Kronologi Almarhumah Dikebumikan, Pasien Positif Covid-19 Asal Ketangga

Lotim. SK_Hampir semua warga tak percaya. Jika pasien Rumah sakit ini dinyatakan positif Covid-19. Tepat pagi kamis, pukul 8:00 pagi, suara corong masjid Pusaka Desa Ketangga siarkan berita duka. 

Berita duka cita itu berasal dari Sawiyah (69) jenis kelamin perempuan warga Dusun Otak Desa, Desa Ketangga Kecamatan Suela. Ia meninggal dunia mengaku positif Covid-19. 

Namun warga lokal tak percaya bisa terjadi. Sebab sepengetahuan warga, pasien yang meninggal ini tak ada yang keluar dari rumah atau kontak dengan pasien selama pandemi ini. 


Suhir warga lokal menerima jika almarhumah tak pernah ada kontak dengan orang luar. "Sepengetahuan kami, almarhumah ini tidak pernah ada kontak dengan pasien positif Covid atau keluar dari rumah selama ini" Jelasnya. 

Almarhumah justeru diketahui warga penyakit struk dan bukan ada yang setuju dengan Covid-19. 

Mengetahui situasi ini tim Pembicara Kampung Kesehatan melalui Kepala Puskesmas Suela, dr Ahmad Bardan Salim. 

Bardan Salim mengatakan, pihak puskesmas Suela tidak me-tes cepat pasien yang bernama Sawiyah, karena pasien ini memulai penyakit setruk. 

"Diharapkan, pihak puskesmas telah memeriksa korban dan tidak melakukan tes cepat, sebab yang diduga pasien ini tidak ada yang diduga sebagai penyebab covid-19" Jelas Bardan pada Kamis 30/7/2020.

Bardan menambahkan, setelah di IGD RSUD pasien tersebut di tes cepat dengan hasil reaktif. Bergantung pasien ditempatkan di ruang isolasi. 

Ia juga menuturkan, pada hari Selasa per-tanggal 28 Juli 2020 di ambil sampel swebnya, setelah pada hari Kamis tanggal 30 Juli 2020 pasien ini meninggal pada jam 7:10 menit. 

Pasien ini keluar dan hasil swebnya keluar jam 8: 5 menit dengan hasil positif covid-19. 

Alasan inilah pemakaman pasien ini dengan protokol Covid19. Para petugas menggunakan APD lengkap.  (Rozi) 




Related Posts:

Inilah Program Prioritas Desa Padak Guar

Lombok Timur, SK - Kementerian desa PDTT melalui pendamping desa serta tim PTPD kecamatan, pada setiap bulan Juli tahun berjalan, terus melakukan dampingan dengan menggelar Musdes untuk menggali aspirasi masyarakat yang akan dituangkan pada RKPDesa tahun 2021.

Dan kali ini, bertempat di aula kantor Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, (28/7/2020) tim pendamping desa bersama PTPD menggelar musdes untuk menggali, menampung aspirasi serta menyusun program prioritas yang akan dikerjakan.

Musdes di Desa Padak Guar ini, merupakan musdes terakhir yang digelar pendamping desa, setelah roadshow selama sepekan pada sebelas desa se-Kecamatan Sambelia. Dihadiri oleh Kades Padak Guar, Tarmizi serta perangkatnya, lembaga desa serta, puluhan perwakilan warga.

Tim PTPD, Mardi, S.AP, pada setiap pertemuannya, terus mengingatkan kepada BPD agar memahami tugas pokok dan fungsinya selaku mitra kerja pemerintah desa. BPD kata Mardi, harus mengetahui semua program desa yang sudah dikerjakan maupun yang akan dikerjakan.

Selain pungsi pengawasan, menyetujui anggaran, membuat perdes, memimpin musyawarah, BPD juga harus rajin turun ke masyarakat untuk menyerap aspirasi masyarakat kemudian dibawa dalam musyawarah lembaga bersama pemdes.

"Tidak ada alasan BPD tidak tau. Jika ada anggota BPD tidak tahu program desa berarti BPD itu tidak menjalankan fungsinya," jelas Mardi.

Musdes tahun ini tambah Mardi, mengangkat kembali program yang sempat tertunda pada tahun lalu (2020) Tertundanya program itu, disebabkan Dana Desa tahun 2019 dialihkan untuk membantu warga terdampak Covid-19 lewat program BLT.

"Secara otomatis program yang sempat tertunda tahun lalu akan naik pada tahun berikutnya dan pagu indikatifnya sama dengan tahun usulan," terangnya.

Pendamping desa profesional kecamatan, I Gusti Ngurah AA, SP,.MSi, sekaligus putra Desa Padak Guar, merilis beberapa program yang sempat tertunda pada tahun 2020 akibat pandemi.

Sedikitnya ada empat item program tertunda yang akan dituangkan dalam RKPDesa tahun 2021. Dan secara aklamasi semua lembaga desa dan perwakilan warga menyetujui dilanjutkannya program yang sempat tertunda itu.

Program yang sudah masuk dalam RPJMDesa tersebut diantaranya adalah, pemberian santunan kepada jompo dan fakir miskin dengan anggaran yang disiapkan 57 juta. Kemudian lapen jalan di Dusun Padak Selatan yang mulanya sepanjang 250 meter diubah menjadi 1000 meter (1km) melakukan pengerasan jalan dengan anggaran Rp 115.290.000.-

Berikutnya, pembuatan talud poros tengah sepanjang 250 meter di Dusun Purwakarya senilai Rp 109.804.000,- dan lapen jalan di Dusun Tibuborok sepanjang 200 meter dengan nilai anggaran Rp 159.895.500,- sehingga total DD yang dipersiapkan untuk melanjutkan program kerja pemerintah Desa Padak Guar untuk tahun 2021 sebesar Rp 441.989.500,-

"Program tertunda inilah yang akan kita lanjutkan pada RKPDesa tahun 2021 selain program usulan lainnya sesuai hasil musdes," kata Gusti.

Selain program yang sudah sepakati, ada beberapa program usulan baru yang akan dikerjakan. Diantaranya adalah program Bank sampah yang diusulkan oleh Sekdes Padak Guar. Suntikan dana BUMDes dianggarkan hingga mencapai 200 juta rupiah.

Pengembangan wisata pantai yang sudah disusun sendiri master plantnya oleh Gusti, tidak luput menjadi program prioritas. Sebagai ketua pokja pariwisata Desa Padak guar, Gusti optimis pemerintah Provinsi memberikan angin segar untuk pengembangan ekowisata khususnya di Padak Guar dan akan jadi Branding desa.

Oleh karena itu, Gusti meminta kepada pemerintah desa agar bisa berkontribusi untuk mengembangkan potensi wisata, melihat Padak Guar dikelilingi garis pantai serta beberapa Gili yang menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Tidak bisa jika kita hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah Provinsi, jika desa tidak mengawalinya," kata Gusti.

Selain itu, program usulan baru juga datang dari nakes dan kader Posyandu. Melalui perwakilannya, mereka mengusulkan program pelatihan kader posyandu, pengadaan kelas ibu hamil, ibu menyusui dan balita, pengadaan Sistem Informasi Posyandu (SIP) dan masih banyak program usulan lainnya yang harus direalisasikan pemerintah pada RKPDesa tahun 2021 mendatang. (Ggar)

Related Posts:

Gelar Konferensi Cabang, IPNU Lotim Lebarkan Sayap

Lotim.SK-  Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Lombok Timur  gelar konferensi cabang dalam rangka lebarkan sayap dan tingkatkan kwalitas Kader IPNU dalam menyongsong generasi penerus kepemimpinan NU.

Ketua  IPNU Lombok Timur Ikhwanul Muslimin mengatakan, dalam konferensi tersebut ia mengatakan siapapun yang terpilih dalam konferensi tersebut, agar  bisa menjadi pemimpin yang baik dan dapat melanjutkan program-program yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

"semoga pemimpin yang baru bisa melanjutkan program-program yang sudah kita bangun  dan lebih maju lagi" ungkapnya.

Selain itu, Muslim  ketua yang sebentar lagi demisioner ini mengungkapkan agar kader-kader IPNU yang ada di Cabang Lombok Timur dapat mengembangkan dan mengharumkan nama-nama pondok pesantren Nahdatul Ulama

"ini tugas berat, kepada siapapun yang terpilih untuk mengangkat nama ponpes NU kedepannya" tegasnya pada awak media speaker kampung.

Lebih jauh muslim menjelaskan bahwa kader-kader IPNU harus memiliki startegi untuk bersaing dengan ponpes yang ada di Lombok timur, hal itu diungkapkan agar kader-kader bisa memetakan bagaimana upaya mereka dalam melebarkan sayap-sayap dan melahirkan pondok pesantren Nahdatul Ulama (NU) di Lombok timur.

Dari konferensi IPNU yang dilaksanakan pada Sabtu (25/07) tersebut, ia juga berharap bisa melahirkan generasi-generasi penggerak, generasi emas untuk Nahdatul Ulama ke depan

 "semoga dari konferensi ini semoga lahir generasi emas yang menjadi pendobrak dan pemimpin hebat" harapnya.
(Rozi)

Related Posts:

P3MD Lotim: Pemulihan BUMDes di Masa Pandemi

Lotim. SK_Untuk mendorong  Eksistensi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di era New Normal Pandemi Covid-19, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) merevitalisasi BUMDes dengan memberikan nomor registrasi kepada badan usaha tersebut guna meningkatkan kredibilitasnya.

"Untuk mengupayakan pemulihan BUMDes di tengah pandemi, Kemendes registrasi seluruh BUMDes di Republik ini termasuk kita di Kabupaten Lombok Timur ini" kata Hamdani TA PED P3MD Lombok Timur Sabtu 25/7/2020 di Aula Kantor Camat Lenek Lombok Timur.


Ia mengatakan selama ini pengawasan atau pendampingan Kemendes PDTT terhadap BUMDes belum dilaksanakan secara total.

Oleh karena itu untuk mendukung pendampingan lebih lanjut, Kemendes PDTT meminta kepada seluruh BUMDes untuk melakukan registrasi dan mengisi ulang data guna meningkatkan kredibilitas mereka.


Nomor register tersebut, menurut Hamdani sangat penting agar BUMDes tersebut memiliki kredibilitas yang lebih baik.

"Intinya hari ini kita akan mendampingi pengurus BUMDes untuk input data, sebagai registrasi" Jelas Hamdani.

Hamdani juga menyebutkan bahwa data yang dimasukkan pada proses registrasi ini yakni Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART), Standar Operasional Prosudural/ SOP, Peraturan Desa, Laporan Keuangan dan menginput email.

