Inilah Kronologi Penemuan Bayi Aikmel


Kronologi kejadian seperti yang diceritakan oleh Ibu Nunung saat ditemui kemarin sore mengatakan bayi itu ditemukan oleh suaminya sekitar jam 2 pagi ketika suaminya hendak keluar untuk membeli pulsa listrik yang kebetulan waktu itu lampu padam.



" Bayi ini ditemukan pertama kali oleh suami saya ketika ia mau beli pulsa listrik. Pas mau melangkah suami saya ini mendengar rengekan dan pas di cari suara itu tak taunya bayi ini ditaruh diteras rumah kami" tuturnya.

Setelah itu Suami Bu Nunung ini pun membangunkan Pak Kadus dan kemudian Pak Kadus menghubungi Kapolsek Aikmel. Dan Menurut penuturan Ibu Nunung, bayi ini diperkirakan lahir sekitar selang waktu magrib-isya sebelum kejadian. hal ini dikarenakan bayi ini masih berlumuran air ketuban sang ibu.

"Seandainya bayi ini dilahirkan waktu ashar tentu bayi ini tidak sebasah saat ditemukan, kain yang dipakai juga masih berlumuran lendir ketuban" terangnya.

Kejaadian tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Aikmel Ipda Halidi saat dikonfirmasi via telpon. ia mengatakan memang bayi ini ditemukan oleh salah seorang warga di desa pungkang, dimana warga itu mau keluar membeli pulsa listrik.

"Bayi ini ditemukan sekitar jam 2 pagi, ya..oleh masyarakat yang kebetulan mau beli pulsa listrik" Jelas Halidi kepada media.

Dan sejauh ini menurut penuturan Halidi, bayi tersebut diserahkan ke Pantai Asuhan Paramitan Mataram jam 4 sabtu sore. Kemudian terkait dengan adanya warga yang ingin mengadopsi bayi tersebut, Kapolsek Aikmel ini mangatakan bahwa memang banyak yang mau.

" Warga yang sampai saat ini berkeinginan untuk mengasuh bayi masih sekitar 6-7 orang saja, tidak tahu nanti ya mungkin akan bertambah. Namun kita belum bisa memberikan karena ini masih dalam proses penyelidikan" imbuhnya (Muh Rusli )

Related Posts:

0 Response to "Inilah Kronologi Penemuan Bayi Aikmel"

Posting Komentar

Featured Post

Mengintip Wisata Surga di Aikmel Barat! Ada Air Terjun Hangat Dingin

Desa-desa di Lombok Timur menyimpan beribu keindahan yang seolah takkan habis dijelajahi. Gumi patuh karya ini memang punya sederet keping...