Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Puluhan Siswa di Lombok Timur Belajar Dengan Kondisi Gedung Sekolah Tak Layak



Suela-SK, Miris melihat Puluhan siswa Sekolah Dasar Islam lhyauddin (SDI) terpaksa belajar di atap yang sudah bocor dan tembok sudah mulai rapuh. Meski begitu, semangat belajar anak SDI tersebut tidak kendor.


Terlihat sekolah SDI ini usianya cukup tua sekitar 8 atau 9 tahun, pertama kali sekolah ini di bangun memakai bedek namun seiring nya waktu Kondisi sekolah tersebut mulai rapuh dan semakin hancur, melihat kondisi seperti itu warga tidak mau melihat anaknya belajar di bangunan yang mau roboh, warga pun berinisiatif untuk membangun ruangan seadanya agar layak di tempati oleh anak-anak.


Bangunan yang menggunakan atap asbes dan tembok setengah dan di sambung dengan bambu itu mulai rapuh, dengan Sarana dan prasarana di sekolah tersebut sangat terbatas, seperti tidak adanya bangku kecuali di kelas 3 dan 5. Itu pun jumlahnya terbatas. Ruang kelas 3 berukuran 4 x 6 terpaksa dibagi dua, sebelahnya untuk kelas 4.


SDI lhyauddin yang terletak di Dusun Aik Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah, karena melihat dari Bangunan dan Sarana Prasarana yang sangat tidak layak di tempati oleh anak-anak.


Seperti keluhan Andika Peratama yang saat ini duduk di kelas empat, merasa tidak nyaman belajar di tempat yang panas dan jika hujan ia di keluarkan dari ruangan.


"Saat hujan kami di kelurkan oleh ibu dan bapak guru terkadang kami di pulangkan karena atap sekolah kami bocor dan saat musim panas kami sangat gerah karena di dalam ruangan sangat panas"keluhnya sambil malu.


Dengan keadaan bangunan seperti itu pemerintah kabupaten sering sekali kesana namun pemerintah hanya bisa menjanjikan dan mengatakan sabar kepada pengurus dan pembina SDI.


"Sering sekali pihak dinas kesini melihat keadaan sekolah kami dan sering juga kami minta melalui lisan atau pun proposal namun kami di suruh menunggu dan menunggu saja, juga kami di himbau untuk mencari dana aspirasi-aspirasi di pihak terkait" Terang kepala sekolah Nila Isturina.


Melihat kondisi sekolah nya Harmijan yang sebagai pengasuh pondok disana mengharapkan kepada pihak pemangku kebijakan memperhatikan keadaan SDI yang tidak layak di tempati oleh anak muridnya.


"Kami sangat mengharapkan kepada pihak pemerintah untuk membantu kami untuk membangun ruangan SDI agar anak-anak kami bisa nyaman belajar" tutupnya. (Ozi A) 



Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code

Responsive Advertisement