Potret Perjuangan Siswa Ke Sekolah Lewati Jalur Extrim - Speaker Kampung

Breaking News

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 20 November 2020

Potret Perjuangan Siswa Ke Sekolah Lewati Jalur Extrim

 


Wanasaba.SK_Kondisi pendidikan di Indonesia masih diwarnai dengan ketimpangan, khususnya di daerah terpencil di pelosok Tanah Air masih banyak dijumpai kondisi dunia pendidikan yang memprihatinkan, karena pelajar belum terlayani dengan sarana yang baik. Padahal pendidikan yang nyaman dan aman serta mendapatkan perhatian dari pemerintah merupakan hal yang sangat diinginkan oleh seluruh pelajar di Indonesia. Mulai dari infrastuktur hingga akses jalan yang tidak memadai perlu mendapatkan perhatian.

 

Di Dasan Erot Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba yang letaknya berada di daerah pegunungan, para siswanya harus menempuh perjalanan yang sangat berbahaya. Mereka (Pelajar_red) harus berjalan kaki ke sekolah/madrasah sejauh 1.5 KM untuk menuntut ilmu. Para siswa itu harus menempuh jalan setapak dan memutar serta melewati jalan berdebu jika musim kemarau dan licin penuh lumpur jika sudah musim penghujan tiba.

 

Tidak heran seragam sekolah pelajar ini selalu kotor karena terkena debu. Selain itu, seluruh siswa menggunakan sandal jepit pergi ke sekolah karena jalan berlumpur terkena hujan. Hati terasa sedih dan miris melihat anak-anak seusia mereka harus memaksakan diri berjalan kaki menempuh jalan yang lebih cocok disebut JALUR EKSTRIM karena ketidaklayakannya.

 

Salah seorang guru MI NW Jurang Koak Desa Bebidas, Nuruddin saat dikonfirmasi via Whatsapp mengatakan bahwa mereka sudah sering meminta bantuan ke pihak yang terkait dan seharusnya bertanggungjawab dalam perbaikan jalan ini tapi hingga kini hasilnya masih NIHIL.

 

Ia menceritakan Bupati Lombok Timur juga sudah berkunjung sebelum corona masuk ke Indonesia dan sudah menganggarkan 1.5 M dari dana BPBD tapi sepertinya dibatalkan karena adanya pandemi corona.

 

Selain sebagai akses utama bagi warga Dasan Erot Desa Bebidas, Jalan ini merupakan jalan usaha tani bagi warga dari Desa sekitar yang mimiliki sawah atau kebun di sepanjang kiri dan kanan jalan. Dan juga merupakan Jalan Wisata menuju Bukit Malang -Top Kondo yang saat ini sedang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal hingga luar daerah.

 

Nuruddin berharap semoga ada pihak yang peduli terhadap kondisi jalan ini, paling tidak mengecor bagian tanjakannya saja agar bisa dilalui saat hujan tiba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad