Kekeringan Melanda, Gema Selaparang Salurkan Air Bersih


Lotim. SK_ Kekeringan yang melanda Masyarakat Kabupaten Lombok Timur Lembaga Swadaya Masyarakat, Gerakan Masyarakat Selaparang (GEMA SELAPARANG) salurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Dusun Iting Desa Prigi Kecamatan Suela kabupaten Lombok Timur. Rabu, 23/10/2020.


Aksi sosial Gema Selaparang tersebut mengalirkan 6 tangki air bersih dengan kapasitas 6.000 liter.

Aksi sosial Gema Selaparang tersebut menyalurkan empati (4) tangki air bersih dengan kapasitas 6.000 liter "ini awal aksi kita untuk minggu ini" Ungkap Ashar M. Ahdar Aryasutha SE ketua umum gerakan masyarakat Selaparang. 


Lebih jauh Adhar aksi aksi ini akan menyasar 4 kecamatan yang ada di Lombok Timur bagian utara. Empat kecamatan itu diantarnya Sembalun, Suela, Pringgabaya, Sambelia. 


Diriinya juga menjelaskan aksi ini akan berlangsung selama masyarakat membutuhkan air bersih di musim inii


Sementara itu warga dusun Iting RT 01 Inak Mashun (56) dirinya sangat bersyukur untuk memberikan bantuan air oleh Gema  Selaparang. 

"Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan dari Gema Selaparang, sebab selama musim kemarau datang kami pasti kekurangan air bersih" Jelasnya 


Inak Mashun juga mengungkapkan belum ada donasi bantuan air yang disalurkan dari pemerintah kabupaten "ini bantuan air pertama yang datang" Katanya. 

JW: Pandy

Related Posts:

LKSA Islam Assunnah Salurkan Beasiswa Bagi Santri

 


Lotim. SK_Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Islam Assunnah Lombok di Bawah Naungan Yayasan Assunnah Lombok Kembali Memberikan Beasiswa Pendidikan Kepada Santri dan santriwati Pondok Pesantren Assunnah Lombok Tahun 2020 pada Senin, 21/09/2020.


Penyerahan SK Beasiswa Pendidikan bertempat di Musholla SD Islam Assunnah Lombok, Yang langsung di serahkan Secara simbolis kepada Wali santri dan Santriwati oleh Mudir Ma'had Asunnah ustadz Abdullah Husni, Lc


Adapun jumlah Santri dan Santriwati yang menerima SK Beasiswa Pendidikan tahun 2020, dengan 154 orang, termasuk anak yatim, Anak Yatim piatu dan Anak Kurang mampu, beasiswa ini diberikan dalam bentuk keringanan dalam bentuk SPP setiap bulan, berbeda dengan anak yatim selain keringanan dalam SPP setiap bulan, mereka juga di berikan dalam bentuk Tabungan dan di ambil dalam waktu tertentu.


Dalam Sambutannya Mudir Ma'had Assunnah Ustadz Abdullah Husni berpesan "  jika membantu orang lain, maka Allah membantu kita. Alhamdulillah, selama membantu meringankan dengan beasiswa ini, Pondok terus berjalan dengan lancar. Semoga tetap istiqomah saling tolong menolong.


Pemberian SK Beasiswa pendidikan Tahun 2020 ini, adanya atauran baru bagi yang menerima Beasiswa, di wajibkan menandatangani Surat Pernyataan bersedia mengabdi di pondok Pesantren Assunnah yang ada di pulau Lombok bahkan di luar lombok ketika Menyelesaikan jenjang SMA maupun Kuliah nanti nya" tambahanya. 


Dalam Kegiatan Tersebut Hadir  Mudir Ma'had,Wakil mudir,Kapala LKSA dan para kepala Sekolah, beserta wali Santri dan Santriwati pondok pesantren assunnah lombok Assunah.

Related Posts:

Kekeringan Lombok Timur Gema Selaparang Komitmen Salurkan Air Bersih


Lombok Timur, SK - Gerakan Masyarakat Selaparang (Gema Selaparang) kembali akan mengambil peran dalam menyikapi masalah daerah Kabupaten Lombok Timur yang dilanda kekeringan. 


Gagasan ini disampaikan pengurus serta anggota Gema Selaparang pada acara diskusi bertajuk menuju masyarakat Lotim Utara yang lebih sejahtera, di Lesehan Pandawa, Kecamatan Aikmel, Sabtu (19/9/2020).


Menurut catatannya, sebanyak 15 kecamatan dan 82 desa di Lombok Timur pada saat ini dilanda kekeringan. 


Koordinator bidang hukum dan advokasi Gema Selaparang, Samsul Hadi, sangat mengapresiasi langkah cepat yang diambil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur, terutama bidang kedaruratan dan Logistik.


"Kami bersama ketua umum Gema Selaparang dan segenap pengurus sudah membentuk tim khusus dalam mencari solusi yang dikoordinir oleh Mulyadi Hasan," terangnya.


Langkah ini diambil katanya dalam upaya membantu pemerintah Lombok Timur mengatasi kekeringan dan juga kebakaran lahan dan hutan (karhutla) yang belakangan ini sering terjadi terutama di Kecamatan Sambelia. 


Masalah karhutla ini sebelumnya pernah diberitakan media Speaker Kampung seperti yang terjadi di Desa Padak Guar dan baru ini terjadi lagi di Desa Dara Kunci, Kecamatan Sambelia. 


"Insya Allah hari senin kita sudah mulai beraksi mengaplikasikan air bersih ke masyarakat yang terdampak," katanya.


Pendistribusian air bersih ini terlebih dahulu akan menyasar Lotim bagian Utara seperti Sembalun, Suela dan Sambelia. Rencana ini dilakukan dengan harapan bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Lombok Timur, khususnya Lotim bagian utara bisa teratasi. (Red) 

Related Posts:

Menapaki Jejak Bukit Pemanto di Mekar Sari


Lombok Timur-SK. Bukit pemanto adalah salah satu bukit yang terletak di Desa Mekar Sari, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Bukit ini menyimpan panorama alam yang sungguh mempesona, memiliki ketinggian 2250 mdpl di atas permukaan laut. 


Untuk menuju Mekarsari, membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit dari kecamatan suela. Di lokasi parkiran anda akan mengeluarkan biaya penitipan motor 15 ribu dan tiket masuk pendakian 10 ribu rupiah, hingga 35 ribu rupiah.


Untuk bisa sampai ke puncak bukit Pemanto dari parkiran, menghabiskan waktu perjalanan sekitar Empat hingga Lima jam melewati tiga pos penjagaan. Dimana setiap pos menyuguhkan panorama yang berbeda-beda seperti di pos tiga. Sekitar 100 meter dari lokasi ini, terdapat mata air. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan  mata air Gereneng.


Sampai di puncak bukit, anda akan disambut dengan panorama yang sangat indah sesuai dengan namanya bukit Pemanto. Disitu anda dapat memantau atau menyaksikan indahnya hamparan persawahan desa sembalun dan bukit-bukit di sekitarnya serta puncak gunung rinjani.


Selain itu anda juga akan disuguhkan dengan hamparan Padang Edelweis yang berbatasan langsung dengan bukit Sempana Sembalun. 


Tidak hanya itu di kala pagi menyapa, anda kembali dimanjakan dengan indahnya sunrise dengan pemandangan bak negeri di atas awan sehingga membuat anda terkesima melihat pesona alam di atas bukit. 


Menurut pengelola Wisata, Muhibuddin,  pada setiap perjalanan mendaki, wisatawan akan disuguhkan pemandangan alam yang cukup mempesona. Hamparan perbukitan seperti bukit Pal Jepang, bukit Tumusok, bukit Nangi, bukit sempana, Bukit Pergasingan dan bukit pepadak. 


Pada setiap pos yang dilewati pengunjung, tentu memiliki keunikannya tersendiri sehingga membuat anda ingin kembali lagi ke bukit ini.


Kasi pemerintahan Desa Mekar Sari, Azmi, pada (17/9) menjelaskan, untuk izin pariwisata atau rute perjalanan wisata katanya, sudah dibicarakan bersama KPH. 


Pihak antara desa sebagai pengelola dan KPH katanya, sudah melakukan pengukuhan terkait batas wilayah yang dikelola pada rabu kemaren. 


"KPH sendiri akan menerbitkan izin resmi tertulis. Setelah itu, Pemdes bersama pengelola akan melakukan launching untuk membuka secara resmi bukit pemanto," tutup Azmi. (Wa)

Related Posts:

Pandemi Berkepanjangan, YAP Bantu Warga

Lombok Timur, SK - Selama pandemi belum hengkang dari bumi Patuh Karya, selama itu pula masyarakat akan dibuat resah.

Roda perekonomian macet karena rakyat tidak bebas melakukan aktivitas ekonomi rakyat pun turut hancur.


Melihat hal itu Yayasan Anak Pantai (YAP) bersama Yayasan Anak-Anak Lombok Timur (A2LTF) yang bermukim di Belanda andil bantu masyarakat yang kurang mampu yang berada di Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.


Sebanyak 300 KK menerima bantuan di Desa Labuhan Pandan, terdiri dari tiga wilayah (Kekadusan) yakni Labuhan Pandan Tengak, Induk dan Bagik Elok. 


"Hanya tiga dusun yang mampu kami bantu untuk saat ini, Insya Allah pada program berikutnya nanti mudahan bisa memantau desa yang lain," Terang Munawir Haris, S.Sos, Pimpinan YAP, Selasa (15/9).


