Paket JPS Gemilang dan Sandang Pangan Desa Pringgabaya Disalurkan

Pringgabaya SK- Paket bantuan Jaringan Pengamanan Sosial atau JPS Gemilang dan Sandang Pangan Kecamatan disalurkan Pemerintah Desa Pringgabaya.

Sejumlah 863 paket bantuan di bagikan pada jumat, (01/05). Dengan rincian Paket JPS gemilang 313 dan 550 paket sandang pangan dari kecamatan dibagikan.

Penerima bantuan tersebar di sembilan dusun di Desa Pringgabaya. Dusun Seimbang 30 paket, Dusun Otak Desa 45, Dusun Bilawong 45, Dusun Embur 30, Dusun Jejangka 45, Dusun Puncang sari 30, Dusun Dasan Lendang 30, Dusun Ketapang 15.

Sistem pembagian ini sesuai dengan jumlah KK masing-masing dusun.

Wakil ketua TGC Covid-19  Desa Pringgabaya Khaerul Azmi mengatakan pembagian ini sudah merata sesuai dengan jumlah KK penduduk masing-masing.

Kendati ada yang tidak tercover dalam bantuan ini pemerintah desa melalui tim TGC Covid-19  menyampaikan agar masyarakat melaporkan diri ke kepala dusun masing-masing untuk didata.

Prihal darimana dia akan di berikan, pihak desa melalui Tim TGC Covid-19 akan mengusahakan untuk memberikan melalui anggaran PADes. yang akan diberikan mendekati lebaran.

"Ya, kalau ada warga yang belum dapat, silahkan melaporkan diri melalui kepala dusun, dan akan kita usahakan nanti, meraka akan dapat dari bantuan sembako desa, yang akan di bagikan sebelum lebaran" Tutup Haerul Azmi. (rian)

Related Posts:

Pandemi Covid-19 Desa Ini Bantu Warga Lewat Padat Karya Tunai

Lombok Timur, SK - Di tengah hiruk pikuknya pemerintah desa menyalurkan bantuan paket sembako kepada warganya yang berhak menerima, pemerintah Desa Sambelia mengadakan program padat karya melibatkan sedikitnya 89 warga desanya terlibat dalam program itu.

Program padat karya yang dilaksanakan, Kamis (30/4/2020) selama dua jam, mulai pukul 15.30 berakhir 17.30 WITA itu dipimpin langsung oleh Kades Sambelia, Ahmad Subandi, SE.

Bersama perangkat desanya, dia mengajak warganya untuk mengangkat batu gelondongan yang sudah digali excavator dipindahkan ke pinggir lapangan yang akan dijadikan arena olahraga.

Lahan seluas 1.021 Ha ini, dulu kata Subandi,  tanah  pecatu milik kepala desa Sambelia. Dan kini di bawah kepemimpinannya, tanah yang berlokasi di Dusun Gubuk Lauk, Desa Sambelia itu dialihfungsikan untuk lapangan sepak bola.

Pembangunan arena olahraga ini lanjut Subandi, untuk menjawab visi misi Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy menyediakan satu desa satu lapangan. Dan sekarang sudah direalisasikan.

"Program padat karya ini diikuti 89 orang masyarakat. Selama dua jam kami kasih mereka 25 ribu rupiah per orang," jelas Subandi.

Kemudian bagi masyarakatnya yang belum nanti akan diinformasikan apabila pemdes adakan program padat karya lagi. Dia berharap semua masyarakatnya bisa merasakan apa yang diprogramkan pemerintah desa.

"Dampak penyebaran virus corona sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Sehingga dengan seperti ini kami bantu mereka," tambahnya.

Warga yang terlibat dalam program padat karya ini merasa bersyukur karena sedikit bisa membantu meringankan beban hidupnya di tengah pandemi yang mereka sendiri belum tahu kapan berakhir, sehingga berimbas pada pendapatan harian mereka.

"Saya sangat bersyukur pemerintah desa mengadakan program padat karya di tengah kesulitan ekonomi yang kami rasakan. Saya berharap semoga program ini tetap berlanjut," kata Hunaidi, ketua RT 06 Dusun Gubuk Lauk pada media ini. (Ggar)

Related Posts:

Pemerintah Desa Pringgabaya Keluhkan Regulasi BLT Yang Berubah-ubah

Pringgabaya SK-  Terkait banyaknya Terbit regulasi berasal dari pusat yang mengatur tentang realisasi Bantuan Langsung Tunai atau BLT , Pemerintah Desa Pringgabaya keluhkan regulasi yang tidak konsisten dan berubah-ubah. Kamis, 30/04/2020.

Dalam musyawarah desa yang dilaksanakan Kamis Pagi, pemerintah Desa Pringgabaya mengeluhkan soal Regulasi yang berubah ubah, pasalnya regulasi ini berubah-ubah bukan dalam jangka watu yang lama, melainkan dalam jangka waktu yang singkat, shingga ini menjadi penghambat dalam merealisasikan Program BLT.

"Regulasi kok tiap minggu berubah-berubah, sehingga semuanya yang sudah kita siapkan harus kita ulangi karena perubahan", kata Haerul Azmi, PLT Sekdes Pringgabaya.

PLT Sekdes Pringgabaya yang akrab dipanggil As ini juga menuturkan tentang  regulasi apa saja yang berubah ubah tersebut. Adapun katanya Regulasi yang berubah tersebut mulai dari Permendes No 6 tahun 2020 ke Permendes No 8 tahun 2020.  kemudian Surat Edaran himbauan dan penegasan yang di keluarkan oleh Permendes PDT, setiap minggu berubah.

Peraturan yang berubah-ubah  ini setidaknya akan membuat kesulitan dan menghambat pekerjaan akibat dari perubahan juknis. Petunjuk  yang awalnya mengatakan bahwa bantuan BLT dana desa diberikan  dengan cara tunai dan non tunai. Namun kembali keluar surat edaran yang menegaskan dengan cara non tunai atau dengan cara klasel. Pada proses kasles itu, masyarakat diminta untuk membuat rekening.

Pihaknya juga sangat terheran kenapa produk ini bisa secepat itu berubah, ia menduga bahwa Kemendes tidak membuat aturan dengan melihat situasi dan kondisi di Desa, "jangan-jangan Kemendes merujuk ke kota-kota dalam membuat regulasi. Seharusnya dia melihat kondisi di desa, bukan di kota, kan namanya juga Kemendes bukan Kemenkota" katanya.

Selain itu pihak pemdes juga menyoroti soal kriteria yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, dari juknis tentang orang berhak mendaptakan BLT tersebut tidak ada sesuai  berdasarkan situasional penduduk desa.

 "Semestinya dalam membuat juknis pemerintah pusat harus update sesuai situasional penduduk desa, katakan saja soal kriteria penerima, saya pikir  kriteria yang 9 itu tidak sesuai di desa manapun", katanya.

Pihaknya berharap kedepan dalam kaitannya dengan itu, pemerintah harus memberikan kewengan Penuh kepada desa untuk membuat regulasi dalam kondisi darurat, sesuai dengan kondisi lokal, sehingga tidak seribet saat ini, hal ini juga sesuai dengan Undang-undang  Desa.

"Ya sesuai dengan UU Nomor 6 tahun 2014 tentang desa, semestinya kita di berikan kewengan untuk membuat regulasi sesuai dengan kondisi lokal yang ada, tutupnya.

Sementara Itu BPD pringgabaya juga menanggapi apa yang menjadi problema di desa saat ini.

Pihaknya juga menyoroti soal regulasi yang berubah-ubah, agaknya BPD pringabaya lebih memahami kondisi yang terjadi saat ini.

Ketua BPD pringgabaya Judan Putra. Mengatakan "Ya kita harus perlu berpikir objektif dan berpikir jernih. ketika dalam waktu tertentu regulasi itu berubah-ubah, ini karena situasi negara yang tidak kondusif, sedang menghadapi kondisi bencana luar biasa" Ungkap Judan.

Judan juga menerangkan sikap BPD Pringgabaya dalam menghadapi regulasi yang berubah-ubah ini.
Sepanjang regulasi yang berubah-ubah tujuan nya adalah baik, mau tidak mau, maka kita akan mengikutinya dan terpaksa harus melaksanakan itu meski dengan bekerja extra. (Rian)

Related Posts:

Kades Dara kunci Turun Tangan Imbau Warga Membandel


Lombok Timur,SK - Pemerintah Desa Dara Kunci, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, turun ke Masjid dan Musholla menghimbau jamaah yang masih ngeyel melaksanakan shalat berjamaah di tengah pandemi  Covid-19, Rabu, 29 April 2020 malam.

Himbauan langsung ini terpaksa dilakukan melihat masih ada beberapa jamaah keukeuh melaksanakan shalat berjamaah (tarawih) di masjid dan mushola meskipun Sambelia sudah terkonfirmasi satu orang jamaah klaster Gowa asal Belanting positif Covid-19 sehingga mengakibatkan Sambelia pada saat ini berada pada zona merah.

Apa yang dilakukan Kades Dara Kunci ini, semata-mata bertujuan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Disamping untuk menindaklanjuti Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) melarang perkumpulan massa di tengah darurat Coronavirus disease yang melanda Lombok Timur belakangan ini.

Mengedepankan etika, Faezal bersama satgas Covid-19, Babinsa dan Bhabinkamtibmas menyambabangi setiap Masjid dan Mushalla memastikan agar warganya benar-benar tidak melaksanakan shalat berjamaah untuk sementara waktu sampai situasi negara benar-benar aman dari pandemi.

"Tidak ada pemerintah melarang kita sembahyang, tidak ada. Jadi jangan salah memahami. Boleh sembahyang tapi untuk sementara waktu di rumah tempatnya," terang Faezal.

Himbauan yang disampaikan Faezal ini ditanggapi positif oleh Busrin salah satu staf pemerintah kecamatan dan beberapa orang lainnya.

"Luar biasa pemaparan Pak Kades Dara Kunci, tentang virus Corona kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman. Dan jangan berikan peluang kepada warga agar mentaati edaran pemerintah agar warga sadar," cetus Busrin di WAG kecamatan.

Lebih jauh Faezal menjelaskan, beruntung di desanya tidak ada yang terpapar corona, sehingga sejak dini diingatkan kepada warganya untuk mematuhi apa yang disampaikan pemerintah.

"Apabila ada salah satu warga kita terpapar Covid-19 maka kita semua akan sibuk, pemerintah desa juga. Jadi tolong sampaikan pesan ini kepada masyarakat yang tidak hadir," imbuhnya.

