Evakuasi Mayat Tanpa Identitas, Petugas Gunakan APD di Pringgabaya

Lotim. SK_Sosok mayat tanpa identitas gegerkan warga Pringgabaya. Mayat tersebut ditemukan pada Sabtu, 30 Mei 2020  sekitar jam 10:30 WIT yang berlokasi di Dusun Bagek kedok, Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Lotim, NTB.

Awalnya mayat ini ditemukan pada hari jumaat 29 Mei 2020 sekitar jam 4 sore.

Seperti keterangan Kapolsek Wanasaba IPDA Yulianto Efendi mengatakan, sebenarnya mayat ini ditemukan kemarin sekitar jam 4 sore di wilayah wanasaba.

"karena mayat ini tersangkut di pipa dan kami bersama Basarnas Lotim mencoba mengevakuasi mayat tersebut tapi tidak bisa, karena lokasi evakuasi sangat terjal" Jelasnya.

Dari jam 4 sore sampai jam 7 malam, kami mengusahakan untuk mengevakuasi mayat tersebut, namun kami memutuskan untuk memberhentikan evakuasi.

Sekitar jam 7 pagi tadi pihaknya langsung ke TKP untuk mengevakuasi mayat tersebut, sekitar jam 09:30 kami menemukannya dan mengevakuasi mayat tersebut di Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya

Dalam proses evakuasi mayat tersebut, terlihat sejumlah petugas SAR menggunakan Alat Pelindung Diri(APD). Guna mencegah kemungkinan terpapar covid-19.

Yulianto juga menambahkan mayat ini belum kami tahu asal- usulnya namun mayat ini berjenis kelamin laki-laki umur sekitar 45 tahun dan mayat ini akan di bawa ke RSUD selong guna dilakukan otopsi dan penyidikan lebih lanjut. tutupnya.   

Penulis: Rozi

Related Posts:

11 Orang Keluarga Bayi Positif Covid-19 Aikmel Dinyatakan Non Reaktif

Aikmel.SK_Kabar gembira, 11 Orang  termasuk kedua orang tua dan keluarga bayi postif Covid-19 Desa Aikmel Timur Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur akhirnya dinyatakan reaktif  negatif atau non reaktif.

Sebelumnya pihak Puskesmas Aikmel bersama tim merespon secara cepat dengan melakukan  Rapid Test kepada pihak yang kontak dengan bayi pada Minggu, 23/05/20.

Hal tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Aikmel  Mawardi, S. Kep  saat dihubungi via WA menjelaskan bahwa 11 orang yang telah Rapid Tes tersebut dinyatakan negatif.

"sebanyak 11 orang yang telah kami rapid tes ini hasilnya dinyatakan non reaktif  atau Negatif" kata Mawardi pada awak media.

Meski demikian, 11 orang tersebut akan tetap menjalankan karantina mandiri, sesuai dengan protokoler kesehatan.

"Kalau isolasi mandiri wajib hukumnya, kami akan selalu monitor keadaan 11 orang ini" Jasnya.

Sementara itu Kepala Desa  Aikmel Timur Rasidi selaku ketua Satgas Covid-19 Desa Aikmel Timur meminta kepada tim Satgas supaya tetap memantau keadaan masyarakat yang di Rapid Test supaya tetap berdiam diri di rumah. Bagi masyarakat setempat juga diminta tetap menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun.

"Alhamdulillah hasil rapid tes 11 orang ini negatif reaktif, tapi kami tetap himbau kepada masyarakat untuk tetap melakukan upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan menghindari keramaian" Pintanya.


Untuk diketahui, adanya tindakan rapid tes kepada warga Aikmel Timur ini didasari meninggalnya salah seorang bayi, berumur 5 bulan dan dinyatakan postif covid-19 sesuai dengan hasil tes SWAB. Hasil tes ini ditetapkan pada  Prees Release Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat papadjumat 22 Mei 2020 atau 4 hari setelah meninggalnya.


Menurut keterangan pihak kesehatan, bahwa pasien dirujuk ke rumah sakit RSUD dR. Soedjono Selong, dan diketahui tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19.  Selain itu pasien ini juga  tidak memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19.

Penulis: Adhi SK

Related Posts:

Demi Warga, Desa Ini Rubah Penerima BLT DD Tahap Dua

Sambelia.SK_Bantuan langsung tunai (BLT) dana desa (DD) tahap 2 di desa Bagik Manis, kecamatan Sambelia mulai disalurkan. Sebanyak 234 kepala keluarga (KK) menerima BLT- DD tersebut diserahkan  di aula serba guna kantor desa setempat, pada Jumat (22/5) pagi tadi.

Penyerahan diserahkan langsung oleh kepala desa Bagik Manis, Abdurrahman  disaksikan Muh. Yani selaku Babinsa dan Irwansyah selaku Polmas desa setempat, yang mana pembagian BLT dana desa berlangsung cukup lancar.

Dari penerima BLT- DD tahap 2 ini sempat mengalami perubahan data penerima sejumlah 33 KK dikarenakan terdapat penerima bantuan yang ganda dari sejumlah bantuan yang disalurkan melalui desa.

Abdurahman membenarkan perubahan data tersebut sehingga penerima tidak mendapat kan bantuan lain. "kita rubah sebanyak 33 penerima bantuan. Itu dikarenakan terdapat KK yang ganda sebagai penerima BPNT dan BST", jelasnya.

Sementara itu, Abdurahman memastikan tidak ada masyarakat yang tidak menerima bantuan yang double lagi dan menyarankan kepada masyarakat yang menerima bantuan BLT- DD untuk menggunakan agar menggunakan nya sebaik mungkin ditengah kondisi pandemi covid- 19.

"kami sudah periksa data-data yang ada agar tidak ganda lagi. Saya sarankan agar penerima kebutuhan pokok untuk menunjang kebutuhan sehari-hari karena ini tujuan dari bantuan BLT- DD untuk dapat membeli kebutuhan pokok keluarga",  ujarnya.

Sedangkan penyaluran selanjutnya akan di terima  pada minggu kedua usai lebaran hari raya idul fitri. (Angga)

Related Posts:

Mengawal Adminduk di Tengah Pandemi Covid-19

Lotim. SK_Tak pernah terlintas dalam pikiran akan hadirnya suatu masa dimana manusia berada dalam kepanikan yang luar biasa. Belum genap setahun berlalu Gempa Bumi dengan kekutan 7,1 Skala righter mengguncang Daerah ini. PANDEMI COVID 19 datang dan menggetarkan seluruh sendi kehidupan manusia. Wabah yang berasal dari Uhan Tiongkok ini benar-benar mendominasi pemberitaan di media Massa karena keganasannya. Dalam waktu sekejap ratusan ribu nyawa manusia di dunia direnggut tak terkecuali Indonesia. Wabah yang menggemparkan Dunia ini justru ditemukan korban pertamanya di Nusa tenggara Barat adalah di Desa Toya Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur. Desa Toya merupakan salah satu desa dampingan Kompak dan LPA.

Ditemukannya Korban pertama Covid 19 di Desa Toya Kecamatan Aikmel sentak membuat Desa Toya Khususnya dan Kecamatan Aikmel pada umumnya menjadi Desa yang terisolir karena langsung berstatus Zone Merah dan warga benar-benar harus mengikuti Protokol Covid 19. Kondisi ini memaksa Masyarakat dan Pemerintah Desa dan Kecamatan beradaptasi dalam memberikan pelayanan termasuk Administrasi Kependudukan.

Pembatasan Kontak Fisik Dalam protocol Covid 19 memaksa semua pihak untuk berinovasi agar pelayanan public tetap bisa dilaksanakan. Dalam situasi seperti ini Dinas Kependudukan dan catatan Sipil Lombok Timur dengan sigap membuat terobosan baru dengan Membuat Protokol Pelayanan Pandemi Covid 19, dimana  pelayanan yang diberikan Berbasis Daring/ Media Sosial. Inovasi pelayanan adminduk dalam masa Pandemi ini juga didukung dengan kebijakan anggaran, dimana Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Lombok Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp 200.000.000 untuk pelayanan berbasis Daring/ Media social.

Dari tiga Desa lokasi pertemuan monev dan konsolidasi pokja adminduk dan ppkd atas pelaksanaan pendataan dan pelayanan adminduk masa covid 19” dapat ditemukan beberapa kisah tentang praktek baik antara lain :



Mengurus Adminduk Via Media Online

Pandemi Covid 19 telah menimbulkan kepanikan yang luar biasa bagi masyarakat di satu sisi, namun disisi lain juga mendatangkan sebuah harapan. Masyarakat setelah mendengar Pidato Presiden yang pada pokoknya bahwa Negara akan menggelontorkan dana trilyunan rupiah pada masyarakat dalam bentuk bantuan  social baik berupa tunai maupun dalam bentuk bantuan Sembilan Bahan Pokok (Sembako). Berita ini nyaris menghilangkan rasa hawatir yang santer itu. Namun ditengah tingginya harapan warga akan tersentuh bantuan social, pemerintah desa disibukkan dengan kewajiban melengkapi dokumen kependudukan bagai warga calon penerima bantuan social. Siti Rohana salah seorang anggota Pokja adminduk desa Aikmel Utara mengungkapkan bahwa, Pidato Presiden tentang akan digelontorkannya berbagai Bantuan Sosial selama Pandemi Covid 19 memang membawa angina segar bagi warga, namun akan menjadi petaka bagi kami jika penerima bantuan social itu terbatas termasuk juga jika disaratkan harus melengkapi Dokumen Kependudukan, sebab kami sadari bahwa warga kami masih ada yang belum memiliki dokumen kependudukan. 

Kehawatiran itu makin keliatan setelah Dinas social meminta kami untuk mengirim data para calon penerima bantuan dalam hal BST (Bantuan social Tunai ) dari kemensos. Dari 140 KK calon penerima BST ada 14 KK Dokumen Kependudukannya Bermasalah. Syukurnya bahwa Dinas Kependudukan dan catatan sipil telah membuat Inovasi dengan melayani melalui media Daring/Media social, jika tidak ada trobosan itu maka kami tak bias berbuat banyak untuk membantu warga sebab saat itu kami yang bertetangga denga desa TOYA ikut tertutup bagi beberapa instansi karena di anggap Desa PANDEMI. Melalui media daring inilah kekurangan warga kami bias kami tuntaskan walaupun masih tersisa 4 KK yang masih menunggu hasil Konsolidasi data dari Pusat. Untuk sementara 4 KK keluarga yang tertunda itu diberikan bantuan dari BLT DD.



Tetap semangat Kalau Desa Berstatus Pandemi

Masayarakat Kami di Desa Toya adalah Paling Terguncang Jiwanya karena tempat ditemukan pertamakali korban Positif Corona. Desa Kami langsung di Lockdown dan berstatus PANDEMI dan bergaris Merah, Demikian ungkap Ibu Ely salah seorang Staf di kantor Desa Toya merangkap Tim Siks NG. Menyandang predikat Desa Pandemi dan bergaris Merah tidaklah mudah bagi kami, karena kami terpaksa ditolak jika kemana-mana termasuk di BPJS, Perbankkan, Dukcapil dan instansi lainnya. Dalam situasi seperti itu Desa kami tidak saja sibuk menenangkan warga, namun juga disibukkan dengan evakuasi masyarakat yang masuk dalam katagori ODP menuju Rusinawa Labuhan Lombok dan Rumah sakit Umum selong.


