Diduka Menyedot Pasir Besi, Base camp PT AMG Dibakar Massa

Pringga Baya. SK_Kehadiran Kapal milik PT AMG di Pantai Ketapang Desa Pringgabaya sebulan terakhir ini sedang menjadi perbincangan warga. Berkali-kali warga minta penjelasan apa kegiatan kapal milik PT AMG selama ini.

Warga tengah menaruh curiga bahwa Kapal ini ada aktifitas terselubung berupa menyedot pasir besi dari dasar laut. Kecurigaan ini cukup beralasan karena sering kali para nelayan yang kebetulan melintas di sekitar kapal tersebut melihat keadaan yang aneh. Salah satu diantaranya adalah keadaan air laut di sekitar kapal keruh dan telah terjadinya perubahan kedalaman laut. Itu hal yang dirasakan oleh para nelayan di pantai Embang-embangan Desa Pringgabaya Utara.

Related Posts:

“Kebebasan Berkreasi” di Sanggar Olor Chetoq

Lotim, SK – Olor Chetoq merupakan sebuah sanggar bagi anak-anak dan remaja  yang tinggal di desa Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. Bagi  anak-anak dan remaja yang tergabung disanggar ini diberikan kebebasan untuk  berekpresi dan berkreasi untuk mengembangkan bakat dan keahlian  mereka. Lalu apa latar belakang berdirinya dan kegiatan apa saja yang dilakukan Sanggar Olor Chetoq ini? Berikut laporan Ari Primadona yang berkunjung beberapa waktu lalu di desa Ketangga.

Related Posts:

Desa Tua,Terselubung misteri

Gubuk (Desa) PEKETANGAN dipimpin oleh tiga wali desa yaitu:

Related Posts:

Desa Ketangga, Desa Sarat akan Peninggalan Sejarah

Lombok timur.SK_Ketangga merupakan salah satu nama desa yang terletak di Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur, termasuk desa tertua dan menyimpan benda-benda pusaka kerajaan Selaparang.

Desa yang tidak jauh dari pusat kota kecamatan ini, ternyata masih menyimpan misteri dan memilki cagar budaya yang cukup banyak, seperti masjid pusaka Selaparang, batu dari Bagdad (Irak) dan sabuk yang bertuliskan sejarah manusia sejak lahir hingga masuk alam akhirat.

Related Posts:

Misteri Dibalik Keberadaan Masjid Pusaka Desa Ketangga

Lotim, SK - Masjid Pusaka Kerajaan Selaparang yang berdiri kokoh di desa Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur ini ternyata menyimpan misteri. Didalam masjid, tepatnya didepan mimbar terdapat sebuah batu yang kini ditutup dengan kaca. Konon batu tersebut berasal dari negeri Bagdad (Irak).
Ketika penulis berkunjung puluhan tahun lalu, Masjid Pusaka Kerajaan Selaparang ini kelihatan cukup angker, karena selain beratap daun rumbia, juga didalamnya terpasang kain putih untuk menutupi batu dari Bagdad tersebut. Demikian juga dengan tembok kelilingnya dibuat dari tanah liat.

Related Posts:

Potret Tetesan Air Mata di Lingkar Mata Air Lemor

Lombok Timur. SK_ Mata air dan air mata merupakan suku kata yang sulit dipisahkan, bahkan dibeberapa lagu tercipta mata air dan air mata. Sebut saja karya seniman legendaries Iwan fals dan musisi dangdut H. Rhoma Irama menggema menyampaikan polemik rakyat secara universal. Permasalahannya berawal pada pengelolaan dan pemampaatan berkesenjangan, baik yang dirampas oleh kaum kapitalis maupun otoritas kebijakan penguasa seakan tak berpihak pada rakyat.