Sebagai penanggung jawab penanganan Covid-19 tingkat desa, di tempat terpisah, Faezal dengan tegas menyampaikan hal yang sama. Dia bersama satgasnya terus berpatroli memberikan himbauan. Dia tidak ingin mendengar ada warganya terpapar Covid-19 seperti desa-desa lain.

"Pemerintah sangat sayang kepada kita selaku masyarakatnya memberikan himbauan untuk sementara meniadakan perkumpulan apapun namanya termasuk shalat berjamaah," jelasnya.

Tugas kami kata Faezal untuk menghimbau. jika Bapak masih bertahan dengan egonya sendiri, negara ini negara hukum ada hukum yang berlaku. "Jika Bapak bertahan dengan egonya sendiri, hukuman satu tahun, denda Seratus juta,  silahkan pak, tugas kami hanya menyampaikan," tegas Faezal di depan jamaah.

"Ini semata-mata untuk keselamatan umat, keselamatan orang banyak, jangan mempertahan kan ego sendiri," tambahnya.

Faezal tidak menginginkan nanti ada yang berasumsi jika Kepala desa tidak pernah menghimbau. Oleh karena itu dia berharap kepada semua masyarakat untuk mematuhi himbauan yang sudah disampaikan pemerintah demi keselamatan masyarakat khususnya masyarakat Desa Dara Kunci. (Ggar).

Related Posts:

Kabar Gembira, Warga Wanasaba Sembuh dari Covid-19

Wanasaba. SK_KA salah satu warga Dusun Jurang Koak Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur yang sebelumnya dinyatakan positif covid-19 akhirnya sore kemarin(28/04) sudah dipulangkan dan dinyatakan sembuh.

Hal tersebut disampaikan  Plt. Kepala Wilayah Jurang Koak Marsihin  via Whatsapp group Siaga Covid-19 Desa Bebidas.

" KA sudah tiba di rumah dalam keadaan baik dan sehat, namun tetap disuruh isolasi mandiri di rumah selama 14 hari" ujarnya

Dikutip dari press rilis Direktur RSUD  R Soedjono Selong, Tantowi Jauhari, yang bersangkutan telah dilakukan swab selama dua kali secara berturut-turut bersama 5 orang lainya yang telah dinyatakan sembuh pada hari ini (28/04).

"6 orang positif Covid-19 sembuh setelah dilakukan Swab selama dua kali berturut-turut" katanya.

Sementara itu Kepala Desa Bebidas Harmaen selaku ketua Satgas Covid-19 Desa Bebidas meminta kepada tim Satgas supaya memantau keadaan KA selama 14 hari untuk tetap berdiam diri di rumah dan memastikan yang bersangkutan tidak keluar selama kurun waktu tersebut.

"Pantau terus jangan sampai yang bersangkutan keluar rumah selama 14 hari ke depan" pintanya.

Sebelumnya KA dinyatakan positif berdasarkan hasil swab dan ditetapkan pada  Prees Release Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat pada minggu 19 April lalu. (ci)

Related Posts:

Masyarakat Lingkar Tambang Pohgading, Izinkan Tambang Besi PT.AMG Beroprasi Bersyarat

Pringgabaya SK- polemik penolakan tambang pasir besi yang dilakukan oleh Masyarakat Lingkar Tambang akhirnya menuai titik temu, pasalnya dalam audiensi yang berlangsung bersama Pemerintah Desa, Masyarakat Lingkar Tambang dengan PT. AMG, diizinkan dengan Bersyarat. Selasa 28/04/2020.

Audiensi yang dilakukan oleh Masyarakat Lingkar Tambang desa Pohgading dan PT AMG di kantor desa itu, dihadiri oleh perwakilan masyarakat, Pemerintah Desa, Manager PT. AMG beserta Kepolisian Sektor Pringgabaya sebagai lembaga pihak ketiga yang memediasi.

Hal ini dibenarkan oleh PLT Kepala Desa Muhasan. "Memang benar hari ini ada Audiensi antara Masyarakat Lingkar Tambang, Pemerintah Desa Dan  PT. AMG" ungkapnya, saat di konfirmasi Via Whatapp.

Pada kesempatan itu masyarakat lingkar tambang telah memberikan izin kepada PT. AMG untuk melakukan  pengangkutan pasir, akan tetapi PT AMG harus memenuhi syarat-syarat yang sudah diajukan oleh pihak masyarakat, dan akan dibuatkan akta notaris sebagai bentuk kesepakatan atau hitam di atas putih agar tidak terjadi masalah dikemudian hari.

" Masyarakat memberikan izin pengangkutan pasir, tetapi harus memenuhi syarat yang harus di setujui, dan di tuangkan dalam akta notaris"  kata Muhasan.

Dikesempatan yang sama, perwakilan masyarakat lingkar tambang, khususnya desa Dedalpak Menyampaikan hasil kesepakatan musyawarah masyarakat Dedalpak.

Hasil kesepakatan musyawarah tersebut mengenai kesejahteraan masyarakat, juga soal kemanan dan peluang kerja warga Dedalpak

"PT. AMG harus menjelaskan batas penambangan, sistem reklamasi, memprioritaskan masyarakat untuk bekerja, membuat posko keamanan, jaminan kesehatan, kontribusi untuk Dedalpak per KK, santunan untuk lembaga Dedalpak, penanggulangan anak yatim dan jompo.  Kesepakatan masyarakat harus di tanda tangani di Notaris". Ujar Usen perwakilan masyarakat Dedalpak.

Di kesempatan itu PT. AMG juga merespon baik apa yang diajukan oleh masyarakat lingkar tambang.

Dalam kesempatan diskusi pihak PT AMG menjelaskan secara rinci apa saja yang sudah di siapkan oleh PT AMG kepada Masyarakat Lingkar Tambang tersebut.

Manager PT. AMG Adam Rinus mengatakan pihaknya akan  memprioritaskan masyarakat lingkar tambang untuk bekerja di perusahaan tambang besi tersebut dan merespon apa yang diajukan.

"Kita akan prioritas warga lingkar tambang, ayo yang punya mobil angkutan ikut bekerja mengangkut material", katanya

Pihak nya juga akan memberikan kontribusi kepada warga lingkar tambang, retribusi ke Desa, fasilitas-fasilitas umum serta merekrut pekerja dari masyarakat lingkar tambang.

Kita akan memberikan dana kepada Pemerintah desa Senilai 30 juta rupiah, untuk masjid, 10 juta, kemudian untuk setiap dusun 10juta, setiap musholla yang ada di tiap dusun 2 juta. Serta merekrut pegawai dari setiap dusun masing-masing dua orang, tutupnya. (Rian)

Related Posts:

TGC Sambelia Klarifikasi Warga Bagik Manis Reaktif Postif

Lombok Timur, SK - Satgas Covid-19 Desa Bagik Manis, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur sekaligus petugas Tim Gerak Cepat (TGC) Puskesmas Sambelia, Lalu. Muhammad Fathoni, A.md, Kep, klarifikasi dua warga Desa Bagik Manis diduga positif Corona.

Dua warga tersebut inisial M, Perempuan (52 tahun) dan SA, Laki-Laki (15 tahun). Setelah menjalani rapid test sampel darahnya dikirim ke Puskesmas Sambelia, hasilnya reaktif sehingga pada hari itu juga, Sabtu (25/4/2020), sekira pukul 13,32 siang, petugas TGC Puskesmas Sambelia, membawa kedua pasien tersebut ke Rusunawa, Desa Labuhan Lombok, dengan pengawalan ketat Polsek Sambelia.

Tim gugus tugas Covid-19 Kecamatan Sambelia, turut mengiringi perjalanan kedua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menuju rumah karantina di Labuhan Lombok.

Informasi diterima media Speaker Kampung. SA  yang masih duduk di bangku sekolah menengah ini, tidak pernah ada riwayat bepergian ke luar daerah. Namun disinyalir keluarganya masuk dalam jaringan jamaah tabligh, pernah kontak dengan jamaah tabligh eks Gowa atau pasien Nomor 155 asal Belanting.

Selanjutnya pasien M, yang pekerjaannya sebagai Ibu rumah tangga, tidak pernah ada riwayat bepergian. Namun sebelumnya dia pernah kontak langsung dengan PDP asal Tanjung Luar, Kecamatan Keruak yang juga menantunya.

Dijelaskan Fathoni, kedua pasien reaktif tersebut (SA dan M) sama-sama memiliki riwayat penyakit kronis sehingga itu yang menyebabkan mereka mudah terserang virus. Apalagi kata Fathoni daya tahan tubuh seseorang itu lemah.

Untuk diketahui, seorang pasien baru bisa dikatakan positif setelah menjalani metode swab dua kali selama 14 hari masa karantina. Jika pasien belum mengikuti swab atau PCR maka tidak bisa dikatakan orang itu positif corona.

Kedua orang PDP asal Desa Bagik Manis, Kecamatan Sambelia, setelah diambil sampel darahnya, hasilnya reaktif. Artinya, di dalam tubuh manusia itu sudah ada virus tapi belum tentu itu Virus Corona.

"Sekali lagi reaktif ini belum tentu itu virus corona bisa jadi itu jenis virus yang lain," jelas ketua tim TGC Desa Bagik Manis, Fathoni, Ahad (26/4) saat media ini ke poskonya.

Yang dimaksud dengan reaktif lanjut Fathoni, bahwa ada virus yang sudah berada di tubuh seseorang tapi itu belum tentu virus corona, bisa jadi itu virus jenis lain. Untuk mengetahuinya lanjut Fathoni, tim harus berkoordinasi sesuai protap dengan tim medis penanganan covid-19 yang berada di Rusunawa.

Oleh karena itu kepada masyarakat diingatkan agar  tidak begitu cepat memvonis seseorang itu  positif  corona. Seorang muslim yang beriman tentu akan mensuport keluarganya yang tertimpa musibah, bukan malah sebaliknya mengucilkan mereka, apalagi pada bulan yang mulia penuh berkah ini.

Dengan ditemukannya pandemi di Kecamatan Sambelia, sebagai tim penyelamat terdepan untuk mengekspansi pasien Covid-19, Fathoni mewakili teman-teman TGC lainnya berharap kepada seluruh masyarakat terutama di lingkar rumah pasien reaktif, Desa Bagik Manis, agar membangun semangat untuk saling mensupport satu dengan yang lainnya.