Panik kami benar-benar panic kala itu ungkap Ely.Namun akbhirnya kami sadar bahwa Bersikap Panik terus terusan tidak akan menyelesaikan masalah.Memasuki minggu ketiga bulan April 2020 kami sudah mulai berbenah terutama memenuhi berbagai kebutuhan warga yang masuk dalam ODP maupun yang sudah divonis positif saat itu.


Desa kami sangat bersyukur telah mendapat pendampingan dari KOMPAK dan LPA selama ini terutama dalam menuntaskan Administrasi Kependudukan. Ketika Presiden menyampaikan akan menurunkan berbagai jenis bantuan social, maka pikiran kami bahwa program bansos ini pasti memerlukan Dokumen Kependudukan. 


Itulah sebabnya kami mengatakan bersyukur mendapat pendampingan dari KOMPAK, sebab bicara Dokumen Kependudukan Desa kami sudah tidak terlalu jadi problem sebab hamper 96 % warga kami telah memiliki dokumen kependudukan. Faktanya semua jenis bansos yang diturunkan oleh pemerintah Desa kami tidak kesulitan dalam menyajikan data-data pendukungnya, jikapaun ada yang bermasalah itu hanya 0,001 %. 

Hal ini terbukti bahwa dari hamper 2000 KK yang memperoleh Bantuan social hanya 17 KK yang belum klierr. Itupun hanya memerlukan konsolidasi dengan Dukcapil. Kondisi inilah yang membuat kami tetap bisa bersemangat yakni dapat dengan cepat menyajikan data dikala warga kami dalam kepanikan yang luar biasa demikian Ibu Ely mengahiri ceritanya. 


Menyajikan Data yang Akurat

Tak sulit bagi kami ungkap Bapak Muhammad.SPd (Tim SID Desa Rarang Selatan) dalam menyiapkan data sesuai yang dibutuhkan dalam penyaluran Bansos selama masa Pendemi Covid 19. Desa Kami sangat beruntung mendapat pendampingan dari KOMPAK selama ini, Sistem Informasi Desa (SID) yang kami kembangkan yang merupakan salah satu hasil dampingan KOMPAK telah membuahkan hasil dalam wujud SID. 

Data Desa kami yang terprogram dalam SID sangat membantu kami dalam meningkatkan tempo layanan pada masyarakat, lebih-lebih dimasa Pandemi Covid 19 dimana Pemeeintah Pusat,propinsi maupun Kabupaten meminta data calon penerima Bansos dalam waktu yang cepat dan segera. Namun karena SID kami sudah berjalan cukup baik maka kami tidak merasa kelabakan dan kami bisa berikan data yang terjamin Validasinya dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebanyak 54 KK warga kami yang tidak tersentuh Bansos Covid 19 maupun Bansos rutin lainnya seperti BPNT/PKH, dan 54 KK ini tidak melakukan protes karena prifil mereka dapat diakses setiap saat melalui SID Desa Rarang yang dapat diakses kapan sajadan oleh siapa saja, Dokumen Penduduk serta Profilnya tersaji secara apik bahkan dilengkapi poto Kepala Keluarga yang bersangkutan, demikian Bapak Muhammad.SPd menegaskan. 

Related Posts:

NW Peduli Santuni Puluhan Anak Yatim Di Sakra Timur

Sakra. SK_Ada senyum merona dirasakan oleh puluhan anak yatim saat menerima santunan dari Nahdlatul Wathan Peduli, sore hari Rabu, 20/5/20 pukul 16.30 di Ponpes Zayinna Bisshobri Desa Gelanggang Kec. Sakra Timur.

Ketua Relawan Nahdlatul Wathan Peduli Melalui Koordinator Penghimpun donasi Hamdi Ahmad, QH.,.S.PdI yang hadir pada kesempatan tersebut  menjelaskan, kegiatan santunan anak yatim ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh NW Peduli sebagai wujud kepekaan sosial organisasi kepada jamaah.

 “Dengan diadakan santunan anak yatim pada hari ini, dalam arti bahwa NW benar-benar hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai imflementasi  amal usaha organisasi di bidang sosial dan bentuk perhatian organisasi kepada warganya” jelas Hamdi.

Lanjut Hamdi selain santunan anak yatim, NW Peduli selama bulan ramadhan ini  juga memberikan bantuan Sembako bekal Ramadhan kepda para orang tua jompo. InsyaAllah ke depan banyak kegiatan sosial lain yang  akan kami laksanakan seperti membantu korban bencana alam,  memberikan bantuan kepada orang yang sakit, guru ngaji, santri tahfiz dan lain-lain.

Saling berbagi antar sesama lebih-lebih dibulan suci sangat berfaedah, bagi anak yatim sendiri bantuan ini sangat bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan mendekati lebaran.

Untuk itu kami mengajak semua orang untuk saling membantu dan berbagi kepada sesama manusia. Karena sekecil apapun kebaikan kita akan bermanfaat  bagi saudara-saudara kita, seperti apa yang sering disampaikan Syaikhuna Tuan Guru Bajang dalam setiap pengajian beliau menyumbang tak harus besar tetapi yang penting niatnya tulus ikhlas membantu sesama. (Ezy)

Related Posts:

Desa Pringgabaya Gelontorkan Dana Satu Milyar Lebih Untuk BLT

Pringgabaya.SK_Terbitnya Surat Edaran nomor 8  dan Permendes No 6 tahun 2020 yang mengharuskan pemerintah desa untuk merubah  RAPBDES 2020 dalam rangka penanggulangan covid19,
Pemerintah Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Gelontorkan Dana  satu milyar Delapan Puluh juta untuk bantuan Langsung Tunai (BLT).  Selasa,20 mei 2020.

Dana satu milyar delapan ratus juta tersebut diputuskan berdasarkan besaran Dana Desa yang di dapatkan oleh pemerintah desa pringgabaya.

Dana desa yang di terima oleh desa pringgabaya sejumlah 3 milyar lebih. Dari dana 3 milyar tersebut, oleh pemerintah Kabupaten Lombok Timur memutuskan untuk pemerintah Desa Pringgabaya menggelontorkan dana sebesar 1 milyar 80 juta rupiah.

Dari Dana 1 Milyar 80 juta tersebut dialokasikan untuk memberikan BLT kepada masyarakat. Dari dana satu milyar lebih itulah mampu menyasar 600 Kk penerima BLT.

Pemerintah desa pringgabaya melalui sekertaris desa pringgabaya Khaerul Azmi S.AP.  membenarkan hal itu. Ia mengatakan dari 600 kk terdapat seribu enam ratus dua yang akan menikmati bantuan langsung tunai tersebut. Dana satu milyar delapan puluh juta tersebut untuk 3 kali, yaitu bulan april, mei dan juni.

Pihak Pemerintah Desa pringgabaya juga berharap agar bantuan tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat penerima BLT. Pihaknya berharap bantuan langsung tunai tersebut bisa manjadi pendongkrak ekonomi masyarakat. "Semoga bantuan ini bisa mendongkrak ekonomi masyarakat kita" katanya.

Selain itu dalam mekanisme pembagian BLT tersebut, pihak pemerintah desa menerapkan sistem protokol kesehatan guna mencegah terpaparnya masyarakat oleh covid-19. "Di depan, kita ada satgas Covid-19 desa yang standbay untuk cek suhu tubuh, cuci tangan dan memasangkan masker bagi tidak punya",  ujarnya

disamping itu, masyarakat yang tidak bisa langsung datang untuk mengambil BLT ke kantor desa, pihak pemerintah desa langsung turun lapangan untuk mengantarkan penerima yang tidak bisa hadir.  Ini dilakukan untuk mempermudah masyarakat yang tidak mampu. "Baik, untuk warga yang tidak bisa datang mengambil BLT, terutama yang tidak bisa jalan, dan sudah tua renta, kami turun langsung mengantarkan BLT, tutupnya. 
(AR)

Related Posts:

Hipelmas Santuni Anak Yatim dan Jompo


Himpunan pelajar & mahasiswa sukarara (hipelmas), berbagi dengan anak yatim piatu dan Masyarakat, Santunan berupa Takjil, uang tunai dan sembako.

Kegiatan berlangsung di 5 Dusun, desa Sukarara, kecamatan sakra barat kabupaten Lombok Timur NTB, Selama 3 Hari Menyantuni 65 yatim-piatu, dan 850 Bingkisan takjil. Pada Senin, 18/05/2020.

Ahmad Nasri Selaku ketua Himpunan pelajar dan Mahasiswa Sukarara (Hipelmas) menuturkan, Kegiatan ini merupakan aksi kemanusiaan dan kepedulian yang rutin dilakukan setiap tahun pada bulan ramadhan, Kegiatan ini sebagai upaya membantu meringankan beban mereka, ini juga sebagai bukti Hipelmas kompak melakukan kebaikan” ungkapnya.

Lebih jauh iya menjelaskan, sumber anggaran kegiatan tersebut. Melalui iuran anggota, sumbangan masyarakat dan Donatur, Dana yang terkumpul berjumlah Rp. 11. 798. 000. Ini kemudian kita salurkan kepada 65 Yatim-piatu berupa Uang Tunai, dan 850 bingkisan Takjil” Jelasnya.

Pada waktu pelaksanaan kegiatan, kami tetap memakai masker, sabagai cara untuk memutus penyebaran covid-19. Sesuai protokol yang di berlakukan pemerintah. dengan sistem Pembagian door to door, Kata Nasri.

Sebagai bentuk rasa terimakasih atas seluruh elemen yang mensuport kegiatan tersebut pihak nya melalui ketua umum Hipelmas mengucapkan banyak terimaksih atas donasinya.  “kepada Donatur yang sudah menyisihkan rezekinya kami sampaikan terimakasih dan sudah percaya kepada kami untuk disalurkan” Tutupnya. (Riadi)

Related Posts:

Gandeng LSM Al-Anshory, Kemensos RI Gelontorkan dana Ratusan Juta

Jerowaru.SK_Warga Lanjut Usia (Lansia) Mendapatkan perhatian khusus, Tahun ini Kementrian Sosial RI menggelontorkan anggaran Rp.102.600.000 melalui LSM Al-anshori Desa Jerowaru, Lombok Timur. Senin,18/05/2020.

Penyerahan bantuan langsung di LSM Al-anshori, turut dihadiri oleh Dinas Sosial Provinsi NTB, Dinas Sosial Lotim, Basnaz Provinsi NTB dan Basnaz Lotim serta pemerintah desa, Polmas dan Babinsa.

Nurfitriani Sp.d menjelaskan “Bantuan di salurkan melalui Balai Rehabilitasi sosial Gaung magaji Goa Makasar dan disalurkan di Lotim melalui 16 LKS-LU yang Lolos setelah mengikuti persyaratan dari pusat, termasuk Al-anshori” jelasnya.

