Lengkap! Proses dan Persyaratan Mengadopsi Anak

Lotim. SK_Penemuan bayi tanpa identitas ini menjadi viral. Tak sedikit pula yang berminat mengadopsi bayi perempuan itu.

Bagi siapa saja yang handak mengadopsi bayi malang ini, ada beberapa proses yang harus dilalui.

Menurut keterangan Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Kementerian Sosial RI Kabupaten Lombok Timur Erniati S. Sosial mwnjelaskan. Bagi warga yang berminat mengadopsi anak secara umum baik bayi, balita ataupun anak.

Pertama datang ke Dinas Sosial Kabupaten dengan membawa persyaratan, setelah itu baru Peksos turun home visit membuat laporan sossial sembari menunggu rekomendasi Dinas Sosial Lotim.

selanjutnya berkas diserahkan oleh peksos ke Dinas Sosial Provinsi dengan lapsos yang ada.

"Baru meminta SK pengasuhan sementara.  sambil menunggu jadwal sidang Tim pertimbangan ijin pengajaran anak /PIPA" jelas Erni saat konfirmasi via WA Minggu 1/9/2019.


Menurut Erni ada beberapa persyaratan yang harus disiapkan beeupa, berkas foto copy KTP, KK, Buku Nikah, Slip gaji atau surat keterangan penghasilan, domisili, SKCK,  Surat keterangan sehat dari Rumah Sakit Umum/ RSU dan sehat jiwa dari Rumahan Sakit Jiwa/ RSJ.

Erni menambahkan selain persyaratan itu ada juga suart dokter kandungan yang menyatakan tidak bisa hamil.

"usia minimal 30 tahun dan maksimal 50 tahun, minimal usia pernikahan 5 tahun belum pernah memiliki anak" Jelasnya

Related Posts:

Puskesmas Suela Serah Bayi Tanpa Identitas

Suela. SK_Bayi tanpa identitas yang ditemukan warga Desa Ketangga hadir resmi serahkan ke pihak penyelenggara negara. Penyerahan tersebut berlangsung di Puskesmas Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur.

Melalui Kepala Puskesmas dr. Ahmad Bardan Salim bayi berjenis kelamin perempuan yang dikirim oleh simbolis ke Yayasan Paramita Mataram untuk diasuh.

Menurut Keterangan Bardan, bayi malang tersebut dikirim ke negara setelah melalui pemeriksaan dan penangan medis.

"bayi tanpa identitas ini resmi kami serahkan ke negara untuk diurus" ucapnya saat menerima bayi langsung ke pihak Yayasan Paramita Mataram Sabtu 31/8/2019

Pada penyerahan bayi ini hadir pula Peksos Kementerian Sosial RI yang diwakili Erniati. Ia menjelaskan tentang bayi ini harus menyerahkan kenwgara.

Bagi siapa saja yang ingin meminta bayi ini. Silakan ajukan surat ke Yayasan Paramita.

Related Posts:

Hari Jadi Lotim ke 124, Ditemukan Bayi Tanpa Identitas

Ketangga. SK_Tepat pada acara pawai budaya Hari Jadi Lombok Timur ke 124, warga Desa Ketangga temukan sosok bayi cantik.

Bayi berjenis kelamin perempuan dengan berat 2,00 Kg tersebut ditemukan oleh Amaq Ahyar di Mushalla Bangket Telaga Desa Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur.

Sekira pukul 13:00 wita, Amaq Ahyar hendak menjemur tembakau. Ia dipanggil tiga orang penggali pipa di pinggir jalan. Ia pun bergegas melihat sosok bayi mungil. Beralaskan sujadah bayi tersebut diamankan Amaq Ahyar.

 "kami langsung pungut dan amankan bayi itu" tutur Amaq Ahyar saat ditemui di Puskesmas Suela Sabtu 31/8/2019.

Ia berharap anak yang ia pungut itu bisa diadopsi langsung. Mereka anggap ini rizkinya dengan menemukan bayi.

Sementara menurut Ketua LPA Lombok Timur, Judan Putra Baya, bayi yang di temukan warga harus diserahkan dulu ke pada negara. Bagi siapa saja yang hendak mengadopsi bayi tersebut harus membuat surat permohonan.

"bagi siapa saja yang hendak ingin mengadopsi bayi tersebut akan membuat syarat permohonan" Jelas Judan.

Related Posts:

Mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo Asal Ketangga-Suela Tutup Usia

Lotim. SK_Muhammad Zamroni (26) Mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo asal Desa Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur-NTB tutup usia.

Putra dari almarhum Muhammad Zamani ini wafat di Rumah Sakit Al-Azhar pada pukul 2:00 dini hari waktu Kairo. Jenazah almarhum akan dipulangkan dari Mesir menuju Lombok pada hari jumaat. Rencananya akan dikebumikan pada hari Senin di Pekuburan Keluarga di Desa Ketangga Kecamatan Suela-Lombok Timur.

Mahasiswa fakultas Ushuluddin jurusan tapsir tingkat III ini juga sebagai aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII), dan KM NTB.

Related Posts:

Onyak-Onyak! Tumpahan Solar di Aspal Berdampak Buruk Bagi Pengendara

Sekira pukul 9:30 Wita Jumat 30/8/2019, dari jalur Bagek Nyaka Aikmel ku pacu sepeda motorku. Dengan bergegas pulang menuju rumah.

Tepat di jembatan pengkolan perbatasan Desa Mamben terlihat kerumunan warga. Kerumunan itu sejenak melambatkan laju motor tungganganku.

Dua warga hendak menumput cairan di badan jalan dengan tanah pasir. Sambil mengusap aspal sembari memberi laju pada kendaraan yang lalu lalang.

Dipinggir jembatan dan kerumunan itu ada pengendara disuguhi minum. Pengendara tidak lain adalah seorang korban kecelakaan tunggal akibat tergelincir licinnya aspal. Diduga akibat tumpahan solar.

Hampir sepanjang jalur Mamben menuju Pringgabaya jalan Mataran-Labuhan Lombok tersiram solar.

Ku tarik sepeda motor dengan laju tenang menghindari siraman solar. Naas, nasip ku hampir sama. Roda motorku tergelincir dan hampir hilang keseimbangan. Untungnya segera menepi ke luar badan jalan.

Berhenti sejenak, fokuskan pikiran. Ku laju lagi motor itu. Tepat di Pengkolan Wanasaba Kecamatan Wanasaba, ada pengendara terjatuh diduga akibat solar.

Kemunginan ada mobil tangki minyak solar yang bocor. Sopir tidak mengetahui kebocoran tangkinya hingga sepanjang jalan tersebut tersiram solar.

Bagi pengendara baik motor dan mobil, hendaknya berhati-hati. Jika melihat cairan oli atau solar yang ada di badan jalan jangan sampai melindas nya. Sebab akan mudah tergelincir akibat licinnya aspal.

Related Posts:

10 UPT Dukcapil Lotim Belum Atasi Persoalan

Lombok Timur, SK_ Unit Pelaksanaan Teknis/ UPT Dukcapil yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur belum sesuai dengan kebutuhan warga.

Pasalanya masyarakat masih sulit untuk memenuhi kebutuhan untuk membuat Kartu Keluarga(KK), Kartu Tanda Penduduk(KTP), dan Akta Kelahiran, karena terlalu jauh.


Persoalan ini disoroti langsung oleh Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lombok Timur yang juga sebagai Koordinator Legal Identity, Judan Putra Baya menyampaikan bahwa 10 UPT Dukcapil tersebut belum sesuai dengan kebutuhan warga.


"kami melihat ini masih jauh dari kebutuhan masyarakat, terkait dengan UPT Kecamatan Suela dan Wanasaba, UPT Pringgabaya dan Sambelia" kata Judan saat menyampaikan pendapatnya Senin 26/8/2019.

Secara kebutuhan, kecamatan yang berdekatan dengan pelayanan mestinya ditiadakan. Sementara ada kecamatan yang jauh dari jangkauan yang harus terlayani secara merata.

Tidak meratanya UPT Dukcapil yang di bentuk oleh pemda menjadi permasalahan yang serius, masyarakata berharap adanya UPT Dukcapil bisa melayani masyarakat dengan merata, khusunya di wilayah-wilayah terjauh.

Serupa juga disampaikan Hardi warga Sambelia bahwa untuk mendekatkan pelayanan bukanya setengah hati.

"masak kami harus ke Pringgabaya, sementara tempat itu juga sangat jauh" ujarnya.

