang meminta bantuan kades sehingga Subandi menekankan kepada warganya untuk membuat SIM. Masalah seperti apa prosesnya pembuatan, nanti Subandi yang akan berkoordinasi dengan pihak satlantas.

 "Saya ingin warga saya yang memiliki kendaraan bermotor harus punya SIM supaya bebas menggunakan kendaraan tidak ada lagi yang tertangkap karena gara-gara tidak punya SIM," tegas Subandi.

Untuk diketahui syarat membuat SIM harus melengkapi beberapa persyaratan diantaranya:
Fotocopy e-KTP/Suket dari Dukcapil
Surat keterangan dari Puskesmas/dokter
Surat keterangan sehat psikologi
Mengisi formulir

Kemudian bagi masyarakat yang akan membuat SIM untuk diketahui, disesuaikan dengan tarif  BNPB dan peraturan pemerintah Nomor 6 Tahun 2016, untuk SIM C (roda Dua) sebesar Rp 100.000,- kemudian untuk SIM A (roda Empat) Rp 120.000,-.

Melalui media ini, koordinator pelayanan pembuatan SIM keliling, ifda. I Putu Satya Darma, menghimbau kepada semua pengendara motor khususnya pengendara di Lombok Timur, supaya menggunakan helm karena katanya, helm itu bukan saja kebutuhan tapi yang terpenting adalah demi menjaga keselamatan saat berkendara. (Ggar)

Related Posts:

Featured Post

Pati Rata Pringgabaya Lahir Untuk Membangun Desa

Peringgabaya SK_Pemuda Pemudi Dasan Lendang, Dusun Dasan Lendang,  Desa Pringgabaya, Kecamatan, Pringgabaya, Lombok Timur-NTB, berinisiasi...