Paket bantuan sembako ini kata Hasbullah, di antaranya berisi beras, minyak goreng, susu, roti, telur, gula, dan mie instan. Makanan ini menjadi hal yang prioritas menjadi kebutuhan dasar warga.


Selain dihajatkan untuk membantu warga kurang mampu, yayasan juga ingin mengedukasi pemerintah setempat agar bergerak bersama lembaga bantu masyarakat yang masih tersendat perekonomian akibat pandemi.


"Saya ingin pemerintah atau lembaga peduli lainnya juga bisa melakukan hal yang sama di tengah pandemi ini," harap Haris panggilan Wak Ayek.


Forum komunikasi pimpinan kecamatan yang tergabung dalam Forkopimcam turut hadir menyerahkan bantuan kepada warga penerima manfaat. Mereka sangat mengapresiasi program yang setiap tahun dilaksanakan oleh yayasan.


Camat Sambelia, Ishak, SH atas nama pemerintahan kecamatan bersama forkopimcam, menyampaikan terimakasih kepada YAP atas kontribusinya memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang mana katanya, bantuan seperti ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. 


"Tiada kata yang pantas saya sampaikan selain jazakumullahu khaironjaza, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur termasuk saudara-saudara saya yang ada di Yayasan Anak Pantai," ucap camat, pada keterangan persnya di Labuan Pandan.


Begitu pula kesan disampaikan Kapolsek Sambelia, IPTU. Ahmad Yani, ketika menyerahkan bantuan secara simbolik pada warga. Selaku orang nomor satu di jajaran Polsek Sambelia, ia berharap semoga bantuan dari yayasan bermanfaat buat semua warga.


"Ini merupakan bentuk perhatian dari yayasan semoga bermanfaat," kata Kapolsek.


Danramil Sambelia juga sangat mengapresiasi program bantuan yang diberikan YAP. Berhubung ada tugas yang harus dihadiri bersama BPBD sehingga Danramil tidak bisa mengikuti pembagian sembako hingga akhir.


Warga penerima bantuan Bapak Sapri dan Ibu Helena mewakili warga lainnya menyampaikan ucapan terimakasih pada yayasan dan juga donatur Hank Claste di Belanda.


Kepada Yayasan Anak Pantai dan pihak donatur, kami ucapkan banyak-banyak terima kasih telah menyalurkan bantuannya kepada kami semoga berkah dan panjang umur, "tutupnya. (Ggar)

Related Posts:

Mata Air Mengering, Ada Air Mata Menyuling


Lotim. SK_mata air dan air mata. Itulah judul tulisan yang dirasa pas disematkan dalam sebuah tulisan yang akan ditulis oleh penulis.


Dikutip dari wikipedia, mata air adalah sebuah keadaan alami dimana mata air mengalir keluar dari akuifer menuju permukaan tanah. Mata air merupakan bagian dari hidrosfer.


Sedangkan air mata adalah kelenjar yang diproduksi oleh lakrimasi untuk membersihkan dan melumasi mata. Kata lakrimasi juga dapat digunakan merujuk pada menangis.


Kedua kata di atas bersinonim atau memiliki bentuk yang sama namun memiliki arti atau pengertian yang berbeda.


Judul tulisan diatas sengaja penulis angkat sebagai referensi tentang apa yang terjadi di sekitar kita. Fenomena alam kemarau panjang salah satu penyumbang penyebab terjadinya kekeringan bahkan kebakaran.


Penyebab yang kedua adalah penebangan pohon secara liar pada hutan lindung yang menjadi penyuplai air sehingga berakibat terjadi kekeringan. Kekeringan itu bukan saja berdampak langsung pada mereka yang melakukan penebangan namun pada semua lini kehidupan. 


Jika kekeringan itu merambah pada sendi-sendi kehidupan manusia, maka siapkanlah wadah seperti gelas atau ember tempat untuk menampung air mata pengganti mata air. 


Biasanya, air mata itu mengalir setelah melihat tanaman para petani mati dalam kekeringan, sebab tidak mendapat asupan gizi (air) yang cukup. Sehingga berakibat gagal panen dan pada akhirnya petani tepuk dada tanda merugi.


Lalu siapakah yang akan kita salahkan…?

Mengutip salah satu judul lagu Ebiet G Ade. "Tanyakan Pada Rumput Yang Bergoyang"  Penulis rasa tidaklah berlebihan.


Mengutip dari lirik lagu tersebut, rumput yang kita tanya pun tidak kuasa untuk menjawab. Karena kita mengalami permasalahan yang sama. Ia pun tidak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik bahkan cenderung menangis, karena diinjak oleh derap kaki kerbau. 


Tapi ia menangis tanpa air mata karena rumput tidak dianugerahi mata. Rumput hanya bisa pasrah meratapi nasibnya sebagai tumbal santapan lezat bagi Kerbau atau hewan jenis lainnya.


Tidak bisa dibayangkan oleh penulis, pantauan penulis di hilir, para petani diwakili pekasih berebutan air dengan masyarakat pengguna air (rumah tangga) yang mana, sebenarnya air itu juga sangat dibutuhkan masyarakat untuk memasak, minum, mandi, mencuci serta kebutuhan lainnya.


Antara petani dan masyarakat pengguna air untuk kebutuhan rumah tangga sebenarnya sama-sama membutuhkan. Begitu pula untuk sarana ibadah, air itu setiap waktu dibutuhkan oleh jamaah.


Pantauan penulis, apabila waktu malam  menjengah, pekasih mulai mengambil ancang-ancang (persiapan) menutup saluran air yang menuju pemukiman warga. Kemudian kran air tersebut dibuka lebar-lebar dialirkan menuju saluran irigasi petani sawah.


Tidak ayal akibatnya, sering menimbulkan gejolak di tengah masyarakat sebab mereka saling menutupi. Kran saluran primer bahkan sekunder sekalipun mereka tutup. Beruntung selama ini tidak menimbulkan anarkis hanya riak-riak kecil.


Belum lagi kita bicara air yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dijual untuk kepentingan bisnis. Air itu dijual pada masyarakat yang notabene memiliki hak (otonom) atas air karena sumber mata air itu berada di wilayah masyarakat adat.


Alih-alih untuk kepentingan masyarakat, malah dijual kembali ke masyarakat dengan harga yang cukup marjinal. Air itu juga dijual ke wilayah lain sedangkan masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut masih kekurangan. Itulah kebijakan pemerintah, lalu rakyat mau bilang apa meskipun dengan kebijakan itu rakyatlah yang paling dirugikan.


Nah, oleh karena itu, penulis ingin berpesan kepada kita semua termasuk pihak otoritas pengambil dan penentu kebijakan. Mari kita sama-sama menjaga sumber mata air itu. Lestarikan lingkungan kita dengan memperbanyak program reboisasi pada hutan yang sudah gundul.

Jangan izinkan perusahaan masuk mengakuisisi hutan masyarakat.


Pemerintah atau perusahaan yang memiliki ladang bisnis pada air ini diharap perlu mengambil peran. Jangan hanya sekedar mengambil nikmat keuntungan bisnis mengelola air minum sedang rakyat hanya kebagian dampak.


Tunjukkan pada masyarakat lingkar hutan bahwa pemerintah peduli. Dampingi, berikan mereka program untuk penghijauan agar mereka juga merasa ikut bertanggung jawab atas hutan lindung penyumbang air terbesar untuk kehidupan anugerah Tuhan yang Maha Esa.



Penulis: FIKRI MS 


Anak Jalanan, Pemerhati Sosial sekaligus Jurnalis Speaker Kampung

Related Posts:

Ingat.! Mulai 14 September Tak Pakai Masker Kena Denda


Lombok Timur, SK - Menindaklanjuti instruksi presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian coronavirus disease 2019. 


Tim gugus tugas Covid-19 Kecamatan Sambelia, Lombok Timur mengadakan razia masker di beberapa titik, salah satunya adalah pasar Sambelia. Razia masker ini dibarengi dengan pembagian masker gratis kepada pengguna jalan dan para pedagang yang melakukan transaksi jual beli di pasar. 


Kapolres Lombok Timur melalui Kapolsek Sambelia, IPTU Ahmad Yani membagikan sebanyak 2.250 masker menyasar pengguna jalan serta warga yang sedang melakukan transaksi jual beli pasar Sambelia, Kamis, (10/9/2020)


"Kami bagikan sebanyak 2.250 masker menyasar beberapa titik sebagai upaya mendisiplinkan warga agar senantiasa memakai masker ketika keluar rumah atau melakukan interaksi sosial dengan masyarakat lainnya sesuai instruksi presiden," terang Kapolsek.


Pembagian masker ini katanya lagi sebagai langkah awal sosialisasi, edukasi pencegahan penyebaran Covid-19 bersama Koramil dan satpol PP.


Dalam hal ini kehadiran media Speaker Kampung dianggap penting sebagai alat kontrol pemerintah turut membantu memberikan edukasi, pengertian dan pemahaman kepada publik mengenai pencegahan dan pengendalian Covid-19.


Sesuai Peraturan Bupati Lombok Timur, Nomor 36 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Coronavirus disease 2019. Maka mulai 14 September akan diberlakukan denda atau sanksi administrasi kepada siapa saja yang tidak mengenakan masker saat melakukan aktifitas di luar rumah.


Mulai dari denda administrasi sebesar 50.000,- dikenakan pada perorangan atau masyarakat umum. Kemudian 100.000,- bagi PNS, TNI/POLRI dan 500.000,- dikenakan bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara tempat hiburan dan fasilitas umum lainnya.


