Sambut Musim Hujan, GP3A Gelar Ritual Adat - Speaker Kampung

Breaking News

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Thursday, 14 October 2021

Sambut Musim Hujan, GP3A Gelar Ritual Adat



Lombok Timur, SK - Selamatan otak reban Santri Loba, Kokok Sambelia merupakan acara sakral rutin diadakan setiap tahun pada setiap pertengahan bulan Oktober oleh kelompok tani (GP3A) meliputi lima desa notabene memanfaatkan saluran irigasi DAM Sambelia mengairi sawahnya. Lima desa tersebut adalah, Sambelia, Senanggalih, Dadap, Labuhan Pandan dan Bagik Manis.


Acara selamatan otak reban ini berlangsung di area wisata DAM Sambelia, (13/10) dihadiri oleh OPD lingkup pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan unsur subak yang tergabung dalam kelompok pengguna air Santri Loba, tokoh agama, masyarakat serta mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram yang sedang KKN di Sambelia.


Kegiatan yang digelar setiap tibanya musim hujan oleh kelompok penggarap (petani) sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat limpahan Rahmat Allah, berupa air untuk kehidupan. Momen sakral ini dimanfaatkan masyarakat memohon do'a agar dijauhkan dari bencana alam maupun non alam sehingga hasil panennya dari tahun ke tahun semakin meningkat.


Camat Sambelia, Ishak, SH ada sambutannya berpesan kepada kelompok penggarap, masyarakat secara umum agar senantiasa bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Akses Jalan Usaha Tani (JUT) yang dibangun pemerintah desa katanya sangat membantu para petani mempermudah akses mengeluarkan hasil panennya. 


Camat mengambil contoh, JUT yang dibangun Pemdes Dadap dari tahun ke tahun semakin bertambah. Pihaknya sangat mengapresiasi program pembangunan infrastruktur yang dibangun selain akses jalan bisa meningkatkan nilai jual objek tanah.


"Ingat, apa yang dibangun oleh Bapak-Bapak itu sebagai amal jariah akan mengalir pahala apabila nanti kita sudah meninggal," ungkap camat.


Merespon hal tersebut, Kades Dadap, Rohani, pada awak media mengatakan, apa yang disampaikan di depan publik oleh camat baginya tidak seberapa. Malah katanya, ia merasa malu jika progres pembukaan jalan usaha tani yang diprogramkan pemerintahan desanya masih jauh dari harapan masyarakat.


"Jujur saya malu sebenarnya, selama ini saya merasa masih banyak kekurangan, masih belajar bagaimana membangun desa agar masyarakat bisa sejahtera," terang Kades yang terkenal dekat dengan masyarakat ini. 


Baginya membangun desa dibutuhkan kerjasama antara semua elemen masyarakat. Sebaik apapun program yang akan dikerjakan pemerintah tanpa masyarakat maka itu akan menjadi sia-sia.


"Saya ingat pesan Almarhum orang tua saya. Jika suatu ketika nanti kamu ditakdirkan menjadi pemimpin katanya, jangan sombong, jangan sampai memanfaatkan jabatan untuk memperkaya diri sendiri atau keluargamu," cerita Rohani, mengenang pesan almarhum orang tuanya pada jurnalis Speaker Kampung sambil meneteskan air mata.



Kanit UPT Pertanian Kecamatan Sambelia, Sanusi, SH, dalam sambutannya menyampaikan kaitannya dengan pupuk bersubsidi untuk 6.831 petani Sambelia. Alokasi pupuk bersubsidi di Sambelia katanya sudah cukup malah setiap tahun bertambah sesuai SK. Jika ingin mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah pihaknya meminta nama kelompok tani harus terdaftar di RDKK. 

"Silahkan bisa di cek namanya pada ketua kelompok tani masing-masing, atau minta bantuan penyuluh pertanian yang ada di lapangan untuk daftar bagi yang belum masuk RDKK," pinta Sanusi.


Untuk mensukseskan acara selamatan Otak Reban Sambelia, sumber dananya berasal dari sumbangan pemerintah desa, subak (petani) OPD terkait serta donatur lainya terkumpul 12.660.000,- sementara total dana yang dihabiskan sebanyak 12.860.000,- 


Dari jumlah dana tersebut selain digunakan untuk belanja kegiatan, panitia juga menyantuni anak yatim. Demikian laporan pertanggungjawaban ketua panitia, Lalu. Wiradarma. (Ggar) 

No comments:

Post Bottom Ad