Bagimana Pemerintah Desa Kedepan.?!

Suela. SK_Kebijakan pemerintah menetapkan arah pengelolaan pemerintahan menuju tata kelola pemerintahan yang baik (goodgovernance) dan reformasi birokrasi, merupakan pilihan yang rasional (rationalchoice).

Salah satu agenda besar menuju good governance dan reformasi birokrasi adalah peningkatan profesionalisme aparatur pemerintah, baik ditingkatan para stap Kepala desa, kepala desa dan pengurus pada lembaga mitra d

Related Posts:

Hutan Lemor Sebaiknya Dikelola Dengan Baik

Suela. SK_Hutan memiliki fungsi strategis dalam kehidupan manusia baik fungsi ekologi, ekonomi dan sosial. Hutan sendiri telah banyak memberi kontribusi terhadap masyarakat sekitarnya.

Namun demikian, kondisi riil saat ini menunjukkan hal yang ironis pada hutan Dusun Cempaka, Desa Suela, Kecamatan Suela, kabupaten Lombok timur. Hutan tidak lagi mampu menopang kehidupan masyarakat yang ada di sekitar kawasan hutan. Sumber daya hutan mengalami eksploitasi secara berlebihan sehingga fungsi hutan dalam menyerap dan menyimpan air menjadi berkurang.

Disamping itu perusahaan air

Related Posts:

Hutan Lemor Butuh Tatakelola Baik

Suela. SK_Hutan memiliki fungsi strategis baik ekologi (hidrologi), ekonomi dan  social. Fungsi ekologi merupakan fungsi dimana hutan memiliki signifikansi dalam proses tata kelola ekosistem tanah, air dan udara.

Dari sudut ekonomi untuk dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya. Dan untuk social yaitu fungsi dimana hutan dan masyarakat merupakan satu kesatuan emosional dan psikologi dengan

Related Posts:

Adat Istiadat Masih Dipegang Masyarakat Ketangga

Ketangga. SK_Adat istiadat yang pernah ada dan dipegang teguh oleh masyarakat Ketangga di antaranya besiru, jimpitan, banjar, langar, selametan aiq, ngayu-ayu, sawinih, lumbung, bebangar, sorong serah, nyelabar, nyongkolan, begawe dan roah, ngebangin bale,besembeq, dan lain-lain.

Saat ini, beberapa di antaranya telah hilang seperti jimpitan, lumbung, dan beberapa lainnya terutama yang bernuansa sosial. Kebiasaan yang tersisa saat ini adalah yang bersifat hedonistis seperti nyongkolan, bahkan kini mengalami modifikasi yang kian dahsyat dalam suasana kesenangan.

Related Posts:

Beban Ganda Juga Dirasakan Perempuan Desa

Mekar sari. SK_Salah satu bentuk kasus yang terjadi pada perempuan sasak terjadinya, eksploitasi, subordinasi dan beban ganda.

Kondisi ini juga dirasakan perempuan Desa Mekar sari, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur.

Sebut saja Inaq Hainum adalah perempuan sasak yang memiliki 5 anak, 3 laki dan 2 perempuan. Kelima anaknya di sekolahkan sampai tamat di bangu sekolah menengah umum/ SMU.

Bersama suaminya dengan mengelola sawah dan ternak yang di milki, dia berusaha untuk mencerdaskan anaknya. "Apapun akan

Related Posts:

Abrasi Pantai Talindung Semakin Meluas

Pringgabaya.SK_Abrasi di pesisir Pantai Talindung kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok timur terus meluas. Bahkan, kondisisnya semakin parah dari tahun ke tahun.

Adapun informasi warga setempat, sekitar 5 Kilometer (KM) panjang bibir Pantai, sudah terdapat 3 titik abrasi pantai. Mulai dari pantai Kuarleko kecamatan kuarleko sampai dengan pantai Komala sari Kecamatan Pringgabaya, kabupaten Lombok timur.

"Abrasi semakin tak terkendali

Related Posts:

Anda Keturunan Raja Atau Prajurit?

Lombok Timur. SK_Sadar atau tidak bahawa seorang penguasa, baik penguasa kedatuan, penguasa kerajaaan, dan penguasa lainya pada zaman dahulu menjadi cerminan generasi hari ini. Khususnya para penguasa dan rakyatnya.

Dalam pandangan penulis, dilihat dari cara berbahasa, raja tempo dulu menggunakan  bahasa kasar. Berbeda dengan sikap dan prilaku ataupun tutur bahasa yang disampaikan oleh seorang perajurit lebih mengedepankan kelembutan.

Jika kemudian ini dikomparasikan dengan sikap dan prilku sekarang, maka mereka yang berbahasa lembut dapat dikategorikan mereka adalah berketurunan kaum perajurit, dan sebaliknya mereka yang bahasa kasar adalah seorang berketurunan Raja. 

Tiang, enggih, meran dawek, dan lainya merupakan bahasa dikategorikan lembut. Dan ucapan anta, Loq, Aok, dan selanjutnya adalah bahasa Kasar. Nah dapat kiat simpulkan

Related Posts:

Tradisi Berayan Mangan Masih Dijumpai Di Lombok

Lombok Timur, SK - Berayan Mangan atau pola makan bersama merupakan tradisi lokal masyarakat Sasak, Pulau Lombok. Pada dasarnya kebiasaan Berayaan Mangan atau yang biasa disebut makan bersama, tidak hanya terencana secara khusus, namun juga dilakukan secara spontanitas. Tradisi makan bersama suku sasak sampai dengan saat ini masih tetap dijalani. Utamanya pada desa-desa adat yang masih memegang teguh tradisi local.
Selain acara berayaan mangan dijadikan ajang silaturrahmi, namun juga meningkatkan nafsu makan. Terlihat ketika dibeberapa komuitas masyarakat menyepakati tempat berkumpul, yang kemudian masing-masing orang membawa makanan. Ada yang membawa nasi legkap dengan lauknya, ada yang hanya membawa nasi saja ataupun lauknya. Berbagai macam makanan yang tersaji yang dikumpulkan masing-masing orang, yang kemudian sajianpun menjadi beragam. Sehingga secara tidak sadar saat berayaan mangan berlangsung mereka saling menukar makanan mana yang akan dikonsumsi.

Related Posts:

Featured Post

Pati Rata Pringgabaya Lahir Untuk Membangun Desa

Peringgabaya SK_Pemuda Pemudi Dasan Lendang, Dusun Dasan Lendang,  Desa Pringgabaya, Kecamatan, Pringgabaya, Lombok Timur-NTB, berinisiasi...