Rebana Qasidah Harusnya Dilestarikan

Suela. SK_Salah satu kesenian tradisional bernafaskan islam yang keberadaannya semakin punah adalah Rabbana Qasidah Tradisional.

Alat music yang terbuat dari kulit lembu dan dimainkan 6 orang ini jarang bahkan tidak diminati lagi baik dari kalangan anak-anak, remaja bahkan orang tua
.

Oleh karena itu dalam upaya menggali, mengembangkan serta melestarikan kesenian tradisional yang bernafaskan islam ini, pemerintah kecamatan pun mengajukan permohonan kepada Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Seni Qosidah Indonesia untuk membentuk suatu wadah yang khusus di Kecamatan Suela yaitu Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Cabang Suela dengan Ketua Umum Tamrin,S.Pd.

 “Tujuan pertemuan hari ini tiada lain untuk menjalin silaturrahmi antar pengurus LASQI dan juga membicarakan upaya-upaya apa yang harus dilakukan untuk melestarikan dan menumbuhkan minat masyarakat kepada Qasidah Tradisional ini “ ucap Sukarma, SP selaku Sekcam dalam pidato pembukaan tadi pagi di kecamatan.(10/4/2015).

Selain itu juga Camat Suela, Drs. Rifa’an dalam pidato sambutannya menegaskan bahwa dengan keberadaan LASQi ini, musik Qasidah Tradisional bisa diterima dan sukai kembali oleh masyarakat terutama remaja dan pemuda saat ini.

“ Kenapa musik Qasidah ini tidak diminati oleh remaja dan pemuda kita saat ini, ? ini disebabkan musik tradisional ini tidak dibumikan (diperkenalkan) kepada mereka. Oleh karena itu mari kita perkenalkan dan ajarkan kepada anak-anak kita agar mencintai musik Qasidah Tradisional ini “. Ujarnya. (Lex)

Related Posts:

0 Response to "Rebana Qasidah Harusnya Dilestarikan"

Posting Komentar

Featured Post

FKIP UGR : Ikuti Seminar Program Kreatifitas Mahasiswa

Kamis, 14 November 2019 Mahasiswa Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Gunung Rinjani ( FKIP UGR) yang terdiri dari dua progr...