"Mari kita bangun semangat masyarakat untuk saling mensupport, bukan untuk saling menjatuhkan antar sesama, karena pada hakikatnya, kita adalah saudara," harap Fathoni.

Dia juga mengingatkan kepada satgas covid-19 Desa Bagik Manis khususnya, untuk bekerja maksimal bantu pemerintah dan masyarakat agar penyebaran virus ini tidak meluas ke wilayah lain. Apalagi Bagik Manis sudah dinyatakan dua orang warganya reaktif dan sudah dibawa ke Rusunawa. (Ggar)

Related Posts:

Meramu Produk Hukum Desa dalam Pencegahan Covid-19

Sambelia. SK_Menurut Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa, menerangkan Desa merupakan suatu kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, desa menjadi subjek penting dalam pencegahan dan penanganan imbas dari Covid-19. Corona Virus Disaese 2019 atau disingkat Covid 19 mulai menyebar dari Kota Wuhan, China, yang dimana saat ini telah menyebar ke segala penjuru dunia, bahkan telah masuk ke Indonesia.
Covid-19 dapat terjadi dari satu orang ke orang lainnya yang berkontak dalam jarak dekat melalui percikan atau tetesan air (droplet) yang keluar dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi saat bersin, batuk, atau mengeluarkan napas. Gejala Coronavirus yang muncul biasanya bersifat ringan dan akan berkembang secara bertahap. Beberapa gejala virus Covid-19 yang utama, yaitu, batuk kering, demam, merasa lemas dan sesak napas, hingga dapat berujung pada kematian. Penyebaran Covid-19 di seluruh dunia termasuk Indonesia saat ini mulai berpengaruh pada sendi-sendi ekonomi, termasuk ekonomi masyarakat di Desa. Surat Edaran ini diterbitkan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. SE sesuai dengan arahan dari Presiden Indonesia Joko Widodo terkait dengan prioritas penggunaan Dana Desa untuk penguatan ekonomi masyarakat Desa dan Penguatan kesehatan masyarakat.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 8 tahun 2020 tentang penekanan kegiatan di Desa bahwa hanya ada 2 (dua) prioritas, yaitu kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dan kegiatan Pencegahan penularan Covid-19 yang masuk dalam pokok kegiatan Bencana dan kejadian tak terduga dalam postur APBDes. Untuk point 2 yaitu Pencegahan penularan Covid-19 maka desa harus membentuk Tim Relawan Desa cegah Covid-19 yang diketuai langsung oleh Kepala Desa dan Wakilnya adalah ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa), lalu anggotanya terdiri dari tokoh masyarakat, Rukun Tetangga, Tokoh Agama, Kepala Dusun, Tokoh Masyarakat dan lain sebagainya, dengan menggandeng mitra dari Babinkantibmas, Babinsa dan Pendamping Desa. Selain itu juga Surat Edaran ini dapat menjadi landasan hukum bagi Pemerintah Desa dalam merubah APBDes-nya (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) untuk tahun anggaran 2020 yang sebelumnya telah disepakati pada akhir tahun 2019. Selain surat edaran ada juga terbit  Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi nomor  6 tahun 2020 tentang Perubahan atas Permendes nomor 11 Tahun 2011 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020. Oleh karena itu, desa-desa dapat segera merubah APBDEs tahun 2020 agar tidak menjadi hambatan atau kerisauan Pemerintah Desa dalam menggunakan dana desa untuk pencegahan  Covid-19.
Selain Surat Edaran Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi nomor 8 tahun 2020 yang per tanggal 24 Maret 2020 tersebut disahkan ada juga aturan selanjutnya yang mengikuti, yaitu Peraturan Menteri Keuangan nomor . 40/PMK.07/2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 205/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa untuk tahun 2020. Dalam PMK 40/PMK.7/2020 tersebut memuat kebijakan dari Menteri Keuangan dalam mengelola Dana Desa khususnya dalam suasana Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi, selain desa APBDES perubahan tahun 2020 maka desa diwajibkan juga untuk menyusun Peraturan Kepala Desa atau yang disingkat sebagai Perkades untuk menjadi dasar hukum penunjukan nama-nama penerima Bantuan Langsung Tunai dar Dana Desa (BLT – DD). Perkades disusun berdasarkan forum Musyawarah Desa Khsusus tentang penentuan nama-nama penerima BLT-DD, jadi Pemerintah Desa tidak sembarang dalam memilih sasaran penerima bantuan karena semua telah di musyawarahkan  dan disepakati pada forum Musyawarah Desa Khusus, hal ini sesuai dengan arahan Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui Surat Nomor 10/PRI.00/IV/2020 tentang Penegasan Petunjuk Teknis Pendataan Calon Penerima BLT-DD.
Semoga Pemerintah Desa dapat mengimplementasikan dengan segera segala peraturan perundang-undangan yang berlaku serta turunannya, sehingga masyarakat desa yang terkena imbas penurunan ekonomi akan segera disiapkan Jaring Pengaman Sosial tingkat desa oleh Pemerintah Desa sebagai ujung tombak pengayom masyarakat terbawah.

Padak Guar, 26 April 2020
Oleh :
I Gusti Ngurah Aryawan Asasandi,SP,M.Si
(Pendamping Desa Kec. Sambelia)         

Related Posts:

Satgas Covid-19 Pringgabaya, Edukasi Pedagang Pasar Pohgading.

_
Terlihat para Tim Satgas Covid-19 Pringgabaya di Pasar Pohgading
___________
Pringgabaya SK- Tak kenal tanggal merah, tim satgas Covid-19 Pringgabaya terus berjibaku mencegah Covid-19, kali ini Tim satgas Covid turun edukasi cuci tangan yang baik dan benar ke Pedagang serta pembeli di Pasar Pohgading.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh satgas covid-19, merupakan bentuk komitment satgas covid-19 menindak lanjuti himabuan pemerintah dalam mencegah penyebaran virus korona yang setiap hari dampaknya semakin meningkat.

Wakil ketua satgas Covid-19 Pringgabaya AKP Totok Suharyanto mengatakan " ya, ini adalah komitmen kami dalam melakukan pencegahan Covid-19" katanya Minggu 26/4/2020.

Selain edukasi tentang cuci tangan, tim satgas covid-19 juga membagikan masker kepada para pengunjung dan pedagang pasar yang tidak memiliki masker.

Sementara itu kepala pasar Pohgading menyampaikan apresiasi kepada tim covid-19, karena telah membantu dalam hal pencegahan virus korona di pasar Pohgading.

"Kami merasa terbantu dan senang sekali atas kegiatan ini, sehingga masyarakat bisa memahami kondisi saat ini" kata H. Mastur Kepala pasar Pohgading.

Haji Mastur juga menyampaikan kepada pedagang dan pembeli untuk tetap mencuci tangan ketika masuk pasar dan keluar, serta berharap kepada pedagang dan pembeli selalu menggunakan masker.

Salah seorang warga mengatakan sangat senang telah di berikan edukasi, ia juga berharap agar satgas covid-19 tetap melaksanakan kegiatan ini.

"Iya kami sangat senang diajari, semoga  tetap dilaksanakan kegiatan ini" kata Inaq Ani, salah seorang pedagang pasar Pohgading

(Rian)

Related Posts:

Warga Resah, Pringgabaya Gelamang dan Perempuan AMAN Salurkan Sembako

Pringgabaya SK- Dampak pandemi covid-19 begitu terasa, pasalnya tak hanya soal kesehatan yang diserang tetapi juga soal kesejahteraan ekonomi yang juga meresahkan warga.

Menyikapi hal tersebut Komunitas yang menamakan diri sebagai Pringgabaya Gelamang dan Perempuan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) melakukan aksi bagi-bagi sembako untuk jompo dan warga miskin, Jumat, 24/04/2020.

Aksi yang dinamai dengan Gelamang Berbagi ini setidaknya sudah dilakukan dua kali, menyasar warga di sekitaran Desa Pringgabaya. Dalam sekali aksi sekitar 3-5 orang di berikan sembako. Tergantung jumlah donasi yang terkumpul.

Founder Pringgabaya Gelamang Khairil Anwar menyampaikan, "belum ada target sampai kapan akan dilakukan, tetapi kami akan konsisten melakukan hal ini selama satu kali seminggu, pada hari jumat, ungkapnya.

Anwar juga menambahkan, dana untuk membeli sembako ini murni dari uang Saku yang rekan-rekan Pringgabaya Gelamang dan teman komunitas yang dikumpulkan, ada juga dari donatur yang tidak ingin kita sebutkan namanya.

Ia juga menyampaikan, Sejauh ini kami belum pernah memasukkan proposal ke lembaga-lembaga. Tetapi Apabila ada lembaga atau instansi yang menyalurkan donasi, kami Pringgabaya Gelamang siap membantu untuk menyalurkannya.

Dia juga mengajak kepada pemuda untuk ikut sama-sama bergerak membagikan rizkinya, melaui gerakan Gelamang berbagi sembako.

Sementara itu Perwakilan Perempuan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara juga menerangkan, bahwa paket sembako yang dibagikan total harganya senilai 150 ribu. Paket sembako itu isinya berupa, beras, gula, sirup, mie, serta telur, kata zuhrony.

Paket sembako ini kami pilih, karena kami pikir bahwa inilah yang sangat dibutuhkan saat ini.

Zuh juga mengajak kepada  seluruh masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) untuk bergerak bergotong royong mulai dari diri sendiri.

Menurut dia, kalau menunggu bantuan terlalu banyak yang harus kita persiapkan, dan itupun kalau dia terealisasi.

"maka mari kita bergotong royong sembari menunggu bantuan dari lembaga atau instansi yang lainnya" tututnya.

Ditempat yang sama warga yang disantuni juga mengucapkan terimakasih atas gerakan Gelamang Berbagi ini.
 Warga yang diberikan paket sembako tampaknya sangat senang dan bahagia, terlihat dari raut wajahnya dan matanya yang berkaca-kaca saat diwawancara.
"Terimakasih  saya sampaikan atas bantuan nya" kata Inak Ati.

Penulis: Rian

Related Posts:

Aksi Pemuda Ketangga Cegah Covid-19, Jawab Keresahan Warga

Suwela. SK_Tak harus menunggu relawan atau tim gugus tugas dari desa ataupun lainya. Sekelompok pemuda Dusun Dasan Lekong, Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok timur-NTB menjawab keresahan warganya.

Inisiatif ini bermunculan dari kelompok pemuda masing-masing Kampung untuk mencegah covid 19.

