Petani Tembakau Lotim Beralih Bertanam Komoditi Lain

Lombok Timur, SK - Desa Dadap, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, NTB, adalah satu-satunya desa yang wilayahnya tidak dilintasi jalan provinsi. Desa ini diapit oleh tiga desa yakni Desa Labuhan Pandan, Bagik Manis dan Desa Sugian.

Untuk menuju desa ini, bisa melalui tiga pintu masuk diantaranya, pertigaan Sambi Elen, Desa Labuhan pandan, pertigaan Dasan Bagik Luar, Desa Bagik Manis dan pertigaan Sugian, Desa Sugian.

Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani selain peternak dan nelayan. Bersama warganya mereka hidup damai, harmonis di tengah masyarakatnya yang heterogen.

Sebagian besar petani desa tersebut ketika bercocok tanam, mereka mengairi sawahnya menggunakan sumur bor. Sisanya memanfaatkan air irigasi bersumber dari Desa Sambelia.

Menurut salah seorang petani, Mamiq Rifki, akibat monopoli harga tembakau oleh perusahaan rokok, belakangan ini sekitar 25 persen petani tembakau beralih tanam ke jenis tanaman lain.

Terbanyak katanya, mereka beralih ke tanaman cabai kemudian jagung dan kacang-kacangan, selain menanam padi sebagai komoditas utama. Ini menunjukkan bahwa mantan petani tembakau sudah merasakan dampak ekonomi akibat monopoli harga yang dilakukan perusahaan rokok.

Menanam tembakau menurut salah satu warga lainnya, Amin (25) asal Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Lotim.  Yang dikeluhkan petani tembakau ketika musim panen adalah harga jualnya yang relatif rendah.

Meskipun begitu, sebagai distributor obat pertanian, ia tidak bisa intervensi petani secara langsung. Tugasnya hanya memberikan pemahaman obat apa yang cocok dan cara meracik obat agar hasil panennya maksimal.

Ditanya, relevansinya antara tembakau, rokok dan perokok khususnya pada anak?  Amin berpendapat, memang katanya, dampak negatifnya sangat luar biasa terutama dari segi kesehatan.

Sebenarnya tambah Amin, anak merokok itu akibat lingkungan atau pergaulan. Jika si anak sering bergaul sama perokok aktif misalnya, maka sedikit tidak anak itu akan terpengaruh.

"Lingkungan lebih banyak mempengaruhi anak untuk merokok. Melihat temannya merokok maka si anak mau mencobanya," jelas Amin, Selasa (21/7)

Oleh karena itu lanjutnya, peran orang tua dirasa penting untuk mengawasi pergaulan anaknya. Orang tua berkewajiban mengontrol anaknya dimana dan sama siapa dia bermain.

Melarang orang yang sudah terbiasa merokok itu memang sangat sulit, tapi minimal keluarga punya inisiatif upaya yang bisa dilakukan orang tua untuk menekan agar anaknya tidak terpapar asap rokok dari perokok aktif.

"Perokok pasif saja bisa terkena dampak bagi kesehatannya, apalagi perokok aktif," cetus Amin. (Ggar)

Related Posts:

0 Response to "Petani Tembakau Lotim Beralih Bertanam Komoditi Lain"

Posting Komentar

Featured Post

Desa Sugian Komitmen Ikuti Lomba Kampung Sehat

Lombok Timur, SK - Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB adalah satu dari sekian banyak desa yang memiliki potensi wisata andal...