KKN UGR Gelar Seminar Pengembangan Potensi Pariwisata dan UMKM Sambelia

Sambelia, SK- Mahasiswa Universitas Gunung Rinjani (UGR) menggelar seminar pengembangan potensi desa berbasis lokal untuk mengedukasi masyarakat cara mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan promosi pariwisata pada, Senin (29/7/2019) di Kantor Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB.

Ketua penyelenggara sekaligus ketua kelompok KKN UGR, Desa Sambelia, Yudha Melia Sandi, saat membuka acara mengatakan, seminar ini digelar bertujuan untuk membina kelompok usaha tani Desa Sambelia, bagaimana mengembangkan UMKM yang ada dengan memanfaatkan produk pertanian lokal agar memiliki nilai ekonomi.

Bukan itu saja, Yuda bersama teman-temannya berinovasi turut mempromosikan potensi pariwisata yang ada di Sambelia untuk dikembangkan supaya lebih produktif sehingga bisa menciptakan lapangan kerja bagi pemuda atau masyarakat sekitar.

Untuk membuktikan kesungguhannya, Yudha bersama mahasiswa lainnya menghadirkan Supiandi, SE pendiri Berugak Lombok sebagai pemateri yang kesehariannya eksis dalam usaha pengembangan UMKM di Lombok. Seminar itu dihadiri oleh puluhan mahasiswa dan masyarakat Sambelia. Pemuda calon Doktor jebolan UGM ini sangat reaktif menjawab pertanyaan yang diajukan penanya, berikut solusi pemecahan masalahnya.

Dalam paparannya Supiandi menjelaskan, menurut data BPS terbaru, dari 162 juta penduduk Indonesia, sekitar 143 juta rakyat sudah terkoneksi dengan internet dalam mengembangkan usahanya.

"Penduduk Indonesia di era ini dalam mengembangkan bisnisnya ataupun berbelanja sudah banyak beralih ke digital, sebut saja belanja secara online," terangnya.

Namun berbelanja secara online tidak ada yang bisa menjamin keasliannya. Tidak sedikit pula masyarakat tertipu dengan media sosial. Peluang digital itu katanya banyak yang positif dan negatifnya, tergantung mereka yang mengendalikannya.

Ketua Badan Pengembangan Promosi Daerah (BPPD) Lombok Timur, Ahmad Roji, yang hadir sebagai pemateri pada seminar tersebut berjanji akan terus mendorong potensi pariwisata berkelanjutan di setiap wilayah. Misalnya membangun foto sport pada tempat yang bisa menarik pengunjung atau wisatawan.

Agar semua itu bisa terwujud maka pemdes diharap agar mensupport obyek wisata demi kemandirian pemuda. "Hanya industri pariwisata yang bisa mengganti industri lain di Lombok," katanya.

Dia meminta kepada pemerintah desa agar bisa merasionalisasikan potensi wisata lokal sebagai investasi kecil. Untuk meningkatkan potensi wisata lanjutnya, harus melibatkan kalangan akademisi.

Pada era kreatif seperti sekarang ini kita tidak bisa menyalahkan lingkungan. Kita harus bisa menata lingkungan dengan sebaik-baiknya, menyediakan destinasi seperti kolam renang, (berugak) tempat beristirahat melepas lelah bagi para wisatawan.

"Jangan memutus objek wisata itu tanpa perhitungan yang matang agar tidak menimbulkan kerugian bagi pengelola lebih-lebih bagi lingkungan," pesannya. (Ggar)

Related Posts:

Sekilas Suplai Air Bersih ke Desa Ketangga

Ketangga.SK_Beberapa minggu terakhir ini, Krisis Air yang melanda Desa Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur semakin parah. Banyak warga mengeluh dan tak jarang yang pergi mengambil air ke Dusun Tibu Jukung Desa Suela. Bahkan untuk mencuci pakain saja mereka rela berjalan sekian kilo ke Kokoq (Sungai_red) Peropok untuk mencari air.

Melihat kondisi tersebut TKSK Kecamatan Suela Samsul Mujahidin berinisiatif untuk bersurat ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok  Timur, Dinas Sosial, Bupati Lombok Timur dan juga Pihak PDAM yang memang punya tanggung jawab untuk memberikan solusi atas kekeringan air bersih ini.

Selain itu juga Samsul Mujahidin mengatakan bahwa bukan hanya suplai air bersih saja akan tetapi pelayanan PDAM ini agar lebih baik lagi.

“ Minimal PDAM ini ada hal yang harus diperbaiki terkait soal pelayanannya dan membantu tempat-tempat publik seperti masjid, kuburan untuk difasilitasi” Jelasnya


Dan lebih parah lagi menurut penuturan salah satu warga sekaligus Ketua Karang Taruna Desa Ketangga Hajad Guna Roasmadi mengatakan bahwa terkait dengan pembayaran, PDAM ini mematok warga 100 hingga 300 ribu ke setiap pelanggannya.

 “Coba bayangkan berapa keuntungannya yang didapat PDAM, setiap pelanggan itu dipatok 100-300 Ribu Lho.. “ Tuturnya kepada media

Selain itu juga Hajad mengatakan sejauh ini, terkait dengan menjaga dan melestarikan lingkungan, keterlibatan PDAM  terutama di Kecamatan Suela tidak ada sama sekali.

“ Untuk kelestarian lingkungan, PDAM hanya mengeruk mengambil keuntungan saja tanpa ada kontribusi yang jelas “ tambahnya dengan nada yang agak keras. (Lie)

Related Posts:

PDAM Lelet, Masyarakat Lingkar Lemor Tengkarengan

Tikus mati di lumbung padi, begitulah perumpamaan warga Desa Ketangga, Suntalangu Kecamatan Suela Kabupaten  Lombok Timur.

Tengkarengan (kekeringan-red) di tengah melimpahnya sumber mata air Lemor. Satu pekan berlangsung warga tak dapat air akibat lambanya penangan petugas PDAM.

Menurut keterangan Ketua BPD Desa Ketangga, Muhammad Jaelani bahwa pihak PDAM unit Suela lelet dalam mengatasi pipa yang rusak.

"Warga menduga, bahwa petugas ini lambat dalam penangan rusaknya pipa PDAM" ujarnya saat mendatangi kantor Unit PDAM.

Dirinya menjelaskan,
ribuan warga tak dapat air, baik untuk minum, mandi dan mencuci. Mereka harus rela mengambil air hingga 4 Km menggunakan sepeda motor.

Sementara itu, ratusan warga berdesakan dan antrean untuk mandi di titik sungai Koko Desa. Belum lagi yang mencuci pakaian dan perabotan dapur setiap pagi dan sore meramaikan aliran sungai itu.

Selain itu, sebagian warga mengeluarkan uang Rp.100.000-200.000/ tong. Tergantung ukuran dan volume tong yang diangkut mobil. 

"Kami dari pengurus masjid membeli air menggunakan mobil untuk keperluan berwudhu para jamaah" jelas Samsul Mujahidin, Selasa 30/7/2019.


Kesulitan warga dalam mendapatkan air disebabkan rusaknya pipa Perusahaan Daerah Air Minum/ PDAM. Menurut keterangan pihak PDAM, bahwa pipa yang rusak sudah diperbaiki.

Menurut keterangan Kepala Unit PDAM Suela, Muhlis menjelaskan. " Kita sudah berupaya memperbaiki saluran pipa yang rusak" jelas Muhlis saat ditemui di kantornya Selasa 30/7/2019.

Related Posts:

MusDes Sambelia Digelar Tanpa Kehadiran Kepala Desa, Simak Keputusan Camat!

Sambelia, SK - Musyawarah desa (MusDes) yang dihadiri oleh camat Sambelia, Zaitul Akmal, pendamping desa, Ngurah Ariawan, BPD, dan unsur masyarakat lainnya tanpa kehadiran Kepala Desa Sambelia, Ahmad Subandi. MusDes yang dimulai pada pukul 14.00 WITA itu berlangsung di kantor Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Senin (29/7).

Mulanya MusDes ini akan dibatalkan karena berbagai intrik datang dari peserta rapat terutama  BPD yang sudah berakhir masa jabatannya pada 8 Juli lalu. Legalitas ketua BPD yang baru dibentuk serta tiada kehadiran kades. Beruntung  Camat Sambelia bijak menengahi permasalahan sehingga musyawarah tersebut bisa diteruskan.

Untuk menjawab keraguan peserta rapat mengenai legalitas atau SK yang belum diterima oleh anggota BPD yang baru, Sekdes Sambelia, Mahmudin, mewakili Kades menjelaskan alasannya di depan peserta rapat dan juga camat Sambelia.

"Kami sudah lama mengusulkan Surat Keterangan (SK) BPD yang baru kepada Bupati, sesuai permendagri nomor 110 Tahun 2016, kami diminta untuk melengkapi berkas administrasi yang belum lengkap," jelas Mahmudin.

Camat Sambelia, Drs. Zaitul Akmal, MM menjelaskan, MusDes ini bisa berjalan apabila dilaksanakan oleh BPD yang sudah memiliki legalitas hukum (SK) atau sudah dilantik. Meskipun begitu, Akmal meminta kepada Sekdes untuk mempercepat proses administrasi yang belum lengkap agar pembangunan Desa Sambelia berjalan sempurna tanpa kendala apapun.

Pada saat ini menurut camat Sambelia ini,  pemdes Sambelia sebenarnya sedang sakit, namun jangan karena hal itu menyurutkan semangat kita untuk tidak membangun desa. "Memang saat ini kita sedang sakit tapi, mari kita sama-sama saling menyembuhkan karena obat itu ada pada kita," katanya.

"Mari kita saling memberikan energi positif demi kepentingan masyarakat yang kita pimpin," imbuhnya.

Agar pembangunan desa bisa berjalan sempurna, Akmal terus mendorong Sekdes untuk mempercepat proses administrasi yang belum lengkap agar segera dilengkapi supaya SK BPD yang baru segera diterbitkan Bupati.

Mengingat tingkat kehadiran masyarakat dalam mengikuti MusDes ini cukup tinggi maka Akmal mengajak peserta MusDes untuk melanjutkan musyawarah, skala prioritas apa saja yang penting dikerjakan pada Tahun Anggaran 2019-2020 ini.

Pada acara Musrenbangdes ini, pimpinan rapat H. Mas'ud, lebih banyak mengajak peserta untuk berdiskusi sehingga usulan dari masyarakat ditampung, kemudian nanti bisa direalisasikan pada tahun 2020.

Pembangunan infrastruktur pada tahun 2020 pada MusDes kali ini masih mendominasi usulan peserta rapat. Selain itu pengalokasian Dana Desa (DD) untuk pengembangan pariwisata juga menjadi prioritas. Begitu pula halnya dengan hak dasar warga tentang pendidikan dan kesehatan serta hak kaum disabilitas, orang tua jompo dan miskin penting mendapat perhatian dari pemerintah desa.

