Novita Vauma Sari Didiagnosa Penyakit Ascites Dirujuk ke RSUD DR.SOEJONO - Speaker Kampung

Breaking News

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 17 Desember 2020

Novita Vauma Sari Didiagnosa Penyakit Ascites Dirujuk ke RSUD DR.SOEJONO


Lombok Timur, SK - Novita Vauma Sari (16) asal Dusun Sandongan, Desa Dara Kunci, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, yang didiagnosis menderita penyakit Asites, kini dirujuk ke RSUD DR. Soejono, Selong oleh petugas dari tim cepat tanggap Puskesmas Belanting, pada, Kamis (17/12) sekira pukul 09.00 WITA.


Hal itu dilakukan setelah melihat kondisi kesehatan Novia, hari demi hari semakin memburuk. Karena adanya pembengkakan pada perutnya, sehingga menimbulkan penumpukan cairan di dalam rongga antara selaput yang melapisi dinding perut dan organ dalam tubuh. Demikian pernyataan disampaikan Kepala Puskesmas Belanting, Mansyur, S.Kep,.MKM ditemui media ini di Kantor Desa Dara Kunci, 17 Desember 2020.


Lebih jauh Mansyur mengatakan, seandainya saja Novia tidak bepergian ke tempat lain (Loteng) ketika sakit, maka pihaknya sudah bisa mengambil tindakan medis secepatnya.


Dikabarkan sebelumnya, Novia yang duduk dibangku kelas XI SMK 1 Sambelia ini sebelum sakit sedang berada di Desa Embung Kate, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, menghadiri hajatan keluarganya bersama neneknya. 


Dari sana dia mulai merasakan sakit perut kemudian oleh keluarganya dibawa berobat ke RSI siti Hajar tanggal 10 November. Sakitnya semakin menjadi akhirnya atas rujukan RSI siti Hajar, empat hari kemudian dirujuk ke IGD RSUD Kota Mataram. Disana dokter melakukan penyedotan cairan asitesnya, sempat juga di rawat inap. Baru beberapa hari terakhir ini Novia kembali ke Sandongan. 


"Sebenarnya masalah ini simpel, andaikan saja dia berada ditempat (Sandongan) kami akan segera menanganinya," terang Mansyur


Meskipun begitu lanjutnya, bersama tim cepat tanggap Puskesmas Belanting, terus lekukan eksekusi, menjemput Novia ke rumahnya di Sandongan dan dirujuk ke RSUD DR. SOEJONO Selong untuk menerima perawatan intensif. Mengenai biaya pengobatan pemerintah desa sudah mengurus BPJS yang bersangkutan.


"Untuk mematahkan informasi yang beredar di media sosial yang mengatakan pemdes tidak peduli pada warga, sekarang saya jelaskan disini bahwa informasi itu tidak benar," sanggah Sekdes.


Bertugas menjadi pelayan masyarakat, tentu sudah menjadi kewajiban pemerintah desa. Pemdes sudah mengurus semua kelengkapan administrasi yang dibutuhkan pasien seperti menyiapkan BPJS yang akan dibawa ke rumah sakit. 


"Saya ingatkan kepada masyarakat, jangan mudah percaya rumor yang beredar di media sosial dari orang yang tidak mengetahui kronologisnya," tegasnya.


Mengenai biaya hidup keluarga yang akan menunggu pasien di rumah sakit, pemerintah desa dan kecamatan juga memberi perhatian. Selain bantuan dari pihak sekolahnya, pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmy, sudah mengontak langsung pihak terkait agar apa yang dibutuhkan pasien dan keluarganya bisa terpenuhi. 


Bazda kata Samsul siap membantu, begitu juga pemdes bersama pemerintah kecamatan akan mengusulkan bantuan biaya hidup ke Baznas Lotim. "Kita tidak tinggal diam, apalagi Kawil Sandongan (Jumaze) juga merupakan keluarga dekat pasien," tambah Sekdes muda ini.


Ditemui jurnalis Speaker Kampung di rumahnya, Sukriani (32) bibik dari Novia yang juga penyandang disabilitas menceritakan, Novia sejak balita ditinggalkan mati oleh ayahnya. Semenjak ayahnya meninggal, Ibu kandung Novia kawin lagi ke Dusun Menanga Reak dikaruniai tiga orang anak.


Selama ini, Novia diadopsi oleh neneknya Hurni (60) juga ditinggalkan mati sejak lama oleh suaminya. Untuk menampung hidup keluarganya, nenek Hurni mengandalkan hasil tanam jagung (musiman) di ladang miliknya. Dia hanya bisa menanam jagung pada musim hujan selebihnya tidak bisa.


Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya pada musim kemarau, nenek Hurni hanya mengandalkan biji jambu mente untuk dijual. Tentu penghasilan itu tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Apalagi dihadapkan dengan kondisi cucunya yang mengidap penyakit kronis serta anaknya yang berkebutuhan khusus.


Sebagai bibi dari Novia, Sukriani hanya berharap agar penyakit yang diderita

ponaan nya, segera bisa teratasi. Dia juga berterima kasih pada mereka yang peduli dengan kondisi keluarganya. 


"Harapan saya, semoga Novia segera sembuh dan bisa bersekolah kembali seperti biasa," tutupnya. (Ggar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad