Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

YAP Launching Kursus Gratis Kontruksi Rangka Baja dan Las

Lombok Timur, SK - Yayasan Anak Pantai (YAP) bekerjasama dengan dua lembaga pending dari Belanda, mengadakan pelatihan konstruksi rangka baja ringan dan Las diikuti oleh 21 pemuda Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB (26/8). Pelatihan ini di dilaksanakan pada 26 Agustus hingga 9 September 2019.

Pembukaan pelatihan ini dihadiri oleh kepala LLK Lombok Timur Ir. Ahmad Wardi, Sekcam Sambelia, Adam, S,sos, Kepala Desa Labuhan Pandan, Sahnan, S,AP dan beberapa perwakilan mahasiswa STKIP HAMZAR dan juga UGR yang sedang KKN di Labuhan Pandan.

Kepala LLK, Lombok Timur, Ahmad Wardi, dalam sambutannya mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh YAP pimpinan Munawir Haris. Dia tidak menduga jika YAP mampu memberikan pelatihan konstruksi baja ringan dan Las tanpa sentuhan pemerintah.

"Saya kira ini sekedar silaturahmi biasa, tapi ternyata inovasi YAP ini sungguh luar biasa diluar pengetahuan saya, bagaikan Lailatul Qadar," kata Wardi.

Dengan adanya program pelatihan gratis seperti ini, Wardi meminta kepada semua peserta pelatihan agar betul-betul memanfaatkan kesempatan yang baik ini. Baginya, program YAP ini bisa membantu pemerintah mencetak pemuda yang berkualitas, seiring dengan sasaran atau tujuan utama pemerintah daerah mengurangi pengangguran dan pengentasan kemiskinan.

Jika nanti sudah selesai mengikuti kursus Wardi berharap agar bisa diterima bekerja di perusahaan yang ada di Desa Labuhan Pandan, umumnya Kecamatan Sambelia. Karena lanjutnya, hasil kursus disertai sertifikat yang diberikan nanti bisa membantu proses administrasi peserta untuk mendapatkan pekerjaan.

"Jika saudara memiliki kompetensi maka, saudara akan diakui oleh negara dibuktikan dengan adanya sertifikat," terang Wardi.

Bukan saja menjadi pekerja tapi kelak bisa menciptakan lapangan kerja sendiri atau peluang usaha lainnya, lebih-lebih bisa membuka lapangan kerja buat warga lainnya.

Tolak ukur keberhasilan kita lanjut Wardi, tergantung berapa persen kita bisa memanfaatkan waktu dan kesempatan untuk merubah hidup kita lebih baik lagi. Waktu, peluang dan kesempatan itu tidak akan bisa datang untuk kedua kalinya.

Kepala Desa Labuhan Pandan, Sahnan, dalam kesempatan yang sama menyampaikan kepada peserta kursus agar benar- benar serius memanfaatkan kesempatan yang baik ini. Karang taruna diharap supaya bisa membackup kegiatan yang ada di Labuhan pandan.

Di Desa Labuhan Pandan katanya sekitar 900 KK yang belum dibangunkan rumahnya pasca gempa. Ini merupakan peluang bagi peserta, apabila nanti setelah selesai kursus bermodalkan sertifikat dan keahlian maka akan bisa bekerja bangun rumah warga. Sertifikat itu juga katanya bisa digunakan untuk bekerja di perusahaan yang ada di Desa Labuhan pandan.

Ketua YAP Munawir Haris panggilan Haris menyatakan, pelatihan ini dilaksanakan setelah melihat kondisi riil di desanya, banyak terjadi pengangguran. Alasan yang mendasar juga kurangnya skill dari pemuda desanya sehingga sulit mendapatkan pekerjaan.

Kegiatan ini menurut Haris yang keempat kalinya dilaksanakan. Sebelumnya, sekitar September 2017 menggelar kursus komputer diikuti oleh 21 orang peserta. Setelah itu, pelatihan berikutnya rencana akan digelar pada 2018 namun karena terjadi gempa pada tahun itu, sehingga dimundurkan dan baru bisa dilaksanakan pada tahun ini.

Haris berharap supaya pelatihan ini bisa diikuti dengan sungguh-sungguh oleh peserta dan ilmunya nanti bisa ditularkan kepada warga lainnya. Untuk diketahui, lembaga sosial yang selalu mensuport program YAP kata Haris adalah Anak-Anak Lombok Timur dan Wilde Genzen yang berada di Belanda.

Bukan itu saja, bersama kedua lembaga tersebut, Haris berhasil mendirikan sekolah terpadu SDI dan SMP  sebanyak 111 siswa. Untuk tahun berikutnya, Haris akan mendirikan SMK terpadu, dimana gedung yang dibangun dua tingkat tersebut sudah siap sekitar 40 persen. Selain itu, YAP juga memberikan pendampingan kepada keluarga miskin dengan membangunkan rumah atau hunian sementara kepada 275 KK berikut 80 MCK.

Dengan dilaksanakannya program ini, Haris berharap kepada pemerintah desa maupun pemerintah daerah agar kedepan bisa membantu lembaganya untuk meningkatkan mutu pendidikan keluarga kurang mampu ataupun anak buruh migrant di desanya.

"Saya harap pemerintah bisa memberikan support moril ataupun materil agar program yang kami laksanakan bermanfaat buat masyarakat rentan ataupun warga lainnya," tutup Haris. (Ggar

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code

Responsive Advertisement