Dadap Sambelia Tangani Bencana Gempa Longsor dan Banjir Bandang - Speaker Kampung

Breaking News

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 06 Januari 2020

Dadap Sambelia Tangani Bencana Gempa Longsor dan Banjir Bandang

Lombok Timur, SK - Beginilah teknis penanggulangan dan evakuasi dini saat terjadinya bencana alam yang menimpa masyarakat. Banjir bandang, tanah longsor disertai hujan lebat adalah fenomena alam yang tidak bisa dihindari sewaktu-waktu tanpa disadari bisa saja datang bagaikan tamu tak diundang.

Hal itu tentu perlu kita waspadai sejak dini. Setelah bencana gempa bumi yang terjadi setahun silam, menyisakan banyak kenangan pahit yang tidak akan pernah kita lupakan sepanjang hidup kita. Tidak bisa dibayangkan, Puluhan bahkan ratusan jiwa melayang akibat gempa tersebut. Tidak terkecuali rumah warga, tempat  ibadah, sekolah, bahkan fasilitas umum lainnya juga ikut hancur.

Dan, kini tiba saatnya bersama pemerintah, lembaga sosial peduli bencana, komunitas, dan/atau unsur masyarakat lainnya, tetap mewaspadai bencana alam seperti banjir bandang akibat hujan lebat yang diprediksi akan mengguyur wilayah Lombok umumnya NTB.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya bencana tersebut, pemerintah Desa Dadap, pada Senin, 6 Januari 2020, bersama Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM) dan juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengadakan simulasi bencana tahap dua sebagai tindak lanjut meningkatkan kapasitas warga dalam pengurangan resiko bencana, bertempat di Pantai Ujung, Desa Dadap, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.

Dari hasil koordinasi pengurus Forum Resiko Bencana ( FRB) melibatkan sebanyak tiga puluh orang Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) serta perwakilan masyarakat sebanyak 45 orang.

"ini adalah teknik evakuasi mandiri yang dilakukan oleh Tim Siaga Bencana Desa sebelum tim.penyelamat dari daerah datang," jelas Saparudin yang juga Sekdes Dadap.

Pada simulasi ini, pemdes Dadap menyasar masyarakat rentan bencana seperti ibu hamil dan menyusui, balita, anak-anak, lansia, kaum disabilitas serta masyarakat berkebutuhan khusus lainnya.

Simulasi ini, lanjut Saparudin, masing-masing lembaga mengambil peran. LPSDM bertugas menjelaskan terkait tugas dan fungsi TSBD. Sementara BPBD bertugas melatih TSDM teknis penanggulangan bencana dini bagi warga sebelum tim Basarnas, Tagana, BPBD tiba di lokasi bencana. (Ggar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad