Sepuluh Calon Kawil Desa Sugian Ikuti Tes

Lombok Timur, SK - Sebanyak Sepuluh orang calon kepala wilayah (Kadus) ikuti tes akademik dan kompetensi bidang, penjaringan dan penyaringan calon Kepala Wilayah pada tiga dusun pemekaran berlangsung di kantor Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, Kamis (9/7/2020).

Sesuai Peraturan Bupati Lombok Timur, Nomor 6 Tahun 2018 tentang tata cara pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa dan staf perangkat desa.
Dari Sepuluh orang Cakawil tersebut, tiga orang yang akan lulus mengisi jabatan kawil.

Setelah mengikuti tes akademik (tulis) yang disiapkan oleh DPMD Lombok Timur, baru kemudian mereka mengikuti tes kompetensi (wawancara) dilakukan oleh tim penguji yakni Camat, Kapolsek dan Danramil.

Setelah melalui proses panjang, ketua panitia penjaringan dan penyaringan perangkat desa, Herman, kemudian membuat berita acara pelaksanaan hasil seleksi perangkat desa yang ditandatangani oleh ketua dan anggota, dan diumumkan secara terbuka pada hari itu juga.

Nilai akademik dan wawancara diakumulasikan, kemudian diambil nilai tertinggi. Dan hasilnya menunjukkan: Azhar, jumlah nilai 91 menjadi Kawil Pekapuran. Dedi Purnama Bahari, nilai 84 berhak menduduki posisi Kawil Kokok Pedek Timur, kemudian Lalu. Sri Gede dengan total nilai 80 dinobatkan menduduki posisi Kawil Sugian Barat.

Ketiga orang yang akan menduduki posisi kepala wilayah (kadus) ini diharap mampu mengemban tugas, melayani masyarakat yang ada di wilayah kerjanya. Kemudian mereka harus bisa bekerja secara kolektif dengan lembaga desanya.

Mereka juga harus bisa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mampu melihat potensi desa untuk kepentingan masyarakat. Demikian harapan disampaikan Sekdes Sugian, Bagus Hadi Kusuma.

Ketua BPD Desa Sugian Makbullah, S.pd pada jurnalis Speaker Kampung juga berharap agar mereka yang baru diangkat menjadi Kawil ini bisa bekerja maksimal, memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Setidaknya segala aspirasi yang disampaikan warga bisa diakomodir dan ditindaklanjuti. (Ggar)

Related Posts:

Kali Ini Pantai Sambelia Makan Korban

Lombok Timur, SK - Tidak berselang lama setelah seorang nelayan warga Sugian, Kecamatan Sambelia, dihebohkan  terseret gelombang air laut ketika memancing. Kini kembali warga Sambelia digegerkan dengan tewasnya seorang anak Sekolah Dasar (SD) terseret arus air laut ketika sedang mandi di pantai Timba Gali, Desa Dadap, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.

Informasi yang diterima awak media Speaker Kampung, meninggalnya Jaya Saputra (9) anak yang masih duduk dibangku kelas III SDN 04 Sambelia ini, awalnya berasal dari Sekdes Dadap, Saparudin.

Meninggalnya Jaya Saputra (almarhum) menurut Saparudin, bermula ketika dia dan tiga orang teman yang seusia dengannya mandi di pantai Timba Gali ketika air laut mulai surut, pada, Selasa (7/7/2020) sekira pukul 15.00 Wita.

Setelah korban hanyut dan teman-temannya tidak bisa menolong, baru kemudian mereka minta bantuan warga sekitar. Wargapun kemudian berusaha mencari menggunakan alat penyelam namun belum bisa ditemukan.

Sekira pukul 15.00 Wita, korban baru bisa ditemukan tetangga korban, Sahdan (26) mengapung tidak jauh dari TKP menggunakan perahu milik warga lainnya.

"Mayatnya saya temukan mengapung tidak jauh dari tempat kejadian. Saya langsung angkat naikkan ke perahu dan bawa ke darat," kata Sahdan, saat media ini mendatangi rumah duka, Rabu (8/7).

Setelah berhasil dievakuasi, anak pertama pasangan Sahwan (32) dan Sri Rahmayani (30) ini, tiga puluh menit kemudian baru dibawa ke Puskesmas Sambelia untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Tapi sayang, nyawa anaknya tidak bisa di selamatkan. Korban kemudian baru bisa dimakamkan di rumah neneknya pada keesokan harinya di Dusun Pulur, Desa Sugian.

Sahwan yang kesehariannya bekerja  sebagai buruh tani dan istrinya hamil Delapan bulan anak keduanya, merasa sangat terpukul setelah kepergian anaknya secara tiba-tiba. Bahkan, saat awak media mendatangi rumahnya, dia tidak mampu menyembunyikan rasa pilunya.

"Saya harus terima kenyataan ini, mungkin ini sudah takdir yang diberikan Allah kepada anak saya," ungkapnya. (Ggar)

Related Posts:

PT POS Indonesia Salurkan Bantuan di Sambelia

Lombok Timur, SK - PT. Pos Indonesia (persero) salurkan Bantuan Langsung Tunai (BST) tahap III pada hari ini, Rabu (8/7/2020) menyasar dua desa yakni Desa Dadap 54 orang dan Desa Sambelia 228 orang.

Jadwal penyaluran BST di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, di mulai pada hari, Selasa (7/7) meliputi Desa Senanggalih, Labuhan Pandan dan Padak Guar sebanyak sebanyak 251 KPM

Pada, Rabu (8/7) Desa Sambelia dan Dadap sebanyak 282 KPM. Untuk Desa Bagik Manis dan Sugian, pada, Kamis (9/7) sebanyak 339 KPM. Hari Jumat (10/7) Desa Dara Kunci dan Belanting, sebanyak 340 KPM. Terakhir Desa Obel-Obel dan Madayin, sebanyak 241 penerima manfaat

BST yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk masyarakat terdampak Covid-19, yang disalurkan melalui Kementerian sosial RI bermitra dengan PT. Pos Indonesia Tbk, masing-masing Kelompok Pengguna Manfaat (KPM) menerima 600 ribu rupiah.

Proses penyaluran BST ini tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19. Semua KPM diwajibkan menggunakan masker dan tempat cuci tangan disediakan satgas Covid-19.

Pantauan media ini khususnya di Desa Sambelia, Kades Sambelia, Ahmad Subandi, SE pada kesempatan itu mengingatkan kepada masyarakatnya supaya memanfaatkan bantuan ini pada hal-hal yang produktif guna menunjang kehidupan keluarga selama pandemi.

"Selama pandemi ini, saya berharap uang yang diberikan pemerintah ini digunakan untuk membeli kebutuhan dasar guna penunjang kehidupan keluarganya, jangan sekedar untuk bayar hutang," harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Subandi menyarankan kepada warganya yang merasa belum membayar pajak pekarangan rumah atau lahan agar segera membayarnya. Pajak yang dibayarkan katanya, akan dikembalikan ke rakyat lewat bantuan seperti ini.

"Bantuan yang diberikan ini berasal dari pajak yang dibayar masyarakat. Oleh karenanya bagi yang merasa belum bayar pajak agar segera membayarnya," pesan Subandi. (Ggar)

Related Posts:

IPP Edukasj Pengunjung dan Pedagang Wisata Tanjung Menangis

Pringgabaya SK-  Ikatan Pemuda Pringgabaya (IPP) gelar aksi kampanye kebersihan sampah dalam upaya  sadarkan pedagang dan pengunjung kebersihan pantai Tanjung Menangis.

Aksi yang di gelar pada  Minggu, 05/07/2020 di dukung oleh Pemerintah Desa Pringgabaya.

Dalam aksi tersebut juga di hadiri oleh organisasi paguyuban mahasiswa, pemuda, serta dari kepolisian dalam hal ini Bhabinkamtibmas Polsek Pringgabaya.

" Pada aksi ini kami mengajak Ikatan Mahasiswa Pohgading (IMP), Forum Silaturahmi Mahasiswa Batuyang(FSMB), Bhabinkamtibmas desa pringgabaya dan beberapa pemuda yang sadar kebersihan"  ungkap Rian Arsyat selaku Ketua Umum Ikatan Pemuda Pringgabaya. 

Lanjut Rian Dalam aksi kampanye kebersihan sampah tersebut, IPP dan peserta Kampanye Kebersihan mengajak pengunjung untuk melakukan clean up bersama.

Selain itu pihak IPP  juga mengedukasi kepada pedagang dan   Pengunjung yang berwisata ke pantai tanjung menangis. "Yang paling penting dalam aksi kampanye ini adalah upaya menyadarkan pengunjung dan pedagang", jelas rian.

Lebih jauh dia menjelaskan bahwa kampanye ini akan terus berlanjut hingga pengunjung dan pedagang benar-benar sadar tentang kebersihan di pantai Tanjung menangis. "Meski itu butuh proses sangat lama" ujarnya

Dalam kesempatan tersebut pihak IPP juga menerangkan langkah kampanye apa saja yang akan dilakukan untuk menyadarkan Pengunjung dan pedagang.

Disebutkan ada 6 instrumen yang pihak IPP gunakan dalam kampanye kebersihan sampah, "pertama kita melakukan Agitasi dan Propaganda Melalui Media, kedua, Pembuatan Tulisan seni, ketiga clean Up, ke empat, edukasi pedagang dan pengunjung, kelima Vidio ILM jaga kebersihan dan terakhir Advokasi untuk di perbanyak pengadaan Bak Sampah, jelasnya.

Related Posts:

Pasar Pringgabaya Jadi Pasar Percontohan di Lotim

Lombok Timur SK. 4/7/2020 Pemerintah Lombok Timur memprogramkan pasar percontohan dalam upaya menyongsong Era Covid-19 Kenormalan Baru (baca;New Normal). Melalui kesempatan tersebut Pasar Rakyat Pringgabaya, Desa Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur masuk sebagai nominasi 10 pasar percontohan di Kabupaten Lombok Timur.

Kepala Pasar Pringgabaya Hokmi mengatakan pasar Pringgabaya menjadi salah satu yang di tunjuk oleh pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Bapenda untuk menerapkan pasar percontohan.