Penulis: Rozi Anwar

Related Posts:

FKDM Lotim Terus Mendorong Stabilitas Keamanan

Lombok Timur, SK - Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang dibentuk pemerintah daerah Lombok Timur dengan SK Nomor: 188.45/53/KBPN/2019 bertugas membantu pemda mendorong terciptanya stabilitas keamanan agar terwujud pembangunan yang berkelanjutan.

FKDM yang ada di setiap kecamatan harus bisa bekerja maksimal mengantisipasi berbagai bentuk Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATHG) sesuai ketentuan Permendagri Nomor 2 Tahun 2018 tentang kewaspadaan dini daerah melalui pendeteksian dan pencegahan dini.

Ketua FKDM kabupaten Lombok Timur, Lalu Ihsan mengatakan, dikumpulkannya 25 orang anggota FKDM dari Lima kecamatan meliputi Sambelia, Sembalun, Wanasaba, Suela dan Pringgabaya ini semata-mata bertujuan untuk memonitoring sekaligus mengevaluasi pekerjaan yang selama ini dilakukan oleh FKDM di wilayahnya.

Secara eksplisit, sebagian besar anggota FKDM masih belum berproduksi. FKDM ini katanya adalah sebuah lembaga formal yang dibiayai pemerintah menggunakan APBD dan semua itu ada pertanggung jawabannya. Oleh karena itu, Ihsan berpesan kepada semua anggota FKDM di Lombok Timur agar bisa menyamakan persepsi, merencanakan, menyusun format baku agar anggota bisa bekerja secara terukur, akurat, sistematis serta bisa dipertanggung jawabkan.

"Output dari pekerjaan FKDM ini bisa dianalisa serta ditindaklanjuti oleh Bupati, karena secara tidak langsung kita bertanggung jawab kepada pemda melalui Bakesbangpoldagri," jelas Ihsan (27/8) diruang diskusi rumah ketua FKDM Suela, Hamzani, SE.

Tujuannya adalah bagaimana kita membantu pemerintah meminimalisir permasalahan dengan cara investigasi kemudian deteksi dan pencegahan dini sebelum timbul ke permukaan. Di faktor keamanan misalnya, dibutuhkan intelegensi yang kuat untuk menganalisa kemungkinan timbulnya ATHG.

Laporan yang disampaikan, harus betul-betul melalui verifikasi atau investigasi yang mendalam. Memenej permasalahan dengan memberikan laporan sesuai waktu dan tempatnya. Kemudian, apakah laporan itu bentuknya situasional atau kondisional.

"Kami ingin melihat semua anggota FKDM menunjukkan keseriusannya bekerja membantu bupati dan wakil bupati dengan cara mengirim laporan secara jelas, lugas, akurat langsung dari sumbernya ke grup WA kabupaten yang sudah dibentuk," pesannya.

Inilah salah satu cara anggota menjembatani permasalahan atau perselisihan yang terjadi di wilayah kerjanya. Baik ATHG itu timbul dari pemerintah lebih-lebih lagi dari masyarakat itu sendiri. Dengan teknis seperti itu, maka pemerintah bisa langsung mengeksekusinya agar tidak semakin melebar.

Disamping teknis bekerja dan bersikap yang dipaparkan ketua FKDM kabupaten, sekjen FKDM Rusli, juga banyak memberikan gambaran bagaimana anggota bekerja sesuai permendagri Nomor 2 Tahun 2018 tersebut.

Lebih jauh Rusli menjelaskan, anggota FKDM sebaiknya bekerja secara kolektif kolegial segala informasi bisa disampaikan kepada anggota lainnya lalu kemudian dicarikan solusi secara bersama sebelum menimbulkan masalah krusial di masyarakat.

"Kita ini bentuknya kolektif kolegial atau bisa juga sebagai lembaga ad hoc yang sewaktu-waktu dibutuhkan informasi kita oleh pemerintah seperti bagaimana menangkal informasi atau berita hoax yang beredar di media sosial," terang Rusli.

Dalam forum tersebut, begitu banyaknya laporan pengaduan yang disampaikan anggota FKDM dari Lima kecamatan ini. Lalu, timbul pertanyaan, segitu masifnya kah permasalahan yang terjadi di masyarakat belakangan ini?

Ketua FKDM Kecamatan Pringgabaya Abdul Gani mengatakan ATHG yang belakangan ini menjadi perhatiannya adalah masalah proyek tambang pasir besi di wilayah Desa Pohgading. Penolakan warga Pohgading atas kehadiran perusahaan ini katanya, kembali terjadi setelah beberapa tahun lalu vakum.

Masalah lain yang terjadi di semua kecamatan akhir-akhir ini,  mencuatnya informasi pembagian SK honorer . Anggota FKDM sebagian besar mengeluhkan janji bupati akan memberikan SK kepada mereka yang telah nyata-nyata berjuang memenangkan SUKMA seperti tim pemenangan (Srikandi) di semua kecamatan termasuk Sambelia satupun tidak dapat. Pemberian SK itu tentu sesuai kategori atau lama pengabdiannya.

Kemudian masalah lain yang tidak kalah pentingnya adalah pembangunan RTG bagi warga korban gempa. Terpantau masih banyak warga yang belum siap rumahnya. Terhitung setahun musibah berlalu beberapa warga ada yang masih tinggal di huntara karena proses pembangunan RTG nya di tinggalkan aplikator nakal.

Masalah lain yang dilaporkan anggota FKDM juga adalah masalah PKH yang tidak tepat sasaran. Pendamping yang nakal serta oknum yang mempermainkan bantuan dengan melakukan pemotongan kepada penerima manfaat.

Kabid PNS, Musain yang juga turut hadir dalam diskusi itu mengatakan, sebagai mitra kerja pemerintah, FKDM bertugas untuk membantu pemerintah (bupati) mendeteksi permasalahan serta mencari solusinya.

Keberadaan FKDM di setiap kecamatan menurut Musain penting untuk dilanjutkan. Selain sebagai mata, telinga, tangan dan kakinya bupati, FKDM juga harus bisa memposisikan diri jika sewaktu-waktu warga membutuhkan bantuannya. (Ggar)

Related Posts:

Sekelumit Keberadaan Tradisi Nyongkolan di Lombok

Lombok Timur_SK-Selain memiliki alam yang indah, Pulau Lombok juga memiliki beragam tradisi yang menarik,  salah satunya adalah Tradisi Nyongkolan.

Nyongkolan merupakan salah satu rangkaian dari adat perkawinan yang ada di Lombok. Tradisi ini dilaksanakan dengan tujuan agar masyarakat setempat mengetahui bahwa pasangan ini sudah menikah. Biasanya nyongkolan diadakan setelah acara ijab kabul dan acara begawe selesai dilaksanakan. Tradisi ini dilaksanakan dari rumah keluarga pengantin laki-laki menuju rumah pengantin perempuan.

Sebelum tradisi nyongkolan dilaksanakan, pengantin laki-laki dan perempuan akan dirias terlebih dahulu di rumah keluarga laki-laki. Kedua pengantin akan menggunakan pakaian dan riasan adat Lombok. Sementara itu, keluarga perempuan akan menyiapkan sebuah pelaminan ( Tempat duduk pengantin) di rumahnya untuk menyambut kedatangan kedua pengantin dan peserta nyongkolan.

Para peserta nyongkolan akan melakukan perjalanan dari rumah pengantin laki-laki ke rumah pengantin perempuan dengan menggunakan kendaraan jika jarak antara rumah keduanya berjauhan. Kemudian setelah akan sampai dirumah pengantin perempuan, peserta nyongolan akan turun dari kendaraan mereka dan mulai berjalan kaki. Mereka kemudian akan disambut oleh para pengiring dari pihak pengantin perempuan yang telah siap menunggu sebelumnya. Mereka (rombongan pengantin ) diiring sampai rumah pengantin perempuan.

Biasanya pengantin akan diiringi oleh beberapa dayang atau biasa disebut pengiring. Pengiring terdiri dari beberapa orang perempuan dan laki-laki yang juga menggunakan pakaian dan riasan adat Lombok. Pengantin perempuan akan berjalan terlebih dahulu bersama pengiring perempuan, sementara pengantin laki-laki  bersama pengiringnya akan berjalan dibelakang pengiring pengantin perempuan. Selain bertugas untuk mengiring, salah satu pengiring juga bertugas untuk memayungi masing-masing pengantin.

Selain itu biasanya pengantin juga akan diiringi oleh Gamelan dan Kecimol. Dalam tradisi nyongkolan ini, pemain Gamelan dan Kecimol memainkan alat musik mereka sendiri sehingga prosesi nyongkolan menjadi sangat meriah.