“250 Warga lanjut usia (Lansia) binaan LSM Al-anshori, telah diajukan dalam program Rehabilitasi Sosial lanjut usia (Progres LU), dan realisasi sejumlah 38 Lansia, masing-masing menerima Rp.2.700.000” kata Nurfitriani Sp.d selaku ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Al-anshori.

Lebih jauh lagi iya menjelaskan, “terdapat kesalahan data Lansia, sehingga hanya 38 yang realisasi dari 250 yang di ajukan diantaranya lansia tercover di PKH, Meninggal dan sudah pindah domisili, selesai covid-19 kami akan membaharui data kembali, mengganti dan menambahkan” sikapnya.

“Tentu sebagai terdepan harus memberikan contoh bagi Lembaga-lembaga lain, dalam memberikan pelayanan terhadap berbagai klaster” Kata Nurfitriani Sp.d, selaku Ketua LSM Al-anshori, sekaligus sekertaris Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Kabupaten Lotim dan sebagai Kordinator LKS di Provinsi NTB.

“LSM Al-anshori, terdapat program rutin setiap bulan, pelayanan kesehatan (Posyandu Lansia) kerjasama dengan bagian Kesehatan Jerowaru seperti PKM, dan Program pelayanan kesejahteraan, pemberian kebutuhan dasar pelaksananya bersifat Kondisional” tutur Nurfitriani.

Lanjut Nurfitriani, “Harapan kedepannya fokus Program pemberdayaan lanjut usia, kegiatan bersifat produktif, supaya para lansia merasa di perdayakan serta pengembangan pelayanan terhadap lansia yang tidak terakomodir” Tutupnya. (RIADI)

Related Posts:

Warga Desa Batuyang Terima BST Kemensos

Batuyang, SK- Bantuan Sosial Tunai (BST) KEMENSOS sudah mulai dibagikan untuk warga yang terdampak COVID-19 di desa Batuyang.

Pembagian BST KEMENSOS diberikan pada (20/05/2020) di kantor desa Batuyang, dana yang diterima warga Batuyang sesuai dengan surat edaran sebesar Rp.600.000,-.

Pembagian BST yang dilakukan di kantor desa Batuyang yang diberikan kepada warga dimulai dari pukul 08:00 s/d 13:30 WITA, pembagian dijadwalkan setiap dusunnya, untuk  dusun Senang, Batu Belek, Bagik Longgek, Bagik Longgek Daya, dan Bagik Atas dari pukul 08:00 s/d 10:00 WITA, kemudian dusun Batuyang Daya, Batuyang Tengak, Batuyang Lauk, Rumbuk, Padamara, Padamara Daya dan Batumas dari pukul 10:00 s/d selesai.

Kegiatan pembagian BST warga sempat antre dan berdesakan dan kemudian dapat dikendalikan oleh petugas untuk mengikuti protokol kesehatan.

Data warga yang tidak sesuai dengan KTP dan nama yang berada di surat pemberitahuan berbeda PEMDES Batuyang dengan segera memberikan surat keterangan beda nama untuk warga agar dapat segera menerima BST.

Ada beberapa penerima bantuan tersebut yang berhalangan hadir dan diwakilkan oleh ahli warisnya dengan syarat ahli waris berada di kartu keluarga yang sama dengan penerima.

Penerimaan BST sebanyak 665 KK untuk warga Batuyang, penerimaan BST tidak tersebar secara merata disetiap dusun di Batuyang, dusun Batuyang Daya dengan dusun Padamara jumlah yang mendapatkan BST tidak sama.

Kata Rusdi (BPD) BST untuk warga Batuyang didistribusikan sebanyak 550 KK pada (20/05/2020) dan sisanya akan diberikan menyusul yang sebanyak 115 KK.

"Warga yang belum mendapatkan kartu pemberitahuan yang namanya terdata di KEMENSOS merupakan daftar tunggu dan sisanya 115 KK akan diturunkan periode berikutnya". Kata Rusdi ditemui di kediamannya.

Tambah Rusdi, warga yang masih belum mengambil BST dan menerima surat pemberitahuan segra melaporkan diri ke PEMDES untuk bisa mengabil langsung dana bantuan di kantor POS. (Adot)

Related Posts:

Bansos Carut Marut, Pemdes Jeringo Keluhkan Intruksi Dinsos Tergesa-gesa

Suela. SK_Carut marut data penerima manfaat bantuan sosial (bansos)  yang berasal dari Kementrian Sosial maupun jaring pengaman sosial (JPS)  dari Pemerintah Daerah sampai saat ini masih menjadi permasalahan terutama di tingkat bawah.

Banyak hal yang menyebabkan demikian mulai dari data kependudukan yang ganda,  hingga kendala disaat Pemerintah Desa melakukan validasi data penerima manfaat bansos tersebut.

Seperti yang dialami Rodi Jayadi Sekretaris Desa  Jeringo Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur, saat dikonfirmasi via WhatsApp ia menyampaikan kendala pemdes didalam melakukan validasi data dari penerima bansos tersebut,  (20/05).

Ia mengatakan dari awal informasi yang dikeluarkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur terkesan tergesa-gesa baik itu yang berupa Jaring Pengaman Sosial (JPS)  dari Pemerintah Daerah maupun bantuan sosial tunai (BST)  dari Kementrian Sosial.

Hal tersebut pihak pemerintah desa harus bekerja keras untuk melakukan validasi,  tidak kenal waktu siang dan malam, hal ini dikarenakan waktu penyerahan hasil validasi tersebut terkadang hanya diberikan waktu tiga hari bahkan ada juga yang satu hari.

"Informasi yang datang dari pihak Dinas Sosial itu seringnya mendadak,  dan kami hanya diberikan waktu 3 hari untuk validasi data itu sudah paling lama,  bahkan ada juga satu hari sementara kita diminta untuk datanya harus tepat sasaran, " terang Rodi melalui sambungan WhatsaApp.

Belum lagi karena kendala mereka di pelosok, jarak tempuh ke Kabupaten itu jauh,  bahkan untuk mendapatkan informasi dari WA saja itu sering terlambat karena terkendala sinyal internet.

"memang kita diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan dari data yang telah kita serahkan sebelumnya seperti data ganda, NIK tidak online,  tapi lagi-lagi ini soal waktu yang diberikan untuk kami menyelsaikanya satu hari saja tidak cukup" pungkasnya.

Dirinya berharap dari pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah supaya diberikan waktu yang cukup untuk bekerja, supaya data masyarakat penerima bansos yang kami berikan tepat sasaran sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. (ci)

Related Posts:

Warga Suralaga Mulai Terima BLT DD

Suralaga. SK_Bantuan Langsung Tunai Dana Desa atau BLT-DD Tahap pertama  bagi masyarakat desa yang terdampak Covid-19 mulai disalurkan. Salah satunya Pemerintah Desa Suralaga Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur, Selasa 19/5/2020.

BLT Dana Desa tersebut menyasar 264 Kepala Keluarga/ KK penerima manfaat yang tersebar di 6 Dusun/wilayah setempat.

PJS Kepala Desa Suralaga Zarwan,  mengatakan setiap KPM mendapat BLT-DD senilai Rp600.000. Dana tunai tersebut dikucurkan untuk tiga bulan, hingga Juni 2020.


“Hari ini kita mulai salurkan, penerima manfaat disasar adalah hasil dari pendataan relawan desa yang sebelumnya telah dimusyawarahkan melalui musdes,” katanya.

Zarwan menegaskan bahwa masyarakat yang berhak mendapatkan BLT DD harus memiliki beberapa kriteria. Mulai dari kehilangan mata pencaharian, punya penyakit menahun/kronis, jompo, perempuan kepala keluarga kurang mampu, belum terdata sama sekali mendapatkan BLT-DD, tidak mendapatkan JPS Gemilang Provinsi  atau  Bansos Kabupaten dan  belum masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).


Pihaknya juga mengimbau agar proses penyaluran BLT bisa berjalan kondusif dan tetap sesuai dengan imbauan pemerintah tentang pencegahan Covid-19.  Sehingga masing-masing Dusun Kita jadwalakan pembagiannya.

“Proses penyaluran BLT desa ke masyarakat harus tetap mematuhi protokol Covid-19 menghindari kerumunan dan warga penerima wajib memakai masker serta tetap dalam pantauan instansi terkait agar berjalan dengan baik,” katanya.


Sementara salah seorang warga penerima BLT DD Inaq Nurhidayat merasa  bersyukur dengan  cairnya bantuan tersebut.


"Saya bersyukur dan terbantukan dengan pembagian BLT ini lebih-lebih menjelang lebaran, sehingga ada yang kita pakai memenuhi kebutuhan" ungkapnya.

Turut hadir pada pembagiandan penerimaan BLT tersebut Bhabinkamtibmas, Ketua BPD beserta bebera  anggota dan kepala Wilayah masing-masing dusun guna memastikan penyaluran tepat sasaran, aman dan kondusif. (EZY)

Related Posts:

FPDB Gandeng Masjid Salurkan Bantuan Bagi Warga Jerowaru

Forum Pemuda Demung Bajak (FPDB) dan Pengurus Masjid Babuttaubah Dusun Jor, berbagi dengan anak yatim piatu dan kaum dhuafa, santunan berupa uang tunai dan paket sembako.

Kegiatan yang berlangsung di masjid Babuttaubah Dusun Jor, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, NTB menyantuni 60 Jompo, 18 Yatim dan 3 Piatu penerima santunan. Pada selasa(19/05).

Guru Rusdan selaku pengurus masjid menuturkan, kegiatan santunan tersebut merupakan rutinitas pengurus masjid setiap tahun pada hulan Ramadhan. Ini dilakukan dalam upaya membantu meringankan beban sesama. Dia juga menuturkan pada santunan kali ini, Dia disuport oleh pemuda yang ada di dusun tersebut. "Alhamdulillah Tahun ini, santunan di support oleh Pemuda (FPDB)” Tuturnya.

Lebih jauh lagi dia menjelaskan, Sumber anggaran kegiatan tersebut berasal dari amal masyrakat dusun jor dan fitrah serta fidiah, yang berjumlah 9 juta lebih. Uang ini kemudian diberikan kepada anak yatim dan piatu. lalu untuk bantuan yang terkumpul lainnya seperti Fitrah dan fidiah akan diberikan kepada jompo,jelasnya.

Pada tempat yang sama, Ahmad Furqan Pajri ketua Umum FPDB mengatakan pihak nya bersama dengan rekan-rekan pemuda FPDB bersyukur masih bisa mengambil bagian dalam hal kebaikan, yaitu menyantuni yatim meski dalam hal ini tidak seberapa. " Alhamdulih tahun ini, kami FPDB dapat berpartisipasi dalam menyantuni anak yatim, walaupun tidak banyak dan hanya berupa alat tulis” ungkapnya.

Pajri juga menghimbau kepada seluruh elemen pemuda dan masyarakat serta Pemerintah agar peduli terhadap anak yatim dan jompo. Menurut dia, memperhatikan yatim dan jompo adalah salah satu perbuatan terpuji. “kita semua terutama Pemerintah, memang harus lebih memperhatikan anak Yatim, piatu dan Jompo. Sebab memelihara dan memperhatikan mereka perbuatan terpuji” kata Furqan.