Oleh karena itu lewat media ini, dihimbau kepada masyarakat Lombok Timur supaya tetap menjaga disiplin menggunakan masker agar terhindar dari sanksi atau denda administrasi tersebut. (Ggar)

Related Posts:

Power Elit Politik Bukan Power Rangger


Mataram. SK_Tiga hari terkahir ini pendaftaran pasangan calon walikota Mataram. Setiap pendaftaran calon pasti ada arak-arakan, seru dong arak-arakan nya ada banyak tontonan rakyat. 


Selain itu para kandidat calon langsung deklarasi serta menyampaikan orasi politik singkat kepada pendukung yang mengkawal mereka menuju tempat pendaftaran. 


Dari kegiatan tersebut tentu muncullah kerumunan Massa. Eits! kermunan ini barangkali tidak bisa terpapar covid-19 atau memang kerumunan ini barangkali di anggap sudah sesuai PERDA NO 7 TAHUN 2020 tentang penyakit menular sehingga aman-aman saja. Atau sudah sesuai dengan INPRES NO 6 TAHUN 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Corona virus dissease 2019. 


Ketika elit berpesta tidak ada dalil negara, atau daerah yang kuat untuk mengikat. Ketika rakyat berpesta dengan tamu undangan barangkali kurang dari seribu, Dalil-dalil negara bagai tiang-tiang langit yang kokoh, nan kuat, mengikat bak tali tambang kapal-kapal besar di dermaga.


Wajah tertutupi masker, tubuh berhimpitan, berdesakan kiri, kanan, depan dan belakang. 

Tapi inilah yang mungkin di sebut sebagai sebuah Power pada kekuasaan, kalau dalam ilmu politik. 


Kalau katanya lord acton untuk para elit politik "Power tends to corrupt; absolute power corrupts absolutely” (kekuasaan cenderung korup,  dan kekuasan yang mutlak benar-benar merusak)

Dan kata saya mewakili para pecinta powerrangger semasa kecil, bahwa Power dalam power rangger adalah melindungi ummat manusia dari segala ancaman agar hidup tentram. Seandainya power rangger ada pasti Covid-19 sudah di basmi. Bukan mengajak untik konvoi pencalonan. 



Tetapi Tidak berani kita justifikasi bahwa ini adalah penyalah gunaan Power atau pemnafaatan power dengan benar biarkan Masyarakat menilai sebab rakyat adalah hakim pengadilan yang sesungguhnya di dunia ini. 


Ya! power Elit Politik  memanglah bukan power rangger . Power rangger membunuh Monster dan power elit me- (red. biarkan rakyat menilai).


Dalam serial film anak power rangger, terdiri dari beberapa warna yang menandakan kekuatan. Diantaranya ada power rangger merah, kuning, hijau, biru, putih, bahkan ada yang warna hitam dan merah muda.

Begitu juga dengan elit politik negeri ini. Masing-masing warna memiliki powernya masing-masing. 


Dalam serial drama anak tersebut, masing-masing hero memiliki power dengan spesifikasi kekuatan yang berbeda pula. Power Rangger merah biasanya menjadi power rangger yang kuat, dengan kekuatan-kekuatan barunya. Sementara itu power rangger yang lain cendrung stagnan, sukar menemukan kekuatan yang baru. Sama konteks nya dengan power-power elit politik negeri ini.


Betul atau tidaknya biarkan rakyat yang menilai, penulis hanya menulis untukerangsang nalar dan paradigma rakyat. 


Rian Arsyat. 

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram. Fakultas Ilmu sosial Dan politik Program studi Ilmu Pemerintahan. Dan jurnalis warga.

Related Posts:

Peletakan Batu Pertama, Bupati Pesan Warga Untuk Peduli Anak Yatim


Lombok Timur, SK - Bupati Lombok Timur, HM.
Sukiman Azmy didampingi Forkopimda, Camat, Kepala desa dan tokoh agama desa setempat lakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Islam As-Sunnah.


Peletakan Batu pertama ini dihadiri juga oleh anak yatim binaan LKSA berlangsung di Dusun Cepak Timur, Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, NTB, Senin, 24 Agustus 2020.


Dalam krisisnya, Bupati mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa memberi perhatian kepada anak yatim dengan memberi santunan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan hidup anak yatim.


"Apa yang dilakukan oleh LKSA Islam As-Sunnah ini bisa kita jadikan contoh dan patut kita teladani," kata Bupati.


Bupati juga menekankan kepada pembina agar benar-benar memberi perhatian dari segi sosial terutama tempat tinggal yang layak mereka. 


Menurut Bupati, masih banyak lembaga sosial di Lombok Timur, masih minim kepeduliannya pada anak yatim. "Jika melihat fasilitas yang dimiliki, saya optimis LKSA Islam As-Sunnah mampu melakukannya," terangnya.


Pada kesempatan itu, tuan rumah sekaligus Ketua Yayasan Assunnah Lombok, Ustadz Mizan Qudsiyah, LC, MA menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati dan jajarannya, yang telah hadir menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan gedung sekolah.


"Terima kasih kami sampaikan Kepada pemda Lotim, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat lainnya, yang telah memberikan dukungan sehingga lembaga ini bisa berdiri dan berjalan sesuai kesepakatan bersama," tutupnya. (Adhi)

Related Posts:

KKL Pasca Sarjana Universitas Hamzanwadi Gandeng Pemuda Tanam Pohon

SPEAKERKAMPUNG. LOTIM. Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Pasca Sarjana Universitas Hamzanwadi Pancor Lombok Timur gandeng Ikatan Pemuda Pringgabaya adakan penanaman pohon di komplek TPU tanak renteng Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. 


50 biji pohon yang di serahkan secara simbolis tersebut di terima langsung oleh ketua Ikatan Pemuda Pringgabaya melalui Humas IPP, senin 24/08/2020.


Ketua KKL Universitas Hamzanwadi Pancor, Muhro S.Pd mengatakan, Program penanaman pohon ini diharapkan dapat terus berkesinambungan. Sehingga, muhro menggandeng pemuda untuk melaksanakan program yang di laksanakan.

 "semoga pemuda tetap melestarikan apa yang sudah kita tanam" katanya. 


Selain itu Muhro mengatakan kepada pemuda pringggabaya agar tetap semangat untuk membangun desa, serta mengajak seluruh rekan-rekan pemuda yang lainnya untuk berkarya bersama, "pemuda itu harus tetap semangat membangun desa" pesannya.


Sementara itu Ketua Umum Pringgabaya melalui Divisi Hubungan Masyarakat (HUMAS) IPP Roby Darmawan Pratama, SP. mengatakan sangat mengapresiasi langkah KKL Pasca Sarjana UNHAMZ telah melibatkan pemuda di program yang mereka jalankan. 

"Mengingat pandemi seperti ini, sangat sedikit sekali kegiatan positif yang dilakukan, untuk itu kami sangat apresiasi ini" ungka Roby.


Selain hal tersebut, Kegiatan ini diharapkan tidak terputus hanya sampai disini. pihak IPP berharap kegiatan ini bisa berkesinambungan, "KKL harus tetap mensuport kegiatan ini dengan cara merewat bersama apa yang sudah di tanam, tutupnya. (AR)

Related Posts:

Antisipasi Erosi dan Kekeringan Laksa Pembibitan

Lombok Timur, SK - Selain melakukan program penghijauan pada hutan lindung, Komunitas Lestari Alam Kehidupan Sambelia (Laksa) pasca pandemi ini, melakukan program kegiatan pembuatan Kebun Bibit Rakyat (KBR)


Program pembibitan ini, dimulai sejak 17 Agustus 2020 hingga empat bulan kedepan in in inses dengan Dinas Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)


Adapun tanaman yang akan disemai seperti, Nangka, Srikaya, Sawo, Asam dan juga Beringin, dengan total 20.000 batang.


Sejak terbentuknya Komunitas Laksa empat tahun silam, dengan program kerja yang terarah sehingga pemerintah mengapresiasi Laksa dengan ajakannya kerjasama dalam pembibitan buah-buahan yang memberi manfaat langsung pada masyarakat.


Ketua Laksa, Muhammad Humaeni, S.Pd.i pada media ini menjelaskan, keberadaan Laksa katanya, tiada lain bertujuan untuk memprovokasi pemerintah dan masyarakat betapa pentingnya menjaga lingkungan (hutan) agar tetap lestari sebagai sumber mata air kehidupan.


Laksa melakukan pembibitan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat agar buah dari tanaman itu bisa dinikmati sekaligus dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga.


"Saya berharap kepada masyarakat agar tanaman ini baik-baik saja yang merawat mereka merawat atau mencintai istri dan anak-anaknya," pesan Humaeni, Kamis, 20 Agustus 2020.


Anggota Laksa lainnya Samsul Rijal berharap hal yang sama. Sebagai koordinator, dia terus memotivasi anggota komunitasnya untuk bekerja semaksimal mungkin agar target penghijauan lahan ini bisa dicapai.


"Media yang kami gunakan dalam membuat KBR ini dari kayu, bambu serta tanah. Kemudian, atapnya menggunakan paranet untuk menjaga sirkulasi udara sekaligus fotosintesis pada pagi harinya," terang Samsul Rijal. 


Program pembibitan tanaman untuk penghijauan ini mereka lakukan melihat Sambelia, ketika musim hujan sering terjadi akibat penebangan kayu (penebangan ilegal) secara liar oleh orang yang tidak bertanggung jawab.


Begitu pula ketika musim kemarau tiba, masyarakat sering kekurangan air akibat hutan yang sudah gundul. Karena pohon kayu sebagai penyangga air hujan banyak yang ditebang, sehingga Laksa berinisiatif lakukan reboisasi.


Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disebabkan oleh alam maupun kelalaian manusia (human error) juga bisa jadi bencana alam, sehingga berdampak langsung pada kehidupan.


Oleh karena itu, sinergitas antara masyarakat, perusahaan dan juga pemerintah perlu ditingkatkan. Salah satu caranya adalah sering turun gunung lakukan sosialisasi kepada masyarakat. (Ggar)

Related Posts:

Momentum HUT RI 75, DANPOSAL Selat Alas Pacu Semangat Pegiat Wisata

Lotim. SK. Dalam rangka memperingati HUT RI ke-75, Komandan Pos AL Selat Alas mendorong pemuda penggiat wisata Lotim bagian utara mengup destinasi wisata bahari daerah perairan Laut Selat Alas, khususnya kawasan Laut Petrando melalui pelaksanaan upacara pengibaran bendera di bawah laut Gili Petagan Desa Padak Guar Kecamatan Sambelia.


Acara dibuka dan dipimpin oleh Danposal Selat Alas dan dihadiri oleh 50-an orang peserta yang berasal dari berbagai lembaga, seperti; Pokmaswas dan Pokdarwis Petrando, KAPELA NTB, Basarnas Lotim, BNPB Lotim dan para pemuda pencinta wisata.


DANPOSAL Selat Alas (Letda Laut Marjun S) mengatakan pada HUT RI ke 75 dengan tema Indonesia Maju, dapat memberikan semangat pada generasi penerus bangsa, kami yang berada di daerah pesisir Selat Alas yang memiliki beberapa Gili, yaitu Gili Kondo, Gili Bidara, Gili Petagan, Gili Sulat dan masih banyak lagi.


Beliau juga berkomitmen untuk terus memacu semangat para pemuda dan penggiat wisata Lombok Timur bagian utara untuk menjaga dan melestarikan sumber daya alam laut dan pesisir sebagai aset pengembangan destinasi wisata yang nantinya akan berefek positif terhadap pendapatan masyarakat sekitar.


"Kami berharap dengan suksesnya menyelenggarakan pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut, perairan Gili Petagan dapat memberikan semangat kepada generasi muda untuk mengembangkan potensi wisata di daerah ini, sehingga akan mendongkrak dan meningkatkan pendapatan daerah di bidang pariwisata", ungkap Letda Laut Marjan S.

Related Posts:

Garda Otra Gelar Upacara Kemerdekaan

Wanasaba SK -  Gerakan pemuda Otakrarangan (Garda Otra) adakan upacara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, Senin (17/8).

Kegiatan ini berlangsung  dijalan pemuda Desa  Otak Rarangan Kecamatan  Wanasaba tepatnya di depan sekretariat Garda Otra.

 Masyarakat  setempat terlihat antusias dan mengapresiasi kegiatan pemuda ini hal tersebut dibuktikan dengan keikutsertaan mereka didalam mengikuti upacara bersama pemuda desa setempat. 

Untuk menghindari dan mencegah penularan covid-19 peserta diwajibkan untuk menggunakan masker  dan juga menyiapkan tempat mencuci tangan oleh 
 penyelenggara. digelar dengan  protokol Kesehatan seperti himbauan dari pemerintah, yakni semua peserta diwajibkan menggunakan masker dan panitia menyiapkan tempat cuci tangan di beberapa titik tempat upacara.


Bukan hanya itu,  sebelum  upacara bendera ini dilaksanakan, Garda Otra bersama masyarakat dan juga anak-anak melakukan aksi bersih dilingkungan mereka hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menanamkan rasa tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan dan tanggung jawab menjaga negara,  karena peringatan hari kemerdekaan tidak hanya sebatas seremonial saja melainkan harus diisi dengan aksi nyata untuk kemajuan bangsa dan negara. 

"Sebelumnya kita sudah melakukan aksi bersih-bersih lingkungan di Dusun Otakrarangan,  dengan tujuan supaya masyarakat memaknai hari kemerdekaan dengan aksi nyata bukan hanya sekedar seremonial" Jelas Toni Sanjaya  selaku inspektur upacara disaat memberikan amanat. 

Ia juga mengingatkan tentang pentingnya generasi muda untuk menjaga NKRI serta menjaga kekompakan pemuda dan menumbuhkan semangat juang kita sebagai pemuda, " lanjut Toni yang saat ini menjabat sebagai ketua Garda Otra. (Alri Sanjaya)

Related Posts:

Desa Sugian Komitmen Ikuti Lomba Kampung Sehat

Lombok Timur, SK - Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB adalah satu dari sekian banyak desa yang memiliki potensi wisata andalan. Di bawah pimpinan Kades Sugian, Lalu. Mustiadi, desa ini terus berbenah. Mereka berupaya menata area wisata yang dulunya kumuh,  sekarang sudah mulai terlihat asri sehingga bisa menarik wisatawan untuk berkunjung.


Kapolres Lombok Timur melalui Kapolsek Sambelia, IPTU. Ahmad Yani didampingi anggotanya, lakukan kunjungan melihat seperti apa kesiapan desa ini menyambut New Normal. Apakah warganya proaktif bersama pemdes berinovasi meingkatkan ekonomi produktif memanfaatkan sumber daya lokal desanya? 


Direkomendasikannya Desa Sugian ikut lomba kampung sehat, mengingat desa ini memiliki potensi wisata pantai yang indah beraneka ragam biota laut hidup di dalamnya serta situs makam prasejarah. Desa ini berada di garis pantai dengan dua gili yang disebut Gili Sulat dan Gili Lawang.


Selain potensi alam (pantai) yang indah tempat para nelayan mencari kehidupan serta kolam pemancingan ikan air tawar. Sugian juga memiliki area pertanian yang cukup memadai. Penduduknya, selain berprofesi sebagai nelayan sebagian juga menjadi petani. Komoditas pertanian yang bisa mendatangkan inkam cukup lumayan bagi para petani adalah tanaman cabai di samping tanaman jenis lainnya.


Untuk memberdayakan kaum perempuan, Ketua TP PKK Desa Sugian, Rosmawati, S.Pd, terus berinovasi menggerakkan kelompoknya. Sejak pandemi melanda Indonesia, lembaga desa ini intens melakukan gerakan sosial salah satunya membagikan masker gratis ditengah pandemi menyasar keluarga rentan.


TP PKK Desa Sugian termasuk paling aktif turut membantu pemerintah mencegah penyebaran covid-19. Masker yang dibagikan itu dijahit sendiri oleh kelompoknya sebagai langkah upaya memberdayakan perempuan.


Disamping membuat masker, kelompok ini juga memproduksi makanan ringan (snack) untuk menjaga ketahanan pangan. Seperti memproduksi keripik pisang dan abon ikan, memanfaatkan bahan baku lokal. Makanan ringan ini mendapat apresiasi dari Gubernur NTB, DR. Zulkiflimansyah beberapa waktu lalu. 


Hasil karya mereka kemudian dipasarkan melalui Bumdes Mart yang dikelola oleh desa. Jadi bagi warga luar desa yang ingin memesan masker bisa menghubungi langsung pengelola Bumdes. Dengan melibatkan tenaga lokal desa dalam mengelola Bumdes tentu akan berdampak positif mengurangi angka pengangguran.


Dalam hal kesehatan, menangani masyarakat yang terindikasi terpapar virus corona, pemdes Sugian, sebelumnya membentuk satgas Covid-19 yang terdiri dari unsur perangkat desa, TNI/POLRI, nakes dari puskesmas, pemuda serta komunitas peduli Covid-19 lainnya. 


Bukan itu saja, pemdes Sugian, menyiapkan ruang isolasi dilengkapi alat tidur seperti kasur, bantal, guling serta kipas angin. Semua itu khusus dipergunakan warga yang terpapar Covid-19.


Dari segi keamanan, sinergitas TNI/POLRI/Satpol PP dan Badan Keamanan Desa (BKD) terus digerakkan sehingga suasana keamanan di desa ini bisa dibilang terjamin. 


Dengan demikian tujuan digagasnya Kampung Sehat oleh Kapolda NTB untuk menciptakan kondisi yang steril dari segala macam penyakit, serta dapat meningkatkan ekonomi produktif warga ditengah pandemi akan tercapai.


Suasana harmonis di tengah masyarakat yang heterogen, alamnya yang asri sehingga bisa menghipnotis wisatawan serta tangguh dalam menghadapi pandemi covid-19 termasuk kategori yang akan dilombakan dalam Lomba Kampung Sehat, Nurut Tatanan Baru. (Ggar)

Related Posts:

Lomba Kampung Sehat, Bagik Manis Terus Berbenah

Lombok Timur, SK - Lomba Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru yang digagas oleh Kapolda NTB, Irjen.

POL. M. Iqbal, SIK, MH, terus bergulir. Terbukti di setiap desa dan kelurahan mulai berbenah untuk menyambut lomba kampung sehat.


Kapolres Lombok Timur, AKBP. Tunggul Sinatrio, SIK, MH, melalui Kapolsek Sambelia, IPTU. Ahmad Yani, konsisten mendukung program pemerintah tersebut. Terbukti, Pada (26/6) lalu, Kapolsek meninjau kesiapan pemdes Bagik Manis dan warganya dalam menyambut New Normal.


Tujuan kunjungan Kapolsek Sambelia bersama anggotanya tiada lain untuk melihat sejauh mana kesiapan desa mengikuti lomba. Kemudian produk unggulan lokal apa saja yang mereka bisa munculkan untuk menjaga katahanan pangan.


Ketua Lomba kampung sehat Hibnu Haldun Waluyo, yang juga sekdes Bagik Manis, menunjukkan beberapa jenis inovasi warganya yang bisa dijual untuk meningkatkan ekonomi produktif keluarga di tengah pandemi.


