Sambelia Salurkan BLT DD Akhir

Lombok Timur, SK- Pemerintah Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia Lombok Timur, salurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap III (akhir) berlangsung di aula kantor Desa Sambelia, pada, Selasa, (30/6/2020).

BLT-DD ini menyasar 316 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari Delapan Kepala wilayah (kadus) antaranya, Gubuk Daya, Gubuk Lauk, Barito, Barko, Mekar Sari, Dasan Tinggi, Mekar Mulia dan Dusun Metro.

Penyaluran BLT-DD ini tetap mengedepankan protokol kesehatan mewajibkan semua Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memakai masker untuk menghindari penyebaran Covid-19 di Sambelia.

Sebelumnya,Kades Sambelia, Ahmad Subandi, SE, menyampaikan beberapa hal yang dirasa penting untuk diketahui masyarakat kaitannya dengan bantuan sosial ini. Mengingat BLT yang bersumber dari Dana Desa (DD) ini sudah berakhir.

Bagi warganya yang sama sekali belum tersentuh bantuan sosial dari pemerintah baik bantuan sembako, BST, BLT dan sejenisnya, Subandi menyarankan kepada warganya untuk segera melapor kepadanya.

"Silahkan datang ke rumah saya jika ada diantara Bapak/Ibu yang merasa sama sekali belum tersentuh bantuan," pintanya.

Sebagai kepala desa yang bertanggung jawab pada masyarakatnya, pada kesempatan itu, Subandi meminta kepada warganya yang baru melangsungkan pernikahan sedangkan namanya masih tercantum di KK orang tuanya, supaya segera membuat KK baru.

"Saya ingatkan kepada masyarakat saya se-Desa Sambelia, apabila ada anaknya yang sudah/baru menikah agar segera melaporkan diri untuk membuat KK baru," terangnya.

Tujuannya adalah ketika ada bantuan sosial seperti ini agar semua masyarakatnya bisa menikmatinya. Penyaluran BLT-DD ini juga di dampingi oleh Babinsa Sambelia, Pelda, Fince Nahak. (Ggar)

Related Posts:

Pemandangan Sampah di Pantai Labuhan Haji

Lotim. SK_Wisata pantai Labuhan Haji, salah satu destinasi pariwisata kabupaten Lombok timur yang terkenal dengan keindahannya di semua kalangan masyarakat.

Keindahan tersebut seketika sirna akibat menumpuknya sampah buangan yang entah dari mana datangnya. Hal demikian, menjadi perhatian setiap elemen masyarakat. Tidak terkecuali dari Lembaga kajian kebijakan dan transparansi (LK2T) Selasa 30 Juni 2020.

Melalui sekertaris Tim, Dedy Wahyudi mengatakan "pantai labuan haji kurang diperhatikan oleh pihak terkait" kata dedi.

"Melihat Kondisi sampah-sampah berserakan di bibir pantai, tentu sangat disesalkan" ungkapnya.

"Dinas Pariwisata sebagai representasi pemerintah kabupaten Lombok Timur harus memberikan sentuhan serta membangun sebuah kesepakatan bersama masyarakat setempat melakukan clean up"sikapnya.

LK2T siap terlibat, kata Sekertaris Tim LK2T, sekaligus Ketua Umum HMI komisariat UGR yang akrab di sapa dedi, "Saya mewakili tim atas nama sekretaris TIM LK2T siap bersinergi untuk melestarikan lingkungan kawasan pesisir pantai yang ada di kabupaten Lombok timur" sikapnya.

"Harapan saya kedepannya semoga pantai labuan haji ini harus tetap diperhatikan dan mempertahankan keindahannya" tutup Dedi. (R_sa)

Related Posts:

Pemuda Pringgabaya Ngembun Ronggo, Temukan Bekas Botol Tuak Dan Brem

Lotim. SK_Ikatan Pemuda Pringgabaya gelar Clean Up (Ngembun Ronggo) di lokasi Wisata Pringgabaya. 10 karung trashbag (karung plastik) terisi penuh oleh sampah pengunjung pantai. Minggu, 28/06/2020.

Sampah-sampah yang berserakan tersebut berasal dari lonjakan pengunjung setiap minggunya. Sampah-sampah tersebut di dominasi oleh sampah plastik.

Minimnya tempat sampah juga menjadi salah satu faktor merebak nya sampah di bibir pantai, sehingga merusak keindahan pantai tanjung menangis.

Salah seorang peserta aksi Clean Up, Juliawan (20) menuturkan sampah yang banyak di temukan adalah sampah yang plastik dari pengunjung yang meninggalkan begitu saja.

Lanjut awan, dalam aksi tersebut dia juga menemukan botol-botol bekas minuman Tuak dan Brem. "Saya kira itu botol air minum biasa, ternyata itu botol tuak dan brem" ungkapnya.

Ketua Ikatan Pemuda Pringgabaya melalui sekertaris Umum Aldi Trisakti mengatakan Pantai ini seharusnya bersih dari hal-hal yang bisa merusak citra pantai Tanjung menangis. Mengingat saat ini pantai tanjung menangis sudah menjadi Primadona di kalangan masyarakat menengah kebawah "ya tentunya ini di buktikan dengan ramainya pengunjung tiap minggu"

Lebih jauh dia mengungkapkan agar pihak yang memiliki wewenang pantai tanjung menangis ini, bisa menertibkan tanjung menangis ini dari Orang yang Minum di pantai ketapang " bila perlu usir , dan jangan kasi masuk ke pantai orang yang membawa minuman keras" Tegas Aldi. Menindak lanjuti temuan-temuan saat ini ke depan kami (red.IPP) akan advokasi agar dibuatkan aturan larangan menjual, membawa, atau meminum di lokasi wisata pantai Tanjung Menangis ke Pemerintah Desa Pringgabaya, Tutupnya.

Related Posts:

Warga Kecam Kebijakan Dikbud Coret Dua Sekolah Dasar di Pringgabaya

Lotim. SK_Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 44 tahun 2019 tentang Penerimaan peserta Didik Baru (PPDB) dan dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur Nomor 188.45/709.1/DIKBUD.i/2020 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2020/2021. Pasal 12 Juklak tersebut berbunyi  Seleksi calon peserta didik baru kelas 7 SMP atau bentuk lain yang sederajat mempertimbangkan kriteria dengan urutan perioritas sesuai dengan daya tampung berdasarkan ketentuan rombongan belajar sebagai berikut :

(a) jarak tempat tinggal  ke sekolah sesuai Zonasi.
(b) Usia sebagaimana dimaksud pasal 7 huruf a.
(c) Nilai hasil ujian SD atau b entuk lain yang sederajat
(d) Prestasi dibidang Akademik dan non  akademik.
Dalam pasal 14 ayat (4) Dalam menetapkan radius Zone, Pemerintah daerah melibatkan musyawarah/ kelompok kerja kepala Sekolah.

Ketentuan-ketentuan tersebut seharusnya menjadi acuan pihak penyelenggara PPDB agar tidak menimbulkan polemik. Namun berbeda halnya dengan langkah yang ditempuh oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur melalui Kepala UPT Dikbud Kecamatan Pringgabaya dalam mencarikan Solusi calon Siswa Baru SMPN 1 Pringgabaya.

Sekolah dengan daya tampung 352 orang (32 orang/Rombel/) atau 11 kelas dan yang mendaftar 420 orang ( kelebihan 82 orang. Kondisi tersebut disikapi dengan mencoret/mengeluarkan dua SDN dari Zonasi SMPN 1 Pringgabaya yaitu SDN 04 Pringgabaya dan SDN 08 Pringgabaya, padahal kedua Sekolah Dasar tersebut sudah ditetapkan masuk Zonasi SMPN 1 Pringgabaya. Dan selanjutnya dua SDN tersebut dimasukkan dalam Zonasi SMPN 5 Pringgabaya yang berada di desa Pringgabaya Utara. Jika dibandingkan jarak antara SDN 04 dan 08 Pringgabaya menuju SMPN 1 Pringgabaya adalah 1100 M, sementara ke SMPN 5 Pringgabaya adalah 2500 M.

Kondisi ini menimbulkan reaksi dan protes  dari Masyarakat di dua lingkungan Sekolah tersebut dan mengancam akan melakukan aksi menolak keputusan tersebut karena dianggab akan merugikan anak-anak dari dua sekolah tersebut. Selain itu masyarakat menganggab keputusan tersebut adalah sepihak dan dilakukan diujung tahapan PPDB.

Menyikapi polemic yang berkembang pada masyarakat Komite SMPN 1 Pringgabaya menggelar Rapat pada hari sabtu, 27 Juni 2020 di Sekretariat Komite SMPN 1 Pringgabaya.

Dalam rapat tersebut telah disepakati dan diputuskan bahwa Komite SMPN 1 Pringgabaya menolak Keputusan Dikbud Lotim melalui Kanit UPT Dikbud Kecamatan pringgabaya atas dikeluarkannya SDN 4 dan SDN 8 Pringgabaya dari Zonasi SMPN 1 Pringgabaya dan meminta kepada Dikbud Lotim agar mengacu pada Permedikbud 44 tahun 2019 dan SK Kadis Dikbud Lotim nomor 188.45/709.1/DIKBUD.I/2020 tentang PPDB. Ini sangat ironis peraturan yang dibuat sendiri malah dikesampingkan.

Guna menindak lanjuti putsan pengurus Komite SMPN 1 Pringgabaya tersebut, maka pada hari Senin tanggal 29 Juni 2020 Komite SMPN 1 Pringgabaya akan mendatangi Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Lombok Timur agar menganulir keputusan atas dikeluarkannya SDN 4 dan SDN 8 Pringgabaya dari Zonasi SMPN 1 Pringgabaya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lombok Timur Judan Putrabaya sangat meyesalkan sikap Kanit UPT Pendidikan Kecamatan Pringgabaya Khususnya dan Dinas Pendidikan Lombok Timur pada Umumnya karena dinilai sangat gegabah dalam mengambil kebijakan.

Seharusnya mereka memahami aturan yang telah mereka terbitkan sendiri, padahal dalam kondisi sekolah kelebihan calon peserta Didik baru telah diatur dalam Permendikbud 44 tahun 2019 dan dituangkan pula dalam Petunjuk Pelaksana PPDB Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim pada pasal 12 hurup a,b,c dan d.