Di daerah Lombok Timur sendiri, tradisi nyongkolan ini pada umumnya dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu sore sekitar pukul 16.00, sehingga sering disebut “ Nyongkolan Sabtu Minggu”. Biasanya pada hari tersebut di sepanjang jalan dari Lombok Timur sampai Mataram kita akan menemukan beberapa grup nyongkolan. Namun tidak jarang juga masyarakat yang melaksanakan nyongkolan di hari yang lain.

Sepanjang Nyongkolan diadakan, para rombongan akan disaksikan oleh masyarakat setempat dan juga turis lokal maupun turis mancanegara. Kemacetan pun tak dapat dielakkan. Tentu saja hal ini membuat para pengendara terganggu, namun ada juga pengendara yg merasa senang dan terhibur saat ada nyongkolan.

Jadi, jika anda penasaran dan ingin melihat prosesi tradisi nyongkolan,  anda bisa menyusuri sepanjang jalan dari Lombok Timur ke Mataram dihari sabtu atau minggu disore.  Maka anda akan menemukan beberapa grup nyongolan. Tapi harus sabar yaa karena tradisi ini bisa menyebabkan kemacetan yg lumayan parah. ( Fit)

Related Posts:

YAP Launching Kursus Gratis Kontruksi Rangka Baja dan Las

Lombok Timur, SK - Yayasan Anak Pantai (YAP) bekerjasama dengan dua lembaga pending dari Belanda, mengadakan pelatihan konstruksi rangka baja ringan dan Las diikuti oleh 21 pemuda Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB (26/8). Pelatihan ini di dilaksanakan pada 26 Agustus hingga 9 September 2019.

Pembukaan pelatihan ini dihadiri oleh kepala LLK Lombok Timur Ir. Ahmad Wardi, Sekcam Sambelia, Adam, S,sos, Kepala Desa Labuhan Pandan, Sahnan, S,AP dan beberapa perwakilan mahasiswa STKIP HAMZAR dan juga UGR yang sedang KKN di Labuhan Pandan.

Kepala LLK, Lombok Timur, Ahmad Wardi, dalam sambutannya mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh YAP pimpinan Munawir Haris. Dia tidak menduga jika YAP mampu memberikan pelatihan konstruksi baja ringan dan Las tanpa sentuhan pemerintah.

"Saya kira ini sekedar silaturahmi biasa, tapi ternyata inovasi YAP ini sungguh luar biasa diluar pengetahuan saya, bagaikan Lailatul Qadar," kata Wardi.

Dengan adanya program pelatihan gratis seperti ini, Wardi meminta kepada semua peserta pelatihan agar betul-betul memanfaatkan kesempatan yang baik ini. Baginya, program YAP ini bisa membantu pemerintah mencetak pemuda yang berkualitas, seiring dengan sasaran atau tujuan utama pemerintah daerah mengurangi pengangguran dan pengentasan kemiskinan.

Jika nanti sudah selesai mengikuti kursus Wardi berharap agar bisa diterima bekerja di perusahaan yang ada di Desa Labuhan Pandan, umumnya Kecamatan Sambelia. Karena lanjutnya, hasil kursus disertai sertifikat yang diberikan nanti bisa membantu proses administrasi peserta untuk mendapatkan pekerjaan.

"Jika saudara memiliki kompetensi maka, saudara akan diakui oleh negara dibuktikan dengan adanya sertifikat," terang Wardi.

Bukan saja menjadi pekerja tapi kelak bisa menciptakan lapangan kerja sendiri atau peluang usaha lainnya, lebih-lebih bisa membuka lapangan kerja buat warga lainnya.

Tolak ukur keberhasilan kita lanjut Wardi, tergantung berapa persen kita bisa memanfaatkan waktu dan kesempatan untuk merubah hidup kita lebih baik lagi. Waktu, peluang dan kesempatan itu tidak akan bisa datang untuk kedua kalinya.

Kepala Desa Labuhan Pandan, Sahnan, dalam kesempatan yang sama menyampaikan kepada peserta kursus agar benar- benar serius memanfaatkan kesempatan yang baik ini. Karang taruna diharap supaya bisa membackup kegiatan yang ada di Labuhan pandan.

Di Desa Labuhan Pandan katanya sekitar 900 KK yang belum dibangunkan rumahnya pasca gempa. Ini merupakan peluang bagi peserta, apabila nanti setelah selesai kursus bermodalkan sertifikat dan keahlian maka akan bisa bekerja bangun rumah warga. Sertifikat itu juga katanya bisa digunakan untuk bekerja di perusahaan yang ada di Desa Labuhan pandan.

Ketua YAP Munawir Haris panggilan Haris menyatakan, pelatihan ini dilaksanakan setelah melihat kondisi riil di desanya, banyak terjadi pengangguran. Alasan yang mendasar juga kurangnya skill dari pemuda desanya sehingga sulit mendapatkan pekerjaan.

Kegiatan ini menurut Haris yang keempat kalinya dilaksanakan. Sebelumnya, sekitar September 2017 menggelar kursus komputer diikuti oleh 21 orang peserta. Setelah itu, pelatihan berikutnya rencana akan digelar pada 2018 namun karena terjadi gempa pada tahun itu, sehingga dimundurkan dan baru bisa dilaksanakan pada tahun ini.

Haris berharap supaya pelatihan ini bisa diikuti dengan sungguh-sungguh oleh peserta dan ilmunya nanti bisa ditularkan kepada warga lainnya. Untuk diketahui, lembaga sosial yang selalu mensuport program YAP kata Haris adalah Anak-Anak Lombok Timur dan Wilde Genzen yang berada di Belanda.

Bukan itu saja, bersama kedua lembaga tersebut, Haris berhasil mendirikan sekolah terpadu SDI dan SMP  sebanyak 111 siswa. Untuk tahun berikutnya, Haris akan mendirikan SMK terpadu, dimana gedung yang dibangun dua tingkat tersebut sudah siap sekitar 40 persen. Selain itu, YAP juga memberikan pendampingan kepada keluarga miskin dengan membangunkan rumah atau hunian sementara kepada 275 KK berikut 80 MCK.

Dengan dilaksanakannya program ini, Haris berharap kepada pemerintah desa maupun pemerintah daerah agar kedepan bisa membantu lembaganya untuk meningkatkan mutu pendidikan keluarga kurang mampu ataupun anak buruh migrant di desanya.

"Saya harap pemerintah bisa memberikan support moril ataupun materil agar program yang kami laksanakan bermanfaat buat masyarakat rentan ataupun warga lainnya," tutup Haris. (Ggar

Related Posts:

Bersyukurlah! Seluruh Fasilitas Kesehatan di Lombok Timur Tanpa Biaya

Suela. SK_Banyaknya warga kategori miskin yang tidak mendapatkan Kartu Indonesia Sehat/ KIS menjadi polemik dimasyarakat. Untuk itu pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah berkomitmen memberikan dispensasi bagi warga yang tidak mampu membuat Surat Keterangan Tidak Mampu/ SKTM.

Demikian dijelaskan oleh Kepala Puskesmas Suela, dr Ahmad Bardan Salim saat talkshow Speaker Kampung TV membahasakan tentang pelayanan kesehatan Selasa, 13/8/2019 di Studio Speaker Kampung TV.

Bardan menjelaskan bagi pasien yang tidak mampu harus membawa atau membuat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) ke kantor desa. Baru setelah itu, pasien atau keluarga pasien membawanya ke puskesmas untuk diregistrasi agar tidak perlu membayar.

"Nah, itulah enaknya sekarang, per 1 Oktober 2018 Pemerintah Daerah memperbolehkan warga miskin untuk membuat SKTM dari kantor desa," imbuhnya.

SKTM ini merupakan bentuk komitmen atau suport Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur kepada warga yang tidak mampu.

Dan ini menjadi pintu masuk bagi setiap warga yang dikategorikan tidak mampu dimasukkan ke data base terpadu oleh pemerintah desa melalui dinas sosial (dinsos) untuk mendapatkan kartu JKN. (Ggar)

Related Posts:

Kapus Suela: Dilarang Beli Obat di Luar Puskesmas

Suela, SK - Prinsip dasar Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan merupakan hak dasar bagi setiap manusia. Pemerintah selaku pemberi layanan memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut, hal ini sesuai dengan Permenkes Nomor 43 Tahun 2016 tentang SPM kesehatan.

SPM itu juga harus dilaksanakan sesuai SOP yang telah ditentukan pemerintah seperti, jenis obat serta mutu pelayanan menjadi urusan pemerintah.

