Cegah Covid-19 Gema Selaparang Bangun Sinergi dengan Puskesmas Batu Yang

Gema Selaparang dan puskemas Batuyang bersinergi basmi Cosvid 19 yang semakin merebak di Ntb.

Pada selasa 31 Maret 2020 Gema Selaparang melakukan kegiatan serupa di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur.

Bekerjasama dengan pihak Puskesmas Batuyang para relawan dari Gerakan Masyarakat Selaparang memberikan edukasi kepada masyarakat terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19, bukan hanya itu membagikan masker kepada para pengguna jalan dan juga penyemprotan disinfektan di rumah ODP,  sekolah,  tempat ibadah dan fasilitas umum lainya.

Seperti ungkapan KTU puskesmas batuyang Ahmad Suhri SH mengungkapkan kami bersama Gema Selaparang dan Puskesmas bersama-sama untuk mencegah covid 19 yang lagi merebak di Ntb. Kita sudah melakukan penyemprot di tempat-tempat publik, seperti kantor desa, posyandu, dan tempat publik lainnya bukan hanya itu kami juga membagikan masker kepada masyarakat pengguna jalan dan mengedukasi masyarakat tentang bahayanya covod 19 ukapnya.

Koordinator lapangan,  Yoggy menambahkan aksi sosial ini akan dilakukan di sepuluh desa di kecamatan peringgabaya khusus wilayah cangkupan puskesmas Batuyang, diperkirakan akan selesai sampai sore hari tambah yoggy.

Ia juga berharap semoga dengan aksi Gema Selaparang dan Puskesmas Batu Yang bisa membasmi Virus mematikan ini.

Penulis : Rozi
Editor : uci

Related Posts:

Polsek Pringgabaya Bongkar Paksa Warung Nasi Warga

Aksi pembongkaran warung nasi warga di eks pasar Pringgabaya.
PRINGGABAYA SK_ penjual miras yang berkedok warung nasi di jalan Trans nasional Depan kantor Desa Pringgabaya Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok timur-NTB, akhirnya di bongkar  paksa pada selasa (31/3/2020).
Pembongkaran warung miras ini dilakukan sebagai sebuah komitmen polsek pringgabaya untuk terus menertibkan wilayah pringgabaya dari para pedagang miras.
Sebelum melakukan pembongkaran tersebut, polsek pringgabaya sebelum nya sudah sering melakukan sidang tiga kali memperkarakan sampai proses sidang dan vonis pemilik warung tersebut namun hal itu tidak membuat efek jera pada pedagang miras tersebut. Kemudian aksi penertiban pada bangunan tersebut polsek sudah bersurat kepada Pemerinritah desa dan kecamatan untuk permohonan izin menertibkan bangunan tersebut.
Kapolsek pringgabaya dalam konfrensi pers nya menyampaikan hal ini akan terus kita galakkan untuk menertibkan para pedagang miras dalam upaya menjaga masyarakat.
Terlebih pada bangunan liar warung miras berkedok warung nasi ini. warung ini berjualan miras selama bertahun- tahun, menimbulkan keresahan masyarakat dan banyak memicu gangguan keamanan di pringgabaya.
Kapolsek Pringgabaya AKP. Amar Ma’aruf juga menerangkan bahwa ini adalah salah satu upaya untuk mencegah miras dan mencegah kerusakan generasi muda.
(Rian

Related Posts:

Sampaikan Himbauan Bupati, Tindak Tegas Masyarakat yang Bandel

Lombok Timur,SK - Menindaklanjuti hasil rapat gugus tugas penanganan pandemi COVID-19 dipimpin langsung oleh Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy, bersama Forkopimda dan seluruh OPD, Senin, (30/3/2020) di lapangan kantor Bupati Lombok Timur.  Bupati, sekaligus ketua Gugus tugas menggantikan Sekda, meminta kepada Kapolres, Dandim dan semua camat menutup Masjid untuk sementara waktu.

Bupati kembali menekankan kepada Kapolres dan Dandim 1615 serta seluruh stakeholder agar segera mengambil langkah preventif kepada masyarakat yang masih membandel, tidak mau mematuhi himbauan pemerintah dalam upaya mencegah penularan COVID-19 ini.

Camat Sambelia, Ishak, SH bersama Danramil, Kapolsek, Pol PP dan tim relawan Pramuka serta komunitas LAKSA keesokan harinya (hari ini-red) langsung mengadakan apel siaga bencana di SPKT Polsek Sambelia.

Dalam amanahnya, Ishak meneruskan himbauan Bupati Sukiman Azmy, dengan tegas dan lugas meminta Kapolsek Sambelia, Iptu. Ahmad Yani dan Danramil Sambelia, Kapt. Inft, Syafi'i menindak tegas oknum atau siapa saja yang tidak mau mengindahkan larangan atau himbauan pemerintah tersebut.

"Semua anggota ditugaskan ke masjid-masjid yang sedikit ngeyel jika ada warga yang masih lakukan sholat Jum'at, jangan diberikan. Tutup pintu Masjid, ini dalam rangka untuk mengisolasi diri di rumah," tegas camat.

Kemudian mengenai pasar Sambelia, tempat jual beli sembako, dirinya banyak menerima kritikan pedas dari masyarakat kaitannya dengan pasar yang masih beroperasi. Sementara masjid tempat orang beribadah di tutup. Ini memang menjadi dilema. Menurutnya pasar tidak ada himbauan untuk di tutup karena disana tempat orang jual beli untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Jika nanti misalnya pasar Sambelia beneran di lockdown, kemudian masyarakat dalam upaya memenuhi nutrisi, gizi, vitamin untuk meningkatkan imunitasnya dalam menghadapi serangan COVID-19 ini, belanjanya dimana?

Seandainya ada tempat mereka berbelanja di kios  umpama, apakah bisa mencukupi kebutuhan sembako masyarakat. Belum lagi jika nanti harga sembako dinaikkan sepihak oleh pedagang, warga tidak mampu membeli, hal ini bisa menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan. Penjarahan bahkan pencurian bisa saja terjadi.

"Nah, hal semacam itu yang kita antisipasi. Jangan sampai gara-gara pasar ditutup akan menimbulkan gejolak yang lebih besar seperti keamanan masyarakat akan terganggu," kata Ahmad Yani.

Solusi yang terbaik menurut Ahmad Yani adalah, membatasi interaksi antar pedagang (social distancing) lakukan penyemprotan disinfektan, menyiapkan bak/tandon tempat cuci tangan dilengkapi dengan sabun sebelum dan sesudah mereka bertransaksi. Pedagang wajib menggunakan masker ketika berada di pasar maupun di luar pasar. Kemudian hal lain yang mungkin bisa dilakukan adalah membatasi waktu jual beli maksimal sampai pada pukul 10.00 pagi.

Jikapun ada oknum yang mengatakan orang-orang di pasar perlu dibakar bersama virus itu lebih efektif daripada mandi adalah tindakan provokatif yang bisa menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

" Oknum yang mengatakan seperti itu bisa ditindak tegas bila perlu ditangkap apabila sudah memiliki dua alat bukti, bisa dipidanakan," jelas Ahmad Yani.

Dalam situasional seperti ini sebaiknya masyarakat harus bijak dalam berpendapat. Jangan hanya bisa mengkritik kebijakan pemerintah atau ulama tanpa memberikan solusi minimal membantu warga yang ada di sekitarnya. Mungkin itu sebuah nilai plus berbuat kebajikan untuk keselamatan umat.

Disampaikan Kapolsek, untuk membantu Polsek Sambelia dalam penanggulangan wabah Coronavirus ini, ada perwira dari Polres yang akan turun langsung ke masjid-masjid untuk menghimbau masyarakat atau jamaah agar tidak melakukan sholat jum'at berjamaah. (Ggar)

Related Posts:

Antisipasi Covid-19, Desa Ini Berlakukan Jam Malam

Lombok Timur, SK - Menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur, Bupati, Maklumat yang dikeluarkan  KAPOLRI serta hasil rapat Forkopimcam Sambelia beberapa waktu lalu, pemerintah Desa Sugian berlakukan jam malam terhitung sejak Senin, (30/3/2020) pukul 09.00 malam hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan.

Pemberlakuan jam malam oleh Kades Sugian, Lalu. Mustiadi bersama satgas COVID-19 adalah untuk mengantisipasi CORONA VIRUS yang belakangan ini penyebarannya sulit terdeteksi dari orang ke orang jika dilihat secara kasat mata. Apalagi di Kabupaten Lombok Timur, dua orang warga Aikmel dinyatakan positif COVID-19. Sehingga Aikmel dinyatakan wilayah red zone begitu pula dengan Sambelia.

Jam malam ini terpaksa diberlakukan oleh pemerintah Desa Sugian, dengan mempertimbangkan beberapa faktor. Faktor pertama adalah, Sugian salah satu area wisata yang banyak dikunjungi orang.

Meskipun pemerintah sudah mengeluarkan himbauan untuk tidak melakukan perjalanan kecuali dalam situasi genting atau darurat dan tidak mengumpulkan massa lebih dari sepuluh orang dalam kegiatan apapun, namun terkadang masih saja ada warga yang ngeyel tidak mau mengindahkan himbauan pemerintah tersebut.

Pemberlakuan jam malam itu kata Mustiadi, juga dimanfaatkan satgas untuk menghimbau warga agar tidak berkumpul dalam jumlah banyak di luar rumah. Kemudian tim satgas yang sudah dibentuk itu beranggotakan Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, Kepala wilayah, BPD, tim SIBAT serta elemen masyarakat dari unsur pemuda dan tokoh agama.

