YAP dan A2LTF Berikan Pengobatan Mata Gratis

Lombok-Sumbawa untuk Timur, SK - Yayasan Anak Pantai (YAP) dan Anak-Anak Lombok Timur Foundation (A2LTF) berikan bantuan pengobatan penyakit mata (katarak) secara gratis kepada 25 orang warga Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, NTB.

Pengobatan katarak ini berlangsung di rumah sakit mata, NTB, (23/1/2020) selama dua hari berturut-turut melibatkan 25 orang pasien dari warga Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia.

Setelah melalui pemeriksaan medis, dari 25 orang, 18 orang di diagnosa katarak berat sehingga  harus menjalani operasi. Sedang sisanya masih dianggap ringan sehingga dokter memberikan obat. Tidak cukup dengan itu, ketua Yayasan Munawir Haris membelikan mereka kacamata sesuai kebutuhan.

Ditanya mengenai biaya yang dikeluarkan untuk   pengobatan mata khususnya mereka yang didiagnosa dokter yang harus menjalani operasi, Haris mengatakan, biayanya sekarang sudah naik.

"Dulu, biayanya berkisar 3 juta 700 ribu rupiah, tapi  sekarang hampir mencapai lima juta per orang, tapi itu bukan menjadi beban bagi kami (yayasan) selama niat dan tujuan kita membantu karena Allah, Insya Allah akan diberikan kemudahan," kata Haris, pada jurnalis Speaker Kampung (24/1/2020) di Mataram.

Dikatakan pengurus yayasan lainnya, Abdullah panggilan Wak Acok, selain pengobatan gratis,  YAP juga harus memenuhi kebutuhan pasien, seperti transportasinya, makan minumnya (akomodasi) selama menginap, pembelian kacamata, bahkan uang saku pun diberikan. Itulah keistimewaan pelayanan yang diberikan yayasan kepada warga masyarakat kurang mampu.

"Beruntung kami masih memiliki donatur dari Belanda bernama Henk claste, yang masih setia hingga saat ini menyalurkan bantuannya untuk memberdayakan masyarakat ekonomi lemah, khususnya di Desa Labuhan pandan," terang Hasbullah

Abdullah menambahkan, sepanjang bulan januari 2020 ini, sudah dua kali yayasan membawa warga  berobat ke rumah sakit mata. Pertama katanya, pada 14 Januari sebanyak 10 (sepuluh) orang kemudian, menyusul pada tanggal 23 hingga 24 Januari sebanyak 15 orang. Jadi total yang mereka bawa berobat sebanyak 25 orang.

Program pengobatan gratis ini menurut salah satu warga penerima manfaat, Bapak Rokhmin mewakili warga lainnya berharap, agar terus berlanjut.

"Saya mewakili teman-teman sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada Haris, Hasbullah dan juga Henk Claste yang telah ikhlas membantu pengobatan kepada kami warga kurang mampu. Andaikan tidak ada mereka mungkin hingga saat ini kami tidak akan bisa berobat," ucapnya penuh syukur.

Untuk diketahui, semenjak berdirinya YAP tahun 2017 silam, warga Desa Labuhan Pandan sudah banyak yang dibantu. Lebih dari 125 rumah sudah dibangun buat warga yang tidak memiliki rumah lengkap dengan MCKnya. Selain itu, yayasan juga memberikan program pelatihan menjahit, komputer, tataboga, konstruksi khusus untuk pemuda pengangguran.

Disamping program tersebut di atas YAP dan A2LTF, membangun SD/SMP Islam dan SMK diperuntukkan bagi anak-anak yang kurang mampu, anak buruh migrant, anak terlantar serta  anak yatim piatu. Semua biaya baik pakaian, alat tulis hingga yuran sekolah di tanggung oleh yayasan. (Ggar)

Related Posts:

Pengurus Gema Selaparang Terbentuk dan Membantah Pemekaran Kabupaten Selaparang

Lenek.SK_ Tim Formatur Gerakan Masyarakat Selaparang akhirnya sepakati pengurus harian dan Dewan Pengurus lembaga yang di bentuk masyarakat Lombok Timur bagian Utara.

