Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Sekilas Tentang Tuselak


Lotim.SK_Pada masyarakat suku Sasak Lombok marak penggunaan ilmu hitam yang kerap digunakan untuk pesugihan,untuk mendapatkan harta warisan, uang ataupun kekuasaan. Selain itu ilmu hitam juga sebagai alat pembelaan diri ketika sedang berperang.


Menurut keterangan Dahrum warga Desa Ketangga Kecamatan Suela-Lotim menyebutkan bahwa ilmu hitam ataupun ilmu supranatural lainya seperti Pelet, soke, ilmu kebal hingga tuselak berkembang pada masa kecilnya.


"Jenis soke, begik, senggeger dan ilmu kebal dan ilmu berupa puji pujian sudah lama ada" jelas Dahrum Senin 19/9/2021.


Terkait dengan Tuselak, Dahrum memaparkan bahwa awal dan kronologi adanya Tuselak dari seseorang yang mencari ilmu senggeger. 


"Bermula dari salahnya seseorang dukun atau guru yang memberikan ilmu senggeger dan kemudian ia diberikan ilmu lain" jelasnya.


Secara tidak langsung, seseorang yang menerima ilmu dari dukun yang dipercaya berubah jadi Tuselak.


Dalam praktiknya, mereka yang menggunakan ilmu hitam tersebut melakukan perjanjian dengan bangsa jin. Namun konsekwensinya, ia akan menjadi mahkluk jadi-jadian atau siluman. Mahkluk itulah yang masyarakat Lombok kenal dengan sebutan Tuselak.


Tuselak, adalah sebutan setan dalam bahasa sasak. Selak sebenarnya merupakan sebuah kesalahan dalam niat. Orang Lombok pada jaman dahulu masih akrab dengan dunia perdukunan. Dunia perdukunan tersebut diniatkan untuk kaya atau melancarkan bisnis, semacam pesugihan jika ditafsirkan dalam pemahaman di tanah jawa. Mereka diberikan syarat oleh sang dukun untuk dipenuhi. Syaratnya adalah mandi kembang pada pelataran dengan menggunakan kuali, sesudah itu ia akan menjadi selak.



Ilmu selak ini hakikatnya sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang ada di Lombok. Oleh sebab itu, penggunanya bersifat buruk, seperti meneror, dan menakut-nakuti orang lain. Selak berubah wujud ketika marah ataupun ketika malam hari. Ia makan hewan-hewan kecil dan minum kotoran di malam hari.


Bahkan, ada juga selak yang menghisap darah orang mati lewat kukunya. Setidaknya hal ini masih ditemui berpuluh tahun silam, ketika listrik belum masuk ke dalam pulau yang dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Masjid ini.


Selak ternyata juga bisa diturunkan untuk keturunan selanjutnya. Semacam kutukan bangsa jin atas perjanjian yang telah dilakukan pengguna ilmu hitam karena telah mendapatkan apa yang ia inginkan.


Selak tidak terlihat ketika di siang hari karena rupanya benar-benar menyerupai manusia biasa. Bahkan Selak yang beragama Islam mengikuti solat di Masjid.


Namun saat malam atau ketika sedang marah, Selak akan berubah menjadi sosok yang sangat menyeramkan, seperti sosok yang terbang atau sosok yang benar-benar sangat menakutkan.


Ilmu Selak tidak akan lekang oleh zaman karena ilmu ini menurun dari pengamalnya. Kita sebagai mahkluk yang mempunyai akal pantasnya mendapatkan sesuatu atas usaha sendiri, jangan sampai penggunaan ilmu hitam untuk kesenangan sementara mengakibatkan keturunan kita menderita.

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code

Responsive Advertisement