Jadi Panitia PPDB SMPN1 Pringgabaya seharusnya tetap mengacu pada aturan main yang mereka terbitkan sendiri. Mengeluarkan Sekolah yang sudah ditetapkan masuk dalam Zonasi Sekolah yang bersangkutan dalam hal ini Zonasi SMPN 1 Pringgabaya adalah sebuah pelanggaran terhadap ketentuan yang ada, bahkan ada indikasi perampasan atas hak-hak anak untuk mendapatkan tempat pendidikan yang berkualitas. Perkara pada akhirnya ada dianatara dua SDN (SDN 4 dan 8 Pringgabaya-baca ) ada yang tidak lolos tapi peroses PPDB yang dilakukan sesuai ketentuan yang ada dapat difahami, yang sulit diterima adalah Memberangus hak-hak anak dari dua SDN tersebut secara sepihak dan dalam Permendikbud 44 tahun 2019 dan SK Kepala Dinas Pendidikan Lotim nomor 188.45 pada pasal 28 ayat (1) berbunyi dinas Pendidikan Wajib memastikan bahwa semua sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah daerah dalam proses PPDB telah menerima peserta didik sesuai dengan Zonasi yang telah ditetapkan dan ayat (2) berbunyi Dinas Pendidikan dan sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah TIDAK DAPAT menetapkan persyaratan lainnya  dalam proses PPDB yang bertentangan dengan Permendikbud 44 tahun 2019.

Dengan demikian mencoret/ mengeluarkan sekolah dari Zonasi yang telah ditetapkan adalah pelanggaran dan ada ancaman pidananya, karena SDN 4 dan SDN 8 Pringgabaya sudah ditetapkan masuk wilayah Zonasi SMPN 1 Pringgabaya dan berkas-berkas persyaratan calon peserta didik yang berasal dari dua sekolah tersebut sudah diserahkan pada panitia PPDB Zonasi SMPN 1 Pringgabaya, demikian Judan PB kembali menegaskan.

Oleh: Judan Putrabaya

Related Posts:

Baznas Lotim Prioritaskan Bantu Penderita Kronis

Lombok Timur, SK - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, akan lebih memprioritaskan bantuan kepada masyarakat rentan terutama keluarga tidak mampu yang menderita penyakit kronis atau menahun.

Demikian pernyataan disampaikan ketua III Baznas Lombok Timur, Hamzani, SE, pada Jurnalis Speaker Kampung di kantornya, Rabu (24/6/2020).

Hamzani menjelaskan, pemberitaan media sebelumnya banyak menyoroti soal manajemen Baznas yang amburadul. Sehingga mendorong pihaknya untuk terus berbenah lebih baik lagi dalam mengelola uang umat.

Setiap hari katanya, pihaknya banyak menerima proposal namun, proposal itu perlu dipilah terlebih dahulu. Mana yang dianggap urgent itu yang didahulukan seperti bantuan untuk masyarakat yang menderita penyakit menahun (kronis).

"Bagi keluarga tidak mampu serta menderita penyakit kronis, Insya Allah sehari uangnya bisa cair dengan membawa langsung persyaratannya. Kami akan turun langsung menyerahkan bantuan kepada yang bersangkutan," terang Hamzani.

Untuk meminimalisir permainan oknum, disarankan kepada masyarakat terlebih dahulu melengkapi persyaratan yang telah ditentukan.

Persyaratan yang dimaksud adalah, foto copy KTP/KK, surat keterangan tidak mampu dari desa atau camat. Kemudian, surat keterangan sakit dari puskesmas atau rumah sakit diantar langsung ke Baznas.

Jika persyaratan yang dibawa tersebut tidak melampirkan surat keterangan tidak mampu yang sudah ditandatangani Kades atau Camat, maka permohonan tersebut tidak akan bisa dicairkan pihaknya.

"Kita ingin retas permainan oknum agar bantuan tersebut tepat sasaran. Minimal keluarga penderita yang tercantum namanya dalam KK, itu yang akan kami diberikan," tutup Hamzani. (Ggar)

Related Posts:

Warga KLU Tewas di Kos Anjani

Anjani.SK_Seorang pemuda (22) asal Kabupaten Lombok Utara ditemukan tewas terlilit kabel di kamar kos miliknya pada 27/06/2020 di Dusun Anjani Barat Desa Anjani Kecamatan Suralaga  pada pukul 11.00 wita.

Diketahui korban merupakan mahasiswa semester enam  dari salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Kabupaten Lombok Timur.

“Jam sembilan tadi pagi korban masih keluar kamar dan sempat berbicara dengan saya, tapi jam 11 sudah ditemukan tergeletak dilantai dengan leher terlilit kabel.

 Kalau dilihat dari bentuk kamar tidak mungkin korban gantung diri karena tidak ada kayu tempat menggantung di sana” ungkap  Nurhasanah salah satu teman kos korban di lokasi kejadian.

Polsek Suralaga melalui babinkamtibmas wilayah Desa Anjani M. Nasir saat di konfirmasi membenarkan kejadian tersebut, namun sampai siang ini belum diketahui motif tewasnya korban.

"Yang jelas, kasus ini sudah dalam penyelidikan Polres kabupaten Lombok timur" Ujar M Nasir.

Penulis

Related Posts:

Minimnya PHBS Pada Anak, LSD Anjani Turun Ke Sekolah

Lotim.SK_Sosialisasi dan edukasi tentang penerapan perilaku hidup bersih dan sehat  (PHBS) di kalangan anak-anak belum begitu spesifik diperhatikan oleh pemerintah maupun masyarakat.

Perhatian masih di fokuskan ke masyarakat secara umum tidak pernah ada perhatian khusus yang diberikan ke anak anak. Sehingga berangkat dari itu Lembaga Sosial Desa Anjani (LSD Anjani) dalam menanggapi  kondisi  hari ini tidak tinggal diam.

Melalui LSD Goes to School, LSD terjun langsung ke sekolah untuk melakukan edukasi dan sosialisasi bersama tim medis desa anjani.

Sejauh ini  sudah tujuh sekolah di desa anjani  yang sudah di kunjungi  lsd dalam project goes to school nya yang dimulai sejak april 2020 yang lalu.

Pada Kamis , (25/06/2020) LSD mengunjungi  (pendidikan anak usia dini )PAUD Nurul Wathan  yang terletak di dusun banjar manis desa Anjani.

  Sebanyak 48 orang siswa dan puluhan wali murid serta guru  sangat antusias mengikuti edukasi dan sosialisasi yang disampaikan oleh pengurus lembaga sosial desa serta tim medis  desa anjani yang menjadi mitra  LSD dalam project ini.

Kepala Sekolah PAUD Nurul Wathan Anjani, Bapak Jalaluddin, S.Pd.I. tentu sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh LSD Anjani.

“Mengesankan dan inspiratif anak anak muda dengan berbagai macam talenta, ini menjadi kabar baik untuk negeri, terimakasih telah mengunjungi sekolah kami” ujarnya.

Bukan hanya itu LSD juga   mengajak para siswa untuk tidak takut pada virus Corona dan memberikan simulasi serta mempraktikan langsung  cara mencuci tangan serta pemakaian masker dengan baik dan banar, sebagai salah satu bentuk pencegahan agar tidak tertular virus.

Related Posts:

Sekdes Optimis Desa Senanggalih Jadi Desa Maju

Lombok Timur, SK - Desa Senanggalih, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB pada Tahun 2021 optimis akan menjadi desa maju. Demikian dikatakan Sekretaris desa (sekdes) Sugita Jiwantara, pada media ini, Senin, (22/6/2020)

Desa yang memiliki penduduk 740 KK dengan  3.000 jiwa ini memiliki luas 864,95 Ha. Desa ini branding dengan Wisata Anggurnya sehingga, sudah sepantasnya Senanggalih dijuluki Desa Wisata Anggur.

Ketika jurnalis Speaker Kampung bersama Polsek Sambelia, Kades Senanggalih H. Suparlan beserta stafnya turun survey ke lokasi seperti apa kesiapan desa tersebut menuju Kampung Sehat yang digagas oleh Kapolda NTB.

Terbukti usaha produktif, kreatif, inovatif lengkap disana. Seperti Gren Horse yang dibangun di tengah perkampungan warga dikelola secara mandiri memanfaatkan lahan kosong pekarangan rumah dengan bermacam ragam  tanaman hortikultura seperti tanaman  hias, buah-buahan, sayuran yang berkualitas siap menerima pesanan pelanggan.

Pengembangbiakan Sapi, Kambing, Unggas kemudian usaha kerajinan tangan, produksi jamu untuk meningkatkan imunitas tubuh dari serangan virus corona didominasi oleh ibu rumah tangga secara mandiri juga bisa menjadi andalan meningkatkan ekonomi rumah tangga di tengah pandemi.

Meskipun tidak ada perusahaan yang berinvestasi di wilayahnya yang bisa menyerap tenaga kerja atau bisa  menambah Pendapatan Asli Desa (PADes) seperti desa lain, namun Kades Senanggalih tidak pernah merasa kecewa. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memberdayakan masyarakatnya memanfaatkan Dana Desa (DD) yang ada.

Bersama perangkatnya, dia terus bersinergi, membangun kepercayaan masyarakat dengan menggandeng pemuda, tokoh agama dan masyarakat agar sama-sama bergerak membangun desanya. Meskipun diketahui tidak semua niat baik itu akan berakhir dengan baik.

Tidak sedikit juga masyarakat yang dipimpinnya tidak senang dengan gaya kepemimpinannya tapi itu menurutnya hal yang wajar terjadi. Apalagi ketidaksenangan itu masalah politis dan prinsip.

Berkat kerjasama yang baik, dan intens bersama pemuda dan seluruh elemen masyarakat, sehingga segala bentuk usaha yang warga lakukan berjalan dengan baik, terstruktur serta masif apabila pemdes serius mendukung usaha warganya.

Badan Usaha milik Desa (BUMDes) seperti toko BUMDes, PAMDes, KRPL, Internet, diberikan hak pengelolaannya kepada pemuda dan masyarakat sesuai skillnya. Usaha desa yang mungkin sangat menjanjikan keuntungan bernilai ekonomis adalah internet yang mungkin saja desa lain belum mengarah ke sana tapi, Pemdes Senanggalih sudah mengerjakannya.

Nah, usaha ini menurut Sugita Jiwantara panggilan Gito, sudah dilakoni sekitar Enam bulan lalu menggandeng pengurus BUMDes. Aset milik Yuvi.net Labuhan Pandan katanya, dibeli seharga Sepuluh juta dengan sistem kontrak selama dua tahun.

"Pemasangan akses internet ini adalah bagian dari membuka jendela dunia," terang Gito panggilan akrabnya.

Kemudian lanjutnya, masyarakat yang ingin menggunakan jaringan internet di wilayah Senanggalih, harus membeli vocer pada agen. Lima belas (15) orang agen sudah bekerjasama dengan pengurus BUMDes. Sepuluh persen keuntungan untuk agen. Kemudian agen tersebut diberikan hak menggunakan jaringan internet secara gratis.