Pendamping desa Ngurah Ariawan, dalam pemaparannya mengharapkan kepada peserta rapat untuk fokus pada proyek pembangunan desa kedepan. Dia tidak ingin gara-gara SK BPD yang belum diterbitkan sehingga menghambat pembangunan desa. "Intinya kita bicarakan anggaran pembangunan desa tahun 2020," jelas Ariawan.

Atas usulan yang disampaikan oleh Ariawan, sehingga peserta kompak menyetujuinya kemudian, di akhir musyawarah Ariawan mengusulkan untuk membentuk tim Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPD) yang beranggotakan tujuh orang diambil dari pemdes dan juga sebagian dari unsur masyarakat. (Ggar)

Related Posts:

Gotong Royong Bangun Drainase di Desa Beririjarak

Wanasaba-SK_Masyarakat Dusun Otak Kebon Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur melaksanakan kegiatan gotong royong membuat galian pondasi   saluran drainase di jalan utama menuju Dusun Senganton, Jum'at (26/7/2019).

Kegiatan ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah  Desa Beririjarak Tahun 2019 melalui anggaran Dana Desa (DD).

Seperti yang tertuang dalam RPJMDes Tahun 2018 yakni "Pembenahan lingkungan yang lebih baik".

Diketahui bahwa tempat Ini sering kali memicu terjadinya banjir dan luapan air, di sebabkan saluran drainase yang tidak  maksimal lebih lebih di musim penghujan.

Dengan adanya program ini, diharapkan lingkungan yang ada di Desa Beririjarak terutama di Dusun Senganton akan lebih baik lagi dan aktivitas masyarakat di jalan tetap lancar.

(Sailal Arimi)

Related Posts:

Pemban Gumpala Sakra Gelar Lomba Permainan Lokal

Sakra.SK_ Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun/ HUT RI ke 74 pada tahun 219.  Organisasi Pemban Gumpala meriahkan HUT RI.  Peringatan HUT RI kali ini dengan mengusung tema jalan proklamasi. 

Dalam event ini, panitia menyelenggarakan lomba diantaranya enggrang, begilingan dan lainya.

Selain membangun pengetahuan terkait dengan permainan lokal  acara ini sebagai ajang silaturrahmi pemuda dan masyrakat.

 Menurut keterangan Heri Sutarman yang juga panitia acara ini, pemuda juga mengharapkan pemerintah desa lebih berperan aktif mendukung semua kegiatan pemuda yang bernilai positif.

Acara ini dimulai sejak tangal 14-17 agustus 2019, berlokasi di Desa Sakra Selatan Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok timur.

Dengan melibatkan anak-anak PAUD lomba mewarnai, karena ada lomba dan SD, SMP , MA dan masyarakat umum.

Related Posts:

Sulitnya Mendapatkan Air Bersih, Warga Bangun Sumur di Tengah Aliran Sungai

Ketangga, SK- Akibat kekurangan air bersih, karena tidak ada perhatian pemerintah dalam melayani warga. Belum lagi soal PDAM dengan biaya mahal. Mendorong beberapa warga yang berada di Dusun Otak Desa dan Montong Gedeng, Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur, NTB, melakukan penggalian sumur di beberapa tempat di pinggir sungai, pada (25/7).

Sebagaimana dilakukan oleh Amaq Ikhwan yang tinggal di Dusun Montong Gedeng. Ia bersama beberapa warga lainnya berinisiatif melakukan penggalian sumur karena belakangan ini dia merasa kesulitan untuk mendapatkan sarana air bersih. Disampaing untuk kebutuhan mencuci dan mandi, air juga termasuk kebutuhan pokok untuk keberlangsungan hidup.

Pada jurnalis media Speakerkampung.net, Ikhwan menceritakan, jarak tempuh sumur dari rumah katanya sangat jauh sekitar 200 meter. "Karena kami kesulitan air untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga kami menggali sumur sendiri," jelasnya.

Begitupun dikatakan salah seorang warga lainnya, Amaq Sila. "Kami tidak mampu lagi mengeluarkan uang setiap bulan Tiga puluh ribu rupiah untuk membayar air bersih yang mengalir dari Desa Suntalangu," keluhnya

Oleh karena itu, dia berusaha untuk menggali sumur dengan kedalaman 1,5 meter dengan biaya penggalian mencapai 2,5 juta. "Biayanya cuma dua setengah juta, beranggotakan lima orang. Jadi perorang kami mengeluarkan sama-sama lima ratus ribu," katanya.

Dengan menggali sumur secara berkelompok maka sedikit bisa mengurangi kas pengeluaran setiap bulan sehingga kebutuhan keluarganya bisa terpenuhi.

Penulis: Rozi Anwar
Editor   : Anggar

Related Posts:

MusDes Penentu Arah Kebijakan Pembangunan Desa Kedepan

Wanasaba, SK- Dalam rangka menyusun rencana pembangunan desa Tahun Anggaran 2019-2020. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menggelar Musyawarah Desa (MusDes) untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) berlangsung di aula kantor Desa Beririjarak, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, NTB, pada (24/7/2019).

MusDes tersebut diikuti lebih dari Empat puluh orang peserta terdiri dari unsur pemerintah kecamatan, pendamping desa, BPD, LKMD, perwakilan kelompok usaha masyarakat, perwakilan perempuan, pemuda, toga, toma serta unsur masyarakat lainnya.

Kepala Desa Beririjarak, Lalu Fauzi, dalam sambutannya mengatakan, Beririjarak memiliki banyak permaslahan yang perlu diselsaikan, mulai dari pembangunan Infrastrukrur, upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan bentuk pembinaan lainnya. Namun katanya, semua itu tidak bisa diselesaikan dalam jangka waktu satu tahun.

"Maka melalui MusDes ini kita ingin menyepakati bentuk program skala prioritas yang betul-betul menjadi kebutuhan masyarakat sehingga dapat dilaksanakan pada Tahun Anggaran mendatang," ungkapnya.

Sementara ketua BPD Beririjarak, Marjan, mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk bisa mengikuti musyawarah dengan sebaik-baiknya. "MusDes yang dilaksanakan pada hari ini adalah menyepakati kerangka perencanaan pembangunan desa Tahun 2020," katanya.

Camat Wanasaba yang diwakili Kasi PMD pada kesempatan yang sama mengatakan, kegiatan MusDes ini merupakan kegiatan tahunan desa. Oleh karena itu, dia meminta partisivasi aktif masyarakat mengusulkan program yang baik guna mendukung kegiatan pembangunan desa.

"Bapak danIbu peserta musyawarah, kami harap peran aktifnya mengikuti kegiatan ini, jangan takut untuk bersuara," katanya

MusDes ini berjalan alot, dilakukan dengan mengajak peserta berdiskusi yang di pandu oleh pendamping desa.

Tim penyusun RKPDes TA 2019-2020 ini tersiri dari unsur pemdes, PKK, LKMD, serta pemuda. Kemudian tim verifikasinya adalah Kepala wilayah (kawi) yang dulunya di sebut kadus. Dalam diskusi itu juga disepakati beberapa usulan yang akan menjadi program prioritas pemdes kedepan.

Penulis: Saelal Arimi
Editor   : Anggar

Related Posts:

Penikmat Dana Desa, Rakyat Atau Pejabat?

Lombok Timur. SK_Euforia tahun 2015 menyambut dana nyata. Yakni Dana Desa/ DD yang dikelola oleh desa hanya isapan jempol semata. Pasalnya, DD hingga 2019 ini diduga dinikmati oleh oknum elit pemerintah desa saja.

Hal ini dapat dibuktikan masih banyaknya masyarakat miskin pedesaan, buruh tani, nelayan dan buruh migran belum ada perhatian secara serius dari dana desa. Apalagi perhatian lebih bagi kaum disabilitas dan kelompok termarjinalkan.

Gawe musyawarah dusun/ Musdus dan musyawarah desa/ Musdes hanya omong kosong belaka. Fakta di lapangan, hasil musyawarah hanya setingan para elit politik desa. Ini bisa dilihat, dari kehadiran peserta rapat di desa. Bak perpaduan suara antar pemerintah desa dengan lembaga lainya. Secara serentak terdengar nyayikan lagu setuju. Nyaris, tak ada suara sumbang yang menghalau   rencana raja kecil di desa itu.

Kesepakatan itu mulus dan mendominasi program pembangunan infrastruktur. Keyakinan mereka, bahwa eksekusi pembangunan rabat beton, jalan, parit dan pembangunan lainya lebih cepat mendapatkan sisa anggaran alias keuntungan. Belum lagi para pemangku mendapatkan bonus dari suplayer pengadaan barang. Barang tentu juga sebagai indikasi kasus gratifikasi.

Kasus demi kasus terus bermunculan, oknum kades tersandung korupsi dan berhadapan dengan hukum. Sebagian diponis bersalah dan tinggal di jeruji besi. Bagaiman dengan oknum lain, saya kira masih menunggu antrean pidana.

Pada dasarnya Dana Desa yang digelontorkan pemerintah pusat sejatinya untuk kepentingan rakyat. Namun ini semua belum sepenuhnya dinikmati dan dirasakan.

Kita lantas bertanya apakah DD benar-benar memiliki dampak bagi pekerja miskin di pedesaan. Menurut pemerintah pusat, DD dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan di desa melalui pembangunan infrastruktur sebagai fokus utama, meski secara retorik tidak mengabaikan aspek pemberdayaan dan inovasi sosial ekonomi lainnya.

Jika DD yang cukup besar ini, tidak ada inovasi pengelola untuk kemandirian desa maka celakalah. Sebab niat alokasi DD untuk kepentingan rakyat secara berkesinambungan. Bukan kepentingan oknum elit pemerintah desa.

Untuk mengetahui secara rinci dugaan, siapa yang banyak menikmati DD? Apakah rakyat menikmatinya secara utuh, ataukah para pejabat dan koleganya? Berikut ini penjelasan modus penyalahgunaan anggaran desa.

Menurut kajian Indonesia Coruption World/ ICW adanya modus penyalahgunaan anggaran atau perilaku korup yang dilakukan oleh oknum elite desa sebagai berikut.

Membuat rancangan anggaran biaya di atas harga pasar. Ini bisa diantisipasi jika pengadaan dilakukan secara terbuka dan menggunakan potensi lokal desa. Misalnya, pengadaan bahan bangunan di toko bangunan yang ada di desa sehingga bisa melakukan cek bersama mengenai kepastian biaya atau harga-harga barang yang dibutuhkan.

Mempertanggungjawabkan pembiayaan bangunan fisik dengan dana desa padahal proyek tersebut bersumber dari sumber lain. Modus ini hanya bisa terlihat jika pengawas memahami alokasi pendanaan oleh desa. Modus seperti ini banyak dilakukan karea relatif tersembunyi. Karena itulah APBDes arus terbuka agar seluruh warga bisa melakukan pengawasan atasnya.

