Langsung ke konten utama

Postingan

Produksi Tuaq Manis Menurun, Sejumlah Pedagang Tuaq Manis di Sandubaya Merugi

Postingan terbaru

Mitigasi Perubahan Iklim, Petani di Lombok Timur Inisiasi Pembuatan Sumur Bor

Jurnalis Warga : Pandi DKK | Editor : uci Petani di Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur inisiasi pembuatan sumur bor di tengah sawah sebagai salah satu bentuk mitigasi untuk mengurangi dampak dari perubahan iklim.  Para petani membuat sumur bor tersebut karena debit air sungai yang dimanfaatkan untuk menyiram tanaman mereka semakin berkurang.  Dari pengamatan kami dilapangan, hampir setiap petak sawah di Kecamatan Pringgabaya tepatnya di Desa Pohgading memiliki sumur bor.  Salah satunya sawah milik Suryani, salah seorang petani yang mengaku pernah terancam gagal tanam karena kurangnya debit air sungai yang diakibatkan dari perubahan iklim.  Ia menjelaskan bahwa pembuatan sumur bor ini sebagai suplai tambahan untuk kebutuhan air, karena jika hanya mengandalkan sungai saja tidak cukup, hujanpun akhir-akhir ini sudah jarang turun," Jelas suryani.  Dari permasalahan inilah sehingga Suryani dan 2 orang petani lainya tanpa adanya bantuan dari pemerintah berinisiatif untuk urunan mengel

Petani di Lombok Timur Tunda Tanam Padi Dampak Dari Perubahan Iklim

Jurnalis Warga : Pandi DKK   |  Editor : uci Kekeringan yang melanda akibat peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau akhir-akhir ini sangat terasa panas mengakibatkan kekeringan disejumlah wilayah di Indonesia tak terkecuali di Kabupaten Lombok Timur, NTB.  Cuaca panas ini mulai dirasakan sejak awal tahun 2023 lalu, bahkan sampai tahun 2024 ini. Dampak perubahan iklim ini sangat dirasakan oleh para petani di Kabupaten Lombok Timur. Salah satu dampaknya ialah debit air yang menurun signifikan sehingga membuat para petani merasa khawatir pada kualitas hasil panen tanamanya.  Hal tersebut sebagaimana disampaikan Suryani, salah seorang petani di Kecamatan Pringgabaya, ia merasa khawatir karena kondisi air sungai yang mengalami penyusutan sehingga berimbas pada berkurangnya air untuk dialirkan ke sawahnya.  Dari kondisi ini, Suryani juga mengaku setelah panen tembakau ia pernah menunda selama satu bulan untuk menanam padi pada akhir tahun 2023 lalu.  "Dulu kami sempat menunda

Literasi Keamanan Digital Jurnalisme Warga, Mengubah Cara Pandang Berselancar di Dunia Maya

  Lombok Timur-SK, Yayasan Tifa berkolaborasi dengan Yayasan Speaker Kampung menggelar kegiatan Literasi Keamanan Jurnalisme Warga yang dilaksanakan Tanggal 13-14 Desember 2023. Berlangsung di Nuansa Rinjani Bungalow Sembalun, Lombok Timur kegiatan tersebut difokuskan membahas terkait mitigasi dalam mencegah terjadinya serangan digital sampai bagaimana mencegah kebocoran data pribadi. Dengan melibatkan para pegiat jurnalis warga, pegiat media sosial dan aktifis lokal desa diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini para peserta diharapkan secara bertahap bisa mengubah cara pandangnya terkait bagaimana untuk aman berselancar di dunia maya. (*dwi) 

Pemprov NTB Rencanakan Penghapusan Program LPPNTB, Ini Tanggapan Alumni Penerima Beasiswa

Lombok Timur-SK, Beredarnya pemberitaan terkait pro dan kontra penghapusan program beasiswa LPPNTB oleh pj. Gubernur NTB menjadi perbincangan hangat ditengah masyarakat khususnya di kalangan para akademisi. Bagaimana tidak, salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi NTB pada masa Pemerintahan Zul-Rohmi tersebut oleh pj. Gubernur NTB Lalu Gita, sebagaimana beredar di media massa saat ini dinilai hanya untuk merealisasikan janji kampanye politik yang tertuang dalam RPJMD 2018-2023. menanggapi hal tersebut Abdul Khalik selaku alumnus salah satu penerima LPPNTB tidak mempersalahkan jika program ini ditunda untuk sementara, mengingat APBD Provinsi saat ini sedang minim. "ya tidak masalah hal itu biasa saja, mengingat minimnya APBD di NTB saat ini" Jelas Khalik saat di konfirmasi via WhatsApp (23/11), Namun dirinya menyayangkan anggaran sebesar 40 Milyar yang bersumber dari APBD akan dipergunakan untuk renovasi Kantor Gubernur yang menurutnya masih belum prioritas, sehingga h

Aliansi Pemuda dan Masyarakat Pringgabaya Menggelar Aksi Gugat PT. Japfa Comfeed Indonesia Terkait Dugaan Pemcetan Pekerja Loka

Pringgabaya-SK, Sejumlah masyarakat dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Pringgabaya menggelar aksi demonstrasi di kantor Desa Pringgabaya Utara pada (23/11). Dalam aksi demo tersebut masa menggugat perusahan PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk unit 42 Lombok Timur yang melakukan intimidasi dan pemecatan terhadap pekerja lokal. Risal, selaku koordinator lapangan aksi menyayangkan sikap perusahaan yang diduga telah melakukan pemecatan dan intimidasi kepada pekerja lokal serta lebih mendahulukan pekerja dari luar. "Sebagai pemuda dan masyarakat Desa Pringgabaya Utara kami sangat menyayangkan sikap perusahaan yang memberhentikan pekerja setempat dan lebih mengutamakan pekerja dari luar". Ujarnya. Sebagai perusahaan yang ada di wilayah pedesaan, seharusnya bisa berdampak terhadap pembangunan sumber daya manusia yang ada di desa bukan justru sebaliknya", sambung Risal. Selain itu masa aksi juga menuntut komitmen perusahaan untuk tetap melibatkan pekerja l

Rowah Sukur Sukur Siu, Medium Warga Desa Jurit Dalam Menjaga Kelestarian Sumber Daya Air

Lombok Timur-SK, Riuh tabuhan gendang beleq mengiringi hari puncak Pekan Apresiasi Budaya yang di laksanakan di Desa Jurit, kecamatan peringgasela, Kabupaten Lombok Timur berjalan meriah dan unik. Ratusan warga jurit mengikuti acara tersebut dengan dihadiri PJ Bupati Lombok Timur, Camat Peringgasela, tokoh adat budaya dan tokoh pemuda se desa jurit. Di hari puncak apresiasi budaya ini mengusung tema Rowah Sukur Siu, namun sebelum hari puncak tersebut ada beberapa acara diantaranya Dialog Budaya, lomba melukis untuk anak-anak, pemilihan dedara jurit, pawai budaya dan "terakhir upacara selamatan otaq aiq Bumbang" jelas Zulkarnaen kepala desa jurit saat di temui di lokasi acara pada 28 Oktober 2023. Dalam acara puncak tersebut masyarakat jurit mengiringi 9 wanita suci yang membawa dulang merah ke tempat otaq aiq bumbang, pemuda membawa bambu runcing dan di iringi oleh gamelan gendang beleq" masyarakat kumpul dalam satu titik dan berjalan sepanjang satu kilometer"tambah