Pihaknya FPDB dalam pelaksanaan pembagian juga mengintruksikan kepada penerima santunan untuk menggunakan masker pada saat mengambil santunan tersebut. ini dilakukan untuk mengurangi resiko terpapar Covid-19 yang masih sampai saat ini. “Ya,Kami juga mengintruksikan kepeda penerima agar menggunakan masker, upaya patuh pada protokol Covid-19” imbuhnya.

Sebagai bentuk rasa terimakasih atas seluruh elemen yang mensuport kegiatan tersebut pihak nya melalui ketua umum FPDB mengucapkan banyak terimaksih atas donasinya.  “kepada Donatur yang sudah menyisihkan rezekinya kami sampaikan terimakasih dan sudah percaya kepada kami untuk disalurkan” Tutupnya. (Riadi)

Related Posts:

Jelang Hari Raya, GPMA Bersih-Bersih Lingkungan

Lombok Timur, SK - Menjelang tibanya hari raya Idul fitri 1441 H/2020 M, Gerakan Pemuda Mudung Anggaraksa (GPMA) kembali mengajak anggotanya lakukan bakti sosial membersihkan sarana ibadah (Masjid) dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Ahad 16 Mei 2020.

Tidak hanya merespon pandemi Covid-19 dengan memberikan santunan pada lansia, anak yatim, kaum disabilitas dengan paket sembakonya, organisasi kepemudaan ini juga aktif melakukan gerakan di bidang lainnya seperti di bidang pendidikan (agama).

Gerakan bakti sosial misalnya. Mereka mengajak anggotanya bersihkan masjid dan area pekuburan menjelang tibanya hari raya Idul fitri. Tujuannya agar di dalam hati individu terpateri jiwa peduli lingkungan, mencintai kebersihan dengan menanamkan budaya gotong royong di tubuh pemuda.

"Kami ingin mengajak anggota GPMA agar terus berinovasi mewujudkan masyarakat peduli lingkungan dengan senantiasa menjaga kebersihan," terang Suryadi.

Ditambahkan Suryadi, meskipun ada sekelompok orang yang diduga menganggap pergerakan pemuda ini ditunggangi politik, itu tidak dipermasalahkan. Di negara demokrasi ini setiap orang berhak untuk mengeluarkan pendapat sifatnya membangun. Yang penting dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Apalagi dengan gerakan bakti sosial yang mereka lakukan, menurut Suryadi, seolah-olah ada yang bermain di belakang layar. "Tapi jujur, tidak ada niat untuk mendoktrin mereka atau menyinggung personal apalagi pemerintah," jelasnya.

Agenda selanjutnya, dalam menyambut hari kemenangan ini, GPMA akan membuat dekorasi di sekitaran masjid dan jalan. Mengingat dana pemuda yang terbatas sumbangan dari Filantropi atau pihak ketiga, akan melakukan pawai takbiran menggunakan konsep tradisional.

Di halaman facebook milik GPMA terpantau banyak yang memberikan dukungan kepada gerakan pemuda mudung ini dan banyak juga yang membagikan kegiatan yang sudah GPMA lakukan sepanjang bulan ini melalui medsosnya masing-masing.

Sebut saja Rozi pemuda Mudung, bertugas jadi satpol PP Lotim. "Mari kita sama-sama mencerdaskan bangsa dan mensejahterakan masyarakat," tulisnya di kolom komentar.

Begitu pula di akun lainnya bernama Xlkrom Yfs, sangat mendukung gerakan ini. Katanya, dia tidak bisa ikut karena lagi aktif bekerja di luar negeri. Ia tidak bisa pulang ke Lombok karena lagi lockdown akibat pandemi di negara tempatnya bekerja.

Semua pemuda yang bergabung di Forum Diskusi Pemuda Anggaraksa (FDPA) seperti Enk Karisma, Hamzani, M. Ali Satriadi, inisiator GPMA yang juga aktivis PMII Lombok Timur dan banyak yang lainnya, tidak bisa disebut satu persatu. Mereka terus memberikan support serta motivasi kepada organisasi kepemudaan yang baru berdiri ini.

Mereka yang merantau ke luar negeri seperti Bang Hijr panggilan Roni, dengan jiwa kritisnya terus bersuara lantang menulis kemudian di publish ke media sosialnya. Dia tidak ingin melihat terjadi ketimpangan sosial di tengah masyarakat.

"Teruslah mengabdi, mereka tidak butuh banyak. Mereka rindu perhatian walaupun kecil. Hadirlah sebagai bentuk kepedulian karena pemuda adalah generasi perubahan," cuitnya di media sosial. (Ggar)

Related Posts:

JPS Gemilang Bangkitkan Semangat Wirausaha UKM Kopi

Mataram. SK_ Para pengusaha muda usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak di produksi kopi mengapresiasi kebijakan gubernur dan wakil gubernur dalam pengadaan kopi dalam program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang. Kebijakan untuk menggunakan produk-produk UKM lokal adalah langkah tepat dalam memberdayakan ekonomi lokal di tengah pandemi Covid-19.

Salah seorang pengusaha muda yang juga aktivis perempuan Lombok Utara, Mahniwati mengatakan, JPS Gemilang ini mampu membangkitkan ekonomi masyarakat di desa. Pemilik merek kopi “Kopi Nina Bayan” ini menyebutkan, satu kelompok usaha pengolahan kopi melibatkan 10-20 orang. Pertama untuk pembelian biji kopi, pasti UKM membeli di petani  sekitar. Selanjutnya untuk proses pengolahan hingga pengemasan, Mahniwati melibatkan 10 orang ibu rumah tangga di kampungnya di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan.

“Kopi kami ambil dari petani di Bayan. Jadi secara langsung program ini juga menghidupi petani-petani kopi kita,’’ kata mantan Putri Pariwisata KLU ini.

Gerakan nasional “Dukung UKM Lokal” menurut Mahni, sudah lebih dulu dilakukan pemerintah provinsi NTB. Dalam tahap awal pengadaan JPS Gemilang sudah ada keberpihakan kepada UKM lokal. Begitu juga di pengadaan tahap kedua, khususnya kopi bubuk, Mahniwati yakin 100 persen merupakan produk lokal.

“Hanya kemasan saja mungkin yang kami para UKM beli di luar, selebihnya itu produk lokal,’’ katanya.

Pengusaha muda lainnya Sopyan dari Beriri Jarak, Wanasaba, Lombok Timur mengatakan kebijakan penyelamatan ekonomi harus sejalan dengan penanganan Covid-19. Bersamaan dengan upaya pemerintah untuk mengataasi Covid-19, pemerintah juga bergerak untuk menyelamatkan ekonomi. Program bantuan sembako kepada masyarakat terdampak dilakukan seluruh daerah di Indonesia. Tapi kebijakan menggunakan produk-produk lokal dengan melibatkan UKM lokal, diinisiasi sejak awal oleh gubernur dan wakil gubernur NTB.

“Program seperti ini kami sambut gembira. Di tengah kelesuan akibat Covid-19, begitu ada program membeli produk UKM lokal ini, kami langsung semangat,’’ kata Soopyan.

Selama ini Sopyan mengandalkan penjualan kopi secara online. Termasuk juga mengikuti beberapa pameran. Tapi semenjak Covid-19, produksi kopi dengan merek “Rau Coffee” ini terhenti.

“Kami semangat kembali setelah kebijakan pemerintah provinsi untuk membeli kopi produk lokal,’’ katanya.

Anggota usaha kopi dengan merek “Kopi Kaki Rinjani”, Anshori mengatakan JPS Gemilang ini membuktikan kepedulian pemerintah provinsi terhadap nasib UKM. Para pelaku UKM sebagian besar tiarap ketika pandemi Covid-19. Pesanan Kopi Kaki Rinjani, yang setiap hari dikirim hingga ke luar Pulau Lombok terhenti sejak akhir Februari. Para petani kopi mengeluh ketika kopi mereka tidak bisa diserap. Para pelaku UKM kopi mengeluh karena tidak ada pesanan kopi. Pada saat itu, kata Anshori, semua pasrah. Jika masa pandemi ini berkepanjangan, mereka bisa jadi sebagai warga penerima bantuan sembako.

“Begitu ada pesanan kopi JPS Gemilang datang, langsung semangat.Kami kerja hingga malam hari,’’ katanya.

Bukan sekadar mampu menghidupkan dapur para anggota kelompok usaha, program JPS Gemilang ini juga memberikan rasa optimisme pada pengusaha bahwa NTB bisa mengatasi dampak Covid-19. Tidak sekadar mengurus pasien Covid-19, pemerintah provinsi juga menaruh perhatian pada UKM.

“Bukan hanya UKM kopi, tapi juga UKM-UKM bidang lainnya yang produksinya diserap oleh pemerintah provinsi,’’ katanya.

Pengusaha kopi dengan merek “Benang Kelambu” Lombok Tengah, Marwita mengatakan sejak pandemi Covid-19 seluruh aktivitas produksi terhenti. Para petani kopi di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara juga harap-harap cemas karena kopi stok mereka tidak terserap. Sementara para pelaku UKM kopi tidak berproduksi karena pesanan yang berkurang.

“Kami ibu-ibu di desa mengucapkan terima kasih kepada bapak gubernur dan ibu wakil gubernur yang telah membuat kebijakan ini. Program ini benar-benar kami rasakan manfaatnya saat krisis seperti ini,’’katanya.

Usaha ini juga menjadi angin segar bagi para anggota. Menjelang Lebaran banyak kebutuhan, di satu sisi mereka tidak bisa berproduksi.  Hadirnya JPS Gemilang dengan melibatkan UKM kopi membuat ibu-ibu di kelompok usahanya tersenyum.

“Mudah-mudahan program ini terus berlanjut,’’ katanya.

Di Jerowaru Lombok Timur, pandemi Covid-19 membuat usaha jasa travel Ari Syalmadi gulung tikar. Tidak ada wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara yang menggunakan jasanya. Biasanya akhir pekan menjadi hari-hari sibuk menerima tamu.

“Ada karyawan saya, ini menjadi beban juga, terpaksa kami tutup,’’ katanya.

Selain usaha travel, Ari juga membuat usaha pengolahan kopi dengan merek Datu Coffee. Awalnya usaha ini sebagai sampingan, selain karena hobi. Dia melibatkan anak-anak muda dan ibu rumah tangga di kampungnya. Usaha kopi ini juga ikut terdampak, walaupun ada satu dua yang masih membeli.

“Jujur saja usaha travel saya tutup. Tapi dengan adanya pesanan kopi untuk JPS Gemilang ini membuat saya bernafas lega. Ada rezeki yang bisa saya tawarkan ke teman-teman,’’ katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Fathurrahman mengatakan, dalam pengadaan kopi untuk JPS Gemilang, Dinas Perdagangan melibatkan 72 UKM kopi di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Dinas Perdagangan memesan kopi di setiap UKM ini sesuai dengan kapasitas produksi mereka dan kemampuan bahan baku.
“Ada mampu 300-an, ada juga di atas seribuan. Yang penting semua UKM kita dapat,’’ katanya.

Dinas Perdagangan juga menekankan agar seluruh bahan baku kopi bubuk ini berasal dari petani lokal Lombok dan Sumbawa. Tidak boleh mendatangkan biji kopi dari luar NTB. Agar program ini juga dirasakan manfaatnya bagi para petani di desa-desa.

