Polemik Pemdes Padak Guar dan Karang Taruna

Lombok Timur, SK- Kepala desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Tarmizi, kecewa atas kinerja karang taruna desanya yang selama ini belum maksimal menjalankan fungsinya sebagai lembaga sosial kepemudaan di bawah pemerintahan desa.


Padahal menurut Kades Padak Guar ini, anggaran untuk karang taruna Sepuluh juta pertahun terus digulirkan pihaknya. Kemudian anggaran dana karang taruna tahun 2019 untuk 2020 sebesar lima belas juta yang direncanakan membangun lahan parkir belum bisa dicairkan mengingat, pemdes lebih memprioritaskan bantuan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 melalui program BLT.


Jikapun misalnya, karang taruna keukeuh dana pemuda tahun ini (2020) dicairkan, Kades penggunaan penggunaan dana tahun sebelumnya dilaporkan secara tertulis dan jelas arahnya. 


"Sehingga saya sanggah tadi, yang sepuluh juta saja sampai saat ini belum saya terima laporannya secara tertulis sebagai acuan untuk menggelontorkan dana selanjutnya," terang Tarmizi, pada jurnalis Speaker Kampung di kantornya, (28/7) usai menggelar musdes.


Lebih jauh Tarmizi menjelaskan, jika program yang dijalankan karang taruna bisa dijalankan maka, pihaknya akan menambah dananya lagi. Tapi hingga saat ini kata Tarmizi, pihaknya tidak pernah menerima laporan tertulis.


Menjawab simpang siur atau tidak jelasnya penggunaan dana karang taruna, pada (⅞) media ini menghubungi ketua karang taruna Desa Padak Guar, Lalu. Rohyadi. 


Rohyadi menjelaskan, arah penggunaan dana pemuda pada tahun 2019 katanya, sudah dilaporkan secara tertulis kepada Sekdesnya, Azwar Hariyadi. 


"Ini saudara Jaya sendiri yang langsung menyerahkan laporan kami. Adapun jika tidak nyampe di meja Pak Kades, itu bukan tanggung jawab kami. Seharusnya Pak kades sendiri menanyakan ke Pak sekdesnya gitu kan," terang Rohyadi.


Lebih lanjut Rohyadi menjelaskan, penggunaan dana karang taruna katanya diserahkan kepada masing-masing dusun secara bergantian untuk pemberdayaan pemuda seperti menambah modal usaha.


Ikhsan Hariyadi, pemuda Dusun Dasan Baru menerangkan, dana yang sepuluh juta setelah dipotong pajak dibagi dua antara pemuda Dusun Padak Selatan dan Dusun Dasan Baru untuk pemberdayaan sosial.


"Kalau di Dusun Padak Selatan kita tidak tahu apa programnya. Nah, untuk di Dusun Dasan Baru, saya sendiri yang siap bertanggung jawab," jelasnya.


Dana pemuda itu kata Rohyadi sudah ada yang digunakan. Tapi tidak bisa dipungkiri ada juga yang macet. Sebagian dana itu masih ada dipegang pemuda bahkan uang itu katanya, semakin bertambah.


Kemudian, dana yang sudah diterima tetap akan dipertanggung jawabkan penggunaanya oleh pemuda karang taruna itu sendiri.


Ketika menggunakan Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN, apapun program yang dikerjakan lembaga desa, pemdes berkewajiban mempertanggung jawabkan penggunaan anggaran yang tertuang dalam Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) penggunaan DD.


Namun sampai saat ini menurut Kades Padak Guar, Tarmizi, laporan tertulis tidak pernah dia terima. "Sampai saat ini belum kami terima laporan secara tertulis," kesalnya.


Jika untuk program berikutnya, karang taruna tidak dapat memberikan laporan tertulis maka pihak pemdes tidak akan mencairkan dana tersebut.


Pemdes menekankan agar karang taruna setiap menerima bantuan dana dari pemerintah, mereka melayani untuk segera membuat laporan secara tertulis. Laporan tersebut diantar langsung ke pemdes selaku penanggung jawab penggunaan anggaran. Demikian harapan disampaikan sekdes Padak Guar, Azwar Hariadi.


Sebagai bentuk evaluasi kinerja karang taruna, pemdes berharap ada peningkatan bentuk ekonomi dari karang taruna itu sendiri. Karang taruna menurut Tarmizi, sebagai pembantu pemerintah desa menerapkan program desa kepada pemuda khususnya.


Selama ini, hasil kontrol yang dilakukan pihak desa kepada lembaga karang taruna, belum melihat jelas bentuk fisiknya. Sehingga pemdes terus memprovokasi pemudanya agar bisa memanfaatkan dana yang diberikan untuk meningkatkan ekonomi produktif.


Sinopsis ...


Karang taruna adalah organisasi sosial kemasyarakatan bukan politik, sebagai wadah pengembangan generasi muda, tumbuh dan berkembang di atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab.


Sebagaimana termaktub dalam pasal 4 kemensos 77/2010 tentang "Karang taruna berada di desa / kelurahan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia"


Sesuai pasal 6 Permensos 77/2010 dalam menjalankan tugasnya, karang taruna memiliki fungsi menghindari timbulnya masalah ketimpangan sosial khususnya generasi muda.


Mengadakan program kesejahteraan, perlindungan, jaminan dan pemberdayaan sosial. Membantu pemerintah dalam meningkatkan ekonomi produktif. Menekankan kepada setiap anggota untuk mendukung kesejahteraan sosial, mendukung dan mempertahankan kearifan lokal bukan cenderung lari ke hal yang ada pada politik.


Pengurus karang taruna ditentukan oleh kepala desa terdiri dari dewan pembina, ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara dan seksi-seksi. Pengurus karang taruna melaksanakan program kerja mandiri maupun program kerja sama dengan desa. (Ggar)

Related Posts:

0 Response to "Polemik Pemdes Padak Guar dan Karang Taruna"

Posting Komentar

Featured Post

Kekeringan Melanda, Gema Selaparang Salurkan Air Bersih

Lotim. SK_ Kekeringan yang melanda Masyarakat Kabupaten Lombok Timur Lembaga Swadaya Masyarakat, Gerakan Masyarakat Selaparang (GEMA SELAPAR...