Lanjut pak Hok sapaan akrab kepala pasar Pringgabaya ini menjelaskan pada Sabtu, (04/04/2020), hal ini dilakukan dalam rangka mendukung upaya masa kenormalan baru dan mencegah penularan Covid 19 "ya kita mendapatkan mandat pasar percontohan ini untuk mendukung kenormalan baru dan mencegah covid-19" jelasnya.

Lebih jauh Pak Hok mengungkapkan, kegiatan ini akan berlangsung selama satu bulan ke depan. Selain itu ia juga mengatakan kegiatan tersebut melibatkan semua pihak yang memiliki pengaruh, "kita bersinergi dengan Kepolisian, Pemerintah Desa, Puskesmas, Pemerintah Kecamatan dan Pemuda" ungkapnya.

Selain itu pihaknya juga menuturkan rangkaian awal kegiatan hari ini. Dia menyampaikan kegiatan diawali dengan melakukan Pengecekan suhu tubuh, pembagian masker, dan menerapkan sistem satu pintu untuk masuk pasar Pringgabaya. "Hari ini adalah awal kegiatan, yang kita awali dengan kegiatan cek suhu tubuh, pembagian 1000 masker" tutupnya.

Related Posts:

Tiga Hari Hanyut, Jayadi Berhasil Ditemukan

Lombok Timur, SK - Setelah tiga hari terombang ambing terseret derasnya air laut, Jayadi (43) nelayan asal Dusun Tekalok Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, berhasil ditemukan sekitar 16 mil dari pantai Obel-Obel, pada Jumat (3/7/2020) sekira pukul, 15.00 Wita.

Jayadi ditemukan oleh Yasin (45) nelayan asal Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, terapung di atas ranpon milik nelayan lainnya setelah terseret gelombang sekira pukul 08.00 pagi, pada, Rabu 1 Juli 2020 lalu.

Ditemui media ini di Puskesmas Sambelia, Jayadi menceritakan kisahnya. Pada, Rabu (1/7) sekitar pukul Delapan pagi, dia dan sampannya dihempas gelombang. Sampannya terbalik, tenggelam dan terbawa arus deras. Sedangkan, dia sendiri katanya, bertaut di kantir sampan yang pecah terseret arus selama sehari semalam.

Pada hari kedua baru dia bisa menemukan ranpon tempatnya menyelamatkan diri agar tidak terseret arus lebih jauh lagi. Pada hari ketiga baru kemudian dia ditemukan nelayan lain juga temannya sendiri yang kebetulan tidak sengaja melewati lokasi tempatnya terapung.

Untuk bertahan hidup selama di tengah laut, katanya dia makan apa adanya meskipun itu terasa tidak enak dia berusaha untuk mencobanya.

"Selama tiga hari itu saya hanya makan kepiting yang naik merayap ke pundak saya dan sedikit minum air laut sekedar untuk melepas dahaga," ceritanya.

Kemudian, sampannya ditemukan warga di wilayah Desa Labu Buak, Kecamatan Utan Re Kabupaten Sumbawa Barat. Sedangkan dia sendiri ditemukan terapung diatas ranpon wilayah Obel-Obel dalam kondisi lemas dan selamat.

Bersama tim gabungan TNI/POLRI, Pol PP, Basarnas, Pramuka peduli Kades serta keluarganya, langsung membawa Jayadi ke Puskesmas Sambelia untuk dilakukan tindakan medis. (Ggar)

Related Posts:

Lakpesdam NU Fokus Kawal Isu Toleransi dan Kebangsaan

Lotim. SK_Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) NTB  fokus pada pengembangan sumber daya masyarakat isu intoleransi dan juga Isu Kebangsaan.

Selain isu tersebut Lakpesdam NU NTB juga soal  fokus pada perlindungan anak, mulai dari proses pengasuhan anak,  tumbuh kembang anak dan juga mendorong terpenuhinya hak-hak anak.

Ketua DPW NTB Lakpesdam NU Jayadi,  mengatakan ini penting dilakukan karena anak adalah aset bangsa, jika anak tidak baik dan diperhatikan maka sudah dapat dipastikan proses bermasyarakat proses berbangsa, proses beragama juga tidak akan baik.

"Kita berikan perhatian serius kepada anak,  dan memastikan hak-hak anak terpenuhi mulai dari proses tumbuh kembangnya, proses pendidikan dan hak lainya harus terpenuhi" Jelas Jayadi (02/03).

Kerja nyata yang telah dilakukan oleh Lakpesdam NU NTB sendiri saat ini salah satunya ialah memfasilitasi identitas anak dalam hal administrasi kependudukan. Akibat dari anak tidak memiliki identitas yang jelas nantinya mereka akan menerima kekerasan yang berlapis salah satunya misalnya stigma anak yang tidak jelas dari masyarakat, hak anak untuk mendapatkan pendidikan menjadi terhambat dan juga hak-hak lainya", Papar Jayadi.

Ia juga menambahkan dari hasil pendampingan Lakpesdam NU NTB Selama ini, khusus anak-anak disabilitas dari 100 anak yang didampingi ada sekitar 75 anak yang tidak memiliki administrasi kependudukan mulai dari Kartu Keluarga, Akte kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA).

Oleh karena itu kami mendorong pemerintah untuk memperhatikan soal itu,  selama ini kami melihat memang ada kebijakan yang memihak persoalan tersebut,  namun nyatanya dilapangan belum maksimal", tutupnya. (ci)

Related Posts:

Pal Jepang Bermalam di Negeri Atas Awan

Sapit. SK_Dari ketinggian berkisar 2300 mdpl negeri atas awan. Rasa lelah, letih, dan lesu bisa terobati dengan suguhan keindahan pagi.

Perjalanan sekira 3 jam, dari Pos parkiran motor. Di kiri kanan jalan, kita di suguhi, dengan panorama pertanian dengan berbagai jenis tanaman. Ada kopi, wortel, cabai besar, hingga yang rawit turut serta memantik mata untuk betah melihatnya.

Tak hanya itu, perjalanan menuju Pal Jepang kita juga melintasi hutan yang cukup eksotis. Ada tempat beristirahat sejenak kemudian lanjutkan perjalanan.

Telinga kita juga diperdengarkan dengan suara burung yang berkejaran, seakan menawarkan untuk berhenti sejenak, menawarkan suara kicauannya untuk didengarkan.

Keluar hutan, disambut ilalang diterpa angin beserta kabut. Terasa langkah yg gontai menjadi kuat kembali untuk mendaki hingga akhir.

Pal jepang gelar tenda, mulai diselimuti kabut. Tenda sudah berdiri, secangkir kopi pahit khas Desa Sapit mulai menghampiri. Makan pun ditemani kopi juga, betapa nikmatnya.

Pagi menjelang, tenda mulai dibuka. Semalam dinginnya menggigil hingga tulang. Didepan pintu tenda diantara bukit savana diujung barat sana. Terbelalak mata memandang yang perkasa bernama Rinjani.

Aduhhhhhhaiiii cakep memang. Menggoda mata dan kamera androaid untuk menyimpannya sebagai Galeri. Dan membuktikan kalau itu adalah pernah kita ada disana. Kita berbahagia, bersenda gurau bersama.

#paljepang
#sapitdesa
#kecamatansuela
#janganlupabahagia
#sapitwisatadesa

Arihinul Inkong

Related Posts:

Seorang Nelayan Sugian Sambelia Hanyut Terseret Arus

Lombok Timur, SK - Jayadi kelahiran Peneda Gandor 43 tahun lalu diduga hanyut terbawa arus gelombang air laut ketika turun melaut memancing ikan di Pantai Tekalok Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, pada, Rabu (1/7/2020) sekira pukul 04,00 pagi.

Kepala Desa Sugian, Lalu Mustiadi di kantornya mengatakan, hanyutnya nelayan (Jayadi-red) di pantai Tekalok diketahui setelah menerima laporan dari warganya sekira pukul 11.00 malam, beberapa jam setelah warga lainnya telah berusaha turun ke laut menggunakan tiga bodi (sampan) untuk mencari keberadaan Jayadi.

"Saya terima laporan warga sekitar pukul 11.00 malam kemudian saya tindaklanjuti dengan meminta bantuan muspika," kata Mustiadi, di kantornya.

Merespon laporan itu, Kapolres Lombok Timur melalui Kapolsek Sambelia, IPTU. Ahmad Yani dan anggotanya serta Babinsa Desa Sugian, kesokan harinya langsung turun ke TKP untuk memastikan laporan kejadian hanyutnya nelayan  warga Sugian.

"Kami akan terus memantau perkembangan yang terjadi sambil menunggu informasi dari BNPB yang melakukan penyisiran mencari keberadaan nelayan tersebut. Mudahan yang bersangkutan bisa ditemukan dalam keadaan selamat," harap Kapolsek, ditemui media ini di TKP.

Tim Basarnas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pos Kayangan, Labuhan Lombok, terus merespon kejadian itu. Mengingat arus air laut pada malam itu (Rabu-red) sangat deras sehingga tim Basarnas baru bisa bergerak lakukan penyisiran dari Kayangan mengarah ke pantai Tekalok keesokan harinya.

"Enam orang anggota kami dari Pos Kayangan, turun lakukan penyisiran dari Pelabuhan Kayangan menuju Gili Lawang, Tekalok, tidak ada tanda yang bisa kami temukan," terang Komang Subudiasa.

Tim BNPB dari Lombok Barat dan Sumbawa lanjut Komang, juga turun membantu pencarian. Namun hingga berita ini diturunkan hari ini (3/7) belum ada informasi tanda-tanda ditemukannya Jayadi.

Kartini (33) istri Jayadi terlihat sock mendengar kejadian itu. Dia berharap semoga suaminya bisa ditemukan dan kembali dalam keadaan selamat.