Satgas ini bertugas melakukan ronda malam. Mereka mengelilingi semua perkampungan  menggunakan kendaraan roda empat dan juga roda dua. Para pedagang yang berjualan di kios diminta tutup warungnya hingga batas waktu, pukul 21.00 malam.

Mengingat di wilayah Pantai Gili Sulat Dusun Koko Pedek dan Pantai Gili Sulang, Dusun Tekalok, biasanya pemuda banyak yang nongkrong di sana sehingga tim satgas harus mengambil tindakan preventif menghimbau agar mereka tidak lagi berkumpul di area wisata tersebut.

"Banyak anak muda biasanya begadang di area wisata tersebut dari luar desa sampai larut malam, hingga kita lakukan tindakan tegas melakukan Social Distancing," kata Mustiadi.

Selain itu, mereka juga menyasar warga yang baru pulang dari luar daerah maupun luar negeri (TKI/TKW) serta pelajar yang menuntut ilmu di luar Sambelia yang baru balik kampung juga menjadi sasaran satgas.

Sebelum mereka sampai rumah, kumpul bersama keluarganya, di pos penjagaan terpadu COVID-19, Kantor Desa Sugian. Tim Satgas lakukan penyemprotan desinfektan serta cek kesehatan oleh petugas Puskesmas yang tergabung dalam tim tersebut. Pemdes Sugian juga sudah menyiapkan ruang isolasi bagi warganya yang terindikasi ODP maupun PDP.

Jika sampai beberapa kali satgas melakukan himbauan namun masih saja mereka tidak mau mengindahkannya, dengan terpaksa satgas akan melakukan tindakan tegas sesuai undang-undang yang berlaku.

"Hukum harus ditegakkan demi kebaikan kita semua," tegas Mustiadi mengakhiri perbincangan. (Ggar)

Related Posts:

Kades Sugian Klarifikasi Pustu Sarang Hantu


Lombok Timur, SK - Kepala Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Lalu Mustiadi klarifikasi pemberitaan media Komunitas Speaker Kampung yang dirilis pada, 29 Maret 2020, tentang Pustu Sugian Sarang Hantu.

Berita itu dibagikan ke WAG Kecamatan Sambelia, kemudian Kades Sugian (Lalu Mustiadi-red) langsung memberikan klarifikasi kenapa Pustu yang berada di desanya tidak difungsikan sebagaimana layaknya Pustu lain.

"Saudaraku teman-teman Speaker Kampung, saya mau klarifikasi kalau Pustu itu dibangun kurang lebih Enam tahun Silam," katanya.

Lalu Mustiadi kembali menjelaskan, pemerintah daerah pada saat itu katanya sebelum mulai pembangunan tidak mempertimbangkan sarana air bersih. Aliran tenaga listrik yang akan dijadikan lampu penerang di tempat itu juga menjadi pertimbangan pemdes sehingga pustu tersebut hingga kini tidak difungsikan.

Kemudian lanjut Mustiadi, petugas kesehatan yang akan ditempatkan di pustu itu dikhawatirkan tidak akan berani karena lokasinya sepi dan cukup jauh dari pemukiman warga. Di belakang dan samping kiri-kanan terdapat ladang jagung. Memang Pustu itu tepat di pinggir  jalan raya namun, di sebelah utaranya jalan raya itu adalah HKM tempat warga menanam jagung musiman.

Setelah Pustu itu lama tidak difungsikan, jarak beberapa tahun kemudian, ada warga yang mulai bangun rumah namun masih jauh dari tempat itu. Tapi, pemerintah sudah membangun Pustu pengganti yang dekat dari pemukiman warga sehingga mudah terjangkau.

Yang membangun Pustu itu tambah Mustiadi, dari dinas kesehatan Kabupaten Lombok Timur, sedangkan pemerintah desa kala itu hanya menyiapkan lahan saja.

Tokoh masyarakat desa setempat, Suhirman, S.sos lewat WAG kecamatan menjelaskankan, gedung Pustu itu dibangun dua belas tahun lalu tepatnya tahun 2008.

"Tapi dari awal bangun (Pustu) ini sudah salah karena tidak ada sosialisasi sebelumnya," terang Suhirman.

Sebelum mulai membangun pustu ini tambah nya lagi, sosialisasi dengan melibatkan tokoh dan unsur masyarakat tidak pernah dilakukan sehingga kesannya asal bisa dibangun. (Ggar)

Related Posts:

Dana Desa Belum Cair, Desa Ini Harus Ngutang Tangani Covid-19



Dalam rangka menangani Pandemik virus Corona (Covid-19) yang terus meluas di Lombok Timur, Pemerintah Desa Bagik Manis, Kecamatan Sambelia, NTB gunakan dana desa (DD) untuk arahkan penanggulangan dan pencegahan  di kawasan desa setempat.

Menindak lanjuti surat edaran  setempat untuk pencegahan virus Corona dengan menggunakan DD. Meski DD belum keluar Kepala desa Bagik Manis, Abdurahman, mengatakan DD yang digunakan untuk penangan virus didapat melalui pinjaman.

“Hari ini kami melakukan penyemprotan di rumah-rumah warga dan beberapa titik yang bersumber dari DD meskipin sampi hari ini kami belum terima, yang kami dapat melalui pinjaman,” kata Abdurahman, Minggu (29/3/2020), siang tadi.

Ia menjelaskan DD tersebut juga dialokasikan untuk alat tenaga medis  yang ada di Pos Bersalin Desa (Polindes) yang sudah disalurkan ke masing-masing Pos Pelayanan Terpadu (Posiandu) .

"Selain bahan penyemprotan, kami juga mengalokasikannya untuk kebutuhan yang berkaitan dengan alat pelindung diri (APD)," jelasnya.

Ia juga menambahkan, hal itu dilakukan karena dianggap suatu yang bersifat mendesak dalam rangka penanganan secepatnya virus Corona.

Untuk menjamin terlaksananya kegiatan tersebut pihak desa membentuk satuan tugas (Satgas) khusus penangan dan pencegahan Corona Virus yang terdiri dari semua kepala dusun yang ada dan melibatkan Polmas setempat.

Dalam rangka pencehan dan penyebaran virus tersebut, pemerintah desa juga melakukan edukasi cara pencegahan seperti tetap mencuci tangan, penggunaan hand sanitizer dan tetap menjaga pola hidup sehat kepada masyarakat selama seminggu terakhir.

Penulis: Angga

Related Posts:

Tak Anggap Remeh, Desa Anjani Lakukan Ini Demi Lindungi Warga



 Isu international tentang Pandemi Covid-19 tidak bisa di anggap  remeh, penyebaran yang cepat juga memicu kepanikan bagi warga masyarakat yang ada di setiap tempat, sehingga pemutusan rantai penyebaran  harus menjadi prioritas kerja semua stake holder baik di tingkat pusat maupun tingkat desa.

Dari kasus ini, disetiap daerah yang ada di indoesia sudah mengeluarkan himbuauan untuk menutup tempat tempat umum atau keramaian, yang nantinya akan  memicu penyebaran.

Bahkan dalam hal ini,  desa sudah di himbau untuk membuat Satgas Pencegahan Covid-19 untuk megantisipasi  meluasnya  korban , berangkat dari itu, setiap desa dan kelurahan yang ada di indonesia khsususnya di Lombok Timur sudah mulai melakukan gerakan.

Tidak terkecuali di Desa Anjani  Kecamatan Surlaga  yang terdiri dari 11.416 jiwa dengan 3.544 kk  juga telah membentuk satgas siaga covid-19 yang langsung dikomandoi oleh kepala desa  anjan H. M. Zulkarnain yang  turun kesetiap pelosok pemukiman warga untuk melakukan penyemprotan dan memberikan edukasi terhadap masyarakat tentang bagaiamana pencegahan pandemi ini.

Tentu gerakan yang dilakukan oleh pemerintah desa tidak bisa dilakukan  sendiri mengingat desa anjani terdiri dari delapan kekadusan yang luas wilayahnya 423,150 ha/m², sehingga pemerintah desa  mengupayakan gerakan sterilisasi dusun dari covid-19 dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan  Kepala Dusun, Karang Taruna, BPD, LKMD, LSD  dan semua Pengurus Organisasi tingkat RT maupun tingkat dusun yang ada di Desa Anjani.

Aksi sterilisasi yang dimulai dari tanggal 26 Maret 2020 yang di awali dengan penyemprotan disinfektan di tempat tempat  umum seperti Kantor Desa, Musalla, Pasar,  Masjid dan  dilanjutkan dengan penyemprotan kesetiap rumah warga.  Tentunya aksi ini  mendapat apresiasi dari masyarakat atas kesigapan  pemerintah desa dalam menyikapi permasalahan ini.

Kepala Desa Anjani H.M Zulkarnain mengungkapkan “ aksi pencegahan  melalui penyemprotan disinfektan dan sosialisasi tentang pencegahan akan rutin dilaksanakan. bukan hanya itu,  kedepan  pemerintah desa akan membuat tempat cuci tangan  pada tempat tempat strategis di setiap pelosok Desa Anjani dalam upaya menjaga kebersihan untuk meminimalisir peenyebaran Covid-19 atau yang biasa disebut virus corona.

Dari itu, lanjutnya “ kami sangat mengharapkan bantuan dari semua masyarakat yang ada di desa anjani untuk kita sama sama menjaga diri dan lingkungan dengan belajar pola hidupbersih dan  sehat yang  setidaknya bisa menjadi cara untuk melindungi diri dan keluarga dari keganasan virus ini. 

Related Posts:

Pustu Sugian Sarang Hantu, Ini Penjelasan Direktur DMS Lotim

Miris, Puskesmas Pembantu (Pustu)  Desa Sugian Kecamatan Sambelia tidak terurus,  bagaimana tidak bangunan yang seharusnya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendapatkan akses kesehatan kini tak ubahnya seperti sarang hantu.