Dalam pertemuan itu Ketua Umum terpilih Ahdar Arya Sutha menyampaikan secara gamblang terbentuknya gerakan rakyat ini hanya fokus pada pengembangan sumber daya yang ada, dan akan mengawal kebijakan pemerintah.
Ketua Gerakan Masyarakat ( GEMA ) Selaparang, Ahdar Arya Sutha, Kembali menyanggah jika pembentukan gerakan tersebut sebagai kedok para aktivis untuk mengusulkan pemekaran wilayah atau daerah otonomi baru di Kabupaten Lombok Timur.
“Kami menyanggah tudingan itu,” kata Ahdar Arya Sutha pada hari Sabtu 18/01/2020.


Menurutnya, gerakan yang diinisiasi oleh para aktivis dari berbagai wilayah di Lombok Timur bagian utara itu semata-mata merupakan gerakan moral untuk mengawal pemerataan pembangunan di daerah asal mereka.
Adapun susunan Dewan Pembina yakni Lalu Lukman, H.L Ahmadi, Lalu Syaparuddin Aldi,Z panani, Zaenuddin, Mukti Ali, Mushidayat dan Hj Mariam. Sementara jajaran pengurus harian untuk menangani bidang-bidang,Tim formatur membentuk Bidang Seni dan Budaya ( Aris Munandar, Eros Amaq Laeve), Bidang Kepariwisataan (Royal Sembahulun), Bidang Pertanian, perkebunan dan Perikanan ( Muh.Hirsan, Musta’an) Bidang Kebencanaan dan Lingkungan Hidup ( H.Yusuf Makrum, Rijal) Bidang Pertambangan dan Energi ( Asri Mardianto,Yogi Yulandra ),Bidang Sosial dan Keagamaan ( Suhandi ),Bidang Kesehatan ( Dedi Supriadi,SH ) serta Bidang SDM dan Pendidikan.

Related Posts:

Pemdes Bagik Nyaka Santri Serah Terima Alat Perbengkelan Pemuda

Aikmel.SK_Upaya mendukung pengembangan usaha ekonomi produktif kususnya terhadap para pemudanya, pemerintah Desa Bagik Nayaka Santri Kecamatan Aikmel kabupaten Lombok timur pada Jumat 15/01/2020 menyerahkan bantuan peralatan bengkel sepeda motor untuk kelompok pemuda  yang diserahkan langsung oleh Kepala Desa Bagik nyaka  Santri kepada para pemuda.

Serah terima dilaksanakan di aula kantor Desa Bagik Nyaka Santri dan disaksikan langsung oleh pendamping desa.

Kepala Desa Pejabat Sementara Khairul Amri  mengatakan bahwa kegiatan ini dalam rangka menyerahkan peralatan bengkel sepeda motor.

Sebelumnya para pemuda diberikan pelatihan untuk menambah skill para pemuda. Sementara kegiatan ini dianggarkan langsung dari dana desa pada kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Adapun pemberian bantuan alat perbengkelan tersebut berupa alat kompresor, alat tempel ban, dan peralatan pendukung lainya.

Tim speaker kampung

Related Posts:

Tanam Pohon, Laksa Sambelia Ajak Warga Peduli Lingkungan

Lombok Timur, SK - Komunitas Lestari Alam Kehidupan Sambelia (LAKSa) dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam)  Sambelia, pada, Kamis, (16/1/2020) bersama Mahasiswa KKN UNRAM, kelompok pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa sambelia, beserta seluruh perangkatnya, lakukan penanaman ratusan bibit pohon.

Penanaman bibit pohon ini dimulai dari area pekuburan umum sambelia kemudian akan berlanjut nanti ke bantaran kali sepanjang aliran air DAM sambelia. Mengingat di sepanjang kali tersebut pohon kayu yang dulunya berdiri kokoh menahan debit air, kini sudah mulai berkurang.

Berkurangnya apakah karena ditebang oleh oknum atau karena sudah tua dan rapuh, itu tidak terlalu penting, yang terpenting adalah, upaya yang dilakukan untuk melestarikan hutan yang sudah gundul itu.

Apapun penyebabnya, bersama masyarakat peduli,  LAKSA harus hadir menyelamatkan lingkungan tersebut dari kerusakan yang berkepanjangan.