Related Posts:

Pendamping Desa dan PTPD Sambelia Susun Jadwal Musdes

Lombok Timur, SK - Dalam rangka menentukan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) pada bulan Juli tahun berjalan, sesuai permendes Nomor 114 Tahun 2014 tentang pedoman pembangunan desa pasal 29 ayat 3, pemerintah desa harus segera melakukan musyawarah desa.

Sehingga, pada (17/7/2020) pendamping desa profesional Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, I Gusti Ngurah AA, SP,.MSi bersama PTPD, pendamping desa dan juga pendamping desa lokal menyusun jadwal musyawarah desa, RKPDesa se-Kecamatan Sambelia.

Selama sepekan, sejak 20 hingga 28 Juli 2020, mereka terus bergerilya ke sebelas desa membantu menyusun RKPDesa dengan mendatangi sebelas desa di Kecamatan Sambelia, sesuai jadwal. Mulai dari desa Madayin, ujung utara Lombok Timur, berakhir di Desa Padak Guar.

Musyawarah desa tahun ini menurut tim Pembina Teknis Pemerintah Desa (PTPD) Mardi, SAP, sebenarnya sudah ada dalam RPJMDesa yang sudah disesuaikan dengan prioritas desa. RPJMDesa ditetapkan sejak Kepala desa itu dilantik.

Dalam lembaran dokumen RPJMDesa, sudah masuk di sana janji politik kepala desa (kades) sebelum terpilih. Kemudian kades akan merealisasikan janjinya itu selama enam tahun pemerintahannya.

Namun pada tahun ini, akibat adanya musibah non alam covid-19, Dana Desa (DD) yang ditransfer pemerintah pusat ke kas desa, sebagiannya sudah digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak covid-19, melalui program BLT. Sehingga, perlu diadakan musyawarah RKPDesa, menentukan anggaran perubahan untuk tahun berikutnya.

Dalam Musdes itu, BPD sebagai mitra kerja pemerintah desa bertugas untuk menampung aspirasi warga. Bukan malah sebaliknya BPD paling banyak menyampaikan aspirasi serta saling menyalahkan antara pemdes dengan BPD di depan publik.

Sebenarnya menurut Mardi, BPD harus memahami tupoksinya sebagai wakil rakyat sama seperti DPR. Kapanpun masyarakat membutuhkannya, mereka harus ada karena sudah melekat pada dirinya bahwa dia sebagai wakil rakyat.

Begitu pula tugasnya sebagai pemimpin rapat, memutuskan anggaran serta mengawasi kinerja pemerintah tanpa diundang mereka harus hadir jika menurutnya, melihat ada sesuatu yang dianggap tidak beres di pemerintah desa. (Ggar)

Related Posts:

Petani Tembakau Lotim Beralih Bertanam Komoditi Lain

Lombok Timur, SK - Desa Dadap, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, NTB, adalah satu-satunya desa yang wilayahnya tidak dilintasi jalan provinsi. Desa ini diapit oleh tiga desa yakni Desa Labuhan Pandan, Bagik Manis dan Desa Sugian.

Untuk menuju desa ini, bisa melalui tiga pintu masuk diantaranya, pertigaan Sambi Elen, Desa Labuhan pandan, pertigaan Dasan Bagik Luar, Desa Bagik Manis dan pertigaan Sugian, Desa Sugian.

Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani selain peternak dan nelayan. Bersama warganya mereka hidup damai, harmonis di tengah masyarakatnya yang heterogen.

Sebagian besar petani desa tersebut ketika bercocok tanam, mereka mengairi sawahnya menggunakan sumur bor. Sisanya memanfaatkan air irigasi bersumber dari Desa Sambelia.

Menurut salah seorang petani, Mamiq Rifki, akibat monopoli harga tembakau oleh perusahaan rokok, belakangan ini sekitar 25 persen petani tembakau beralih tanam ke jenis tanaman lain.

Terbanyak katanya, mereka beralih ke tanaman cabai kemudian jagung dan kacang-kacangan, selain menanam padi sebagai komoditas utama. Ini menunjukkan bahwa mantan petani tembakau sudah merasakan dampak ekonomi akibat monopoli harga yang dilakukan perusahaan rokok.

Menanam tembakau menurut salah satu warga lainnya, Amin (25) asal Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Lotim.  Yang dikeluhkan petani tembakau ketika musim panen adalah harga jualnya yang relatif rendah.

Meskipun begitu, sebagai distributor obat pertanian, ia tidak bisa intervensi petani secara langsung. Tugasnya hanya memberikan pemahaman obat apa yang cocok dan cara meracik obat agar hasil panennya maksimal.

Ditanya, relevansinya antara tembakau, rokok dan perokok khususnya pada anak?  Amin berpendapat, memang katanya, dampak negatifnya sangat luar biasa terutama dari segi kesehatan.

Sebenarnya tambah Amin, anak merokok itu akibat lingkungan atau pergaulan. Jika si anak sering bergaul sama perokok aktif misalnya, maka sedikit tidak anak itu akan terpengaruh.

"Lingkungan lebih banyak mempengaruhi anak untuk merokok. Melihat temannya merokok maka si anak mau mencobanya," jelas Amin, Selasa (21/7)

Oleh karena itu lanjutnya, peran orang tua dirasa penting untuk mengawasi pergaulan anaknya. Orang tua berkewajiban mengontrol anaknya dimana dan sama siapa dia bermain.

Melarang orang yang sudah terbiasa merokok itu memang sangat sulit, tapi minimal keluarga punya inisiatif upaya yang bisa dilakukan orang tua untuk menekan agar anaknya tidak terpapar asap rokok dari perokok aktif.

"Perokok pasif saja bisa terkena dampak bagi kesehatannya, apalagi perokok aktif," cetus Amin. (Ggar)

Related Posts:

Musyawarah Desa Dadap, Prioritas Pengaspalan Jalan

Lombok Timur, SK - Pemerintah Desa Dadap, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur laksanakan Musyawarah Desa (MUSDes) merumuskan Rencana Kerja Pemerintahan Desa (RKPDes) tahun anggaran 2021, berlangsung di aula kantor desa Dadap, Rabu (22/7/2020).

MUSDes ini dihadiri oleh pendamping desa, Kasubag umum dan kepegawaian Kecamatan Sambelia, Kades Dadap beserta perangkatnya dan puluhan perwakilan masyarakat dari enam wilayah.

MUSDes ini dibuka langsung oleh Kepala desa Dadap, Rohani. Dalam sambutannya, Rohani menyampaikan jumlah Dana Desa (DD) yang diterima  dari pemerintah melalui APBN tahun ini katanya sebanyak Rp 1,438,466,000,- kemudian Anggaran Dana Desa (ADD) sebesar Rp 513,327,039,-

Dana desa sebanyak itu sebagiannya sudah disalurkan langsung ke warga terdampak Covid-19 melalui program BLT selama tiga bulan berturut-turut. Selain itu, sepanjang tahun 2020 ini pemdes juga sudah membuka jalan usaha tani sepanjang 850 meter dengan lebar 6 meter di Dusun Kokok Rajak.

Kemudian sisa dana tersebut menurut Kades Dadap, akan digunakan untuk pengaspalan jalan dari Dusun Timburan melalui Dusun Tanjong tembus ke Dusun Ujung sepanjang 2500 meter.

"Untuk tahun ini, pengaspalan jalan akan kita prioritaskan mulai dari dusun Timburan, Tanjong tembus ke Dusun Ujung," kata Rohani di depan warganya.

Meskipun begitu Rohani, tetap memberikan peluang kepada perwakilan  warganya mengusulkan hal prioritas lain yang kiranya bisa dikerjakan. Seperti penataan wisata pantai, pembangunan posyandu serta bantuan RTLH sepuluh unit akan dituntaskan pada tahun 2021.

Kasubag umum dan kepegawaian Mardi, S.AP dalam sambutannya sangat menyayangkan ketidakhadiran ketua BPD. Menurutnya, ketua BPD seharusnya   berada di tengah memimpin musyawarah untuk menyerap aspirasi warga.

"Ini sebenarnya domainnya ketua BPD memimpin rapat yang sifatnya strategis. BPD harus tau serta mengawal program pemdes jika BPD tidak tahu berarti ini hal yang lucu," sindirnya.

Meskipun begitu, Sekdes Dadap, Saparudin, menggantikan posisi ketua BPD yang tidak sempat hadir tetap optimis bahwa program pemerintah yang sempat tertunda akibat covid-19 akan direalisasikan pada tahun 2021.

Program prioritas yang diusulkan sebagian besar warga Dadap adalah pengaspalan jalan dari Dusun Timburan, Tanjong hingga tembus ke pantai Ujung.

Pengaspalan jalan ini sebagai langkah awal untuk menunjang program prioritas pemdes. Memperkenalkan area wisata yang ada di desanya tentu harus dibarengi  dengan akses jalan yang memadai agar wisatawan tertarik untuk berkunjung.

Kondisi jalan tersebut memang cukup memprihatinkan. Sepanjang jalan, batu besar bermunculan dan tanahnya banyak yang berlubang. Belum lagi ketika musim hujan, kita melihat tanah becek, berlumpur dan digenangi air sangat mengganggu pengguna jalan.

Melihat kondisi jalan seperti itu, sudah sepantasnya pemdes memprioritaskannya. Apalagi pantai Ujung dan Timbagali semakin lama banyak dikunjungi wisatawan. Baik wisatawan yang tujuannya memancing untuk melepas hobi atau mereka yang sengaja datang bersama keluarganya untuk sekedar mandi.

"Semoga rencana pengaspalan ini bisa kita realisasikan, agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh pengguna jalan," harap Saparudin.

Pengaspalan jalan sepanjang 2500 meter ini, menurut Kades Dadap, tidak akan cukup hanya sekedar mengandalkan DD. Tapi katanya, ada program dana lanjutan dimana pembiayaannya akan dibantu oleh perusahaan yang beroperasi di wilayahnya.

"Dana Desa tidak akan bisa mencukupi jika kita tidak dibantu oleh pihak ketiga dalam hal ini perusahaan tambak udang," terang Rohani. (Ggar)

Related Posts:

Petani Tembakau di Lombok Timur Larang Keras Anaknya Candu Rokok

Lombok Timur, SK - Sebenarnya tidak semua petani tembakau menginginkan anaknya menjadi perokok. Apalagi anaknya itu masih usia dini (sekolah) tentu larangan merokok itu bagian dari tanggung jawab keluarga dan guru.