"Bagi warga luar desa untuk senentara belum bisa kami layani mereka fokus pada warga Senanggalih saja," jelasnya.

Pemasangan jaringan internet khusus di Senanggalih, lanjut Gito, diniatkan untuk mempermudah pemasaran usaha warga secara online atau memanfaatkan media daring. (Ggar)

Related Posts:

Kepedulian Kita Membantu Meringankan Penyakit Tumor Warga Sambelia

Lobok Timur, SK - Miris, Mawardi alias Amaq Ribut, warga Dusun Dasan Tinggi, Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, saat ini tengah berperang melawan penyakit tumor ganas yang diderita sejak setahun lalu.

Penyakit tumor ganas ini menyerang mulut dan hidungnya sehingga dia susah untuk bernapas apalagi makan, sebab bagian bibir dan hidungnya tumbuh daging yang membusuk.

Mawardi panggilan sehari-hari Amaq Ribut (52) termasuk golongan keluarga tidak mampu. Dia tinggal di Rumah Tahan Gempa (RTG) bersama istrinya Salmiah (45) sementara tiga orang anaknya menjadi buruh migran ke Malaysia.

Diceritakan istrinya, setahun lalu suaminya pernah menjalani operasi. Namun tidak berselang lama penyakit tumornya itu kembali kambuh, sehingga terpaksa dia harus dibawa berobat ke RSUP Mataram. Selama di Mataram, sembari menunggu jadwal kemoterapi, dia tinggal di kontrakan dengan biaya sewa 900 ribu.

Menyewa kos sebesar 900 ribu rupiah selama dua puluh hari tentu sangatlah berat dirasakan apalagi dia kategori keluarga tidak mampu. Belum lagi biaya makan dan transportasinya sehingga dia memutuskan untuk pulang sejak tiga hari lalu atas ijin dokter.

"Tadi saya dikasih uang Seratus ribu oleh tetangga biaya bikin bubur. Karena hanya bubur dan air yang bisa masuk ke mulutnya itupun sedikit saja kebanyakan yang tumpah," terang Salmiah, di rumahnya (20/6/2020)

"Sejak Januari lalu, uang yang habis untuk biaya makan, transportasi serta kebutuhan lainnya sebanyak dua belas juta, itu pun dapat pinjaman dan sekarang sudah tidak ada lagi," katanya terlihat sedih sambil mengelus kepala suaminya.

Tapi, beruntung dia memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) sehingga sedikit bisa meringankan biaya pengobatan selama di rumah sakit. Tapi memiliki KIS tidak serta merta bisa mengakomodir kebutuhan hidupnya. Semenjak suaminya sakit, dia tidak bisa keluar mencari rezeki, karena harus merawat suaminya.

Program BLT-DD memang dia dapatkan selama tiga bulan, tapi itu jauh dari cukup. Sehingga dia berharap kepada pemerintah melalui dinas terkait atau lembaga peduli kemanusiaan lainnya supaya sedikit memberi perhatian kepada keluarga ini.

Untuk sementara menunggu jadwal kemoterapi berikutnya, pada 3 Juli mendatang, melihat kondisi fisiknya tidak berdaya keluarganya memutuskan membawanya ke Puskesmas agar bisa ditangani secara medis. (Ggar)

Related Posts:

Desa Bebidas Tingkatkan Pendapatan Asli Desa

Pemerintah Desa Bebidas Mengadakan Acara Launching Dan Penandatanganan Kerjasama Penanaman Alpukat Dengan Masyarakat Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur, pada Minggu (21/6/20). Penandatangan kerjasama ini disaksikan Oleh Wakil Bupati Lombok Timur H. Rumaksi, Kelompok Peduli Lingkungan, Kepala Desa Bebidas, Camat Wanasaba, Ketua BPD dan Kepala Balai TTNGR. Acara ini di lanjutkan dengan penanaman alpukat secara simbolis oleh Wakil Bupati Lombok Timur H.Rumaksi.

Acara ini merupakan program yang telah lama dicanangkan  oleh Pemerintah Desa Bebidas namun terhalang oleh kondisi Covid 19. Tantangan desa dalam menghadapi segala bentuk permasalahan tentu perlu mengambil langkah yang tepat untuk  menyelesaikan segala persoalan, Dengan dana desa yang kecil dibandingkan dengan luas wilayah dan jumlah penduduk desa bebidas perlu adanya inovasi didalam meningkatkan pendapatan asli desa tentu dengan melihat potensi-potensi desa. Untuk itu program penanaman alpukat Ini dirasa dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan  meninkatkan pendapatan asli desa, dimana sebanyak 20.000 bibit pohon alpukat ini akan ditanam di tanah warga dan sepanjang jalan Desa Bebidas.
Kepala Desa Bebidas Harmaen menerangkan “ dalam program penanaman alpukat ini yang lebih penting adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pendapatan asli desa, penanaman alpukan akan dilakukan ditanah-tanah warga  yang tidak termanfaatkan kemudian di sepanjang jalan Desa Bebidas dan akan menjadi aset besar desa selama 4 sampai 5 tahun kedepan”, selain itu pemerintah desa akan memberikan warga bibit dengan mengambil 12% dari keuntungan hasil panen alpukat“, Harmaen juga menambahkan  program ini sangatlah sederhana, alpukat didesa Bebidas tidak perlu dirawat  hanya tingal menanam saja  sebab tanah kita di Desa Bebidas sangatlah subur. penanaman alpukat ini sebagai peningkatan pendapatan masyarakat dan pendapatan asli desa  untuk menuju desa yang mandiri. sebesar 30 persen luas wilayah kecamatan wanasaba berada di desa bebidas termasuk jumlah penduduk sehingga dana desa tak cukup namun berkat sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah desa masyarakat tidak menuntut.



Sementara itu Wakil Bupati Kabupaten Lombok Timur H. Rumaksi Mengatakan “Penanaman alpukat disepanjang  jalan desa ini sangatlah luar biasa dan memanfaatkan tanah pekarangan dengan sebaik-baiknya ini akan sangat luar biasa. apabila ini menjadi projek di seluruh Kabupaten Lombok timur  dan dapat dikembangkan oleh desa-desa se Kabupaten Lombok  Timur  dapat membantu pelstarian linkungan dan dan udara benar-benar bersih dengan adanya pohon yang dilestarikan selain meningkatkan pendapatan asli desa”.(Wa)




Related Posts:

Jurnalis Warga Komitmen Soroti Kawasan Tanpa Rokok

Lombok Timur, SK - Berbicara tentang rokok dan perokok memang tidak akan pernah ada akhirnya. Mengingat sebagian dari rakyat Indonesia perokok aktif, mulai dari kalangan masyarakat ekonomi kelas bawah, menengah hingga sekelas pejabat pun ada yang merokok.

Jadi tidak heran apabila media komunitas Speaker Kampung terus mengangkat isu ini ke permukaan mengingat target rokok ini kebanyakan menyasar anak muda dan pelajar.

Isu Kawasan Tanpa Rokok (KTR) beberapa hari lalu pernah diangkat dalam program Dialog Khusus Selaparang TV dengan tema Corona dan Rokok, menggandeng aktivis anti rokok dan Sekretaris IDI Lombok Timur.

Kemudian, pada Jum'at (19/6/2020) Jurnalis Speaker Kampung, kembali adakan mentoring online membawa isu yang sama. Dengan isu KTR, mengundang penggiat media komunitas

Dialog virtual menggunakan aplikasi zoom dengan moderator, Rian Arsyad, bersama jurnalis Speaker Kampung, aktivis anak dari Gagas serta mahasiswa dari UMM.

Untuk itu, sebagai Media Warga, Speaker Kampung dari awal berkomitmen untuk terus memprovokasi pemerintah agar perda KTR tersebut bisa dijalankan, tidak hanya sebatas di atas kertas.


Menyikapi fenomena seperti itu, aktivis anak dari Gagas Foundation, Mataram, Halid, menjelaskan, kita ini katanya ibarat Mobil pemadam kebakaran (Damkar) sudah terbakar baru kita eksekusi.

Kenapa pemerintah termasuk orang tua dan tenaga pendidik tidak berusaha melakukan pencegahan lebih awal sebelum terjadi. "Kita tau sasaran sponsor rokok ini terbanyak adalah anak muda dan pelajar," kata Halid.

"Pangkas akar permasalahannya, kekuatan kata-kata mampu mengedukasi anak-anak. Jangan pernah copy paste kebiasaan orang tua merokok," tambah aktivis muda asal Kota Praya ini.

Begitu pun dikatakan Sukron, aktivis Lentera Anak yang juga anggota Gagas. Bersama teman- teman aktivisnya,  pernah mengajukan harga rokok dinaikkan berlipat-lipat. Tujuannya supaya masyarakat tidak lagi membeli/konsumsi rokok pabrikan tapi, lagi-lagi bagi perokok aktif nyatanya itu tidak ada efeknya.

Merk rokok familiar, dikenal konsumen akan rasanya kata Fikri, bisa saja dinaikkan harga jualnya, tapi produsen rokok pinter. Mereka akan mengeluarkan merk rokok baru dengan kemasan baru, harga terjangkau kemasannya bisa menghipnotis mata konsumen sehingga membuat orang tertarik untuk membelinya.

Apapun jurus yang dikeluarkan perusahaan rokok, aktivis anti rokok yang peduli generasi penerus bangsa, tidak akan pernah diam. Mereka akan terus melakukan provokasi kepada pemerintah agar perda KTR ini bisa benar-benar dijalankan sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. (Ggar)

Related Posts:

Gawe Repah Sasak, Solusi Cegah Korupsi Dana Desa

OLEH: RIAN ARSYAT
Enam tahun sudah perjalanan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Berbagai macam temuan pun telah banyak di temukan dalam pengimplementasian undang-undang desa ini. mulai dari temuan keberhasilan sampai pada temuan-temua terburuk yang mencekam. Dari segi baik, banyak desa yang semakin maju dan sejahtera. Dan pada sisi negatif nya, banyak di temukan penyalahgunaan kewenangan, bahkan pada penemuan extraordinari crime (kejahatan luar biasa-red). Kejahatan-kejahatan ini semakin meningkat setelah di anggaran nya Dana Desa dari pemerintah pusat. Tetapi sangat di sayangkan,bukan temuan keberhasilan yang banyak, justru temuan-temuan tentang keburukan yang terbanyak. Sebut saja banyak kasus korupsi dana desa yang terjadi.
Banyak nya kasus korupsi yang terjadi tentu di akibatkan adanya satu nilai luhur yang di lupakan oleh pmerintah desa dalam penyelenggaran pemerintahan. Dalam undang-undang desa di jelaskan bahwa desa di berikan kewenangan dan hak untuk menyelenggarakan pemerintahan nya sesuai dengan kearifan lokal. Hal itu jelas di atur dalam pasal 24 UU No 6 Thn 2014, bahwa penyelenggaran  pemerintah desa berdasarkan atas; kepastian hukum, tertib penyelenggaran pemerintahan, tertib kepentingan umum, keterbukaan, proporsional, profesional, akuntabilitas,efektifitas, kearifan lokal, keberagaman, dan partisipatif. Secara teoritis UU desa sudah mengatur tentang penyelenggaran pemerintahan berasaskan good governance. Akan tetapi nihil pada implementasi
Mungkin saat ini pemerintahan desa sudah banyak melaksanakan pemerintahan desa berasaskan good governance, tetapi sedikit sekali pemerintahan desa yang dalam implementasi pemerintaha  menggukan pendekatan kearifan-kearifan lokal, keragaman budaya serta partisipasi masyarakat yang ada. 

sehingga nilai-nilai luhur dan jati diri yang dimiliki oleh setiap individu bahkan masyarakat semakin tergerus. Maka tidak heran banyak terjadi kasus-kasus penyalah gunan wewenang atau bahkan korupsi berjamaah oleh kepala desa dan perangkat desa. Kita boleh modern tetapi tidak boleh melupakan ajaran-ajaran yang memiliki nilai luhur tinggi di atas moderisasi itu.