Menanggapi hal tersebut Dedi Supriadi Direkur Dewan Masyarakat Sehat (DMS)  Lombok Timur angkat bicara,  ia menyayangkan salah satu aset Pemerintah Daerah yang terbengkalai dan tidak terurus yang seharusnya masyarakat setempat merasakan manfaat dari pustu tersebut.

Dedi juga mengatakan selama empat belas tahun Pustu tersebut tidak beroperasi dan tidak terurus sehingga saat ini tempat tersebut menjadi sarang hantu.

"Selama empat belas  tahun pustu tersebut tidak pernah beroperasi sampai saat ini, bagian bangunanya banyak yang roboh,  sehingga saat ini bangunan tersebut menjadi sarang hantu" ungkap Dedi Suriadi (29/03).

Kedepanya ia berharap kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur supaya memperhatikan kondisi Pustu ini supaya masyarakat setempat bisa mendapat akses kesehatan dengan mudah,  harapnya.  (*ci)

Related Posts:

Gema Selaparang Jawab Kegelisahan Warga Senanggalih-Sambelia

Lombok Timur, SK - Begitulah tanggapan yang disampaikan Sekdes Senanggalih, Sugita Jiwantara, setelah melihat kehadiran Satgas COVID-19 Gema Selaparang turun langsung  melakukan penyemprotan disinfektan menyasar rumah warga dan tempat ibadah mulai dari Desa Senanggalih, Sambelia, Bagik Manis dan juga Sugian, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.
Gema Selaparang juga membagikan ratusan masker kepada warga dan juga pengguna jalan di depan Koramil Sambelia, Ahad (29/3/2020).

Sehari sebelumnya, Pemdes Senanggalih sudah melakukan Fogging memberantas nyamuk aedes di wilayahnya bersama LAKSA. Dan kini, warga Senanggalih kembali mendapat bantuan penyemprotan disinfektan dari Gema Selaparang sebuah lembaga sosial terbesar di bagian Utara, Lombok Timur.

"Terima kasih kami sampaikan kepada Gema Selaparang yang telah turun membantu pemerintah lakukan penyemprotan di desa kami," kata Sugita, pada Jurnalis Speaker Kampung.

Begitupula disampaikan Kades Senanggalih, H. Suparlan. Setiap hari kontinyu turun lapangan meninjau dan menghimbau warganya agar mengisolasi diri terutama warga yang sudah teridentifikasi Orang Dalam Pemantauan (ODP).

"Saya ucapkan terimakasih kepada Gema Selaparang telah berkontribusi lakukan penyemprotan disinfektan mencegah COVID-19 di Senanggalih," ungkap Suparlan.

Jika mengharapkan pemerintah yang membantu penyemprotan pencegahan penularan COVID-19  ini menurutnya mungkin lambat akan bertindak. Dengan kehadiran Gema Selaparang ini sebagai motivasi kepada instansi pemerintah bagaimana pemerintah bisa cepat dalam mengambil tindakan kedaruratan. (Ggar)

Related Posts:

Aksi Begerusuk, Gema Selaparang Edukasi Warga Sambelia

Gerakan masyarakat Selaparang/ Gema Selaparang aksi sosial dengan begerusuk alias belusukan di Kecamatan Sambelia. Aksi sosial ini menyusur empat desa di Kecamatan Sambelia, yakni Senanggalih, Sambelia, Bagik manis dan Desa Sugian, Minggu 29/3/2020.

Dalam aksi ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Gema Selaparang bersama para relawan aksi sosial dari kepemudaan Sambelia. Gerakan ini pula di komando oleh  koordinator lapangan Samsul Hadi.

Gerakan sosial ini sebagai bentuk kepedulian Gema Selaparang terhadap masyarakat di Kabupaten Lombok timur. Mengingat merebaknya Covid-19 ini.

"ini sebagai bentuk kerja nyata Gema Selaparang dalam membantu masyarakat, untuk mengedukasi warga dan memberikan penyuluhan" jelas Samsul Hadi.

Adanya aksi sosial ini diapresiasi Sekdes Senanggalih Sugita Jiwantara, bahwa aksi ini sangat membantu masyarakatnya.

"kami dari pemerintah desa sangat berterimakasih atas dukungan Gema Selaparang" ucap Sugita.

Related Posts:

Aksi Sosial Gema Selaparang, 500 Masker Tanpa Sisa Oleh Warga

Ketum Gema Selaparang pasangkan Masker Bagi Warga di Eks Pasar Pringgabaya
Lima ratus unit masker tanpa sisa direbut oleh warga Kecamatan Pringgabaya. Masker tersebut dibagi kepada pengendara lalu lintas, juga direbut langsung oleh warga pada Sabtu 28/8/2020.

Masker dengan label Gema Selaparang ini di bagikan oleh relawan aksi bakti sosial Gema Selaparang. Di pusatkan Eks Pasar Pringgabaya Desa Pringgabaya Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok timur.

Pantauan awak media, pembagian ini diserbu para pengguna motor dan warga setempat. Sehingga pihak koordinator aksi stop pembagian untuk mengatur jarak dengan warga.

Selain aksi sosial pembagian masker, aksi Gema Selaparang ini juga lakukan penyemprotan disinfektan dan memberikan penyuluhan kepada warga terkait dengan siaga Covid-19.

Koordinator aksi Dedi Supriyadi SH menjelaskan bahwa aksi sosial ini dalam rangka mengedukasi warga untuk antisipasi virus mematikan ini.

"bersyukur, agenda besar ini telah berlangsung dan akan ada selanjutnya di Kecamatan Sambelia, Suela dan Apitaik" jelas Dedi

Ditempat yang sama, Desi Ekawati apresiasi aksi Gema Selaparang dapat membantu masyarakat dalam pencegahan virus Corona.

Ia juga berharap, adanya musibah ini, akan segera berlalu dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasanya.

Related Posts:

Agenda Besar Gema Selaparang, Aksi Sosial Hari Ini

Lotim.SK_Usai bakti sosial di tingkat desa, Gerakan Masyarakat /Gema Selaparang gelar aksi bakti sosial di tingkat kecamatan.

Hari ini Sabtu 28/3/2020 Gema Selaparang dalam aksi ini akan edukasi dan bagi-bagi masker dan disinfektan. Aksi ini berlangsung di Pasar Pringgabaya Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok timur.

Menurut keterangan Ketua Umum Gema Selaparang Ahdar Arya Suta aksi ini akan berlangsung di Pasar Pringgabaya dengan membagi masker dan disinfektan.

"Gema Selaparang sejak dua hari yang lalu gelar aksi guna mencegah Covid-19" jelas Ahdar Saat ditemui awak media.

Aksi ini akan menyisir para pedagang dalam memberikan edukasi dan penyuluhan terkait dengan penyebaran virus Corona.
Tim SK

Related Posts:

Kecamatan Sambelia Bentuk Satgas Cegah Covid-19

Lombok Timur, SK - Pemerintah Kecamatan Sambelia yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bersama dengan Kades Se- Kecamatan Sambelia, mengadakan rapat koordinasi upaya yang dilakukan masing-masing instansi dalam pencegahan pandemik COVID-19 di Wilayah Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.

Musyawarah tanggap bencana penyebaran Virus Corona yang dilaksanakan pada, Kamis, 26/3/2020 berlangsung di aula serbaguna kantor camat Sambelia ini pada intinya camat Sambelia, Ishak, SH ingin mengetahui sejauh mana pemerintah desa (pemdes) menyikapi atau melaksanakan himbauan atau Surat Edaran yang sudah dikeluarkan pemerintah Kabupaten Lombok Timur tentang CIVID-19.

"Dana Desa bisa dialihkan untuk menanggulangi pandemik COVID-19 silahkan Kades baca Permendes tahun 2020," kata Ishak.

Begitu pula kesiapan dari dinas kesehatan dalam hal ini Puskesmas menanggapi banyaknya warga balik kampung baik dari luar daerah maupun luar negeri yang belum melakukan tes kesehatan ke puskesmas, harus melaporkan diri dan akan dilakukan tindakan secepatnya. "Kami sudah bentuk tim gerak cepat untuk menangani pandemi COVID-19 ini," jelas Kapus Belanting, Mansur.

Mengenai Jamaah Tabligh warga Sambelia dan ratusan warga lainya tambah Kapus Sambelia, pemerintah sudah menyiapkan Rusunawa, tempat karantina di Labuhan Lombok. "Kami sudah koordinasikan semua itu dengan Bupati," katanya.

Mendengar penjelasan kedua kepala puskesmas ini, camat Sambelia mempersilahkan kades untuk melaporkan apabila ada warganya yang baru pulang dari rantauan ataupun pulang belajar dari daerah lain.

"Silahkan data dan laporkan setiap warga yang baru balik kampung ke Puskesmas, nanti petugas Puskesmas yang akan datang ke rumah warga tersebut untuk melakukan cek kesehatan," kata Ishak.

Ini yang sangat penting perlu ditindaklanjuti karena bagaimanapun petugas kesehatan menjadi garda terdepan penyelamatan jika ada yang terpapar virus Corona.

Kepala desa juga diharap harus bisa membina kerjasama dengan petugas kesehatan setempat. Melaporkan warganya yang baru balik kampung, mendata dan langsung melaporkan agar segera melakukan cek kesehatan mandiri ke Puskesmas maupun rumah sakit. Apakah warga itu nanti masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau Pasien Dalam Pemantauan (PDP).

Apabila ada warga masuk kategori ODP setelah menjalani inkubasi kemudian berubah ke PDP maka akan dilaporkan sesuai hasil lab. Kemudian pemerintah sendiri yang akan menjemputnya menggunakan kendaraan khusus untuk dikarantina selama 14 hari.