Untuk mengetahui sejauh mana pemerintah menerapkan atau mengaplikasikan layanan dasar tersebut, maka penggiat media komunitas Speakerkampung.net mengundang Kepala Puskesmas Suela, dr. Bardan Salim, di pandu oleh Widiatul Fitri dan juga Anggar panggilan Fikri pada acara Talkshow Speaker Kampung TV, pada (13/8/2019).

Pada Talkshow tersebut, dr. Bardan Salim menjelaskan, obat generik yang tersedia di puskesmas sudah sesuai standar nasional. Pengadaan obat katanya didasarkan pada formasi dari pemerintah.

"Mindset warga berakibat pada sugesti sehingga berpengaruh terhadap persepsi warga tentang obat," jelas Bardan.

Di era pemerintahan sekarang ini kata Bardan, setiap warga negara yang memiliki kartu Jaminan Kesejahteraan Nasional (JKN) dilarang beli obat di luar puskesmas. Karena lanjutnya, segala jenis obat sudah disediakan di puskesmas, apalagi warga yang sudah memiliki BPJS jelas pelayanannya itu dijamin oleh puskesmas.

Begitu juga pasien yang tidak memiliki BPJS atau pasien umum. Hanya saja kata Bardan, jika pasien umum diharuskan mengganti obat yang diberikan puskesmas. "Obat yang kita berikan pada pasien umum sistem silang," terangnya.

Pwnukis: Anggar

Related Posts:

Pelayanan Kesehatan Belum Berpihak Pada Masyarakat Kecil

Suela. SK_Pelayanan publik selama ini selalu jadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat, baik dikota maupun didesa.

Minimnya pelayanan yang berberpihak kepada masyarakat kecil ini tentunya tidak lepas dengan kurangnya perhatian pemerintah setempat. banyaknya keluhan masyarakt saat berobat di puskesmas.

Pihak puskesmas memberikan persyaratan kepada masyarakat supaya mengakses pelayanan yang gratis. Namun dengan kurangnya sosialisasi dari pemerintah setempat. Informasi ini tidak sampai  ahirnya masyarakat meraskan kesulitan.

Pelayanan publik yang efektif adalah apabila kita sama sama proaktif, baik dari pemerintah masyarakat dan tentunyak pihak kesehatan itu sendiri. Misalnya dari sisi penyebaran informasi dan juga sosialisasi terkait bentuk bentuk pelanannya.

Menurut Kepala puskesmas suela yang akrab disapa  Bardan Salim pelayanan kesehatan  memang belum bisa maksimal sepenuhnya, akan tetapi tetap melakukan perbaikan dan salah satunya dengan adanya akun media sosial facebook puskesmas suela. Ini dibuat untuk menampung segala keluhan masyarakat dari luar, dan bisa disampikan langsung. Dengan demikian keterbukaan informasi bisa terserap.

Penulis : Nani Mulyana

Related Posts:

Aikmel Tangani Sampah dengan Sistem Ecobrick

Aikmel SK_ Sabtu, 24/8/2019 pemerintah Desa Aikmel Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur telah menggalakkan penanganan sampah yang ada di desanya. Dengan menyiapkan lahan Tempat Pembuangan Akhir atau TPA seluas 10 are, berlokasi di sebelah selatan desa Aikmel.

Pemdes Aikmel melalui Unit Usaha BUMDes yakni pengelolaan sampah membagikan masyarakat karung. Kemudian masyarakat mengisinya sampah keluarga.

Karung yang terisi sampah dijemput oleh petugas dalam waktu dua kali dalam seminggu setiap dusun.
 

Dengan di terapakannya cara seperti ini, mudah-mudahan bisa mengurangi volume sampah yang ada di wilayah desa Aikmel.

Tapi kali ini Desa Aikmel melalui LPLP Cemara Rompes bekerja sama dalam penanggulangan dan penataan sampah yang ada di wilayah Desa Aikmel dengan mencoba menerapkan inovasi Ecobrick.

 Koordinator LPLP Cemara Rompes Zainudin Amin dalam sambutannya mengatakan bahwa pentingnya menerapkan inovasi baru untuk mengurangi volume sampah yang ada di wilayah Desa Aikmel.

Lembaga ini memberikan penyuluhan serta edukasi kepada masyarakat dan manfaat dari penerapan hasil inovasi ecobrick.

Dengan harapan, masyarakat mampu memanfaatkan limbah botol minuman  plastik sebagai wadah penyimpanan sampah plastik.

Selain itu, narasumber yang lain juga mengatakan kepada koordinator LPLP Cemara Rompes yaitu Zainudin Amin untuk membentuk sebuah komunitas atau penggiat lingkungan di setiap dusun yang ada di wilayah desa Aikmel dan melakukan koordinasi dengan kepala dinas pendidikan kabupaten Lombok Timur Tengah untuk menyampaikan kepada seluruh kepala sekolah yang berada di lingkup pemerintah kabupaten Lombok Timur.

Untuk menerapkan sistem ecobrick di masing-masing sekolah dan mengadakan event -event tahunan dengan mengangkat tema tentang pengelolaan sampah.


Mudah-mudahan  dengan menerapkan cara seperti ini masyarakat desa Aikmel bisa hidup nyaman tanpa sampah.

Related Posts:

MTS NW Dasan Toya Perangi Sampah dengan Ecobrick

Aikmel. SKSalah satu madrasah dikecamatan aikmel tepatnya MTS NW Dasan Toya Desa Toya Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur berupaya memerangi sampah dengan sistem ecobrick.

Sampah merupakan masalah yang sulit dipecahkan apalagi jika tidak terdapat tempat pembuangan sampah.

Maka sampah akan menjadi maslah besar.
Untuk itu siswa baru diperkenalkan dengan sistem ecobrick.

Mereka terinspirasi dari postingan di facebook. menurut keterangan Kepala MTs NW Dasan Toya, sistem ecobrick mulai ketika ia melihat di akun media sosial.

"dari pengalaman itu kami coba mengajak santri untuk mengelola sampah dengan sistem ecobrick" Jelas Sulistiana Sabtu 24/8/2019.


Semoga dengan ecobrick masalah sampah di madrasah khususnya bisa teratasi dan karakter siswa untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan akan terbentuk.

Ia juga wenjelaskan sampah-sampah plastik itu nantinya akan dimasukkan dalam botol plastik kemudian dipadatkan. Setelelah itu dibuat menjadi hasil karya yg bisa dimanfaatkan seperti taman dan tempat duduk.

Related Posts:

Cemara Rompes Ajak Warga Tangani Sampah Sistem Ecobrick

Aikmel. SK_Permasalah sampah plastik yang terus meningkat menimbulkan dampak buruk di masyarakat. Untuk itu, berbagai upaya dilakukan untuk menangani masalah ini. Pengelolaan sampah plastik pun terus ditingkatkan.

Langkah yang sama juga dilakukan LPLP Cemara Rompes NTB. Lembaga ini sedang mengajak warga menjaga lingkungan khususunya memanfaatkan sampah dengan sistem Ecobrick.  Plastik dirubah menjadi produk yang bermanfaat ramah lingkungan.

Ketua Cemara Rompes, Zainuddin Amin mengatakan, ecobrick dianggap menjadi solusi masalah sampah plastik yang sederhana. Selain ramah lingkungan, rupanya, ecobrick ini mempunyai berbagai memanfaat.

Selain itu, tujuan Cemara Rompes juga akan terus mensosialisasikan kepada warga melalui kelompok yang akan mereka bentuk yang ada di Desa Aikmel Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur.

"salah satu pengelolaan sampah yang kita kembangkan dengan sistem Ecobrick" Jelas Zainuddin saat dikonfirmasi Sabtu 24/8/2019.

Ia juga berencana mengkampanyekan pengelolaan sampah ke semua elemen masyarakat. Sehingga persoalan sampah ini dapat tertangani secara merata.

Related Posts:

Pati Rata Pringgabaya Lahir Untuk Membangun Desa

Peringgabaya SK_Pemuda Pemudi Dasan Lendang, Dusun Dasan Lendang,  Desa Pringgabaya, Kecamatan, Pringgabaya, Lombok Timur-NTB, berinisiasi mendirikan kelompok pemuda dengan niatan mengisi waktu pada kegiatan yang postif.

Pemuda pemudi ini menamakan organisasinya denga sebutan Pati Rata. Seperti kata Rian Arsyat selaku admin Facebook pemuda dalam setatusnya, ia menceritakan Pati Rata ini di ambil dari bahasa aksara Sasak yang memiliki makna  sama rata, sama rasa, kompak, dan persatuan.

Dari pengelingsir gubuk kami di berikan kiasan ini dengan harapan bahwa remaja remaji akan selalu sama rata, selalu bersama dengan kompak dalam melaksanakan aktivitas yang sifat nya membangun gubuk dasan lendang.