Kelompok pemuda Dalam Barat, mereka menggagas tong untuk mencuci tangan. Kelompok pemuda ini secara sukarela menyiapkan tong, dan sabun untuk warga yang ada di komplek pemukiman warga nya. Selain itu para pemuda juga membuat poster himbauan. Himbauan tersebut berisi tentang warga asing yang steril dari virus.

Lalu Wira Harja Pemuda Dalam Barat menyampaikan perihal gagasannya membuat tempat pencucian tangan ini untuk masyarakat dan seluruh elmen bisa memahami dan belajar cara pencegahan covid 19 ini.

"Kami juga pasang poster untuk menghimbau kepada masyarakat yang hendak masuk ke wilayah kami supaya mencuci tangan yang sudah dipersiapkan" Jelas Wira

Tak hanya pemuda Dalam Barat, Kelompok pemuda Sementara Dusun Dasan Lekong juga berinisiatif dalam pencegahan covid 19.


Kelompok ini juga melakukan penyemprot disfektan selama dua minggu yang lalu di rumah-rumah warganya.

"kami utamakan di kampung dulu, menyesuaikan kemampuan dana kami" ungkap Muhammad Zuhri Isnaini.

Zuhri juga berharap dengan aksi-aksi yang sudah kami lakukan ini bisa diterapkan oleh pemuda-pemuda yang ada di masing-masing wilayah yang di Desa Ketangga. Dan dengan aksi ini bisa menjadi kesadaran pemerintah desa bisa membuat aksi besar-besaran untuk mencegah Virus Corona.

Penulis: Rozi Anwar

Related Posts:

Pembuatan Masker Melalui Skema Padat Karya Tunai

Sambelia. SK_Bencana non alam yaitu merebaknya suatu virus yang telah cukup mengganggu kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang tidak terkecuali juga berimbas pada masyarakat pedesaaan. Bencana non alam tersebut bernama Covid 19 yang singkatan dari Corona Virus Disaese 2019. Merupakan suatu virus yang dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya, kareana langsung menyerang system pernapasan manusia. Kasus Covid 19 pertama ditemukan di Kota Wuhan, China pada tahun 2019, dan menyebar ke seluruh negara tidak terkecuali Indonesia. Saat ini wilayah pedesaan juga tidak luput menjadi sasaran amukan Covid-19.

Sejak diberlakukannya bencana nasional per tanggal 13 April 2020 dan diikuti oleh Surat Edaran Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi  nomor 8 tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai. Dalam Surat edaran tersebut menegaskan bahwa Pemerintah Desa harus menganggarkan dana desa untuk pencegahan Covid-19  selain itu juga program Padat Karya Tunai Desa harus tetap berjalan karena akan membantu mendongkrak daya beli masyarakat miskin ditengah pandemic Covid-19.

Melihat kondisi tersebut Pemerintah Desa Sugian bersama dengan pendamping desa berembug untuk dapat mengakomodir 2 (dua) hal tersebut, maka salah satu kegiatan yang dapat menyentuh kedua hal sesuai dengan Surat Edaran Menteri Desa adalah dengan memproduksi masker handmade  yang diproduksi oleh ibu-ibu penjahit yang ada di Desa Sugian. Menurut Ketua PKK Desa Sugian Rosmawati,S.Pd “Selain untuk mencegah masuknya Virus Corona, dapat menambah penghasilan ibu-ibu”, Rata-rat produksi ibu-ibu sampai 50 masker perhari, pungkasnya. Senada yang disampaikan oleh Ibu Ketua PKK Desa Sugian, salah seorang penjahit Maisum (26 th) menyampaikan “sangat bersyukur kami dilibatkan dalam pembuatan masker ini, karena selain membantu desa mencegah corona tapi bisa dapat penghasilan tambahan dari desa”. 

Untuk diketahui penjahit yang terlibat dalam pembuatan masker sebanyak 10 (sepuluh) penjahit yang tersebar di berbagai dusun yang ada di Desa Sugian. Kepala Desa Sugian Lalu Mustiadi (48) menyambut baik kegiatan ini dan berharap semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat baik pola Padat Karya Tunai Desa maupun dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Desa Sugian Khususnya dan Kecamatan Sambelia umumnya.

Padat Karya Tunai Desa (PKTD) merupakan salah satu program unggulan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Program ini menjadi solusi instan bagi desa yang memiliki RTM (Rumah Tangga Miskin) yang relative banyak, yang dimana PKTD harus mengacu pada ketentuan HOK (Hari Orang Kerja) mninimal 30% dari total RAB, dan yang menarik adalah tenaga-tenaga yang mengisi pekerjaan haruslah berasal dari masyarakat miskin yang bertempat tinggal di desa tersebut. 

Sehingga secara cepat dapat mendongkrak daya beli masyarakat, apalagi disaat pandemic Covid-19 tengah mewabah maka tidak hanya social yang terganggu namun juga mempengaruhi kesetabilan ekonomi masyarakat. Jadi, sangat tepat jika Program Padat Karya Tunai Desa ini dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.

Padak guar,  24 April 2020.
Oleh : I Gusti N. Aryawan A / Pendamping Desa Kec. Sambelia



Related Posts:

Polsek Pringgabaya Patroli Awasi Tarawih dan Jumatan

PRINGGABAYA - Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pringgabaya AKP Totok Suharyanto, SH bersama Bhabinkamtibmas Desa Pringgabaya Bripka Ardy Warakang melakukan patroli, guna memantau aktifitas keramaian di sejumlah rumah ibadah yakni Masjid dalam pelaksanaan ibadah ramadan.
Jum'at, 24/04/2019.

Patroli tersebut dilaksanakan untuk memberikan imbauan kepada ummat muslim di Kecamatan Pringgabaya agar dapat melaksanakan ibadah salat tarawih dan witir di rumah, guna mencegah penyebaran wabah Corona virus desease 2019 (Covid-19).

” Ya, guna mencegah terjadinya penyebaran Covid-19, kami turun langsung memantau aktivitas keramaian warga di masjid dalam pelaksanaan ramadhan. Dan kita akan berikan imbauan agar warga dapat melaksanakan ibadah salat tarawih dan witir dirumah,” jelas Kapolsek Pringgabaya

Patroli tersebut, lanjut Kapolsek Pringgabaya, dilakukan pihaknya untuk membantu upaya pemerintah kabupaten (Pemkab) Lombok Timur guna memutus mata rantai penyebaran Corona. Dimana pemerintah daerah telah mengeluarkan surat edaran terkait imbauan agar masyarakat muslim dapat menjalani ibadah Ramadan di rumah khususnya ibadah salat tarawih dan witir di rumah. Dan imbauan ini juga berdasarkan anjuran dari Majlis Ulama Indonesia (MUI).

”Karena pandemi ini, Alangkah indahnya kita sholat dirumah, itu semua kita lakukan untuk memutus mata rantai Covid-19 tersebut," Jelasnya

Untuk itu, pihaknya terus mengimbau agar masyarakat khususnya ummat muslim di kecamatan pringgabaya ini dapat mengikuti dan mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap dirumah dan melakukan social distancing. Dengan demikian, maka upaya pencegahan penyebaran Covid-19 ini dapat berjalan maksimal.

"Kita harus ikhtiar bersama, untuk memerangi Covid-19 ini."Tutupnya

Penulis: Rian

Related Posts:

Tarawih dan Jumatan, Tim Satgas Covid-19 Pringgabaya Patroli

Pringgabaya SK- Masih banyaknya masyarakat di beberapa Desa Kecamatan Pringgabaya yang tidak mengindahkan himbauan pemerintah dan MUI, Satgas Covid-19 Pringgabaya turun lakukan himbauan untuk mempertegas hal tersebut, Jumat, 24/04/2020.

Kegiatan ini dilakukan mengingat peningkatan kasus positif covid-19 yang semakin meningkat, yang didominasi oleh Klaster Eks Goa. Gugus tugas Covid 19 menghimbau pengurus masjid agar mengindahkan surat edaran pemerintah maupun keputusan MUI untuk sementara waktu tidak melakukan sholat Jumat, ataupun tarawih di Masjid.

Tim satgas Covid-19 diwakili Kapolsek Pringgabaya  AKP Totok Suharyanto, SH dalam kegiatan ini menyampaikan "Kami menghimbau kepada masyarakat agar mematuhi surat edaran pemerintah ataupun MUI yang sudah dikelurkan, guna memutus rantai  covid19 ini." Ungkapnya.

Lanjut Totok berpesan, dalam memutus rantai covid-19, alangkah indahnya apabila kita sholat tarawih di rumah bersama dengan keluarga.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini kami lakukan dalam rangka menindak  lanjuti perintah Kapolri dan pemerintah pusat untuk memutus mata rantai covid-19 ini. Hari ini kami berkeliling patroli di Kecamatan Peringgabaya untuk melakukan himbauan.

Sementara itu pengurus masjid merespon baik dengan menerima dan mendukung  tindakan Tim Gugus Covid19 Pringgabaya atas kegiatan yang dilakukan hari ini.

"Ya kita terima dan mendukunglah, karena tujuannya kemeslahatan bersama dan kesehatan ummat"  ungkap, H. Husnul Hadi pengurus Masjid Hizbussalam Padamara.

Lanjut H. Husnul Hadi, kita juga tidak mungkin menolak apa yang sudah menjadi keputusan MUI.

Dia juga menyampaikan harapannya,
Kami selaku Pengurus masjid diberikan surat khusus oleh pemdes, kecamatan ataupun provinsi, yg dituju kepada pengurus masjid, untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa tidak boleh melakukan sholat tarawih berjamaah di masjid, ataupun sholat jumat.

Sementara menurutnya, surat edaran ini tidak ada sangsi tegas. Surat edaran ini hanya sebatas himbauan, pihaknya meminta ada sangsi yang tegas jika tidak mengindahkan aturan itu.

(rian)

Related Posts:

Respon Baik Pemdes Pringgabaya, Inak Yamin Diberikan Dana Stimulan


Lombok Timur, SK- Sebuah respon baik pihak Pemerintah Desa atas gerakan anak muda di Desa Pringgabaya. Sebelumnya pemuda Ketemuk Aik Embur berinisiatif membangun rumah warga miskin. Tak berselang, aksi pemuda tersebut direspon positif oleh Pemerintah Desa Pringgabaya.

Berawal dari sebuah  media online lokal pernah merilis  berita tentang Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Inaq Yamin alamat Dusun Embur, Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, di bangun dari dana pemuda dan masyarakat tanpa campur tangan pemerintah desa.

Merespon hal ini, pihak pemerintah Desa Pringgabaya diwakili Kaur perencanaan, Khairul Azmi, Selasa (21/4/2020) pada media ini menyatakan bahwa memang benar warga bersangkutan (Inaq Yamin-red) tidak masuk daftar menerima bantuan RTLH.

Karena tidak termasuk kategori penerima bantuan RTLH, kemudian pemdes mengusulkan bantuan sosial ke pemerintah daerah namun bantuan yang dijanjikan itu belum ada titik terangnya. Setelah ditelisik kemudian katanya, Inaq Yamin masuk dalam program reses anggota dewan.

"Kita menyadari, biasa bantuan yang diusulkan melalui dewan sering dialihkan, sehingga kemungkinan usulan atas nama Inak Yamin tak jelas arahnya" Papar Azmi.

Setelah munculnya polemik bantuan RTLH yang tidak diakomodir sebelumnya oleh pemerintah desa untuk Inaq Yamin, baru kemudian Kades Pringgabaya langsung memerintahkan stafnya mempercepat pembangunan rumah untuk Inaq Yamin melihat kondisi rumahnya sangat memprihatinkan untuk ditempati.

Apabila gagasan pemuda desanya dengan swadaya membangunkan rumah untuk Inaq Yamin katanya, tidak masalah pemerintah desa siap untuk melanjutkannya dengan sistem stimulan. Total anggaran dana stimulan berkisar 15 juta rupiah.

Pengerjaan rumah ini lanjut Khairul Azmi, akan menunggu kesiapan supplier. " Yang jelas tidak lewat tahun ini. Paling lambat kita akan kerjakan pada bulan Mei mendatang," janjinya.

Pada kesempatan ini, pemerintah desa meminta masyarakatnya untuk bersabar karena data semua penerima bantuan RTLH sudah diterima.
"Kami targetkan, pada tahun 2021 mendatang, tidak ada lagi RTLH di Desa Pringgabaya," katanya

Dia juga berpesan kepada pemuda desanya, apabila ada program pemuda membangun rumah untuk warga, dimohon agar berkoordinasi dengan pemerintah desa. "Minimal sampaikan melalui Kadus (Kawil) atau BPD supaya tidak terjadi miskomunikasi," pintanya

Di tempat yang sama, Ketua Badan Permusyawaratan Desa atau BPD Desa Pringgabaya, Judan Putrabaya membenarkan hal ini. Katanya, RTLH ini sudah dibahas pada Musrenbangdes sebelumnya. "Anggarannya sudah kita tetapkan pada APBDes Tahun 2020," jelasnya.

Penulis: Rian
Editor: Fikri

Related Posts:

Polsek Bersama Koramil Sambelia Bakti Sosial

Lombok Timur, SK- Polres Lombok Timur melalui Polsek dan Koramil Sambelia lakukan gerakan bakti sosial peduli Covid-19 menyasar anak yatim piatu dan orang tua jompo berlangsung di Kantor Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Selasa, (21/4/2020)

Polsek Sambelia dan bhayangkari ranting, Wira Bhakti, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, BPBD dan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, membagikan sedikitnya 20 paket bantuan sembako berisi beras, mie instan, minyak goreng gula, menyasar  20 orang anak yatim dan orang tua jompo di Desa Sambelia.

Bantuan ini diserahkan secara simbolik kepada Kepala Desa Sambelia, Ahmad Subandi, SE oleh Kapolsek Sambelia Iptu. Ahmad Yani di dampingi Danramil Sambelia Kapt. Inf. Syafi'i disaksikan oleh semua perangkat desa Sambelia.

Bantuan sosial dari Polri ini kata Ahmad Yani bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang tidak memiliki penghasilan tetap. Lebih-lebih di tengah merebaknya Virus Corona sehingga mengakibatkan roda perekonomian masyarakat (rentan) terutama sangat merasakan dampak.

"Mohon maaf hanya sekedar ini yang mampu kami berikan, mengingat anggaran yang terbatas. Warga rentan dari desa lain yang belum menerima Insya Allah, akan kami usahakan," kata Ahmad Yani.

"Karena saya sudah terlanjur berjanji, kekurangan dari Polres itu kami yang tanggulangi," tambahnya.

Seiring dengan itu, Ahmad Yani tidak henti-hentinya menghimbau kepada masyarakat penerima manfaat ataupun yang tidak agar senantiasa memakai masker ketika hendak keluar rumah.

Sebagai penanggung jawab penanganan Covid-19 di Kecamatan Sambelia, menjelang datangnya bulan suci ramadhan, dia mengingatkan kepada pedagang di pasar agar tidak menjual mercon. Ini demi menjaga kondusifitas ketika masyarakat tengah menjalankan ibadah puasa. 

Kades Sambelia Ahmad Subandi, mengharapkan kepada satgas Covid-19 Desa Sambelia untuk proaktif melaksanakan tugasnya membantu pemerintah dalam upaya meredam penularan Virus Corona di desanya. Setiap warga yang baru pulang dari luar daerah maupun luar negeri dengan sadar melaporkan diri ke tim Covid-19 terdekat agar segera dilakukan screening. (Ggar)

Related Posts:

Mahasiswa Pohgading, Bagi-bagi Masker Untuk Jamaah Masjid


Pringgabaya SK-  Tak mau ketinggalan Ikatan Mahasiswa Pohgading (IMP) mengambil peran dalam penanggulana Covid 19, perkumpulan mahasiswa ini melakukan aksi bagi-bagi masker untuk warga dan jamaah di tiga masjid Desa Pohgading. 20/04/2020.

Aksi yang dinamai Gerakan 1000 Masker Untuk Jamaah Masjid Pohgading ini, berhasil mengumpulkan donasi sebanyak 500 masker pada tahap pertama dan langsung di bagikan pada senin malam.

Kordinator lapangan menyampaikan akan ada tahap kedua dalam pembagian masker nantinya. Sementara ini penggalangan dana kita tetap berjalan.

"Akan ada tahap kedua nantinya, tapi kita sedang menunggu terkumpulnya donasi, semoga segera terkumpul" Ujar Pandi Apriadi.

Aksi bagi-bagi masker tersebut tak juga terlepas dari bantuan para donatur yang bersasal dari warga setempat. Bahkan pemerintah desapun turut memberikan donasi guna kelancaran kegiatan tersebut.

Selanjutnya donasi yang sudah terkumpul tersebut digunakan untuk membeli masker yang sudah jadi.

Sementara itu ketua umum Ikatan Mahasiswa Pohgading, Toni Andrian, mengungkapkan "gerakan ini dilaksanakan bertujuan untuk mengikuti anjuran pemerintah untuk menggunakan masker apabila beraktivitas diluar rumah. Agar warga kita tidak mudah terpapar oleh covid-19" katanya.

Kegiatan tersebut mendapat respon baik oleh masyarakat dan jamah Masjid Pohgading, mereka sangat mengapresiasi gerakan aksi mahasiswa yang tak tinggal diam ini.

"Kami sangat berterimakasih dan mengapresiasi aksi gerakan ini" ucap Amaq Mahyun.

Lanjut  Mahyun,  semoga pemerintah desa juga terus mensuport gerakan ini sehingga warga dapat menggunakan masker secara merata, karena banyak warga desa yang belum memiliki masker untuk digunakan beraktivitas. (ART)

Related Posts:

Bantuan Tak Kunjung Datang, Pemuda Ketemuk Aik Embur Bangun RLH Bagi Warga Miskin

Pringgabaya,SK_ Respect terhadap permasalahan sosial, Pemuda Ketemuk Aik Dusun Embur, Desa Pringgabaya Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur bangunkan rumah layak huni atau RLH untuk warga, senin,20/04/2020
Rumah layak huni ini dibangunkan untuk Inaq Yamin warga Dusun Embur Desa Pringgabaya Kecamatan Pringgabaya Lombok timur.
Pembangunan yang diinisiasi oleh pemuda ini akan menghabiskan dana sekitar Rp 25 juta, dana ini bersumber dari pemuda dan masyarakat, tanpa campur tangan dari pemerintah.
“Pembangunan rumah tidak layak huni ini didanai oleh pemuda dan masyarakat tanpa campur tangan pemerintah" ungkap ketua pemuda Humaidi Azmi.
Lanjut Maedi sapaan akrab ketua pemuda ketemuk aik menyampaikan, kita berharap pemerintah desa dan pemerintah daerah melihat gerakan ini dan segera menurunkan bantuan untuk pembangunan ini, sebab kas sementara yang kami pegang hanya 500 ribu, tapi dengan tekad kami yang bulat kami berani bergerak bersama masyarakat.
Sementara itu kepala kewilayahan membenarkan hal ini. Pembangunan ini memang diinisiasi oleh pemuda karena pemuda melihat kondisi yang sangat memperihatinkan.
“Memang benar bahwa Rumah kumuh ini dibangunkan untuk Inak Yamin, dengan dana dari pemuda dan masyarakat” kata Kepala Wilayah Amaq Isti.
Amaq isti juga menyampaikan terkait program rumah kumuh yang diagendakan pemerintah desa, dalam keterangan nya ia sampaikan bahwa ini bukan dari program rumah kumuh, kita sudah mendata Inak Yamin ini tetapi sampai saat ini belum ada tanggpan atau bantuan yang turun, ungkapnya.
Inak Yamin warga yang dibangunkan rumah juga mengungkapkan terimakasih kepada pemuda yang mau peduli terhadapnya. Perempuan paruh baya ini menerangkan dirinya yang sudah beberapa kali didata, dan sering difoto untuk berkas penerima manfaat. Namun hingga saat ini bantuan tak kunjung datang.
“Alhamdulillah hissyukur, saya dibantu, saya sangat bahagia bisa diberikan bantuan oleh pemuda dan saya ucapkan terimakasih” ucap Inaq Yamin.
(Rian)

Related Posts:

Rabet: Tiga Warga Suntalangu Dinyatakan Negatif



Suela. SK_Terkait dengan beredarnya tiga orang warga Desa Suntalangu reaktif positif rapid test. Kemudian dilanjutkan dengan tes SWAB  oleh pihak media Rumah Sakit dR Sudjono Selong.

Kepala Desa Suntalangu Habibuddin informasikan kepada warganya melalui pres rilis resminya. Bahwa desanya masih aman dari penyebaran virus Corona. Itu artinya Desa Sutalangu Kecamatan Suela Kabupaten Lombok timur masih dalam kondisi bebas Covid-19.