Camat Sambelia, Ishak,SH sangat mengapresiasi program yang dilakukan LAKSA di bawah pimpinan Ustadz Fatoni. Ishak berharap kepada desa-desa lain yang berada di Kecamatan Sambelia supaya bergerak mengikuti jejak langkah yang sudah dilakukan oleh LAKSa.

"Ini bagian dari penataan lingkungan ke arah yang lebih baik semoga desa lain juga ada komunitas yang bergerak dan punya wawasan lingkungan seperti LAKSa," harapnya.

Ada berbagai Jenis pohon yang ditanam oleh LAKSa diantaranya, bibit pohon nangka, kemiri, durian, mahoni serta berbagai jenis pohon lainnya yang memiliki asas manfaat bagi masyarakat.

Sebagai inisiator sekaligus pembina komunitas, kapolsek Sambelia Iptu. Ahmad Yani ingin menggugah semangat kawula muda agar mempunyai kesadaran bahwa melestarikan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama.

Tanpa paksaan dan tekanan dari pihak manapun dengan sendirinya mau melakukan reboisasi atau penghijaun kembali hutan yang sudah gundul akibat penebangan hutan secara liar.

Proses penghijauan ini dimulai dari areal pemakaman umum berlanjut ke sepanjang bantaran kali DAM sambelia, serta tempat-tempat umum lainnya. Program penghijauan ini dilakukan untuk menggugah semangat masyarakat agar peduli pada lingkungan, bersama-sama melestarikannya.

"Kami berharap supaya apa yang ditanam ini bisa dijaga dan dilestarikan sepanjang masa oleh seluruh elemen masyarakat menjadi hal yang positif bagi seluruh warga," terang Kapolsek Sambelia saat jurnalis Speaker Kampung, menemuinya di lokasi.

Program ini kata Ahmad Yani, di gagas oleh komunitas LAKSA dimana di dalamnya, dia sendiri selaku pembinanya. selain Ahmad Yani, tokoh pendidikan lainnya seperti Nurdin S.Pd serta  tokoh agama Ustadz Jafar juga turut berkontribusi dalam mendirikan komunitas LAKSA ini. Sejak tiga tahun lalu sudah banyak hal yang bermanfaat dilakukan oleh LAKSA kaitannya dengan lingkungan.

Semangat yang sama juga dilontarkan oleh Danramil Sambelia, Kapten Inf. Syafi'i. Dia bersama tujuh orang anggotanya turut terlibat dalam penghijauan ini.

Instansi lain juga katanya sudah ada yang melakukan program yang sama. Dengan diadakannya program penghijauan ini tentu memiliki manfaat besar bagi masyarakat sekitar.

"Dengan banyaknya pohon tentu bisa menampung air dan tidak terlalu panas," jelas Danramil.

Danramil juga menurunkan tujuh orang anggotanya bersama KKN UNRAM lakukan penanaman disamping masyarakat lainnya.

Program penghijauan kembali hutan yang sudah gundul ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadi erosi atau banjir yang disebabkan intensitas hujan yang tinggi sehingga masyarakat tidak lagi menjadi korban banjir bandang seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ketua komunitas LAKSA, Fatoni, S.Pd pada kesempatan itu menyampaikan rasa prihatinnya bahwa di Sambelia terkesan lingkungannya rusak. Sambelia juga katanya sebagai langganan banjir, panas, gundul. Dengan adanya kesan seperti itulah sehingga, Fatoni bersama muspika, pemuda serta seluruh elemen masyarakat, melakukan penghijauan hutan yang gundul tersebut.

Bibit pohon yang ditanam sebanyak 300 bibit dan itu menyebar di beberapa tempat salah satunya di area pemakaman umum. Penanaman kali ini sifatnya formal. Sejak tiga tahun berdirinya LAKSa, mereka sudah melakukan hal yang sama yakni reboisasi tapi tidak pernah terekspos media.

"Program utama kami adalah bergerak di bidang  sosial menjaga lingkungan agar tetap lestari sepanjang masa. Dengan niat untuk memancing pelopor masyarakat betapa pentingnya menjaga lingkungan," jelas Fatoni.

Menanam pohon kata anggota lainnya, Brigadir Marwin merupakan wujud rasa peduli kita pada lingkungan. Melihat lingkungan yang rusak, Marwin, berharap agar mereka yang dulunya perusak hutan, mengambil kayunya,  sekarang harus kembali untuk menanam agar masa depan hutan dan lingkungan tetap asri tempat anak-anak bermain.