Kami ingin membuktikan bahwa saat ini, untuk menjadi pemuda milenial yang gaul dan keren-keren itu tak harus menjadi nakal, akan tetapi bagaimana kami memberikan manfaat sebisa yang kami lakukan dalam kapasitas kami sebagai remaja-remaji dasan lendang (Patirata).

Adapun kegiatan Rutin kami adalah Gerakan Bersih Lingkungan yang kami sebut dengan Geruman. Sebuah gerakan menyapu setiap gang-gang di gubuk kami.

Istilah Geruman itu sendiri sebenarnya di ambil dari sebuah sapu, seperti sapu lidi maupun sapu ijuk, yang mana apabila mereka banyak dan bersama akan membersihkan segala sampah yang di sapunya. Berbeda dengan satu biji maka tidak akan bersih.

Kegiatan-kegiatan kami yang lain nya adalah Ikut terlibat dalam setiap acara adat dan budaya gubuk, sperti Begawe (Pesta.red). Kami mulai membantu dari H-7 acara dan di H-1 pun kami tetap aktif. Mulai dari ikut Mengupas kelapa, nangka, bawang, sampai saad memasak. Dan ikut begadang itu hanya dilakukan hari libur sekolah tambahnya.

Ke inginannya membangun gubuknya membuat masyarakat bangga dengan pergerakan kelompok Patarata tersebut, selain itu mereka menggeret teman-temannya dalam hal yang positif.

Penulis: Rozi Anwar

Related Posts:

HUT RI, Pesan Gubernur NTB Pada Korban Gempa Sambelia

Sambelia,SK- Upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 74 tingkat Kecamatan Sambelia berjalan lancar dihadiri oleh seluruh OPD berlangsung di lapangan umum Desa Senanggalih, Kecamatan, Sambelia, Lombok Timur. NTB. 

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) DR. Zulkieflimansyah dalam sambutannya yang dibacakan oleh pembina upacara camat Sambelia, Drs. Zaitul Akmal MM, mengatakan, dalam momentum yang bersejarah ini katanya, gubernur mengajak masyarakat untuk kembali merenung musibah yang terjadi setahun yang lalu.

Dimana pada akhir Juli hingga Agustus tahun lalu, warga NTB khususnya Sambelia, dua kali ditimpa bencana gempa bumi yang maha dahsyat hingga mengakibatkan ratusan jiwa melayang dan ribuan rumah warga rusak, sarana ibadah dan juga fasilitas umum lainnya.

Pasca terjadinya bencana tidak sedikit warga kehilangan mata pencaharian, kehidupan ekonomi warga menurun drastis. Belum lagi kita melihat rumah warga hancur diguncang gempa bahkan hingga sekarang, tidak sedikit Rumah Tahan Gempa (RTG) yang dijanjikan pemerintah belum siap. Sehingga tidak heran jika masih ada warga yang tinggal di tenda pengungsian. Hal ini tentu begitu memprihatinkan.

Tuhan telah memberikan manusia nikmat kemerdekaan, tapi kemerdekaan yang itu kadang belum bisa dinikmati sepenuhnya oleh rakyat indonesia. Buktinya tidak sedikit warga berada di jurang kemiskinan sehingga banyak yang mengadu nasib mencari penghidupan menjadi buruh migrant.

Pada kata-kata sambutan Gubernur yang dibacakan pembina upacara, pasca bencana terjadi di sektor ekonomi katanya, perekonomian masyarakat sudah mulai tumbuh, investor sudah mulai berdatangan melakukan investasi di NTB.

Dengan masuknya investor asing katanya akan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dia mengajak rakyat NTB untuk menerima kedatangan mereka dengan senyuman dan penuh rasa persaudaraan.

Gubernur berpesan, supaya rakyat terus memberikan dukungannya dalam usaha membangun NTB lebih baik lagi. Ia mengaku pasca gempa, masih banyak warga yang belum memiliki rumah. Kendala yang dihadapi dalam proses pembangunan RTG katanya, harus segera diselesaikan.

Pada isi sambutannya, gubernur juga menyinggung rencana menjadi tuan rumah moto GP 2020 kelas dunia. Pembangunan beberapa dermaga juga menjadi andalan pemerintahan NTB bisa turut menunjang perekonomian masyarakat. (Ggar)

Related Posts:

Selamatkan Hutan Sambelia!

Sambelia, SK - Kebakaran hutan dan lahan sering terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Hutan yang sebenarnya harus dilindungi dan dilestarikan sebagai sumber kehidupan manusia dimana sumber mata air mengalir di dalamnya.

Bukan saja untuk kebutuhan manusia, hutan juga tempat berlindungnya hewan. Jika ini terus dibiarkan maka, habitat flora yang menggantungkan hidupnya di hutan lama kelamaan akan punah.

Lalu, jika masalah ini terus terjadi dan tidak ditemukan solusinya, bagaimana nasib generasi bangsa ke depan, terutama hewan yang ada di dalamnya?

Oleh karena itu, pemerintah maupun aktivis peduli lingkungan segera mengambil langkah turun ke lapangan memberikan pemahaman (sosialisasi) kepada warga bila perlu turut membantu agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak terus terjadi di tanah air tercinta ini. Memberikan edukasi kepada warga adalah salah satu teknis menyadarkan warga bahwa hutan adalah bagian dari hidup kita.

Salah satu contoh, hutan dan lahan dengan luas sekitar 17.477,52 hektar yang berada di Desa Sugian Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, berbatasan dengan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT. Sadana Arif Nusa serta hutan lindung, baru-baru ini mengalami kebakaran. Beruntung kebakaran yang terjadi pada (6/8) tidak merembet ke hutan lainnya. Yang terbakar hanya hutan produksi  atau Hutan Kemitraan Masyarakat (HKM), seluas 23,46 hektar. Demikian keterangan disampaikan ketua tim pengawas hutan Sambelia, Lalu Sapriadi, Jum'at (16/8) di kantornya.

Sebelumnya, media ini pernah menurunkan berita bahwa, pada (6/8) malam, telah terjadi kebakaran. Polsek Sambelia setelah menerima laporan kebakaran, bersama kepolisian resor Lombok Timur, dan camat Sambelia bersama jajarannya, KPH Rinjani Timur bersama anggotanya, langsung lakukan evakuasi memadamkan api dengan alat seadanya.

Mengingat titik api tidak bisa sepenuhnya bisa dipadamkan pada malam itu, keesokan harinya, tim pemadam kebakaran dari kepolisian resor Lombok Timur, DALMAS  satu peleton dan BRIMOB satu peleton dipimpin oleh Kabagop. KOMPOL Eko Mulyadi, SH dengan pasukan sebanyak 70 orang serta polsek Sambelia langsung turun melakukan pemadaman.

Polsek Sambelia, Iptu Zainuddin Basri, mengatakan, sekitar pukul 09.00 WITA, pasukan gabungan langsung turun ke lokasi memadamkan api. Kemudian katanya, titik api yang berhasil terdeteksi sebanyak lima titik. Titik api tersebut berhasil dipadamkan setelah pukul 15.00 sore, karena akses jalan ke lokasi sangat sulit hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.

"Pagi dan sore secara bergantian kami langsung turun ke lokasi memikul air menggunakan jerigen berisi 30 liter sambil membawa alat seadanya seperti sekop untuk menimbun api menggunakan tanah lalu kami siram agar titik api bisa padam permanen," terangnya.

"Alhamdulillah, kami terus memantau hingga malam ini tidak ada terlihat titik api lagi setelah dilihat melalui aplikasi," tambah Zainuddin.

Untuk mengantisipasi kejadian berulang lagi, camat Sambelia, Drs. Zaitul Akmal, pada (15/8) melakukan sosialisasi di kantor Desa Sugian, dengan mengundang semua elemen masyarakat agar sama-sama menjaga hutan.

"Kita terus lakukan sosialisasi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran di sembarang tempat apalagi di hutan," katanya.

Memang kata Akmal, tidak bisa dipungkiri bahwa kebakaran hutan itu diakibatkan oleh ulah manusia yang sengaja ataupun tidak sengaja melakukan pembakaran. Seperti mereka yang ingin membuka lahan pertanian, dia akan melakukan pembakaran tanpa dikontrol sehingga api bisa merambat ke yang lainnya.

Begitu juga dengan mereka (warga) yang sembarangan membuang puntung rokok, pada daun yang sudah kering, bisa juga menimbulkan percikan api sehingga menimbulkan kebakaran yang lebih luas.