Larangan merokok itu, diterapkan oleh Lalu Nursiwan (35) asal Desa Dadap, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, kepada keluarganya. Meskipun pada kenyataannya, Nursiwan bisa dikatakan perokok aktif. Tapi kebiasaannya itu tidak ingin diturunkan kepada anak serta keluarganya.

Menurutnya merokok itu adalah bagian dari perbuatan yang tidak terpuji bahkan cenderung merugikan ekonomi keluarga. Sehingga dengan tegas Nursiwan turut menghimbau kepada anak-anak di lingkungannya agar tidak membiasakan diri merokok.

"Kita memiliki tujuan yang sama sebenarnya. Saya juga melarang keras adik dan anak saya merokok apalagi dia di bawah umur," terangnya pada media ini, Selasa (21/7/2020)

Andaikan ada dijual obat yang bisa membuat orang total berhenti merokok, Nursiwan akan membelinya. Sebab, ia menyadari, membiasakan diri merokok itu akan membebani ekonomi keluarga lebih - lebih lagi akan mengganggu kesehatan.

"Saya juga sering dimarahi istri hanya karena gara-gara merokok," akunya.

Agar petani tembakau mau beralih tanam ke jenis komoditas lain, peran serta pemerintah menurut Nursiwan itu penting. Pemerintah harus mampu menstabilkan harga komoditas lain menjelang panen raya sehingga, petani tidak terus dirugikan.

Di ceritakan pengalamannya pada saat Nursiwan, menanam jagung. Ketika musim panen tiba katanya, harga jagung turun drastis dari harga sebelumnya, begitu juga tanaman varietas lain. Pemerintah terkesan tidak mampu mengawal harga komoditas petani ketika panen raya tiba.

"Kami mau beralih tanam dari tembakau ke biji-bijian atau sejenisnya, tapi tolong pemerintah juga harus bisa mengawal harga barang petani sehingga kami tidak terus dirugikan," tutupnya. (Ggar)

Related Posts:

Monopoli Harga, Petani Tembakau Sambelia Keluhkan Harga

Lombok Timur, SK - Tidak sedikit petani tembakau mengeluhkan monopoli harga yang dilakukan oleh perusahaan rokok. Beberapa tahun terakhir ini harga jual tembakau jarang berpihak pada petani.

Keluhan petani tembakau ini disampaikan Lalu. Nursiwan (35) mewakili petani tembakau lainnya, pada jurnalis Speaker Kampung, Selasa (21/7) di rumahnya Desa Dadap, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB.

Setiap tahun ketika panen raya, para pengepul (tengkulak) banyak berkeliaran mencari tembakau ke sawah warga. Mereka bekerja sama dengan bos tembakau (perusahaan) menawarkan harga yang cukup marjinal dari harga yang sebenarnya.

Seharusnya kata Nursiwan, perusahaan rokok bisa langsung turun ke petani tembakau jangan mengharapkan pengepul. Karena jika sudah ditangan pengepul maka selisih harganya akan jauh berbeda.

"Selisih harga ditawarkan tengkulak pada petani hingga 150 ribu rupiah per kwintal dari harga perusahaan," keluh Nursiwan.

Beralih tanam ke tanaman lain pada musim ini (kemarau) kata Nursiwan, tidak bisa. Sebab selama dia menjadi petani, jika ingin menanam cabe harus dibarengi dengan menanam tembakau sebagai tanaman tumpang sarinya, baru hasilnya bagus.

"Hasilnya tidak bagus jika tidak didampingi dengan tanaman tembakau," terang Nursiwan.

Kemudian petani tembakau lainnya, H. Saleh (54) mengatakan, menanam tembakau sebenarnya bukan hal yang diprioritaskan. Tembakau hanya dijadikan tanaman tumpang sari sekedar mengembalikan biaya produksi. Keuntungan yang diharapkan petani sebenarnya dari hasil tanam cabe karena masa panennya cukup lama.

"Kalau tembakau hanya sekedar mengembalikan biaya produksi saja, namun yang lebih prioritas bisa mendapat keuntungan dari bertani ini hanya tanaman cabe," terang Pak Haji. (Ggar)

Related Posts:

Dibalik Hedonis Iklan Industri Rokok

Lotim. SK_Iklan  rokok dengan style hedon memicu anak-anak sekolah menjadi sasaran industri rokok. Bayangkan pada iklan TV dan poster anda pasti melihat style mewah dan elite. Startegi inilah yang dimainkan industri rokok.

Hingga banyak di jumpai di kantin sekolah, di pinggir sekolah banyak tersebar iklan-iklan rokok dan menggunakan gambar-gambar keren di setiap pamflet atau sepanduk.

Tak heran anak-anak sangat gampang di pengaruhi dan mencoba mengkonsumsi rokok. Karena gaya yang elite dan borjuis sebagai pemicu.

Nyatanya setiap masuk sekolah, keluar main dan pulang sekolah anak-anak sekolah dengan percaya diri menghisap rokoknya.

Bukan hanya itu, industri rokok pun menyasar ke ranah prestasi anak-anak. Anak-anak diberikan beasiswa senilai kurang lebih 10 juta rupiah.

Strategi itulah yang dibangun oleh industri rokok. Bagaimana anak-anak yang menjadi sasaran utama untuk kelancaran industri.

Rozi

Related Posts:

Rokok Membunuhmu! Logikanya Berhentilah Merokok

Lotim.SK_Rokok adalah lintingan atau gulungan kertas yang terdapat tembakau. Selain kertas, ada juga dengan daun tembakau, bahkan sebagain masih menggunakan daun jagung.

Rokok biasanya dihisap seseorang setelah dibakar ujungnya. Kepulan asap yang berasal dari rokok ikut tersedot hingga ke paru-paru. Tidak sedikit para perokok menelan kepulan asap tembakau berlama-lama kemudian dihembuskan lagi.

Tahukah anda?Sebagian rokok berasal dari pabrik bahan kimia berbahaya. Hanya dengan membakar dan menghisap sebatang rokok saja, dapat diproduksi lebih banyak dengan bahan kimia. Bahan kimia tersbut tidak hanya beracun, tapi bisa berakumulasi dalam tubuh dan dapat menyebabkan kanker.

Rokok juga termasuk zat adiktif karena dapat menyebabkan adiksi (ketagihan) dan dependensi (ketergantungan) bagi orang yang menghisapnya. Dengan kata lain, rokok termasuk golongan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, Alkohol, dan Zat Adiktif).

Meskipun berbahaya orang-orang masih saja mengkonsumsinya. Bukan hanya orang dewasa namun anak-anak mulai merokok. Belum lagi para perokok pasif yang hanya mendapatkan paparan rokok. Utamanya anak-anak dan perempuan. Ini tentu sangat berbahaya bagi kesehatan mereka.

Jika kita peduli dengan keluarga, peduli dengan generasi masa depan yang akan datang. Maka berhentilah untuk merokok, jauhilah asap rokok dari keluaga anda untuk mendongkrak generasi sehat dan berdaya saing di masa mendatang. Jika rokok saja melarang dirinya untuk dikonsumsi dengan himbauan "Rokok Membunuhmu" maka mulai dari sekarang berhentilah merokok. (Rozi)

Related Posts:

Rokok Membunuh Ekonomi Keluarga?



Lotim.SK_Rokok itu sebenarnya bukan hal yang perlu dibanggakan. Bagi mereka yang tidak merokok tentumereka menyadari dampak negatifnya.
Padahal apa sih nikmat yang bisa dirasakan oleh perokok? Justru malah sebaliknya mereka akan merugi karena uang yang seharusnya dibelanjakan untuk membeli kebutuhan hidupnya digunakan untuk hal yang sia-sia.

Jika kita mau jujur, rokok itu sebenarnya membunuh ekonomi keluarga. Bukan hanya itu, tanpa disadari menghirup asap rokok secara pelan-pelan juga akan membunuh manusia itu sendiri karena racun (nikotin) yang terkandung di dalamnya bisa mengganggu kesehatan.

Oleh karena itu, mulai sekarang mari kita edukasi anak-anak kita sejak dini untuk tidak merokok. Andaikan ada yang sudah terbiasa merokok maka, merokoklah jauh dari anak-anak.

Usahakan jangan sampai anak melihat orangtuanya merokok. Apalagi meminta  anak untuk membeli rokok, maka sama artinya orang tua tersebut mengajari anak untuk merokok.

Mulai sekarang, mari kita sterilkan rumah kita dari asap rokok agar udara yang kita hirup setiap detik pemberian Allah secara gratis itu jangan sampai di sia-siakan. Hidup ini akan terasa bahagia jika tidak ditemani asap rokok.

Dengan tidak merokok maka secara tidak langsung kita berupaya mendidik diri dan keluarga menjadi orang yang peduli kesehatan, bisa menghemat ekonomi keluarga. Uang yang dibelanjakan setiap hari untuk membeli rokok itu bisa ditabung untuk kebutuhan masa depan anak-anak. (Ggar)

Related Posts:

Himbauan KTR Hanya Hiasan Dinding Belaka

Lombok Timur, SK - Rokok bagi sebagian orang menganggapnya sebuah kebutuhan. Makanya tidak heran setiap kali mereka (pecandu) rokok selesai makan yang pertama ditanyakan, mana rokok. Konon kata mereka, menghisap rokok usai makan adalah sesuatu yang luar biasa mengasyikkan bagi dirinya tapi belum tentu bagi orang lain.

Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang digaungkan pemerintah seperti di kawasan Puskesmas atau rumah sakit jelas terpampang banner besar bertuliskan 'No Smoking' artinya dilarang merokok.

Tulisan itu hanya sebagai hiasan dinding belaka. Bagaimana tidak, petugas Puskesmas yang menempel banner tersebut, sengaja tidak mengindahkan himbauan yang mereka pasang.

Memang, di area itu mereka tidak merokok dengan alasan banyak pasien, bukan karena perda KTR. Tapi, mereka akan sedikit menjauh dari area itu mencari lokasi yang lebih aman seperti di kios atau warung kopi, kemudian mereka berkumpul. Masing-masing mengeluarkan bungkus rokok dengan bermacam merk. Mulai dari rokok harga terendah hingga rokok yang harganya selangit.

Jika memang pemerintah serius menerapkan perda KTR tersebut, dengan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, maka saya yakin masyarakat terutama anak-anak akan malu serta tidak akan merokok di tempat umum.

Meskipun dia merokok mungkin di tempat yang agak sedikit tertutup tidak dilihat oleh banyak orang. Artinya semua itu berawal dari diri kita sendiri, patuh pada aturan yang dibuat.  (Ggar)

Related Posts:

Tempat Wisata Lombok Timur Minim Ketersediaan Tempat Merokok

 Lotim. SK_Tempat umum seperti tempat objek wisata merupakan tempat dimana kita dapat menemukan kesinambungan atau keserasian dan kebahagiaan dan lingkungan hidup. Dengan berwisata kita dapat menghilangkan sedikit kejenuhan setelah melakukan aktivasi yang berat.