Oleh sebab itu, diharap kepada warga yang masuk kategori ODP untuk berdiam diri atau isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Apabila selama 14 hari itu kata Kapus Belanting, imunitasnya kuat melawan virus maka Virus itu akan mati sendiri Tapi jika tidak, mereka harus menjalani karantina dan terus menerus dalam pantauan dokter, diberikan pengobatan secara intensif.

Oleh karena itu pemerintah meminta kepada semua warga negara untuk menjaga pola makan, membersihkan lingkungan, mencuci tangan dengan Hand Sanitizer, penyemprotan mandiri menggunakan larutan Desinfektan, perbanyak istirahat di rumah, menghindari kerumunan massa, kurangi kontak dengan orang luar dan lainnya.

Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy terus memantau perkembangan penyebaran COVID-19 di setiap wilayah. Dan meminta semua camat harus siaga menyikapi bencana non alam ini, setiap waktu camat harus memberikan laporan ke Bupati agar Bupati segera mengeksekusi setiap laporan yang masuk.

Sebagaimana diketahui dan sudah diberitakan oleh media massa, dua orang warga Lombok Timur dinyatakan positif COVID-19. Sehingga Lotim masuk Zona merah (red zone) artinya warga Lotim di minta terus waspada karena bisa jadi jumlah positip COVID-19 ini akan bertambah.

Sebagaimana disampaikan Kapus Sambelia, di Lombok Timur katanya, terindikasi ada lima desa masuk Zona merah. Empat berada di Kecamatan Aikmel kemudian sisanya di Kecamatan Sambelia.

Nah, inilah yang mendorong pemerintah kabupaten Lombok Timur harus ekstra dalam penanggulangan wabah ini. Pemda mengerahkan segala kemampuannya agar COVID-19 ini tidak menyasar atau berdampak serius ke wilayah lainnya di Lotim.

Seiring dengan itu, muspika Sambelia siang malam terus bergerak keliling kampung bersama pemdes setempat menggunakan pengeras suara mensosialisasikan kepada warga agar tidak melakukan kegiatan dalam bentuk apapun.

Di semua masjid melalui TOA pengurus masjid lewat Surat Edaran yang dikeluarkan pemerintah menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan sholat Jum'at sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Sholat Jum'at bisa diganti dengan sholat Zuhur di rumah.
Aktivitas sholat Jamaah di masjid dan Musholla juga di stop pelaksanaannya. Begitu pula pada tempat ibadah lainya seperti, gereja, vihara tetap dilarang.

Kapolsek Sambelia Iptu. Ahmad Yani bersama anggotanya akan menindak tegas jika masih saja ditemukan ada warga yang melakukan kegiatan sehingga membuat berkumpulnya orang banyak.

Tidak sedikit dari warga ketika diberikan penjelasan bahaya Virus CORONA ini kata Ahmad Yani, ada warga yang mengatakan Virus Corona ini jauh tempatnya di negara China. Karena mereka belum memahami seperti apa penularannya sehingga bisa sampai ke Indonesia termasuk Lombok.

Lebih jauh Kapolsek berharap kepada Empat Kades di Kecamatan Sambelia yakni Kades Labuhan Pandan, Sambelia, Sugian dan Dara Kunci serius mau melakukan sosialisasi akan bahaya COVID-19 ini katanya desa-desa yang lain pasti akan menirunya karena mereka yang empat ini hebat-hebat orangnya. Demikian dikatakan Ahmad Yani.

"inilah saatnya kita memutus mata rantai COVID-19 ini, menghimbau warga supaya tidak melakukan kegiatan yang bisa membahayakan orang lain akibat pandemik COVID-19," terang Ahmad Yani.

Sementara Danramil Sambelia, Kapt. Inft Syafi'i berpesan kepada warga melalui para kades untuk mengikuti apa yang telah dihimbau pemerintah. Babinsa bersama Bhabinkamtibmas terus bersinergi mensosialisasikan cara menangkal penyebaran COVID-19.

"Mari kita ikuti perintah itu jangan diremehkan, hidup sehat itu tetap diperhatikan. Babinsa itu tidak harus nempel bersama masyarakat tapi tugas kami pembinaan," tutup Syafi'i. (Ggar)

Related Posts:

Dilema Warga NTB, Lockdown VS Kelaparan


Lockdown, isolasi, karantina, social distance, psyichic distance, kata ini mulai akrab di telinga masyarakat di Indonesia, dan secara khsusu di Provinsi NTB. Kata-kata ini terdengar, guna menanggulangi penyebaran virus COVID-19. Strategi ini tidak hanya diterapkan pada tahun 2020 ini. Namun ini telah berlangsung ratusan tahun lalu. Bahkan dalam sejarah, pada masa kepemimpinan sahabat nabi.

Amr bin As disebut-sebut karena ide isolasi atau karantina pada kawasan yang didera penyakit akut. Kala itu Syam dilanda penyakit tha'un, dengan Umar bin Khathab yang bertindak sebagai khalifah di Madinah. Tukar gagasan Umar dan Amr bin Ash inilah yang berujung mencuatnya ide karantina berbasis kota. Dan hasilnya, ide Amr ampuh. Atas izin Allah

Untuk itu, kita coba membedah lockdown di tengah pandemic covid-19, dari sisi social, ekonomi dan keagamaan. Lockdown pada dasarnya, istilah tersebut mengacu pada upaya membatasi pergerakan dari, ke, dan di dalam suatu wilayah. Aspek terpenting dari lockdown adalah pembatasan ruang gerak. Hal ini telah terjadi di daerah kita khusunya di pulau Lombok secara umum di NTB, tak satu pun orang dapat keluar rumah untuk bekerja dipasar atau di tempat-tempat kerumunan.

Pembatasan ruang gerak juga dilakukan sejak 16 Maret 2020. Meski penerapan itu tak berlangsung secara total. Namun belakangan ini, setelah dilaporkannya dua orang warga Lombok Timur  positif Covid-19,  semua tempat dan kegiatan yang dihadiri banyak orang bubar semua. Tempat ibadah ditutup, sekolah diliburkan, pasar-pasar dibubarkan, belum lagi acara adat begawe, nyongkolan, roah dan kegiatan social keagamaan ditiadakan sementara.  Orang –orang sementara disuruh kerja dirumah.

Mengamati hal ini, saya atau anda tak perlu jadi ekonom atau pengamat social. Jika tidak ada kegiatan di ruang publik berarti tidak ada perputaran ekonomi, yang berarti masyarakat dalam kondisi resah khusunya masyarakat kita di NTB. Selain minimnya lapangan kerja, para pengusaha kecil, pelele dibubarkan di pasar-pasar akan menambah penderitaan masyarakat.

Kebijakan Lockdown harusnya berimbang dengan kesiap siagaan pemerintah dalam memeberikan hidup dan penghidupan masyarakat. Ekonomi belakangan ini akan lumpuh total sebab para pelele tak ada izin kelilingkan barang dagangan, para buruh tak dapat lagi mencari sesuap nasi, bank rontok atau koperasi simpan pinjam tak diperbolehkan keliling untuk mencari storan hariannya.

Work from home alias kerja dari rumah hampir tidak berlaku bagi masyarakat NTB. Mereka mesti hadir secara fisik setiap hari supaya dapat pemasukan. Mayoritas di antara mereka yang diupah secara harian. Bila dilarang, belum tentu mereka memiliki tabungan cukup untuk membiayai ongkos sehari-hari selama sekian bulan lockdown.

Kesimpulanya, dalam kondisi lockdown ini pemerintah harus hadir dan berpikir cepat dalam mengatasi persoalan yang telah berlangsung. Pemerintah harus menyiapkan pasokan kebutuhan dapur masyarakat. Beras, telur, sayur, dan perlengkapan lainya harusnya disiapkan dalam upaya hidup dan penghidupan.

Opini Warga
Oleh: Eros Amaq Laeve

Related Posts:

Crisis Center Covid-19, Galang Kemitraan Tangkal Penyebaran Virus

Lombok Timur, SK - Penyebaran Virus Corona (COVID-19) semakin masif di seluruh dunia. Dan tidak sedikit nyawa manusia melayang akibat ganasnya COVID-19. Virus ini tidak memandang bulu semua manusia yang hidup di dunia ini yang terpapar maupun yang belum terpapar akan merasakan jika tidak mengantisipasinya dari sejak dini.

Seiring dengan itu, Mitra Kemanusiaan Crisis Center COVID-19 mengadakan rapat bersama beberapa lembaga peduli kemanusiaan di sekretariat Graha Kampung Bahagia, Desa Sukamulia, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur, pada, Senin (23/3/2020).

Dari hasil rapat tersebut memutuskan beberapa poin kesepakatan diantaranya adalah:

Bergerak bersama Crisis Center COVID-19 KBI dalam upaya mengantisipasi, meminimalisir penyebaran COVID-19 di Pulau Lombok. Menguatkan koordinasi antar lembaga mitra secara taktis sesuai kapasitas dan proporsi mereka. Untuk mempercepat koordinasi antar lembaga, mereka mengalihkan metodenya ke perangkat digital, online dan sosial media untuk menerapkan Social Distancing.

Supaya aksi yang dilakukan berjalan sesuai kesepakatan, mereka harus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dengan melakukan perekrutan anggota sebagai relawan dan diberikan pembekalan agar program yang akan dilaksanakan dalam bentuk aksi nyata, konkrit, terukur dan sistematis dalam upaya untuk mengantisipasi penularan COVID-19 di Lombok Timur.