Sehingga apa yang terjadi pada bebera desa di wilayah lingkar mata air Lemor, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur menangis perih tak dapat air. Bocah kecil yang semestinya menikmati sorak-sorai bersama teman sebayanya, setiap sore berjalan teratur dibelakang orang tua mereka. Tangannya menggenggam jerigen lima liter. Sementara orang tuanya memikul sepasang ember air. Setiap sore mereka harus berjalan mengambil air di parit bekas genangan air hujan untuk keperluan air minum, masak, mencuci dan mandi.

Suasan perkampungan hijau dan mata air Lemor jernih membisikan kata hati “ Entah apa gerangan?”. Namun hal itu tentu kita pahami dibalik hijaunya pemukiman tersimpan hati warga penuh kepolosan. Tidak paham dengan hak sebagai warga. Sementara pemerintah terlalu asyik dengan kursi dan tahta serta melupakan kewajiban dan keberpihakan terhadap rakyat.
Di perkampungan lingkar hutan Lemor namun tidak dapat menikmati sumber mata airnya, yah,, keadaan ini hanya bergantung pada hujan. Kegelisahan sangat jelas terlihat diraut wajah mereka, ketika kehabisan air minum ataupun kekurangan air untuk kegiatan mencuci dan mandi.

Tawa kecil yang seharusnya meramaikan sore, terpaksa harus membantu memenuhi kebutuhan air bersih untuk keluarga. Orang tua semestinya mengurus keperluan kebutuhan keluarga hanya sibuk mencari dan mengambil air yang layak dikonsumsi. Begitu juga dengan salah seorang guru, sebut saja pak Mistum pengajar SD 5 Selaparang setiap pagi memboncengi sepasang derigen berisi air di sepeda motornya guna kebutuhan air minum guru dan murid-muridnya.

Mata air begitu banyak namun tidak dapat dinikmati. Seakan tidak memiliki sumber air bersih yang lain, selain air hujan. Warga seakan hidup suasana surga kering hanya mengandalkan parit sebagai penampung air hujan yang tak layak diminum dan dipakai.

Pemenuhan terhadap air bersih oleh Negara adalah hak dasar yang wajib didapatkan oleh setiap warga Negara. Tetapi setelah 68 tahun kemerdekaan RI, masyarakat tidak pernah mendapatkannya. Mereka seakan hilang dari perhatian pemerintah.

Eksisnya perusahaan air minum terkelola oleh daerah/ PDAM seakan terampas hak warga dalam pengelolaan dan pemanfaatan. Kesimpulannya warga penikmat mata air nota benenya mereka yang mampu membayar dengan jumlah yang besar per/bulannya. Sementara warga yang tak mampu mendaftar dan membeli dengan terpaksa menikmati air genangan pipa bocor PDAM atau mengkonsumsi air yang tak layak, air hujan dan sungai.

Saatnya pemerintah desa kembali pada konsep demokrasi rakyat dari, oleh dan untuk rakyat bukan demokrasi kapitalis elit politik tingkat pusat. Dan Jangan kemudian raja kecil ditingkatan desa mengadopsi tingkah bejat oknum pejabat pusat berpoya-poya menikmati hidup sendiri dan sibuk menyimpan harta kekayaan rakyat. Rebut kembali moralitas yang hampir pupus, peduli pada warga dan kepentingan rakyat. (Hajad Guna R)

Related Posts:

Puluhan Lomba Digelar Pada Perayaan Maulid Nabi



Ketangga. SK_Masyarakat Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabuapten Lombok Timur  menggelar sejumlah perlombaan  di tengah perkampungan Dusun MT Gedeng. Kegiatan ini berlangsung sekali dalam setahun pada perayaan kelahiran nabi Muhammad SAW, berlangsung sampai dengan tujuh hari dengan kemasan perlombaan malam dan sore hari.

Related Posts:

Featured Post

Pati Rata Pringgabaya Lahir Untuk Membangun Desa

Peringgabaya SK_Pemuda Pemudi Dasan Lendang, Dusun Dasan Lendang,  Desa Pringgabaya, Kecamatan, Pringgabaya, Lombok Timur-NTB, berinisiasi...