Dan juga  udara yang segar membuat kami merasa nyaman dan tenang dikarenakan jauh dari polusi asap kenalpot motor.  Tempat wisata juga tempat paling ramai dikunjungi masyarakat, dari yang tua, muda, remaja, sampai anak-anak.

Namun dibalik itu tempat wisata ternyata masih banyak sekali yang kami lihat wisatawan yang datang merokok dengan bebas, bahkan tidak melihat di sekitarnya ada anak-anak yang bermain, yang seharusnya tidak boleh dilakukan.

Padahal di dalam perda No. 3 Tahun 2014. Sudah jelas ketentuan kawasan Tanpa Rokok (KTR) meliputi, fasilitas pelayanan publik, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat umum.

Akan tetapi hal tersebut juga harus di perhatikan oleh wisawatan yang berkunjung sebelum melakukan hal demikian. Dan  juga pengelolaan wisata harus menindak tegas pelanggaran merokok di tempat umum.

Sejauh ini yang kami lihat di tempat objek wisata khususnya di Lombok Timur masih minim pengadaan fasilitas tempat merokok. Pengelolaan wisata  harus mengupayakan hal demikian untuk memfasilitasi ruang tempat merokok supaya pengunjung yang datang tidak lagi merokok sembarangan. (Pandy)

Related Posts:

Oknum Guru Masih Ada Merokok dalam Ruangan Kelas


Lotim. SK_Kawasan Tanpa Rokok hampir tak banyak yang memahaminya. Tak hanya di lingkungan  kesehatan. Pada area sekolah banyak pula kita dapatkan puntung rokok. Hal ini dapat kita ketahui bahwa pada lingkungan tersebut ada banyak orang yang merokok.

Saat pengumpulan sampah, tidak sedikit putung rokok menumpuk baik dari ruangan kelas ataupun ruangan guru. Kondisi ini diyakini kurangnya sosialisasi tentang Peraturan Daerah atau Perda Kabupaten Lombok Timur No 10 Tahaun 2015 yang menyebutkan tempat-tempat layanan pendidikan harus bebas dari paparan asap rokok.

Menurut keterangan Asri salah seorang Aktivis Pemuda Lombok Timur membenarkan adanya kondisi hari ini.

“kasus ini acapkali dilihat di masing-masing sekolah adanya kepulan asap rokok. Bahkan seorang guru masih saja merokok dalam kelas sembari memebrikan materi pelajaran” jelas Asri pada awak media Senin 20/7/2020 di Pantai Pondok Kerakat Pohgading Timur Kecamatan Pringgabaya.

Perilaku ini sepatutnya tidak untuk ditiru, bahkan pihak kepala sekolah boleh memebrikan teguran kepada oknum guru yang melakukan hal itu.

“Pihak sekolah harusnya memulai hal ini, mulai dari para guru dan para pengelola madrasah untuk meniadakan asap rokok” jelasnya. (Ap)

Related Posts:

Desa di Lombok Timur Ini Telah Lama Terbebas Dari Asap Rokok


Lotim. SK_Desa Aikmel Utara Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, telah lama terbebas dari asap rokok. Desa ini menjadi desa pertama yang terbebas dari paparan rokok di Kecamatan Aikmel.

Jika anda memasuki kawasan ini, anda akan menemukan plang pengumuman Kawasan Tanpa Rokok. Tepat dalam lingkungan kantor desanya terdapat larangan dan himbauan Kawasan Tanpa Rokok. Tak hanya sebatas himbauan, desa ini juga menerapkan secara total anti rokok.

Jika ada yang hendak merokok di tempat itu, tak segan para petugas setempat memberi tahu untuk tidak merokok.

Dalam ruagan kantor desa, tak adapun asap rokok yang membumbung. Berbeda dengan desa lain, setiap ruangan setiap saat asap rokok yang mengepul.  (Ben)

Related Posts:

Mahasiswa KKN Kebencanaan Unram, Adakan Penghijauan

Pohgading.SK_ Kegiatan penghijauan yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN Kebencanaan Unram periode 2020 yang ada di desa Pohgading, dan Pohgading Timur Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur pada Jumat 17/7/2020. 

Kordinator kegiatan Melinda menyampaikan, agenda tersebut merupakan salah satu bagian dalam program tambahan KKN Kebencanaan Unram.  yang sebelumnya kegiatan  KKN  terfokus pada penanganan penyebaran covid 19.

"Kegiatan KKN sebelumnya fokus pada respon Covid 19, namun saat ini kami juga lakukan kegiatan penghijauan dengan menyebar 415 bibit pohon" ungkap Melinda.


Lanjut dia adapun bibit tersebut terdiri dari 5 jenis. Diantaranya 80 Ketapang, 85 mahoni, 100 Alpukat, 100 sirsak, dan 50 bibit nangka.

"Kita juga bagikan ke warga, khusu bibit sirsak dan Alpukat untuk di tanam di masing-masing pekarangan dan lahan mereka" jelasnya.

Selain itu Melinda juga mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka menuntaskan program kerja KKN periode 2020. Program kerja ini terakhir  kami dan teman-teman KKN.

Dia juga menyampaikan kegiatan ini dilakukan dalam upaya  membantu mencegah terjadinya abrasi. Seperti yang diketahui bahwa daerah pesisir rentan sekali terjadi abrasi.

Selain itu penghijauan ini untuk membantu pemeliharaan alam,  lahan di pesisir pantai Pondok Kerakat masih sangat luas dan gersang, serta sangat minim pepohonan.

"Inilah yang memotivasi kami untuk melakukan program penghijauan" tutupnya. (Pandy)

Related Posts:

Lombok Timur Masih Menjamur Iklan Rokok di Lingkungan Sekolah

Poto Ilustrasi Poster Iklan Rokok dengan anak-anak sekolah

Lotim. SK_Salah satu upaya yang dirasa ampuh melindungi anak-anak dari paparan rokok atau kecanduan rokok ialah adanya aturan yang melarang pemasangan iklan rokok di sekitar sekolah, namun sayangnya di Kabupaten Lombok Timur poster iklan rokok terus menjamur begitu kata aktivis Anti Rokok Hajad Guna Roasmadi yang akrab dipanggil Eros.

"Agar anak terlindungi dari paparan dan candu rokok, harsunya sekolah meniadakan iklan, promosi, dan sponsor rokok di sekitar sekolah, tapi nyatanya masih banyak kita lihat poster rokok didepan bahkan di lingkungan sekolah itu sendiri" ujar Eros pada Kamis 16/7/2020.

Dia mengatakan selain memudahkan anak terpapar rokok, iklan disertai penjualan rokok di sekitar sekolah juga bisa menjadi celah bagi anak untuk mencoba produk tembakau itu.
"kami menduga produk industeri rokok sengaja menyerbu pasang iklan rokok di lingkungan sekolah, sehingga anak-anak akan mudah mencoba dan kemudian kecanduan rokok," kata dia.

Selain itu, ucap Eros, peran guru dan orang tua juga diperlukan untuk mengedukasi bahaya merokok bagi kesehatan.
Namun, Eros menambahkan, hal ini tak akan berefek bila iklan rokok masih saja muncul di sekitar anak.

"Guru dan orang tua juga berperan penting untuk memberikan edukasi bahaya rokok pada anak. Namun kembali lagi, jika guru dan orang tua sudah memberikan edukasi, belum tentu lingkungannya di luar rumah dan sekolah," kata Eros.

Ia juga memaklumi pemahaman pihak sekolah pada Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) belum banyak yang mengetahuinya. Sehingga penting pihak pemerintah daerah untuk sosialisasikan aturan tersebut ke sekolah-sekolah. (Rozi)

Related Posts:

BKKBN NTB Gandeng Pemuda Pringgabaya, Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Anak

Lombok Timur, SK-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Nusa Tenggara Barat, melakukan sosialisasi pentingnya membuat rencana untuk masa remaja dan masa muda yang berprestasi, guna pencegahan pernikahan usia anak.

Sosialisasi yang di gelar pada Kamis, (16/07) di gelar di aula Kantor Desa pringgabaya, dihadiri oleh 30 orang dengan 2 orang masing-masing perwakilan setiap dusun. Sosialisasi yang bertajuk "pemuda yang baik, miliki rencana untuk prestasi dan  hebat" tersebut menggandeng Ikatan Pemuda Pringgabaya (IPP).

Ketua Umum Ikatan Pemuda Pringgabaya (IPP) Rian Arsyat mengatakan kegiatan ini sangat di sambut baik oleh pemuda pringgabaya. Karena ini soal generasi penerus. "Ini harus jadi atensi semua pihak, terutama pemuda, karena merekalah yang harus membina remaja kampung mereka", ungkapnya

Selain itu dia juga menyampaikan kepada peserta yang hadir, bahwa kegiatan ini tidak akan berhenti sampai disini, "Kita tidak akn berhenti sampai disini, kita akna lanjutkan secara bertahap, dan yang hadir hari ini adalah pelopor masing-masing dusun yang akan membantu pencegahan" kata dia menambahkan.

Sementara itu, dalam sosialisasi tersebut  Kepala BKKBN NTB Melalui petugas lapngan PKB Penyelia BKKBN Prov NTB Jumadi S.AP, MAP. Mengatakan saat ini pringgabaya menjadi salah satu kecamatan yang memiliki angka tinggi menikah di usia anak. Maka "saya berharap agar IPP harus berani tampil untuk memerangi kasus pernikahan usia anak ini" tegasnya saat sedang sosialisasi berlangsung.

Selain itu, jumadi juga mengajak para pemuda agar tidak berpacaran dan merokok. Menurut dia berpcaran dan merokok adalah sumber dari kegagalan dimasa muda, termasuk juga penyebab pernikahan Usia Ana, "kalian pasti pernah mendengar bahwa berpacaran itu untuk memotivasi belajar" jelas jumadi. "Itu bulshit, bohong,  tidak ada pacaram yang bikin semangat belajar, sambungnya lagi

Lebih jauh ia mengingatkan kepada pemuda agar terus menggantungkan cita-citanya setinggi langit, "tempel di depan pintu kalian" tegasnya. Dengan begitu motivasi belajar semakin tinggi, dan pasti apa yang menjadi cita-cita itu selalu di ingat dan di perjuangkan, ungkap dia mengingatkan. (AR)

Related Posts:

Keberlanjutan Pembangunan Gedung SMPI Anak Pantai Sambelia Butuh Kepedulian Semua Pihak

Lombok timur.SK_Munawir Haris, S.sos dan Hasbullah adalah dua orang bersaudara lahir dan dibesarkan di sebuah desa terpencil, jauh dari hiruk pikuknya ibu kota. Tepatnya di Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, NTB.