“Alhamdulillah, para UKM kita sudah memiliki kerjasama dengan para petani. Ada juga petani kopi sekaligus pelaku usaha pengolahan kopi,’’ kata Fathurrahman.

Untuk pengadaan kopi pada JPS Gemilang tahap II ini, pemerintah provinsi menyiapkan 125.000 bungkus kopi dengan berat 100 gram. Karena memesan dari puluhan UKM kopi, kopi yang akan diterima masyarakat nantinya pasti beragam bungkusnya. Tapi Fathurraman menegaskan, seluruh kopi ini adalah produk lokal NTB.

“Ini sudah menjadi komitmen bapak gubernur dan ibu wakil gubernur untuk memberdayakan UKM lokal. Saat kita bertarung menghadapi Covid-19, ada juga program untuk membantu UKM,’’ katanya. (*)

Related Posts:

Relawan Bentukan RTGB Sasar Jati Sela Lombok Barat

Lobar. SK_masuki 10 Terakhir bulan Ramadhan tahun 1441 H di tengah pandemi COVID-19 warga masih dihimbau untuk tetap berada di Rumah dan membatasi diri untuk melakukan kontak fisik dan kontak sosial. Tentunya hal ini dampaknya jelas terasa karena pembatasan kegiatan warga akan membuat mereka yang berpenghasilan harian akan sulit mencari nafkah.

Melihat kondisi demkian Ketua Umum PBNW Syaikhuna RTGB KH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani sigap dan mengambil langkah cepat dengan membentuk Relawan Nahdlatul Wathan Peduli sebagai bagian dari imflementasi amal usaha Nahdlatul Wathan  dibidang Sosial. Yang kemudian lembaga inilah yang melakukan langkah-langkah konkrit dimasyarakat sebagai upaya membantu pemerintah biar tidak bekerja sendiri. Adapun upaya-upaya yang sudah dilakukan oleh Relawan NW Peduli di bawah Nakhoda Adi Kusmawan itu antara lain melakukan penyemprotan disinfektan, pembagian masker, tempat cuci tangan, disinfektan organik, minuman penambah imun dan pembagian paket sembako.

Sementara itu pada hari Ahad, 17/5/20 Nahdlatul Wathan Peduli menyasar pembagian sembago di desa Jatisela Kec. Gunung Sari Kab. Lombok Barat. Sesampainya team relawan diterima langsung oleh Ketua pengurus cabang NW Kec. Gunung Sari ustz. Fathul Aziz, QH.,M.PdI dan segenap PC Himmah Lombok Barat.

Setelah acara penerimaan berlangsung kemudian team bersama-sama menyalurkan paket sembako dengan mendatangi rumah-rumah orang tua jompo yang sudah terdata oleh team dan mitra sebelumnya. Ada raut wajah nan bahagia dari raut wajah para penerima melihat kedatangan relawan yang menyampaiakan salam Raden Tuan Guru Bajang. Ketua relawan nahdlatul wathan peduli Adi kusmawan turun langsung menyalurkan dan menyerahkan paket sembako tersebut ini dilakukan agar paket sembko tept sasaran.

“kami dari team relawan turun langsung ke penerima manfaat paket sembako, ini kami lakukan agar semua bantuan-bantuan ini tepat sasaran sehingga tidak ada bias di masyarakat”ungkap Awan.

Dia juga melanjutkan “desa sesela ini merupkan titik yang ke-8 yang kami sasar selama penyaluran paket sembako bekal Ramadhan dengan harapan semua kabupaten bisa tersentuh meskipun belum semua jamaah menerima mengingat warga Nahdlatl Wathan sangat banyak di daerah ini”.

Sementara itu Ketua Pengurus Cabang NW kec. Gunung Sari Ustz. Fathul Aziz, QH.,M.PdI mengungkapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Raden Tuan guru bajang dan kepada Relawan NW Peduli yang memberikan perhatian kepada jamaah NW yang ada di sini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Raden Tuan guru bajang dan relawan NW Peduli yang memberikan perhatian kepada Warga Nahdlatul Watahan terutama warga-warga kita yang sudah jompo yang tidak bisa beraktifitas lagi, insyaAllah sangat bermanfaat untuk mereka. Saya berharap mudah-mudahan kedepannya, NW Peduli bisa sukses dan terus memberikan kepeduliannya kepada warga dhuafa dan lainnya”ungkapnya.

Dihari yang sama relawan NW Peduli juga menyalurkan paket sembago di daerah Lombok Tengah di desa Darmaji dan desa Aik Mual.

Related Posts:

Peduli Masyarakat, Pringgabaya Gelamang Bagikan Masker Gratis

Pringgabaya, SK_ Meski meningkatnya angka kesembuhan kasus Positif Covid-19 di Lombok Timur, komunitas pemuda yang menamakan diri sebagai Pringgabaya Gelamang Bagikan masker gratis.

Aksi pembagian masker menyasar warga  yang bekerja di luar rumah dilakukan pada minggu, (17/05). Ini sangat disambut antusiasme warga.

Selain pembagian masker, Pringgabaya Gelamang  Khairil Anwar Founder Pringgabaya Gelamang juga menyampaikan aksi tersebut disandingkan dengan mensosialisasikan cara pencegahan Covid-19.

Lebih lanjut anwar menyampaikan, aksi yang dilakukan ini termotivasi dari tenaga medis yang tanpa henti berjibaku melawan Covid-19, untuk itu dia bersama rekan Komunitas Pringgabaya Gelamangnya tidak ingin berdiam diri di rumah, sehingga ia mengambil langkah keluar dari rumah namun sesuai dengan protokol kesehatan sambil melakukan aksi-aksi kebaikan membantu tenaga medis mengedukasi warga soal Covid-19.

Pihaknya juga mengatakan bahwa, pembagian masker ini sudah kali kedua ia lakukan, sebelum nya kami di berikan hanya sedikit donasi masker. Kendati meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan, pihaknya pun kembali menghubungi donatur untuk meminta tambahan masker untuk di bagikan ke masyarakat. "Alhamdulillah lebih dari 300 masker kita bagikan" tuturnya.

Selain itu, Pringgabaya Gelamng melalui foundernya juga berpesan kepada masyarakat, agar masyarakat menggunakan masker yang diberikan tersebut pada saat keluar dari rumah, dan selalu menjaga kesehatan diri dan keluarga agar tidak terpapar Covid-19. "Kami berpesan agar selalu mencuci tangan dan menggunakan masker saat keluar rumah" pesan Anwar.

Aksi pembagian masker yang berlangsung di simpang empat tepat nya di depan kantor desa Pringgabaya dan depan Ex pasar lama tersebut berjalan sukses tanpa kendala.
||AR||

Related Posts:

405 KK Penerima Manfaat BST di Salurkan Pemdes Jerowaru

Jerowaru.SK_ Pemerintah Desa Jerowaru salurkan Bantuan Sosial Tunai (BST). Sejumlah 405 KK di salurkan melaui POS Indonesia di halaman kantor Desa. Minggu, 17/05/2020.

Bantuan Sosial bagi masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19 berupa Uang Tunai dan sembako, Desa Jerowaru terdiri dari BLT DD, JPS GEMILANG, APBD II dan BST KEMENSOS telah di salurkan.

Kini giliran BST Kemensos Senilai 600ribu untuk tahap pertama bulan April dinsalurkan oleh Pemerintah Desa melalui Pos Indonesia cabang setempat.

Pemerintah Desa Jerowaru melaui Sekertaris Desa Wildan Johari menjelaskan Desa Jerowaru mengajukan 916 KK Penerima manfaat BST. Akan tetapi setalah dilakukan verifikasi oleh Kemensos data  penerima Manfaat  BST yang muncul sejumlah  444 KK.
Lanjut Uil, data tersebut  terdiri dari 333 KK DTKS dan 111 KK Non DTKS. Namun hasil konfirmasi dari POS, Untuk desa Jerowaru yang sampai sejumlah 405 KK” sambungnya.

Dalam waktu yang sama, iya juga menjelaskan Untuk Data penerima manfaat BST  sejumlah 444 KK tersebut, yang akan disalurkan sejumlah 405 KK, kuota tersebut adalah baru tahap pertama, "kira-kira 30% Lah,Data ini bersumber Pemkab melalui Dinas Sosial ” ungkapnya.

Dalam mekanismePenyaluran BST tersebut pemerintah desa melakukan nya dengan cara berjadwal, ini dilakukan guna mencegah paparan Covid-19.

Dalam Prosesnya penyaluran, turut hadir  juga Polmas, Babinsa, petugas PKH serta TAGANA covid-19 Desa, serta seluruh staf pemerintah desa.

Pihaknya juga mengintruksikan kepada masyarakat untuk menggunakan masker pada saat datang ke kantor guna mengambil BST tersebut. "Kita menyarankan agar masyarakat menggunakan masker, agar sesuai dengan Protokol Kesehatan Covid-19" tutupnya.
(Riadi & Ar)

Related Posts:

Sholawat Tibbil Qulub Diapresiasi

Selong, (16/05/2020). Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP. Ansor) Kab. Lombok Timur menemui AKBP Tunggul Sinatrio S.I.K, MH. selaku Kapolres  diruang kerjanya.

Pertemuan ini merupakan Sebagai ajang silaturahim GP Ansor, serta memberikan Apresiasi kepada Kapolres yang Telah mensyiarkan Sholawar Tibbil Qulub Sebagai Iktiar dalam menghadapi Wabah COVID-19.

Ketua GP Ansor Ridwan Rizki mengatakan, Dalam penanganan dan Pencegahan Wabah Corona ini perlu Kerjamasa Semua Pihak, salah Satunya dengan Kepolisian. Sehingga Ansor Berinisiatif Mendatangi Kapolres dan Memberikan Apresiasi Atas Usaha Keras selama menghadapi pandemi COVID-19 ini.

"Silaturahim Ansor ini sebagi bentuk Apresiasi ke Ke kepolisian yang bekerja keras ditengah pandemi ini, serta Khususnya bapak Kapolres telah melaksanakan Sholawat Tibil Qulub, yakni sholawat Ijazah dari Kyai Hasyim Asyhari sebagi bentuk ikhtiar agar pandemi ini segera berakhir" Katanya.

Rombongan GP Ansor terdiri Dari, Ketua, Wakil Ketua, sekretaris, dan Pasukan Banser Lotim.

Sementara itu, AKBP Tunggul Sinatrio menyambut Baik kunjungan dari GP Ansor, Ia sangat Berharap ditengah kondisi pandemi seperti ini, Anak2 Muda bisa hadir memberikan solusi kepada Pemerintah.

Kaitannya Dengan Pelaksanaan Pembacaan Sholawat Tibbil Qulub Setiap Harinya, Kapolres ini mengungkapkan bahwasanya sholawat adalah sebagai bentuk cinta kepada Nabi, Serta sebagai Ikhtiar agar Pandemi ini Segara  Berakhir.