Meminjam sementara dana desa untuk kepentingan pribadi namun tidak dikembalikan. Ini juga sangat banyak terjadi, dari mulai kepentingan pribadi hingga untuk membayar biaya S2. Budaya ewuh-prakewuh di desa menjadi salahsatu penghamat pada kasus seperti ini sehingga sulit di antisipasi.

Pungutan atau pemotongan dana desa oleh oknum pejabat kecamatan atau kabupaten. Ini jua banyak terjadi dengan beragam alasan. Perangkat desa tak boleh ragu untuk melaporkan kasus seperti ini karena desa-lah yang paling dirugikan.

Membuat perjalanan dinas fiktif kepala desa dan jajarannya. Banyak kasus perjalanan untuk pelatihan dan sebagainya ternyata lebih ditujukan utuk pelesiran saja.

Pengelembungan (mark up) pembayaran honorarium perangkat desa. Jika modus ini lolos maka para perangkat desa yang honornya digelembungkan seharusnya melaporkan kasus seperti ini. Soalnya jika tidak, itu sama saja mereka dianggap mencicipi uang haram itu

Pengelembungan (mark up) pembayaran alat tulis kantor. Ini bia dilihat secara fisik tetapi harus pula paham apa saja alokasi yang telah disusun.

Memungut pajak atau retribusi desa namun hasil pungutan tidak disetorkan ke kas desa atau kantor pajak. Pengawas harus memahami alur dana menyangkut pendapatan dari sektor pajak ini.

Pembelian inventaris kantor dengan dana desa namun peruntukkan secara pribadi. Lagi-lagi ewuh prakewuh menjadi salahsatu penghambat kasus seperti ini sehingga seringkali terjadi pembiaran

Pemangkasan anggaran publik kemudian dialokasikan untuk kepentingan perangkat desa. Publik harus tahu alokasi pendanaan dana des agar kasus ini tidak perlu terjadi

Melakukan permainan (kongkalingkong) dalam proyek yang didanai dana desa. Bisa ditelusuri sejak dilakukannya Musyawarah Desa dan aturan mengenai larangan menggunakan jasa kontraktor dari luar.

Membuat kegiatan atau proyek fiktif yang dananya dibebankan dari dana desa.

Opini
Penulis: Hajad Guna Roasmadi

Related Posts:

KIM Bukan KPK dan Inspektorat? Berikut Penjelasan Kominfo

Sambelia, SK - Kelompok Informasi Masyarakat/ KIM tidak mengintervensi pengelolaan keuangan desa dan pembangunan desa. Apa lagi memposisikan diri sebagai Komisi Pemberantasan Korupsi/ KPK ataupun Inspektorat.

Demikian disampaikan Kepala Seksi KIM Diskominfo Lombok timur, Sahrudin menejlasakan bahwa tugas anggota KIM menyampaikan informasi tentang potensi dan progres pembangunan desa.

"untuk dimaklumi, kepada para peserta bahwa KIM bukan menjadi pengawas keuangan dana desa seperti KPK dan Inspektorat" jelasnya pada acara pengukuhan KIM Bagik Manis, Senin 22/7/2019 di Aula Kantor Desa Bagik Manis Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok timur.

Berikut ini penjelasan secara rinci tugas dan fungsi KIM yang disampaikan oleh pejabat Dinas Kominfo.

Kepala bidang opini Diskominfo, Lotim, Eka Taufan Paradita, SSTP, M.AP mengatakan, Diskominfo diberikan amanah oleh pemerintah untuk membentuk KIM di setiap desa. Tujuannya agar pemerintah daerah, provinsi hingga pusat bisa bersinergi menyerap informasi tentang pembangunan yang ada di desa.

Untuk menyampaikan perkembangan pembangunan desa katanya, pemdes harus bersinergi dengan KIM. Anggota KIM nantinya bisa mengekspos dirinya dan menyampaikan informasi ke pemerintah melalui media yang ada.

"KIM harus diikutsertakan dalam segala bentuk pembangunan desa. Begitu pula organisasi masyarakat atau lembaga desa tidak akan bisa berjalan tanpa suport dari desa," terang Eka di depan peserta.

Kasi Kominfo, Sahabudin menambahkan, meskipun KIM baru terbentuk di Desa Bagik Manis, namun dia optimis bahwa KIM ini bisa melakukan fungsinya berkolaborasi dengan karang taruna sebagai pionir mendekatkan diri dengan semua elemen masyarakat. KIM katanya, tidak sekedar mengkritisi pemdes tapi juga sebagai partner untuk memberikan solusi.

Sebagai pembina KIM, Saharudin sudah mengukuhkan 130 orang anggota KIM meliputi Enam puluh desa di Lombok Timur. Desa yang belum membentuk KIM diharap agar segera membentuknya. Selanjutnya nanti, tugas diskominfo  mengukuhkan anggota KIM yang sudah dibentuk tersebut.

Merujuk pada Undang-Undang pasal 28 F, dijelaskan, negara menjamin setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat, ide serta gagasan melalui media tertentu, dalam hal ini KIM.  informasi yang disampaikan harus sesuai data dan fakta, bukan menyebarkan isu hoax serta dapat dipertanggung jawabkan.

"Jika masyarakat ingin supaya Bupati segera merespon dan mengeksekusi permasalahan yang ada di desa maka, sampaikanlah melalui KIM dan nanti kami yang akan melanjutkannya ke Bupati," katanya.

"Saya yakin komitmen teman-teman KIM untuk menyampaikan informasi tentang pembangunan di desanya cukup baik, ini yang perlu kita pertahankan. Saya ambil contoh media komunitas Speaker Kampung, sudah terkenal hingga Jakarta dengan karya jurnalistiknya," tambah Saharudin.

Bentuk komitmen pemda dalam hal ini (diskominfo)bersama KIM di setiap desa katanya, Pemda akan memfasilitasi KIM dengan internet satelit di pasang di kantor desa, seperti yang telah dilakukan (pemasangan) di Desa Madayin dan Obel-Obel, Kecamatan Sambelia.

Oleh karena itu, pemdes diharap harus memiliki komitmen untuk mensuport keberadaan KIM di desa. Karena keberadaannya bisa membantu pemerintah desa dalam menyampaikan informasi tentang pembangunan ataupun potensi, inovasi desa yang bisa dikembangkan.

Perlu diketahui KIM bukan wadah untuk mencari uang tapi wadah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat desa. "KIM harus mampu membantu Pemdes menyelesaikan permasalahan di tingkat bawah agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar dikemudian hari," tutup Sahabudin. (Ggar)

Related Posts:

Potret Sinergi Pemdes dengan Pendamping Desa Sambelia

Sambelia.SK_ Dari ruang jendela kaca, sudut aula  kantor desa, empat orang pejuang pemberdayaan desa terlihat duduk asyik. Mereka diantaranya dua orang Pendamping Desa Kecamatan Sambelia, Sekdes Dara Kunci dan Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Sambelia.

Tak hanya duduk santai, mereka diskusi soal strategi dan taktis mendorong pengelolaan desa untuk kemandirian. Meski sesekali guyonan menghalau obrolan santai itu.

I Gusti Ngurah Aryawan Asasandi Pendamping Desa Pemberdayaan/ PDP Kecamatan Sambelia berharap desa-desa ini harus ada inovasi untuk terwujudnya desa mandiri.

"dengan bersinergi antara pemerintah desa dan pendamping desa akan ada hasil yang nyata. Tujuannya semata-mata untuk membangun desa yang mandiri dalam mengelola sumber daya" jelas Ngurah.

Dalam diskusi kecil tersebut, mereka hendak menunggu peserta Bimbingan Teknis/ Bimtek Perangkat Desa bagi Desa Dara Kunci di Aula Kantor Desa Dara Kunci Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok timur, Senin 22/7/2019.

Sekira pukul 14: 30 Wita para peserta berangsur-angsur datang menduduki kursi yang disediakan panitia.

Dalam acara ini tak terlihat kaku, peserta dan pihak kecamatan yang juga sebagai narasumber tidak asing. Mardi perwakilan kecamatan yang juga sebagai narasumber merupakan sekdes Desa Dara Kunci sebelumnya.

Mardi menjelaskan, "acara bimtek ini sebetulnya untuk memeberikan pemahaman bagi perangkat desa baru. Sementara itu, bimtek ini juga memantapkan pemahaman perangkat desa yang lama" ujar Mardi saat menyampaikan materinya.

Salah satu bentuk kerja sinergi ini, pihak pendamping desa menyampaikan terkait dengan pengelolaan keuangan desa. Ia membedah soal pengelolaan keuangan dalam regulasi Permendagri no 20 tahun 2018.

Pada bimtek perangkat desa ini salah satu bentuk kerja sinergi, shingga desa kedepan akan lebih mampu mengelola anggaran dan memanfaatkan anggaran dana desa.

Related Posts:

Diskominfo Kukuhkan KIM Desa Bagik Manis Sambelia


Sambelia. SK_ Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian/ Diskominfo Kabupaten Lombok Timur kukuhkan Kelompok Informasi Masyarakat/ KIM Bagik Manis.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Bagik Manis Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur, Senin 22/7/2019.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Kabid Opini Kominfo, Kasi KIM dan rombongan Kominfo, Pemerintah Desa, BPD, Karang Taruna dan Tokoh masyarakat Desa Bagik Manis.

Dalam penjelasan Kasi KIM, Sahrudi menjelaskan terkait dengan KIM bahwa para anggota dan pemerintah harusnya bekerjasama dalam menyampaikan informasi. 

Setiap program desa harusnya disebarkan informasinya baik pembangunan ataupun tentang potensi desanya.

Related Posts:

Gambaran Desa Wisata Halal

Sikur.SK_ Dalam cerita saya kali ini diawali dengan kata-kata sang petualang yang bernama Ewan Mcgregor ia mengatakan, Kemudian suatu hari, ketika kita tidak mengharapkannya, petualangan besar akan menemukan kita. Kata ini yang bisa mengawali perjalanan saya ke desa wisata yaitu Desa Tete Batu dan Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Ntb.(20/7/2019)

Saya berpetualang bersama Bang Ricko dan Kaq Novita denga di dampingi oleh sorang gaet ternama di Desa Tete Batu, yaitu bang Saepudin yang biasa di kenal dengan bang Egol.

Dalam perjalanan kami, saya banyak ngobrol bersama bang egol tentang desa wisata yang di gagas oleh Kelompok Sadar Wisata(pokdarwis). salah satunya ia mangatakan, kami memanfaatkan alam yang ada di desa ini, sperti Sungai, Persawahan dan tidak penting lagi aktifitas masyarakat desa, seperti menggoreng kopi, mempangkas kelapa dan membuat makanan has yang ada di desa.

Begitu juga dengan aktivitas masyarakat setiap hari, seperti menyabit, memberikan hewan terenak makan dan aktivitas lainnya. Semua itu yang kita tunjukkan atau yang kita jual ke wisatawan asing.

Bang Egol pun menambahkan, "kami bersyukur juga adanya pariwisata ini, pemuda dan masyarakat mempunyai kerjaan meskipun tidak 100 % persen yang bisa bekerja.