Untuk diketahui merk sampan yang digunakan Jayadi melaut adalah Wahyu Ilahi. Jadi bagi masyarakat nelayan yang kebetulan melaut serta menemukan ciri-ciri tersebut bisa menghubungi tim SAR atau TNI/POLRI setempat. Tim SAR akan terus melakukan pencarian hingga korban berhasil ditemukan. (Ggar)

Related Posts:

Gubernur dan Bupati Dengar Aspirasi Kepala Desa di Lombok Timur

Lotim. SK_Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr.H.Zulkieflimansyah bersama dengan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Timur Sukima  Azmi dan Hai. Rumaksi dengar Aspirasi dan usulan para kades. Kegiatan ini merupakan Rakor FKKD Kabupaten Lombok Timur yang berlangsung di Kebun Raya Lemor, Kecamatan Suela kabupaten Lombok Timur, Kamis 2/7/2020.

Kegiatan ini juga sekaligus kuningan kerja para pimpinan daerah ini dihadiri unsur pimpinan daerah kabupaten Lombok Timur,Camat dan para Kepala Desa di wilayah  kecamatan Suela, Lenek, Aikmel, Wanasaba, Pringgabaya, Sambelia, Sembalun, selong. 

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dalam sambutannya Mengungkapkan bahwa pihaknya tidak mengadakan halal bihalal dengan alasan menjaga Sosial Distancing. Hingga memutuskan untuk mengunjungi Bupati dan Kades di Lotim agar bisa mendengar dan memahami dinamika Daerah serta Aspirasi masyarakat namun tetap patuh pada protokol Covid-19. 

“ sebelum menduduki kursi gubernur  NTB, selama 14 tahun saya menjadi DPR di senayan, namun sekarang setidaknya saya bisa mendengar keinginan langsung dan Aspirasi para kades, Ungkapnya "

Dalam kesempatan itu beberapa Kades juga menyampaiakan keluhan dan aspirasi masyarakat Desa masing-masing

Sementara itu Bupati Lombok Timur dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan biaya 337 Milyar belum bisa melakukan pengerasan Jalan ( Hotmix ) di seluruh Lombok Timur. Ada niatan pada tahun 2020 di APBD Perubahan  ia akan menambah  alokasi dana sebesar 100 Milyar dengan  cara Meminjam di Bank NTB syariah,hal ini selain untuk meningkatkan Aksesibilitas transportasi bagi masyarakat juga untuk memenuhi Janji Kampanye SUKMA yaitu pengerasan semua jalan di Lombok Timur sebelum masa Jabatan berakhir .

Lebih Lanjut Bupati Lombok Timur  juga menyampaikan bahwa Pemda akan membangun Lembaga Pendidikan tinggi berbasis politeknik seperti Politeknik Kehutanan, Pertanian, Perikanan dan peternakan. 

  “Pak kadis kehutanan mohon berikan aset kami yang belum diserahkan oleh provinsi, sudah lama kami tagih tapi sampai sekarang belum juga diberikan ”. ungkap H.Sukiman Azmy. 

“Balai perikanan di Lenek itu segera berikan ke kami pak, karena itu milik Lombok timur Cuma masih di tahan provinsi. Tegasnya

Salah satu Kepala Desa yang ikut dalam acara tersebut Hj. Siti Zaenab Masaro Kades  Labuhan Lombok, menyampaikan Aspirasi kepada Gubernur NTB yang mengunjungi mereka dengan harapan jajaran OPD Provinsi yang diharapkan bisa menampung dan merealisasikan apa yang diajukan para kades berdasarkan Aspirasi dari masyarakat mereka masing-masing. 

Pada kesempatan itu Pula Kades Labuhan Lombok  meminta Pembangunan Fasilitas berupa Lapangan Sepak Bola, karena lahan  diwilayahnya sangat luas namun fasilitas olahraga belum bisa terpenuhi. Jelasnya 

Related Posts:

Sambelia Salurkan BLT DD Akhir

Lombok Timur, SK- Pemerintah Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia Lombok Timur, salurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap III (akhir) berlangsung di aula kantor Desa Sambelia, pada, Selasa, (30/6/2020).

BLT-DD ini menyasar 316 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari Delapan Kepala wilayah (kadus) antaranya, Gubuk Daya, Gubuk Lauk, Barito, Barko, Mekar Sari, Dasan Tinggi, Mekar Mulia dan Dusun Metro.

Penyaluran BLT-DD ini tetap mengedepankan protokol kesehatan mewajibkan semua Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memakai masker untuk menghindari penyebaran Covid-19 di Sambelia.

Sebelumnya,Kades Sambelia, Ahmad Subandi, SE, menyampaikan beberapa hal yang dirasa penting untuk diketahui masyarakat kaitannya dengan bantuan sosial ini. Mengingat BLT yang bersumber dari Dana Desa (DD) ini sudah berakhir.

Bagi warganya yang sama sekali belum tersentuh bantuan sosial dari pemerintah baik bantuan sembako, BST, BLT dan sejenisnya, Subandi menyarankan kepada warganya untuk segera melapor kepadanya.

"Silahkan datang ke rumah saya jika ada diantara Bapak/Ibu yang merasa sama sekali belum tersentuh bantuan," pintanya.

Sebagai kepala desa yang bertanggung jawab pada masyarakatnya, pada kesempatan itu, Subandi meminta kepada warganya yang baru melangsungkan pernikahan sedangkan namanya masih tercantum di KK orang tuanya, supaya segera membuat KK baru.

"Saya ingatkan kepada masyarakat saya se-Desa Sambelia, apabila ada anaknya yang sudah/baru menikah agar segera melaporkan diri untuk membuat KK baru," terangnya.

Tujuannya adalah ketika ada bantuan sosial seperti ini agar semua masyarakatnya bisa menikmatinya. Penyaluran BLT-DD ini juga di dampingi oleh Babinsa Sambelia, Pelda, Fince Nahak. (Ggar)

Related Posts:

Pemandangan Sampah di Pantai Labuhan Haji

Lotim. SK_Wisata pantai Labuhan Haji, salah satu destinasi pariwisata kabupaten Lombok timur yang terkenal dengan keindahannya di semua kalangan masyarakat.

Keindahan tersebut seketika sirna akibat menumpuknya sampah buangan yang entah dari mana datangnya. Hal demikian, menjadi perhatian setiap elemen masyarakat. Tidak terkecuali dari Lembaga kajian kebijakan dan transparansi (LK2T) Selasa 30 Juni 2020.

Melalui sekertaris Tim, Dedy Wahyudi mengatakan "pantai labuan haji kurang diperhatikan oleh pihak terkait" kata dedi.

"Melihat Kondisi sampah-sampah berserakan di bibir pantai, tentu sangat disesalkan" ungkapnya.

"Dinas Pariwisata sebagai representasi pemerintah kabupaten Lombok Timur harus memberikan sentuhan serta membangun sebuah kesepakatan bersama masyarakat setempat melakukan clean up"sikapnya.

LK2T siap terlibat, kata Sekertaris Tim LK2T, sekaligus Ketua Umum HMI komisariat UGR yang akrab di sapa dedi, "Saya mewakili tim atas nama sekretaris TIM LK2T siap bersinergi untuk melestarikan lingkungan kawasan pesisir pantai yang ada di kabupaten Lombok timur" sikapnya.

"Harapan saya kedepannya semoga pantai labuan haji ini harus tetap diperhatikan dan mempertahankan keindahannya" tutup Dedi. (R_sa)

Related Posts:

Pemuda Pringgabaya Ngembun Ronggo, Temukan Bekas Botol Tuak Dan Brem

Lotim. SK_Ikatan Pemuda Pringgabaya gelar Clean Up (Ngembun Ronggo) di lokasi Wisata Pringgabaya. 10 karung trashbag (karung plastik) terisi penuh oleh sampah pengunjung pantai. Minggu, 28/06/2020.

Sampah-sampah yang berserakan tersebut berasal dari lonjakan pengunjung setiap minggunya. Sampah-sampah tersebut di dominasi oleh sampah plastik.

Minimnya tempat sampah juga menjadi salah satu faktor merebak nya sampah di bibir pantai, sehingga merusak keindahan pantai tanjung menangis.

Salah seorang peserta aksi Clean Up, Juliawan (20) menuturkan sampah yang banyak di temukan adalah sampah yang plastik dari pengunjung yang meninggalkan begitu saja.

Lanjut awan, dalam aksi tersebut dia juga menemukan botol-botol bekas minuman Tuak dan Brem. "Saya kira itu botol air minum biasa, ternyata itu botol tuak dan brem" ungkapnya.

Ketua Ikatan Pemuda Pringgabaya melalui sekertaris Umum Aldi Trisakti mengatakan Pantai ini seharusnya bersih dari hal-hal yang bisa merusak citra pantai Tanjung menangis. Mengingat saat ini pantai tanjung menangis sudah menjadi Primadona di kalangan masyarakat menengah kebawah "ya tentunya ini di buktikan dengan ramainya pengunjung tiap minggu"

Lebih jauh dia mengungkapkan agar pihak yang memiliki wewenang pantai tanjung menangis ini, bisa menertibkan tanjung menangis ini dari Orang yang Minum di pantai ketapang " bila perlu usir , dan jangan kasi masuk ke pantai orang yang membawa minuman keras" Tegas Aldi. Menindak lanjuti temuan-temuan saat ini ke depan kami (red.IPP) akan advokasi agar dibuatkan aturan larangan menjual, membawa, atau meminum di lokasi wisata pantai Tanjung Menangis ke Pemerintah Desa Pringgabaya, Tutupnya.

Related Posts:

Warga Kecam Kebijakan Dikbud Coret Dua Sekolah Dasar di Pringgabaya

Lotim. SK_Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 44 tahun 2019 tentang Penerimaan peserta Didik Baru (PPDB) dan dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur Nomor 188.45/709.1/DIKBUD.i/2020 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2020/2021. Pasal 12 Juklak tersebut berbunyi  Seleksi calon peserta didik baru kelas 7 SMP atau bentuk lain yang sederajat mempertimbangkan kriteria dengan urutan perioritas sesuai dengan daya tampung berdasarkan ketentuan rombongan belajar sebagai berikut :

(a) jarak tempat tinggal  ke sekolah sesuai Zonasi.
(b) Usia sebagaimana dimaksud pasal 7 huruf a.
(c) Nilai hasil ujian SD atau b entuk lain yang sederajat
(d) Prestasi dibidang Akademik dan non  akademik.
Dalam pasal 14 ayat (4) Dalam menetapkan radius Zone, Pemerintah daerah melibatkan musyawarah/ kelompok kerja kepala Sekolah.