"Sholawat Tibbil Qulub, adalah sholawat yang berupa doa agar diberi kesehatan dan dijauhkan dari berbagai penyakit, ini yang diajarkan oleh Guru2 kita. Sehingga Kita di Kepolisian Setiap Paginya melaksanakan Pembacaan Sholawat Tibbil Qulub" Paparnya

Perlu diketahui  bahwasaPersonil Polres Lombok Timur Setiap Harinya Melaksanakan Sholawat Tibbil Qulub Sebagai Ikhtoar Agar Pandemi Covid-19 Segera Berakhir.

"Semoga dengan barokah sholawat Tibbil Qulub kita semua terhindar dari segala macam penyakit, semoga yang sedang positif Covid, segera sembuh, dan wabah ini segera berakhir" Tambahnya

 GP Ansor Lombok Timur dan Kapolres Bersama-sama Membaca Sholawat Tibbil Qulub Sebelum kemudian meninggalkan Ruang Kerja Kapolres.

Related Posts:

GPMA Bantu Warga Marjinal di Tengah Pandemi

Lombok Timur, SK- Salam Pemuda, Salam Perubahan. Itulah jargon dari Gerakan Pemuda Mudung Anggaraksa yang disingkat GPMA. Adalah sebuah gerakan warga bantu warga yang berbasis sosial kemasyarakatan membantu warga kurang mampu, disabilitas serta warga yang termarjinalkan.

Organisasi kepemudaan yang berdiri awal tahun ini, diinisiasi oleh pemuda Mudung, Desa Anggaraksa, sudah melakukan gerakan masif. Tanpa embel-embel politik, menggunakan dana swadaya serta bantuan dari teman-teman atau kerabatnya yang bekerja di luar daerah maupun luar negeri.

Melihat roda perekonomian warga jalan ditempat bahkan cenderung turun drastis bahkan tidak sedikit warga kehilangan mata pencaharian akibat pandemi Covid-19. Untuk meminimalisir dampak tersebut, GPMA terpanggil bantu meringankan beban pemerintah lewat bantuan sosial diberikan kepada orang tua jompo, dan kaum disabilitas lainnya.

Bantuan paket sembako dan uang tunai itu diberikan langsung kepada puluhan orang tua jompo, anak yatim serta kaum disabilitas dengan mendatangi rumahnya masing-masing. Demikian dikatakan tokoh pemuda setempat Suryadi,SE.

Sepanjang menjalani ibadah puasa di bulan suci ramadhan, pada (13/5) puluhan bantuan paket sembako berisi beras, mie instan, masker serta uang tunai diberikan kepada orang tua jompo. Selain bantuan sembako GPMA juga lakukan roadshow membangunkan masyarakat makan sahur keliling kampung menggunakan alat tradisional kreasi mereka.

Kemudian tidak berselang lama, pada (15/5) GPMA kembali mengumpulkan anak yatim di masjid Nurul Jihad, Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur untuk diberikan bantuan serupa. Sebelumnya, mereka yang rata-rata mahasiswa berbagai jurusan ini, melakukan siraman rohani (pengkajian agama Islam) dihadiri oleh puluhan anak yatim.

Salah satu pembina GPMA, Suryadi, SE pada media ini menjelaskan, bantuan paket sembako menyasar tiga dusun di Desa Anggaraksa, yakni Dusun Mudung Barat, Mudung Timur dan Mudung Baru.

"Mengingat pandemi Covid-19, GPMA ikut andil membantu pemerintah memberikan santunan kepada lansia serta anak yatim," terang Suryadi, panggilan Bendon, pada jurnalis Speaker Kampung, via Whatsapp (15/5/2020).

Selain Suryadi, inisiator GPMA, Muhammad Ali Mawardi, Reza Gutawa, Eta Saputra serta anggota lainnya seperti Fingky Pradika Putra, Faozi, Ejo, Fansuri, Jais, serta puluhan anggota lainnya tidak mau ketinggalan dalam gerakan ini. Apa yang mereka lakukan sebagai wujud kepedulian pemuda pada warganya sendiri.

Tidak menutup kemungkinan, jika gerakan ini konsisten dilakukan maka kedepan, dampak positifnya akan mereka lihat. Bukan saja harus menjadi pejabat lalu mereka bisa bantu warga, tapi dengan mendirikan lembaga atau organisasi, justru bisa dijadikan wadah turut berkontribusi membantu warga yang membutuhkan.

Mereka ini adalah generasi penerus perjuangan bangsa yang menjadi harapan membangun desa agar lebih baik lagi. Oleh karena itu, diharap kepada pemangku kebijakan (pemerintah) harus memberi ruang kepada pemuda, bekerja sama, mengakomodir intelektualitas mereka demi kemajuan desa itu sendiri. (Ggar)

Related Posts:

Relawan NW Peduli Salurkan Paket Ramadhan bagi Warga Sambelia dan Sambik Elen

Lotim.SK_Relawan Nahdlatul Wathan Peduli membagikan paket sembako Bekal Ramadhan kepada warga terdampak Covid-19 di Wilayah Sambelia Kab. Lombok Timur dan Sambik Elen Kab. Lomnok Utara Jum'at(15/5/20).

NW Peduli berkomitmen membantu masyarakat yang terimbas karena Covid-19 terutama mereka yang berada di pedesaan.

Ketua NW Peduli melalui koordinator Distribusi Turmawazi, QH.,S.Sos.I mengatakan penyaluran sembako diberikan kepada masyarakat Yg kurang mampu terutama orang tua jompo lebih-lebih yg sudah Lumpuh Total yang sekiranya tidak bisa mencari nafkah lagi karena kondisi yang dideritanya.

“Adapun Masing-masing orang tua Jompo mendapatkan paket berisi beras, telur, Susu Kaleng, gula Pasir, mie Instan dan minyak Goreng. Semuanya berasal dari donasi dari Dermawan dan Donatur NW Peduli,” katanya.

Selain itu, tujuan utama program tersebut yaitu berbagi kebahagian dan dan senyuman kepada masyarakat yang kurang mampu, sebagai implementasi amal Usaha Nahdlatul Watahan di bidang Sosial.

“Kegiatan ini juga untuk memenuhi kebutuhan ekonomi orang tua jompo yang terdampak covid-19 sehingga mereka bisa merasa gembira dan bisa tersenyum Seperti kita di bulan suci Ramdhan ini.

Ditempat yang sama, Salah Seorang Pengurus Nahdlatul Wathan Sudi Hartono,  menyambut baik kegiatan yang digagas oleh NW Peduli serta berterima kasih kepada Team Relawan Dan Syaikhuna Raden Tuan Guru Bajang atas Perhatiannya kepada Jamaah Meskipun berada jauh Dari pusat kota.

“Terima kasih kepada Teman-teman Relawan NW Peduli tetap semangat dalam mengemban Amanat dan selalu jaga kesehatan dan mematuhi SOP Penanganan COVID-19."Imbuhnya.

Related Posts:

Riuh Warga Bahas Bansos, Pemuda Tembeng Putik Santunan dan Bakti Sosial

Wanasaba,  SK - Di tengah riuhnya pembahasan bantuan sosial ( Bansos) di Indonesia dan khususnya di Lombok Timur NTB. Pemuda Tembeng Putik Kecamatan Wanasaba Lombok Timur menyibukan diri dengan santunan dan bakti sosial. 

Gerakan santunan dan baksos ini digagas oleh Garda Solidaritas dengan menggandeng kelompok pemuda lainya seperti P2KT,  pemuda Nguyeng serta masyarakat setempat untuk bersama-sama terlibat dalam aksi tersebut.

Adapun rangkaian baksos ini yaitu dengan memberikan santunan kepada anak Yatim,  kaum dhuafa dan juga orang jompo serta aksi gotong royong pembersihan fasilitas umum di desa setempat mulai dari masjid,  sekolah hingga menyasar ke tempat pemakaman umum (TPU).

Rohman Rofiki selaku ketua Garda Solidaritas Tembeng Putik mengatakan bakti sosial ini murni dari swadaya pemuda bertujuan untuk menjawab keluhan masyarakat seperti soal sampah yang menumpuk di TPU. 

"Bakti sosial ini kami lakukan untuk menyelsaikan persoalan sampah di TPU yang ada didesa kami,  yang sampai saat ini menjadi keluhan masyarakat" Jelasnya,  (15/05).

Kemudian besok hari sabtu dan minggu akan kami lanjutkan kembali untuk pemberian santunan untuk anak yatim dan orang jompo", tambahnya

Rofiki berharap kepada Pemerintah Desa agar lebih memperhatikan keluhan masyarakat dan mendukung kegiatan kepemudaan seperti yang ia lakukan bersama kawan-kawanya karena selama ini mereka bergerak dengan cara swadaya", Harapnya.

Related Posts:

Desa Obel-Obel Salurkan Bantuan BLT DD

Pada Bulan Desember tahun 2019 mulai merebak sebuah Pandemi yang menyerang sistem pernapasan manusia, pandemic ini disebabkan oleh suatu virus yang bernama lengkap 2019 novel coronavirus (2019-nCoV). Kasus Covid 19 pertama ditemukan di Kota Wuhan, China pada tahun 2019, dan menyebar ke seluruh negara tidak terkecuali Indonesia. Saat ini wilayah pedesaan juga tidak luput menjadi sasaran amukan Covid-19. Virus ini dapat berpindah dengan cepat dengan beberapa cara yaitu (1) Droplets yaitu virus berpindah melalui udara yang  disertai dengan nafas, pilek, bersin dan batuk. (2) Sentuhan (misalnya berjabatan tangan dengan orang yang terinfeksi atau menyentuh benda yang mengandung virus dan kemudian menyentuh mulut, mata, atau hidung Anda sebelum mencuci tangan), dan (3) dari Tinja.
Sejak diberlakukannya bencana nasional per tanggal 13 April 2020 dan diikuti oleh Perubahan Peraturan Menteri Desa PDTT nomor dari nomor 11 Tahun 2019 menjadi Peraturan Menteri Desa PDTT nomor 6 tahun 2020. Dengan dirubahnya Permendes tersebut maka berubah pula prioritas penggunaan dana desa untuk tahun 2020, yaitu untuk Pencegahan dan Penanganan Covid-19, Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dan penyaluran Bantuan Langsung Tunai bagi masyarakat desa yang terdampak Covid-19.  
Pada hari Rabu, tanggal 13 Mei 2020 yang bertempat di Aula Kantor Desa Obel-obel, Pemerintah Desa Obel-obel menyalurkan Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa yang menyasar ke 177 Kepala Keluarga. Dengan total dana berjumlah Rp.318.600.000,- (Tiga Ratus Delapan belas Juta Enam Ratus Ribu Rupiah) yang akan dibagi menjadi tiga tahap dan selruruhnya bersumber dari dana desa. Penyaluran akan dilakukan tiga kali selama tiga bulan dengan besaran sejumlah Rp.600.000,- per bulan per Kepala Keluarga. Menurut Penjabat Kepala Desa Obel-obel Abdurahman,SH (51) “Bantuan Langsung Dana Desa ini sangat membantu masyarakat Desa Obel-obel, dikarenakan dapat meningkatka daya beli masyarakat ditengah wabah Covid-19 ini”.
Koordinator Pendamping Desa Kecamatan Sambelia, Gusti Aryawan (30) dalam sambutannya menyampaikan bahwa,”Bantuan Langsung Tunai ini merupakan kebijakan Pemerintah Pusat yang digawangi oleh Kementerian Desa, PDTT untuk dapat membantu masyarakat desa yang terdampak secara ekonomi akibat pandemic Covid-19, semoga dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti sembako dan barang-barang primer lainnya”.  
Obel-obel, 13 Mei 2020
I Gusti Ngurah Aryawan A. (Pendamping Desa Pemberdayaan Kecamatan Sambelia) 

Related Posts:

Pemda Lotim Kembali Salurkan Insentif Guru Ngaji

Lombok Timur, SK - Dalam upaya meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama Islam. Pemerintah daerah Kabupaten Lombok Timur, melalui Sekda, Drs. Muhammad Juaini Taofik, M.Ap, mengetahui/disetujui oleh Kabag Kesra, DR. H. Fathurrahman, S.KM, M.AP selaku kuasa pengguna anggaran pada tahun 2020 ini, kembali berikan honorarium (insentif) kepada guru ngaji dan imam Masjid besar di 21 kecamatan se- Lombok Timur.