Implementasi pemerintahan melalui GAWE RAPAH !
Pada dasarnya jauh sebelum istilah good governance berkembang, praktek pemerintahan yang akuntable, transparansi, kesetaraan atau berkeadilan, serta rule of the law sudah di praktikkan oleh masyarakat sasak tetapi dalam konstruksi yang berbeda. Istilah itu disebut dengan Gawe Rapah.
Kata Gawe Rapah berarti pertemuan besar atau rapat, sedangkan istilah rapah berasal dari Arab yang berarti kedamaian. Jadi Gawe Rapah adalah sebuah pertemuan secara berkala antara pemimpin dan rakyatnya dalam rangka mencari solusi atas berbagai persoalan yang ada, mulai dari kasus yang terjadi antar individu, kelompok samapai pada setiap kebijakan-kebijakan pemerintahan yang dinilai merugikan masyarakat atau yang tidak pro terhadap masyarakat.
Tradisi ini biasanya dilakukan satu kali dalam setahun, yang tujuannya tentu untuk merumuskan suatu kebijakan yang akan di bentuk oleh pemimpin.gawe rapah ini dihadiri dari berbagai elemen masyarakat, dari tingkat RT, Tokoh Pemuda, Tokoh agama, dan tokoh adat. Dalam gawe rapah ada beberapa sesi acara, anataralain  sebagai berikut
Sesi pertama, Ngenduh Rerasan (penyampaian aspirasi). Ngenduh rerasan merupakan proses penyampaian aspirasi oleh masyarakat kepada pemimpin, agar apa yang menjadi problem dimasyarakat dapat dijadikan sebagai formulasi membuat kebijakan. Pada sesi ini masyarakat di berikan untuk menyampaikan segala keinginan nya, tentang apa yang ingin di bangun yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada umum nya. Masyarakat juga di berikan kesempatan untuk menyampaikan keritikannya ke pemerintah.
Sesi kedua, Gundem (merancang kebijakan). Merupakan proses dimana masyarakat di berikan kesempatan untuk mengusulkan solusi dari akar masalah yang terjadi, atau pemerintah mencoba memberikan tawaran  kepada masyarakat cara untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di masyrakat.
Sesi ketiga, Sangkep (Penetuan kebijakan). Sesi ini pemimpin akan memutuskan kebijakan yang tepat untuk di putuskan dari sekian banyak rumusan kebijakan yang di tawarkan baik oleh masyarakat atau pemimpin. Keputusan ini tentu tidak serta merta hanya pemimpin yang berhak, tetapi keputusan ini adalah keputusan atas dasar kesepakatan bersama warga masyarakat.
Sesi terahir, keempat yaitu membuat awik-awik (Rule Of Law). Awik-awik adalah produk hukum yang di buat oleh masyarakat. Baik tentang aturan tentang kebijakan serta punisehment (sanksi) yang akan di berikan apabila ada pelanggaran janji kesepakatan atau kebijakan yang telah di sepakati tersebut. Aturan ini bukan saja mengikat masyarakat tetapi juga mengikat pemimpin.
Dari proses itu, semua element harus tunduk atas kesepakatan yang di bangun bersama. Pemimpin dan masyarakat memiliki status yang sama di mata awik-awik. Sanksi yang di buat akan sama di berikan kepada pelanggar kebijakan tersebut tanpa pandang bulu, golongan dan jabatan.
Bukan saja soal perumusan kebijakan, digawe repah pemimpin juga meberikan informasi kepada masyarkat tentang program yang sudah dilaksanakan dan apa hambatan nya. Digawe repah  pemerintah memberikan laporan pertanggung jawabannya kepada masyarakat. Masyarakat berhak bersuara, menolak, mengecam bahkan sampai pada memberikan keritik-keritik pedas pada pemimpin, tetapi tetap dengan mengedepankan adab serta menggunakan bahasa yang baik, santun dan halus.

Gawe Repah Solusi Pencegahan Korupsi Anggaran Dana Desa
Kita tidak akan menjadi orang kolot, kuno, atau bahkan konservatisme apabila menggunakan kembali sistem itu. Hari ini mengapa banyak terjadi penyelewengan dana desa, kerena salah satu sebabnya adalah kita menghilangkan spirit nilai-nilai luhur kebudayaan yang di wariskan kepada kita oleh nenek moyang.
India bisa maju, dan terbebas dari korupsi sebab guru besar India Mahatma Ghandi mengajarkan kepada petinggi negara untuk selalu kembali kepada nilai-nilai dasar kehidupan yang di wariskan nenek moyang bangsa india.nilai itu adalah Satyagraha (jalan kebenaran), Ahimsa (tanpa kekerasan), Swadesi (Swadaya).

Maka hari ini, kita juga harus kembali kepada ajaran-ajaran tentang pemerintahan yang di wariskan oleh nenek moyang. Contoh saja sistem gawe repah ini. Didalamnya banyak terkandung nilai-nilai yang tidak bisa di temukan dalam teori-teori negara luar yang kita adopsi dalam tata kelola pemerintahan. Kita anggap itu kolot, kuno dan harus berevolusi. Sehingga kita terjebak pada labirin gelap karya kolonial. Kita tidak sadar bahwa good governance  adalah buah karya dari kapitalis kolonial.

Dengan sistem gawe rapah, masyarakat dapat terlibat aktif dalam perumusan kebijakan. Masyarakat sekaligus di posisikan sebagai perancang kebijakan, pembuat kebijakan, pengawas kebijakan bahkan pada pengimplementasian dari kebijakan. Tentu ini tidak akan berat dilaksanakan, sebab setiap kebijakan itu di hasilkan atas dasar kesepakatan bersama yang di putuskan dalam Sangkep di balai rapah.

Gawe rapah syarat akan makna, mengandung tata kelola pemerintahan yang baik, transparansi, akuntable, berkeadilan serta melahirkan rule of the law sesuai dengan jati diri masyarakat. Hal yang harus digaris bawahi ialah komitmen masyarakat tidak dapat disamakan dengan komitmen pemerintah atau politisi. Komitmen masyarakat di tempatkan pada nilai yang tertinggi. Sebab mengingkari keputusan bersama berarti telah menghinakan diri sendiri.Bagi masyarakat awik-awik bukan sekedar hukum, meski tidak tertulis sebagai mana undang-undang.  Masyarakar bukan tipe pengobral janji sebagaimana janji manis politisi saat kontelasi politik. Ketika asas-asas dalam gawe rapah di terapkan, bisa kita pastikan bahwa ini dapat menekan penyalah gunaan kekuasan, kewenangan, dan Korupsi Kolusi Nepostisme di desa.

Penulis: Jurnalis Warga dan Kader  SANTRI (Sekolah Anti Korupsi)

Related Posts:

Mempertanyakan Macan Kertas Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR)


Oleh: Rian Arsyat.
Indonesia Adalah Semacam Firdaus-Jannatu-Na’im
Sangat Ramah Bagi Perokok,
Tapi Tempat Siksa Kubur Hidup-Hidup Bagi Orang Yang Tak Merokok,
Di Balik Pagar Smu Murid-Murid Mencuri-Curi Merokok,
Di Ruang Kepala Sekolah Ada Guru Merokok,

Di Kampus Mahasiswa Merokok,
Di Ruang Kuliah Dosen Merokok,
Di Rapat Pomg Orang Tua Murid Merokok,
Di Perpustakaan Kecamatan
Ada Siswa Bertanya
Apakah Ada Buku Tuntunan Cara Merokok.

Penggalan puisi karya Taufik Ismail itu merupakan gambaran realitas sosial yang terjadi saat ini. betapa mengerikannya kondisi generasi anak anak negeri yang sudah banyak teracuni oleh rokok. Iklan-iklan menjarah semua tempat, sekolah, Fasilats kesehatan, media televisi, internet, hingga media sosial, tak ada yang terlewatkan dari iklan rokok. Belum lagi iklan rokok yang menyelinap di event-event balap mobil, sepak bola, bahkan nyata masuk melalui pendidikan dengan jurus beasiswanya. Seolah para produsen rokok ini baik, perhatian terhadap atlit, pedndidikan dan lainnya. Padahal itu hanyalah strategi syitan Marketing produsen rokok untuk mengiklankan rokok kepada generasi anak negeri.

Belum lagi kita menghitung model iklan rokok yang dengam murah di jual. Spanduk-spanduk, baliho-baliho terpampang jelas di depan mata anak negeri. Yang paling di sasar adalah anak-anak Sekolah Menangah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) bahkan pada tingkat Mahasiswa. Di jalan-jalan jalur pendidikan berjamur iklan rokok. Sehingga sejauh mata memandang yang kita lihat bukanlah keindahan taman kota atau taman-taman jalan, tetapi yang tampak adalah gambaran kehancuran abak negeri.

Tercata jumlah perokok di kalangan anak-anak di indonesia cukup tinggi. Bahkan setiap tahun mengalami peningkatan. Data kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (PPPA)RI,  menyebutkan di tahun 2018 saj ada 9,1 Persen anak usia 10-18 tahun di indonesia merupakan perokok aktif. Dengan 2,1 persen anak-anak sudah mengenal rokok sebelum usia 14 tahun.  Tentu angka ini akan terus meningkat apabila tidak adanya penanganan yang secara serius untuk di lakukan oleh pemerintah. Bahkan di prediksi pada tahun 2030 mendatang perokok anak akan ,emcapai angka 15,8 juta atau 15,91 persen  data ini sesuai dengan proyeksi Bappenas Tahun 20018.