Usaha Rengginang berbahan baku lokal (ketan) yang diusahakan oleh Inaq Hariadi (50) ternyata dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Renggiang ini katanya setiap hari dicari oleh warga yang akan melaksanakan acara selamatan.


"Jika ada yang pesta (begawe) renggiang ini tetap di pesan oleh orang, ada juga yang mesan dari luar desa," kata Haldun panggilan sekdes.


Selain itu, usaha ternak Ayam petelur yang diusahakan selama ini oleh Juliati, memanfaatkan pekarangan rumah juga bisa menambah pendapatan keluarga.


Pembeli atau pelanggan kata Julati berasal dari desa setempat selain pesanan dari desa lain. Setiap hari Juliati bisa mengumpulkan telur di sekitar lima pohon tergantung jumlah ayam yang dipelihara.


"Pembelinya dari kokok Rajak, Tekalok dan masyarakat sekitar sini dan Alhamdulillah bisa membantu meringankan beban hidup keluarga saya," kata Juliati.


Untuk meningkatkan produktivitas ayam petelurnya, Juliati meminta bantuan bantuan tambahan dari pemerintah desa agar dia bisa menambah area kandangnya dibangun pada lahan yang masih kosong. Dan, Sekdes Bagik Manis, akan membantu dana lewat Bumdes.


Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, pemdes Bagik Manis sudah menyiapkan tandon berisi air sabun pencuci tangan. Tandon (ember) tersebut, terkenal di beberapa titik kampung. 


Hal ini bertujuan untuk mempermudah warganya mencuci tangan agar terhindar dari serangan virus corona yang mematikan.


Di kantor desanya, mereka juga menyiapkan ruang isolasi. Jadi, apabila ada warganya disinyalir terkena Virus Corona, maka satgas Covid-19 tingkat desa yang sudah terbentuk akan membawanya ke ruang isolasi untuk di karantina.


Hal ini dimaksudkan agar penyebaran Covid-19 tidak lagi menghantui masyarakatnya lebih-lebih dalam kondisi ekonomi masyarakat terpuruk akibat pandemi. (Ggar)

Related Posts:

Polemik Pemdes Padak Guar dan Karang Taruna

Lombok Timur, SK- Kepala desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Tarmizi, kecewa atas kinerja karang taruna desanya yang selama ini belum maksimal menjalankan fungsinya sebagai lembaga sosial kepemudaan di bawah pemerintahan desa.


Padahal menurut Kades Padak Guar ini, anggaran untuk karang taruna Sepuluh juta pertahun terus digulirkan pihaknya. Kemudian anggaran dana karang taruna tahun 2019 untuk 2020 sebesar lima belas juta yang direncanakan membangun lahan parkir belum bisa dicairkan mengingat, pemdes lebih memprioritaskan bantuan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 melalui program BLT.


Jikapun misalnya, karang taruna keukeuh dana pemuda tahun ini (2020) dicairkan, Kades penggunaan penggunaan dana tahun sebelumnya dilaporkan secara tertulis dan jelas arahnya. 


"Sehingga saya sanggah tadi, yang sepuluh juta saja sampai saat ini belum saya terima laporannya secara tertulis sebagai acuan untuk menggelontorkan dana selanjutnya," terang Tarmizi, pada jurnalis Speaker Kampung di kantornya, (28/7) usai menggelar musdes.


Lebih jauh Tarmizi menjelaskan, jika program yang dijalankan karang taruna bisa dijalankan maka, pihaknya akan menambah dananya lagi. Tapi hingga saat ini kata Tarmizi, pihaknya tidak pernah menerima laporan tertulis.


Menjawab simpang siur atau tidak jelasnya penggunaan dana karang taruna, pada (⅞) media ini menghubungi ketua karang taruna Desa Padak Guar, Lalu. Rohyadi. 


Rohyadi menjelaskan, arah penggunaan dana pemuda pada tahun 2019 katanya, sudah dilaporkan secara tertulis kepada Sekdesnya, Azwar Hariyadi. 


"Ini saudara Jaya sendiri yang langsung menyerahkan laporan kami. Adapun jika tidak nyampe di meja Pak Kades, itu bukan tanggung jawab kami. Seharusnya Pak kades sendiri menanyakan ke Pak sekdesnya gitu kan," terang Rohyadi.


Lebih lanjut Rohyadi menjelaskan, penggunaan dana karang taruna katanya diserahkan kepada masing-masing dusun secara bergantian untuk pemberdayaan pemuda seperti menambah modal usaha.


Ikhsan Hariyadi, pemuda Dusun Dasan Baru menerangkan, dana yang sepuluh juta setelah dipotong pajak dibagi dua antara pemuda Dusun Padak Selatan dan Dusun Dasan Baru untuk pemberdayaan sosial.


"Kalau di Dusun Padak Selatan kita tidak tahu apa programnya. Nah, untuk di Dusun Dasan Baru, saya sendiri yang siap bertanggung jawab," jelasnya.


Dana pemuda itu kata Rohyadi sudah ada yang digunakan. Tapi tidak bisa dipungkiri ada juga yang macet. Sebagian dana itu masih ada dipegang pemuda bahkan uang itu katanya, semakin bertambah.


Kemudian, dana yang sudah diterima tetap akan dipertanggung jawabkan penggunaanya oleh pemuda karang taruna itu sendiri.


Ketika menggunakan Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN, apapun program yang dikerjakan lembaga desa, pemdes berkewajiban mempertanggung jawabkan penggunaan anggaran yang tertuang dalam Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) penggunaan DD.


Namun sampai saat ini menurut Kades Padak Guar, Tarmizi, laporan tertulis tidak pernah dia terima. "Sampai saat ini belum kami terima laporan secara tertulis," kesalnya.


Jika untuk program berikutnya, karang taruna tidak dapat memberikan laporan tertulis maka pihak pemdes tidak akan mencairkan dana tersebut.


Pemdes menekankan agar karang taruna setiap menerima bantuan dana dari pemerintah, mereka melayani untuk segera membuat laporan secara tertulis. Laporan tersebut diantar langsung ke pemdes selaku penanggung jawab penggunaan anggaran. Demikian harapan disampaikan sekdes Padak Guar, Azwar Hariadi.


Sebagai bentuk evaluasi kinerja karang taruna, pemdes berharap ada peningkatan bentuk ekonomi dari karang taruna itu sendiri. Karang taruna menurut Tarmizi, sebagai pembantu pemerintah desa menerapkan program desa kepada pemuda khususnya.


Selama ini, hasil kontrol yang dilakukan pihak desa kepada lembaga karang taruna, belum melihat jelas bentuk fisiknya. Sehingga pemdes terus memprovokasi pemudanya agar bisa memanfaatkan dana yang diberikan untuk meningkatkan ekonomi produktif.


Sinopsis ...


Karang taruna adalah organisasi sosial kemasyarakatan bukan politik, sebagai wadah pengembangan generasi muda, tumbuh dan berkembang di atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab.


Sebagaimana termaktub dalam pasal 4 kemensos 77/2010 tentang "Karang taruna berada di desa / kelurahan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia"


Sesuai pasal 6 Permensos 77/2010 dalam menjalankan tugasnya, karang taruna memiliki fungsi menghindari timbulnya masalah ketimpangan sosial khususnya generasi muda.


Mengadakan program kesejahteraan, perlindungan, jaminan dan pemberdayaan sosial. Membantu pemerintah dalam meningkatkan ekonomi produktif. Menekankan kepada setiap anggota untuk mendukung kesejahteraan sosial, mendukung dan mempertahankan kearifan lokal bukan cenderung lari ke hal yang ada pada politik.


Pengurus karang taruna ditentukan oleh kepala desa terdiri dari dewan pembina, ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara dan seksi-seksi. Pengurus karang taruna melaksanakan program kerja mandiri maupun program kerja sama dengan desa. (Ggar)

Related Posts:

Kaban Kesbangpoldagri: Tugas Kami Untuk Harmonisasi

Lombok Timur,SK - Menjelang musim kemarau, GP3A Sambelia, sering merasa kekurangan air untuk mengairi sawah maupun ladangnya sehingga mereka ramai-ramai lakukan protes ke pemerintah terkait.

Untuk itu, Kepala Desa Sambelia, Ahmad Subandi, SE, mengundang Kepala Bakesbangpoldagri Lombok Timur, H. Muhammad Isa, untuk membantu mencari solusi teknis mengatasi kekeringan yang melanda petani Sambelia, berlangsung di aula kantor Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Senin (3/8/2020)

Air yang bersumber dari mata air santri Loba DAM Sambelia ini memenuhi kebutuhan hidup masyarakat petani yang berada di lima desa meliputi, Desa Sugian, Bagik Manis, Dadap, Labuhan Pandan, Senanggalih dan juga Sambelia.

Sehingga apabila tiba musim kemarau, para pekasih sering kelabakan membagikan air pada subaknya. Karena debit air sudah mulai berkurang. Belum lagi air yang digunakan untuk kebutuhan sarana ibadah dan juga rumah tangga. Setiap tahun menjelang musim kemarau, permasalahan seperti ini sering muncul sehingga kadang terindikasi menimbulkan gejolak.

Kepala Badan Kesbangpoldagri Lombok Timur, HM.Isa hadir atas undangan kades Sambelia tersebut mengatakan, yang penting diperhatikan katanya adalah bagaimana upaya pemerintah bersama masyarakat menjaga dan melestarikan hutan yang gundul. 