"jangan hanya sekedar kita manfaatkan sumber dayanya saja, tapi kita cuek setelah hutan itu rusak dan gundul, lantas kita pergi meninggalkan jejak kaki kita saja, itu yang tidak baik," Jelas Marwin yang juga anggota Polsek Sambelia.

Untuk itu, di awal tahun 2020 ini berbarengan dengan datangnya musim hujan, pemerintah bersama masyarakat harus peka terhadap lingkungan. Jadikan lingkungan tempat tinggal kita sebagai wadah atau daya tarik wisatawan dengan membangun ekowisata, foto sport misalnya, tentu lambat laun akan menjadi ikon andalan masyarakat. (Ggar)

Related Posts:

SPMI NTB Bentuk Paralegal dan Satgas PMI

Lombok Timur, SK - Banyaknya persoalan yang menimpa Pekerja Buruh Migran (PMI) di beberapa daerah mendorong DPN-SPMI pusat turun gunung untuk menyamakan persepsi, memperkuat jaringan kader dan fungsionaris SPMI terutama NTB sebagai kantong PMI terbesar setelah pulau jawa.

Pelatihan paralegal untuk kader DPW, DPC - SPMI NTB di support oleh WSM. WSM adalah sebuah lembaga solidaritas dunia peduli kemanusiaan, berlangsung di Desa Rempung, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur, NTB, pada (11/1/2020).

Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Serikat Pekerja Migran Indonesia (SPMI) diwakili Sekjennya Niko Silalahi, mengatakan, organisasi masyarakat (Ormas) SPMI berdiri atas dasar kemanusiaan.

Oleh karena itu, Niko mengajak kepada semua kader SPMI yang ada di NTB untuk tidak takut memperjuangkan hak PMI yang tereksploitasi secara fisik maupun verbal. Jika ditemukan ada PMI yang tidak diberikan haknya oleh majikan maupun perusahaan penyalur tenaga kerja maka,  SPMI harus turun tangan mengadvokasi mereka dengan memberikan perlindungan hukum sehingga haknya bisa didapatkan. Begitupun  bagi mereka yang mendapatkan penganiayaan dari majikan selama bekerja di negara tujuan.

"Jangan pernah takut untuk mengadvokasi, memberikan perlindungan hukum bagi PMI sampai haknya bisa didapatkan," tegas putra Sumatera Utara ini.

Dia juga mengapresiasi kinerja DPW SPMI NTB  yang sudah banyak membantu PMI/TKI yang bermasalah di luar negeri melalui jalur hukum sehingga PMI yang bermasalah tersebut bisa dipulangkan ke negara asalnya.

Wakil Sekjen SPMI, Firman, pada kesempatan yang sama mengatakan, sesuai amanat undang-undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang perlindungan PMI yang telah disahkan melalui sidang paripurna DPR-RI pada 25 Oktober 2017, menggantikan UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri.

"Organisasi PMI harus disesuaikan dengan Undang-Undang yang baru," jelasnya.

Sehubungan dengan adanya amanat UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang PMI, sehingga ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi NTB, Mahendrayani, SH terus bergerak ke Kabupaten/kota, untuk berkonsolidasi sekaligus memperluas jaringan kader dan fungsionaris SPMI hingga ke pelosok desa.

Dimana katanya, pemerintah desa juga harus bisa mengambil peran untuk melindungi warganya dari Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Untuk membantu pemerintah meminimalisir kesempatan oknum dalam melakukan TPPO. Sehingga katanya, perlu dibentuk Satgas PMI di setiap daerah hingga ke pelosok desa.

"Untuk mengantisipasi supaya Calon PMI tidak terpengaruh dengan bujuk rayu calo yang mengiming-imingi CPMI dengan gaji besar di luar negeri perlu ditempatkan Satgas di setiap desa," katanya.

"Tidak cukup dengan satgas, SPMI juga akan membentuk paralegal yang bertugas untuk memberi perlindungan secara hukum maupun sosial kepada mereka yang tereksploitasi," Tambah Mahendra panggilan Indra.