Di sentil juga tentang investor, kita juga tidak memberikan penuh investor yang masuk, biar masyarakat mengelola penuh wilayahnya sendiri ujar Bang Egol.

Ya itulah perbincangan ku bersama Bang Egol, yang begitu singkat. Aku tak bosan-bosan rasanya untuk hidup disana, karena selain pandangan nya begitu alami masyarakatnya pun ramah-ramah.

Yang ingin berkunjung dan menikmati pesona Tete Batu dan Kemabang kuning buka alamat Instagram #egol.sapudin92 dan #tetebatu.villge anda bisa melihatnya dan ingin kesana.

Berwisata tanpa menghilangkan Adat, Budaya dan Agama, itu namanya halal. Itu kata penutup dari ku, Terimakasih telah mengikuti perjalanan ku kali ini.

Related Posts:

Pemdes Suela Buka Jalan Agrowisata Embung Kembar


Suela-SK _Rute menanjak dan bebatuan menyulitkan wisatawan mengakses pemandian Embung Kembar seraya menikmati fanorama alam di kawasan Tibu Jukung, Desa Suela, Kabupaten Lombok Timur.
Pembangunan Jalur Agrowisata ini untuk memudahkan
petani mengangkut hasil pertanian mereka

Kepala Desa Suela yang akrap disapa Pak Eko tiap hari melakukan lobi pembebasan lahan dengan petani setempat, yang juga sangat menudukung dibukanya jalan tani yang langsung terhubung ke obyek wisata seluas 1,25 hektar itu.

Diceritakan dari tetua Desa Suela, nama Tibu Jukung yang didiami penduduk Dusun Cempaka paling timur itu terambil dari kata benda dan kata kerja. Yaitu "Tibu" adalah kolam, dan "Jukung" berarti alat transportasi air seperti perahu atau kano yang terbuat dari bambu terikat apit yang dinaiki orang mengarungi bendungan yang bersumber dari mata air Lemor.

Pada tahun 2008, objek wisata Embung Kembar ramai dikunjungi wisatawan lokal. Salah satu aparatur Desa Suela Haji Hurmiati yang tinggal di Tibu Jukung mengaku sempat menyewakan puluhan ban renang, sebagai pengganti "Jukung" yang dulu dipakai berlayar sambil menikmati hamparan fanorama sawah di sekelilingnya.

"Ba ita pertama nyewaang ban. Terus sue-sue milu batur-batu ta," katanya.

Menurut Kades Suela Rosyidi, dibukanya jalan agrowisata itu bertujuan memudahkan para petani mengangkut produk pertanian, hasil panen dan memudah mereka yang ingin bersantai ke wisata alami nan berudara segar.

Jalan selebar 4 meteri itu menembus Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Suela sebelah selatan, tanjakan Dusun Cempaka sebelah barat, masjid raya Tibu Jukung sebelah utara dan obyek wisata Embung Kembar sebelah timur.

Akan Ada Jembatan
Namun, jalan itu belum bisa dilalui kendaraan dari jalur SMA N 1 Suela dan tanjakan Dusun Cempaka karena belum tersedia jembatan. Untuk sementara, pengendara masih tetap menggunakan jalur lama menyusuri Daerah Aliran Sungai (DAS) Dayan Desa di bawah permukiman warga Dusun Cempaka.

Hal ini dikarenakan dalam proses, dan alat berat eksapator baru sampai ke titik obyek wisata Embung Kembar pada Sabtu (20/7/2019) siang sebagaimana dilaporkan Sekdes Suela Muhammad Hirsan via medsos dengan akun facebook Toean Ichan. (Bam)

Related Posts:

Mantap..! Cara SMP IT Membangun Keakraban Antar Guru dan Siswa

Wanasa. SK_ Demi membangun keakranban guru dan siswa, SMP IT Otak Kebon Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok timur gelar kegiatan penutupan Masa Orientasi Sekolah/ MOS ala game.

Kegiatan yang berlangsung di Kebun Raya Lemor, Sabtu 20/7/2019 ini dikemas dalam bentuk permainan, dengan melibatkan semua guru dan siswa siswi yang juga sebagai peserta. Hal ini dimaksudkan supaya para guru dan siswa memiliki kedekatan emosional  dan keakraban. Sehingga dalam proses pembelajaran terjadi hubungan atau komonikasi yang baik diantara kedua pihak terjalin.


Awalnya guru dan siswa diajak saling berkenalan  dengan metode Role play dan dilanjutkan dengan permainan edukasi. Semua ini bertuan untuk membuat suasana semakin lebih seru. Selanjutya siswa diajak bercerita atau menceritakan seputar kesan dan harapan yang ingin dicapai selama bersekolah. Cerita tersebut diolah dalam bentuk tulisan pada kertas yang sudah disiapkan.

Sementara Itu Wakil Kepala sekolah Bidang Kurikulum, Sahrul Azmi,S.Pd saat menutup acara MOS  mengatakan,  Kegiatan MOS  merupakan salah tahapan proses yang harus dilaksanakan oleh siswa dan siswi baru di SMP IT NW Otak Kebon. Ini semata-mata dalam rangka mengenal lebih jauh Iingkungan sekolah  baru yang akan mereka Tempati. 

"Pada hari ini merupakan penutupan dari rangkaian kegiatan MOS yang telah dilaksanakan selama tiga hari, kami berharap siswa siswi baru dapat beradaptasi dengan sekolah baru terutama mata pelajaran yang jauh berbeda dengan Pelajaran pada saat SD" jelas Azmi. 

Penulis: Saelal Arimi

Related Posts:

KKM XII Suela-Sembalun Utus 6 Siswa Ikut KSM Tingkat Kabupaten


Suela_SK- Kelompok Kerja Madrasah Ibtida’iyah (KKM-I) XII Suela-Sembalun kembali mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Kabupaten tahun ini.  Ajang yang di selenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan mutu sains di madrasah.

Untuk menghadapi Kompetisi di tingkat kabupaten yang di gelar besok pagi (20/07/2019) di MAN 1 Selong Kabupaten Lombok Timur, Kelompok Kerja Madrasah Ibtida’iyah (KKM-I) XII Suela-Sembalun mengkarantina Peserta KSM di KKM yaitu di MI NW Suela.

Peserta yang ikut KSM Tingkat Kabupaten tahun ini sebanyak 6 Orang Siswa yang terbagi menjadi 2 bidang Studi yaitu 3 Orang di Bidang Studi Matematika dan 3 Orang di Bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Mereka adalah Siswa-siswa pilihan yang sudah terseleksi di Tingkat Kecamatan yang dilaksanakan beberapa bulan yang lalu.

Para Peserta ini dibekali dengan pendalaman materi baik dari Kisi-kisi soal yang sudah disediakan oleh Panitia ataupun mengulas kembali soal-soal di Tingkat Kecamatan saban hari.

Pembinaan yang dilakukan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta agar lebih siap untuk mengikuti KSM Tingkat Kabupaten besok. Hal ini di ungkapkan oleh Ketua Panitia KSM Kecamatan Saipul Hadi, S.Pd saat diwawancarai oleh Jurnalis Speakerkampung.net.

“Belajar dari tahun kemarin, kita kurang persiapan. Jadi tahun ini kita persiapkan betul-betul matang sehingga peserta utusan dari madrasah-madrasah berada di wilayah KKM XII Suela-Sembalun ini bisa Lolos sampai ke Tingkat Nasional” ucapnya. (Lie)


Related Posts:

Pemda Lotim Gelar Kursus Gratis pada Wilayah Terdampak Gempa

Lombok Timur, SK - Pasca terjadinya gempa setahun lalu, tentu banyak meninggalkan kesan mendalam bagi warga yang terdampak gempa. Perekonomian warga tersendat, tidak sedikit sekolah porak poranda diguncang dahsyatnya getaran gempa. Begitu pula tidak terhitung berapa banyak nyawa melayang, ada yang kehilangan rumah dan keluarganya.

Di Lombok Timur, tercatat ada lima kecamatan yang paling parah terguncang gempa pada tahun 2018 lalu. Gempa pertama akhir bulan Juli tepatnya (27/7) terjadi di Kecamatan Sambelia dan Sembalun. Tidak berselang lama pada bulan Agustus menyusul gempa melanda sebagian Kecamatan Sambelia, Pringgabaya, Suela dan juga Wanasaba.

Akibat dari bencana beruntun itu, tidak sedikit anak putus sekolah kemudian pergi merantau ke luar daerah bahkan luar negeri menjadi buruh migrant. Ada juga yang masih bertahan melanjutkan sekolahnya hingga tamat.

Sebagai dispensasi pemerintah kepada warga korban gempa, Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmy, jauh hari sebelumnya sudah memprogramkan jadwal kursus gratis kepada pemuda yang sudah tamat sekolah minimal tamat SMA/SMK atau sederajat.

Pelatihan atau kursus yang digelar selama satu bulan tersebut dimulai dari Kecamatan Sembalun dan setelah itu Kecamatan Sambelia, berikutnya menyusul Kecamatan Montong Gading, masing-masing selama satu bulan. Demikian keterangan disampaikan asisten instruktur komputer, Ramdani, pada jurnalis media komunitas Speakerkampung.net di tengah kesibukannya, di kantor camat Sambelia, pada (16/7) siang.

Di Kecamatan Sambelia misalnya, tengah berlangsung pelatihan/kursus sejak 24 Juni berakhir 20 Agustus 2019 mendatang. Demikian disampaikan salah seorang peserta Muhibbin, yang mengambil jurusan menjahit dihubungi melalui ponselnya.

Di grup WA FKDM Kabupaten, Muhibbin menjelaskan, kegiatan ini adalah bentuk kepedulian pemda untuk meningkatkan skil masyarakatnya agar bisa menciptakan lapangan kerja sendiri dan mengurangi pengangguran.

Mereka yang mengikuti kursus itu diambil dari semua kalangan baik perempuan maupun laki, diutamakan bagi mereka yang putus sekolah, ataupun yang sudah tamat namun tidak bisa melanjutkan, dan atau yang tidak punya pekerjaan tetap alias pengangguran.

Program sub kursus yang paling banyak diminati peserta di Kecamatan Sambelia adalah komputer dibanding program lainnya. Peserta yang mengikuti kursus komputer ini sebanyak 32 orang yang seharusnya dalam satu item maksimal 16 orang sesuai aturan dari LLK. Begitupun dengan jurusan lainnya minimal peserta sebanyak 16 orang tidak boleh lebih.

"Ya benar, yang paling diminati adalah komputer, 32 orang peserta, makanya kita bagi dalam dua item, ada yang pagi dan juga sore, kami (Instruktur) kerja secara bergantian," terang Ramdani.

Selain kursus komputer, ada juga sub kejuruan lainnya seperti, menjahit, elektronik/audio video, baja ringan, mebel, otomotif dan juga Las.

Peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) ini di fasilitasi oleh LLK Selong dibawah binaan UPTP BLK Lombok Timur. Dana pelatihan ini menurut keterangan Ramdani, bersumber dari APBN melalui Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Republik Indonesia, kemudian penanggung jawabnya adalah diva BLK Lotim yang berada di Lenek.

Instruktur elektronika lainnya, Fahmi, menjelaskan, pelatihan yang dilaksanakan satu bulan ke depan ini diharapkan harus menuai hasil yang maksimal. Apabila nanti peserta selesai mengikuti pelatihan katanya, harus siap kerja turun langsung ke masyarakat.

Mereka (peserta-red) kata Pahmi, harus bisa membuktikan kemampuannya, jangan hanya berhenti sampai disini. Bila perlu lanjutnya, mereka harus bisa menciptakan lapangan kerja buat orang lain.

Peserta kursus jurusan komputer, Neneng dan Sri Kartika, dari Dusun Gubuk Lauk, Desa Sambelia, yang sudah tamat SMK tahun lalu mengaku sangat berterimakasih pada pemda terutama Bupati yang telah membuka program kursus gratis di Sambelia.

"Alhamdulillah kami tidak perlu pergi ke Selong untuk kursus. Kursus ke Selong pasti ngeluarin banyak biaya belum lagi sewa kos," kata Neneng mengungkapkan rasa syukurnya.

"Setelah selesai kursus ini, saya berharap mendapat peluang kerja di instansi pemerintah maupun swasta," timpal teman lainnya Sri Kartika.

Selesai mengikuti kursus dan uji kompetensi yang akan dilaksanakan oleh lembaga sertifikasi profesi dari pusat kemudian peserta dinyatakan lulus uji kompetensi maka, peluang kerja bagi mereka yang lulus untuk diterima bekerja di instansi pemerintah maupun swasta akan semakin lebar. 

Disamping menggratiskan biaya kursus, pemerintah juga memberikan fasilitas seragam dan makan siang gratis kepada semua peserta. Kabarnya, mereka juga akan diberikan uang transport tiga puluh lima ribu per hari selama pelatihan dan juga sertifikat. (Ggar)

Related Posts:

SMA IPA Bilakembar Gelar MOSBa Ke Kantor KUA

Suela, SK - Hari pertama masuk sekolah merupakan momentum yang di nantikan oleh siswa-siswi baru di semua sekolah, tidak terkecuali SMA Plus Amali, Bilakembar, Desa Suela, Kecamatan Suela, Lombok Timur.

Pada awal penerimaan siswa-siswi baru tahun pelajaran 2019-2020, SMA+ Bilakembar menggelar Masa Orientasi Siswa Baru (MOSBa) ke kantor KUA Suela, pada (16/7/2019).

Materi yang dibahas adalah tentang masalah perkawinan usia dini yang sering terjadi pada anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah.  Hal ini dirasa penting dilakukan supaya siswa-siswi yang sedang bersekolah jangan terpancing untuk menikah pada usia yang masih muda.

Jika itu dilakukan lanjutnya, maka tidak ada yang bisa menjamin masa depannya akan jauh lebih baik. Demikian disampaikan kepala KUA Kecamatan Suela, Kholid, S,ag.

"Kawin pada usia dini akan merugikan kalian semua, masa depan kalian akan suram dan jelas rentan beresiko saat melahirkan," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Kholid juga menjelaskan secara terperinci tugas dan fungsi kepala KUA, penghulu dan juga penyuluh yang bertugas di kantor KUA.

Melihat banyaknya anak yang putus sekolah akibat kawin pada usia dini sehingga mendorong  guru pada SMA+ tersebut  lakukan kunjungan dengan mengajak puluhan anak didiknya mendatangi KUA untuk mendengar nasehat langsung dari kepala KUA. (Naomi)

Related Posts:

Permudah Pelayanan KTP dan KK, 10 UPT Disiapkan Lotim

Lombok Timur, SK -  Untuk mempermudah, memperlancar dan mendekatkan pelayanan kepada warga dalam pembuatan adminduk, pemerintah daerah  Lombok Timur menempatkan sepuluh Unit Pelayanan Teknis (UPT) di beberapa kecamatan.

Sebagaimana dikatakan camat Suela, Sukarma, ketika menghadiri launching Jurnalisme Warga (JW) pada (10/7) di lesehan kampung, Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur.

Sukarma mengatakan jika di kantor camat, Ia tidak lagi diberikan kewenangan untuk menandatangani KTP, KK, akta yang berkaitan dengan adminduk. Tetapi, sudah ada petugas UPT yang ditempatkan di kantor camat oleh Bupati.

Kaitan banyaknya warga yang mengeluh dalam pembuatan KTP menurutnya, itu semata-mata karena masalah belangko yang selalu kurang.

"Dari pusat belangko yang di kirim ke daerah jumlahnya terbatas, sekitar satu jutaan, sedang masyarakat yang butuh lebih dari itu," katanya.

Meski begitu, Sukarma tetap berusaha agar pelayanan hak dasar warga ini dapat terpenuhi sehingga tidak ada lagi warga yang mengeluhkannya.

Berikut, jurnalis warga Speakerkampung.net merilis wilayah kerja UPT yang bisa di kunjungi warga dalam proses pembuatan adminduk, diantaranya;

1. UPT wilayah I kelas A berada di Kecamatan Suela, dengan wilayah kerja meliputi, Kecamatan Suela dan Sembalun.
1. UPT wilayah II kelas A berada di Kecamatan Pringgabaya dengan wilayah kerja meliputi Kecamatan Pringgabaya dan Sambalia.
3. UPT wilayah III kelas A  berada di Kecamatan Aikmel dengan wilayah kerja meliputi, Kecamatan Aikmel, Wanasaba dan Lenek.
4. UPT wilayah IV kelas A  berada di Kecamatan Sukamulia dengan wilayah kerja meliputi, Kecamatan Sukamulia dan Suralaga.
5. UPT wilayah V kelas A berada di Kecamatan Selong dengan wilayah kerja meliputi, Kecamatan Selong dan Labuhan Haji.
6. UPT wilayah VI kelas A berada di Kecamatan Masbagik, dengan wilayah kerja meliputi Kecamatan Masbagik dan Pringgasela.
7. UPT wilayah VII kelas A, berada di Kecamatan Sikur, dengan wilayah kerja Kecamatan Sikur.
8. UPT wilayah VIII kelas A berada di Kecamatan Terara dengan wilayah kerja meliputi, Kecamatan Terara dan Montong Gading.
9. UPT wilayah IX kelas A berada di Kecamatan Keruak dengan wilayah kerja Kecamatan Keruak dan Jerowaru.
10. UPT wilayah X kelas A berada di Kecamatan Sakra meliputi Kecamatan Sakra, Sakra Barat, dan Sakra Timur.

Demikian data UPT yang dapat kami informasikan semoga bermanfaat. (Oji)

Related Posts:

KKN UGR Fasilitasi Korban Gempa Sambelia Mendapatkan Adminduk

Sambelia.SK_ Sungguh mulia apa yang telah direncanakan pada program KKN UGR tahun 2019. Rencana ini telah dirilis oleh mahasiswa KKN UGR khusunya yang ditempatkan di wilayah terdampak gempa yakni Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok timur tahun silam.

Kini, mahasiswa/ I KKN UGR yang didirikan Muh Ali Bin dahlan  ini fokus pada program sosial khususnya membantu warga yang belum mendapatkan administrasi kependudukan alias Adminduk.

Demikian disampaikan Dosen UGR Paridi, program KKN yang dilaksanakan mulai 15 Juli berakhir 15 September ini juga akan memprioritaskan masalah administrasi kependudukan (adminduk). Mereka akan bekerjasama dengan Disdukcapil yang akan difasilitasi oleh KOMPAK. mengingat masih banyak warga yang belum memiliki e-KTP, KK, akta kelahiran, akta nikah, akta kematian dan lain sebagainya.

"Dari dukcapil rencana akan turun langsung bersama KOMPAK. Kami juga punya mahasiswa yang bekerja di disdukcapil, tugas mereka nanti memberikan penyuluhan kepada warga bila perlu datang ke setiap kantor desa," terangnya.

Menyinggung masih banyaknya warga yang menggunakan jasa calo dalam pembuatan adminduk, Paridi berjanji akan memberikan edukasi atau pemahaman kepada warga supaya tidak menggunakan jasa calo dalam mengurus adminduk.

"Kami nanti akan sosialisasikan kepada warga bahwa bikin KTP, KK dan akta itu gratis," janjinya.

Program KKN yang dilaksanakan pasca gempa ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mereka. Program ini diharapkan bisa diselesaikan sampai tuntas selama dua bulan hingga tidak ada yang tertinggal. Program bantuan tidak hanya terfokus pada program kolektif, kolegial saja, tapi apa saja kebutuhan warga akan mereka bantu. (Ggar)

Related Posts:

Penguatan Kapasitas Pasca Gempa, 136 Mahasiswa UGR KKN di Sambelia

Sambelia,SK - Camat Sambelia diwakili Kasi Pemerintahan, Ishak, SH melepas sedikitnya 136 mahasiswa dari Universitas Gunung Rinjani (UGR) yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Sambelia, pada, Senin (15/7/2019) di halaman kantor Camat Sambelia, Lombok Timur, NTB.

Mahasiswa UGR angkatan ke 20 ini akan berpencar di sepuluh desa se-Kecamatan Sambelia, masing-masing desa diwakili 12 hingga 15 mahasiswa. Demikian dikatakan dekan mahasiswa Fakultas Hukum, M. Zainuddin, saat dikonfirmasi awak media usai melepas mahasiswanya.

"Masing-masing desa kami tempatkan minimal 12 hingga 15 orang, mereka akan saling mengisi, apa yang masyarakat butuhkan," jelasnya.

Program tematik yang diutamakan kata Zaenuddin adalah pembangunan MCK di semua desa, kecuali Desa Madayin tidak masuk dalam programnya.

Meskipun Madayin tidak masuk dalam program tematiknya, ia (Zainuddin-red) dan dekan dosen lainnya bersama teman-teman mahasiswa berjanji akan tetap membantu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat disana.

"Saya juga berharap kepada teman-teman yang KKN di Sambelia, bisa memelihara nama baik dan menjaga almamater. Sebagai insan yang baik harus bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat," harapnya.

Dosen pendamping lainnya, Paridi, bertugas memberikan statistik (pembekalan) kepada ratusan mahasiswanya menambahkan,dari hasil observasi yang dilakukan sebelumnya, dia melihat ternyata kebanyakan masyarakat korban gempa masih kekurangan MCK. Sehingga pasca gempa menurutnya, perlu penambahan MCK di setiap desa bahkan kadus.

Selain rencana membangun MCK, dosen jurusan perikanan ini juga menyediakan program bagi mahasiswanya untuk membersihkan pantai bersama nelayan. Dari sepuluh desa, hasil observasinya terdapat  enam desa yang akan menjadi sasarannya.

