Langsung ke konten utama

Postingan

Momentum Lebaran Untuk Merajut Tali Persaudaraan

Spaker Kampung - Lebaran sudah Usai, tentu menyisakan kenangan indah pada masanya. Gema takbir, tahmid, tahlil sudah tidak terdengar lagi. Masjid sudah mulai sepi tidak seperti pada bulan puasa, Jamaah membeludak mengisi deretan syaf dari depan hingga ujung belakang meski terkadang pada akhir Ramadhan semakin lengang. Usai kita melaksanakan kewajiban sholat Ied secara berjamaah di Masjid, Musalla, ataupun tanah lapang, seluruh jama'ah bersalam - salaman sembari mengucapkan kalimah toyyibah dan ucapan minal aidin walfaizin mohon maaf lahir dan bathin. Tidak sedikit warga setelah turun dari masjid, mereka berbondong-bondong mengunjungi pusara keluarganya yang telah meninggal dunia. Mereka bermunajad kepada Allah semoga keluarganya ditempatkan di sisi orang-orang beriman serta diampuni segala dosanya.  Lebaran Sudah Usai Kini kita kembali merajut mimpi, kembali  beraktifitas seperti biasanya. Menuntut rezeki untuk memenuhi kebutuhan keluarga sesuai dengan profesi kita masing

Tak Ada Izin Menikah, Pemuda Sambelia Tewas Gantung Diri

Sambelia, SK- Warga masyarakat Sambelia dihebohkan dengan ditemukannya seorang pemuda bernama Zaenudin (20) tewas gantung diri di rumahnya, Dusun Labuhan Pandan Tengak, Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, pada (6/6/2019). Kapolsek Sambelia Iptu. Zaenudin Basri melalui Brigadir, I Ketut Subudi saat dikomfirmasi di kantornya mengakui bahwa memang benar ada laporan yang diterima dari masyarakat mengatakan, ada seorang pemuda tewas gantung diri di Labuhan Pandan. Sesaat kemudian bersama Wakapolsek Sambelia Ifda. Ahmad Yani serta Empat anggota lainnya langsung bergerak menuju TKP. Sampai disana katanya, ditemukan sudah banyak warga berkerumun ingin melihat langsung kondisi korban. Demikian pernyataan yang disampaikan Subudi di kantornya. "Kami langsung bergerak setelah menerima laporan warga bersama Wakapolsek sekira pukul Tujuh pagi," terangnya. Sampai di TKP, dibantu kadus Labuhan Pandan Tengak, Sadar, polisi langsung menurunkan korban yang tergantun

Nasi Jujur Santuni Anak Yatim Piatu dan Jompo

Ketangga.SK_Usaha Nasi Jujur yang di inisiasi Lesehan Kampung di pinggir jalan Wisata Lemor Desa Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok timur berbagi dengan anak yatim piatu. Sesuai dengan niat awalnya, usaha Nasi Jujur dengan konsep nasi bungkus daun pisang ini sebagian keuntungannya untuk anak yatim piatu, terlantar dan jompo. Menurut keterangan pengelola Nasi Jujur Elmi Wahyumi mengatakan bahwa keuntungan nasi jujur sebagian untuk pengelola sebagian juga untuk anak yatim piatu dan jompo. "Untuk 70 hari ini kita bisa mengumpulkan pembagian keuntungan Rp 1.400.000 ditambah dengan tambahan donatur Rp 600.000" jelasnya Sementara untuk pembagian ini difokuskan pada santunan langsung kepada anak yatim piatu dan jompo. Diserahkan secara langsung ke pengurus Pantai Asuhan (PA) Desa Ketangga sebesar Rp 700.000 Sementara sebagian juga diberikan secara langsung ke anak yatim dan jompo. "Semoga santunan ini dapat bermanfaat bagi anak-anak yatim piatu kita dan semog

TPQ Masjid Baiturrahman Sambelia Meriahkan Malam Takbiran

Sambelia,SK - Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Masjid Baiturrahman beserta tiga TPQ lainnya turut bergabung meriahkan malam takbiran dalam menyambut hari kemenangan bagi umat islam, hari raya idul fitri 1440 H/2019 M. Pawai takbiran yang digagas oleh pengurus masjid, remaja masjid serta TPQ Masjid Baiturrahman, Dusun Dasan Tinggi, Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia ini berlangsung pada Rabu malam (⅘) diikuti oleh Tiga TPQ lainnya. Ketiga TPQ yang berada di Dusun Dasan Tinggi ini antara lain, TPQ AL- muzawwir, TPQ Baitul Gofur dan TPQ Nurul Afwa. Masing-masing pembina mengutus santri/santriwatinya dengan menampilkan beragam aksesoris dihiasi dengan lampu berwarna warni sehingga membuat malam takbiran ini menjadi hidup. Pawai takbiran yang diikuti ratusan santri serta masyarakat ini berjalan dari Masjid Baiturrahman menuju TPQ AL- Muzawwir sekitar satu kilometer kemudian balik dan finish di Masjid Baiturrahman. Hadiah bagi para pemenang lomba disiapkan oleh pemerintah Desa S

Satu Rumpun Keluarga, Mengapa Harus Bertengkar?

Ketangga. SK_ Bagi pemuda yang sangat pemberani dan egois. Sampai kapan sipat egoisan kita berahir kawan, apa untungnya dan apa mampaatnya tauran di desa kita. Bukankah kita satu rumpun satu keluarga bahkan satu bangsa dan negar. Mengapa kita yang satu kampung bisa  saling meyakiti satu sama lain? Mengapa kita saling membenci dalam satu kekeluargaan? Bukankah kita harus saling rangkul, saling dukung dan berbagi! Sebab suatu saat nanti kita pasti saling membutuhkan. Maka dari itu sadarlah dan berpikirlah wahai sahabatku.  Jauhkan lah diri kalian dari keegoisan dan buang sipat keangkuhan. Hari raya idul fitri akan datang, mari kita bersama-sama berpegangan tangan, rapatkan barisan untuk meyambut harir Idul fitri.  Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang, mau dari kapan? Untuk itu, kami pemuda dan pemudi Komunitas Gembel Elite Desa Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur mengucapkan Minal Aidin walfaizin Mohon Maaf Lahir dan Batin. Penulis : Firman