Kepala Desa Suntalangu Habibuddin yang akrab dipanggil Rabet menjelaskan, sesuai dengan hasil tes tiga orang warga Desa Suntalangu dengan hasil rapid test reaktif positif pada Kamis, Tanggal 16 april 2020 yang dilanjutkan dengan test SWAB telah di lakukan sebanyak 3 kali di RSU Selong.

Tepat pada Minggu 19/4/2020 telah diberitahukan secara resmi kepada pemerintah Desa Suntalangu oleh pihak RSU Selong melalui hasil rilis Sekda Provini NTB, bahwa ketiga PDP inisial RD, DK, HM dinyatakan negatif.

"dari hasil pihak RS dr Sudjono Selong buang disampaikan melalui rilis Sekda Provinsi NTB bahwa ketiga warga dinyatakan negatif, dan tentu desa kita masih terbebas dari Covid 19" jelas Rabet.

Related Posts:

Satgas Covid-19 Bagik Manis Jemput Santri Magetan

Sambelia, SK-  Tiga santri asal Desa Bagik Manis, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur dijemput satgas Covid-19 ke pendopo Bupati sepulang mereka belajar dari Pondok pesantren (Ponpes) Arpatah Temboro Karas Magetan, Jawa Tengah.

Ketiga santri tersebut berinisial SD (19) KZK (20) dan Y (18) pada, Sabtu (18/4/2020) sore.
Sebelum ketiga santri itu berangkat pulang ke Lombok, katanya mereka sudah diperiksa oleh tim medis dan diberikan surat keterangan sehat dari dokter.

Meskipun begitu, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) Satgas Covid-19 Desa Bagik tetap melakukan rapid test kepada siapa saja yang balik kampung tidak terkecuali ketiga santri ini.

"Kami dari pemerintah desa sekaligus tim Covid-19 desa Bagik Manis, sudah melakukan penjemputan langsung ke pendopo dengan status negatif Covid-19," terang kasi pemerintahan Rifki.

Sebelum dipulangkan kerumahnya masing-masing, ketiga santri Ponpes Arpatah Jawa Tengah ini, diberikan pengarahan ketika di rumahnya harus isolasi diri selama 14 hari kedepan. Selanjutnya Satgas akan terus memantau perkembangan selama dalam karantina mandiri dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP).

"Kami akan terus pantau perkembangannya selama mereka dalam isolasi mandiri sambil lakukan sterilisasi pada lingkungan tempat tinggalnya," kata Fatoni.

Sebelumnya salah satu santri berinisial SD  mengaku sudah dihimbau dari Ponpesnya untuk tetap menjaga jarak (social distancing) menjaga fisik agar tetap bugar (social fhysical) menghindari kerumunan massa serta tetap menjaga kebersihan ketika berada di kampung halaman.

“Alhamdulillah setelah menjalani ralid test, kami dinyatakan Negatif Corona, meski begitu kami tetap jalani karantina mandiri sesuai himbauan pemerintah," katanya.
Selain itu, SD menghimbau kepada teman-temannya yang berencana balik  kampung dari mana saja untuk mengecek kesehatannya dengan mendatangi puskesmas atau rumah sakit terdekat sebagai langkah antisipasi memutus rantai pandemi Covid-19.

"Kepada teman-temanku yang akan balik kampung agar memeriksa kesehatannya dulu ke dokter atau puskesmas terdekat dan jamgan lupa setelah sampai kampung lakukan karantina mandiri demi keselamatan kita semua," tutupnya.

Penulis: Angga
Editor: Fikri

Related Posts:

RTG Bermasalah, Gema Selaparang Komitmen Kawal Hingga Jalur Hukum

Lotim.SK_Gempa bumi yang terjadi 2018 lalu mengakibatkan permasalah di tengah masyarakat sampai saat ini, dimana pada bencana alam tersebut merusak ribuan rumah yang ada di Kabupaten Lombok timur.
Permasalahan yang terjadi, adanya rumah-rumah masyarakat yang diberikan bantuan oleh pemerintah pusat tak kunjung selesai dibangun. Hal ini menjadi sebuah atensi dari Gerakan Masyarakat Selaparang atau Gema Selaparang.
Menurut keterangan Arihiniul Qirom Koordinator Posko Pengaduan RTG Bermasalah Kecamatan Suela telah mengumpulkan berkas data dan informasi terkait dengan dugaan pungli RTG. 
Dirinya menyebutkan bahwa ada oknum yang sangat jelas mengambil keuntungan secara sepihak dalam penanganan RTG di Kecamatan Suela. 
Adanya data yang dikumpulkan, tentu sedang dipelajari bersama pejuang sosial lainya. "Data dan informasi yang kami kumpulkan saat ini sedang dipelajari, selanjutnya akan mengarah ke jalur litigasi" jelas Arihiniul Minggu 19/4/2020.
Hal serupa juga terjadi, adanya dugaan penyunatan bantuan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal ini disampaikan kordinator posko pengaduan Rumah Tahan Gemapa atau RTG bermasalah Hendrawan Saputra, SH Minggu 19/4/2020, dalam pres rilis nya.
“Saat ini kami masih konsisten mengawal pengaduan masyarakat terkait permasalahan Rumah Tahan Gempa (RTG) dan ada data-data yang sudah kami validkan dalam waktu dekat akan kami serahkan ke APH untuk melakukan pengaduan, bukti-bukti sudah kami kumpulkan dan kami validasi, beberapa wilayah yang masuk pengaduan, seperti kecamatan montong gading, semabalun, Pringgabaya, Suela dan sambelia sudah kami kumpulkan” jelas Hendra.
Menurut Hendra yang juga aktivis di Lombok timur, mengungkapkan permasalahan RTG ini sangat komplek, mulai dari adanya dugaan pemotongan, bahkan pengurangan bahan yang disalurkan kepada masyarakat, bahkan diungkapkan dalam upaya mengawal permasalahn RTG ini tim akan langsung menyerahkan laporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di jakarta,
“Bentuk keseriusan kami mengawal permasalahan ini kami akan kawal sampai ke KPK karena bantuan bencana sangat di atensi oleh KPK dan sudah kordinasi bersama teman-teman aktivis pegiat anti korupsi di pusat untuk ikut mengawal, sebagai informasi saat ini data pengaduan yang kami miliki sudah ratusan baik yang bersumber dari pengaduan online maupun pengaduan langsung” jelas Hendra.

Menanggapi hal ini Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok timur Purnama Hadi meminta data dugaan RTG bermasalah untuk segera diatasi.

"Kami minta data itu segera, baik nama, alamat lengkap yang bermasalah itu, kami akan panggil Pokmas dan Fasilitator untuk diinterogasi" jelas Purnama Hadi saat dikonfirmasi awak media Minggu 19/4/2020. (305)

Related Posts:

Kaspus Belanting Klarifikasi Isu Warga Positif Corona


Lombok Timur, SK- Kepala Puskesmas Belanting Mansur, S,Kep. SKM, klarifikasi isu yang beredar di media sosial yang mengatakan, ada satu warga Belanting, Kecamatan Sambelia, positif Covid-19.

Isu yang beredar tersebut dibantah langsung oleh Mansur, dengan mengirim rekaman rilis video klasifikasinya ke tim gugus tugas Covid-19 kecamatan Sambelia, dan juga ke media Speaker Kampung, sekira pukul 18.59 WITA, Jumat, (17/4/2020).

Tujuannya adalah supaya masyarakat tidak termakan isu yang belum jelas sehingga warga yang diduga positif itu tidak dikucilkan oleh masyarakat. Warga yang dianggap positif itu, statusnya Pasien Dalam Pemantauan (PDP) pada sore hari (17/4) dirujuk ke rumah karantina Labuhan Lombok oleh tim medis.

Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang dimaksud adalah inisial R, Laki-laki (18 tahun) asal Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. Riwayat bepergian pernah ke Sulawesi, pulang pada 23 Maret 2020.

"Setelah dilakukan pemeriksaan hasilnya masih reaktif karena ada antibodi di dalam tubuh. Ketika ada antibodi di dalam tubuh sudah pasti ada virus tapi belum tentu itu Virus Corona Bisa saja itu virus yang lain," jelas Mansur dalam rilis video yang dikirim ke jurnalis Speaker Kampung.

Untuk memastikan jika pasien terjangkit Covid-19 menurut Mansur, pasien tersebut harus melalui pemeriksaan VCR. Untuk mengantisipasi informasi yang belum jelas, Mansur memohon kepada masyarakat Belanting dan sekitarnya atau pengguna media sosial dimanapun berada supaya bertanya langsung ke Puskesmas atau petugas medis setempat.

Mansur mohon kepada masyarakat supaya tidak cepat menyebarkan isu yang tidak benar agar tidak menimbulkan persepsi negatif. "Silahkan hubungi kami bagaimana sesungguhnya pasien tersebut," pintanya.

Hasil screening TGC Covid-19 wilayah kerja Puskesmas Belanting sampai dengan tanggal 18 April 2020 dikirim oleh Kapus Sambelia menunjukkan, jumlah Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) 129 orang. Dalam Pemantauan 73 orang, selesai pemantauan 56 orang.

Kemudian Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 9 orang, selesai pemantauan 15 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) untuk sementara hanya satu orang, sudah di rujuk ke rusunawa untuk dilakukan pemantauan oleh tim medis dan dikarantina selama 14 hari kedepan. (Ggar)

Related Posts:

Masker Gratis, DMS Ajak Warga Anggaraksa Bemasker


Lotim.SK_Persoalan pandemi Corona Virus  terus menjadi Perhatian Pemerintah termasuk Para Relawan. Tak mau ketinggalan sebuah Lembaga Bonafit yang melanglang Buana seperti yang dilakukan Dewan Masyarakat Sehat (DMS) Lombok Timur.

 Kali ini dalam aksi yang ke sekian kalinya memberikan Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker kepada Pemerintah Desa Anggaraksa Kecamatan Pringgabaya yang langsung di terima Kepala Desa Anggaraksa. 

Dalam serah terima itu Kepala Desa Anggaraksa Muchlis menyampaikan ucapan terima kasih Kepada Direktur Utama DMS Lombok Timur Dedy Supriadi dan Dewan Komisaris DMS NTB Mukti Ali.

Selesai dari Kegiatan itu DMS melangsungkan aksi kedua kalinya di wilayah yang terpapar di Desa Korleko kecamatan Labuhan Haji yang mengambil tempat di Depan Pasar Korleko.