Pemerintah memang telah berupaya untuk melawan promosi rokok ini dengan menerbitkan Peraturan bersama tiga kementerian dalam merumuskan regulasi soal Kawasan Tanpa Rokok, ketiga kementerian itu ialah Kemenkes, kemendagri dan kementerian Pendidikan, yang kemudian di lanjutkan oleh pemerintah daerah untuk membuat regulasi yang sama yang kita kenal dengan istilah Perda kawasan tanpa rokok (Perda KTR).  

Macan Kertas Perda KTR?
Perda KTR merupakan suatu regulasi yang di buat untuk mengatur tentang area, ruang ataupun tempat-tempat larangan untuk merokok, mengiklankan rokok, memperoduksi rokok, dan menjual rokok ataupun produk tembakau lainnya. Di nusa tenggara barat Perda KTR di bentuk pada tahun 2014. Sejak terbentuknya perda tersebut NTB memberlakukan KTR di beberapa fasilitas umum. Di taman-taman kota, kantor-kantor publik, pusat kesehatan, sekolah dan lain sebagainya.

Tapi mari kita lihat fakta lapangannya, apakah sudah terlaksana susuai yang di amanatkan oleh regulasi tersebut? Jawabannya tentu tidak, mengapa? Karena masih banyak kita temudak di depan-depan sekolah warung-warung menjual rokok kepad usia anak. Di warung-warung juga masih ada spanduk-spanduk promosi rokok, bahkan mirisnya di sebutkan harga ecerannya. Bukan saja pedagang, para guru juga masih banyak kita temudkan yang merokok di dalam kelas saat jam sekolah, atau merokok di ruang guru, di depan halaman ruang guru. Padahal sekolah adalah area terlarang menjual, mempromosikan, apalagi merokok. Bahkan sekolah dilarang untuk membuat ruang atau area bebas rokok pada perda KTR nomor 3 tahun 2014.

Bukan saja di sekolah, di pusat kesehatan masyarakat (PUSKESMAS) pun masih bergentayangan iklan rokok dan orang merokok. Di warung samping kanan puskesmas ada pedagang rokok. Bahkan faktayang penulis temukan ada perawar merokok di area pusksesmas. Padahal puskesmas adalah area yang bisa di katakan haram untuk merokok. Tapi masih saja kita temukan banyak oknum perawat yang merokok. Kalau ditanya apa faktornya, jelas ini soal ketegasan dalam menerapkan regulasi KTR tidak ada oleh menejemen  puskesmas.

Dalam perda tersebut juga di sebutkan langkah apa yang harus di lakukan oleh pihak yang memiliki kewenagan dalam melaksankan perda KTR itu. Salah satunya daalah melakukan pembinaan, pengawasan dan sosialisasi. Fakta lapangan menunjukan bahwa pengawasan, pembinaan tidak banyak dilakukan baik oleh petrugas kesehatan ataupun oleh perangkat daerah yang memiliki keterkaitan dalam perumusan kebijakan soal kawasan tanpa rokok. Tak jarang kita temukan oknum petugas kesehatan ataupun pihak yang memiliki kewenangan menindak perokok di area KTR juga merokok, bahkan meminjam korek pada warga yang merokok di area KTR itu.

Bisa kita katakan komitmen pemerintah inkonsisten dalam menrapkan regulasi itu. Pemerintah tidak sugguh-sungguh dengan apa yang di buatnya. Tidak heran pula mengapa banyak anak merokok, dan terus kan mengalami peningkatan. Faktor itu adalah orang-orang yang memiliki kewenangan untuk menegakkan perda tersebut justru sebagai pelaku. Bisa dikatan regulasi itu hanyalah bentuk pengguguran dosa pemerintah. Kemudian regulasi itu hanya kertas biasa yang tidak memiliki power.

Semestinya ketika dikatakan bahwa perda KTR ini adalah macan kertas, maka regulasi ini harus menindak siapapun tanpa pandang bulu. Regulasi ini harus sangar sebagaimana orang-orang menyematkan pada namayan. Jangan hanya di tempel di dinding-dinding bisu. Jika perlu tempat-tempat publik di buatkan pengumuman secara audio yang di putar secara berkala di tempat tersebut. Jangan hanaya bandara yang memiliki coice costumer service untk memanggil penumpang. Fasiltas publik juga perlu di buatkan hal itu untuk menertibkan para perokok. 

Related Posts:

Perda KTR Sebatas Kertas, Surga Firdaus Bagi Para Perokok

Lombok Timur, SK- Peraturan daerah yang dikeluarkan pemerintah melalui Perda Nomor 3 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) hanya sebatas peraturan. Namun pada implementasinya, pemerintah terlihat seakan tidak serius menjalankan regulasi yang dibuatnya.

Untuk mengangkat isu tersebut, LPP Selaparang TV, pada (16/6/2020) bekerjasama dengan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) dan IDI Lombok Timur, mengadakan dialog khusus menghadirkan dua orang narasumber. Diantaranya, Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Lombok Timur, Dr. Ade Anugerah Aryana dan satu lagi aktivis anti rokok asal Suela Lombok Timur, Hajad Guna Roasmadi, SH atau akrab dipanggil bang Eros.

Dialog khusus yang dipandu oleh presenter SelaparangTV, Shima Ristha, sebelumnya di awali pembacaan puisi oleh Rian Arsyad, karya Taufik Ismail dengan tajuk "Tuhan Sembilan Centi". Puisi yang dibacakan oleh aktivis sekaligus Jurnalis Speaker Kampung asal Pringgabaya ini narasinya tentu erat kaitannya dengan rokok atau perokok.

Mengangkat isu tentang perokok atau larangan merokok tentu banyak menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Terutama mereka yang menjadi perokok aktif. Namun isu ini harus diangkat melihat begitu banyaknya anak-anak Indonesia terutama para pelajar yang menjadi sasaran produsen rokok.

Sekretaris IDI Lotim, Dr. Ade Anugerah Aryana mengakui, banyaknya masyarakat yang menjadi perokok aktif itu katanya sebuah realita. Zat adiktif berbahaya yang terkandung dalam rokok tersebut seperti tar, nikotin, karbon monoksida bisa menyebabkan kerusakan pada sistem pernapasan.

Lebih jauh Dokter Ade menjelaskan, zat berbahaya yang membuat orang ketergantungan dengan rokok adalah zat nikotin. Apalagi katanya, mereka yang sudah terbiasa merokok dalam jangka waktu yang cukup lama. Tidak ada keinginan serius dalam dirinya untuk mau berhenti merokok.

"Adanya zat nikotin yang membuat orang sulit untuk berhenti merokok apalagi merokok dalam jangka waktu yang cukup lama," jelasnya.

Melihat fenomena seperti ini sehingga menimbulkan rasa prihatin akan bahaya merokok ini lebih-lebih pada anak. Efek rokok ini lanjutnya tidak akan terlihat dalam hitungan hari atau bulan tapi, bertahun-tahun. Efek negatif ketergantungan merokok ini bisa menyerang saluran pernapasan.

Menjadi aktivis anti rokok menurut Eros memang sangatlah berat. Melihat akan banyak suara sumbang yang akan terdengar dari orang-orang yang memang perokok sejati. Tapi yang jelas, tujuan mengkampanyekan anti rokok ini semata-mata untuk mengantisipasi kebiasaan merokok pada generasi penerus terutama para pelajar.

"Orang tua meminta tolong pada anaknya untuk membeli rokok secara tidak langsung, orang tua tersebut mengajari anaknya untuk merokok," jelasnya.

Mulai awal berdialog tentang rokok ini saja sudah ada netizen yang mencibir. Bahkan ada yang mengatakan "Merokok pun mati, tidak merokok pun mati, jadi apa salahnya orang merokok kok gak ada topik lain ya," komentar Putra Andika.

Netizen lainya bernama Rongak ongak mengatakan "Saudara saya 50 th sudah merokok tapi semakin sehat, bila dia tidak merokok, ia malas," tulisnya.

Berbicara masalah rokok ini memang penuh dilematik. Sebagai aktivis anti rokok tidak sedikit yang mencibir. Disisi lain orang tua akan merasa dibantu apabila anaknya yang masih sekolah tidak merokok. Uang sakunya bisa ditabung untuk membeli kebutuhan yang lebih bermanfaat.

Perda KTR juga sudah jelas melarang siapapun merokok di fasilitas tertentu seperti di kantor, rumah sakit, puskesmas, sekolah atau instansi pemerintah dan tempat umum lainnya. Aturan ini lanjutnya hanya sebatas formalitas saja.

"Dalam hal ini butuh kesadaran dan ketegasan pemerintah. Kampanye anti rokok pada fasilitas publik harus digerakan tidak hanya sebatas regulasi," terang Eros.

Jika mengacu pada perda KTR, pemerintah selaku pembuat kebijakan, seharusnya proaktif menggerakkan kampanye anti rokok. Pemerintah setidaknya menyiapkan ruang khusus bagi para perokok aktif agar asap rokok itu tidak mempengaruhi atau berdampak pada perokok pasif. (Ggar)

Related Posts:

Jangan Lakukan Ini Jika Tidak Ingin Anaknya Menjadi Perokok

Lotim. SK_Meskipun terdapat peraturan batasan usia untuk mengkonsumsi rokok, bukan berarti bisa menghindarkan anak-anak dari barang yang satu itu. Karena tak sedikit orang yang sudah mulai mencoba merokok sejak anak-anak.

Mengutip pernyataan Dr. Anugerah Ade Aryana selaku Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI)  Kabupaten Lombok Timur, menurutnya ada beberapa faktor yang menyebabkan fenomena anak-anak merokok terjadi,  salah satunya ialah karena tidak ada aturan batasan usia untuk membeli rokok, berapapun usia pembeli akan tetap diberikan oleh penjual rokok.

"Biasanya yang menyebabkan hal itu terjadi karena tidak aturan untuk membeli rokok,  berapapun usianya akan tetap dikasih untuk membeli oleh penjual" Kata Dokter Umum yang tugas di RSUD Labuhan Haji tersebut pada saat acara Talkshow  Selaparang TV (16/06).

Ia juga mengatakan bahwa efek dari rokok itu akan tidak terlihat waktu dekat,  namun efeknya akan terlihat dalam jangka waktu yang panjang karena semakin dini orang mulai merokok dampaknya juga akan lebih berbahaya bagi tubuh.