Jika aksi sosial antisipasi penyebaran COVID-19 ini bisa berjalan sesuai kesepakatan, maka penting membuat rekomendasi dengan pemerintah sebagai penanggung jawab dalam penanganan virus ini. Langkah yang mereka ambil pertama adalah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga bahayanya wabah Virus Corona ini.

Kemudian meminta pemerintah mendukung penuh setiap usaha, gerakan sosial, antisipatif yang dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pihak swasta atau kelompok masyarakat lainnya yang terlibat membantu pemerintah mencegah pandemi COVID-19.

Kepedulian masyarakat atau lembaga itu bisa berbentuk dukungan kepada petugas medis sebagai garda terdepan melawan Virus. Penyemprotan disinfektan, sosialisasi, edukasi kepada masyarakat, dan lainnya. Mereka juga mendesak pemerintah dan jajarannya agar satu narasi dan satu komunikasi dalam upaya pencegahan COVID-19.

Disamping itu, mereka meminta pemerintah melalui dinas kesehatan menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) serta fasilitas penanganan pasien yang memadai di rumah sakit atau tempat lainnya. Perpanjangan waktu libur sekolah melalui dinas pendidikan juga penting dilakukan sampai batas waktu dinyatakan sudah membaik.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga harus bisa menginstruksikan seluruh kepala desa dan lurah agar lebih efektif dan terus menerus melakukan serangkaian upaya pencegahan dan antisipasi dini pada masyarakat. Seperti melarang perkumpulan massa, mendata dan melaporkan setiap warga asing dan atau warga balik kampung (TKI/TKW) melaporkan diri serta melakukan cek kesehatan pada Puskesmas terdekat sebelum mereka kembali berbaur dengan keluarganya atau masyarakat.

Selain itu pemda juga diminta untuk mendeteksi, mengawasi pintu keluar-masuk pelabuhan atau bandara. Bahkan bila perlu katanya, segera melakukan pembatasan dengan menutup akses masuk ke Pulau Lombok baik jalur Laut, udara maupun darat.

Yang tidak kalah pentingnya menurut mereka, mendesak Kapolres Lombok Timur dan satuannya, melaksanakan maklumat Kapolri Nomor: Mak/2/III/2020 tentang larangan melaksanakan segala bentuk kegiatan melibatkan massa baik di tempat umum maupun lingkungan sendiri.

Kemudian menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan "Social Distancing" (pembatasan interaksi sosial) setiap waktu mencuci tangan dengan sabun, lingkungan harus bersih, meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas) dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin, istirahat yang cukup dan di rumah saja.

Graha Kampung Bahagia Sukamulia, yang dijadikan pusat Crisis Center COVID-19 siap mendukung segala bentuk kebijakan yang diambil pemerintah dalam upaya mencegah merebaknya Virus Corona demi masyarakat Lombok Timur dan NTB pada umumnya.

Untuk diketahui, Crisis Center COVID-19 Lotim ini bermitra dengan berbagai lembaga antara lain, Lira Lombok timur, Media Online Indonesia (MOI) Lotim, Lembaga Media Komunitas Speaker Kampung, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lombok Timur, Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI) NTB, Yayasan Masyarakat Peduli (YMP) Kampung Bahagia Peduli (KBI) DPD KNPI Lombok Timur, Gema Selaparang, Ayo Sedekah Indonesia (ASI) Cam Bebas Riba (CBR) ASY-SYIFA PEDULI, Mudin Bale, Relawan Ambulance SPBU Pancor, Pemuda Bulan Bintang, Komunitas Muda Laskar Bintang, BEM FE UGR, dan Gawah Lauk Foundation (GLF)

Penulis ; Anggar

Related Posts:

Aksi Topi Cowboy Bagi-Bagi Masker Tangkal Corona di Pringgabaya

Dedi Supriadi bersama relawan lainya halao para pengendara. Baik pengendara roda dua ataupun roda empat yang hendak melintasi jalan Kayangan Labuhan Lombok tepatnya di depan Rumah Sakit Lombok Hospital Apitaik Pringgabaya pada Minggu 22/3/2020.

Dengan menggunakan topi cowboy para relawan cegah virus Corona ini sedang bagi-bagi masker pada warga yang melintasi jalan.

Terlihat begitu apik para relawan memberikan warga masker. Sesekali warga juga dipasangkan masker untuk antisipasi virus mematikan itu.

Aksi solidaritas ini atas kerjasama NGO, Komunitas dan lembaga sosial untuk tekan angka nol virus Corona di Kabupaten Lombok timur.

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Dewan Masyarakat Sehat (DMS) Kabupaten Lombok Timur Dedy Supriadi menggalang aksi Solidaritas Kemanusiaan dengan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasisi kemasyarakatan lainnya seperti LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Gerakan Masyarakat (GEMA) Selaparang, dan YLSB NTB, hal ini dilakukan sebagai bentuk peduli sesama.


Aksi turun jalan yang dilakukan di Jalan Nasional Apitaik - Labuhan Lombok atau di Depan Lokasi Pembangunan Rumah Sakit Lombok Hospital Kabupaten Lombok Timur dengan membagikan 1000 Masker kepada masyarakat sekitar dan Pengguna jalan.


Beberapa masyarakat dan pengguna jalan saat di wawancarai media pada sore Ahad 22 Maret 2020 mengaku sangat mengapresiasi tindakan nyata tersebut, aksi ini pertama kali dilakukan di Nusa Tenggara Barat khusunya di Lombok Timur karena Masker sekarang sulit kita cari, ucap salah satu pengendara mobil yang mendapat bantuan masker.

Dedy dalam aksinya didampingi oleh Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Dinas Disnakertrans Lombok Timur Mukti Ali, berharap agar Pemerintah Daerah Lombok Timur harus cepat mengambil bagian terdepan dalam penanganan wabah Corona Virus ini dan segera merangkul Relawan-Relawan yang ada agar persoalan ini cepat terselesaikan, serta mampu mengatasi kelangkaan Masker yang ada di Kabupaten Lombok Timur tandasnya.

Related Posts:

Isra mi'raj dan Covid-19 di Lombok Timur

Sambelia.SK- Peringatan  isra mi'raj Nabi Muhammad saw 1441 H di masjid Al amin, pada (21/3/2020) malam, dihadiri oleh muspika tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda serta majelis taklim Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia Lombok Timur.

Untuk menghindari penyebaran virus Corona atau pandemi Cobid-19, Ketua PHBI, Abdul Fathoni, S.Pd jauh hari sudah menyiapkan sabun mencuci tangan (sanitizer) untuk para jemaah Masjid yang menghadiri acara pengajian sejarah perjalanan Nabi Muhammad,Saw ketika menerima wahyu dari Allah, Swt sholat lima waktu, disampaikan oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Sambelia, Ustaz. Muhammad Zaini.

Kepala Desa Sambelia, Ahmad Subandi, dan juga camat Sambelia, Ishak, SH dalam sambutannya seiring maraknya informasi tentang Covid-19 yang meresahkan dunia tidak terkecuali Indonesia, menghimbau supaya masyarakat tetap waspada. Warga juga dihimbau untuk tidak takut berlebihan serta senantiasa menjaga kebersihan semoga terhindar dari pandemi Covid-19 ini.

Camat juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum valid, karena masyarakat masih dirundung ketakutan akibat hoax yang berlebihan.

"Kita harus bijak menggunakan media sosial yang sekarang ini sulit diredam dari sumber yang kadang sangat tidak jelas. Jika ada kasus lebih baik di cek kebenarannya," harapnya.

Selain itu, Kapolsek sambelia Iptu. Ahmad Yani tidak henti-hentinya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan lingkungan. Sinergitas antara Polsek, Koramil serta masyarakat dalam menghadapi polemik penyebaran pandemi ini terus dipantau bersama jajarannya.

Sehubungan dengan itu, pemerintah melalui Kapolri menerbitkan maklumat tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19.

Maklumat Kapolri Nomor: Max/2/lll/2020 atas dasar pertimbangan nasional terkait cepatnya penyebaran Corona sehingga dibutuhkan penanganan sebaik-baiknya untuk mencegah penyebaran pandemi ini.

Berikut isi maklumat lengkap yang dikeluarkan Kapolri terkait Covid-19 dibacakan Ahmad Yani:

1. Tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak baik
di tempat umum maupun di lingkungan sendiri
Pertemuan sosial, budaya, keagamaan, dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan dan lain sebagainya.
 Kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran dan resepsionis keluarga.
Kegiatan kesenian, olahraga dan jasa hiburan.
Unjuk rasa, pawai dan karnaval serta kegiatan lain yang menyebabkan berkumpulnya orang banyak.
2. Masyarakat diminta tetap tenang dan jangan panik serta lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.
3. Apalagi dalam keadaan mendesak dan tidak dapat dihindari kegiatan yang melibatkan banyak orang maka wajib mengikuti prosedur pemerintah
4. Tidak melakukan pembelian atau penimbunan kebutuhan bahan pokok secara berlebihan.
5. Tidak terpengaruh dan menyebarkan berita yang sumbernya tidak jelas dan dapat meresahkan masyarakat.
6. Apalagi ada informasi yang sumbernya tidak jelas dapat menghubungi pihak kepolisian.
7. Apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk memberikan pelindungan musibah nonalam kepada masyarakat, Polri senantiasa mengacu asas keselamatan rakyat yang merupakan hukum tertinggi, Salus Populi Suprema lex esto. (Ggar)

Related Posts:

Puskesmas Aikmel Screening Warga Balik Kampung

Lombok Timur.SK_ Merebaknya pandemi virus Corona (Covid-19) yang sangat meresahkan dunia belakangan ini menjadi atensi pemerintah bagaimana teknis penanganannya agar tidak menimbulkan korban. Virus ini tidak memandang siapa saja bisa terjangkiti jika kita tidak waspada.