 Dengan membagikan 215 Masker kepada warga dan Pengguna jalan Provinsi yang melintas di Area itu, aksi yang dilakukan pada hari Jum'at 17 April 2020 menjadi bagian tanggung jawab kepedulian terhadap sesama, demikian disampaikan kepada Media.

Related Posts:

Pemdes Labuan Pandan Proaktif Sosilisasi Pencegahan Covid-19


Lombok Timur, SK - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama gugus tugas Covid-19 tingkat kecamatan dan desa bekerja keras untuk terus mensosialisasikan dampak yang ditimbulkan oleh Coronavirus disease 2019 atau Covid-19 pada masyarakat.

Bersama lembaga sosial, swasta, komunitas peduli, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) proaktif menyuarakan hal yang sama. ini salah satu bentuk kepedulian pemerintah kepada warganya. Begitupun sebaliknya, warga juga diharap mau mengindahkan himbauan pemerintah demi keselamatan semua.

Berkaitan dengan itu, pemerintah Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur sejak awal munculnya pandemi ini sudah melakukan sosialisasi menyasar seluruh warga.

Bukan hanya sosialisasi yang mereka lakukan, Kepala Desa Labuhan Pandan, Sahnan, SAP bersama satgas Covid-19 yang dibentuk sudah membagikan ember tempat cuci tangan serta sabun, ditaruh di sepanjang pinggir jalan raya, gang desa, tempat ibadah serta fasilitas publik. Demikian disampaikan Sahnan, pada jurnalis media Speaker Kampung, di kantornya, Kamis, 16 April 2020.

"Kami sudah bagikan ember tempat cuci tangan sebanyak 200 buah lengkap dengan sabun kami taruh di semua titik," Terang Sahnan.

Ember tersebut lanjutnya, bantuan dari beberapa perusahaan yang beroperasi di wilayahnya. Kemudian ribuan masker sudah dibagikan. Dana pengadaan atau pembelian masker itu kata Sahnan, menggunakan Dana Desa (DD) tanpa menyebutkan nominalnya. Jika ada warganya yang belum menerima masker, Sahnan meminta kepada semua kepala wilayah (Kadus) untuk mendata warga yang belum tersentuh.

"Bagi yang belum dapat masker, saya sudah siapkan tinggal diambil," katanya di depan perangkatnya.

Sehubungan dengan itu, Sahnan minta kepada masyarakat  melalui RT dan Kadus, agar memberikan edukasi pada warga apabila keluar rumah atau bepergian masker itu harus di pakai. "Apa gunanya diberikan jika tidak dipakai. Malu saya jika ada yang mengatakan kades tidak peduli kepada warganya," keluh Sahnan.

Memang tidak bisa dipungkiri masih banyak masyarakat tidak mau mengindahkan himbauan pemerintah. Apabila ditegur di jalan kenapa tidak memakai masker, selalu alasannya lupa, ketinggalan di rumah dan banyak lagi alasan lain yang tidak bisa diterima akal sehat.

"Masih ada yang ngeyel ketika kita minta dia memakai masker dengan alasan tidak biasa pakai masker. Itu kadang membuat kita geram pak," kata Kadus Labuhan Pandan Tengak, Sadar.

Padahal apa yang dianjurkan pemerintah itu semata-mata untuk melindungi diri dari wabah Corona. Keluarga atau orang yang berada di sekeliling kita juga bisa terlindungi dari wabah yang mematikan ini.

Bukan saja pembagian masker, Satgas Covid-19 Desa Labuhan Pandan kata Sahnan sudah melakukan penyemprotan desinfektan menyasar rumah warga dan fasilitas umum. "Penyemprotan desinfektan yang akan kami lakukan esok ini untuk yang ketiga kalinya," tutupnya. (Ggar)

Related Posts:

Kelompok Pemuda Ini Pasang Tong Bukan Dana Desa

Prinnggabaya.SK_Jika ingin melihat penerapan konsep warga bantu warga, disini tempatnya. Dapat dibuktikan dengan tulisan dalam tong Bukan Dana Desa. Tong tersebut berjejer di setiap gang Rumbuk Padamara Desa Batu Yang Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok timur pada Jumat 17/4/2020.

Sumbangan Tong Bukan Dana Desa ini pula jadi tranding warga.  Pasalnya, tong cuci tangan tersebut diinisiasi Pemuda Batu Yang, Rumbuk dan Padamara.

Sekitar 13 tong cuci tangan yang tersebar di depan gang warga Desa Batu Yang tersebut hasil dari kas pemuda setempat. Kas dari hasil parkiran dan saweran pemuda setempat ini diperuntukkan untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Tidak hanya tong, pemuda setempat juga lakukan penyemprotan disinfektan, bagi-bagi masker dan edukasi warga untuk menjawab keresahan masyarakatnya.

Trisutrisno Pemuda Batu yang menyatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Bukan tidak ingin menunggu bantuan dari pemerintah baik dari desa ataupun kabupaten, namun ini sebagai bentuk kepedulian pemuda dalam siaga Covid-19.

"Ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap warga, selain pasang tong cuci tangan kami lalukan penyemprotan disinfektan, bagi masker gratis, dan edukasi warga" jelas Sutrisno

Related Posts:

TGC Sambelia Rapid Test Jamaah Eks Gowa

Lombok Timur,SK - Petugas Tim Gerak Cepat (TGC) Covid-19, Puskesmas Sambelia lakukan rapid test kepada jamaah tabligh yang pernah memiliki riwayat bepergian ke Gowa.

TGC Covid-19 yang dikoordinir Kepala Tata Usaha (KTU) Sambelia, M.Darojat, Amd. KI, mengatakan, wilayah kerja Covid-19, Kamis, 16 April 2020 menyasar tiga desa jamaah eks Gowa. Diantaranya, Desa Sugian 2 orang, Bagik Manis 1 orang, Dadap 3 orang dan terakhir Labuhan Pandan sebanyak 2 orang. Sedangkan untuk Desa Padak Guar, nihil jamaah Tabligh.

Secara keseluruhan, jumlah jamaah tabligh eks Gowa di Kecamatan Sambelia kata Darojat sebanyak 15 orang. Tujuh orang klaster pertama sudah di screening. Setelah 14 hari jalani isolasi mandiri, tim medis Covid-19, kembali lakukan rapid test, hasilnya negatif non reaktif.

Begitu pula jamaah tabligh eks Gowa yang delapan orang. Hasil rapid test yang dilakukan tim medis COVID-19  sepanjang hari ini, 16 April 2020 (Kemarin-red) menunjukkan hasil yang sama. Sehingga bisa disimpulkan bahwa, semua jamaah tabligh di Kecamatan Sambelia Negatif Covid-19.

"Hasil pemeriksaan rapid test klaster jamaah Gowa di wilayah Puskesmas Sambelia hari ini semuanya negatif. Demikian info dari tim TGC Covid-19 Puskesmas Sambelia," kata Darojat.

Kepala Puskesmas Sambelia, Lalu Muhammad Cholid, S.Kep.Ns, terus menghimbau pada tim medis TGC Covid-19 Puskesmas Sambelia untuk bekerja ekstra menangani pandemi covid-19 di Sambelia.

Dia juga meminta kepada semua timnya agar bisa  berkoordinasi, bekerjasama, menjalin komunikasi secara intens bersama satgas desa. Apabila ada informasi warga balik kampung supaya segera di eksekusi.

"Saya terus dorong TGC Covid-19 Puskesmas Sambelia untuk bekerja ekstra bersama satgas Covid-19 tingkat desa. Jika ada yang libur piket, maka bisa diganti oleh temannya yang sedang piket," terang Kapus muda ini.

Cholid menambahkan, sebelum virus corona ini dinyatakan aman oleh pemerintah, ia minta kepada satgas Covid-19 tingkat desa bersama TGC Covid-19 Puskesmas agar duduk bersama sekali seminggu. Tujuannya adalah apabila ditemukan masalah pada saat menjalankan misi kemanusiaan, bisa segera diselesaikan.

Bertugas sebagai garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19, bersama tim medis Puskesmas Sambelia, melalui media Speaker Kampung, Cholid menghimbau kepada masyarakat khususnya keluarga pasien, ketika hendak menjenguk keluarganya di Puskesmas diwajibkan memakai masker.

Sebagai Kepala Puskesmas, Cholid juga berpesan kepada keluarga pasien agar tidak berkunjung secara bergerombolan. Lain halnya ketika kondisi aman dari wabah. "Ini salah satu langkah untuk mencegah penularan Virus Corona," tutupnya.

Untuk diketahui, hasil pers release TGC- COVID-19 Puskesmas Sambelia, terupdate 16 April 2020 masing-masing desa, menunjukkan: Untuk Desa Sugian PPTG 13, ODP 1 orang. Desa Bagik Manis PPTG 10, ODP 1 orang. Desa Senanggalih PPTG 10, ODP 1 orang. Sambelia PPTG 15, ODP 1 orang. Dadap PPTG 7 orang. Labuhan Pandan PPTG 32, ODP 3 orang, dan Padak Guar PPTG 32, OTG 1 orang. Sementara untuk kasus yang lain di 7 (Tujuh) desa tersebut diatas nihil.

Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) pada wilayah kerja Puskesmas Sambelia yang masih dalam proses isolasi sebanyak 132 orang, selesai isolasi 174 orang. Orang Dalam Pemantauan (ODP) 9, selesai pemantauan 29 orang. Kemudian Orang Tanpa Gejala (OTG) dalam pemantauan tidak ada, selesai pemantauan satu orang. Terakhir Pasien Dalam Perawatan (PDP) untuk sementara ini tidak ditemukan apalagi yang positif. (Ggar)

Related Posts:

Snepa Positif Corona, Puskesmas Suela Bantah Isu Beredar

Suela.SK_Beredarnya snepa alias isu tak jelas di media sosial terkait dengan warga Suntalangu positif Corona. Pihak Puskesmas Suela tepis info yang berseliweran itu.

Menurut keterangan Kepal Puskesmas Suela dR Bardan Salim menghimbau kepada warga untuk tidak percaya pada snepa murahan itu. Informasi yang beredar di Desa Suntalangu Kecamatan Suela Kabupaten Lombok timur itu tidak benar.
 Hal ini dikutip dari akun resmi Puskesmas Suela pada Kamis 16/4/2020.

