Pemdes Dadap Salurkan BLT Menyasar 120 Kepala Keluarga - Speaker Kampung

Breaking News

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Saturday, 3 July 2021

Pemdes Dadap Salurkan BLT Menyasar 120 Kepala Keluarga

 


Lombok Timur, SK - Pemerintah Desa Dadap, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, salurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) menyasar warga rentan dan lanjut usia sebanyak 120 KK, berlangsung di aula kantor Desa Dadap, Kamis (1/7) dirangkai dengan Vaksinasi oleh petugas kesehatan Puskesmas Sambelia.


Sepanjang tahun 2021, kata Kades Dadap Rohani, ini yang ketiga kalinya mereka menyalurkan BLT menyasar warga lanjut usia dan masyarakat rentan lainnya.


Jumlah warga penerima BLT yang terdata kata Kasi pelayanan, Jupriadi, awalnya sebanyak 278 KK pada tahun 2020 lalu. Setelah dikeluarkannya Perbup oleh Bupati nominal BLT yang diberikan masyarakat, sehingga lewat musyawarah desa (Musdes) warga penerima manfaat dikerucutkan menjadi 120 KK.


Dari 120 KK itu kemudian dibagi enam dusun, masing-masing Kadus 20 orang. Pendataan itu kata Kadus Tanjong, Muksin di prioritaskan lansia dan warga yang berpenyakit kronis.


Untuk mempertajam informasi itu, jurnalis Speaker Kampung mendatangi ruang kerja Sekdes Dadap, Saparudin. Dan memang benar bahwa warga penerima BLT itu dibagi perkawil (Kadus) 20 orang sehingga totalnya 120 orang.


Tahap pertama pencairan BLT tahun ini kata Saparudin, diberikan pada bulan April, kemudian tahap kedua di bulan Mai. Dan tahap tiga kali ini dicairkan pada bulan Juli untuk pembayaran BLT bulan Maret masing-masing menerima 300 ribu rupiah.


"Pencairan BLT bulan Juli ini untuk pembayaran bulan Maret. Kenapa demikian karena kami harus sesuaikan dengan kemampuan desa," terang Sekdes Dadap, Saparudin di ruang kerjanya.


Kemudian lanjut Saparudin, apabila sudah mencapai minimal enam bulan baru kemudian di rolling diberikan pada warga yang belum menerima sama sekali itupun harus melalui musdes. 


Jika misalnya warga tersebut dianggap masuk kategori masih layak menerima BLT maka tidak menutup kemungkinan akan diberikan kembali. "Yang jelas lansia dan penyakit kronis akan diutamakan," katanya lagi. 



Salah satu warga usia lanjut penerima bantuan asal Dusun Timburan, Ruslan panggilan Amaq Hil pada awak media menceritakan, bantuan yang diterima selama ini katanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya yang masih sekolah di SMAN 1 Sambelia dan dua orang cucunya yang masih duduk di sekolah dasar. 


"Sejak awal saya terima BLT tidak pernah saya gunakan secara pribadi. Saya gunakan untuk membeli baju seragam sekolah anak dan cucu saya serta alat kebutuhan lainnya seperti pulpen dan buku," terang Ruslan, ditemui media ini saat menunggu antrian jadwal vaksin di halaman kantor Desa Dadap.


Sebagai seorang buruh tani, Ruslan yang katanya sudah lima tahun ditinggalkan mati oleh Istrinya, kini tinggal bersama dua orang anak dan menantunya. Kesehariannya bekerja di sawah miliknya dan pada saat ini katanya sedang menanam jagung.


Meskipun istrinya sudah lama meninggal dunia, dihati Ruslan tidak pernah terlintas niat untuk kawin lagi. Ia malah lebih fokus memikirkan masa depan anak dan cucu-cucunya yang masih kecil. (Ggar)

No comments:

Post Bottom Ad