Desa Ini berada di sepanjang pesisir pantai dengan beragam ekosistem laut hidup di dalamnya. Disana juga kita bisa melihat terumbu karang, hutan magrove yang masih asri, bermacam jenis dan warna ikan menari riang di tengah laut yang membiru, tenang dan mengasyikkan. Bagi siapa saja yang pernah berwisata ke tempat ini, pasti ingin kembali lagi.

Berwisata ke pantai yang berada di ujung Utara Lombok Timur ini, memang menjadi impian semua orang. Riak gelombangnya, air lautnya yang membiru, jernih, bersih, steril dari sampah dan kotoran lainnya.

Kemudian pasir putihnya yang memikat, panorama alam yang indah memukau sangat pas bagi kaula muda yang gemar berswafoto. Pantai ini dikelilingi oleh tiga gili yang dinamakan Gili Sulat, Gili Kondo dan Gili Petagan.

Ketiga gili ini jauh dari kata tercemar. Lokasi santai yang memikat hati, tempat istirahat yang nyaman sehingga bisa menghipnotis setiap orang  yang ingin berwisata ke tempat ini.

Untuk berkunjung menuju tiga gili ini, wisatawan bisa menggunakan perahu yang dipandu oleh penggiat wisata (Pokdarwis) pemuda desa setempat. Ongkosnya pun sangat bersahabat, dijamin tidak akan membuat kantong anda kering.

Mengenai penginapan, para wisatawan juga tidak perlu khawatir. Yayasan Anak Pantai (YAP) sudah menyiapkan lokasi penginapan (bungalow) yang tentu nyaman untuk ditempati.

Tiara Homestay, Labuan Pandan siap menunggu kedatangan anda. Penginapan  ini menyajikan berbagai jenis makanan dan minuman khas Lombok. Sembari mengisi liburan, bagi anda yang gemar melantunkan syair indah lewat lagu favorit anda, Tiara Homestay juga menyediakannya. Hiasan lampu di setiap sudut ruangan akan menambah romantis suasana malam anda ditemani secangkir kopi.

Selain itu, YAP dan Homestaynya juga  menyediakan pemandu wisata yang akan membawa anda berselancar hingga puas mengelilingi kawasan wisata. Anda juga diperbolehkan menginap di salah satu gili yang anda banggakan sambil membangun istana pasir putih.

Itulah sekilas info, profil tentang pasir putih di atas langit bawah awan. Lokasi wisata yang tentu sangat memanjakan mata. Penulis narasikan sebagai gambaran bagi wisatawan yang ingin mengisi liburan bersama keluarga dan sahabatnya.

BACK TO THE TOPIK….

Sebagai konseptor yang idealis, pendiri sekaligus pembina Yayasan Anak Pantai (YAP) Munawir Haris, S.sos dan Hasbullah, sejak kecil oleh orang tuanya dididik menjadi insan yang berjiwa sosial, peduli sesama. Jika ada kelebihan rezeki, dia diajari untuk selalu berbagi kepada sesama karena pada prinsipnya, sebagian dari rezeki itu adalah milik orang lain.

Berawal dari ajaran serta motivasi orang tuanya, sehingga pada tanggal 5 Maret 2002, Ia mendirikan lembaga yang dinamakan Yayasan Anak Pantai disingkat YAP di tanah miliknya seluas 17 are atau 1,70 Meter persegi.

Di tanah miliknya, dia membangun sekolah gratis. Dihajatkan sebagai wadah belajar mengajar khusus bagi anak yatim, anak keluarga kurang mampu, anak buruh migrant, pada umumnya anak-anak yang termarjinalkan. Sekolah itu dinamakan Sekolah Dasar Islam (SDI) Islah Bina Al-Ummah.

Sekolah itu, didirikan pada tahun 2002 dengan surat Izin Operasional Nomor: 01/YAP/VII/2002, Tanggal, 1 Agustus 2002. Diterbitkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Sekolah itu menampung sedikitnya 61 peserta didik, Delapan orang guru, Dua orang Operator sekolah dan dua orang  lagi pegawai Tata Usaha (TU) sehingga berjumlah Dua belas orang.

Setiap tahun pembina Yayasan (Munawir Haris) harus menyiapkan dana untuk biaya operasional sekolah sebanyak 65 juta. Uang sebanyak itu termasuk gaji guru dan pegawainya. Karena semua guru dan pegawai yang mengabdi di sekolah tersebut statusnya masih tenaga honorer.

Dari Duabelas orang guru itu, belum ada satupun diantara mereka berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang gajinya dibayarkan oleh pemerintah.

Selama sekolah ini beroperasi, honor guru serta pegawainya disisihkan dari dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang diberikan pemerintah daerah melalui dinas pendidikan sekali setahun. Dan, itupun jumlahnya tidak menentu. Sehingga, tidak heran apabila guru dan pegawai yang mengabdi di SDI tersebut harus bekerja ekstra (serabutan) di luar jam mengajarnya di sekolah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Tapi beruntung semenjak dibangunnya sekolah itu, dana untuk membangun fisik dibantu oleh donatur bernama Hank Klaste & Family lewat lembaganya Anak-Anak Lombok Timur Foundation (A2LTF) dan Wilde Ganzen warga negara Belanda.

Tidak cukup sampai disitu, Munawir Haris perlu menatap masa depan anak-anak ini lebih jauh lagi. Setelah siswa/siswi ini belajar selama Enam tahun di SDI, Islah Bina Al-Ummah, tentu mereka harus melanjutkan pendidikan lagi minimal ke tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Menyekolahkan anak setingkat SD saja orang tuanya banyak yang tidak mampu, apalagi berlanjut ke tingkat SMP. Itulah yang menjadi beban pikiran Haris dkk. Sehingga dengan modal nekat, pada tahun 2017 lalu, dia menambah ruangan kelas untuk anak tamatan SDI- Islah Bina Al-Ummah yang akan melanjutkan pendidikannya ke SMPI Anak Pantai, tapi itu belum juga bisa mengakomodir lonjakan siswa baru terkendala ruang kelas.

Kemudian, tepatnya, Senin, 6 Juli 2018, peletakan batu pertama pembangunan gedung SMPI Anak Pantai dilakukan oleh Bupati Lombok Timur, Drs, HM.Sukiman Azmy, MM. Kemudian, pada saat itu, Bupati berjanji akan membantu dana pembangunan fisik sekolah yang di bangun YAP.

Namun akhirnya, tidak berselang lama setelah Bupati lakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung SMPI, pada, Ahad, 27 Juli 2018, gempa bumi beruntun terjadi mengguncang Lombok.

Gempa yang maha dahsyat itu banyak menelan korban, menghancurkan ribuan rumah warga, sekolah, dan fasilitas umum lainnya termasuk rumah Munawir Haris dan Hasbullah.

Sehingga dengan alasan itulah, Bupati Lombok Timur, HM.Sukiman Azmy tidak bisa merealisasikan janjinya karena pemerintah pada saat itu lebih fokus menyalurkan bantuan untuk korban gempa bumi.

Begitu pula, YAP tidak bisa melanjutkan pekerjaannya menambah ruang sekolah. Dana tiga ratusan juta rupiah bantuan  A2LTF dan Wilde Ganzen dialihkan untuk membantu masyarakat Lombok Timur dan Lombok Utara yang tertimpa bencana.

Sehingga selama setahun (2019) pembangunan gedung untuk siswa/siswi SMPI, sebanyak 45 orang tersebut yang berukuran 21 x 9 meter sebanyak Enam kelas dengan ruangan 7 x 7 meter, dua tingkat ini, terpaksa tertunda.

Dana (uang) yang pada awalnya akan dialokasikan untuk menambah ruang kelas SMPI Anak Pantai bantuan donatur tersebut, dialihkan untuk membangun rumah layak huni. Diperuntukkan kepada 225 Kepala Keluarga (KK) dan pembangunan MCK sebanyak 87 unit diberikan kepada warga terdampak gempa.

Kemudian setelah itu, program pelatihan (Kursus) Las dan konstruksi baja ringan menyasar  21 pemuda pengangguran Desa Labuhan pandan berlangsung selama dua pekan. Pada, 26 Agustus 2019 dibuka oleh sekcam Sambelia, Adam, S.sos (Almarhum) YAP ketika itu menggandeng LLK Lombok Timur.

Pengobatan mata gratis juga diberikan kepada 25 orang warga Labuhan Pandan, pada 13 - 14 Januari, berlanjut 23 - 24 Januari 2020 di Rumah Sakit Mata, Kota Mataram, NTB. Biaya pengobatan mata ini lebih dari Lima juta rupiah/pasien.

Berikutnya, dana pendampingan pasien menelan belanja Rp 125 juta diberikan kepada pasien pengidap penyakit kronis (tumor ganas) dan Rp 75 juta bantuan diberikan kepada siswa SD untuk biaya operasi dubur. Dan, Alhamdulillah, mereka yang dibantu itu semuanya sehat dan dapat beraktivitas seperti biasa.

Kemudian, pada tahun 2020 ini, YAP kemudian, berencana melanjutkan pembangunan gedung SMPI yang sempat tertunda. Tapi, lagi-lagi bencana non alam pandemi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) pada awal Maret 2020 melanda Indonesia dan dunia.

Akibat dari musibah itu (Covid-19) YAP kemudian ikut berkontribusi meringankan beban pemerintah dengan menyalurkan bantuan sembako menyasar warga yang terdampak Covid-19.

Bermula, pada tanggal 15 dan 23 April 2020, YAP menyalurkan bantuan sembako sebanyak 250 paket, menyasar warga terdampak Covid-19. Tidak berhenti sampai disitu, berikutnya pada 20 Mei 2020 YAP kembali menyalurkan bantuan  sembako sebanyak 640 paket kepada masing-masing Kepala Keluarga (KK) tidak mampu termasuk para duda dan janda se-Desa Labuhan Pandan. Bantuan tersebut berupa beras, gula, susu, minyak goreng, telur, mie instan, dan beragam jenis bantuan lainnya.

Nah, setelah penyebaran Covid-19 ini berangsur-angsur hilang dari ingatan kita. Pemerintah Indonesia merubah status dari darurat Corona menjadi New Normal. YAP berencana akan melanjutkan pembangunan gedung SMPI Anak Pantai pada pertengahan tahun ini.

