Program MBR PDAM Suela Terancam Gagal - Speaker Kampung

Breaking News

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Thursday, 10 December 2020

Program MBR PDAM Suela Terancam Gagal

 

Suela.SK_Program Hibbah Air Bersih untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terancam gagal. Pasalnya, KWH meter hibbah program air bersih ini tidak juga teraliri air.

 

KWH meter yang terpasang bulan September lalu hanya menjadi pemandangan di teras rumah. Warga hanya pasrah berharap. Sebab KWH meter sebelumnya juga banyak warga yang tak teraliri.

 

Seperti keluhan Wir yang menunggu dan menunggu kedatangan air yang di janjikan oleh pihak PDAM sampai saat ini tidak juga teraliri. " Sudah capek kita nunggu dan nunggu kita selalu di berikan harapan dan janji saja ungkapnya.

 

Melihat keluhan warga tokoh pemuda langsung angkat bicara, menurut keterangan Tokoh Pemuda Desa Ketangga Nuradam menjelaskan bahwa kondisi KWH meter program hibbah MBR PDAM ini belum teraliri. Jangankan KWH meter baru ini, yang lama saja pelayanannya buruk.

 

Menurut Nuradam solusi lancarnya aliran air ini tentu dibarengi dengan jaringan induk disertai dengan bak reservoar. Bak reservoar inilah sebagai wadah untuk menampung aliran air menuju KWH meter. Sementara sesuai dengan data yang ia ketahui bahwa program dana hibbah MBR PDAM itu satu paket dengan pembuatan bak reservoar namun nyatanya tidak ada bangunan reservoar ini malahan warga di mintai untuk mengeluarkan uang sebesar 350 dengan alasan membuat bak reservoar.

 

Ia berharap pihak PDAM mempercepat program MBR ini, warga sudah rindu dengan air bersih dan memperbaiki infrastruktur kami yang rusak bekas galian pipa. Namun jika tidak ada respon dari pihak PDAM kami akan selalu kawal masalah program MBR ini tegasnya.

 

Menanggapi hal ini Direktur Utama PDAM Lombok Timur Bambang suprayitno, SH, menjelaskan bahwa seperti yang sudah di jelaskan oleh bagian perencanaan, semoga bulan depan atau tahun depan ini kita sudah bisa mengatasi ketersediaan air di wilayah tersebut, karena sudah masuk dalam RKAP kita.

 

Saat ini kendala kita adalah tidak adanya reservoar namun kita sudah bekerjasama dengan PUPR untuk mengatasi permasalahan tersebut.

 

"Untuk perogram hibah MBR ini tidak sekomplit pemasangan pipa ke rumah warga dengan pembuatan reservoarnya. Untuk anggaran pembuatan reservoar tersebut sangat tinggi terangnya.

 

Dan Dana yang Rp 750 ribu, itu adalah dana pemasangan SR MBR yg di cicil paling telat tiga kali dimana cicilan pertama itu adalah Dana Pertamanya (DP) adalah Rp 350 ribu. Dan kami sangat berharap cicilan ini dapat membantu membiayai jika ada kekurangan dalam pembiayaan penyelesaian reservoar dan penyaluran air ke semua pelanggan tutupnya. (Oz)


No comments:

Post Bottom Ad