Untuk mengantisipasi agar Covid-19 ini tidak memakan korban, sehingga tim dari puskesmas Aikmel melakukan untuk mengidentifikasi warga yang baru pulang dari luar daerah maupun luar negeri. Screening ini berlangsung di Desa Kembang Kerang, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, NTB, pada, Sabtu (21/3/2020).

Kapus Aikmel, Mawardi, S.Km didampingi Kades Kembang Kerang bersama perangkatnya langsung mendatangi semua warganya yang dinyatakan baru pulang merantau.  Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi apakah mereka terpapar dengan Covid-19 atau tidak. Jika ada yang merasa sakit sesuai dengan ciri-ciri orang terkena Covid-19, maka dia meminta agar warga tersebut segera melaporkan diri atau pergi ke Puskesmas atau rumah sakit untuk menerima perawatan medis.

Tim Covid-19 Puskesmas Aikmel, menyarankan kepada warga yang baru pulang untuk mengisolasi diri selama 14 hari sesuai kebijakan pemerintah. Jika pun nanti ada yang mengalami batuk, pilek atau demam pada hari berikutnya agar segera menghubungi pemdes atau petugas kesehatan terdekat.

"Setelah diidentifikasi, untuk sementara tidak ditemukan warga terindikasi Covid-19," terang Mawardi.

Pemdes Kembang Kerang menghimbau warganya agar tetap tenang menghadapi situasi seperti ini. Menurunya, data yang dirilis oleh dinas kesehatan Kabupaten Lombok Timur dan Provinsi NTB, hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu warga pun yang positif Corona.

Dia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak ikut-ikutan menyebarkan berita atau informasi yang tidak jelas sumbernya alias hoax. Karena berita yang tidak jelas sumbernya itu bisa memicu keresahan masyarakat dan pada akhirnya akan menerima sanksi atau ditangkap Polisi.

Related Posts:

Direktur DMS NTB: Lombok Hospital Segera Beroperasi

Pembangunan Rumah Sakit Lombok Hospital yang berada di Kabupaten Lombok timur, tepatnya di Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya akan segera ditempati..

Penanganan RS ini memasuki gelombang ke dua, sejak bulan 10 juni 2019 lalu, masih dalam proses pengerjaan hingga saat ini.

Menurut keterangan Direktur Eksekutif Dewan Masyarakat Sehat/ DMS Provinsi NTB Dedi Supriyadi  mengatakan  Rumah Sakit Lombak Hospital ini pada tahap ahir.  Pengerjaan dinding, pemasangan keramik, platporm dan yang lainnya.

"Ini proses penanganan pada tahap ahir, pengerjaan ini sedang berlangsung pemasangan instalasi listrik, kabel telpon dan jaringan internet" jelas Dedi Supriyadi SH saat dikonfirmasi awak media, Selasa 17/3/2020.

Untuk diketahui RS Lombok Hospital dibangun secara total oleh Vlok Foundation. Gedung RS dibangun seluas 612 meter persegi diatas lahan 0,8 hektar ini dua tahap. Pembangunan berlanjut usai pembangunan gedung ini dioperasikan.



Dedi Supriyadi SH menyampaikan keberadaan Lombok Hospital, salah satunya  mendekatkan pelayanan kesehatan yang lebih memadai di bagian utara Kabupaten Lombok Timur.

Hal ini dapat membantu masyarakat rentan, seperti disabilitas, lansia, perempuan dan anak menjadi perhatian lebih oleh pihak rumah sakit ini.

Related Posts:

Rakerda Perdana, Lira Lotim Bentuk Timsus Corona

Lotim.SK_ Dewan Pengurus Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Lombok timur gelar rapat kerja/ Rakerda perdananya.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kedai  Lumbung Ta Masbagik Lombok Timur Senin 16/03/2020.

 Hadiri di acara tersebut Gubernur Lira NTB Syamsuddin, S.Sos MM, bersama dengan pengurus lainya,   pengurus DPD Lira Lombok Timur.

Dalam Rakerda ini menghasilkan beberapa point, Pembentukan Timsus Corona,  Jalan sehat LIRA,  mengawal dana desa, membentuk bidang investigasi, pembuatan Kartu Tanda Anggita/ KTA.

Hal ini disampaikan Bupati Lira Lotim Dedi Supriyadi SH. "Rapat kerja perdana DPD Lira Lombok Timur memiliki agenda besar kedepannya, salah satunya terbentuknya timsus pencegahan Corona" jelas Dedi saat menyampaikan kesimpulan Rakerda.


Dedy juga nenambahkan kami juga sudah membentuk Timsus Penanganan Corona (Covid - 19) yang akan bekerja sama dengan  OPD terkait,  untuk bersama sama menangini Corona.

 Hal ini langkah awal Lira Lotim sebagai bentuk Keberpihakan Lira Kepada Masyarakat, bukan sekedar lambang atau nama saja tapi pihaknya akan kerja nyata demi kemajuan Lombok Timur Menuju Lombok Timur Yang Adil , Sejahtera  Aman.



Related Posts:

Gubernur NTB Tutup Keramaian, Disnakertrans Lotim Tetap Seleksi Job Fair 2020

Selong.SK_Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur, membuka Pameran Bursa Kerja Lombok Timur Job Fair 2020.

 Dibuka pada hari Senin 16 Maret 2020 bertempat di Halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur.

Pameran Bursa Kerja Lombok Timur Job Fair 2020, diselenggarakan selama 3 hari, dari tanggal 16, 17, 18 Maret 2020, dengan tersedia 800 lowongan kerja dari 43 Perusahaan di Lombok Timur.

Sementara bagi masyarakat yang ikut mendaftarkan diri sejumlah 1124 orang. Dari jumlah pendaftar ini akan dilakukan seleksi administrasi, tes tulis dan wawancara.

Menurut keterangan Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsos Disnakertrans Lombok Timur. Adanya surat edaran Gubernur untuk lock down tempat-tempat keramaian dalam antisipasi menyebarnya virus korona, pihak panitia mengambil sikap untuk proses seleksi, dilakukan di masing-masing perusahaan.

"Pihak panitia mengambil sikap, dalam proses ini akan dilakukan di masing-masing perusahaan" jelas Mukti Ali usai acara pembukaan Job fair 2020.

Ia juga menjelaskan bahwa, dalam proses rekrutmen ini akan tetap berlangsung sesuai alur proses. Para pendaftar akan diserahkan ke masing-masing perusahaan itu, sesuai kebutuhan perusahaan.

Related Posts:

Snepa Corona, DMS Minta Gubernur NTB Tutup Tempat Hiburan Malam

Merebaknya snepa alias isu virus Corona di indonesia khususnya isu adanya warga asing terinfeksi Corona di Provinsi NTB menjadi perhatian serius warga. Pasalnya virus tersebut, meski tidak mematikan seperti SARS, Mers atau flu burung tetapi virus tersebut tetap harus diwaspadai, diantisipasi dan dicegah dengan beberapa langkah.

Salah satu langkah nyata dengan mengisolasi masyarakat khususnya wilayah Provinsi NTB, penjagaan secara ekstra bagi warga asing yang masuk pulau Lombok dan Sumbawa. Selain itu pihak pemerintah provinsi juga mengambil langkah tegas menutup tempat-tempat hiburan malam.


Hal ini disampaikan  Direktur Eksekutif Dewan Masyarakat Sehat Kabupaten Lombok Timur Dedi Supriyadi SH, agar Pemerintah Provinsi  NTB melakukan penutupan tempat hiburan malam di Senggigi dan tempat lainya.

"kami meminta Gubernur NTB menutup tempat hiburan malam yang ada di NTB,"ujar Dedi, Sabtu, (14/3/2020).

Lanjut Dedi , hal tersebut dianggap menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, agar dilakukan upaya pencegahan.

"Ini persoal serius, harus disikapi oleh Pemprov NTB, jangan sampai tempat hiburan malam itu menjadi tempat penyebaran virus massal di wilayah kita"tegasnya.



Dedi yang juga DPD Bupati Lira Lotim mengatakaan pemerintah Juga harus bertindak cepat, agar tidak adanya korban cobid-19 diwilayah NTB.

"Dinas kesehatan dan dinas pariwisata di Pemprov NTB harus gerak cepet mengantisipasi penyebaran covid-19 sebelum banyak terinfeksi. Dan segera mensosialisasikan pencegahan virus ganas ini.

Related Posts:

Diduga Akibat Beban Hidup, Warga Pringgabaya Ditemukan Tewas Gantung Diri

Lombok Timur, SK- Seorang pria inisial SB  warga Rt 4 Rw 4 Dusun Embur Lauk, Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, sekira pukul 15.40, Kamis (12/3/2020) oleh warga sekitar.

Korban 35 tahun ini pertama kali ditemukan rekannya Suryadi (33) dan Zulkifli (21) alamat Dusun Cemporonan, Desa Pringgabaya Utara, Lombok Timur ketika hendak mengambil jaket ke rumah korban.

Setelah tiba di rumah korban, mereka melihat pemandangan yang mengejutkan. Subardi sudah terbujur kaku di tali gantungan dengan seutas tali diikatkan di kayu kelapa atap rumahnya. Kemudian tali tersebut diikatkan di lehernya. Melihat kejadian tersebut,  Zulkifli teriak minta tolong kepada warga sehingga warga berdatangan untuk memberikan pertolongan.

Kejadian korban gantung diri ini dibenarkan oleh Kapolsek Pringgabaya, AKP. Amar Ma'ruf. S.IK.
" Ya benar, kejadian itu telah kami tangani dan kami langsung melakukan olah TKP," jelasnya pada jurnalis Speaker Kampung.