Tujuannya supaya nanti, apabila pemerintah resmi memperbolehkan anak masuk sekolah maka, ada ruang kelas baru tempat mereka belajar agar tidak terus berdesakan.

Nah, untuk melanjutkan konstruksi gedung sekolah ini, tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sebagaimana disampaikan di atas bahwa, YAP masih membutuhkan bantuan dana kisaran 700 juta rupiah lagi agar gedung sekolah ini bisa segera ditempati.

Selain dana rutin yang bersumber dari lembaga Funding yakni A2LTF dan Wilde Ganzen, YAP juga sangat berharap bantuan dari pemerintah setempat maupun dari lembaga donor lainnya.

Mengingat tahun ajaran baru, anak-anak sudah banyak yang mendaftar masuk sekolah. Sementara fasilitas ruangan kelas masih minim sehingga, YAP perlu kerja ekstra agar pembangunan gedung yang sempat tertunda ini bisa dilanjutkan kembali.

Kerjasama dari semua pihak termasuk lembaga pemerintah, swasta serta lembaga donor peduli pendidikan lainnya, baik yang berada di Indonesia maupun luar negeri, diharap bisa membantu keberlanjutan pembangunan gedung sekolah yang berada di Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Penulis: Fikri

Related Posts:

Dorong Kunjungan Wisata, Pantai Pondok Kerakat Tingkatkan Fasilitas

Pohgading, SK - Untuk menggenjot kunjungan wisatawan ke pantai Pondok Kerakat, Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Pohgading Timur, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur benahi fasilitas area wisatanya.

Ketua Pokdarwis Pantai Pondok Kerakat, Jalaludin mengatakan, bekerjasama dengan pemerintah desa setempat, mereka membenahi beberapa fasilitas publik agar para wisatawan tertarik untuk berkunjung ke tempatnya.

"Kami sedang membenahi areal parkir dan lokasi swafoto agar pengunjung tertarik datang ke sini," jelas Jalaludin, pada media Speaker Kampung, Selasa, (14/7/2020)

Melihat antusiasme warga Pohgading Timur khususnya melakukan rekreasi bersama keluarga, sehingga Pokdarwis terus berbenah agar pengunjung merasa nyaman mendatangi lokasi wisatanya.

"Anggaran yang habis untuk membenahi area wisata ini sebanyak 91 juta dari ADD," terangnya.

Pihaknya juga berharap kepada Pemerintah daerah (pemda) melalui Dinas pariwisata, Lombok Timur, untuk bisa membantu mengembangkan dan mempromosikan aset wisata ini agar dikenali banyak orang.

Dikatakan Kades Pohgading Timur, Ahir Yasin, SH, dibangunnya area wisata Pondok Kerakat katanya, bertujuan untuk meningkatkan Pendapat Asli Desa (PAD)

Selain keberadaan aset wisata ini untuk meningkatkan PAD, bisa juga sebagai peluang kerja pada pemuda desanya. Pondok Kerakat. "Mungkin dengan adanya wisata ini untuk wisata lokal dulu lah," katanya.

Yasin akan terus komitmen membenahi lokasi wisata yang ada di desanya serta mendukung program Pokdarwis dari tahun ke tahun.(Pandi)






Related Posts:

Ada Bahaya Mengintai dari Rokok

Lotim. SK_Rokok dalam kamus bahasa Indonesia disebut kata benda. Sedangkan merokok kata kerjanya. Dimana kedua kata ini bersinggungan antara yang satu dengan lainnya. Jika tidak ada rokok, maka orang tidak akan bisa merokok.

Lalu dari mana asalnya rokok kemudian bagaimana proses produksinya? sehingga anak yang masih berusia balita hingga  usia menengah senja pun paham betul rokok itu seperti apa. Meskipun dalam kurikulum sekolah tidak ada mata pelajaran khusus tentang rokok yang diajarkan guru.

Bahkan tidak sedikit anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) ada yang mampu menghafal merk rokok yang biasa dijual bebas di pasaran. Rokok ini banyak kita temukan dijual bebas di kios-kios, pedagang kaki dua, kaki tiga, kaki empat hingga kios yang tidak berkaki sekalipun rokok bisa ditemukan.

Apalagi di kedai kopi tempat mangkalnya  anak muda hingga toko swalayan kelas elit bahkan hotel bintang tujuh yang sering dikunjungi para konglomerat alias mereka yang berduit serta pejabat setingkat langit.

Rokok menurut pendapat beberapa orang,  identik dengan kejantanan. Jika ada pria tidak bisa merokok maka dia dikatakan banci alias tidak jantan. Bahkan tidak segan-segan temannya akan ngeledeknya. "agh, banci, norak, ga jantan lo," kata kiasan itu sering kita dengar.

Lalu seperti apa sih rokok itu. Apa pengaruhnya terutama pada anak-anak. Kemudian efek negatif yang dirasakan oleh perokok aktif dan perokok pasif itu seperti apa?

Mari kita bedah bersama...

Penelitian (riset) yang dilakukan di Tiga Provinsi penghasil tembakau terbesar nasional adalah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada bulan Juni dan Juli 2015.

Lima orang tim ahli yang terlibat dalam penelitian itu antaranya: Fauzi Ahmad Noor, S.IP, Awang Darumurti, S.IP, M.Si, Dianita Sugio, S.Kep,.NS,.MHID, Dra. Retno Rusijayanti, M.Kes, dan DR. Eng. M.Islamiyati Rusyida, ST.MT. Mereka tergabung dalam Muhammadiyah Tobacco Control Centre (MTCC) dari tiga perguruan tinggi yakni, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Magelang dan Mataram.

Hasil penelitiannya menunjukkan, produksi tembakau di tiga provinsi tersebut di atas sekitar 118 ton atau 87% dari total produksi nasional. Selain itu, pada masanya, tiga provinsi ini, 90% lahan pertaniannya dimanfaatkan untuk menanam tembakau.

Rinciannya, petani tembakau terbanyak berada di Jawa Timur, 301.847 orang menyusul Jawa Tengah, 120.072 orang terakhir Nusa Tenggara Barat, 48.980 orang.

Penelitiannya dengan metode kuantitatif dan dilakukan secara Croos section di tiga provinsi tersebut diatas. Responden sebanyak Lima ratus orang petani, melibatkan petani tembakau yang masih aktif menanam tembakau. Rinciannya, 309 orang petani tembakau dan mantan petani tembakau 191 orang. Riset ini menggunakan kuesioner semi-terstruktur dengan tatap muka dan wawancara.

Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mendokumentasikan karatristik sosial ekonomi petani tembakau pada saat ini dan matan petani tembakau. Memberikan pemahaman kepada petani tembakau agar mau bergeser ke pertanian non tembakau.

Meyakinkan kepada petani tembakau maupun mantan petani tembakau bahwa merokok tidak baik untuk kesehatan. Mendorong petani tembakau agar turut serta mengingatkan anaknya agar tidak membiasakan diri merokok sejak dini.

Mengedukasi petani tembakau maupun matan petani tembakau bahwa bertani tembakau bukan merupakan bisnis yang menguntungkan. Jika mereka mau beralih ke jenis pertanian lain selain tembakau hasil panennya akan jauh lebih menguntungkan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat ini, petani tembakau sedang mencari mata pencaharian alternatif selain menanam tembakau yang tidak menguntungkan.

Jenis pertanian alternatif yang bisa dipilih petani menggantikan tembakau seperti biji-bijian, 71,2% lebih menguntungkan. Kemudian sayur mayur, 21,5%, buah-buahan, 2,1% serta jenis tanaman lainnya 5,2%. Dengan kata lain, pertanian tembakau bukanlah bisnis yang menguntungkan bagi para petani.

Faktor yang mempengaruhi mantan petani tembakau berhenti tanam tembakau, 45% menjawab adanya monopoli industri rokok dalam menentukan harga tembakau. Sebanyak 25,1% menjawab karena cuaca sulit diprediksi, tidak menguntungkan, keluarga tidak mau melanjutkan menanam tembakau dan mereka tahu bahwa merokok membahayakan kesehatan sementara sisanya tidak tahu.

Baik petani tembakau maupun mantan petani tembakau 70,40% tidak ingin melihat anaknya merokok dan sisanya tidak menjawab alias tidak tahu.

Baik petani tembakau maupun mantan petani tembakau lebih dari separuh (56,9%) menginginkan untuk berhenti merokok karena mereka sadar bahwa merokok itu sangat membahayakan kesehatan. Apakah dia perokok aktif maupun yang pasif.

Oleh karena itu, baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus merekomendasikan atau memberi dukungan kepada mantan petani tembakau yang telah berhasil melakukan alih tanam. Kemudian memfasilitasi petani tembakau agar beralih ke tanaman alternatif.

Pemerintah juga harus membuat peraturan tentang pengendalian tembakau yang kuat dan menandatangani kerangka konvensi organisasi kesehatan dunia tentang pengendalian tembakau (WHO FCTC)

Kesimpulan dari hasil penelitian diatas adalah, proporsi dari petani tembakau saat ini telah menunjukkan adanya kemauan untuk beralih ke tanaman non tembakau. Separuh dari petani tembakau tidak ingin melihat keluarganya menanam tembakau lagi.

Jadi baik petani tembakau, mantan petani tembakau maupun aktivis anti rokok harus bersatu mendorong pemerintah Indonesia untuk membuat peraturan yang kuat tentang pengendalian tembakau.

Hal ini bertujuan untuk mencegah generasi saat ini dan yang akan datang dari racun tembakau (nikotin) yang mematikan. Menyadarkan orang tua agar tidak membiasakan diri menyuruh anak membeli rokok karena sama artinya orang tua mengajarkan anaknya untuk merokok.

Alangkah lebih etisnya jika uang yang akan digunakan membeli rokok itu dialihkan untuk membeli kebutuhan pokok lainnya yang bisa dinikmati oleh semua anggota keluarga. (Ggar)

Related Posts:

Tenaga Kerja Lokal Tak Terakomodir, Pemuda Sambelia Tuntut PT Rakin

Lombok Timur,SK - Hearing yang diikuti puluhan pemuda yang mengatasnamakan dirinya Forum Pemuda Karang Taruna (FPKT) Kecamatan mendesak PT. Rekayasa Industri (PT. Rakin) memprioritaskan tenaga kerja lokal bekerja pada perusahaan yang beroperasi di wilayahnya.

Hearing ini juga dihadiri oleh, Kades Padak Guar, camat, Kapolsek, Dinas ketenagakerjaan Kabupaten Lombok Timur,  Bakesbangpoldagri, serta perwakilan dari perusahaan, berlangsung di aula kantor camat Sambelia, Senin (13/7/2020).

“Kita menuntut agar perusahaan tersebut mengutamakan tenaga kerja lokal saat perekrutan. Sebab kita tidak ingin sekedar menjadi penonton saja,” tegas ketua  FPKT Kec. Sambelia, Samsul Hadi.

Dia menambahkan nota kesepakatan yang sudah dibuat oleh pihak perusahaan tidak dijalankan dengan baik sehingga menimbulkan keresahan sosial.

“Dari hasil nota kesepakatan tersebut sudah jelas yang ada di Kecamatan Sambelia ini sejumlah 70% tapi tidak terserap dengan baik, akhirnya kami mengambil sikap,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, Humas PT. Rakin, Dicky Arsandi, menjelaskan, perusahaan sebelumnya telah membuat surat perjanjian dengan pihak desa Padak Guar dalam bentuk MoU.

“Pada awal bulan januari 2019 kami bersama pihak pemerintah desa setempat sepakat untuk rekrutmen tenaga kerja melalui POKJA yang dibentuk,” jelasnya.

Merespon kesepakatan itu, Kasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industri Disnaker Lombok Timur, Subhan Bakhtiar, berkomitmen akan terus mencetak tenaga terampil sesuai visi dan misi Bupati agar tenaga lokal bisa bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah.

“Kami sudah sampaikan kepada pihak perusahaan dan mereka menyatakan komitmennya. Tentu kami juga akan tetap memperhatikan sertifikasi, kompetensi yang sesuai kebutuhan perusahaan," jelasnya.

Berdasarkan pantauan terkait tenaga kerja lokal (operator) yang belum mempunyai sertifikasi, Disnaker berjanji akan mengadakan pelatihan bekerja sama dengan Ditjen Bina Pengawasan dan K3 Kemenaker RI  berstandar nasional.

"Kami sudah berkoordinasi dengan bidang penyidik dirjen bidang pengawasan kementerian tenaga kerja," tutupnya.

Related Posts:

Pemuda Sambelia Tuntut PT. Rekayasa Industri

Sambelia. SK_Puluhan orang dari Forum Pengurus dan Pemuda Karang Taruna Kecamatan Sambelia melakukan aksi hearing di aula Kantor Camat Sambelia Senin 13/7/2020 pagi ini.

Dalam aksi itu, pihaknya menuntut pada perusahaan yakni PT Rekayasa Industri untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal, yakni masyarakan lingkungan Kecamatan Sambelia.

“Kita menuntut kepada perusahaan tersebut, mengutamakan tenaga kerja lokal saat perekrutan, sebab kita tidak ingin menjadi penonton saja,” kata Samsul Hadi, Ketua Forum Pengurus Karang Taruna Kecamatan Sambelia.

Selama ini perusahaan hanya memanfaatkan sumber daya di wilayahnya tanpa ada imbal balik terhadap masyarakat. Masyarakat hanya jadi penonton dan akan menikmati kemiskinan.


Samsul juga menambahkan, seluruh tenaga kerja kontrak dan proyek yang berasal dari luar lingkungan, harus digantikan dengan tenaga kerja dari dalam kecamatan Sambelia.

Menanggapi hal ini, PT Rekayasa Industri juga hadir dalam acara hearing itu. Pihaknya menjelaskan bahwa perusahaan sebelumnya telah membuat surat perjanjian dengan pihak desa.

"Pada bulan Januari 2019 kita sudah membuat kesepakatan untuk rekruitmen tenaga kerja dengan pihak desa" Jelas Diki Arsandi Humas PT. Rekayasa Industri.

Related Posts:

Sepuluh Calon Kawil Desa Sugian Ikuti Tes

Lombok Timur, SK - Sebanyak Sepuluh orang calon kepala wilayah (Kadus) ikuti tes akademik dan kompetensi bidang, penjaringan dan penyaringan calon Kepala Wilayah pada tiga dusun pemekaran berlangsung di kantor Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, Kamis (9/7/2020).

Sesuai Peraturan Bupati Lombok Timur, Nomor 6 Tahun 2018 tentang tata cara pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa dan staf perangkat desa.
Dari Sepuluh orang Cakawil tersebut, tiga orang yang akan lulus mengisi jabatan kawil.

Setelah mengikuti tes akademik (tulis) yang disiapkan oleh DPMD Lombok Timur, baru kemudian mereka mengikuti tes kompetensi (wawancara) dilakukan oleh tim penguji yakni Camat, Kapolsek dan Danramil.

Setelah melalui proses panjang, ketua panitia penjaringan dan penyaringan perangkat desa, Herman, kemudian membuat berita acara pelaksanaan hasil seleksi perangkat desa yang ditandatangani oleh ketua dan anggota, dan diumumkan secara terbuka pada hari itu juga.

Nilai akademik dan wawancara diakumulasikan, kemudian diambil nilai tertinggi. Dan hasilnya menunjukkan: Azhar, jumlah nilai 91 menjadi Kawil Pekapuran. Dedi Purnama Bahari, nilai 84 berhak menduduki posisi Kawil Kokok Pedek Timur, kemudian Lalu. Sri Gede dengan total nilai 80 dinobatkan menduduki posisi Kawil Sugian Barat.

Ketiga orang yang akan menduduki posisi kepala wilayah (kadus) ini diharap mampu mengemban tugas, melayani masyarakat yang ada di wilayah kerjanya. Kemudian mereka harus bisa bekerja secara kolektif dengan lembaga desanya.

Mereka juga harus bisa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mampu melihat potensi desa untuk kepentingan masyarakat. Demikian harapan disampaikan Sekdes Sugian, Bagus Hadi Kusuma.

Ketua BPD Desa Sugian Makbullah, S.pd pada jurnalis Speaker Kampung juga berharap agar mereka yang baru diangkat menjadi Kawil ini bisa bekerja maksimal, memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Setidaknya segala aspirasi yang disampaikan warga bisa diakomodir dan ditindaklanjuti. (Ggar)

Related Posts:

Kali Ini Pantai Sambelia Makan Korban

Lombok Timur, SK - Tidak berselang lama setelah seorang nelayan warga Sugian, Kecamatan Sambelia, dihebohkan  terseret gelombang air laut ketika memancing. Kini kembali warga Sambelia digegerkan dengan tewasnya seorang anak Sekolah Dasar (SD) terseret arus air laut ketika sedang mandi di pantai Timba Gali, Desa Dadap, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.

Informasi yang diterima awak media Speaker Kampung, meninggalnya Jaya Saputra (9) anak yang masih duduk dibangku kelas III SDN 04 Sambelia ini, awalnya berasal dari Sekdes Dadap, Saparudin.

Meninggalnya Jaya Saputra (almarhum) menurut Saparudin, bermula ketika dia dan tiga orang teman yang seusia dengannya mandi di pantai Timba Gali ketika air laut mulai surut, pada, Selasa (7/7/2020) sekira pukul 15.00 Wita.

Setelah korban hanyut dan teman-temannya tidak bisa menolong, baru kemudian mereka minta bantuan warga sekitar. Wargapun kemudian berusaha mencari menggunakan alat penyelam namun belum bisa ditemukan.

Sekira pukul 15.00 Wita, korban baru bisa ditemukan tetangga korban, Sahdan (26) mengapung tidak jauh dari TKP menggunakan perahu milik warga lainnya.

"Mayatnya saya temukan mengapung tidak jauh dari tempat kejadian. Saya langsung angkat naikkan ke perahu dan bawa ke darat," kata Sahdan, saat media ini mendatangi rumah duka, Rabu (8/7).

Setelah berhasil dievakuasi, anak pertama pasangan Sahwan (32) dan Sri Rahmayani (30) ini, tiga puluh menit kemudian baru dibawa ke Puskesmas Sambelia untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Tapi sayang, nyawa anaknya tidak bisa di selamatkan. Korban kemudian baru bisa dimakamkan di rumah neneknya pada keesokan harinya di Dusun Pulur, Desa Sugian.

Sahwan yang kesehariannya bekerja  sebagai buruh tani dan istrinya hamil Delapan bulan anak keduanya, merasa sangat terpukul setelah kepergian anaknya secara tiba-tiba. Bahkan, saat awak media mendatangi rumahnya, dia tidak mampu menyembunyikan rasa pilunya.

"Saya harus terima kenyataan ini, mungkin ini sudah takdir yang diberikan Allah kepada anak saya," ungkapnya. (Ggar)

Related Posts:

PT POS Indonesia Salurkan Bantuan di Sambelia

Lombok Timur, SK - PT. Pos Indonesia (persero) salurkan Bantuan Langsung Tunai (BST) tahap III pada hari ini, Rabu (8/7/2020) menyasar dua desa yakni Desa Dadap 54 orang dan Desa Sambelia 228 orang.

Jadwal penyaluran BST di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, di mulai pada hari, Selasa (7/7) meliputi Desa Senanggalih, Labuhan Pandan dan Padak Guar sebanyak sebanyak 251 KPM

Pada, Rabu (8/7) Desa Sambelia dan Dadap sebanyak 282 KPM. Untuk Desa Bagik Manis dan Sugian, pada, Kamis (9/7) sebanyak 339 KPM. Hari Jumat (10/7) Desa Dara Kunci dan Belanting, sebanyak 340 KPM. Terakhir Desa Obel-Obel dan Madayin, sebanyak 241 penerima manfaat

BST yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk masyarakat terdampak Covid-19, yang disalurkan melalui Kementerian sosial RI bermitra dengan PT. Pos Indonesia Tbk, masing-masing Kelompok Pengguna Manfaat (KPM) menerima 600 ribu rupiah.

Proses penyaluran BST ini tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19. Semua KPM diwajibkan menggunakan masker dan tempat cuci tangan disediakan satgas Covid-19.

Pantauan media ini khususnya di Desa Sambelia, Kades Sambelia, Ahmad Subandi, SE pada kesempatan itu mengingatkan kepada masyarakatnya supaya memanfaatkan bantuan ini pada hal-hal yang produktif guna menunjang kehidupan keluarga selama pandemi.

"Selama pandemi ini, saya berharap uang yang diberikan pemerintah ini digunakan untuk membeli kebutuhan dasar guna penunjang kehidupan keluarganya, jangan sekedar untuk bayar hutang," harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Subandi menyarankan kepada warganya yang merasa belum membayar pajak pekarangan rumah atau lahan agar segera membayarnya. Pajak yang dibayarkan katanya, akan dikembalikan ke rakyat lewat bantuan seperti ini.