"Efeknya tidak terlihat dalam hitungan hari, atau htiungan bulan setelah bertahun-tahun efek dari asap rokok ini akan mulai berdampak pada saluran nafasnya dan juga paru-paru" tambahnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama aktivis anti rokok yang merupakan Chairman Speaker Kampung mengatakan berdasarkan hasil pengamatan dan peliputan jurnalis warga,  selama ini para orang tua sebenarnya tidak sadar secara tidak langsung mereka sudah mengajarkan anak-anaknya merokok hanya dengan menyuruh mereka untuk membelikan rokok.

"Secara tidak langsung kita sebagai orang tua telah mengajarkan anak-anak kita merokok hanya dengan menyuruh mereka membelikan kita rokok,  dengan begitu secara tidak langsung mereka mengenal merek-merek rokok" Terang Pria yang akrab dipanggil Eros tersebut.

selain itu ia juga menyinggung soal regulasi yang ada saat ini,  peraturan daerah tentang kawasan tanpa rokok (KTR) selama ini hanya sebatas formalitas belaka,  hal tersebut dikatakanya tidak dibarengi dengan pengawasan dan sosialisasi yang masif oleh Pemerintah Daerah, "tambahnya. (Sanusi Uci)

Related Posts:

Tinjau Kondisi Wisata, Sapana Propok Akan Dibangunkan Mushalla

Wanasaba, SK Setelah sebelumnya melakukan  peninjauan jalur pendakian savana propok untuk menyambut new normal , hari ini (16/06) Pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Dinas PUPR bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba meninjau lokasi untuk pembangunan fasilitas umum yang berkaitan dengan kebutuhan pengunjung yang berwisata ditempat tersebut.

Dari peninjauan tersebut pihak TNGR dan Pokdarwis rencananya akan membangun  musholla dan juga pos di pintu masuk menuju Savana Propok dan juga Bukit Kondo

Pokdarwis selaku pengelola tempat ini berharap setelah adanya fasilitas tersebut dapat memberikan rasa nyaman dan aman para wisatawan yang berkunjung serta berdampak positif pada sektor pariwisata khususnya di Kabupaten Lombok Timur.

"Kami berharap setelah adanya fasilitas penunjang seperti musholla dan juga pos dipintu masuk ini para pengunjung semakin nyaman dan aman" harap Zulkarnaen,  selaku ketua Pokdarwis Bebidas.

Ia juga mengatakan dengan akan dibangunya fasilitas tersebut menjadi awal  yang baik antara TNGR dengan Pokdrwis,  tanpa menguntungkan dan juga merugikan sepihak, mengingat selama ini Savana Propok ramai dikunjungi dan dikenal banyak orang itu adalah hasil kerja keras kawan-kawan Pokdarwis," terangnya. 

Untuk itu besok kami akan langaung menemui Kepala Balai TNGR di Mataram untuk membahas skema kerjasama dan membangun kesepakatan didalam pengelolan Savana Propok kedepanya," tambah Zul

Hal senada juga disampaikan oleh pihak TNGR Dedy Arsyadi via telpon,  ia mengatakan ini adalah bentuk kerjasama TNGR dan juga Pokdarwis untuk bersama-sama mengelola kawasan wisata Savana Propok.

Penulis Candra

Related Posts:

Pengelolaan Baznas Lotim Dinilai Amburadul

Lotim. SK_Pimpinan Pemuda Nahdatul Wathon(NW) Lombok Timur menilai kalau menagement pengelolaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lotim dinilai masih amburadul. Seperti halnya dalam sistim administrasi kurang tertata dengan baik.

" Kami nilai menagement pengelolaan Baznas Lotim masih amburadul dan perlu diperbaiki," tegas Ketua PD Pemuda NW Lotim, Hasanah Efendi di Selong, Minggu (14|6).

Selain itu, lanjut Haspen, panggilan akrabnya, pengelolaan Baznas Lotim juga dinilai tidak sehat. Kita melihat masih dijalankan  sistem kedekatan dengan penguasa. Artinya siapa yang dekat dan lebih dikenal maka akan cepat dilayani, sedang yang tidak dikenalkan terabaikan kendati melakukan upaya secara prosedural.

Seperti contoh ‎Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKSA) yang mengajukan proposal ke pihak Baznas Lotim. Tapi karena tidak dikenal akhirnya diabaikan. Namun saat dikomplain soal proposal yang diajukan, pihak Baznas dengan seenaknya bilang proposalnya hilang, dan diminta buat proposal baru lagi.

"Hilang proposalnya, disuruh buat lagi, hilang lagi, disuruh lagi proposalnya. Artinya ini menandakan Baznas Lotim tidak profesional dalam menjalankan tugasnya," ujar Hasfen.

Tidak itu saja, tambah Magister Komunikasi ini mengatakan pihaknya juga  banyak mendapat laporan dan keluhan soal pengelolaan uang ummat itu yang cenderung ke arah monopoli dalam penyalurannya.

Bahkan  masyarakat harus gigit jari saat mau memasukan proposal bantuan, ada tulisan di pintu mohon  maaf sementara tidak menerima proposal, tapi ketika ada orang yang kenal dengan pengurus Baznas membawa proposal bisa langsung masuk dan cepat cairnya.

Seperti kemaren ada keluhan dari salah satu pengurus LKSA yang harus bolak balik membuat proposal sampai tiga kali, karena proposal pertama dan keduanya hilang sehingga disuruh lagi buat proposal. Sehingga ini sudah tidak benar pengelolaan managemen di dalam Baznas itu.

" Masak proposal orang bisa hilang dalam ruangan yang begitu megah dan esklusif, sehingga dirinya menduga ada kesengajaan untuk tidak diperhatikan," tukasnya.

Ketua Pemuda NW Lotim ini juga mencium ada ketidakharmonisan dalam unsur pimpinan Baznas itu, sehingga Bupati Lotim  sebagai orang yang bertanggungjawab atas Baznas Lotim, karena  Bupati  yang SK- kan harus memperbaiki kondisi ini. Jangan sampai karena kepentingan tim Bupati pada Pilkada 2018 lalu urusan ummat diabaikan.

"Kami minta pertanggungjawaban Bupati Lotim atas pengangkatan pimpinan Baznas Lotim yang duduk sekarang ini, dengan cara mengevaluasi," tandas Hasanah Efendi.

Sementara ditempat terpisah Wakil Ketua Baznas Lotim, L.Muhir saat dikonfirmasi mengakui kalau masalah administrasi masih kurang,sehingga kedepannya kami akan memperbaiki untuk lebih baik lagi.

" Terima kasih atas kritik dan saran berbagai pihak terhadap Baznas Lotim untuk arah lebih baik," tegas Muhir.

Selain itu, lanjut Muhir, terkait masalah administrasi di Baznas Lotim tentunya terletak pada Sekretaris Baznas yang dinilai belum maksimal dalam mengelola administrasi yang baik.

Sehingga seringkali pihaknya memberikan masukan dan menegur Sekretaris untuk lebih memperketat administrasi yang ada di Baznas. Agar tidak ada permasalahan seperti proposal hilang maupun lainnya.

"Kita sudah minta untuk membuat rak atau lemari tempat pengarsipan proposal maupun lainnya agar lebih tertata dengan baik," tandasnya.

Sekretaris Baznas Lotim, Abdul Hanyyi sempat dihubungi melalui telepon selulernya akan tapi dirinya mengaku sedang rapat di Baznas.‎

Related Posts:

Tak Taat Protokol Kesehatan, Wisatawan Diminta Balik Kanan

Sembalun. SK_Satuan Gugus Tugas  penanggulangan dan pencegahan Virus Corona Kecamatan Sembalun memberlakukan penjagaan ketat di Taman Wisata Pusuk Sembalun.

Satuan Gugus Tugas yang terdiri dari kepolisian, Babinsa,  Pol PP, Tim Kesehatan, BKD dan juga para relawan melakukan pemeriksaan bagi setiap pengendara dan wisatawan yang akan memasuki wilayah Kecamatan Sembalun.

Bripka Sulistyono yang merupakan salah satu anggota Kepolisian Sektor Kecamatan Sembalun mengatakan,  masyarakat yang tidak mentaati protokol kesehatan ketika berwisata ataupun yang melewati wilayah Sembalun tidak diperkenankan masuk. 

"masyarakat yang tidak mentaati protokol kesehatan ketika berwisata ataupun yang melewati wilayah Sembalun kami suruh balik kanan (putar balik-red)",  jelasnya kepada awak media disela-sela sedang bertugas (14/06).

Oleh karena itu kami berharap kepada masyarakat untuk tetap menggunakan masker ketika beraktifitas diluar rumah apalagi ditengah pandemi covid-19 seperti sekarang ini, " harapnya. (ci)

Related Posts:

Wisata pantai Tanjung Menangis Ramai, Wisatawan Ungkap Stres Diam di Rumah

Pringgabaya SK.Lotim-  Wisata Pantai Tanjung Menangis minggu pagi di padati pengunjung. Salah seorang pengunjung ungkap stres berdiam di rumah selama covid.19.

Riskina seorang warga (24) mengatakan ia berwisata akibat stres di rumah selama PSBB covid-19. Menurut dia PSBB juga sudah berahir shingga ia berani untuk berwisata ke Pantai Tanjung Menangis.

Selain itu Rizkina juga mengungkapkan tentang dirinya yang sudah yakin bahwa covid-19 sudah tidak ada. "Kita juga tidak melihat secara langsung ada orang yg terdampak atau terkapar terkena covid-19" ungkapnya pada Speaker Kampung minggu pagi 14 juni 2020.

Dia juga mengungkapkan selama dia diam dirumah, ia mengalami stres ringan karena tidak ada aktivitas yang dilakukan "kita diam di rumah stres, dari pada diam di rumah lebh baik kita berwisata untuk mengurangi stres" katanya.

Dari Tanjung Menangis, seorang pedagang bernama Inaq Opan (33) juga mengungkapkan penghasilannya selama covid-19 di wisata pantai tanjung menangis. Ia menceritakan selama covid-19 ia kehilangan penghasilan. "Pas korona kita dapat hanya 50ribu  kadang tidak ada dari pagi sampai sore, 50 ribu itu tidak balik modal" katanya.

Saat bersamaan inak opan mengungkapkan penghasilan nya pada minggu ini. Dia mengatakan pagi ini penghasilan nya meningkat dari hari-hari biasanya. Hal ini di dorong karena aktivitas wisatawan yang mulai ramai di kunjungi warga setempat "alhamdulillah hari ini ramai dan penghasilan kita meningkat, pagi ini saja kita sudah dapat 200 ribu" jelasnya, sambil membuatkan kopi untuk pengunjung.

Pandi dan AR

Related Posts:

Polres Lotim Salurkan Bantuan di Desa Anggaraksa

Lombok Timur, SK - Polres Lombok Timur lakukan Bakti sosial (baksos) dengan menyalurkan puluhan paket bantuan menyasar masyarakat terdampak Covid-19 Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Sabtu, 13/6/2020.