"Pada intinya sumber mata air itu harus terjaga. Apa yang dikerjakan oleh masyarakat jika airnya kering, baru nanti kita bicara regulasi," terang mantan Kepala BKD pada jurnalis Speaker Kampung didampingi mantan Camat Sambelia, Drs. Zaitul Akmal, MM yang sekarang menjabat Sekban.

Kaban minta kepada kades dan kelompok pengguna sumber daya air harus hadir di kabag hukum bertanya seperti apa regulasi pengelolaan air yang sebenarnya agar tidak terjadi masalah berkelanjutan.

Juru pengairan, selain bertugas untuk memeriksa laporan luas tanaman yang diserahkan oleh GP3A, ia juga harus bisa bekerjasama dengan PPL, kepala desa dan pihak lain yang berhubungan untuk mengadakan penyuluhan pada petani mengenai pengetahuan irigasi dan pertanian.

Oleh karena itu, Knowledge Centre On Irrigation management dalam rangka percepatan tersier dan tata kelolanya, kemitraan antara pemerintah desa dan masyarakat petani pemakai air dapat terjalin dengan baik. Upaya mendukung peningkatan produksi pertanian dan mewujudkan tata kelola air dalam satu kesatuan sistem dan jaringan utama sampai dengan jaringan tersier (single management)

Jika juru pengairan (pengamat) belum memiliki pengetahuan teknis, maka Kaban meminta agar segera berkoordinasi dengan kadis PU, supaya tidak menimbulkan gejolak di kemudian hari.

"Saya minta dia (pengamat) segera melapor ke Kadisnya, kemudian, nanti Kadis  yang berkomunikasi dengan instansi terkait," pintanya.

Kades Sambelia, Ahmad Subandi,SE pada kesempatan itu, sedikit menyentil keberadaan PDAM di sambelia yang tidak pernah memberikan kontribusi ke desa. Padahal menurutnya, air yang dikelola oleh PDAM itu bersumber dari mata air yang berada di wilayahnya.

Mengenai keberadaan PDAM yang tidak ada kontribusinya ke desa, Kaban berjanji akan menyampaikannya kepada Bupati. "Itu nanti saya akan sampaikan kepada Bupati," katanya.

Kapolsek Sambelia, IPTU Ahmad Yani, pada kesempatan itu mengingatkan agar pemerintah mengambil peran agar senantiasa mensosialisasikan kepada masyarakat pentingnya melestarikan hutan agar tidak gundul. Tentu dengan mengajak masyarakat melakukan gerakan reboisasi agar hutan tetap lestari.

"Jika pun ada isu yang tidak jelas sumbernya, mari komunikasikan dulu dengan pihak terkait supaya tidak menimbulkan anarkis akibat informasi yang belum jelas sumbernya," katanya.

Usai menggelar musyawarah bersama Bakesbangpoldagri, TNI/POLRI dan lima orang kepala desa serta kelompok pengguna air DAM Sambelia, lima kepala desa yang tergabung dalam GP3A sepakat akan membuat peraturan desa (perdes) bersama. 

Perdes ini nantinya akan dijadikan payung hukum untuk mengambil tindakan apabila ditemukan masyarakat pengguna air melanggar peraturan yang sudah disepakati bersama. Kemudian pipa di beberapa titik yang diduga dipasang masyarakat tanpa koordinasi dengan pemerintah desa, rencananya akan mereka tertibkan. (Ggar)

Related Posts:

Kronologi Almarhumah Dikebumikan, Pasien Positif Covid-19 Asal Ketangga

Lotim. SK_Hampir semua warga tak percaya. Jika pasien Rumah sakit ini dinyatakan positif Covid-19. Tepat pagi kamis, pukul 8:00 pagi, suara corong masjid Pusaka Desa Ketangga siarkan berita duka. 

Berita duka cita itu berasal dari Sawiyah (69) jenis kelamin perempuan warga Dusun Otak Desa, Desa Ketangga Kecamatan Suela. Ia meninggal dunia mengaku positif Covid-19. 

Namun warga lokal tak percaya bisa terjadi. Sebab sepengetahuan warga, pasien yang meninggal ini tak ada yang keluar dari rumah atau kontak dengan pasien selama pandemi ini. 


Suhir warga lokal menerima jika almarhumah tak pernah ada kontak dengan orang luar. "Sepengetahuan kami, almarhumah ini tidak pernah ada kontak dengan pasien positif Covid atau keluar dari rumah selama ini" Jelasnya. 

Almarhumah justeru diketahui warga penyakit struk dan bukan ada yang setuju dengan Covid-19. 

Mengetahui situasi ini tim Pembicara Kampung Kesehatan melalui Kepala Puskesmas Suela, dr Ahmad Bardan Salim. 

Bardan Salim mengatakan, pihak puskesmas Suela tidak me-tes cepat pasien yang bernama Sawiyah, karena pasien ini memulai penyakit setruk. 

"Diharapkan, pihak puskesmas telah memeriksa korban dan tidak melakukan tes cepat, sebab yang diduga pasien ini tidak ada yang diduga sebagai penyebab covid-19" Jelas Bardan pada Kamis 30/7/2020.

Bardan menambahkan, setelah di IGD RSUD pasien tersebut di tes cepat dengan hasil reaktif. Bergantung pasien ditempatkan di ruang isolasi. 

Ia juga menuturkan, pada hari Selasa per-tanggal 28 Juli 2020 di ambil sampel swebnya, setelah pada hari Kamis tanggal 30 Juli 2020 pasien ini meninggal pada jam 7:10 menit. 

Pasien ini keluar dan hasil swebnya keluar jam 8: 5 menit dengan hasil positif covid-19. 

Alasan inilah pemakaman pasien ini dengan protokol Covid19. Para petugas menggunakan APD lengkap.  (Rozi) 




Related Posts:

Inilah Program Prioritas Desa Padak Guar

Lombok Timur, SK - Kementerian desa PDTT melalui pendamping desa serta tim PTPD kecamatan, pada setiap bulan Juli tahun berjalan, terus melakukan dampingan dengan menggelar Musdes untuk menggali aspirasi masyarakat yang akan dituangkan pada RKPDesa tahun 2021.

Dan kali ini, bertempat di aula kantor Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, (28/7/2020) tim pendamping desa bersama PTPD menggelar musdes untuk menggali, menampung aspirasi serta menyusun program prioritas yang akan dikerjakan.

Musdes di Desa Padak Guar ini, merupakan musdes terakhir yang digelar pendamping desa, setelah roadshow selama sepekan pada sebelas desa se-Kecamatan Sambelia. Dihadiri oleh Kades Padak Guar, Tarmizi serta perangkatnya, lembaga desa serta, puluhan perwakilan warga.

Tim PTPD, Mardi, S.AP, pada setiap pertemuannya, terus mengingatkan kepada BPD agar memahami tugas pokok dan fungsinya selaku mitra kerja pemerintah desa. BPD kata Mardi, harus mengetahui semua program desa yang sudah dikerjakan maupun yang akan dikerjakan.

Selain pungsi pengawasan, menyetujui anggaran, membuat perdes, memimpin musyawarah, BPD juga harus rajin turun ke masyarakat untuk menyerap aspirasi masyarakat kemudian dibawa dalam musyawarah lembaga bersama pemdes.

"Tidak ada alasan BPD tidak tau. Jika ada anggota BPD tidak tahu program desa berarti BPD itu tidak menjalankan fungsinya," jelas Mardi.

Musdes tahun ini tambah Mardi, mengangkat kembali program yang sempat tertunda pada tahun lalu (2020) Tertundanya program itu, disebabkan Dana Desa tahun 2019 dialihkan untuk membantu warga terdampak Covid-19 lewat program BLT.

"Secara otomatis program yang sempat tertunda tahun lalu akan naik pada tahun berikutnya dan pagu indikatifnya sama dengan tahun usulan," terangnya.

Pendamping desa profesional kecamatan, I Gusti Ngurah AA, SP,.MSi, sekaligus putra Desa Padak Guar, merilis beberapa program yang sempat tertunda pada tahun 2020 akibat pandemi.

Sedikitnya ada empat item program tertunda yang akan dituangkan dalam RKPDesa tahun 2021. Dan secara aklamasi semua lembaga desa dan perwakilan warga menyetujui dilanjutkannya program yang sempat tertunda itu.

Program yang sudah masuk dalam RPJMDesa tersebut diantaranya adalah, pemberian santunan kepada jompo dan fakir miskin dengan anggaran yang disiapkan 57 juta. Kemudian lapen jalan di Dusun Padak Selatan yang mulanya sepanjang 250 meter diubah menjadi 1000 meter (1km) melakukan pengerasan jalan dengan anggaran Rp 115.290.000.-

Berikutnya, pembuatan talud poros tengah sepanjang 250 meter di Dusun Purwakarya senilai Rp 109.804.000,- dan lapen jalan di Dusun Tibuborok sepanjang 200 meter dengan nilai anggaran Rp 159.895.500,- sehingga total DD yang dipersiapkan untuk melanjutkan program kerja pemerintah Desa Padak Guar untuk tahun 2021 sebesar Rp 441.989.500,-

"Program tertunda inilah yang akan kita lanjutkan pada RKPDesa tahun 2021 selain program usulan lainnya sesuai hasil musdes," kata Gusti.

Selain program yang sudah sepakati, ada beberapa program usulan baru yang akan dikerjakan. Diantaranya adalah program Bank sampah yang diusulkan oleh Sekdes Padak Guar. Suntikan dana BUMDes dianggarkan hingga mencapai 200 juta rupiah.