Selama ini katanya, ia sudah banyak menangani kasus PMI hingga ke luar negeri. Menurutnya, tidak sedikit PMI mendapat siksaan secara fisik bahkan pelecehan seksual ketika bekerja di negara tujuan. Baik mereka yang berangkat melalui jalur legal apalagi yang ilegal. Nah, ini yang rentan terjadi tindak kekerasan.

Upaya untuk membantu mereka yang mendapat penyiksaan yang berangkat secara non prosedural agak sulit untuk bisa diidentifikasi keberadaannya. Apalagi jika majikan tempatnya bekerja itu tidak mengijinkannya menggunakan alat komunikasi.

Berkaca pada masalah di atas, sebagai ketua DPW-SPMI NTB, Indra mengajak lembaga atau organisasi peduli kemanusiaan untuk bergerak membantu mereka yang tertindas. Pemerintah yang memiliki power dituntut  untuk memberikan perlindungan hukum bagi PMI yang mengalami masalah di luar negeri.

Berbicara substantif, pemerintah memiliki tanggung jawab penuh atas PMI. Faktor kurangnya lapangan pekerjaan, kemiskinan, kawin cerai, dan banyak penyebab lain yang mendorong masyarakat terpaksa mengasingkan diri meninggalkan keluarganya pergi menjadi buruh migrant untuk memenuhi kebutuhan hidupnya walaupun penderitaan yang mereka alami.

Tidak sedikit juga setelah PMI bekerja di negara tujuan mereka dihadapkan pada persoalan hukum. Sebab, sebelum mereka diberangkatkan, mereka tidak diajari hukum negara tujuan, lebih-lebih lagi bagi mereka yang berangkat secara non prosedural.

Untuk membantu PMI yang mengalami masalah tersebut, keberadaan SPMI dirasa penting guna membantu pemerintah menyelesaikan kasus PMI di luar negeri. Kehadiran paralegal menjadi sangat dibutuhkan. Lebih-lebih pada kontekstual pada kasus struktural dan kasus yang berdimensi Hak Asasi Manusia (HAM).

Kehadiran paralegal kata Indra, sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Mengingat tidak semua anggota masyarakat  yang keluarganya mengalami tindak kekerasan memiliki akses bantuan hukum. Dengan pemahaman dasar yang diberikan pada paralegal, sekaligus kader SPMI ini, maka mereka akan memiliki empati, kepedulian terhadap situasi sosial yang dihadapi masyarakat.

Persoalan yang dialami PMI asal NTB lanjut Indra, merupakan situasi kontekstual. Untuk itu, paralegal harus bekerja dan terlibat di dalamnya.

PMI/TKI yang menjadi korban situasi struktural tersebut menyebabkan mereka berada pada posisi hukum yang lemah. Seperti rendahnya pengetahuan tentang hukum, minimnya akses informasi dan buruknya akses bantuan hukum, membuat PMI menjadi salah satu kelompok yang relevan untuk didampingi paralegal.

Keberadaan SPMI NTB dan paralegal ini diharap bisa menjadi pionir pemerintah dalam membantu menuntaskan permasalahan yang dihadapi oleh PMI.

Kapasitas SDM paralegal juga merupakan hal yang prioritas, sehingga mampu bekerja secara profesional dalam melakukan investigasi, mengumpulkan serta menganalisis data yang didapatkan dari sumber. Kemudian, pada akhirnya semua permasalahan bisa diselesaikan dengan baik. (Ggar)

Related Posts:

Dadap Sambelia Tangani Bencana Gempa Longsor dan Banjir Bandang

Lombok Timur, SK - Beginilah teknis penanggulangan dan evakuasi dini saat terjadinya bencana alam yang menimpa masyarakat. Banjir bandang, tanah longsor disertai hujan lebat adalah fenomena alam yang tidak bisa dihindari sewaktu-waktu tanpa disadari bisa saja datang bagaikan tamu tak diundang.

Hal itu tentu perlu kita waspadai sejak dini. Setelah bencana gempa bumi yang terjadi setahun silam, menyisakan banyak kenangan pahit yang tidak akan pernah kita lupakan sepanjang hidup kita. Tidak bisa dibayangkan, Puluhan bahkan ratusan jiwa melayang akibat gempa tersebut. Tidak terkecuali rumah warga, tempat  ibadah, sekolah, bahkan fasilitas umum lainnya juga ikut hancur.