Oleh karena itu, pemerintah kecamatan, kepolisian, koramil, melalui pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, yang bertugas di masing-masing desa agar terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat agar karhutla ini tidak terus berulang terjadi karena ini bisa merugikan masyarakat umumnya. (Ggar)

Related Posts:

Kades Beririjarak: Peringati HUT RI Ajang Silaturrahmi

Wanasaba. SK_Dalam rangka memperingati perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 74. Pemerintah Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur bekerja sama dengan Karang Taruna Merdeka Desa Beririjarak mengadakan berbagai macam perlombaan.

Kegiatan yang menjadi agenda tahunan desa ini  melibatkan seluruh elemen masyarakat di Desa Beririjarak, Baik dalam kepantiaan ataupun peserta lomba.

Ketua panitia sekaligus Ketua Karang Taruna Desa Beririjarak Rafii Hamdi mengungkapkan, bahwa kegiatan ini merupakan  kegiatan tahunan Desa Beririjarak sebagai wujud semangat dalam menyambut hari kemerdekaan serta sebagai sarana membangun silaturrahmi antar pemuda dan masyarakat se Desa Beririjarak.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Desa Beririjarak Lalu Pauzi Saat membuka acara Pada Senin, 12/08/19 kemarin di halaman Kantor Desa Beririjarak.


"Kegiatan ini adalah kegiatan tahunan desa, kami berharap dukungan dan partisipasi masyarakat dalam mensukseskan kegiatan ini dengan mengirim sebanyak banyaknya peserta lomba di masing-masing wilayah kekadusan" Ungkap Fauzi.

Related Posts:

20% Dana Desa Wajib Untuk Stunting

Wanasaba, SK_Pemerintah desa wajib anggarkan dana 20% dari APBDes untuk penanganan stunting. Hal ini disampaikan Lalu Abdul Hayyi selaku ketua Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Wanasaba, pada rembuk stunting di Desa Mamben Daya yang merupakan salah satu kegiatan pada program inovasi desa (14/08).

Sebagai bentuk intervensi stunting skala nasional pemerintah pusat melalui kementerian desa telah mengatur kebijakan penggunaan dana desa pada Permen Nomor 16 Tahun 2018 tentang peningkatan gizi masyarakat dan pencegahan terhadap stunting, sambungnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Desa Mamben Daya Fadli, saat membuka kegiatan rembuk stunting ini. Ia juga menyampaikan saat ini Pemerintah Desa Mamben Daya telah menganggarkan untuk pemberian makanan tambahan (PMT) pada kegiatan posyandu untuk memenuhi asupan gizi bayi dan balita.

"Untuk saat ini kami (pemdes.red) sudah menganggarkan untuk PMT pada kegiatan posyandu untuk memenuhi asupan gizi bagi bayi dan balita" jelasnya.

Anggaran untuk PMT ini diberikan oleh desa di masing-masing Posyandu untuk  pemberian PMT pada setiap kali posyandu, kata Ria Zamrutia (24 Tahun) salah satu kader posyandu setelah dikonfirmasi usai mengikuti kegiatan rembuk stunting ini.

Akan tetapi yang menjadi keluhan para kader saat ini ialah terkait fasilitas posyandu utamanya dacin untuk mengukur berat badan anak. Karena sebagian dari dacin-dacin yang ada sudah terpakai lama sehingga terkadang bermasalah kemudian menyebabkan hasil pengukuran berat badan anak menjadi tidak akurat lagi, Sambungnya.

Kami berharap pemerintah desa kedepanya bisa memfasilitasi peremajaan terhadap dacin-dacin yang bermasalah ini supaya data berat anak yang kami laporkan benar-benar akurat, harapnya. (*ci)

Related Posts:

Lomba Junjung Bakul Dongkrak Partisipasi Perempuan Desa

Wanasaba. SK_Momentum 17-an  merupakan saat yang di tunggu-tunggu oleh seluruh Rakyat Indonesia.

Dimana seluruh desa di pelosok Nusantara Ini berlomba-lomba mengadakan  barbagai macam pertandingan.

Mulai dari olah raga sampai pada lomba keterampilan dan tak terkecuali lomba yang unik dan lucu.

Berbagai lomba unik dan lucu diselenggarakan oleh panitia kegiatan.

Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur misalanya. Salah satu lomba unik dan lucu yang selalu  diadakan adalah lomba nyaon bakak kosong (Junjung bakul-red).

Lomba ini selalu menarik perhatian penonton. Selain sebagai hiburan perlombaan ini juga sebagai salah satu cara untuk melatih mental dan konsentrasi. Karena pada lomba ini diperlukan keseimbangan tubuh saat berjalan.

Lomba ini juga dapat mendongkrak minat kelompok perempuan di desa. Ini bisa dibuktikan dengan tingkat partisipasi perempuan sebagai peserta. Pada mata lomba ini pula difasilitasi oleh panitia dengan anggota perempuan.

Bayangkan, dalam kegiatan ini didominasi oleh kelompok perempuan. Mulai dari peserta, panitia acara hingga penontonya dipadati kaum perempuan.

Penulis: Sailal Arimi

Related Posts:

Desa Bagik Manis Inisiasi TV Lokal

Sambelia. SK_Dari ruangan 2x1,5 meter,  siaran TV Kabel Bagik Manis tersebar di 200 pelanggan. Ya, pagi menjelang siang itu sengaja bertandang ke kediaman Kepala Dusun Dasan Bagik Dalem.

Opal Hadi nama akrabnya, ia juga sebagai pengelola sekaligus pemilik media TV Kabel Desa Bagikanis Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur.

TV kabel yang ia kelola saat ini juga sudah memulai menyiapkan kanal baru berupa konten lokal. Kanal tersebut dinamai dengan Bagik manis TV.

Selain memberikan hiburan, kanal Bagikanis TV juga menyebarkan informasi bagi warganya. "kami saat ini sedang menyiarkan informasi lokal, seperti pembangunan desa dan kegiatan-kegiatan di desa" Ujar Opal Hadi saat berada di studio TV Kabelnya Rabu 14/8/2019.


Menurut Opal, selama ini informasi itu sangat penting bagi warga. Untuk mendorong pengetahuan lokal dan memberikan informasi seputar desanya.

"Ya, sekarang informasi lokal bisa diakses oleh masyarakat di desa" Jelasnya.

Related Posts:

Bank Sampah Al-Fadhila Desa Aikmel Timur diapresiasi Wakil Gubernur

Aikmel. SK_08/2019, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah langsung hadir untuk me-launching Bank Sampah Al-Fadhila  Desa Aikmel Timur Kabupaten Lombok Timur.

Bank Sampah merupakan Salah Satu dari Program NTB ZERO WASTE yang di susun oleh Gubernur dan Wakil Gubernur (Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. - Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd.) yang kini semakin dikenal
 masyarakat sampai ke Desa-Desa. ZERO WASTE Adalah sebuah program yang dimana merubah kita menjadi semakino peduli terhadap pentingnya lingkungan yang bersih,sehat dan indah.

Pemerintah Provinsi Berharap di setiap Desa di bentuk sebuah Bank Sampah, dimana Bank Sampah tersebut akan bergerak merubah sampah menjadi sumber daya untuk menjadikan masyarakat sekitar mendapatkan hasil dari pengelolaan sampah tersebut.
Seperti halnya Bank Sampah Al- Fadhila Aikmel Timur yang pada hari ini 13 Agustus 2019 melaunching Bank sampahnya yang langsung di resmikan oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, "Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd."

Dalam paparan Wakil Gubernur saat melaunchig Bank Sampah Al-Fadhila yang di gagas oleh PKH Lombok Timur, ibu Wagub Berharap dorongan dan kerja samanya untuk mensukseskan program NTB ZERO WASTE, dengan tetap bergontong royong,bekerja sama dalam penanganan sampah yang ada di Lingkungan Maupun di Desa, karena pemerintah tidak akan pernah bisa mensukseskan program apapun tanpa ada bantuan dari semua masyarakat.

Related Posts:

Menelisik Tradisi Ziarah Kubur di Lombok

Lombok Timur, SK - Minggu 11/8/2019 ziarah kubur (makam) sudah menjadi tradisi masyarakat sasak menjelang bulan suci Ramadhan dan juga pasca Idul Fitri. Seluruh umad Islam sehabis melaksanakan sholat sunnat Idul Fitri (Ead)  akan berbondong - bondong mengunjungi makam keluarganya yang sudah lebih dulu menghadap sang pencipta.

