Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

Produksi Tuaq Manis Menurun, Sejumlah Pedagang Tuaq Manis di Sandubaya Merugi

Jurnalis Warga M. sanusi AW | editor uci Ketika sore tiba di sepannjang jalan di Kelurahan Sandubaya Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur mulanya selalu ramai dengan lapak-lapak para penjual Tuaq Manis (Air Nira-red).  Kelurahan Sandubaya sendiri dikenal dengan penghasil Tuaq Manis karena terdapat kebun milik warga yang sebagian besar ditumbuhi oleh pohon aren yang menghasilkan air nira/Tuaq Manis dengan rasa dan kualitas yang cukup baik.  Namun pemandangan berbeda Minggu sore ini (05/05/2024) banyak lapak para pedagang tuaq manis tutup, terlihat hanya beberapa saja yang buka itupun dengan stok terbatas.  Penyebabnya, karena pohon aren yang berada dikebun warga airnya mulai berkurang bahkan ada beberapa diantaranya tidak ada sama sekali.  Hal tersebut disampaikan Inaq Iyah, salah seorang pedagang Tuaq Manis yang kami temui disela-sela kesibukanya melayani pembeli.  Ia mengatakan akhir-akhir ini tidak tahu kenapa para penyadep (orang yang menyadap pohon aren untuk membuat tuaq) menda

Mitigasi Perubahan Iklim, Petani di Lombok Timur Inisiasi Pembuatan Sumur Bor

Jurnalis Warga : Pandi DKK | Editor : uci Petani di Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur inisiasi pembuatan sumur bor di tengah sawah sebagai salah satu bentuk mitigasi untuk mengurangi dampak dari perubahan iklim.  Para petani membuat sumur bor tersebut karena debit air sungai yang dimanfaatkan untuk menyiram tanaman mereka semakin berkurang.  Dari pengamatan kami dilapangan, hampir setiap petak sawah di Kecamatan Pringgabaya tepatnya di Desa Pohgading memiliki sumur bor.  Salah satunya sawah milik Suryani, salah seorang petani yang mengaku pernah terancam gagal tanam karena kurangnya debit air sungai yang diakibatkan dari perubahan iklim.  Ia menjelaskan bahwa pembuatan sumur bor ini sebagai suplai tambahan untuk kebutuhan air, karena jika hanya mengandalkan sungai saja tidak cukup, hujanpun akhir-akhir ini sudah jarang turun," Jelas suryani.  Dari permasalahan inilah sehingga Suryani dan 2 orang petani lainya tanpa adanya bantuan dari pemerintah berinisiatif untuk urunan mengel

Petani di Lombok Timur Tunda Tanam Padi Dampak Dari Perubahan Iklim

Jurnalis Warga : Pandi DKK   |  Editor : uci Kekeringan yang melanda akibat peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau akhir-akhir ini sangat terasa panas mengakibatkan kekeringan disejumlah wilayah di Indonesia tak terkecuali di Kabupaten Lombok Timur, NTB.  Cuaca panas ini mulai dirasakan sejak awal tahun 2023 lalu, bahkan sampai tahun 2024 ini. Dampak perubahan iklim ini sangat dirasakan oleh para petani di Kabupaten Lombok Timur. Salah satu dampaknya ialah debit air yang menurun signifikan sehingga membuat para petani merasa khawatir pada kualitas hasil panen tanamanya.  Hal tersebut sebagaimana disampaikan Suryani, salah seorang petani di Kecamatan Pringgabaya, ia merasa khawatir karena kondisi air sungai yang mengalami penyusutan sehingga berimbas pada berkurangnya air untuk dialirkan ke sawahnya.  Dari kondisi ini, Suryani juga mengaku setelah panen tembakau ia pernah menunda selama satu bulan untuk menanam padi pada akhir tahun 2023 lalu.  "Dulu kami sempat menunda