Ketentuan-ketentuan tersebut seharusnya menjadi acuan pihak penyelenggara PPDB agar tidak menimbulkan polemik. Namun berbeda halnya dengan langkah yang ditempuh oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur melalui Kepala UPT Dikbud Kecamatan Pringgabaya dalam mencarikan Solusi calon Siswa Baru SMPN 1 Pringgabaya.

Sekolah dengan daya tampung 352 orang (32 orang/Rombel/) atau 11 kelas dan yang mendaftar 420 orang ( kelebihan 82 orang. Kondisi tersebut disikapi dengan mencoret/mengeluarkan dua SDN dari Zonasi SMPN 1 Pringgabaya yaitu SDN 04 Pringgabaya dan SDN 08 Pringgabaya, padahal kedua Sekolah Dasar tersebut sudah ditetapkan masuk Zonasi SMPN 1 Pringgabaya. Dan selanjutnya dua SDN tersebut dimasukkan dalam Zonasi SMPN 5 Pringgabaya yang berada di desa Pringgabaya Utara. Jika dibandingkan jarak antara SDN 04 dan 08 Pringgabaya menuju SMPN 1 Pringgabaya adalah 1100 M, sementara ke SMPN 5 Pringgabaya adalah 2500 M.

Kondisi ini menimbulkan reaksi dan protes  dari Masyarakat di dua lingkungan Sekolah tersebut dan mengancam akan melakukan aksi menolak keputusan tersebut karena dianggab akan merugikan anak-anak dari dua sekolah tersebut. Selain itu masyarakat menganggab keputusan tersebut adalah sepihak dan dilakukan diujung tahapan PPDB.

Menyikapi polemic yang berkembang pada masyarakat Komite SMPN 1 Pringgabaya menggelar Rapat pada hari sabtu, 27 Juni 2020 di Sekretariat Komite SMPN 1 Pringgabaya.

Dalam rapat tersebut telah disepakati dan diputuskan bahwa Komite SMPN 1 Pringgabaya menolak Keputusan Dikbud Lotim melalui Kanit UPT Dikbud Kecamatan pringgabaya atas dikeluarkannya SDN 4 dan SDN 8 Pringgabaya dari Zonasi SMPN 1 Pringgabaya dan meminta kepada Dikbud Lotim agar mengacu pada Permedikbud 44 tahun 2019 dan SK Kadis Dikbud Lotim nomor 188.45/709.1/DIKBUD.I/2020 tentang PPDB. Ini sangat ironis peraturan yang dibuat sendiri malah dikesampingkan.

Guna menindak lanjuti putsan pengurus Komite SMPN 1 Pringgabaya tersebut, maka pada hari Senin tanggal 29 Juni 2020 Komite SMPN 1 Pringgabaya akan mendatangi Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Lombok Timur agar menganulir keputusan atas dikeluarkannya SDN 4 dan SDN 8 Pringgabaya dari Zonasi SMPN 1 Pringgabaya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lombok Timur Judan Putrabaya sangat meyesalkan sikap Kanit UPT Pendidikan Kecamatan Pringgabaya Khususnya dan Dinas Pendidikan Lombok Timur pada Umumnya karena dinilai sangat gegabah dalam mengambil kebijakan.

Seharusnya mereka memahami aturan yang telah mereka terbitkan sendiri, padahal dalam kondisi sekolah kelebihan calon peserta Didik baru telah diatur dalam Permendikbud 44 tahun 2019 dan dituangkan pula dalam Petunjuk Pelaksana PPDB Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim pada pasal 12 hurup a,b,c dan d.

Jadi Panitia PPDB SMPN1 Pringgabaya seharusnya tetap mengacu pada aturan main yang mereka terbitkan sendiri. Mengeluarkan Sekolah yang sudah ditetapkan masuk dalam Zonasi Sekolah yang bersangkutan dalam hal ini Zonasi SMPN 1 Pringgabaya adalah sebuah pelanggaran terhadap ketentuan yang ada, bahkan ada indikasi perampasan atas hak-hak anak untuk mendapatkan tempat pendidikan yang berkualitas. Perkara pada akhirnya ada dianatara dua SDN (SDN 4 dan 8 Pringgabaya-baca ) ada yang tidak lolos tapi peroses PPDB yang dilakukan sesuai ketentuan yang ada dapat difahami, yang sulit diterima adalah Memberangus hak-hak anak dari dua SDN tersebut secara sepihak dan dalam Permendikbud 44 tahun 2019 dan SK Kepala Dinas Pendidikan Lotim nomor 188.45 pada pasal 28 ayat (1) berbunyi dinas Pendidikan Wajib memastikan bahwa semua sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah daerah dalam proses PPDB telah menerima peserta didik sesuai dengan Zonasi yang telah ditetapkan dan ayat (2) berbunyi Dinas Pendidikan dan sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah TIDAK DAPAT menetapkan persyaratan lainnya  dalam proses PPDB yang bertentangan dengan Permendikbud 44 tahun 2019.

Dengan demikian mencoret/ mengeluarkan sekolah dari Zonasi yang telah ditetapkan adalah pelanggaran dan ada ancaman pidananya, karena SDN 4 dan SDN 8 Pringgabaya sudah ditetapkan masuk wilayah Zonasi SMPN 1 Pringgabaya dan berkas-berkas persyaratan calon peserta didik yang berasal dari dua sekolah tersebut sudah diserahkan pada panitia PPDB Zonasi SMPN 1 Pringgabaya, demikian Judan PB kembali menegaskan.

Oleh: Judan Putrabaya

Related Posts:

Baznas Lotim Prioritaskan Bantu Penderita Kronis

Lombok Timur, SK - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, akan lebih memprioritaskan bantuan kepada masyarakat rentan terutama keluarga tidak mampu yang menderita penyakit kronis atau menahun.

Demikian pernyataan disampaikan ketua III Baznas Lombok Timur, Hamzani, SE, pada Jurnalis Speaker Kampung di kantornya, Rabu (24/6/2020).

Hamzani menjelaskan, pemberitaan media sebelumnya banyak menyoroti soal manajemen Baznas yang amburadul. Sehingga mendorong pihaknya untuk terus berbenah lebih baik lagi dalam mengelola uang umat.

Setiap hari katanya, pihaknya banyak menerima proposal namun, proposal itu perlu dipilah terlebih dahulu. Mana yang dianggap urgent itu yang didahulukan seperti bantuan untuk masyarakat yang menderita penyakit menahun (kronis).

"Bagi keluarga tidak mampu serta menderita penyakit kronis, Insya Allah sehari uangnya bisa cair dengan membawa langsung persyaratannya. Kami akan turun langsung menyerahkan bantuan kepada yang bersangkutan," terang Hamzani.

Untuk meminimalisir permainan oknum, disarankan kepada masyarakat terlebih dahulu melengkapi persyaratan yang telah ditentukan.

Persyaratan yang dimaksud adalah, foto copy KTP/KK, surat keterangan tidak mampu dari desa atau camat. Kemudian, surat keterangan sakit dari puskesmas atau rumah sakit diantar langsung ke Baznas.

Jika persyaratan yang dibawa tersebut tidak melampirkan surat keterangan tidak mampu yang sudah ditandatangani Kades atau Camat, maka permohonan tersebut tidak akan bisa dicairkan pihaknya.

"Kita ingin retas permainan oknum agar bantuan tersebut tepat sasaran. Minimal keluarga penderita yang tercantum namanya dalam KK, itu yang akan kami diberikan," tutup Hamzani. (Ggar)

Related Posts:

Warga KLU Tewas di Kos Anjani

Anjani.SK_Seorang pemuda (22) asal Kabupaten Lombok Utara ditemukan tewas terlilit kabel di kamar kos miliknya pada 27/06/2020 di Dusun Anjani Barat Desa Anjani Kecamatan Suralaga  pada pukul 11.00 wita.

Diketahui korban merupakan mahasiswa semester enam  dari salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Kabupaten Lombok Timur.

“Jam sembilan tadi pagi korban masih keluar kamar dan sempat berbicara dengan saya, tapi jam 11 sudah ditemukan tergeletak dilantai dengan leher terlilit kabel.

 Kalau dilihat dari bentuk kamar tidak mungkin korban gantung diri karena tidak ada kayu tempat menggantung di sana” ungkap  Nurhasanah salah satu teman kos korban di lokasi kejadian.

Polsek Suralaga melalui babinkamtibmas wilayah Desa Anjani M. Nasir saat di konfirmasi membenarkan kejadian tersebut, namun sampai siang ini belum diketahui motif tewasnya korban.

"Yang jelas, kasus ini sudah dalam penyelidikan Polres kabupaten Lombok timur" Ujar M Nasir.

Penulis

Related Posts:

Minimnya PHBS Pada Anak, LSD Anjani Turun Ke Sekolah

Lotim.SK_Sosialisasi dan edukasi tentang penerapan perilaku hidup bersih dan sehat  (PHBS) di kalangan anak-anak belum begitu spesifik diperhatikan oleh pemerintah maupun masyarakat.

Perhatian masih di fokuskan ke masyarakat secara umum tidak pernah ada perhatian khusus yang diberikan ke anak anak. Sehingga berangkat dari itu Lembaga Sosial Desa Anjani (LSD Anjani) dalam menanggapi  kondisi  hari ini tidak tinggal diam.

Melalui LSD Goes to School, LSD terjun langsung ke sekolah untuk melakukan edukasi dan sosialisasi bersama tim medis desa anjani.

Sejauh ini  sudah tujuh sekolah di desa anjani  yang sudah di kunjungi  lsd dalam project goes to school nya yang dimulai sejak april 2020 yang lalu.