Setelah mereka bersalam-salaman di masjid sambil mengucapkan Selamat hari raya Idul Fitri, Minal Aidzin Walfaidzin bersama jama'ah lainnya, mereka langsung berkumpul dirumah kemudian berangkat secara barsamaan ke lokasi kuburan dimana tempat keluarganya dimakamkan.

Tidak sedikit dari mereka menangis, menghiba diatas tumpukan tanah sambil memandang batu nisan yang bertuliskan nama keluarganya yang meninggal sembari berdo'a memohon semoga Allah, SWT mengampuni segala dosa yang almarhum/almarhumah lakukan selama hidup di dunia. Mereka berharap, agar keluarganya yang sudah menghadap sang pencipta, ditempatkan di sisi orang-orang beriman.

Diatas kuburan, mereka juga tidak lupa membaca surat Yasin sebelum salah satu dari keluarga mereka memimpin zikir dan do'a,  kemudian diaminkan oleh keluarga lainnya.

Tidak sedikit juga mereka yang tempat tinggalnya jauh dari makam, datang berziarah semata - mata bertujuan untuk mendoakan keluarganya yang sudah tiada.

Sebelum mereka meninggalkan makam, mereka akan mencabut rumput atau ilalang yang tumbuh diatasnya. Lantas, mereka menyiram batu nisan yang tertanam diatas kuburan menggunakan air suci yang mereka bawa dari rumah. Anak - anak, dewasa bahkan orangtua akan mencuci muka mereka menggunakan air yang mereka bawa diatas makam dengan tujuan supaya mereka tidak akan pernah lupa kepada keluarga yang telah meninggalkannya.

Inilah salah satu budaya sasak secara turun temurun diwariskan sebagai tanda jika mereka yang masih hidup tidak pernah melupakan kelurganya yang sudah meninggal dunia.

Menurut salah satu pengunjung makam Widiatul Fitri (30) mengatakan, "Jika kami tidak berkunjung ke makam keluarga setelah turun dari masjid maka, kami merasa tidak sempurna  hari raya yang kami rayakan," katanya.

Begitupula dikatakan penziarah lainya, Ayuni (30) mereka lebih mengutamakan mengunjungi makam sehabis lebaran baru kemudian mereka akan mudik ke rumah - rumah keluarganya yang jauh untuk bersilaturrahmi. Bagi mereka, bersilaturrahmi di momen hari raya idul fitri jauh lebih sempurna dibanding bulan-bulan lainnya

Inilah salah satu keistimewaan hari raya Idul Fitri, mereka bisa berkumpul setelah sekian lama terpisah sambil menikmati libur panjang bersama keluarga tercinta. (Ggar)

Related Posts:

Saka Bahari NTB, Pelatihan Keterampilan

Sambelia, SK - Dalam rangka menyambut HUT RI ke 74, Saka bahari NTB, menggelar lomba keterampilan dengan melibatkan ratusan peserta setingkat SMA dan perguruan tinggi berlangsung di Pos angkatan laut (POSAL) Selak Alas, Desa Padak Goar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB.

Lomba keterampilan saka bahari mulai dilaksanakan dari tanggal 8-10 Agustus 2019. Kegiatan ini sesuai jadwal akan digelar selama dua hari namun, berhubung perayaan hari raya idul adha selang satu hari lagi sehingga, panitia memutuskan kegiatannya berlangsung hanya sehari.

Sekolah yang bergabung dalam saka bahari ini melibatkan Enam belas sekolah se-NTB. Satu dari perguruan tinggi yakni STKIP Hamzar Lombok Timur. Enam belas sekolah itu meliputi gabungan dari SMA yang berada di Kecamatan Lembar sebanyak 35 peserta. Kemudian dari pondok pesantren Haramain, Lombok Barat dan juga Mataram.

Peserta yang paling banyak mengikuti kegiatan  saka bahari Tahun 2019 ini adalah dari Lombok Timur, meliputi beberapa Kecamatan. Diantaranya, Kecamatan  Sambelia, Pringgabaya, Wanasaba, Suela, Labuhan Haji, Masbagik dan Aikmel. Masing-masing sekolah mengutus 20 hingga 35 orang peserta diambil dari siswa-siswi kelas X dan XI.

Merunut pada jumlah sekolah yang terlibat dalam saka bahari kali ini, maka jumlah peserta yang ikut sebanyak 350 hingga 370 peserta. Ditambah dengan pembina sehingga keseluruhan berjumlah 400 orang. Demikian keterangan yang disampaikan ketua pengurus saka bahari NTB, Harmain juhri, pada Jurnalis Speakerkampung.net, pada (10/8/2019).

"Peserta yang bergabung dan aktif sepanjang tahun pada kegiatan saka bahari ini mencapai 370 orang ditambah panitia, 30 orang sehingga berjumlah 400 orang," terang Harmain.

Iven ini digelar selain dalam rangka menyambut hari kemerdekaan, juga untuk mempersiapkan hari pelayaran nusantara yang ke 9 (sembilan) tahun 2019. Mereka akan berlayar menggunakan kapal perang TNI-AL. Peserta akan diajak mengelilingi dan singgah di beberapa pulau di Indonesia. Di pulau persinggahan itu nanti, mereka akan melakukan bakti sosial.

Peserta yang dinyatakan lulus seleksi mewakili provinsinya masing-masing sebanyak 25 orang. Mereka nantinya akan berkumpul di Tanjung Periok, pelabuhan terbesar, tersibuk dan terpadat di Indonesia. Peserta akan diikuti perwakilan dari 33 provinsi di seluruh Indonesia.

Mata lomba yang diberikan panitia seleksi yang sangat menantang adalah lomba keterampilan membuat tenda apung dilaut menggunakan ban dan bambu serta tali. Selain itu, lomba bangunan pasir, lomba memasak cara pengolahan ikan laut dengan sajian khas, miniatur pionering, kreasi memanfaatkan jangkang kerang, lomba ketangkasan dan lainnya.

Selain lomba keterampilan, panitia juga melatih karakteristik peserta dengan menggelar program bela negara, keakraban mengenali karakter masing-masing peserta. Dana kegiatan saka bahari ini menurut Harmain bersumber dari saka bahari sendiri, sekolah, swadaya, simpatian serta dari donatur yang tidak mengikat.

Pembina saka bahari Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Maryanti mengatakan, sangat senang mengikuti kegiatan saka bahari ini. Biasanya tahun-tahun sebelumnya, saka bahari hanya memberikan materi pelatihan saja. Tapi kali ini katanya, diadakan beragam lomba untuk menggali kreasi peserta.

"Saya senang sekali, selama kami aktif di saka bahari, baru kali ini diadakan lomba dan Alhamdulillah utusan gabungan SMA Lembar dapat juara satu," katanya penuh bahagia.

"Tidak sia-sia kami datang jauh-jauh dari Lombok Barat mengikuti lomba saka bahari di Sambelia ini, rasa lelah kami hilang seketika," tambah Maryanti sembari menebar senyum.

Dengan diadakan lomba saka bahari NTB kali ini, panitia berharap kepada semua peserta agar kedepan mereka menyadari bahwa laut Indnesia yang luas dan kaya dengan biotanya, bisa dijaga kelestariannya. Ekosistem yang ada di dalamnya, dijaga dengan baik, tidak membiarkan orang-orang yang tidak bertanggug jawab merusakanya hanya untuk kepentingan  pribadi atau kelompoknya.

Di laut tersimpan harapan, di laut tersimpan kekayaan, di laut tersimpan kejayaan. Jalesvepa Jayamahe. (Ggar)

Related Posts:

Gadget Penjahat Terhadap Anak! Simak Penjelasannya.

Lombok timur SK_ Zaman ini kasus yang baru-baru muncul anak yang membunuh diri karena tak di belikan Gadget oleh orang tua nya dan maraknya cerita nyata yang banyak anak tidak di perhatikan orang tua nya karena sibuk dengan Gadgetnya sendiri.

 Pagi itu (2/8/2019) Tim Speaker Kampung berbincang-bincang lewat Facebook dangan salah satu aktifis anak yang bekerja di PLAN Internasiol, yaitu Bang Sigit Wirasandjaya. Ia mengatakan Apalagi Gadget sudah menjelma menjadi "orang tua" bagi anak anak . Orang tua juga kecanduan Gadget, paling sederhananya mereka asyik dengn group Wa alumni, teman kerja dan bermain medsos.

Ia juga menyentil tentang pengaruh Gadget terhadap sex bebas ia menambahkan orang tua banyak yang menggunakan seks sebagai bahan bercanda, merundung, seperti kasus kekerasan seksual yg dilakukan oleh orang terdekat menjadi naik pesat. Dari data ACWC 2015, 93 % dari 5000 kasus terlaporkan pelaku orang terdekat dan 29 % nya ayah sendiri ujarnya di komentar facebook.