Bukan itu saja, program KKN yang dilaksanakan mulai 15 Juli berakhir 15 September ini juga akan memprioritaskan masalah administrasi kependudukan (adminduk). Mereka akan bekerjasama dengan Disdukcapil yang akan difasilitasi oleh KOMPAK. mengingat masih banyak warga yang belum memiliki e-KTP, KK, akta kelahiran, akta nikah, akta kematian dan lain sebagainya.

"Dari dukcapil rencana akan turun langsung bersama KOMPAK. Kami juga punya mahasiswa yang bekerja di disdukcapil, tugas mereka nanti memberikan penyuluhan kepada warga bila perlu datang ke setiap kantor desa," terangnya.

Menyinggung masih banyaknya warga yang menggunakan jasa calo dalam pembuatan adminduk, Paridi berjanji akan memberikan edukasi atau pemahaman kepada warga supaya tidak menggunakan jasa calo dalam mengurus adminduk.

"Kami nanti akan sosialisasikan kepada warga bahwa bikin KTP, KK dan akta itu gratis," janjinya.

Program KKN yang dilaksanakan pasca gempa ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mereka. Program ini diharapkan bisa diselesaikan sampai tuntas selama dua bulan hingga tidak ada yang tertinggal. Program bantuan tidak hanya terfokus pada program kolektif, kolegial saja, tapi apa saja kebutuhan warga akan mereka bantu. (Ggar)

Related Posts:

Akhirnya Pengurus Formula Suela Dirombak

Suela_SK- Setelah pakum pasca pilkades Suela beberapa tahun yang lalu, Forum Pemuda Suela (FORMULA) menggelar Sakep Beleq Resufle Pengurus Formula Jilid II kemarin (14/7) di Waduk Kembar Dusun Cempaka Desa Suela Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur.

Acara yang dilaksanakan selama 2 (dua ) ini yaitu Sabtu –Minggu, dihadiri langsung oleh Kepala Desa Suela Rosyidi , Pengurus Inti serta semua anggota Formula dari 4 (empat ) kekadusan yang ada di Desa Suela.

Dalam sambutannya Rosyidi mengharapkan semua pemuda di  Desa Suela yang berada di 4 ( empat ) kekadusan masuk menjadi Anggota Formula.

“ Mudah-mudahan Anggota Formula bertambah banyak, kami sangat mengharapkan dari  pemuda di kekadusan Suela ini terlibat dan masuk menjadi anggota Formula“ Ucapnya

Dijelaskan juga bahwa  potensi yang ada di suela ini sangat banyak, tinggal bagaimana upaya kita untuk mengelolanya dan tentunya yang akan menjadi penggeraknya adalah para pemuda di Desa Suela.

Hal yang sama juga dijelaskan oleh Pengawas Formula Muh. Hirsan, S.Pd sekaligus Sekertaris Desa Suela mengatakan bahwa  program yang di miliki Formula terkait dengan Pengembangan Ekowisata  disambut baik oleh Pemerintah Desa.

“Alhamdulillah sampai saat ini Ekowisata mendapat sambutan dari Bapak Kepala Desa, Sehingga teman-teman pemuda ini yang akan menjadi tulang punggung bagaimana membangun pariwisata di Desa ini kemudian itu menjadi lapangan kerja sehingga tidak banyak sarjana yang mengganggur, sehingga pemuda itu menjadi berdaya” terangnya.

Hirsan menambahkan bahwa Gerakan Formula sampai saat ini masih konsisten dan perkembangannya cukup baik serta menjadi salah satu Enstitas Sosial di tengah masyarakat. Dan semuanya itu tentu melalui proses yang sangat panjang. Ia mengharapkan dengan adanya pemuda bisa menjadi katalisator ( penghubung ) antara pemerintah dengan masyarakat.

Setelah berdiskusi cukup lama melalui musyawarah bersama, Pimpinan sidang Safiuddin, S.Pd.I mengetuk palu kemudian membacakan hasil musyarawarah dan menetapkan Saudari Nurul Hilmi, M.Pd sebagai Ketua Formula kemudian Rasyid Ridho, S.Pd sebagai Sekertaris dan Mustamiuddin, S.Ud sebagai Bendahara. Adapun Devisi-Devisinya sebagai  berikut :

- Infodokkom
1. Dedi hermansyah
2. Muh. Rusli Umaini
3. Eka putrawan
4. Bambang hilmawan
- Pendidikan & Pengorganisasian
1. M. Munawi
2. Syafi'uddin
3. Ismawan hariadi
4. Farizi
- Advokasi & Kampanye
1. Khaerul muttaqin
2. Azni
- Pengemb. & Penguatan ekowis
1. Saddam husen
2. Syarif hidayatullah
3. Ruslan
4. Hedni
- Divisi Perempuan (koord. Kapsul)
1. Dewi ratna sekarwangi
2. Suriani cs.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Pelepasan Jabatan  sekaligus laporan pertanggung jawaban dari Ketua Lama Bustanul Arifin, S.Pd.I.  Dengan suara serak sambil meneteskan airmata, Arfin berharap semoga dengan kepemimpinan yang baru, Formula lebih baik lagi.

“ Wah laik ta pada berjuang, wah 7 taon ta bareng pin organisasi ene, Pak Hirsan miak profil atau dasar na, Aku miak pondasi na, sang masi arak pondasi yak na bau jari, ba ketua baru ta gin lanjutang ia. Ku ngendeng maaf bleq-bleq sang na araq pelih atau tutur kataku kurang bagus selamaku jari ketua“ Ucapnya sambil menangis.

Setelah pelepasan kemudian dilanjutkan Pemaparan bagaiman Formula kedepannya oleh Ketua Baru yaitu Nurul Hilmi,MPd. Nurul mengatakan semua Program-program yang sudah ada atau belum tersentuh akan kita laksanakan. (Lie)

Related Posts:

Lahirnya Calo KTP dan KK Karena Kita?

Wanasaba.SK_ Berapa biaya membuat KTP? Tanya Pe Kri (53 Tahun) kepada saya ketika duduk santai sambil berbincang disalah satu warung di dusun kami Dusun Lendang Nangka Desa Bebidas, Sabtu 13/7/2019.

Ketika mendengar pertanyaan ini sontak saja saya langsung menjawabnya membuat KTP itu gratis, segala jenis pelayanan administrasi kependudukan baik itu E-KTP,  Akta Kelahiran, Kartu Keluarga dan sejenisnya itu semuanya gratis.

Pe Kri kemudian melanjutkan pertanyaanya, tapi kenapa sewaktu saya dulu ketika mau membuat Kartu Keluarga harus membayar? Pertanyaanya kemudian aku jawab dengan bertanya kembali kepadanya, Dimana tempatnya membuat dan siapa yang membuatkan? Saya menyuruh Y (oknum) untuk menguruskan saya, jawabnya. Mendengar ini akupun menjelaskan kembali kepadanya jika membuat KTP dan Adminduk lainya itu gratis,  yang membuat kita harus membayar itu ketika menggunakan jasa orang lain (calo/oknum) didalam pembuatan KTP dan sejenisnya.

Dari pertanyaan dan percakapan antara saya dengan Pe Kri diatas, saya ingat kembali statmen Camat Suela Sukarma, beberapa minggu yang lalu pada acara Talkshow SpeakerTV yang mengulas terkait pelayanan adminduk, ia mengatakan bahwa yang membuat calo itu masyarakat kita,  yang menggunakan jasa calo itu juga masyarakat kita. Sehingga harapanya supaya didalam mengurus adminduk itu masyarakat sendiri yang langsung datang ke kantor camat maupun di Dinas Dukcapil.

Terkadang Harapan dan kenyataan selalu berbenturan,  dimana pemerintah mengharapkan masyarakatnya untuk mengurus sendiri administrasi kependudukanya disisi lain masyarakat juga banyak yang belum memahami prosedur dan persyaratan apa saja yang harus disiapkan untuk mendapatkan KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran dan lainya.

Dari beberapa ulasan diatas, saya saya yakin masih banyak Pe Keri lain diluaran sana,  terutama yang tinggal di daerah dusun dan dasan sehingga keterbatasan untuk mengakses informasi sangatlah minim.

Akhirnya dari catatan singkat ini,  penulis berharap pihak pemerintah baik itu dari pemerintah desa,  pemerintah kecamatan khususnya Dinas Dukcapil sendiri lebih gencar lagi didalam melakukan sosialiasi dan pelayanan keliling ke penjuru-penjuru desa di Kabupaten Lombok Timur, supaya apa yang menjadi nawacita kita bersama yaitu menuju Lombok Timur tuntas adminduk bisa tercapai. (ci)

Related Posts:

Diskominfo Apresiasi Kerja-Kerja JW Speaker Kampung

Suela.SK_ Dinas Komunikasi, Informasi dan peesandian/ Diskominfo Kabupaten Lombok Timur apresiasi kerja-keeja Jurnalis Warga/JW Media Komunitas Speaker Kampung. Pujian tersebut disampaikan pada acara launching Jurnalis Warga, Rabu, 10/07/2019.

Seperti tutur Kepala dinas Kominfo yang diwakili Kasi Kelompok Informasi Masyarakat/ KIM, Saharuddin mengapresiasi kerja-kerja Speaker Kampung.

Ia menjelaskan hadiranya pada acara Launching Jurnalisme Warga ini sangat ia prioritaskan. Mengingat jurnalisme warga yang akan menyampaikan hak-hak dasar warga.

Selain itu, ia juga menjelaskan perihal tentang adanya Kelompok Imformasi Masyrakat (KIM) di setiap Desa yang ada di Lombok timur.

"Kami sangat apresiasi kegiatan jurnalisme warga, sebab tidak akan ada yang akan mengangkat persolan masyarakat kita selain jurnalisme warga" jelasnya saat menyampaikan pidatonya.

Hal serupa juga disampaikan Lalu Safarudin Aldi yang akrab di panggil Mamiq Apeng selaku Direktur Selaparang TV, ia mengatakan fungsi Jurnalis Warga (JW) itu adalah mengedepankan hak-hak dasar masyarakat yang ada di desa seperti pelayanan, administrasi kependudukan dan lain sebagainya. Hasil produksi tersebut kemudian dipublikasikan lewat tulisan atau vidio, tambahnya.

Tak terkira ternyata dengan komitmen teman-teman JW yang aktif di media Komunitas Speaker Kampung, bisa membut dinas Kominfo dan direktur Selaparang TV bangga dan mengorbankan waktunya untuk hadir dalam acara Launching Jurnalis Warga, yang di selenggarakan di Lesehan Kampung, Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur, NTB.

Penulis: Rozi

Related Posts:

Kubangan Tambang Korleko Belum Ada Perhatian Serius

Korleko, SK_Bekas tambang galian C jenis tambang batu, tanah pasir belum mendapat perhatian.

Galian batu dan karang  yang terletak di Lembah Hijau, Desa Korleko Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok timur  menyisakan kubangan.

Kubangan ini belum mendapatkan perhatian reklamasi dari pemerintah setempat.