Pada Kamis , (25/06/2020) LSD mengunjungi  (pendidikan anak usia dini )PAUD Nurul Wathan  yang terletak di dusun banjar manis desa Anjani.

  Sebanyak 48 orang siswa dan puluhan wali murid serta guru  sangat antusias mengikuti edukasi dan sosialisasi yang disampaikan oleh pengurus lembaga sosial desa serta tim medis  desa anjani yang menjadi mitra  LSD dalam project ini.

Kepala Sekolah PAUD Nurul Wathan Anjani, Bapak Jalaluddin, S.Pd.I. tentu sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh LSD Anjani.

“Mengesankan dan inspiratif anak anak muda dengan berbagai macam talenta, ini menjadi kabar baik untuk negeri, terimakasih telah mengunjungi sekolah kami” ujarnya.

Bukan hanya itu LSD juga   mengajak para siswa untuk tidak takut pada virus Corona dan memberikan simulasi serta mempraktikan langsung  cara mencuci tangan serta pemakaian masker dengan baik dan banar, sebagai salah satu bentuk pencegahan agar tidak tertular virus.

Related Posts:

Sekdes Optimis Desa Senanggalih Jadi Desa Maju

Lombok Timur, SK - Desa Senanggalih, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB pada Tahun 2021 optimis akan menjadi desa maju. Demikian dikatakan Sekretaris desa (sekdes) Sugita Jiwantara, pada media ini, Senin, (22/6/2020)

Desa yang memiliki penduduk 740 KK dengan  3.000 jiwa ini memiliki luas 864,95 Ha. Desa ini branding dengan Wisata Anggurnya sehingga, sudah sepantasnya Senanggalih dijuluki Desa Wisata Anggur.

Ketika jurnalis Speaker Kampung bersama Polsek Sambelia, Kades Senanggalih H. Suparlan beserta stafnya turun survey ke lokasi seperti apa kesiapan desa tersebut menuju Kampung Sehat yang digagas oleh Kapolda NTB.

Terbukti usaha produktif, kreatif, inovatif lengkap disana. Seperti Gren Horse yang dibangun di tengah perkampungan warga dikelola secara mandiri memanfaatkan lahan kosong pekarangan rumah dengan bermacam ragam  tanaman hortikultura seperti tanaman  hias, buah-buahan, sayuran yang berkualitas siap menerima pesanan pelanggan.

Pengembangbiakan Sapi, Kambing, Unggas kemudian usaha kerajinan tangan, produksi jamu untuk meningkatkan imunitas tubuh dari serangan virus corona didominasi oleh ibu rumah tangga secara mandiri juga bisa menjadi andalan meningkatkan ekonomi rumah tangga di tengah pandemi.

Meskipun tidak ada perusahaan yang berinvestasi di wilayahnya yang bisa menyerap tenaga kerja atau bisa  menambah Pendapatan Asli Desa (PADes) seperti desa lain, namun Kades Senanggalih tidak pernah merasa kecewa. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memberdayakan masyarakatnya memanfaatkan Dana Desa (DD) yang ada.

Bersama perangkatnya, dia terus bersinergi, membangun kepercayaan masyarakat dengan menggandeng pemuda, tokoh agama dan masyarakat agar sama-sama bergerak membangun desanya. Meskipun diketahui tidak semua niat baik itu akan berakhir dengan baik.

Tidak sedikit juga masyarakat yang dipimpinnya tidak senang dengan gaya kepemimpinannya tapi itu menurutnya hal yang wajar terjadi. Apalagi ketidaksenangan itu masalah politis dan prinsip.

Berkat kerjasama yang baik, dan intens bersama pemuda dan seluruh elemen masyarakat, sehingga segala bentuk usaha yang warga lakukan berjalan dengan baik, terstruktur serta masif apabila pemdes serius mendukung usaha warganya.

Badan Usaha milik Desa (BUMDes) seperti toko BUMDes, PAMDes, KRPL, Internet, diberikan hak pengelolaannya kepada pemuda dan masyarakat sesuai skillnya. Usaha desa yang mungkin sangat menjanjikan keuntungan bernilai ekonomis adalah internet yang mungkin saja desa lain belum mengarah ke sana tapi, Pemdes Senanggalih sudah mengerjakannya.

Nah, usaha ini menurut Sugita Jiwantara panggilan Gito, sudah dilakoni sekitar Enam bulan lalu menggandeng pengurus BUMDes. Aset milik Yuvi.net Labuhan Pandan katanya, dibeli seharga Sepuluh juta dengan sistem kontrak selama dua tahun.

"Pemasangan akses internet ini adalah bagian dari membuka jendela dunia," terang Gito panggilan akrabnya.

Kemudian lanjutnya, masyarakat yang ingin menggunakan jaringan internet di wilayah Senanggalih, harus membeli vocer pada agen. Lima belas (15) orang agen sudah bekerjasama dengan pengurus BUMDes. Sepuluh persen keuntungan untuk agen. Kemudian agen tersebut diberikan hak menggunakan jaringan internet secara gratis.

"Bagi warga luar desa untuk senentara belum bisa kami layani mereka fokus pada warga Senanggalih saja," jelasnya.

Pemasangan jaringan internet khusus di Senanggalih, lanjut Gito, diniatkan untuk mempermudah pemasaran usaha warga secara online atau memanfaatkan media daring. (Ggar)

Related Posts:

Kepedulian Kita Membantu Meringankan Penyakit Tumor Warga Sambelia

Lobok Timur, SK - Miris, Mawardi alias Amaq Ribut, warga Dusun Dasan Tinggi, Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, saat ini tengah berperang melawan penyakit tumor ganas yang diderita sejak setahun lalu.

Penyakit tumor ganas ini menyerang mulut dan hidungnya sehingga dia susah untuk bernapas apalagi makan, sebab bagian bibir dan hidungnya tumbuh daging yang membusuk.

Mawardi panggilan sehari-hari Amaq Ribut (52) termasuk golongan keluarga tidak mampu. Dia tinggal di Rumah Tahan Gempa (RTG) bersama istrinya Salmiah (45) sementara tiga orang anaknya menjadi buruh migran ke Malaysia.

Diceritakan istrinya, setahun lalu suaminya pernah menjalani operasi. Namun tidak berselang lama penyakit tumornya itu kembali kambuh, sehingga terpaksa dia harus dibawa berobat ke RSUP Mataram. Selama di Mataram, sembari menunggu jadwal kemoterapi, dia tinggal di kontrakan dengan biaya sewa 900 ribu.

Menyewa kos sebesar 900 ribu rupiah selama dua puluh hari tentu sangatlah berat dirasakan apalagi dia kategori keluarga tidak mampu. Belum lagi biaya makan dan transportasinya sehingga dia memutuskan untuk pulang sejak tiga hari lalu atas ijin dokter.

"Tadi saya dikasih uang Seratus ribu oleh tetangga biaya bikin bubur. Karena hanya bubur dan air yang bisa masuk ke mulutnya itupun sedikit saja kebanyakan yang tumpah," terang Salmiah, di rumahnya (20/6/2020)

"Sejak Januari lalu, uang yang habis untuk biaya makan, transportasi serta kebutuhan lainnya sebanyak dua belas juta, itu pun dapat pinjaman dan sekarang sudah tidak ada lagi," katanya terlihat sedih sambil mengelus kepala suaminya.

Tapi, beruntung dia memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) sehingga sedikit bisa meringankan biaya pengobatan selama di rumah sakit. Tapi memiliki KIS tidak serta merta bisa mengakomodir kebutuhan hidupnya. Semenjak suaminya sakit, dia tidak bisa keluar mencari rezeki, karena harus merawat suaminya.

Program BLT-DD memang dia dapatkan selama tiga bulan, tapi itu jauh dari cukup. Sehingga dia berharap kepada pemerintah melalui dinas terkait atau lembaga peduli kemanusiaan lainnya supaya sedikit memberi perhatian kepada keluarga ini.

Untuk sementara menunggu jadwal kemoterapi berikutnya, pada 3 Juli mendatang, melihat kondisi fisiknya tidak berdaya keluarganya memutuskan membawanya ke Puskesmas agar bisa ditangani secara medis. (Ggar)

Related Posts:

Desa Bebidas Tingkatkan Pendapatan Asli Desa

Pemerintah Desa Bebidas Mengadakan Acara Launching Dan Penandatanganan Kerjasama Penanaman Alpukat Dengan Masyarakat Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur, pada Minggu (21/6/20). Penandatangan kerjasama ini disaksikan Oleh Wakil Bupati Lombok Timur H. Rumaksi, Kelompok Peduli Lingkungan, Kepala Desa Bebidas, Camat Wanasaba, Ketua BPD dan Kepala Balai TTNGR. Acara ini di lanjutkan dengan penanaman alpukat secara simbolis oleh Wakil Bupati Lombok Timur H.Rumaksi.

Acara ini merupakan program yang telah lama dicanangkan  oleh Pemerintah Desa Bebidas namun terhalang oleh kondisi Covid 19. Tantangan desa dalam menghadapi segala bentuk permasalahan tentu perlu mengambil langkah yang tepat untuk  menyelesaikan segala persoalan, Dengan dana desa yang kecil dibandingkan dengan luas wilayah dan jumlah penduduk desa bebidas perlu adanya inovasi didalam meningkatkan pendapatan asli desa tentu dengan melihat potensi-potensi desa. Untuk itu program penanaman alpukat Ini dirasa dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan  meninkatkan pendapatan asli desa, dimana sebanyak 20.000 bibit pohon alpukat ini akan ditanam di tanah warga dan sepanjang jalan Desa Bebidas.
Kepala Desa Bebidas Harmaen menerangkan “ dalam program penanaman alpukat ini yang lebih penting adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pendapatan asli desa, penanaman alpukan akan dilakukan ditanah-tanah warga  yang tidak termanfaatkan kemudian di sepanjang jalan Desa Bebidas dan akan menjadi aset besar desa selama 4 sampai 5 tahun kedepan”, selain itu pemerintah desa akan memberikan warga bibit dengan mengambil 12% dari keuntungan hasil panen alpukat“, Harmaen juga menambahkan  program ini sangatlah sederhana, alpukat didesa Bebidas tidak perlu dirawat  hanya tingal menanam saja  sebab tanah kita di Desa Bebidas sangatlah subur. penanaman alpukat ini sebagai peningkatan pendapatan masyarakat dan pendapatan asli desa  untuk menuju desa yang mandiri. sebesar 30 persen luas wilayah kecamatan wanasaba berada di desa bebidas termasuk jumlah penduduk sehingga dana desa tak cukup namun berkat sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah desa masyarakat tidak menuntut.