Sumbangan ini diserahkan secara simbolik oleh Kapolres Lombok Timur, AKBP Tunggul Sinatrio, S.I.K., M.H., berlangsung di masjid Nurul Jihad Desa Anggaraksa, sekaligus dalam rangka menyambut hari Bhayangkara ke-74 Polres Lombok Timur.

Bantuan berupa beras ini menyasar 51 warga kurang mampu, lansia dan anak yatim, meliputi tiga dusun yakni Dusun Mudung Barat, Mudung Timur dan Dusun Mudung Baru.

Turut hadir mendampingi Kapolres diantaranya, Kabag Ops Polres Lotim, Kasat Intelkam, Kapolsek Pringgabaya, Kepala Puskesmas Batuyang dengan menggandeng aktivis Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) dan Gerakan Pemuda Mudung Anggaraksa (GPMA).

Pada kesempatan itu, Kapolres Lotim AKBP Tunggul Sinatrio, berharap semoga bantuan yang diberikan ini bermanfaat buat masyarakat rentan khususnya.

"Kami dari Polres Lotim bersama PMII, HMI Cabang Lotim memberikan bantuan berupa beras kepada Bapak dan Ibu. Semoga dengan bantuan ini sedikit bisa meringankan beban hidup di tengah pandemi Covid-19 yang masih dirasakan dampaknya," kata Kapolres di depan tokoh masyarakat desa Anggaraksa.

Kapolres juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak atas kerjasamanya sehingga terwujud rasa peduli kepada sesama. Ia juga berpesan kepada masyarakat betapa pentingnya kesadaran untuk menjaga kesehatan dengan tetap merawat lingkungan tetap bersih.

Kasubbag Humas IPTU L. Jalaludin juga berharap agar bantuan yang diberikan oleh Polres Lombok Timur ini bermanfaat besar untuk menunjang kebutuhan dasar warga.

Ketua Umum PMII Cabang Lotim, Irwan Safari mengatakan, sejak awal dia perhatikan, Kapolres Lotim katanya, sudah memiliki kepekaan sosial terhadap masyarakat. Terbukti dengan banyaknya kegiatan sosial yang dilakukan sepanjang beliau berdinas di Polres Lotim.

"Saya bangga punya Kapolres yang memiliki rasa solidaritas tinggi terhadap masyarakat," cetusnya.

Begitu juga, keberadan GPMA sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Terbukti setelah terbentuknya GPMA ini, bisa memantik perhatian orang nomor satu di Polres Lotim untuk memberikan bantuan kepada warga Anggaraksa.

Selaku tuan rumah, ketua Gerakan Pemuda Mudung Anggaraksa (GPMA) Eta Saputra, sangat mengapresiasi perhatian Kapolres kepada warganya. Dia mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kapolres ke Desa Anggaraksa. Begitu pula bantuan yang diberikan akan bermanfaat banyak bagi masyarakat rentan di desanya. (Ggar)

Related Posts:

STAY AT HOME, YAP BERIKAN VITAMIN DAN MAKANAN BERGIZI PADA ANAK DIDIKNYA

Lombok Timur, SK - Mengingat belum adanya kepastian pemerintah membuka sekolah akibat pandemi Covid-19, SD-SMP ISLAM BINA AL UMMAH milik Yayasan Anak Pantai (YAP) Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, mendatangi rumah anak didiknya membagikan lembar soal dan jawaban Penilaian Akhir Semester (PAS).

Lembar soal tersebut kemudian nanti akan dijawab oleh peserta didik kemudian dikumpulkan apabila mereka sudah selesai menjawabnya. Ini berlaku untuk semua sekolah dasar dan menengah se- Lombok Timur.

Dinas Pendidikan dasar menengah Kabupaten Lombok Timur melalui UPT Dikbud menyalurkan lembar soal dan jawaban PAS (semester genap) Tahun Pelajaran 2019 - 2020 kepada semua  sekolah setingkat SD dan SMP.

Pembina Yayasan Anak Pantai, Munawir Haris, S.sos, pada media ini di sekolahnya menjelaskan, lembar soal dan jawaban PAS tersebut katanya sudah disiapkan oleh Disdikdasmen kemudian disalurkan melalui UPT Dikbud.

"Lembar soal dan jawaban PAS tersebut kami ambil di UPT setempat. Kita beli seharga Dua belas ribu per tema, tapi dibayar nanti setelah dana BOS keluar," terang Haris, Jum'at, (11/6/2020).

Selama Stay At Home (belajar di rumah) pembina YAP, Munawir Haris, bersama dewan gurunya kontinyu mengunjungi rumah peserta didiknya. Dari rumah ke rumah, mereka mengedukasi siswa/siswinya agar memanfaatkan waktu liburnya untuk terus belajar meskipun dalam kondisi sulit seperti ini.

Untuk menunjang stamina atau imunitas anak dalam menghadapi pandemi Covid-19, yayasan juga membagikan tablet hisap vitamin C, susu serta makanan bernutrisi lainnya kepada 61 peserta didiknya.

"Sebagai wujud kepedulian yayasan dan dewan guru, kami bagikan vitamin C, susu serta makanan penunjang lainya kepada mereka," jelas Haris.

Sepanjang pandemi ini, mereka (guru-red) terus monitor perkembangan daya ingat peserta didiknya agar tidak lupa dengan pelajaran yang sudah diajarkan ketika berada di sekolah.

Tujuan lainnya adalah agar anak-anak sebisa mungkin memanfaatkan waktu libur tersebut untuk belajar serta melakukan hal yang bisa menunjang daya ingatnya pada mata pelajaran yang sudah diajarkan di sekolah.

Bukan saja pada anak, orang tua juga diharap bisa bantu motivasi anaknya supaya lebih giat lagi belajar. Menurut Titin, di masa pandemi ini, orang tua memiliki peran mendasar dalam mendidik anak di rumah.

Suarniwati, orang tua dari Maulinda Ulansari, SMPI kelas satu pada yayasan Bina Al Ummah mengatakan, dia sangat mengapresiasi program yayasan. Dua orang anaknya yang sudah sekolah dan satu baru masuk katanya, selama ini tidak pernah dibebani biaya sekolah. Mulai dari alat tulis, seragam sekolah, sepatu dan kebutuhan mendasar lainnya di tanggung oleh yayasan.

Oleh karena itu, selama stay at home katanya, dia terus mendorong anaknya agar giat belajar dengan mengurangi bermain di luar rumah.

"Jika ada yang tidak dipahami atau pertanyaan yang tidak bisa dijawab, saya turut membantu. Saya juga suruh dia buka buku paket kakaknya jika saya tidak bisa bantu menjawabnya," terang Suarni.

Maulinda Ulansari, putri dari Suarniwati, merasa betah bersekolah di yayasan Bina Al Ummah karena banyak program ekstrakurikuler yang diajarkan. Salah satu contoh kegiatan yang sangat digemari kata anak yang bercita-cita jadi guru ini adalah Pramuka.

"Saya senang sekolah disana karena kita sering diajak kemah dan gurunya ramah-ramah," cetusnya.

Titin Juwitanindi, Mus Mulyadi, Mashal dan lima orang temannya yang mengajar di yayasan tersebut terus bersinergi membina kerjasama agar sekolah tersebut bisa terus maju dan berkembang sebagaimana sekolah negeri lainnya.

"Meskipun statusnya sekolah swasta, namun perhatian dari pembina yayasan untuk kesejahteraan guru sebagai nilai plus buat kami," kata Muliyadi.

Bukan masalah insentif yang diberikan pembina yayasan kepada kami, tapi yang terpenting adalah tanggung jawab kami sebagai guru di sini," tambah Mashal. (Ggar)

Related Posts:

Pemerintah Mulai Salurkan BST Tahap Dua

Lombok Timur, SKI - Pemerintah melalui kementerian sosial RI sudah menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap II Juni ini, menyasar KPM yang terdampak Covid-19 di seluruh Indonesia. Tahap I (satu) sudah disalurkan pada bulan mei yang lalu.

BST tahap II ini menyasar 228 KPM se- Desa Sambelia. Disalurkan melalui mitra Kemensos, PT Pos Indonesia cabang Lombok Timur. Penyaluran BST ini berlangsung di kantor Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, pada Kamis (4/6/2020) disaksikan langsung Bhabinkamtibmas Sambelia dan Kanit Intel Polsek Sambelia.

Sesuai janji pemerintah, BST ini harus tersalurkan usai lebaran (Juni-red) sehingga masyarakat segera bisa merasakan manfaatnya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga selama pandemi.

Tidak dapat dinafikan, penyaluran bantuan apapun bentuknya tidak akan pernah lepas dari permasalahan. Permasalahan itu muncul ketika data tidak sinkron dengan kenyataan di lapangan. Sehingga diharapkan, ketika mendata warga penerima bantuan itu harus betul-betul berpedoman pada juklak juknis yang ada.

Jika apa yang dilakukan itu sudah sesuai aturan yang berlaku, maka tidak akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Polemik itu bisa muncul apabila data yang disampaikan tidak seirama dengan fakta di lapangan. Semuanya bermuara pada data.

Banyaknya data ganda misalnya. Penerima bantuan sosial PKH kadang bisa menerima bantuan sosial lainnya. Padahal menurut aturan, tidak boleh menerima bantuan ganda. Jika ditemukan ganda maka salah satunya di ambil.

Pantauan media ini, terutama KPM PKH, jika diberikan pilihan mereka lebih cenderung memilih PKH karena bisa dinikmati sepanjang tahun ketimbang bantuan sosial lainnya yang hanya tiga bulan.

Untuk mengantisipasi polemik yang terjadi di kemudian hari, kepala Desa Sambelia Ahmad Subandi, SE, dengan tegas meminta kepada seluruh perangkatnya (kadus) agar mengedepankan profesionalisme dalam bekerja, keadilan sosial bagi warga rentan ketika turun melakukan pendataan.

"Saya tekankan agar semua warga harus terkaper. Jika diketahui ada yang belum tersentuh bantuan sosial ini, saya usahakan agar mereka bisa tersentuh apapun caranya." jelas Subandi. "Mereka saya minta untuk segera melapor ke kadus atau langsung pada saya," lanjutnya.

Pegawai Pos Indonesia cabang Selong, Lombok Timur, Andika Yuda Pratama pada media ini mengatakan, apabila ditemukan ada KPM PKH keluar namanya sebagai menerima BST, maka nama KPM tersebut akan dilaporkan kemudian diganti dengan nama orang lain yang belum tersentuh.