Alhasil bekas tambang itu ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya. Sebelumnya rencana kubangan galian tersebut akan direklamasi menjadi kebun kelapa.

Menurut keterangan Amaq Jar, warga Desa Korleko mengatakan bahwa, ada sebagian berkas galian tambang yang sudah ditanami pohon kelapa.

"Sebagian tempat galian sudah ditanami pohon kelapa" ujar Amaq Jar saat ditanya jurnalis warga Jumat, 12/07/2019.

Penulis: Darma

Related Posts:

Cerita Warga, Antar Calon Jamaah Haji

Ketangga.SK_ Tradisi mengantar Haji oleh masyarakat Desa Ketangga, Kecamatan, Suela, Lombok Timur, Ntb. Jum'at, 12/07/2019. Kebiasaan ini menjadi tardisi turun temurun dalam mengantar Jamaah Calon Haji Lombok Timur yang berangkat menuju Asrama Haji di Mataram.

Biasanya masyarakat Desa Ketangga mengantar Jamah ke Asrama Haji untuk yang pergi bersama calon Jamaah Haji. Pengantar membawa peralatan dan perelengkapan yang lengkap untuk satu hari di Asrama Haji.

Kalau tidak berangkat bersama Jamaah Haji, pengantar tidak menginap di Asrama Haji, tetapi pengantar langsung menunggu di Bandara Internasional Lombok, yang berada di Lombok Tengah.

Teradisi ini menjadi kekompakan masayarakat yang ada di dusun masing-masing, jika tidak ikut mengantar Jamaah Haji maka akan menjadi buah bibir masayarakat.

Seperti kata Rohayum saad ia mempersiapkan perlengkapannya kemarin, ia mengatakan jika saya tidak ikut maka saya akan di bicarakan oleh masyarakat disini ujarnya.

Teradisi ini akan menjadi kebiasaan yang positif untuk masyarakat untuk menjalin hubungan antara sesama. Selain itu masyarakat beranggapan bahwa mengantar Jamaah Haji menjadi liburan bersama keluarga.

Ibu Ium mengatakan, biarpun kita susah untuk mencari uang teransfot dan belanja, kita akan tetap ikut demi kekompakan kampung kita ungkapnya.

Tutik menambahkan bukan hanya kekompakan yang kami bangun, tapi kami menjadikan momen liburan bersama anak-anak dan keluarga sambil mengantar Jamaah Haji yang ada di kampung tambahnya.

Nah kebiasaan ini masyarakat menjadi kompak dan solid dalam segalanya, dan menjadikan liburan bersama kelaurga. Hal ini menjadi kebiasaan positif untuk masyarakat yang ada di kampung atau di desa.

Penulis: Rozi

Related Posts:

Pemerintah Daerah Ingin Mewujudkan Lotim yang ASA



Lombok Timur, SK - Bupati Lombok Timur, Drs, H.Sukiman Azmy, MM dan wakil bupati H. Rumaksi, dalam pemerintahannya kedepan ingin menjadikan Lombok Timur menjadi daerah yang Adil Sejahtera Aman (ASA) seiring visi misi yang pernah digaungkan sebelumnya.

Sehingga, pada awal januari 2019 lalu, Bupati memberikan SK kepada 105 orang Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) pada 21 kecamatan di Lombok Timur. Masing-masing kecamatan menempatkan Lima orang anggota FKDM.

Kepala badan (kaban) Kesbangpoldagri Lombok Timur, Salmun Rahman mengatakan, FKDM sebagai tindak lanjut Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2018 tentang kewaspadaan dini di daerah.

FKDM yang dibentuk bertujuan untuk membantu pemerintah daerah dalam mendeteksi dini Ancaman Tantangan Hambatan dan Gangguan  (ATHG) agar tercipta stabilitas keamanan di daerah.

Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah untuk mengoptimalkan peran pemerintah kecamatan, pemerintah desa/kelurahan serta masyarakat untuk mendeteksi dini tentang ATHG baik datangnya dari dalam maupun dari luar.

"FKDM harus memahami perannya sebagai mata, lidah, tangan dan kakinya bupati terkait dengan ATHG," jelas Salmun Rahman, di depan ratusan anggota FKDM pada acara rapat koordinasi yang digelar pada (10/7) di kantor BAKESBANGPOLDAGRI, Selong Lombok Timur, NTB.

Kasdim 1615 Lombok Timur, Apriyanto yang juga hadir pada rakor tersebut menjelaskan FKDM yang berada di kecamatan memiliki peran yang cukup penting. Apalagi katanya, FKDM sudah diberikan SK oleh bupati. SK ini dijadikan landasan untuk melakukan tindakan mengumpulkan data dan informasi tentang ATHG.

"Tapi perlu diingat perannya bukan untuk mengeksekusi, tapi menyampaikan laporan dini  sesuai fakta dari sumber yang dipercaya. Laporan bisa berbentuk foto atau video dan ada narasinya," jelasnya.

Tugas FKDM hanya memberi laporan tentang ATHG yang ditemukan di lapangan kepada camat atau FKDM kabupaten, kemudian laporan itu akan diteruskan ke Bupati. Berdasarkan laporan tersebut kemudian, Bupati bisa mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah yang bakal terjadi sehingga tidak memicu masalah yang lebih besar lagi. (Ggar)

Related Posts:

Diskusi Menarik Launcing Jurnalis warga! Simak Statemen Narasumber

Suela, SK - Media Komunitas Speaker Kampung.net pimpinan Hajad Guna Roasmadi atau Eros, mengadakan launching Jurnalisme Warga (JW) bekerjasama dengan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) Jakarta. Berlangsung di Lesehan Kampung, Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur, NTB, pada (10/7/2019).

Hadir pada acara itu adalah direktur Selaparang TV, Lalu. Safarudin Aldi, Kepala seksi Kominfo Lotim, Saharudin, Sekcam Wanasaba, Puskesmas Suela, penggiat komunitas, aktivis sosial dan beberapa warga lainnya.

Direktur STV, Lalu. Saparudin Aldi atau akrab dipanggil Mamiq Apeng, pada sambutannya mengatakan, JW atau citizen journalism yang bernaung di bawah lembaga komunitas Speaker Kampung senantiasa menyampaikan informasi yang bermanfaat buat warga terutama warga masyarakat yang berada di pedesaan.

Pewarta warga lanjutnya, senantiasa menulis informasi yang erat kaitannya dengan hak dasar warga seperti hak kepemilikan administrasi kependudukan (adminduk) hak menerima pelayanan kesehatan yang baik dari Puskesmas, hak mengenyam pendidikan bagi anak keluarga miskin, bahkan hak kaum disabilitas tidak lepas dari sorotan media Speaker Kampuang.

Dibanding dengan media mainstream yang mengejar rating. Speaker Kampung (SK) pada prinsipnya menyuarakan apa yang menjadi hak warga akar rumput. Mereka (pewarta warga) menginginkan agar warganya jangan hanya dijadikan sebagai objek saja, tapi sebaliknya harus merubah status sebagai subjek.

"Kami akan terus berbagi informasi dengan Jurnalisme Warga Speaker Kampung menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat, bukan bermaksud menelanjangi pemerintah, tapi menghimpun informasi mengawal kebijakan pemerintah," katanya.

Tujuannya adalah agar pemerintah cepat merespon, mengeksekusi permasalahan yang terjadi di lapangan, agar terpenuhi rasa aman, sejahtera dalam kehidupan serta keadilan untuk seluruh rakyat Lombok Timur.

Masalah lainnya seperti pelayanan dasar dalam pembuatan adminduk juga menjadi perhatian pemerintah Kecamatan di Lombok Timur. Camat Suela, Sukarma, terus berupaya memperbaiki pelayanan dasar tersebut.

"Jikapun ditemukan ada calo yang bermain, itu diluar pengetahuan kami," terang Sukarma.

Sekcam Wanasaba, Pelita Yatna, yang juga hadir pada acara tersebut menegaskan bahwa dia terus berupaya memberantas permaianan kotor (pungli) seperti ini. Di kantornya katanya, kesempatan calo bermain dalam pengurusan adminduk ini sangat diantisipasi. Prinsip ketegasan serta kejujuran selalu dibudayakan dalam bekerja, dia bahkan terang-terangan berani mengkritisi kebijakan pemerintah.

"Sistem digital dalam proses pembuatan adminduk yang sekarang lebih buruk dari pada manual, cenderung regulasi sekarang membuka kesempatan calo untuk bermain," paparnya.

Kepala seksi Kominfo Lombok Timur, Saparudin pada kesempatan yang sama juga menyoroti kendala yang dialami Kompok Informasi Masyarakat (KIM) yang ada di desa. Pemerintah menurutnya belum mampu menyiapkan peralatan khusus untuk menangkal berita hoax.

Keberadaan pewarta warga atau jurnalis Speaker Kampung sudah mampu menjadi media penyeimbang dalam menangkal fortal berita hoax. Begitu pula KIM di setiap desa menurutnya seakan tidak bisa mengambil peran untuk turut berkontribusi menyampaikan informasi yang benar agar masyarakat tidak menyantap mentah-mentah berita yang tidak jelas sumbernya. (Ggar)

Related Posts:

Pemdes Wajib Belajar Ke Bursa Ini! Cek Lokasi dan Waktunya

Lombok Timur, SK- Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, pemerintah desa (pemdes) memiliki dua kewenangan khusus dalam mengelola pemerintahan yaitu kewenangan dalam hak asal usul dan kewenangan lokal skala desa.

Untuk mewujudkan UU itu, pemerintah telah mengucurkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Tujuannya agar desa mampu mengatur mengurus kepentingan masyarakat secara efektif untuk kesejahteraan masyarakat.

Agar pembangunan berbasis masyarakat itu bisa direalisasikan maka, kapasitas aparat pemdes dan masyarakat, kualitas tata kelola desa, sistem pendukung, regulasi dan kebijakan pemerintah desa harus lebih optimal.

Oleh karena itu Program Inovasi Desa (PID) di Lombok Timur dimunculkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Semua itu bisa terwujud dengan perencanaan yang matang, kapasitas pemerintah yang mengelola DD juga perlu menjadi pertimbangan.

Bursa Inovasi Desa (BID) adalah bagian yang tidak terpisahkan dari model PID tingkat kabupaten. BID adalah sebuah forum penyebaran inisiatif atau inovasi masyarakat desa, juga menjembatani kebutuhan pemerintah desa dalam menyelesaikan masalah desa, alokasi penggunaan DD supaya lebih efektif dan inovatif.

Untuk itu pemerintah Kabupaten Lombok Timur menjadwalkan pelaksanaan BID Tahun 2019, di beberapa kecamatan di Lombok Timur.
Antaranya sbb:

Cluster I, meliputi;
Kecamatan Keruak, Jerowaru, Sakra Barat, Sakra Timur dan Sakra. Pada 8 Juli 2019 lokasinya di Desa Ketapang Raya, Kecamatan Keruak.

Cluster II, meliputi;
Kecamatan Terara, Sikur, Montong Gading dan Masbagik. Pada 9 Juli 2019, lokasinya di Gedung Serba Guna, Masbagik Timur, Kecamatan Masbagik.

Cluster III, meliputi;
Kecamatan Sukamulia, Labuhan Haji, Selong dan Pringgasela. Pada, 10 Juli 2019, di Kantor Camat Sukamulia.

Cluster IV, meliputi;
Kecamatan Wanasaba, Suela, Sembalun, Pringgabaya, Sambelia dan Aikmel. Pada, 11 Juli 2019, di Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya.

Nah, itulah jadwal pelaksanaan Bursa Inovasi Desa disertai lokasi atau tempat diadakan. (Ggar

Related Posts:

Gejolak Bantuan Rumah Gempa di Sambelia Lombok Timur


Sambelia SK - Pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) yang dialokasikan pemerintah pusat dari dana APBN kepada ratusan bahkan ribuan korban gempa melalui Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) kini menemui berbagai kendala.

Untuk menyelesaikan kendala atau keluhan warga penerima bantuan RTG tersebut, pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui pemerintah Kecamatan Sambelia memfasilitasi pertemuan antara BPBD sebagai penanggung jawab, supplier, fasilitator, Kepala desa dan pokmas, berlangsung di kantor camat Sambelia, pada (5/7).

 Zaitul Akmal, memberikan kesempatan kepada semua Kepala desa (kades) menyampaikan keluhannya di depan Kepala pelaksana (kalak) BPBD Kabupaten Lombok Timur, Purnamahadi, berkaitan lambatnya proses pembangunan RTG tersebut.

Camat Sambelia membuka ruang diskusi bersama pemerintah dan juga aplikator, supplier RTG. Mereka ingin mengetahui secara jelas seperti apa regulasinya, atau apakah teknis pengerjaannya sesuai SPK atau tidak, sehingga proses pembangunan RTG begitu lamban.

"Saya persilahkan masing-masing kades menyampaikan permasalahannya langsung dan nanti akan dijawab oleh kalak, kendala apa saja yang terjadi di lapangan, tapi secara bergantian ya, semua nanti akan dapat bagian," kata Akmal.

Kades Labuhan Pandan, Sahnan menginginkan agar supplier diarahkan menandatangani fakta integritas agar antara kades dan suplayer bisa bekerjasama dalam proses pembangunan RTG ini. Bukan itu saja, Sahan juga berharap agar kantor atau rumah dinas juga diperhatikan pembangunannya.

"Saya tidak ingin rumah masyarakat dibiarkan begitu saja, rumah dinas perlu juga diperhatikan," jelasnya.

Kepala desa Dara Kunci melalui staf desanya, Samsul, mengeluhkan hal yang hampir sama. Dia berharap, agar semua supplier ataupun fasilitator melaporkan diri ke pemdes. "Jangan jalan sendiri tanpa komunikasi dengan pemdes," tegas Samsul.

Sedang Kades Bagik Manis, Abdurrahman, mengusulkan agar masyarakat yang sudah membangun rumahnya menggunakan uang pribadinya supaya diganti.

Purnomo Hadi melalui tim khususnya, Lalu Masri menjanjikan kepada warga korban gempa yang lebih dulu membangun rumahnya menggunakan uang pribadinya, katanya akan segera diganti asal anggota pokmas itu sudah terverifikasi dan uangnya sudah ada di rekening.

"Sudah ada tim khusus yang menangani masalah itu. Saya minta pak kades mendata nama-nama korban yang sudah membangun rumahnya. Kami akan cairkan jika uangnya sudah ada di rekening," katanya.

Sementara kades Sugian, Lalu Mustiadi, mengusulkan agar kewenangan kades dalam membantu penanganan RTG ini jangan dibatasi. Pendamping juga diminta untuk bersinergi dengan pemdes agar masalah yang terjadi bisa segera diselesaikan bersama.

Diakui Mustiadi, sekitar Sepuluh persen warganya belum keluar rekeningnya. "Jika rekeningnya jelas sudah ada, maka kami siap bekerjasama dengan supplier dari manapun," tambahnya.

Supriadi, kades Belanting mengatakan pembangunan RTG di desanya banyak dikerjakan oleh supplier lokal jadi hampir tidak ada kendala. Namun dia berharap agar status RTG itu perlu penjelasan lebih rinci.

Desa Madayin yang pertama menerima SK, mengatakan, hampir Lima puluh persen mereka yang  sudah keluar rekeningnya masih banyak menemui kendala. Baik kendala dari aplikator, supplier bahkan ketiadaan pendamping lapangan. Rumah yang seharusnya setiap tiga bulan sesuai perjanjian banyak yang molor.

Untuk menjawab semua permasalahan yang terjadi, Kalak BPBD Purnomo Hadi, menginstruksikan kepada semua kepala desa, aplikator, supplier maupun pendamping harus membina kerjasama dengan baik, memperbanyak komunikasi.

Jika supplier dalam batas waktu 60 hari tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya maka, hak diskresi itu bisa dilakukan oleh kades. Kades berhak untuk membatalkan atau menghentikan kontrak kerja sepihak dengan aplikator maupun supplier. 

"Disana pejabat (kades) punya power jika cara kerja mereka tidak sesuai spk," jelasnya.

Dia meminta kepada fasilitator agar lebih intensif melakukan pengawasan. Komunikasi dengan pemdes perlu ditingkatkan. Baik aplikator, supplier maupun fasilitator wajib hukumnya melaporkan proses pembangunan RTG di wilayahnya. (Ggar)

Related Posts:

Yuk..!! Intip Apa Saja Persiapan Jambore Anak Bangsa

Mataram.SK_ Persiapan Jambore Anak Bangsa 2019 yang dilaksanakan di Taman Suranadi, Kecmatan Narmada, Lombok Barat, NTB, 05/07/2019. Kali ini persiapan yang dilakukan oleh panitia cukup sempurna.

Kegiatan Jambore Anak Bangsa yang di adakan oleh Yayasa Galang Anak Semesta (Gagas) tahun ini sangat matang jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu.

Hal ini disampaikan langsung oleh ketua panitia Samsul Hadi, ia mengatakan persiapan panitia jambore kali ini sangat siap sedia.

"Ada beberapa divisi yang kita bentuk dalam acara jambore anak kali ini,divisi misalnya divisi Acara, pubdok, perlengkapan, konsumsi, kesehatan dan keamanan" ujar Samsul saat ditemui pewarta warga Jumat 5/7/2019 di lokasi acara.

Samsul menjelaskan, anggita panitia yang sudah disepakati sebanyak 45 orang, dan semua divisi ini bergabung saling membantu untuk mensukseskan acara jambore kali ini tambahnya.

Hal serupa juga disampaikan anggota panitia yang juga sebagai divisi  perlengkapan Rian mengatakan, " kalau kami tidak kompak maka kami akan merasa lelah untuk membuat acara jambore kali ini, syukur kami semua devisi kompak untuk mensukseskan acara sampai ahir nanti" ujar Rian.

Karena Jambore Anak tahun ini akan lebih banyak peserta dari pada jambore-jambore tahun lalu, peserta sekitar 120 anak yang akan ikut dalam acara Jambore Anak Bangsa kali ini dan bukan hanya itu akan datang ibu Wakil Gubernur  NTB yang akan menyampaikan sambutan saat pembukaan.

Penulis : Rozi Anwar

Related Posts:

Ratusan Jama'ah Haji Berangkat! Simak Liputan Hari Ini

Lombok Timur.SK_ Ratusan jamaah hajji kloter 1 Kabupaten Lombok Timur Tahun 2019, Jumat 5/6/2019 ini mulai di berangkatkan.

Calon jamaah hajji  yang dibagi dengan sistem zonasi sesuai kecamatan dikumpulkan di Asrama Hajji Selong untuk dikarantina.

Selanjutnya para jamaah haji diberangkatkan ke Asrama Hajji Mataram tepatnya di Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram  Loang Baloq Ampenan.

Hal yang sama juga terlihat  beberapa calon jamaah hajji kloter 1 yang berangkat melalui KBIH hari ini juga mulai dikumpulkan.

Pantauan jurnalis warga, puluhan jamaah hajji melalui KBIH Darul Kamal Kembang Kerang mulai berdatangan. Puluhan jamaah hajji ini dikumpulkan kemudian diantar secara bersama sama dengan menggunakan bus yang telah disiapkan oleh panitia.

Hal ini dimaksudkan untuk menghindari menumpuknya para pengantar  Calon Jamaah Hajji di asrama hajji selong.


Sementara itu, rombongan pengantar calon jamaah hajji yang berasal dari berbagai wilahaj juga ikut memadati halaman Ponpes Darul Kamal NW Kembang Kerang Kecamatan Aikmel.

Rombongan yang berjumlah ratusan orang tersebut sengaja datang untuk memeberikan doa, ziara dan ucapan selamat kepada calon hajji tahun ini.

JW : Sailalarimi

Related Posts:

Wisata Hipnotis di Lombok Timur

Lombok Timur_SK, Salah satu Destinasi Wisata Islami di Kabupaten Lombok Timur yang saat ini marak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara adalah Taman Wisata Islami Koptofa Education Saman Now.

Taman Wisata Islami Koptofa Education Saman Now yang terletak di Desa Tetebatu ini menjadi salah satu lokasi pilihan yang sangat cocok untuk berekreasi bersama Teman, Pasangan maupun Keluarga.

Berekreasi ke Taman Wisata Islami Koptofa Education Saman Now Tetebatu mampu menghipnotis anda dengan pemandangan dan ragam objek wisatanya. Sehingga membuat pikiran menjadi tenang, tenteram, damai, rasa gelisahpun hilang seketika olehnya.

Adapun objek wisata andalan yang  disediakan di Taman Wisata Islami Koptofa Education Saman Now ini  yaitu Kolam renang Adam dan Hawa. Kolam renang ini terpisah antara perempuan dan laki-laki, sehingga sangat nyaman bagi perempuan maupun laki-laki untuk menikmati lokasi tersebut.

Tidak cukup sampai disana, bagi anda yang senang berfoto ria (selfie) atau suka berpetualang (camping) tempat ini sangat cocok untuk anda buat hunting. Area pemandangan yang indah dilengkapi outbond bikin sensai liburan anda semakin menyenangkan. Selain itu juga Taman Wisata Islami Koptofa Education Saman Now ini menyediakan mushalla,kamar mandi, dan restaurant lengkap dengan menu halalnya.

Untuk bisa menikmati Wisata Taman Islami ini tidak sampai menguras isi dompet anda, cukup mengeluarkan 15.000/org ,sudah bisa menikmati lokasi green memanjakan mata.

Penulis : Netyka

Related Posts:

Featured Post

Pati Rata Pringgabaya Lahir Untuk Membangun Desa

Peringgabaya SK_Pemuda Pemudi Dasan Lendang, Dusun Dasan Lendang,  Desa Pringgabaya, Kecamatan, Pringgabaya, Lombok Timur-NTB, berinisiasi...