Warga Telaga Waru Gantung Hidup Pada Sapu

Telaga Waru. SK_Warga Dusun Benyer Desa Telaga waru Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur akui produksi anyaman sapu sabut kelapa dorong peningkatan ekonomi masyarakat.




Jika dipersentasekan sekitar 50% warga setempat menggantungkan hidupnya dari produksi anyaman sapu sabut kelapa. Bahkan banyak dari mereka mampu menyekolahkan anaknya dari hasil pembuatan sapu lokal ini.


Demikian disampaikan Amaq Erma warga Desa Telaga Waru mengatakan "dari produksi anyaman sapu ini warga gatungkan hidup bahkan untuk pendidikan anak untukbkuliah" ujarnya saat ditanya awak media 1/2/2016.

Sementra untuk pemasaran, sebagian warga setempat lebih memilih sebagai penyetok hasil produksi anyaman sapu. Penyetok kemudian pasarkan ke desa lain bahkan sampai ke luar daerah. Harga satuan eceran pasar anda bisa merogoknya sebesar Rp 5.000-Rp 12.000.

Pembuatan anyaman sapu sabut kelapa cukup rumit. Pengerajin terlebih dahulu kumpulkan sabut kelapa pada sebuah wadah terisi air pengawetan.

Setelah itu, selanjutnya sabut kelapa disisir untuk mendapatkan sabut bermutu. Sebelum proses penganyaman terlebih sahulu persiapkan tongkat baik berupa kayu atau bambu. Nah, setelah bahan siap baru kemudian di anyam sehingga menghasilkan sapu sabut kelapa.

Related Posts:

0 Response to "Warga Telaga Waru Gantung Hidup Pada Sapu"

Posting Komentar

Featured Post

Mengintip Wisata Surga di Aikmel Barat! Ada Air Terjun Hangat Dingin

Desa-desa di Lombok Timur menyimpan beribu keindahan yang seolah takkan habis dijelajahi. Gumi patuh karya ini memang punya sederet keping...