Berdasarkan hasil olah TKP dibantu tim identifikasi sat reskrim Polres Lombok Timur, dan keterangan saksi, korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Melihat ikatan tali dengan simpul hidup di bagian leher belakang korban, sehingga diduga korban meninggal akibat gantung diri.

Polsek Pringgabaya juga meminta bantuan pemeriksaan dari Dokter Puskesmas Labuhan Lombok dan hasilnya terdapat bekas jeratan tali di leher korban.

Sebagaimana diceritakan saksi sekaligus teman korban Suryadi, sehari sebelum kejadian (11/3/2020) sekira pukul 15.00, korban datang ke rumah Suryadi (saksi) menceritakan beban yang dialami. Dia (korban) susah dan capek berpikir, untuk itu ingin bunuh diri saja. Tapi waktu itu Suryadi tidak merespon ucapan korban karena dianggap sekedar main-main.

Polisi minta keluarga korban melakukan autopsi untuk memastikan penyebab meninggalnya korban. Tapi keluarga korban menolaknya katanya mereka sudah mengikhlaskan kepergian korban untuk selamanya. (Rian)

Related Posts:

Lomba Desa 2020, Desa Bagik Manis Berinovasi

Lombok Timur, SK - Acara Lomba desa tingkat Kabupaten Lombok Timur yang digelar di aula kantor Desa Bagik Manis, Kecamatan Sambelia, memaparkan beberapa indikator penilaian oleh ketua tim juri Baiq Miftahul Wasli sekaligus Kadis Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lombok Timur, Selasa (10/3/2020).

Menurutnya, ada tiga komponen penilaian yang akan dilakukan pada lomba desa kali ini, antaranya adalah bagaimana upaya pemdes menjalankan roda pemerintahannya. Berkontribusi memajukan desa dengan memanfaatkan teknologi informasi, serta upaya mempertahankan budaya lokal.

Kemudian upaya lain yang penting pemdes  lakukan adalah mengembangkan inovasi yang ada di desa untuk kepentingan masyarakat desa itu sendiri. Selanjutnya, dalam hal pemberdayaan masyarakat. Sejauh mana pemdes memanfaatkan seluruh potensi serta  lembaga desa yang berada dibawah naungan pemdes.

"Merubah status desa menjadi desa maju adalah sebuah nilai plus. Sejauh mana pemdes melaksanakan tiga indikator tersebut," jelas Wasli di depan peserta.

Desa Bagik Manis dengan luas wilayah 14,45 M2 ini memiliki beragam produk unggulan. Produk unggulan itu seperti usaha kreatif ibu-ibu PKK membuat jajanan dari daun bayam diolah menjadi keripik. Usaha lainnya adalah membuat rengginang dari ketan.

Selain itu, usaha lain yang mereka tonjolkan dalam lomba desa ini adalah teknis pengolahan sampah menjadi pupuk organik. Ada juga produk unggulan pemudanya yang sudah ekspor keluar negeri seperti Eropa adalah batok kelapa yang dibuat dari bahan baku tempurung kelapa dan juga anyaman sendok dan garpu dari kayu lokal pilihan.

"Sudah lama usaha batok kelapa dan garpu ini kami geluti sekitar satu tahun. Hasil kerajinan kami ini sudah dikirim ke Eropa," kata Sopian Akbar, perintis usaha batok kelapa asal Dasan Bagik Dalam, Desa Bagik Manis, Sambelia.

Usaha mikro yang dilakukan oleh kelompok pemuda Desa Bagik Manis ini mendapat dukungan dari pemerintah desa. Hal ini dibuktikan dengan dijadikan ketiga usaha tersebut sebagai produk unggulan desa dan dipamerkan pada acara lomba desa kali ini.

Lebih jauh, Kades Bagik Manis, Abdurrahman dalam persentasenya di depan tim juri memaparkan banyak hal yang sudah dilaksanakan selama kepemimpinannya. Seperti budaya gotong royong bersama perangkat dan pemuda desanya pada setiap hari Jum'at. Membersihkan lingkungan, penanaman pohon di pinggir jalan. Abdurrahman mengedukasi warganya agar senantiasa menanamkan budaya hidup bersih dan sehat dengan cara tidak membuang kotoran atau sampah sembarangan.

"Saya memiliki komitmen yang cukup besar dalam pelestarian lingkungan, melibatkan pemuda sebagai ujung tombak pembangunan desa berkelanjutan," terangnya.

Hal lain yang mungkin bisa menjadi daya tarik tim juri dalam acara lomba desa ini kata Abdurrahman adalah, keterbukaan dalam penggunaan Dana Desa (DD).

 "Tidak ada yang kami tutupi dalam hal penggunaan DD serta hal-hal lainnya yang menyangkut anggaran," jelas Abdurrahman. (Ggar)

Related Posts:

Ekek Warga Ketangga Berkurang, Pemdes Kelola Sampah

Lombok Timur, SK- Perilaku ekek alias  membuang sampah sembarangan perlahan berkurang. Pasalnya pihak pemerintah Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur awal bulan ini sudah memiliki dua unit kendaraan yang akan digunakan untuk mengangkut sampah dari rumah ke rumah. Dua unit kendaraan yang dimaksud adalah jenis Kaisar tiga roda dan kendaraan Empat roda jenis pick up.

Keberadaan kendaraan pengangkut sampah ini tentu membuat warga senang. Mereka tidak lagi membuang sampah di pinggir sungai atau bahkan di parit. Jika warga dibiarkan membuang sampah disembarang tempat maka bisa menyebabkan penyakit, lingkungan jadi kotor, jika musim hujan tiba seperti sekarang ini, maka sungai akan tersumbat dan pada akhirnya air bisa naik ke pemukiman warga.

"Setelah adanya mobil pengangkut sampah ini, maka kita tidak lagi membuang sampah ke sungai," ungkap Ihan, warga Dusun Montong Gedeng.

"Bukan itu saja, saluran irigasi yang menuju area sawah juga bersih dari sampah masyarakat," timpal Amaq Eman.

Pada 29 Februari 2020 lalu pada media ini, Kades ketangga, Mislahudin, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua warganya yang telah berpartisipasi menjalankan program pemdes. Menurutnya ini adalah program unggulan pemprov yang diteruskan oleh pemerintah desa.

"Terimakasih saya sampaikan kepada masyarakat Desa Ketangga, yang sudah berpartisipasi dalam program pemdes ini, menjaga kebersihan lingkungan agar tetap asri dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah disiapkan oleh pemdes," tutupnya. (RA)

Related Posts:

Musrenbang Kecamatan Sambelia, Inilah Daftar Usulan Program Masing-Masing Desa

Lombok Timur, SK - Setelah berakhir menggelar acara Musyawarah rencana pembangunan  (Musrenbang) tingkat Kecamatan, tim fasilitator kecamatan dibantu dari LPSDM menggelar voting guna menentukan perangkingan DU RKP skala prioritas kemudian yang mendapat suara terbanyak atau rangking pertama akan diperjuangkan nanti pada acara musrenbang tingkat kabupaten.

Acara yang berlangsung selama dua hari dari 4-5 Maret 2020 yang berlangsung di aula serbaguna kantor camat Sambelia tersebut melibatkan kelompok rentan, perempuan, jompo, dari sebelas desa di Kecamatan Sambelia.

Masing-masing kades bersama warganya mengusulkan program pembangunan apa saja yang sangat mendesak perlu dibangun di wilayahnya melihat azas manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh warganya.

Sekcam Sambelia Husnudduat dan sekretaris fasilitator, Mardi S.AP bersama pendamping desa  menggelar voting menentukan suara terbanyak. Dari suara terbanyak itu baru bisa diputuskan skala prioritas pembangunan desa berkelanjutan.

Sambelia hampir 85 persen penduduknya petani sehingga dari semua desa sepakat mengusulkan benih atau bibit, alsintan dan juga peternakan sapi. Usulan pemdes itu didukung sepenuhnya oleh kanit UPT Pertanian yang juga hadir disana.

"Saya sangat mendukung usulan itu, bukan saja satu desa tapi di semua desa harus dapat," kata Kanit UPT Pertanian, Sanusi,SH.

Madayin sebagai desa terpencil masyarakatnya lebih banyak menggantungkan hidupnya dengan pertanian jambu mete sehingga melalui kadesnya mengusulkan mesin pengolahan jambu mete yang disebut dengan Acip.

Usulan program bantuan ternak sapi diusulkan oleh kades Bagik Manis, Abdurrahman. Abdurrahman meminta kepada semua kades jangan hanya sekedar mengusulkan tapi yang terpenting menurutnya apa yang diusulkan itu berdampak dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Sektor infrastruktur usulan pemdes Sambelia menjadi prioritas, Kades Sambelia, Ahmad Subandi mengusulkan perbaikan tanggul dan bronjong sepanjang 17 kilometer menyasar desa terdampak. Mulai dari bendungan (DAM) Sambelia menyasar ke Senanggalih, Labuhan Pandan, Bagik Manis, dan juga Dadap.

"Saya pertahankan usulan perbaikan tanggul bendungan Sambelia. Ini harus dijadikan program prioritas. Karena dampaknya sangat luar biasa  dirasakan masyarakat seperti banjir bandang yang terjadi pada tahun lalu," tegas Subandi.

Usulan kades Sambelia ini memang cukup beralasan. Melihat berapa banyak masyarakat yang menjadi korban banjir bandang ketika itu. Petani merugi karena lahan pertaniannya di genangi air, jembatan yang menjadi akses perekonomian warga terputus, rumah warga hanyut diterjang kuatnya hantaman air bercampur batu.