Pengembangan wisata pantai yang sudah disusun sendiri master plantnya oleh Gusti, tidak luput menjadi program prioritas. Sebagai ketua pokja pariwisata Desa Padak guar, Gusti optimis pemerintah Provinsi memberikan angin segar untuk pengembangan ekowisata khususnya di Padak Guar dan akan jadi Branding desa.

Oleh karena itu, Gusti meminta kepada pemerintah desa agar bisa berkontribusi untuk mengembangkan potensi wisata, melihat Padak Guar dikelilingi garis pantai serta beberapa Gili yang menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Tidak bisa jika kita hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah Provinsi, jika desa tidak mengawalinya," kata Gusti.

Selain itu, program usulan baru juga datang dari nakes dan kader Posyandu. Melalui perwakilannya, mereka mengusulkan program pelatihan kader posyandu, pengadaan kelas ibu hamil, ibu menyusui dan balita, pengadaan Sistem Informasi Posyandu (SIP) dan masih banyak program usulan lainnya yang harus direalisasikan pemerintah pada RKPDesa tahun 2021 mendatang. (Ggar)

Related Posts:

Gelar Konferensi Cabang, IPNU Lotim Lebarkan Sayap

Lotim.SK-  Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Lombok Timur  gelar konferensi cabang dalam rangka lebarkan sayap dan tingkatkan kwalitas Kader IPNU dalam menyongsong generasi penerus kepemimpinan NU.

Ketua  IPNU Lombok Timur Ikhwanul Muslimin mengatakan, dalam konferensi tersebut ia mengatakan siapapun yang terpilih dalam konferensi tersebut, agar  bisa menjadi pemimpin yang baik dan dapat melanjutkan program-program yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

"semoga pemimpin yang baru bisa melanjutkan program-program yang sudah kita bangun  dan lebih maju lagi" ungkapnya.

Selain itu, Muslim  ketua yang sebentar lagi demisioner ini mengungkapkan agar kader-kader IPNU yang ada di Cabang Lombok Timur dapat mengembangkan dan mengharumkan nama-nama pondok pesantren Nahdatul Ulama

"ini tugas berat, kepada siapapun yang terpilih untuk mengangkat nama ponpes NU kedepannya" tegasnya pada awak media speaker kampung.

Lebih jauh muslim menjelaskan bahwa kader-kader IPNU harus memiliki startegi untuk bersaing dengan ponpes yang ada di Lombok timur, hal itu diungkapkan agar kader-kader bisa memetakan bagaimana upaya mereka dalam melebarkan sayap-sayap dan melahirkan pondok pesantren Nahdatul Ulama (NU) di Lombok timur.

Dari konferensi IPNU yang dilaksanakan pada Sabtu (25/07) tersebut, ia juga berharap bisa melahirkan generasi-generasi penggerak, generasi emas untuk Nahdatul Ulama ke depan

 "semoga dari konferensi ini semoga lahir generasi emas yang menjadi pendobrak dan pemimpin hebat" harapnya.
(Rozi)

Related Posts:

P3MD Lotim: Pemulihan BUMDes di Masa Pandemi

Lotim. SK_Untuk mendorong  Eksistensi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di era New Normal Pandemi Covid-19, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) merevitalisasi BUMDes dengan memberikan nomor registrasi kepada badan usaha tersebut guna meningkatkan kredibilitasnya.

"Untuk mengupayakan pemulihan BUMDes di tengah pandemi, Kemendes registrasi seluruh BUMDes di Republik ini termasuk kita di Kabupaten Lombok Timur ini" kata Hamdani TA PED P3MD Lombok Timur Sabtu 25/7/2020 di Aula Kantor Camat Lenek Lombok Timur.


Ia mengatakan selama ini pengawasan atau pendampingan Kemendes PDTT terhadap BUMDes belum dilaksanakan secara total.

Oleh karena itu untuk mendukung pendampingan lebih lanjut, Kemendes PDTT meminta kepada seluruh BUMDes untuk melakukan registrasi dan mengisi ulang data guna meningkatkan kredibilitas mereka.


Nomor register tersebut, menurut Hamdani sangat penting agar BUMDes tersebut memiliki kredibilitas yang lebih baik.

"Intinya hari ini kita akan mendampingi pengurus BUMDes untuk input data, sebagai registrasi" Jelas Hamdani.

Hamdani juga menyebutkan bahwa data yang dimasukkan pada proses registrasi ini yakni Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART), Standar Operasional Prosudural/ SOP, Peraturan Desa, Laporan Keuangan dan menginput email.

Related Posts:

Pendamping Desa dan PTPD Sambelia Susun Jadwal Musdes

Lombok Timur, SK - Dalam rangka menentukan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) pada bulan Juli tahun berjalan, sesuai permendes Nomor 114 Tahun 2014 tentang pedoman pembangunan desa pasal 29 ayat 3, pemerintah desa harus segera melakukan musyawarah desa.

Sehingga, pada (17/7/2020) pendamping desa profesional Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, I Gusti Ngurah AA, SP,.MSi bersama PTPD, pendamping desa dan juga pendamping desa lokal menyusun jadwal musyawarah desa, RKPDesa se-Kecamatan Sambelia.

Selama sepekan, sejak 20 hingga 28 Juli 2020, mereka terus bergerilya ke sebelas desa membantu menyusun RKPDesa dengan mendatangi sebelas desa di Kecamatan Sambelia, sesuai jadwal. Mulai dari desa Madayin, ujung utara Lombok Timur, berakhir di Desa Padak Guar.

Musyawarah desa tahun ini menurut tim Pembina Teknis Pemerintah Desa (PTPD) Mardi, SAP, sebenarnya sudah ada dalam RPJMDesa yang sudah disesuaikan dengan prioritas desa. RPJMDesa ditetapkan sejak Kepala desa itu dilantik.

Dalam lembaran dokumen RPJMDesa, sudah masuk di sana janji politik kepala desa (kades) sebelum terpilih. Kemudian kades akan merealisasikan janjinya itu selama enam tahun pemerintahannya.

Namun pada tahun ini, akibat adanya musibah non alam covid-19, Dana Desa (DD) yang ditransfer pemerintah pusat ke kas desa, sebagiannya sudah digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak covid-19, melalui program BLT. Sehingga, perlu diadakan musyawarah RKPDesa, menentukan anggaran perubahan untuk tahun berikutnya.

Dalam Musdes itu, BPD sebagai mitra kerja pemerintah desa bertugas untuk menampung aspirasi warga. Bukan malah sebaliknya BPD paling banyak menyampaikan aspirasi serta saling menyalahkan antara pemdes dengan BPD di depan publik.

Sebenarnya menurut Mardi, BPD harus memahami tupoksinya sebagai wakil rakyat sama seperti DPR. Kapanpun masyarakat membutuhkannya, mereka harus ada karena sudah melekat pada dirinya bahwa dia sebagai wakil rakyat.

Begitu pula tugasnya sebagai pemimpin rapat, memutuskan anggaran serta mengawasi kinerja pemerintah tanpa diundang mereka harus hadir jika menurutnya, melihat ada sesuatu yang dianggap tidak beres di pemerintah desa. (Ggar)

Related Posts:

Petani Tembakau Lotim Beralih Bertanam Komoditi Lain

Lombok Timur, SK - Desa Dadap, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, NTB, adalah satu-satunya desa yang wilayahnya tidak dilintasi jalan provinsi. Desa ini diapit oleh tiga desa yakni Desa Labuhan Pandan, Bagik Manis dan Desa Sugian.

Untuk menuju desa ini, bisa melalui tiga pintu masuk diantaranya, pertigaan Sambi Elen, Desa Labuhan pandan, pertigaan Dasan Bagik Luar, Desa Bagik Manis dan pertigaan Sugian, Desa Sugian.

Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani selain peternak dan nelayan. Bersama warganya mereka hidup damai, harmonis di tengah masyarakatnya yang heterogen.

Sebagian besar petani desa tersebut ketika bercocok tanam, mereka mengairi sawahnya menggunakan sumur bor. Sisanya memanfaatkan air irigasi bersumber dari Desa Sambelia.

Menurut salah seorang petani, Mamiq Rifki, akibat monopoli harga tembakau oleh perusahaan rokok, belakangan ini sekitar 25 persen petani tembakau beralih tanam ke jenis tanaman lain.

Terbanyak katanya, mereka beralih ke tanaman cabai kemudian jagung dan kacang-kacangan, selain menanam padi sebagai komoditas utama. Ini menunjukkan bahwa mantan petani tembakau sudah merasakan dampak ekonomi akibat monopoli harga yang dilakukan perusahaan rokok.

Menanam tembakau menurut salah satu warga lainnya, Amin (25) asal Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Lotim.  Yang dikeluhkan petani tembakau ketika musim panen adalah harga jualnya yang relatif rendah.

Meskipun begitu, sebagai distributor obat pertanian, ia tidak bisa intervensi petani secara langsung. Tugasnya hanya memberikan pemahaman obat apa yang cocok dan cara meracik obat agar hasil panennya maksimal.

Ditanya, relevansinya antara tembakau, rokok dan perokok khususnya pada anak?  Amin berpendapat, memang katanya, dampak negatifnya sangat luar biasa terutama dari segi kesehatan.

Sebenarnya tambah Amin, anak merokok itu akibat lingkungan atau pergaulan. Jika si anak sering bergaul sama perokok aktif misalnya, maka sedikit tidak anak itu akan terpengaruh.

"Lingkungan lebih banyak mempengaruhi anak untuk merokok. Melihat temannya merokok maka si anak mau mencobanya," jelas Amin, Selasa (21/7)

Oleh karena itu lanjutnya, peran orang tua dirasa penting untuk mengawasi pergaulan anaknya. Orang tua berkewajiban mengontrol anaknya dimana dan sama siapa dia bermain.