Dan, kini tiba saatnya bersama pemerintah, lembaga sosial peduli bencana, komunitas, dan/atau unsur masyarakat lainnya, tetap mewaspadai bencana alam seperti banjir bandang akibat hujan lebat yang diprediksi akan mengguyur wilayah Lombok umumnya NTB.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya bencana tersebut, pemerintah Desa Dadap, pada Senin, 6 Januari 2020, bersama Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM) dan juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengadakan simulasi bencana tahap dua sebagai tindak lanjut meningkatkan kapasitas warga dalam pengurangan resiko bencana, bertempat di Pantai Ujung, Desa Dadap, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.

Dari hasil koordinasi pengurus Forum Resiko Bencana ( FRB) melibatkan sebanyak tiga puluh orang Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) serta perwakilan masyarakat sebanyak 45 orang.

"ini adalah teknik evakuasi mandiri yang dilakukan oleh Tim Siaga Bencana Desa sebelum tim.penyelamat dari daerah datang," jelas Saparudin yang juga Sekdes Dadap.

Pada simulasi ini, pemdes Dadap menyasar masyarakat rentan bencana seperti ibu hamil dan menyusui, balita, anak-anak, lansia, kaum disabilitas serta masyarakat berkebutuhan khusus lainnya.

Simulasi ini, lanjut Saparudin, masing-masing lembaga mengambil peran. LPSDM bertugas menjelaskan terkait tugas dan fungsi TSBD. Sementara BPBD bertugas melatih TSDM teknis penanggulangan bencana dini bagi warga sebelum tim Basarnas, Tagana, BPBD tiba di lokasi bencana. (Ggar)

Related Posts:

Inalillahi, Beginilah Kronologi Warga Sambelia Tertindih Pohon Tumbang

Lombok Timur, SK - Seorang nenek warga Dusun Otorita, Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, meninggal tertindih pohon di rumahnya ketika hendak pergi ke MCK (Jeding) untuk membuang hajat.

Inaq. Sopian (75) meninggal sekira pukul 07,30 WITA, Sabtu, (4/1/2020). Ketika itu angin kencang diikuti hujan lebat melanda Belanting. Korban pergi ke MCK melalui bawah pohon Banten yang sudah tua dan rapuh. Tidak diduga, pohon tersebut tumbang ketika korban tepat berada di bawahnya.

Melihat kejadian itu, warga setempat langsung mengevakuasi korban, tapi sayang, nyawa inaq. Sopian tidak bisa diselamatkan. Korban langsung meninggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pada hari yang sama, korban juga langsung dimakamkan setelah di sholatkan di masjid terdekat.

Menurut keterangan Murniati, salah seorang penggiat sosial warga setempat, korban merupakan binaan lembaganya. Ia tinggal sendirian di rumah bedeknya setelah suaminya meninggal dan dua orang anaknya tinggal di tempat terpisah karena sudah berkeluarga.

Ditambahkan Murniati, selain tertindih pohon, kepala korban diduga terkena batu karena di bawah pohon tersebut ada batu besar, sehingga mengakibatkan korban langsung meninggal dunia.

" Mungkin kepala korban juga terkena hantaman batu sehingga menyebabkan korban meninggal ditempat," terang Murniati, saat jurnalis media Speaker Kampung menghubunginya lewat telepon selulernya.

Tidak berselang lama, Camat Sambelia, Ishak, SH, yang baru dua hari ini dilantik Bupati menjadi Camat Sambelia, didampingi Kepala Desa Belanting, Sukriadi, langsung mengunjungi rumah korban menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban.

Berhubung pada hari yang bersamaan ketua Badan Amil Zakat Daerah (BAZDa) Lombok Timur, Ismul Bashar dan sekretarisnya Abdul Hayyi sedang menyalurkan Zakat di Desa Bagik Manis, bersama timnya, langsung turun ke TKP memberikan santunan kepada keluarga korban.

"Untuk membantu meringankan beban keluarga korban, Alhamdulillah BAZDa sudah memberikan santunan Satu juta rupiah kepada keluarga korban," tutup Murni. (Ggar)

Related Posts:

Gema Sholawatan 2020 di Lokasi Terdampak Gempa Lombok Timur

Lombok Timur, SK - Sambut pergantian tahun, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan sambelia, kabupaten Lombok Timur mengisinya dengan mengadakan acara sholawatan dan tabligh akbar di halaman kantor camat sambelia, Kabupaten Lombok Timur, NTB.

Acara ini sekaligus diawali dengan pembacaan surat yasin bersama jama'ah dihadiri oleh seluruh santri/santriwati utusan TPQ dari masing-masing desa, se-Kecamatan sambelia, Selasa, (31/12/2019)

Bersama tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, ibu-ibu PKK, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Sambelia, serta seluruh elemen masyarakat lainnya turut hadir pada acara tersebut. Begitu pula kehadiran musik Burdah dari Ikatan Pemuda Nahdlatul Watan (IPNW) Sambelia, semakin menambah meriahnya sambutan malam tahun baru 2020.

Yang mengisi ceramah/tausiyah pada acara Tabligh Akbar malam pergantian tahun adalah  Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Sambelia, Ustadz Muhammad Zaini, S.ag. Zaini mengajak masyarakat untuk berhijrah dari tahun 2019 ke tahun 2020, dengan meningkatkan amal ibadah, tidak meninggalkan sholat lima waktu, lebih-lebih sholat subuh secara berjamaah di masjid.

"Mari kita jaga silaturahmi kita dengan masyarakat. Awasi anak kita ketika bermain gadget karena itu bisa mengganggu ibadah anak," jelasnya.

"Allah tidak akan merubah nasib manusia selama kita sendiri tidak mau merubah nasib kita," tambah Ustadz Zaini yang baru beberapa hari ini diangkat menjadi kepala KUA di Sambelia.


Di malam acara mengawal pergantian tahun ini, camat Sambelia, Drs. Zaitul Akmal, mengajak Santri/santriwati dan juga masyarakat umum untuk berdo'a memohon kepada Allah agar terhindar dari segala bencana.

Pada tahun 2020 ini dia mengajak masyarakat untuk berbenah, evaluasi diri agar apa yang belum tercapai pada tahun 2019 bisa terealisasi pada tahun berikutnya.

"Saya minta maaf jika pada tahun 2019 masih banyak kekurangan dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. Mari kita sambut tahun baru dengan perubahan yang jauh lebih baik," harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Danramil Sambelia, Kapten Inf. Syafi'i mengungkapkan rasa bahagianya karena pada acara pertukaran tahun ini, pemerintah Kecamatan Sambelia menyambutnya dengan melaksanakan kegiatan sholawat dan tabligh akbar.

Syafi'i juga berkesempatan mencoba kemampuannya melantunkan ayat suci Al-Qur'an dengan suaranya memantik perhatian jama'ah. Semua Jamaah terpukau mendengar suara merdunya.

Sementara Kapolsek Sambelia, Iptu. Ahmad Yani tidak henti-hentinya menghimbau kepada kelompok pemuda agar tidak menggunakan knalpot racing di kendaraannya. Jika ditemukan ada kendaraan menggunakan knalpot racing, jajarannya langsung mengamankannya ke polsek.

"Mereka yang menggunakan knalpot racing, malam ini sepi, sepi. Seringkali kita ingatkan untuk tidak melakukannya supaya hari-hari yang akan kita laksanakan tidak terganggu oleh hal-hal negatif seperti ini," tegasnya.

Bukan saja knalpot racing, sasaran giat lainnya  juga para penjual minuman keras (miras) jenis tuak dan brem di beberapa tempat. Rumah-rumah warga penjual miras terus disisir, tidak tanggung-tanggung Kapolsek bersama anggotanya terus menggerebek dan menyita miras dari rumah warga.

Tujuannya adalah untuk melakukan pembinaan langsung kepada warga. Karena akibat miras ini banyak ditemukan terjadinya bentrokan antar pemuda terutama ketika ada tontonan hiburan musik (cilokaq) di rumah warga. Jika hal ini terus dibiarkan, maka lambat laun bisa menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. (Ggar)

Related Posts:

Featured Post

Pasar Online Solusi Lockdown di Lombok Timur

Dewan Masyarakat Sehat (DMS) Lombok Timur, Kamis 02 April 2020 diruang kerja Ketua DPRD Lombok Timur gelar pertemuan khsusu. Dalam perte...