Power Elit Politik Bukan Power Rangger


Mataram. SK_Tiga hari terkahir ini pendaftaran pasangan calon walikota Mataram. Setiap pendaftaran calon pasti ada arak-arakan, seru dong arak-arakan nya ada banyak tontonan rakyat. 


Selain itu para kandidat calon langsung deklarasi serta menyampaikan orasi politik singkat kepada pendukung yang mengkawal mereka menuju tempat pendaftaran. 


Dari kegiatan tersebut tentu muncullah kerumunan Massa. Eits! kermunan ini barangkali tidak bisa terpapar covid-19 atau memang kerumunan ini barangkali di anggap sudah sesuai PERDA NO 7 TAHUN 2020 tentang penyakit menular sehingga aman-aman saja. Atau sudah sesuai dengan INPRES NO 6 TAHUN 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Corona virus dissease 2019. 


Ketika elit berpesta tidak ada dalil negara, atau daerah yang kuat untuk mengikat. Ketika rakyat berpesta dengan tamu undangan barangkali kurang dari seribu, Dalil-dalil negara bagai tiang-tiang langit yang kokoh, nan kuat, mengikat bak tali tambang kapal-kapal besar di dermaga.


Wajah tertutupi masker, tubuh berhimpitan, berdesakan kiri, kanan, depan dan belakang. 

Tapi inilah yang mungkin di sebut sebagai sebuah Power pada kekuasaan, kalau dalam ilmu politik. 


Kalau katanya lord acton untuk para elit politik "Power tends to corrupt; absolute power corrupts absolutely” (kekuasaan cenderung korup,  dan kekuasan yang mutlak benar-benar merusak)

Dan kata saya mewakili para pecinta powerrangger semasa kecil, bahwa Power dalam power rangger adalah melindungi ummat manusia dari segala ancaman agar hidup tentram. Seandainya power rangger ada pasti Covid-19 sudah di basmi. Bukan mengajak untik konvoi pencalonan. 



Tetapi Tidak berani kita justifikasi bahwa ini adalah penyalah gunaan Power atau pemnafaatan power dengan benar biarkan Masyarakat menilai sebab rakyat adalah hakim pengadilan yang sesungguhnya di dunia ini. 


Ya! power Elit Politik  memanglah bukan power rangger . Power rangger membunuh Monster dan power elit me- (red. biarkan rakyat menilai).


Dalam serial film anak power rangger, terdiri dari beberapa warna yang menandakan kekuatan. Diantaranya ada power rangger merah, kuning, hijau, biru, putih, bahkan ada yang warna hitam dan merah muda.

Begitu juga dengan elit politik negeri ini. Masing-masing warna memiliki powernya masing-masing. 


Dalam serial drama anak tersebut, masing-masing hero memiliki power dengan spesifikasi kekuatan yang berbeda pula. Power Rangger merah biasanya menjadi power rangger yang kuat, dengan kekuatan-kekuatan barunya. Sementara itu power rangger yang lain cendrung stagnan, sukar menemukan kekuatan yang baru. Sama konteks nya dengan power-power elit politik negeri ini.


Betul atau tidaknya biarkan rakyat yang menilai, penulis hanya menulis untukerangsang nalar dan paradigma rakyat. 


Rian Arsyat. 

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram. Fakultas Ilmu sosial Dan politik Program studi Ilmu Pemerintahan. Dan jurnalis warga.

Related Posts:

0 Response to "Power Elit Politik Bukan Power Rangger"

Posting Komentar

Featured Post

Kekeringan Melanda, Gema Selaparang Salurkan Air Bersih

Lotim. SK_ Kekeringan yang melanda Masyarakat Kabupaten Lombok Timur Lembaga Swadaya Masyarakat, Gerakan Masyarakat Selaparang (GEMA SELAPAR...