"Bantuan yang diberikan ini berasal dari pajak yang dibayar masyarakat. Oleh karenanya bagi yang merasa belum bayar pajak agar segera membayarnya," pesan Subandi. (Ggar)

Related Posts:

IPP Edukasj Pengunjung dan Pedagang Wisata Tanjung Menangis

Pringgabaya SK-  Ikatan Pemuda Pringgabaya (IPP) gelar aksi kampanye kebersihan sampah dalam upaya  sadarkan pedagang dan pengunjung kebersihan pantai Tanjung Menangis.

Aksi yang di gelar pada  Minggu, 05/07/2020 di dukung oleh Pemerintah Desa Pringgabaya.

Dalam aksi tersebut juga di hadiri oleh organisasi paguyuban mahasiswa, pemuda, serta dari kepolisian dalam hal ini Bhabinkamtibmas Polsek Pringgabaya.

" Pada aksi ini kami mengajak Ikatan Mahasiswa Pohgading (IMP), Forum Silaturahmi Mahasiswa Batuyang(FSMB), Bhabinkamtibmas desa pringgabaya dan beberapa pemuda yang sadar kebersihan"  ungkap Rian Arsyat selaku Ketua Umum Ikatan Pemuda Pringgabaya. 

Lanjut Rian Dalam aksi kampanye kebersihan sampah tersebut, IPP dan peserta Kampanye Kebersihan mengajak pengunjung untuk melakukan clean up bersama.

Selain itu pihak IPP  juga mengedukasi kepada pedagang dan   Pengunjung yang berwisata ke pantai tanjung menangis. "Yang paling penting dalam aksi kampanye ini adalah upaya menyadarkan pengunjung dan pedagang", jelas rian.

Lebih jauh dia menjelaskan bahwa kampanye ini akan terus berlanjut hingga pengunjung dan pedagang benar-benar sadar tentang kebersihan di pantai Tanjung menangis. "Meski itu butuh proses sangat lama" ujarnya

Dalam kesempatan tersebut pihak IPP juga menerangkan langkah kampanye apa saja yang akan dilakukan untuk menyadarkan Pengunjung dan pedagang.

Disebutkan ada 6 instrumen yang pihak IPP gunakan dalam kampanye kebersihan sampah, "pertama kita melakukan Agitasi dan Propaganda Melalui Media, kedua, Pembuatan Tulisan seni, ketiga clean Up, ke empat, edukasi pedagang dan pengunjung, kelima Vidio ILM jaga kebersihan dan terakhir Advokasi untuk di perbanyak pengadaan Bak Sampah, jelasnya.

Related Posts:

Pasar Pringgabaya Jadi Pasar Percontohan di Lotim

Lombok Timur SK. 4/7/2020 Pemerintah Lombok Timur memprogramkan pasar percontohan dalam upaya menyongsong Era Covid-19 Kenormalan Baru (baca;New Normal). Melalui kesempatan tersebut Pasar Rakyat Pringgabaya, Desa Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur masuk sebagai nominasi 10 pasar percontohan di Kabupaten Lombok Timur.

Kepala Pasar Pringgabaya Hokmi mengatakan pasar Pringgabaya menjadi salah satu yang di tunjuk oleh pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Bapenda untuk menerapkan pasar percontohan.

Lanjut pak Hok sapaan akrab kepala pasar Pringgabaya ini menjelaskan pada Sabtu, (04/04/2020), hal ini dilakukan dalam rangka mendukung upaya masa kenormalan baru dan mencegah penularan Covid 19 "ya kita mendapatkan mandat pasar percontohan ini untuk mendukung kenormalan baru dan mencegah covid-19" jelasnya.

Lebih jauh Pak Hok mengungkapkan, kegiatan ini akan berlangsung selama satu bulan ke depan. Selain itu ia juga mengatakan kegiatan tersebut melibatkan semua pihak yang memiliki pengaruh, "kita bersinergi dengan Kepolisian, Pemerintah Desa, Puskesmas, Pemerintah Kecamatan dan Pemuda" ungkapnya.

Selain itu pihaknya juga menuturkan rangkaian awal kegiatan hari ini. Dia menyampaikan kegiatan diawali dengan melakukan Pengecekan suhu tubuh, pembagian masker, dan menerapkan sistem satu pintu untuk masuk pasar Pringgabaya. "Hari ini adalah awal kegiatan, yang kita awali dengan kegiatan cek suhu tubuh, pembagian 1000 masker" tutupnya.

Related Posts:

Tiga Hari Hanyut, Jayadi Berhasil Ditemukan

Lombok Timur, SK - Setelah tiga hari terombang ambing terseret derasnya air laut, Jayadi (43) nelayan asal Dusun Tekalok Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, berhasil ditemukan sekitar 16 mil dari pantai Obel-Obel, pada Jumat (3/7/2020) sekira pukul, 15.00 Wita.

Jayadi ditemukan oleh Yasin (45) nelayan asal Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, terapung di atas ranpon milik nelayan lainnya setelah terseret gelombang sekira pukul 08.00 pagi, pada, Rabu 1 Juli 2020 lalu.

Ditemui media ini di Puskesmas Sambelia, Jayadi menceritakan kisahnya. Pada, Rabu (1/7) sekitar pukul Delapan pagi, dia dan sampannya dihempas gelombang. Sampannya terbalik, tenggelam dan terbawa arus deras. Sedangkan, dia sendiri katanya, bertaut di kantir sampan yang pecah terseret arus selama sehari semalam.

Pada hari kedua baru dia bisa menemukan ranpon tempatnya menyelamatkan diri agar tidak terseret arus lebih jauh lagi. Pada hari ketiga baru kemudian dia ditemukan nelayan lain juga temannya sendiri yang kebetulan tidak sengaja melewati lokasi tempatnya terapung.

Untuk bertahan hidup selama di tengah laut, katanya dia makan apa adanya meskipun itu terasa tidak enak dia berusaha untuk mencobanya.

"Selama tiga hari itu saya hanya makan kepiting yang naik merayap ke pundak saya dan sedikit minum air laut sekedar untuk melepas dahaga," ceritanya.

Kemudian, sampannya ditemukan warga di wilayah Desa Labu Buak, Kecamatan Utan Re Kabupaten Sumbawa Barat. Sedangkan dia sendiri ditemukan terapung diatas ranpon wilayah Obel-Obel dalam kondisi lemas dan selamat.

Bersama tim gabungan TNI/POLRI, Pol PP, Basarnas, Pramuka peduli Kades serta keluarganya, langsung membawa Jayadi ke Puskesmas Sambelia untuk dilakukan tindakan medis. (Ggar)

Related Posts:

Lakpesdam NU Fokus Kawal Isu Toleransi dan Kebangsaan

Lotim. SK_Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) NTB  fokus pada pengembangan sumber daya masyarakat isu intoleransi dan juga Isu Kebangsaan.

Selain isu tersebut Lakpesdam NU NTB juga soal  fokus pada perlindungan anak, mulai dari proses pengasuhan anak,  tumbuh kembang anak dan juga mendorong terpenuhinya hak-hak anak.

Ketua DPW NTB Lakpesdam NU Jayadi,  mengatakan ini penting dilakukan karena anak adalah aset bangsa, jika anak tidak baik dan diperhatikan maka sudah dapat dipastikan proses bermasyarakat proses berbangsa, proses beragama juga tidak akan baik.

"Kita berikan perhatian serius kepada anak,  dan memastikan hak-hak anak terpenuhi mulai dari proses tumbuh kembangnya, proses pendidikan dan hak lainya harus terpenuhi" Jelas Jayadi (02/03).

Kerja nyata yang telah dilakukan oleh Lakpesdam NU NTB sendiri saat ini salah satunya ialah memfasilitasi identitas anak dalam hal administrasi kependudukan. Akibat dari anak tidak memiliki identitas yang jelas nantinya mereka akan menerima kekerasan yang berlapis salah satunya misalnya stigma anak yang tidak jelas dari masyarakat, hak anak untuk mendapatkan pendidikan menjadi terhambat dan juga hak-hak lainya", Papar Jayadi.

Ia juga menambahkan dari hasil pendampingan Lakpesdam NU NTB Selama ini, khusus anak-anak disabilitas dari 100 anak yang didampingi ada sekitar 75 anak yang tidak memiliki administrasi kependudukan mulai dari Kartu Keluarga, Akte kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA).

Oleh karena itu kami mendorong pemerintah untuk memperhatikan soal itu,  selama ini kami melihat memang ada kebijakan yang memihak persoalan tersebut,  namun nyatanya dilapangan belum maksimal", tutupnya. (ci)

Related Posts:

Pal Jepang Bermalam di Negeri Atas Awan

Sapit. SK_Dari ketinggian berkisar 2300 mdpl negeri atas awan. Rasa lelah, letih, dan lesu bisa terobati dengan suguhan keindahan pagi.

Perjalanan sekira 3 jam, dari Pos parkiran motor. Di kiri kanan jalan, kita di suguhi, dengan panorama pertanian dengan berbagai jenis tanaman. Ada kopi, wortel, cabai besar, hingga yang rawit turut serta memantik mata untuk betah melihatnya.

Tak hanya itu, perjalanan menuju Pal Jepang kita juga melintasi hutan yang cukup eksotis. Ada tempat beristirahat sejenak kemudian lanjutkan perjalanan.

Telinga kita juga diperdengarkan dengan suara burung yang berkejaran, seakan menawarkan untuk berhenti sejenak, menawarkan suara kicauannya untuk didengarkan.

Keluar hutan, disambut ilalang diterpa angin beserta kabut. Terasa langkah yg gontai menjadi kuat kembali untuk mendaki hingga akhir.

Pal jepang gelar tenda, mulai diselimuti kabut. Tenda sudah berdiri, secangkir kopi pahit khas Desa Sapit mulai menghampiri. Makan pun ditemani kopi juga, betapa nikmatnya.

Pagi menjelang, tenda mulai dibuka. Semalam dinginnya menggigil hingga tulang. Didepan pintu tenda diantara bukit savana diujung barat sana. Terbelalak mata memandang yang perkasa bernama Rinjani.

Aduhhhhhhaiiii cakep memang. Menggoda mata dan kamera androaid untuk menyimpannya sebagai Galeri. Dan membuktikan kalau itu adalah pernah kita ada disana. Kita berbahagia, bersenda gurau bersama.

#paljepang
#sapitdesa
#kecamatansuela
#janganlupabahagia
#sapitwisatadesa

Arihinul Inkong

Related Posts:

Featured Post

Kemensoso Gelar Edukasi Mitigasi Bencana Sekolah Maraqitta'limat

Lombok Timur, SK- untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam, pemerintah melalui kementerian sosial gencar lakukan eduka...