"Kami usulkan nama KPM lain yang belum tercover  kemudian, saya masukkan ke daftar nominasi penerima (danom). Apabila danom yang kami ajukan ke pusdatin itu keluar setelah melalui validasi dan hasilnya kami terima dari kemensos, baru kemudian kami berani bayarkan bantuan tersebut. Semua itu memang butuh proses," jelas Yuda.

Pembayaran itu akan diakumulasi dari tahap pertama hingga tahap III (akhir). Apabila BST diterima Enam ratus ribu perbulan, maka pada tahap akhir mereka akan menerima 1.800 ribu rupiah.

Bhabinkamtibmas Desa Sambelia, Bripka. Lalu Zanwin mengatakan, sepanjang pembagian bantuan sosial mulai dari bantuan pangan pemda untuk anak yatim dan lansia, JPS gemilang, JPS Kabupaten, BLT DD sampai pada BST tahap II katanya berjalan kondusif.

Apabila ditemukan ada indikasi permasalahan muncul di lapangan, menurutnya itu hal yang wajar terjadi di tengah pandemi ini. Asalkan katanya, tidak menimbulkan masalah besar sehingga akibatnya muncul gejolak lebih luas seperti yang terjadi di desa lain. "Kuncinya ada di kamtibmas," terang Zanwin.

Ditanya pendapatnya bagaimana Kades Sambelia menyikapi keluhan masyarakat, dengan elegan ia mengatakan, "Subandi orang yang cerdas," jawabnya singkat.

Yang terpenting menurutnya adalah, perbanyak sosialisasi kepada masyarakat. Semua pihak harus bisa bekerjasama dan bertanggung jawab. Masyarakat diharap mau mematuhi himbauan pemerintah desa sehingga tercipta suasana kondusif di tengah kehidupan bermasyarakat. (Ggar)

Related Posts:

Dua Rumah di Ketangga Dilalap Si Jago Merah

Suela. SK_Dua unit rumah berkonstruksi batu bata dan kayu di Desa Ketangga musnah dilalap si jago merah, Pada Rabu 3/6/2020.

Rumah tersebut adalah milik Amaq Adir (65), warga Dusun Otak Desa, Desa Ketangga dan Anum Alias Amaq Nanda (42), yang juga berdekatan dengan rumah Amaq Adir di Desa Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur.

Kebakaran terjadi sekira pukul 22:45 Wita pada malam hari yang berasal dari dapur pemilik rumah. Diduga api berasal dari kompor gas.

Api berhasil dipadamkan berkat gotong royong masyarakat. Respon cepat masyarakat dengan diawali pengumuman di masjid Pusaka.

Kebakaran diduga berawal dari rumah Amaq Adir. Di mana istrinya yang sedang memasak didapur.

Tanpa disadari, api sudah membesar di bagian dapur rumah tersebut dan dengan cepat menjalar membakar seisi rumah.

"Api berasal dari dapur dan menjalar se isi rumah dan bahkan dengan cepatnya menjalar ke rumah sebelah," Tutur Haripan saat membantu memadamkan api.

Selang beberapa menit, pihak pemadam kebakaran menuju lokasi kejadian untuk memadamkan sisa api yang masih menyala.

Tak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Related Posts:

Ketimpangan Data Bansos di Kerumut, Forkopimcam Mediasi Pemuda

Pringgabaya, SK_Lotim. Adanya dugaan ketimpangan data penerima bantuan sosial (Bansos) oleh pemuda Kerumut melalui Karang Taruna desa kerumut di mediasi oleh Forkopimcam Pringgabaya. 

Kapolsek Pringgabaya AKP Totok Suharyanto SH selaku perwakilan pada mediasi itu menyampaikan pemuda dusun benteng pada awalnya meminta untuk melakukan aksi. Tetapi kapolsek pringgabaya tidak mengizinkan untuk melakukan aksi demontransi. Sehingga polsek pringgabaya mengambil tindakan untuk memediasi kedua pihak.
"Saya meminta rekan-rekan utuk tidak melakukan aksi, saya akan mediasi, saya fasilitasi rekan-rekan" katanya.

Lanjut kapolsek menekankan jika memang benar ada di temukan penyimpangan, ada indikasi korupsi, silahkan dilaporkan, karena memang itu penyimpangan, dan "kita tindak tegas" tegasnya.

Dari hasil mediasi tersebut, pemerintah kecamatan beserta pemerintah desa menjanjikan akan menyentuh warga yang belum tersentuh bantuan sosial. Warga yang tidak mendapatkan bantuan sosial tersebut nantinya akan di berikan melalui kuota tambahan yang di janjikan oleh pemerintah pusat dan daerah ataupun kabupaten.

Sementara itu pihak karang taruna menilai mediasi ini yang dilaksanakan ini belum adanya kejelasan tindak lanjut hasil dari apa yang di permasalahkan.

"Kalau kita dengar tadi dari pernyataan Pak Camat atau Kepala Desa, kita menunggu jawaban ril, apakah benar akan dilakukan proses ini" ungkap Cadim Asmara Ketua Karang Taruna Desa Kerumut.

Pihaknya juga akan terus mengkawal proses ini, untuk memastikan kebenaran atas pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh pihak kecamatan dan pemerintah desa. "Kita akan kawal terus sampai tuntas" tegasnya. (AR)

Related Posts:

Miris! Loq Keseq di Pringgabaya Hapal Nama Rokok

Pringgabaya SK_Lotim- Salah seorang anak di salah satu dusun di Pringgabaya hapal nama rokok.

Lo Kesek usia Lima Tahun (red. Bukan nama asli) bercerita tentang dirinya sering di suruh membeli rokok oleh bapak nya.

Dia membelikan bapak nya rokok di warung yang tidak jauh dari rumah nya. Warung tersebut menjual rokok eceran.

Saking seringnya Lo Keseq ini membeli rokok ia sampai hapal nama rokok yang sering di belinya pada Rabu (03/05).

Dia juga menceritakan bahwa kelak dirinya akan merokok kalau sudah besar. " Ndek ku rani ngudut (Saya tidak  berani merokok)" kata dia. laun sik ku bleq, bleq gati ku ngudut (nanti setelah saya besar, besar sekali) lanjut dia.

Kendati Lo keseq sering melihat orang merokok di sekeliling membuat ia berkeinginan merokok. Selain itu seringnya ia di suruh membeli rokok dan melihat putung rokok membuat ia tahu nama-nama merek rokok.

Saat di suruh menyebutkan nama rokok Lo keseq sambil mengangkat jarinya seraya mengingat-ingat rokok apa saja yang di hapal, sesekali juga ia bertanya ke Kaka Misan nya yg lebih besar darinya.

Misan Lokeseq yang tempat ia bertanya itupun adalah seorang anak  yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama di salah satu sekolah di pringgabaya. Sepupunya itu pun memberitahukan dia nama rokok.

Misan lo keseq ini juga ternyata adalah seorang yang candu rokok. Orang tua nya sudah tidak melarang ia untuk merokok. "Ndek ne nyilik aku sik amangku ngdut (saya tidak di marahi oleh bapak saya merokok), malahan bareng aku ngudut (justru barengan saya merokok) tutupnya  (AR)

Related Posts:

Cerita Y Si Pecandu Rokok di Pringgabaya

Pinggabaya SK_Lotim- Pola asuh dan pengawasan orang tua terhadap aktivitas sosial anak sangat penting. Apabila orang tua lengah terhadap hal itu, maka akan menciptakan anak tersebut terjerumus pada pergaulan yang kurang  baik, sehingga anak tersebut akan belajar merokok di lingkungan pergaulannya yang orang tua tida ketahui.

Dari hasil liputan Speaker Kampung menemukan seorang anak yang sedang asyik berkumpul dengan teman-temannya sambil merokok.

Saat ditanya, salah seorang anak berumur 15 tahun yang sebentar lagi naik kelas 3 Madrasyah Tsanawiyah (MTS) sebut saja dia Y (red. Nama samaran) ini menceritakan bagaimana dirinya belajar merokok sampai menjadi perokok saat ini.

Y mengatakan dirinya belajar mengenal rokok dan merokok sejak ia sering disuruh membeli rokok serta melihat bapak nya merokok.

Selain itu  dia belajar merokok dari  sepupunya. Kala itu ia menggunakan bulu jagung kering sebagai tembakau dan kulit jagung sebagai kertas rokoknya, "rasanya panas di tenggorokan kayak seret-seret gitu" kata Y
 bercerita.

Siswa yang akan naik kelas 3 MTS ini juga bercerita tetang dirinya saat di sekolah. Kalau di sekolah dirinya tidak pernah merokok, sebab uangnya tidak cukup membeli rokok. Guru-guru juga sering di lihat sembunyi-sembunyi saat merokok. "Mereka tidak berani terang-terangan karena kepala sekolah tidak merokok" ungkapnya.

Y juga mengungkapkan kepada media, kalau ia merokok sepulang dari sekolah, "itupun rokok lintingan yang saya rokokkan" kata Y

Di tempat yang sama y juga bercerita tentang dirinya yang tidak merokok di rumah. Dia hanya merokok di luar rumah saja "saya merokok nya di tempat ngumpul" kata dia.

Lanjut dia bercerita, ia pernah di lihat oleh orang yang lebih dewasa dari dia saat merokok. Orang tersebut bukan menegur dia justru memberikan nasihat aneh. " merokok sudah, merokok itu tanda sebagi seroang laki-laki"  begitu kata laki-laki itu, menjelaskan kepada Y.

Dirinya juga bercerita tetang kapan mulai sebagai perokok. ia  intensif merokok saat mengikuti seni musik gendang bleq. "Nah kalo kita main gendang bleq, puas sudah kita merokok" katanya. Saat main gendang bleq tidak ada yang mengawasi, dan tidak dilarang ketua gendang bleq untuk merokok. "Pokok selesai makan wajib merokok kalo kita main gendang bleq, jelasnya.

Kendati demikian, Y yang akan naik kelas 3 SMP ini sekarang sudah menjadi kecanduan rokok. "Kalo tidak ada rokok ya ngelinting" kata Y.

Kalo saya tidak merokok sehabis makan, lain sekali rasanya, kayak mual-mual gitu" terangnya

Lanjut dia menerangkan  kalau dia pernah dilihat oleh bapaknya merokok. Namun sikap orangtuanya justru acuh, tidak ada perhatian yang berlebih. "Sesekali saya pernah dilihat, tapi saya didiamkan, dan saya pernah ngambil rokok bapak saya" tutupnya.

Penulis: Rian

Related Posts:

Featured Post

Kemensoso Gelar Edukasi Mitigasi Bencana Sekolah Maraqitta'limat

Lombok Timur, SK- untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam, pemerintah melalui kementerian sosial gencar lakukan eduka...