Baru kemudian usulan prioritas kedua menempatkan Desa Obel-Obel. Melihat baru-baru ini terjadi banjir bandang di wilayah tersebut. Banjir tersebut mengakibatkan tanggul jebol di Dusun Malempo dan juga mentareng sehingga warga beberapa hari harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Dan sekarang pemerintah kabupaten Lombok Timur bekerja ekstra untuk melakukan normalisasi sungai di lokasi terdampak.

Sektor Infrastruktur jalan, usulan pemdes Desa Dara Kunci juga menjadi prioritas. Jalan yang menghubungkan dua desa tersebut Dara Kunci dan Belanting perlu mendapat perhatian dari pemerintah. Jalan rusak dan berlubang sepanjang 4 km itu menurut Sekdes Dara Kunci, Samsul Arifin, S.pd, sejak 2006 katanya, tidak pernah diperhatikan pemerintah.

"Pernah dulu ada warga yang akan melahirkan dibawa ke Puskesmas Belanting lewat jalan tersebut, belum sampai Puskesmas ibu tersebut melahirkan di jalan karena  jalan yang rusak dan berlubang," Keluh Arifin pada media ini.

Di ruas jalan tersebut tambah Samsul, ada Empat jembatan yang juga ikut rusak hingga saat ini belum tersentuh atau diperbaiki oleh pemerintah. Lewat Musrenbang tingkat Kecamatan, Samsul Arifin berharap banyak kepada pemerintah agar jalan alternatif yang menghubungkan dua desa tersebut segera ditindaklanjuti.

Sektor pariwisata, usulan pemdes Dadap kaitan dengan pembangunan tanggul di pesisir pantai untuk mengantisipasi terjadi abrasi, lapak serta perbaikan jalan pariwisata serta jalan usaha tani menjadi usulan prioritas. Usulan yang sama disampaikan pemdes padak guar diwakili oleh Gusty Ariawan yang juga pendamping desa.

"Jalan umum (propinsi) di depan PLTU setiap tahun tergenang air. Jalan ini perlu juga diperhatikan pemerintah agar tidak semakin rusak akibatnya mengganggu arus lalu lintas," Jelas Gusty.

Sebagai desa wisata Anggur, Kades Senanggalih, H. Suparlan mengusulkan perbaikan jalan pariwisata menghubungkan Senanggalih, Labuhan Pandan dan Padak Guar sepanjang 4 KM.

"Perbaikan akses jalan usaha tani dan Pariwisata sepanjang 4 km yang sudah kita buka menghubungkan tiga desa tersebut penting juga diprioritaskan supaya di aspal oleh pemerintah," Demikian disampaikan Suparlan, saat dihubungi Jurnalis Speaker Kampung lewat telepon selulernya, pada (6/3/2020).

Semua DU skala prioritas yang sudah diusulkan oleh semua Kades pada acara Musrenbang kecamatan akan diperjuangkan oleh ketua tim pengusul dan rekan-rekan pendamping.

"Kami akan perjuangkan usulan ini sampai gol," kata Mardi optimis. (Ggar)

Related Posts:

Lomba Desa 2020, Desa Lenek Daya Begibung

Lotim. SK_ Desa Lenek Daya Kecamatan Lenek, Kamis (4/3/2020) siang mengikuti penilaian lomba desa tingkat Kabupaten Lombok Timur tahun 2020.


Penilaian lomba desa ini melibatkan tim juri yang berasal dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lombok Timur, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lombok timur.

Menurut keterangan Ketua Tim Juri Miftahul Wasli menjelaskan terkait dengan sambutan oleh masyarakat dan pemerintah desa sudah sangat maksimal. Mulai dengan sambutan dengan nuansa budaya yang kental dari Lenek Daya.

Ini tercermin dari wujud Desa Lenek Daya yang mampu bersinergi dalam gotong royong, inovatif, berbudaya, dan berdaya saing yang disingkat dengan Begibung.

"Lenek Daya Begibung ini sudah terlihat dari bentuk sambutan dan penerimaan para masyarakat dan pemerintah Lenek Daya kepada kami sebagai tim juri" jelas Miftahul Wasli Kamis 5/3/2020.

Kedatangan tim penilai yang dipimpin oleh Kepala Dinas PMD  Kabupaten Lombok Timur Hj. Miftahul Wasli ini disambut oleh Camat Lenek  Muhammad Supryadi, Kepala Desa Lenek Daya Unasi beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Lenek.

Sementara dalam pemaparan Kepala Desa Lenek Daya Unasih menjelaskan terkait dengan moto desa Begibung yang maknanya kebersamaan.

"Sesuai dengan moto desa Begibung ini pihak pemerintah desa harus dimulai dengan kerja bersama" jelas Unasih saat menyampaikan pemaparannya di depan juri.

Related Posts:

Evaluasi Progres Pemerintahan, Desa Ketangga Ikuti Lomba Desa

Lotim.SK_ Ketangga Kecamatan Suela, Senin  (2/3/2020) siang mengikuti penilaian lomba desa tingkat Kabupaten Lombok Timur tahun 2020. Desa Ketangga sendiri mewakili Kecamatan Suela.

Penilaian lomba desa ini melibatkan tim juri yang berasal dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lombok Timur, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lombok timur.

Kedatangan tim penilai yang dipimpin oleh Kepala Dinas PMD  Kabupaten Lombok Timur Hj. Miftahul Wasli ini disambut oleh Camat Suela Muhsin, Kepala Desa Ketangga Mislahuddin beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Suela,  Kepala Desa Suntalangu dan Perigi didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Desa Ketangga, para perangkat desa, Ketua RT/RW serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Ketangga.


Menurut keterangan Kepala DPMD Lombok Timur Hj Miftahul Wasli menyampaikan indikator penilaian aspek kewilayahan, penyelenggaraan pemerintahan, aspek pemberdayaan masyarakat.

"tiga aspek penting dalam penilaian lomba desa adalah soal kewilayahan, aspek penyelenggaraan pemerintah dan pemberdayaan masyarakat" jelas Miftahul Wasli saat menyampaikan sambutanya di depan masyarakat Desa Ketangga.

Sementara dalam waktu yang sama Kepala Desa Ketangga Mislahuddin menyampaikan pemamparanya tentang progres penyelenggaraan  pemerintah.

"Desa Ketangga sendiri dilihat dari potensi pendidikan terdapat pembangunan sekolah, sehingga meningkatkan sumber daya manusi" jelas Mislahuddin.

Related Posts:

BPBD Lombok Timur Gerak Cepat Normalisasi Sungai Obel-Obel

Lombok Timur, SK- Untuk menghindari banjir susulan yang menerjang pemukiman warga Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy memerintahkan Kalak BPBD menurunkan alat berat (excavator) digunakan untuk normalisasi sungai yang selama ini dikeluhkan warga sebagai penyebab terjadinya luapan air masuk ke rumah warga.

Sehari setelah alat berat tiba di lokasi, Ahad (1/3/2020) Kepala pelaksana (Kalak) BPBD Lombok Timur, Purnama Hadi langsung turun ke lokasi bencana bersama tim untuk melihat proses normalisasi yang tengah dikerjakan, didampingi Kasi trantib kecamatan Sambelia.

Penyebab terjadinya banjir bandang di Dusun Malempo, menurut Purnama Hadi karena jebolnya tanggul sepanjang 250 meter. Air yang turun dari gunung membentuk haluan tersendiri sehingga naik ke pemukiman warga.

"Tanggul sepanjang 250 meter ini jebol, sehingga dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi dari gunung beralih haluan menuju ke kampung membentuk jalur tersendiri karena saluran induk tidak berfungsi lagi," jelas Purnama Hadi.

Seperti biasanya, bantuan makanan dan obat-obatan bagi warga yang terdampak bencana banjir bandang terus mengalir. Kali ini bantuan logistik datang dari kumpulan pemuda Lombok Tengah dan juga dari pemuda Bayan.

Kemudian bantuan pemeriksaan/pengobatan  kesehatan datangnya dari Mahasiswa Stikes Hamzar, Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba.

Selain warga Dusun Malempo, warga Dusun Mentareng juga mengeluhkan hal yang sama. Saluran air bersih sepanjang 200 meter di Dusun Mentareng terputus. Tanggul yang berada di sana juga jebol sehingga membutuhkan alat berat untuk normalisasi.

Warga yang tinggal di Dusun Mentareng berjumlah 200 KK terdiri dari 500 jiwa. Mereka membutuhkan sarana air bersih. Mobil tangki yang digunakan menyuplai air bersih lima kali sehari selama sepekan ini tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga. Demikian laporan  (keluhan) yang disampaikan Kades Obel-Obel kepada media ini.

Informasi yang dihimpun Speaker Kampung dari berbagai sumber, sepanjang hari ini, Ahad, (1/3/2020) secara keseluruhan Sambelia di guyur hujan dari pagi hingga malam. Sehingga  mengganggu aktivitas masyarakat.

Sebut saja kali Salut atau jembatan gantung, Desa Belanting, aliran air di sepanjang kali itu cukup deras akibat dari intensitas hujan cukup tinggi sepanjang hari ini.

Begitu juga yang terjadi di sepanjang ruas jalan Dasan Baru, Desa Sugian, Laporan Kalak BPBD sekira pukul 17.27 sore, air  menggenangi ruas jalan tersebut mencapai ketinggian 40 cm, hingga menyasar masuk ke pekarangan rumah warga.

Oleh karena itu, diingatkan kepada para pengguna jalan yang datang dari arah Bayan (KLU) atau dari arah Sembalun menuju Sambelia atau sebaliknya, dihimbau untuk berhati-hati. (Ggar)

Related Posts:

Featured Post

Kemensoso Gelar Edukasi Mitigasi Bencana Sekolah Maraqitta'limat

Lombok Timur, SK- untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam, pemerintah melalui kementerian sosial gencar lakukan eduka...