Sama seperti tahun lalu, guru ngaji yang menerima insentif di Kecamatan Sambelia atas usulan pemerintah desa sebanyak 54 orang. Pemberian insentif ini berlangsung di aula kantor Camat Sambelia, Kamis, 14 Mei 2020.

Masing-masing guru ngaji menerima honor per bulan sebanyak Rp 250.000,- Pemerintah membayarnya per semester (6 bulan) sejumlah Rp 1.500.000,- dipotong PPh 5% (75.000) sehingga masing-masing guru ngaji menerima insentif sebesar Rp 1.425.000,-

Pemberian insentif ini, tentu memberi manfaat besar bagi penerimanya, lebih-lebih di tengah merebaknya virus corona sehingga berdampak luas mengakibatkan masyarakat kehilangan mata pencaharian.

Kasi kesra kecamatan Sambelia, Abdul Rahman mengatakan, pemberian insentif ini tetap mengacu pada protokol penanganan Covid-19. Semua penerima diwajibkan menggunakan masker dan tidak boleh berwakil. Jika ada yang salah nama atau namanya tidak sesuai KTP, maka mereka diminta untuk membuat surat pengantar beda nama dari desa setempat.

"Kuota penerima insentif sama seperti tahun lalu sebanyak 54 orang atas usulan kepala desa," kata Abdul Rahman.

Namun penerima insentif tahun ini lanjut  Abdul Rahman, orangnya berbeda. Bagi mereka yang sudah menerima insentif tahun lalu tidak lagi menerima tahun ini. Pemerintah selektif, memberikan insentif kepada guru ngaji yang belum pernah menerima sama sekali.

Tujuannya adalah untuk pemerataan agar semua guru ngaji bisa merasakan manfaat dari kebijakan pemerintah daerah ini.

Untuk diketahui, di Kecamatan Sambelia, terdiri dari Sebelas desa dan 79 dusun ini, berdiri 108 Musholla dan 55 masjid. Dari 55 masjid ini pemerintah hanya memberikan insentif kepada Imam masjid besar saja (Masjid Al-Amin) Sambelia, sementara yang lainnya tidak.

Untuk anggaran berikutnya berharap kepada pemerintah agar bisa mengakomodir imam masjid lainnya meskipun tidak sebanyak masjid induk. Demikian harapan disampaikan salah satu pengurus masjid yang tidak mau disebut namanya. (Ggar)

Related Posts:

Aliansi Mahasiswa Desa sukarara, Tuntut Transparansi Anggaran Covid-19 dan Data Bansos

Sukarara, SK_ Tidak adanya transparansi pengelolaan anggaran Dana Covid-19 dan Keterbukaan Informasi data penerima manfaat Bantuan Sosial Tunai (BST) Jaminan Pengaman Sosial (JPS), sembako APBD II, PKH, BPNT, dan Bantuan langsung tunai (BLT), aliansi mahasiswa audiensi ke Pemerintah Desa.

Audiensi yang di gelar Aliansi mahasiswa  se-Desa sukarara, kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur, NTB tersebut di gelar pada Rabu, 13/05/2020 di aula Kantor Desa Sukarara.

Dalam acara yang di hadiri oleh Kepala Desa, Sekertaris Desa dan pendamping desa tersebut bahwa pihak desa mengakui kelemahan nya atas keterbukaan informasi publik.

Pihak Pemerintah Desa juga mengatakan Dia belum mampu untuk transparan terhadap anggaran Dana Desa  penanggulangan covid-19 di Desa Sukarara.
 "Kami memang mengakui bahwa  belum bisa memberikan transparansi atas anggaran dana Covid-19, karena kami belum merampungkan APBDes, ungkap Kepala Desa Sukarara Sudirman S.PD pada audiensi tersebut.

Sudirman juga mengakui bahwa Dia bersama Perangkat desa kewalahan dalam melakukan pendataan Bansos, ini disebkan karena banyaknya bantuan sosial akan di terima oleh masyarajat dari berbagai sumber, jelasnya

Sementara itu Kordinator aliansi mahasiswa se-desa sukarara Nurul Ilham
mendesak agar pemerintah desa menyediakan fasilitas untuk mengakses Keterbukaan Informasi. Ia juga mendesak agar pemerintah desa Melakukan transparansi anggaran covid-19 secara akuntable dan partisipatif kepada masyrakat.

Lanjut Ilham menambahkan, pihaknya mendesak untuk pemerintah desa harus mendata orang yang benar-benar layak, serta pemerintah harus memiliki Data Yang failid untuk penerima Bansos tersebut.

Selain itu pihaknya juga meminta agar pihak pemerintah desa memperbaharui dan perbaiki data kependudukan agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari, saat pemerintah akan membuat kebijakan. mengingat data sangat penting dalam perumusan kebijakan, Pintanya.

Pada kesemapatan yang sama ia juga menyampaikan pihaknya akan mengkawal kebijakan desa. "kami Aliansi mahasiswa berkomitment untuk terus mengkawal setiap kebijakan Pemerintah Desa guna  terciptanya Good Goberment", tutupnya. -Ar-

Related Posts:

Desa Aikmel Timur Tetapkan Anggaran Perubahan Untuk Penanganan Covid-19

Aikmel. SK_Pemerintah Desa Aikmel timur menggelar Musrembangdes  RKPDes dan APBDes Prubahan yang, bertempat di kantor desa Aikmel timur.Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur pada Jum'at Malam,08/05/2020.

Sesuai Himbauan dari Kementrian Desa dan  Pembangunan Daerah Tertinggal  dan Transimigrasi bahwasanya  seluruh desa di indonesia untuk melakukan Prubahan RKPDes dan APBDes Yang di Pokuskan penanganan Terjadinya musibah Non alam ini yaitu Virus Corona ( COVID -19) dan di Kecamatan Aikmel sedang Menggelar Musrembangdes di masing-masing desa Mulai tanggal 4 mei-9 Mei 2020 yang di jadwalkan Secara Serentak.

Kepada desa Aikmel timur Rasidi mengatakan "Anggaran yang telah kita habiskan sampai Bulan April ini untuk penanganan Covid -19 ini kurang lebih Rp.53.000.000.00 Desa Aikmel timur untuk anggaran Penangan Covid-19 dan ini kemungkinan akan bertambah jika wabah virus Corona ini masih ada"jelasnya

Adapun Pos Penggunaan Anggaran tersebut di pruntukan pengadaan Sarana dan Prasarana, Pembelian Obat  Penyemprotan Disinfektan,Pengadaan APD untuk masyarakat Berupa Masker,Pembuatan Tempat Cuci tangan Yang di taruh di masing-masing Gank dll.

Susuai  Peraturan Menteri Desa PPDT No. 6 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Desa, PPDT No. 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020.Dimana anggaran salah satunya digunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga terdampak Covid-19.

Peraturannya desa yang memiliki DD kurang dari 800juta alokasi BLT-DD sebesar 25% ,desa yang DD nya antara 800juta-1,2 Milyar sebesar 30% ,serta desa dengan DD lebih dari 1,2 M sebesar 35%.

Peraturan ini yang menjadi dasar hukum  Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD di lakukan, dimana di desa Aikmel timur akan menyalurkan BLT
DD kurang lebih Rp.448.200.000 untuk 249 Penerima Manfaat.

Azwar sebagai Fasilitator di kec.Aikme "Ada beberapa desa yang mampu menyalurkan BLT.DD yang menggunakan Dana Desa Tahap 1 untuk kecamatan.Aikmel di antaranya DesaToya, Desa Kembang Kerang, Desa Kembang Kerang Daya, Desa Kalijaga, Desa Kalijaga Timur dan Satu di Kec.Lenek yaitu Lenek Lauk"Katanya.

dengan adanya Peraturan tersebut terkait dengan pengguaan dana desa Maka pemerintah desa mau tidak mau harus pelakukan prubahan-prubaham terkait dengan program-program RKPDes dan APBDes tahun anggaran 2020 yang di tetapkan pada akhir Tahun 2019 lalu.

Ada 23 item  kegiatan-kegiatan dan program akan mengalami penundaan dan penghapusan di dalam RKPDes dan APBDes serta ada juga kegiatan dan program yang di tambah dan di kurangi porsi anggrannya di antaranya di bidang Pembanguan Desa, bidang Pemberdayaan kemasyaraktan dan Bidang Pemberdayaan.


Zukkifli.S.Sos Sekdes Desa Aikmel timur"Penundaan beberapa item kegiatan yang sudah terencana pada APBDes awal dan anggarannya dialokasikan kepada penanganan kegiatan pencegahan covid-19 serta penyediaan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat terdampak covid-19"ujarnnyaa

Adapaun yang hadir dalam kegitan musrembangdes kali ini di antaranya adalah Kepada Desa Aikmel timur beserta Perangkat dan lembaga yang ada di desa sperti Ketua BPD beserta angggota,Ketua LPM,Ketua Karang Taruna,Toga,Toma dan perwakilan dari prempuan serta di hadiri dari Kasi DPMD kecamatan Aikmel dan Pendamping Desa.

Acara musrembangdes mulia pda pukul 21.00 Wita selesai pada pukul.23.00 Wita setelah di  adanya kesepakatan adanya prubahan dan penetapan RKPDes dan APBDes yang langsung di tetapkan dan di tandatangani oleh kepada desa aikmel timur.(Adhi)

Related Posts:

PCNU dan GP Ansor Islamkan Perempuan Asal Bali dan NTT

Lotim. SK._Tepat pada Malam 17 Ramadhan 1441 Hijriah yang diperingati sebagai malam diturunkannya Al-Qur'an, dua orang perempuan menyatakan diri masuk Islam disaksikan secara langsung oleh pengurus Cabang NU Kabupaten Lombok Timur (09/05).

Pembacaan dua kalimat Syahadat dibimbing langsung oleh TGH. Hilmi Abdul Halim yang merupakan Dewan suriah NU lombok Timur dan disaksikan Ketua Tanfidziah PCNU Lombok Timur TGH. Marwan Hakim Arsyad serta Ketua GP Ansor Lombok Timur Ridwan Sasaki.