Sementara itu Wakil Bupati Kabupaten Lombok Timur H. Rumaksi Mengatakan “Penanaman alpukat disepanjang  jalan desa ini sangatlah luar biasa dan memanfaatkan tanah pekarangan dengan sebaik-baiknya ini akan sangat luar biasa. apabila ini menjadi projek di seluruh Kabupaten Lombok timur  dan dapat dikembangkan oleh desa-desa se Kabupaten Lombok  Timur  dapat membantu pelstarian linkungan dan dan udara benar-benar bersih dengan adanya pohon yang dilestarikan selain meningkatkan pendapatan asli desa”.(Wa)




Related Posts:

Jurnalis Warga Komitmen Soroti Kawasan Tanpa Rokok

Lombok Timur, SK - Berbicara tentang rokok dan perokok memang tidak akan pernah ada akhirnya. Mengingat sebagian dari rakyat Indonesia perokok aktif, mulai dari kalangan masyarakat ekonomi kelas bawah, menengah hingga sekelas pejabat pun ada yang merokok.

Jadi tidak heran apabila media komunitas Speaker Kampung terus mengangkat isu ini ke permukaan mengingat target rokok ini kebanyakan menyasar anak muda dan pelajar.

Isu Kawasan Tanpa Rokok (KTR) beberapa hari lalu pernah diangkat dalam program Dialog Khusus Selaparang TV dengan tema Corona dan Rokok, menggandeng aktivis anti rokok dan Sekretaris IDI Lombok Timur.

Kemudian, pada Jum'at (19/6/2020) Jurnalis Speaker Kampung, kembali adakan mentoring online membawa isu yang sama. Dengan isu KTR, mengundang penggiat media komunitas

Dialog virtual menggunakan aplikasi zoom dengan moderator, Rian Arsyad, bersama jurnalis Speaker Kampung, aktivis anak dari Gagas serta mahasiswa dari UMM.

Untuk itu, sebagai Media Warga, Speaker Kampung dari awal berkomitmen untuk terus memprovokasi pemerintah agar perda KTR tersebut bisa dijalankan, tidak hanya sebatas di atas kertas.


Menyikapi fenomena seperti itu, aktivis anak dari Gagas Foundation, Mataram, Halid, menjelaskan, kita ini katanya ibarat Mobil pemadam kebakaran (Damkar) sudah terbakar baru kita eksekusi.

Kenapa pemerintah termasuk orang tua dan tenaga pendidik tidak berusaha melakukan pencegahan lebih awal sebelum terjadi. "Kita tau sasaran sponsor rokok ini terbanyak adalah anak muda dan pelajar," kata Halid.

"Pangkas akar permasalahannya, kekuatan kata-kata mampu mengedukasi anak-anak. Jangan pernah copy paste kebiasaan orang tua merokok," tambah aktivis muda asal Kota Praya ini.

Begitu pun dikatakan Sukron, aktivis Lentera Anak yang juga anggota Gagas. Bersama teman- teman aktivisnya,  pernah mengajukan harga rokok dinaikkan berlipat-lipat. Tujuannya supaya masyarakat tidak lagi membeli/konsumsi rokok pabrikan tapi, lagi-lagi bagi perokok aktif nyatanya itu tidak ada efeknya.

Merk rokok familiar, dikenal konsumen akan rasanya kata Fikri, bisa saja dinaikkan harga jualnya, tapi produsen rokok pinter. Mereka akan mengeluarkan merk rokok baru dengan kemasan baru, harga terjangkau kemasannya bisa menghipnotis mata konsumen sehingga membuat orang tertarik untuk membelinya.

Apapun jurus yang dikeluarkan perusahaan rokok, aktivis anti rokok yang peduli generasi penerus bangsa, tidak akan pernah diam. Mereka akan terus melakukan provokasi kepada pemerintah agar perda KTR ini bisa benar-benar dijalankan sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. (Ggar)

Related Posts:

Gawe Repah Sasak, Solusi Cegah Korupsi Dana Desa

OLEH: RIAN ARSYAT
Enam tahun sudah perjalanan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Berbagai macam temuan pun telah banyak di temukan dalam pengimplementasian undang-undang desa ini. mulai dari temuan keberhasilan sampai pada temuan-temua terburuk yang mencekam. Dari segi baik, banyak desa yang semakin maju dan sejahtera. Dan pada sisi negatif nya, banyak di temukan penyalahgunaan kewenangan, bahkan pada penemuan extraordinari crime (kejahatan luar biasa-red). Kejahatan-kejahatan ini semakin meningkat setelah di anggaran nya Dana Desa dari pemerintah pusat. Tetapi sangat di sayangkan,bukan temuan keberhasilan yang banyak, justru temuan-temuan tentang keburukan yang terbanyak. Sebut saja banyak kasus korupsi dana desa yang terjadi.
Banyak nya kasus korupsi yang terjadi tentu di akibatkan adanya satu nilai luhur yang di lupakan oleh pmerintah desa dalam penyelenggaran pemerintahan. Dalam undang-undang desa di jelaskan bahwa desa di berikan kewenangan dan hak untuk menyelenggarakan pemerintahan nya sesuai dengan kearifan lokal. Hal itu jelas di atur dalam pasal 24 UU No 6 Thn 2014, bahwa penyelenggaran  pemerintah desa berdasarkan atas; kepastian hukum, tertib penyelenggaran pemerintahan, tertib kepentingan umum, keterbukaan, proporsional, profesional, akuntabilitas,efektifitas, kearifan lokal, keberagaman, dan partisipatif. Secara teoritis UU desa sudah mengatur tentang penyelenggaran pemerintahan berasaskan good governance. Akan tetapi nihil pada implementasi
Mungkin saat ini pemerintahan desa sudah banyak melaksanakan pemerintahan desa berasaskan good governance, tetapi sedikit sekali pemerintahan desa yang dalam implementasi pemerintaha  menggukan pendekatan kearifan-kearifan lokal, keragaman budaya serta partisipasi masyarakat yang ada. 

sehingga nilai-nilai luhur dan jati diri yang dimiliki oleh setiap individu bahkan masyarakat semakin tergerus. Maka tidak heran banyak terjadi kasus-kasus penyalah gunan wewenang atau bahkan korupsi berjamaah oleh kepala desa dan perangkat desa. Kita boleh modern tetapi tidak boleh melupakan ajaran-ajaran yang memiliki nilai luhur tinggi di atas moderisasi itu.

Implementasi pemerintahan melalui GAWE RAPAH !
Pada dasarnya jauh sebelum istilah good governance berkembang, praktek pemerintahan yang akuntable, transparansi, kesetaraan atau berkeadilan, serta rule of the law sudah di praktikkan oleh masyarakat sasak tetapi dalam konstruksi yang berbeda. Istilah itu disebut dengan Gawe Rapah.
Kata Gawe Rapah berarti pertemuan besar atau rapat, sedangkan istilah rapah berasal dari Arab yang berarti kedamaian. Jadi Gawe Rapah adalah sebuah pertemuan secara berkala antara pemimpin dan rakyatnya dalam rangka mencari solusi atas berbagai persoalan yang ada, mulai dari kasus yang terjadi antar individu, kelompok samapai pada setiap kebijakan-kebijakan pemerintahan yang dinilai merugikan masyarakat atau yang tidak pro terhadap masyarakat.
Tradisi ini biasanya dilakukan satu kali dalam setahun, yang tujuannya tentu untuk merumuskan suatu kebijakan yang akan di bentuk oleh pemimpin.gawe rapah ini dihadiri dari berbagai elemen masyarakat, dari tingkat RT, Tokoh Pemuda, Tokoh agama, dan tokoh adat. Dalam gawe rapah ada beberapa sesi acara, anataralain  sebagai berikut
Sesi pertama, Ngenduh Rerasan (penyampaian aspirasi). Ngenduh rerasan merupakan proses penyampaian aspirasi oleh masyarakat kepada pemimpin, agar apa yang menjadi problem dimasyarakat dapat dijadikan sebagai formulasi membuat kebijakan. Pada sesi ini masyarakat di berikan untuk menyampaikan segala keinginan nya, tentang apa yang ingin di bangun yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada umum nya. Masyarakat juga di berikan kesempatan untuk menyampaikan keritikannya ke pemerintah.
Sesi kedua, Gundem (merancang kebijakan). Merupakan proses dimana masyarakat di berikan kesempatan untuk mengusulkan solusi dari akar masalah yang terjadi, atau pemerintah mencoba memberikan tawaran  kepada masyarakat cara untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di masyrakat.
Sesi ketiga, Sangkep (Penetuan kebijakan). Sesi ini pemimpin akan memutuskan kebijakan yang tepat untuk di putuskan dari sekian banyak rumusan kebijakan yang di tawarkan baik oleh masyarakat atau pemimpin. Keputusan ini tentu tidak serta merta hanya pemimpin yang berhak, tetapi keputusan ini adalah keputusan atas dasar kesepakatan bersama warga masyarakat.
Sesi terahir, keempat yaitu membuat awik-awik (Rule Of Law). Awik-awik adalah produk hukum yang di buat oleh masyarakat. Baik tentang aturan tentang kebijakan serta punisehment (sanksi) yang akan di berikan apabila ada pelanggaran janji kesepakatan atau kebijakan yang telah di sepakati tersebut. Aturan ini bukan saja mengikat masyarakat tetapi juga mengikat pemimpin.
Dari proses itu, semua element harus tunduk atas kesepakatan yang di bangun bersama. Pemimpin dan masyarakat memiliki status yang sama di mata awik-awik. Sanksi yang di buat akan sama di berikan kepada pelanggar kebijakan tersebut tanpa pandang bulu, golongan dan jabatan.
Bukan saja soal perumusan kebijakan, digawe repah pemimpin juga meberikan informasi kepada masyarkat tentang program yang sudah dilaksanakan dan apa hambatan nya. Digawe repah  pemerintah memberikan laporan pertanggung jawabannya kepada masyarakat. Masyarakat berhak bersuara, menolak, mengecam bahkan sampai pada memberikan keritik-keritik pedas pada pemimpin, tetapi tetap dengan mengedepankan adab serta menggunakan bahasa yang baik, santun dan halus.