Melarang orang yang sudah terbiasa merokok itu memang sangat sulit, tapi minimal keluarga punya inisiatif upaya yang bisa dilakukan orang tua untuk menekan agar anaknya tidak terpapar asap rokok dari perokok aktif.

"Perokok pasif saja bisa terkena dampak bagi kesehatannya, apalagi perokok aktif," cetus Amin. (Ggar)

Related Posts:

Musyawarah Desa Dadap, Prioritas Pengaspalan Jalan

Lombok Timur, SK - Pemerintah Desa Dadap, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur laksanakan Musyawarah Desa (MUSDes) merumuskan Rencana Kerja Pemerintahan Desa (RKPDes) tahun anggaran 2021, berlangsung di aula kantor desa Dadap, Rabu (22/7/2020).

MUSDes ini dihadiri oleh pendamping desa, Kasubag umum dan kepegawaian Kecamatan Sambelia, Kades Dadap beserta perangkatnya dan puluhan perwakilan masyarakat dari enam wilayah.

MUSDes ini dibuka langsung oleh Kepala desa Dadap, Rohani. Dalam sambutannya, Rohani menyampaikan jumlah Dana Desa (DD) yang diterima  dari pemerintah melalui APBN tahun ini katanya sebanyak Rp 1,438,466,000,- kemudian Anggaran Dana Desa (ADD) sebesar Rp 513,327,039,-

Dana desa sebanyak itu sebagiannya sudah disalurkan langsung ke warga terdampak Covid-19 melalui program BLT selama tiga bulan berturut-turut. Selain itu, sepanjang tahun 2020 ini pemdes juga sudah membuka jalan usaha tani sepanjang 850 meter dengan lebar 6 meter di Dusun Kokok Rajak.

Kemudian sisa dana tersebut menurut Kades Dadap, akan digunakan untuk pengaspalan jalan dari Dusun Timburan melalui Dusun Tanjong tembus ke Dusun Ujung sepanjang 2500 meter.

"Untuk tahun ini, pengaspalan jalan akan kita prioritaskan mulai dari dusun Timburan, Tanjong tembus ke Dusun Ujung," kata Rohani di depan warganya.

Meskipun begitu Rohani, tetap memberikan peluang kepada perwakilan  warganya mengusulkan hal prioritas lain yang kiranya bisa dikerjakan. Seperti penataan wisata pantai, pembangunan posyandu serta bantuan RTLH sepuluh unit akan dituntaskan pada tahun 2021.

Kasubag umum dan kepegawaian Mardi, S.AP dalam sambutannya sangat menyayangkan ketidakhadiran ketua BPD. Menurutnya, ketua BPD seharusnya   berada di tengah memimpin musyawarah untuk menyerap aspirasi warga.

"Ini sebenarnya domainnya ketua BPD memimpin rapat yang sifatnya strategis. BPD harus tau serta mengawal program pemdes jika BPD tidak tahu berarti ini hal yang lucu," sindirnya.

Meskipun begitu, Sekdes Dadap, Saparudin, menggantikan posisi ketua BPD yang tidak sempat hadir tetap optimis bahwa program pemerintah yang sempat tertunda akibat covid-19 akan direalisasikan pada tahun 2021.

Program prioritas yang diusulkan sebagian besar warga Dadap adalah pengaspalan jalan dari Dusun Timburan, Tanjong hingga tembus ke pantai Ujung.

Pengaspalan jalan ini sebagai langkah awal untuk menunjang program prioritas pemdes. Memperkenalkan area wisata yang ada di desanya tentu harus dibarengi  dengan akses jalan yang memadai agar wisatawan tertarik untuk berkunjung.

Kondisi jalan tersebut memang cukup memprihatinkan. Sepanjang jalan, batu besar bermunculan dan tanahnya banyak yang berlubang. Belum lagi ketika musim hujan, kita melihat tanah becek, berlumpur dan digenangi air sangat mengganggu pengguna jalan.

Melihat kondisi jalan seperti itu, sudah sepantasnya pemdes memprioritaskannya. Apalagi pantai Ujung dan Timbagali semakin lama banyak dikunjungi wisatawan. Baik wisatawan yang tujuannya memancing untuk melepas hobi atau mereka yang sengaja datang bersama keluarganya untuk sekedar mandi.

"Semoga rencana pengaspalan ini bisa kita realisasikan, agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh pengguna jalan," harap Saparudin.

Pengaspalan jalan sepanjang 2500 meter ini, menurut Kades Dadap, tidak akan cukup hanya sekedar mengandalkan DD. Tapi katanya, ada program dana lanjutan dimana pembiayaannya akan dibantu oleh perusahaan yang beroperasi di wilayahnya.

"Dana Desa tidak akan bisa mencukupi jika kita tidak dibantu oleh pihak ketiga dalam hal ini perusahaan tambak udang," terang Rohani. (Ggar)

Related Posts:

Petani Tembakau di Lombok Timur Larang Keras Anaknya Candu Rokok

Lombok Timur, SK - Sebenarnya tidak semua petani tembakau menginginkan anaknya menjadi perokok. Apalagi anaknya itu masih usia dini (sekolah) tentu larangan merokok itu bagian dari tanggung jawab keluarga dan guru.

Larangan merokok itu, diterapkan oleh Lalu Nursiwan (35) asal Desa Dadap, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, kepada keluarganya. Meskipun pada kenyataannya, Nursiwan bisa dikatakan perokok aktif. Tapi kebiasaannya itu tidak ingin diturunkan kepada anak serta keluarganya.

Menurutnya merokok itu adalah bagian dari perbuatan yang tidak terpuji bahkan cenderung merugikan ekonomi keluarga. Sehingga dengan tegas Nursiwan turut menghimbau kepada anak-anak di lingkungannya agar tidak membiasakan diri merokok.

"Kita memiliki tujuan yang sama sebenarnya. Saya juga melarang keras adik dan anak saya merokok apalagi dia di bawah umur," terangnya pada media ini, Selasa (21/7/2020)

Andaikan ada dijual obat yang bisa membuat orang total berhenti merokok, Nursiwan akan membelinya. Sebab, ia menyadari, membiasakan diri merokok itu akan membebani ekonomi keluarga lebih - lebih lagi akan mengganggu kesehatan.

"Saya juga sering dimarahi istri hanya karena gara-gara merokok," akunya.

Agar petani tembakau mau beralih tanam ke jenis komoditas lain, peran serta pemerintah menurut Nursiwan itu penting. Pemerintah harus mampu menstabilkan harga komoditas lain menjelang panen raya sehingga, petani tidak terus dirugikan.

Di ceritakan pengalamannya pada saat Nursiwan, menanam jagung. Ketika musim panen tiba katanya, harga jagung turun drastis dari harga sebelumnya, begitu juga tanaman varietas lain. Pemerintah terkesan tidak mampu mengawal harga komoditas petani ketika panen raya tiba.

"Kami mau beralih tanam dari tembakau ke biji-bijian atau sejenisnya, tapi tolong pemerintah juga harus bisa mengawal harga barang petani sehingga kami tidak terus dirugikan," tutupnya. (Ggar)

Related Posts:

Monopoli Harga, Petani Tembakau Sambelia Keluhkan Harga

Lombok Timur, SK - Tidak sedikit petani tembakau mengeluhkan monopoli harga yang dilakukan oleh perusahaan rokok. Beberapa tahun terakhir ini harga jual tembakau jarang berpihak pada petani.

Keluhan petani tembakau ini disampaikan Lalu. Nursiwan (35) mewakili petani tembakau lainnya, pada jurnalis Speaker Kampung, Selasa (21/7) di rumahnya Desa Dadap, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB.

Setiap tahun ketika panen raya, para pengepul (tengkulak) banyak berkeliaran mencari tembakau ke sawah warga. Mereka bekerja sama dengan bos tembakau (perusahaan) menawarkan harga yang cukup marjinal dari harga yang sebenarnya.

Seharusnya kata Nursiwan, perusahaan rokok bisa langsung turun ke petani tembakau jangan mengharapkan pengepul. Karena jika sudah ditangan pengepul maka selisih harganya akan jauh berbeda.

"Selisih harga ditawarkan tengkulak pada petani hingga 150 ribu rupiah per kwintal dari harga perusahaan," keluh Nursiwan.

Beralih tanam ke tanaman lain pada musim ini (kemarau) kata Nursiwan, tidak bisa. Sebab selama dia menjadi petani, jika ingin menanam cabe harus dibarengi dengan menanam tembakau sebagai tanaman tumpang sarinya, baru hasilnya bagus.

"Hasilnya tidak bagus jika tidak didampingi dengan tanaman tembakau," terang Nursiwan.

Kemudian petani tembakau lainnya, H. Saleh (54) mengatakan, menanam tembakau sebenarnya bukan hal yang diprioritaskan. Tembakau hanya dijadikan tanaman tumpang sari sekedar mengembalikan biaya produksi. Keuntungan yang diharapkan petani sebenarnya dari hasil tanam cabe karena masa panennya cukup lama.

"Kalau tembakau hanya sekedar mengembalikan biaya produksi saja, namun yang lebih prioritas bisa mendapat keuntungan dari bertani ini hanya tanaman cabe," terang Pak Haji. (Ggar)

Related Posts:

Featured Post

Kekeringan Melanda, Gema Selaparang Salurkan Air Bersih

Lotim. SK_ Kekeringan yang melanda Masyarakat Kabupaten Lombok Timur Lembaga Swadaya Masyarakat, Gerakan Masyarakat Selaparang (GEMA SELAPAR...