Berlangsung di Musholla Al-Muhajrin Dusun Benyer Daya Desa Telaga Waru Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur kedua Muallaf yang berasal dari Bali dan NTT tersebut secara resmi memeluk Islam tanpa unsur paksaan dari manapun dan telah diberikan sertifikat/surat keterangan Muallaf sebagai bentuk pengesahan secara hukum negara.

"Keduanya masuk Islam tanpa ada paksaan dari siapapun setelah mempelajari Islam cukup lama" Jelas TGH. Marwan Hakim.

Ia juga mengatakan setelah masuk Islam nama mereka kita ubah,  Anastasia Anita Bani (26 tahun) yang sebelumnya memeluk Agama Kristen berubah nama menjadi Anastasia Qonita Bani sedangkan Komang Desi Apriani (19 tahun) berubah nama menjadi Desi Apriani Syifa'iah.

Sementara itu Rois Syuriyah PCNU Lombok Timur TGH. Hilmi Abdul Halim yang membimbing ikrar syahadat dua perempuan tersebut berharap supaya keduanya istiqomah dan kekuatan iman dalam menjalankan syari'at Islam.

“Semoga keduanya istiqomah dalam beragama Islam disertai kekuatan iman dan taqwa menjalankan seluruh ajaran Islam sampai ajal menjemputnya”  Harapnya. (Caq Ory)

Related Posts:

BPD Batuyang, Serap Aspirasi Pemuda Tangani Covid-19

Batuyang, SK -  Badan Permusyarawatan Desa (BPD) Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, kabupaten Lombok Timur, NTB serap aspirasi pemuda dusun rancang APBDes perubahan tahun 2020 guna pencegahan COVID-19.

Pemerintah Desa beserta BPD akan melaksanakan perubahan APBDes yang sudah ditetapkan di tahun anggaran sebelumnya untuk penanganan wabah Covid-19 yang sedang dialami.

Musyawarah yang dilakukan oleh BPD pada Sabtu Malam (09/05/2020) bersama para pemuda untuk menyerap apa yang dibutuhkan di setiap wilayah demi menjaga masyarakat agar tidak terpapar COVID-19.

Ketua BPD Desa Batuyang Rusdi Zain mengatakan. Pihaknya akan memberikan 2 item utama yang harus diusulkan oleh para pemuda terkait dengan penanggulangan COVID-19, kedua item itu adalah belanja barang yang dibutuhkan untuk pencegahan dan edukasi ke masyarakat.

"Item utama yang harus diusulkan untuk pencegahan COVID-19 yang kita alami dikarenakan kita sudah zona merah yaitu belanja barang untuk pencegahan dan edukasi masyarakat untuk mengetahui tentang virus ini" jelas Rusdi.

Kegiatan yang dilakukan bersama para pemuda ini untuk menyerap aspirasi dari semua dusun tentang apa saja yang dibutuhkan disetiap dusun untuk pencegahan COVID-19.

Usulan kebutuhan yang dibutuhkan disetiap dusun akan dimusyawarahkan bersama dengan kepala wilayah disetiap wilayah di Desa Batuyang.

"Oleh karena kebutuhan dari setiap dusun berbeda-beda maka silahkan melakukan musyawarah dusun bersama dengan kepala wilayah masing-masing" ujar ketua BPD

Aspirasi yang diusulkan oleh para pemuda yang akan dimusyawarahkan bersama kepala wilayah masing-masing kemudian diusulkan ke ketua BPD akan dibahas lagi dan ditindaklanjuti keinginan para pemuda setiap dusun yang akan dibahas pada MUSDES.

Tekanan usulan yang diusulkan oleh pemuda yang menghadiri musyawarah bersama BPD soal ketahanan pangan masyarakat Batuyang.

Hasil dari musyawarah dusun yang dilakukan paling cepat hari Selasa untuk diserahkan ke ketua BPD. Dan selanjutnya akan di tindak lanjut.

"Musyawarah dusun harus segera dilaksanakan dan hasil dari musyawarah tersebut paling lambat diserahkan hari Selasa". Pinta ketua BPD. (suryadi).

Related Posts:

Cegah Korona, Karang Taruna Desa Pohgading Adakan Edukasi

Pohgading. SK_ Karang Taruna Desa Pohgading Cegah Korona dengan edukasi di jalan, menggunakan sepanduk dan edukasi langsung. Sabtu,09/05/2020.

Giat edukasi  ini dilakukan atas dasar inisiatif Karang Taruna.

Mengingat dampak kasus Virus Korona yang  ada di Lombok Timur yang sudah  ter-komfirmasi sampai saat  ini mencapai 34 orang. 12 orang dalam perawatan dan 22 orang sudah sembuh.

Ketua Karang Taruna Desa Pohgading Yusnan Hadi S. Pd, mengatakan bahwa kegiatan edukasi ini semata-mata untuk  keserisusan kami bersama rekan-rekan Karang Taruna dan Pemerintah Desa Pohgading untuk mecegah mata rantai penyebaran Virus Korona, khususnya di desa kami.

Yusnan menambahkan, kegiatan edukasi ini juga kami akan laksanakan di tiap-tiap Kekadusan yang ada di Desa Pohgading, supaya masyarakat kami lebih paham setelah kita sampaikan edukasi ini.

Pihaknya juga menyampaikan, Dalam hal ini juga, kami dari Karang Taruna juga menginginkan dari masyarakat juga memiliki kesadaran supaya hal yang kita tidak inginkan di desa kita tidak terjadi, seperti adanya orang terkonfirmasi reaktif atau positif virus korona.

Mengantisifasi penyebaran virus sambungnya,
Masyarakat dihimbau untuk tetap jaga kesehatan, jangan lupa olah raga, cuci tangan dengan sabun, keluar harus mengunakan masker, dan tetap di rumah. (Pandi)

Related Posts:

Penyandang Disabilitas Aktor Utama Pada Video ILM Covid-19


Sukron (25) salah seorang penyandang disabilitas dari Desa Ketangga Kecamatan Suka Kabupaten Lombok Timur. Ia akrab dipanggil Kron. Walau dengan keterbatasannya ia mampu berkreasi seperti orang pada umumnya.

Pada produksi Iklan Layanan Masyarakat atau ILM yang diproduksi oleh Speaker Kampung dan PPMN ini melibatkan Kron sebagai aktor utama.

Pada Video ILM ini, keterlibatan Kron sangat inspiratif. Ia mengajak orang-orang memutus rantai penyebaran Covid-19.

Menurut keterangan Chairman Speaker Kampung Hajad Guna Roasmadi alias Etos menuturkan bahwa pelibatan disabilitas ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pada mereka yang pastinya memiliki potensi terpendam.

"Kron punya potensi besar, sayangnya kita acuh dengan kelebihan yang ia milik, sehingga kami coba pada ILM ini untuk ia ikut terlibat, dan hasilnya kren" Jelas Eros.

Kron dimata warga adalah sosok yang humoris dan bermental baja. Ia memiliki talenta dalam hal kesenian. Setiap kegiatan desa ia hadir menjadi penyemangat sekaligus penghibur warga.

Disaat Corona seperti ini, ia ikut ambil bagian untuk sosialiasi dalam pencegahan melawan virus Corona.

Walau orang beranggapan serba kekurangan secara mental. Tapi ia memiliki potensi besar dalam bersosialisasi. Belum lagi sifat relawan yang ia miliki. Setiap kegiatan sosial gotong royong ia pasti hadir.

Kron adalah orang istimewa.
#DukungKreatifitasDisabilitas
Tonton dan bagikan jika Iklan Layanan Masyarakat ini bermanfaat.

https://youtu.be/lCmf-ySu_fw

Related Posts:

Desa Senanggalih Cairkan BLT Dana Desa

Sambelia. SK_Pada Bulan Desember tahun 2019 mulai merebak sebuah Pandemi yang menyerang sistem pernapasan manusia, pandemic ini disebabkan oleh suatu virus yang bernama lengkap 2019 novel coronavirus (2019-nCoV). Virus ini dapat berpindah dengan cepat dengan 3 (tiga) cara yaitu (1) Droplets yaitu virus berpindah melalui udara yang  disertai dengan nafas, pilek, bersin dan batuk. (2) Sentuhan (misalnya berjabatan tangan dengan orang yang terinfeksi atau menyentuh benda yang mengandung virus dan kemudian menyentuh mulut, mata, atau hidung Anda sebelum mencuci tangan), dan (3) dari Tinja. Kasus Covid 19 pertama ditemukan di Kota Wuhan, China pada tahun 2019, dan menyebar ke seluruh negara tidak terkecuali Indonesia. Saat ini wilayah pedesaan juga tidak luput menjadi sasaran amukan Covid-19.
Sejak diberlakukannya bencana nasional per tanggal 13 April 2020 dan diikuti oleh Perubahan Peraturan Menteri Desa PDTT nomor dari nomor 11 Tahun 2019 menjadi Peraturan Menteri Desa PDTT nomor 6 tahun 2020. Dengan dirubahnya Permendes tersebut maka berubah pula prioritas penggunaan dana desa untuk tahun 2020, yaitu untuk Pencegahan dan Penanganan Covid-19, Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dan penyaluran Bantuan Langsung Tunai bagi masyarakat desa yang terdampak Covid-19.  
Pada tanggal 8 Mei 2020 yang bertempat di Aula Kantor Desa Senanggalih, Pemerintah Desa Senanggalih menyalurkan Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa yang menyasar ke 184 Kepala Keluarga. Dengan total dana berjumlah Rp.331.200.000,- (Tiga Ratus Tiga Puluh Satu Juta Dua Ratus Ribu Rupiah) yang berasal dana desa. 

Penyaluran akan dilakukan tiga kali ( 3 bulan) dengan besaran sejumlah Rp.600.000,- per bulan. Menurut Kepala Desa Senanggalih H.M. Suparlan (42) “Masyarakat yang masuk dalam Bantuan Langsung Tunai ini dapat menggunakan uang tersebut dengan berhati-hati khusus untuk memenuhi kebutuhan pokok, supaya masyarakat tidak kebingungan dalam memenuhi kebutuhan khususnya bulan Ramadhan” jelasnya. 

Koordinator Pendamping Desa Kecamatan Sambelia, Gusti Aryawan (30) dalam sambutannya menyampaikan bahwa, ”Desa Senanggalih merupakan Desa Pertama di Kecamatan Sambelia dalam menyalurkan bantuan Langsung Tunai di Kecamatan Sambeli” katanya. 

Tambahnya “Bantuan Langsung Tunai ini merupakan kebijakan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Desa, PDTT untuk dapat membantu saudara-saudara kita yang terdampak secara ekonomi akibat pandemic Covid-19, semoga dapat membantu khususnya untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti sembako, dan jangan lupa berhemat karena kita belum tahu sampai kapan pandemic ini berakhir”.  

Senanggalih, 08 Mei 2020
I Gusti Ngurah Aryawan A. (Pendamping Desa Pemberdayaan Kecamatan Sambelia) 

Related Posts:

Featured Post

Desa Sugian Komitmen Ikuti Lomba Kampung Sehat

Lombok Timur, SK - Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB adalah satu dari sekian banyak desa yang memiliki potensi wisata andal...