Gawe Repah Solusi Pencegahan Korupsi Anggaran Dana Desa
Kita tidak akan menjadi orang kolot, kuno, atau bahkan konservatisme apabila menggunakan kembali sistem itu. Hari ini mengapa banyak terjadi penyelewengan dana desa, kerena salah satu sebabnya adalah kita menghilangkan spirit nilai-nilai luhur kebudayaan yang di wariskan kepada kita oleh nenek moyang.
India bisa maju, dan terbebas dari korupsi sebab guru besar India Mahatma Ghandi mengajarkan kepada petinggi negara untuk selalu kembali kepada nilai-nilai dasar kehidupan yang di wariskan nenek moyang bangsa india.nilai itu adalah Satyagraha (jalan kebenaran), Ahimsa (tanpa kekerasan), Swadesi (Swadaya).

Maka hari ini, kita juga harus kembali kepada ajaran-ajaran tentang pemerintahan yang di wariskan oleh nenek moyang. Contoh saja sistem gawe repah ini. Didalamnya banyak terkandung nilai-nilai yang tidak bisa di temukan dalam teori-teori negara luar yang kita adopsi dalam tata kelola pemerintahan. Kita anggap itu kolot, kuno dan harus berevolusi. Sehingga kita terjebak pada labirin gelap karya kolonial. Kita tidak sadar bahwa good governance  adalah buah karya dari kapitalis kolonial.

Dengan sistem gawe rapah, masyarakat dapat terlibat aktif dalam perumusan kebijakan. Masyarakat sekaligus di posisikan sebagai perancang kebijakan, pembuat kebijakan, pengawas kebijakan bahkan pada pengimplementasian dari kebijakan. Tentu ini tidak akan berat dilaksanakan, sebab setiap kebijakan itu di hasilkan atas dasar kesepakatan bersama yang di putuskan dalam Sangkep di balai rapah.

Gawe rapah syarat akan makna, mengandung tata kelola pemerintahan yang baik, transparansi, akuntable, berkeadilan serta melahirkan rule of the law sesuai dengan jati diri masyarakat. Hal yang harus digaris bawahi ialah komitmen masyarakat tidak dapat disamakan dengan komitmen pemerintah atau politisi. Komitmen masyarakat di tempatkan pada nilai yang tertinggi. Sebab mengingkari keputusan bersama berarti telah menghinakan diri sendiri.Bagi masyarakat awik-awik bukan sekedar hukum, meski tidak tertulis sebagai mana undang-undang.  Masyarakar bukan tipe pengobral janji sebagaimana janji manis politisi saat kontelasi politik. Ketika asas-asas dalam gawe rapah di terapkan, bisa kita pastikan bahwa ini dapat menekan penyalah gunaan kekuasan, kewenangan, dan Korupsi Kolusi Nepostisme di desa.

Penulis: Jurnalis Warga dan Kader  SANTRI (Sekolah Anti Korupsi)

Related Posts:

Mempertanyakan Macan Kertas Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR)


Oleh: Rian Arsyat.
Indonesia Adalah Semacam Firdaus-Jannatu-Na’im
Sangat Ramah Bagi Perokok,
Tapi Tempat Siksa Kubur Hidup-Hidup Bagi Orang Yang Tak Merokok,
Di Balik Pagar Smu Murid-Murid Mencuri-Curi Merokok,
Di Ruang Kepala Sekolah Ada Guru Merokok,

Di Kampus Mahasiswa Merokok,
Di Ruang Kuliah Dosen Merokok,
Di Rapat Pomg Orang Tua Murid Merokok,
Di Perpustakaan Kecamatan
Ada Siswa Bertanya
Apakah Ada Buku Tuntunan Cara Merokok.

Penggalan puisi karya Taufik Ismail itu merupakan gambaran realitas sosial yang terjadi saat ini. betapa mengerikannya kondisi generasi anak anak negeri yang sudah banyak teracuni oleh rokok. Iklan-iklan menjarah semua tempat, sekolah, Fasilats kesehatan, media televisi, internet, hingga media sosial, tak ada yang terlewatkan dari iklan rokok. Belum lagi iklan rokok yang menyelinap di event-event balap mobil, sepak bola, bahkan nyata masuk melalui pendidikan dengan jurus beasiswanya. Seolah para produsen rokok ini baik, perhatian terhadap atlit, pedndidikan dan lainnya. Padahal itu hanyalah strategi syitan Marketing produsen rokok untuk mengiklankan rokok kepada generasi anak negeri.

Belum lagi kita menghitung model iklan rokok yang dengam murah di jual. Spanduk-spanduk, baliho-baliho terpampang jelas di depan mata anak negeri. Yang paling di sasar adalah anak-anak Sekolah Menangah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) bahkan pada tingkat Mahasiswa. Di jalan-jalan jalur pendidikan berjamur iklan rokok. Sehingga sejauh mata memandang yang kita lihat bukanlah keindahan taman kota atau taman-taman jalan, tetapi yang tampak adalah gambaran kehancuran abak negeri.

Tercata jumlah perokok di kalangan anak-anak di indonesia cukup tinggi. Bahkan setiap tahun mengalami peningkatan. Data kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (PPPA)RI,  menyebutkan di tahun 2018 saj ada 9,1 Persen anak usia 10-18 tahun di indonesia merupakan perokok aktif. Dengan 2,1 persen anak-anak sudah mengenal rokok sebelum usia 14 tahun.  Tentu angka ini akan terus meningkat apabila tidak adanya penanganan yang secara serius untuk di lakukan oleh pemerintah. Bahkan di prediksi pada tahun 2030 mendatang perokok anak akan ,emcapai angka 15,8 juta atau 15,91 persen  data ini sesuai dengan proyeksi Bappenas Tahun 20018.

Pemerintah memang telah berupaya untuk melawan promosi rokok ini dengan menerbitkan Peraturan bersama tiga kementerian dalam merumuskan regulasi soal Kawasan Tanpa Rokok, ketiga kementerian itu ialah Kemenkes, kemendagri dan kementerian Pendidikan, yang kemudian di lanjutkan oleh pemerintah daerah untuk membuat regulasi yang sama yang kita kenal dengan istilah Perda kawasan tanpa rokok (Perda KTR).  

Macan Kertas Perda KTR?
Perda KTR merupakan suatu regulasi yang di buat untuk mengatur tentang area, ruang ataupun tempat-tempat larangan untuk merokok, mengiklankan rokok, memperoduksi rokok, dan menjual rokok ataupun produk tembakau lainnya. Di nusa tenggara barat Perda KTR di bentuk pada tahun 2014. Sejak terbentuknya perda tersebut NTB memberlakukan KTR di beberapa fasilitas umum. Di taman-taman kota, kantor-kantor publik, pusat kesehatan, sekolah dan lain sebagainya.

Tapi mari kita lihat fakta lapangannya, apakah sudah terlaksana susuai yang di amanatkan oleh regulasi tersebut? Jawabannya tentu tidak, mengapa? Karena masih banyak kita temudak di depan-depan sekolah warung-warung menjual rokok kepad usia anak. Di warung-warung juga masih ada spanduk-spanduk promosi rokok, bahkan mirisnya di sebutkan harga ecerannya. Bukan saja pedagang, para guru juga masih banyak kita temudkan yang merokok di dalam kelas saat jam sekolah, atau merokok di ruang guru, di depan halaman ruang guru. Padahal sekolah adalah area terlarang menjual, mempromosikan, apalagi merokok. Bahkan sekolah dilarang untuk membuat ruang atau area bebas rokok pada perda KTR nomor 3 tahun 2014.

Bukan saja di sekolah, di pusat kesehatan masyarakat (PUSKESMAS) pun masih bergentayangan iklan rokok dan orang merokok. Di warung samping kanan puskesmas ada pedagang rokok. Bahkan faktayang penulis temukan ada perawar merokok di area pusksesmas. Padahal puskesmas adalah area yang bisa di katakan haram untuk merokok. Tapi masih saja kita temukan banyak oknum perawat yang merokok. Kalau ditanya apa faktornya, jelas ini soal ketegasan dalam menerapkan regulasi KTR tidak ada oleh menejemen  puskesmas.

Dalam perda tersebut juga di sebutkan langkah apa yang harus di lakukan oleh pihak yang memiliki kewenagan dalam melaksankan perda KTR itu. Salah satunya daalah melakukan pembinaan, pengawasan dan sosialisasi. Fakta lapangan menunjukan bahwa pengawasan, pembinaan tidak banyak dilakukan baik oleh petrugas kesehatan ataupun oleh perangkat daerah yang memiliki keterkaitan dalam perumusan kebijakan soal kawasan tanpa rokok. Tak jarang kita temukan oknum petugas kesehatan ataupun pihak yang memiliki kewenangan menindak perokok di area KTR juga merokok, bahkan meminjam korek pada warga yang merokok di area KTR itu.

Bisa kita katakan komitmen pemerintah inkonsisten dalam menrapkan regulasi itu. Pemerintah tidak sugguh-sungguh dengan apa yang di buatnya. Tidak heran pula mengapa banyak anak merokok, dan terus kan mengalami peningkatan. Faktor itu adalah orang-orang yang memiliki kewenangan untuk menegakkan perda tersebut justru sebagai pelaku. Bisa dikatan regulasi itu hanyalah bentuk pengguguran dosa pemerintah. Kemudian regulasi itu hanya kertas biasa yang tidak memiliki power.