"Menanggapi desas desus yg beredar di media sosial bahwa di kecamatan suela khususnya Desa Suntalangu yg menyatakan ada 3 positif covid 19 adalah kurang tepat.
Yang benar adalah  pihak puskesmas Suela hanya melakukan pemeriksaan skrining dengan metode Rapid Test,yang mana metode ini tidak spesifik menentukan seseorang itu pasti atau tidak terjangkit covid 19. Untuk kepastian positif  setidaknya hanya menggunakan metode Swab PCR di RSUD Selong" kutipan Akun Resmi Puskesmas Suela


Pihak Puskesmas Suela juga menghimbau kepada seluruh warga Kecamatan Suela untuk tidak panik dan tidak mendiskriminasi, mendeskriditkan warga dari desa Suntalangu.

Mari bersama sama kita mencegah penyebaran covid 19 di wilayah kecamatan Suela denga, tetap di rumah, hindari keramaian, gunakan masker bila terpaksa berpergian, selalu rajin cuci tangan pakai sabun atau Hand Sanitizer.

Related Posts:

Gema Selaparang Beraksi, Dua Desa Terlampaui

Gema Selaparang beserta PMII Lotim dan SPBU Pancor gelar aksi sosial di Desa Masbagik Selatan Kecamatan Masbagik dan Desa Tembeng Putik Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur.

Kamis (16 April 2020), Gema Selaparang kembali menggelar aksi sosial pencegahan covid-19 di wilayah Kecamatan Masbagik dan Wanasaba. Aksi dimulai dari Desa Masbagik Selatan. Usai dari Masbagik Selatan, Gema Selaparang bergeser ke Desa Tembeng Putik.

Aksi sosial ini bertujuan untuk membantu pemerintah mencegah penularan covid-19 di Lombok Timur pada khususnya dan NTB pada umumnya.

Kedatangan Gema Selaparang beserta team disambut hangat oleh Pemdes Masbagik Selatan dan Tembeng Putik.

"Kami bersyukur dan berterimakasih kepada Gema Selaparang beserta team yang datang membantu kami melakukan pencegahan covid-19 dengan aksi sosial ini", ungkap Kades Masbagik Selatan (Wiriawan).

Beliau berharap, aksi semacam ini terus dilaksanakan oleh organisasi sosial, organisasi pemuda dan sejenisnya guna membantu pemerintah mencegah penularan corona.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, oleh sebab itu aksi semacam ini diharapkan terus dilaksanakan oleh Gema Selaparang dan organisasi lainnya. Kami juga berharap, relawan bermunculan di desa-desa dan kampung-kampung, utamanya di desa kami", harap beliau.

Dalam aksi ini, Gema Selaparang dan PMII membagikan masker geratis kepada pemdes dan masyarakat setempat. Relawan Gema Selaparang dan PMII masuk ke kampung dan membagi masker kepada masyarakat.

Selain bagi masker geratis, dilakukan juga penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum dan sebagian rumah warga.

Tidak hanya itu, relawan Gema Selaparang juga memberikan educasi cara pencegahan covid-19 di beberapa titik kumpul di sekitaran Masbagik Selatan dan Tembeng Putik.

 M. Ahdar Aryasuta, SE (Ketum Gema Selaparang) menerangkan bahwa hingga saat ini Gema Selaparang sudah melaksanakan aksi sosial pencegahan covid-19 di 13 kecamatan yang ada di wilayah Lombok Timur.

"Kami berkomitmen akan terus membantu pemerintah mencegah penularan covid-19 di Lotim pada khususnya dan NTB pada umumnya. Kami tidak akan membiarkan pemerintah bekerja sendiri sebab corona adalah musuh kita bersama", tegas Ahdar.

"Kami berharap aksi yang kami lakukan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, utamanya generasi muda supaya membangkitkan jiwa relawan agar relawan bermunculan di setiap kampung. Jika relawan muncul di setiap desa dan kampung maka corona akan segera tuntas", harapnya.

Penulis: Asri

Related Posts:

Yayasan Jaga Kastare Salurakan Bantuan APD Untuk Puskesmas.


Pringgabaya SK_ Menyikapai meningkatnya pasien positif covid-19 di Nusa Tenggara Barat, Yayasan Jaga Kastare, Mapala FKIP UNRAM gandeng  Pecinta Alam SMA Negeri 1 Pringgabaya  salurkan bantuan Alat Pelindung Diri di Puskesmas Labuhan Lombok Pringgabaya Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur, Kamis, 16/04/2020.

APD yang di berikan berupa pakaian Hazmat untuk petugas medis yang akan menangani pasien yang terjangkit ataupun terduga virus korona. Hazmat tersebut sejumlah lima belas buah di serahkan langsung ke Puskesmas Labuhan Lombok kamis pagi.

Penyerahan Donasi hazmat dilakukan secara langsung oleh perwakilan alumni  Mapala FKIP dan Kordinator Yayasan Jaga Kastare pringgabaya serta Ketua umum dan perwakilan anggota Pecinta Alam SMAN 1 Pringgabaya. APD Hazmat di terima langsung oleh perwakilan Dokter Puskesmas Labuhan Lombok dan menyambut baik donasi APD tersebut.

" Kami ucapkan terimakasih atas bantuan APDnya kepada yayasan Jaga Kastare dan Mapala FKIP Unram, insya allah alat ini akan kami gunakan sebaik mungkin. Semoga ini menjadi amal ibadah dari rekan-rekan semua, ungkap Dr. Candra.

Sementara itu Alumni Mapala FKIP UNRAM sekaligus Pembina Pecinta Alam SMA Negeri 1 Pringgabaya Kusnendar Asyari juga mengungkapkan ucapan terimakasih kepada Tenaga Kesehatan atas jasa dan dedikasi yang di berikan nya.

"Salam kami dari mapala FKIP UNRAM, Jaga Kastare, Kami juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh elemen tenaga kesehatan yang selalu sigap menjadi garda terdepan dalam menangani covid19. Tutup nya. (Rian).

Related Posts:

Lockdown Total, Dusun Ini Larang Bank Rontok Masuk Kampung

Lotim. SK_Penyebaran virus Corona alias COVID-19 kian masif di Tanah Air. Bahkan, Provinsi NTB disinyalir akan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap  penyebaran pandemi ini. Lantaran jumlah orang yang terjangkit postif terus bergerak naik.

Guna menangkal penyebaran virus, warga Dusun Gubuk Bagik Daya Desa Lenek Pesiraman Kecamatan Lenek Kabupaten Lombok Timur lockdown atau karantina wilaya secara total.

Bentangan spanduk dan pengamanan untuk penghalang warga yang tak berkempentingan dilarang masuk wilayah tersebut.

para pemuda dan pihak pemerintah menghimbau orang masuk ke wilayah tersebut. Dan bisa kita lihat bahwa dalam sepanduk dilrang keras untuk masuk wilayah bagi tukang tagih utang baik bank rontok ataupun orang asing.

Terlihat dalam bentangan tulisan spanduk lockdown tersebut menyebutkan bahwa warga setempat ingin sehat badan dan pikiran. Dalam kondisi ini, masyarakat sulit untuk mencukupi kebutuhan apalagi membayar hutang.

“Demi pencegahan penularan virus corona selain warga Bagik dalem dilarang masuk, mengingat banyaknya penagih utang dan pedagang keliling dan bank rontok masih juga berkeliaran, tentu mereka sudah banyak kontak badan dengan orang dari luar,” jelas Hasan Ashari kepala wilayah Bagik Daya Desa Lenek Pesiraman, Rabu 15/4/2020.

Penulis: Ari

Related Posts:

Kabar Gembira Bagi Warga Lotim, Ada Bantuan Langsung


Lombok Timur, SK - Beberapa bulan terakhir ini, Indonesia dihebohkan dengan wabah Covid-19. Nusa Tenggara Barat (NTB) pada umumnya tidak lepas dari serangan virus ini. Ada yang OTG, ODP, PDP, Positif Corona, bahkan ada yang  meninggal dunia. Tapi ada juga yang dinyatakan oleh dokter sembuh dan kembali ke rumah, hidup serta bergaul dengan masyarakat seperti biasa.

Sebab, mereka yang sembuh itu mau mengikuti arahan dokter selama menjalani perawatan medis di rumah sakit rujukan pemerintah seperti di RSUD DR Soedjono Selong, Lombok Timur.

Selain bantuan dari tim medis, mereka juga senantiasa berdoa minta pertolongan dari Allah, SWT. Mereka yakin hanya Allah yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit yang mereka derita.

Begitu pula bagi masyarakat yang tidak terpapar, mengalami dampak kesulitan ekonomi. Sebab pemerintah melarang keras untuk melakukan perkumpulan bahkan sholat berjamaah untuk sementara waktu pun di stop.

Sebagai langkah mengantisipasi krisis ekonomi yang berdampak langsung kepada masyarakat rentan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPMD) mengeluarkan Surat Keputusan Nomor: 414/358/PMD/2020, tanggal, 13 April 2020 perihal pendataan BLT desa.

Sehubungan dengan merebaknya wabah Covid-19 yang berdampak pada menurunnya kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar akibat perlambatan ekonomi, maka salah satu upaya pemerintah mengatasi hal tersebut adalah melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) kepada setiap Kepala Keluarga (KK) yang dibayarkan secara bertahap selama tiga bulan.

Guna menghindari tumpang tindih penerima maka diminta kepada semua kepala desa untuk melakukan pendataan terhadap masyarakat calon penerima yang ada di desa masing-masing. Dengan kriteria bahwa KK tersebut tidak pernah menerima PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bantuan sembako, bantuan pra kerja, JPS gemilang pemerintah Provinsi NTB dan JPS Kabupaten Lombok Timur.

Untuk diketahui, BLT yang sumbernya dari DD tersebut, diutamakan bagi masyarakat korban pemutusan hubungan kerja akibat pandemi Covid-19, penderita penyakit menahun, serta masyarakat tidak mampu lainnya yang belum pernah sama sekali menerima bantuan.

Untuk mempercepat pendataan, pemerintah desa diminta untuk berkoordinasi dengan petugas PKH yang ada di desa. Kemudian daftar nama calon penerima BLT tersebut dikirim ke Pemerintah Daerah melalui Dinas PMD, paling lambat tanggal,16 April 2020.

Dengan adanya kebijakan pemerintah daerah tersebut diatas maka sedikit bisa membantu meringankan beban masyarakat terdampak  dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. (Ggar)

Related Posts:

Featured Post

Desa Sugian Komitmen Ikuti Lomba Kampung Sehat

Lombok Timur, SK - Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB adalah satu dari sekian banyak desa yang memiliki potensi wisata andal...