Semestinya ketika dikatakan bahwa perda KTR ini adalah macan kertas, maka regulasi ini harus menindak siapapun tanpa pandang bulu. Regulasi ini harus sangar sebagaimana orang-orang menyematkan pada namayan. Jangan hanya di tempel di dinding-dinding bisu. Jika perlu tempat-tempat publik di buatkan pengumuman secara audio yang di putar secara berkala di tempat tersebut. Jangan hanaya bandara yang memiliki coice costumer service untk memanggil penumpang. Fasiltas publik juga perlu di buatkan hal itu untuk menertibkan para perokok. 

Related Posts:

Perda KTR Sebatas Kertas, Surga Firdaus Bagi Para Perokok

Lombok Timur, SK- Peraturan daerah yang dikeluarkan pemerintah melalui Perda Nomor 3 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) hanya sebatas peraturan. Namun pada implementasinya, pemerintah terlihat seakan tidak serius menjalankan regulasi yang dibuatnya.

Untuk mengangkat isu tersebut, LPP Selaparang TV, pada (16/6/2020) bekerjasama dengan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) dan IDI Lombok Timur, mengadakan dialog khusus menghadirkan dua orang narasumber. Diantaranya, Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Lombok Timur, Dr. Ade Anugerah Aryana dan satu lagi aktivis anti rokok asal Suela Lombok Timur, Hajad Guna Roasmadi, SH atau akrab dipanggil bang Eros.

Dialog khusus yang dipandu oleh presenter SelaparangTV, Shima Ristha, sebelumnya di awali pembacaan puisi oleh Rian Arsyad, karya Taufik Ismail dengan tajuk "Tuhan Sembilan Centi". Puisi yang dibacakan oleh aktivis sekaligus Jurnalis Speaker Kampung asal Pringgabaya ini narasinya tentu erat kaitannya dengan rokok atau perokok.

Mengangkat isu tentang perokok atau larangan merokok tentu banyak menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Terutama mereka yang menjadi perokok aktif. Namun isu ini harus diangkat melihat begitu banyaknya anak-anak Indonesia terutama para pelajar yang menjadi sasaran produsen rokok.

Sekretaris IDI Lotim, Dr. Ade Anugerah Aryana mengakui, banyaknya masyarakat yang menjadi perokok aktif itu katanya sebuah realita. Zat adiktif berbahaya yang terkandung dalam rokok tersebut seperti tar, nikotin, karbon monoksida bisa menyebabkan kerusakan pada sistem pernapasan.

Lebih jauh Dokter Ade menjelaskan, zat berbahaya yang membuat orang ketergantungan dengan rokok adalah zat nikotin. Apalagi katanya, mereka yang sudah terbiasa merokok dalam jangka waktu yang cukup lama. Tidak ada keinginan serius dalam dirinya untuk mau berhenti merokok.

"Adanya zat nikotin yang membuat orang sulit untuk berhenti merokok apalagi merokok dalam jangka waktu yang cukup lama," jelasnya.

Melihat fenomena seperti ini sehingga menimbulkan rasa prihatin akan bahaya merokok ini lebih-lebih pada anak. Efek rokok ini lanjutnya tidak akan terlihat dalam hitungan hari atau bulan tapi, bertahun-tahun. Efek negatif ketergantungan merokok ini bisa menyerang saluran pernapasan.

Menjadi aktivis anti rokok menurut Eros memang sangatlah berat. Melihat akan banyak suara sumbang yang akan terdengar dari orang-orang yang memang perokok sejati. Tapi yang jelas, tujuan mengkampanyekan anti rokok ini semata-mata untuk mengantisipasi kebiasaan merokok pada generasi penerus terutama para pelajar.

"Orang tua meminta tolong pada anaknya untuk membeli rokok secara tidak langsung, orang tua tersebut mengajari anaknya untuk merokok," jelasnya.

Mulai awal berdialog tentang rokok ini saja sudah ada netizen yang mencibir. Bahkan ada yang mengatakan "Merokok pun mati, tidak merokok pun mati, jadi apa salahnya orang merokok kok gak ada topik lain ya," komentar Putra Andika.

Netizen lainya bernama Rongak ongak mengatakan "Saudara saya 50 th sudah merokok tapi semakin sehat, bila dia tidak merokok, ia malas," tulisnya.

Berbicara masalah rokok ini memang penuh dilematik. Sebagai aktivis anti rokok tidak sedikit yang mencibir. Disisi lain orang tua akan merasa dibantu apabila anaknya yang masih sekolah tidak merokok. Uang sakunya bisa ditabung untuk membeli kebutuhan yang lebih bermanfaat.

Perda KTR juga sudah jelas melarang siapapun merokok di fasilitas tertentu seperti di kantor, rumah sakit, puskesmas, sekolah atau instansi pemerintah dan tempat umum lainnya. Aturan ini lanjutnya hanya sebatas formalitas saja.

"Dalam hal ini butuh kesadaran dan ketegasan pemerintah. Kampanye anti rokok pada fasilitas publik harus digerakan tidak hanya sebatas regulasi," terang Eros.

Jika mengacu pada perda KTR, pemerintah selaku pembuat kebijakan, seharusnya proaktif menggerakkan kampanye anti rokok. Pemerintah setidaknya menyiapkan ruang khusus bagi para perokok aktif agar asap rokok itu tidak mempengaruhi atau berdampak pada perokok pasif. (Ggar)

Related Posts:

Jangan Lakukan Ini Jika Tidak Ingin Anaknya Menjadi Perokok

Lotim. SK_Meskipun terdapat peraturan batasan usia untuk mengkonsumsi rokok, bukan berarti bisa menghindarkan anak-anak dari barang yang satu itu. Karena tak sedikit orang yang sudah mulai mencoba merokok sejak anak-anak.

Mengutip pernyataan Dr. Anugerah Ade Aryana selaku Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI)  Kabupaten Lombok Timur, menurutnya ada beberapa faktor yang menyebabkan fenomena anak-anak merokok terjadi,  salah satunya ialah karena tidak ada aturan batasan usia untuk membeli rokok, berapapun usia pembeli akan tetap diberikan oleh penjual rokok.

"Biasanya yang menyebabkan hal itu terjadi karena tidak aturan untuk membeli rokok,  berapapun usianya akan tetap dikasih untuk membeli oleh penjual" Kata Dokter Umum yang tugas di RSUD Labuhan Haji tersebut pada saat acara Talkshow  Selaparang TV (16/06).

Ia juga mengatakan bahwa efek dari rokok itu akan tidak terlihat waktu dekat,  namun efeknya akan terlihat dalam jangka waktu yang panjang karena semakin dini orang mulai merokok dampaknya juga akan lebih berbahaya bagi tubuh.

"Efeknya tidak terlihat dalam hitungan hari, atau htiungan bulan setelah bertahun-tahun efek dari asap rokok ini akan mulai berdampak pada saluran nafasnya dan juga paru-paru" tambahnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama aktivis anti rokok yang merupakan Chairman Speaker Kampung mengatakan berdasarkan hasil pengamatan dan peliputan jurnalis warga,  selama ini para orang tua sebenarnya tidak sadar secara tidak langsung mereka sudah mengajarkan anak-anaknya merokok hanya dengan menyuruh mereka untuk membelikan rokok.

"Secara tidak langsung kita sebagai orang tua telah mengajarkan anak-anak kita merokok hanya dengan menyuruh mereka membelikan kita rokok,  dengan begitu secara tidak langsung mereka mengenal merek-merek rokok" Terang Pria yang akrab dipanggil Eros tersebut.

selain itu ia juga menyinggung soal regulasi yang ada saat ini,  peraturan daerah tentang kawasan tanpa rokok (KTR) selama ini hanya sebatas formalitas belaka,  hal tersebut dikatakanya tidak dibarengi dengan pengawasan dan sosialisasi yang masif oleh Pemerintah Daerah, "tambahnya. (Sanusi Uci)

Related Posts:

Tinjau Kondisi Wisata, Sapana Propok Akan Dibangunkan Mushalla

Wanasaba, SK Setelah sebelumnya melakukan  peninjauan jalur pendakian savana propok untuk menyambut new normal , hari ini (16/06) Pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Dinas PUPR bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba meninjau lokasi untuk pembangunan fasilitas umum yang berkaitan dengan kebutuhan pengunjung yang berwisata ditempat tersebut.

Dari peninjauan tersebut pihak TNGR dan Pokdarwis rencananya akan membangun  musholla dan juga pos di pintu masuk menuju Savana Propok dan juga Bukit Kondo

Pokdarwis selaku pengelola tempat ini berharap setelah adanya fasilitas tersebut dapat memberikan rasa nyaman dan aman para wisatawan yang berkunjung serta berdampak positif pada sektor pariwisata khususnya di Kabupaten Lombok Timur.

"Kami berharap setelah adanya fasilitas penunjang seperti musholla dan juga pos dipintu masuk ini para pengunjung semakin nyaman dan aman" harap Zulkarnaen,  selaku ketua Pokdarwis Bebidas.

Ia juga mengatakan dengan akan dibangunya fasilitas tersebut menjadi awal  yang baik antara TNGR dengan Pokdrwis,  tanpa menguntungkan dan juga merugikan sepihak, mengingat selama ini Savana Propok ramai dikunjungi dan dikenal banyak orang itu adalah hasil kerja keras kawan-kawan Pokdarwis," terangnya. 

Untuk itu besok kami akan langaung menemui Kepala Balai TNGR di Mataram untuk membahas skema kerjasama dan membangun kesepakatan didalam pengelolan Savana Propok kedepanya," tambah Zul

Hal senada juga disampaikan oleh pihak TNGR Dedy Arsyadi via telpon,  ia mengatakan ini adalah bentuk kerjasama TNGR dan juga Pokdarwis untuk bersama-sama mengelola kawasan wisata Savana Propok.

Penulis Candra

Related Posts:

Featured Post

Sepuluh Calon Kawil Desa Sugian Ikuti Tes

Lombok Timur, SK - Sebanyak Sepuluh orang calon kepala wilayah (Kadus) ikuti tes akademik dan kompetensi bidang, penjaringan dan penyaring...