Kecanduan atau ketergantungan terhadap Gadget menjadi persoalan yang tidak pernah di lihat sama banyak orang.

Solisinya adalah Penegakan Hukum harus di lakukan, edukasi ke anak bagaimana bersikap jika menghadapi potensi kekerasan, juga dari orang tua.

Bencana paling buruk tidak saja bencana alam, hilangnya nilai moral, agama justru akan jadi bencana yg paling berbahaya. Banyak kasus kekerasan seksual apalagi perilakunya orang terdekat tidak di proses Hukum dengn alasan aib, adat dan sebagainya. Dan masih banyak orang tidak melihat buruknya dampak kekerasan, banyak orang masih cuek dengan semua itu tambahnya.

Lindungi anak-anak dan perhatikan anak-anak yang ada di sekitar kita, bukan memperhatikan Gadget yang di pegang.

Related Posts:

Kebakaran Hutan dan Lahan Sambelia

Sambelia,SK- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi belakangan ini bukan hanya disebabkan oleh ulah manusia (human error) tapi kebakaran itu bisa terjadi karena faktor cuaca atau alam. Karhutla yang terjadi di Sambelia ini diketahui pada pukul 12 siang, Selasa, (6/8/2019)  di lahan hutan produksi, Desa Bagik Manis berbatasan dengan Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.

Menurut keterangan ketua tim pengawas kehutanan resort Sambelia, Lalu Sapriadi, saat ditemui jurnalis Speakerkampung.net di TKP sekira pukul 23.00 malam mengatakan, berdasarkan laporan yang masuk sekira pukul Duabelas siang, titik api sudah membakar 17 hektar lahan hutan produksi yang belum digarap masyarakat. Hutan produksi tersebut kata Sapriadi, berbatasan langsung dengan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT. Sadana Arif Nusa.

Tim siaga bencana gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat Polres Lombok Timur dan Polsek Sambelia, kehutanan beranggotakan delapan orang, dibantu 28 orang karyawan perusahaan langsung turun ke lokasi dengan membawa mobil tangki air untuk meminimalisir kebakaran lebih luas lagi.

Namun karena medan yang begitu berat dan akses jalan menuju titik api tidak bisa dilalui kendaraan sehingga, tim hanya bisa melakukan sekat secara manual agar kebakaran tidak merambat ke hutan lainnya.

"Kami langsung mengirim dua tangki air serta 28 karyawan perusahaan untuk membantu, tapi karena akses jalan tidak ada sehingga terpaksa kami lakukan sekat (pemisah) antara lahan yang sudah terbakar dengan yang belum terbakar," kata Idham, salah seorang pimpinan perusahaan.

Sebagai pimpinan perusahaan,Idham berharap kepada pihak kehutanan sebagai mitranya, agar  patroli perlu ditingkatkan di musim kemarau ini untuk menghindari kejadian serupa tidak terulang kembali.

Mendengar laporan kebakaran hutan, Camat Sambelia, Zaitul Akmal bersama Kapolsek Iptu. Zainuddin Basri beserta anggota dan lima orang anggota dari Polres Lombok Timur, sekira pukul 18.00 WITA, langsung terjun ke lokasi untuk memantau sekaligus membantu memadamkan api dengan alat seadanya dan setelah titik api dinyatakan sudah tidak ada lagi baru sekitar pukul 00.33 dini hari mereka pulang.

Meskipun begitu, Kapolsek Sambelia melalui telepon selulernya, terus mengingatkan dan meminta kepada ketua tim pengawas kehutanan untuk terus lakukan monitoring tentang Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATHG) yang bakal terjadi.

Camat Sambelia mengatakan, dengan adanya kejadian yang terus berulang setiap tahun, Ia berharap agar pemerintah baik itu dari pemerintah kecamatan, kabupaten dan provinsi harus membentuk tim siaga bencana kebakaran hutan.

"Saya kira ini perlu segera dibentuk tim penanggulangan bencana kebakaran hutan," katanya.

Laporan terakhir tadi (malam-red) dari Sapriadi, sampai api berhasil dipadamkan pada pukul 23.41 malam, luas areal karhutla mencapai 46 Ha. Bertambahnya karhutla ini karena disebabkan oleh cuaca buruk, kencangnya tiupan angin serta arah angin yang tidak menentu. (Ggar)

Related Posts:

Sekilas Tentang Akademi Videografi dan Film di Speaker Kampung

Suela, SK- Akademi Videografi dan Film yang diinisiasi oleh Combine Reseurces Institution (CRI) Jogyakarta dengan menggandeng Engage Media, jogyakarta dan Lembaga Media Komunitas Speaker Kampung Lombok Timur berlangsung di aula kantor Desa Suntalangu, Kecamatan Suela, Lombok Timur, berlangsung sejak 3  dan 4 Agustus 2019.

Worksohop yang digelar selama dua hari ini bertujuan untuk memperovokasi warga dan komunitas supaya aktif menyuarakan permasalahan sosial yang timbul di wilayahnya dengan membuat video atau film berbasi warga.

Video dan film yang akan dirilis itu kemudian nanti akan dipertontonkan ke halayak ramai ketika mengadakan pestival film rencana pada bulan Oktober nanti.

Ketika tayang perdana nanti, panitia pestival akan mengundang semua stakeholder termasuk pemerintah daerah, kecamatan, serta pemdes untuk nonton bareng. Karena cerita yang akan disajikan dalam film itu nanti mengakomodir kepentingan warga akar rumput.

Related Posts:

Satlantas Polres Lombok Timur Layani Pengendara Mendapatkan SIM, Simak Apa Saja Persyaratannya!

Sambelia, SK- Satuan Polisi lalu lintas (Satlantas) Polres Lombok Timur dipimpin oleh Ipda, I Putu Satya Darma, bersama kesatuannya lakukan sosialisasi keamanan, keselamatan dan ketertiban dalam berkendara sekaligus melakukan pelayanan pembuatan SIM keliling ke beberapa wilayah di Lombok Timur.

Sosialisasi dan yanling penyambungan SIM yang akan habis masa berlakunya kali ini berlangsung di kantor Desa Sambelia, dihadiri oleh puluhan warga dari beberapa desa. Yanling yang dilaksanakan ini kata Satya, adalah inisiatif kepala desa Sambelia, Ahmad Subandi,SE.

"Pak Subandi yang mengusulkan ke Kapolres agar kami lakukan yanling. Kapan saja kades minta, kami siap memberikan layanan langsung kepada masyarakat," kata Satya, saat media ini menemuinya di kantor Desa Sambelia, Jum'at (2/8/2019).

Mulanya yanling ini akan digelar dua hari sebelumnya, namun karena ada kegiatan lain sehingga baru bisa dilakukan hari ini (kemarin)
Meskipun waktunya sedikit molor, namun dari pantauan jurnalis Speakerkampung.net terlihat masyarakat begitu antusias mendatangi pelayanan yang dilakukan oleh satlantas lotim ini.

Pelayanan SIM ini lanjut Satya, dalam usaha untuk mewujudkan road safety to zero accident. Kemudian hanya bisa melayani warga yang akan habis masa berlaku SIMnya, minimal pada hari pelayanan. Jika masa berlakunya sudah habis maka tidak bisa dilayani harus membuat SIM baru langsung ke polres Lotim.

"Yang bisa kami layani adalah SIM yang akan habis masa berlakunya, minimal berakhir hari ini. Sedang yang sudah habis masa tenggangnya (mati) diarahkan untuk  bikin ulang karena sudah tidak terintegrasi, datanya otomatis terhapus dari server, " jelas Satya.

Nah, bagi masyarakat yang ingin menyambung SIM yang sudah habis masa berlakunya atau yang mau membuat SIM baru harus melengkapi berkas persyaratan administrasi terlebih dahulu bisa secara kolektif melalui pemerintah desa. Jika semuanya sudah lengkap maka tinggal dibawa ke Polres untuk diproses. Baru setelah itu warga bersama dengan pemdes atau kades pergi ke polres untuk melakukan tes (Safety riding).

Mengingat masyarakat ketika terkena razia polisi ada yang meminta bantuan kades sehingga Subandi menekankan kepada warganya untuk membuat SIM. Masalah seperti apa prosesnya pembuatan, nanti Subandi yang akan berkoordinasi dengan pihak satlantas.

 "Saya ingin warga saya yang memiliki kendaraan bermotor harus punya SIM supaya bebas menggunakan kendaraan tidak ada lagi yang tertangkap karena gara-gara tidak punya SIM," tegas Subandi.

Untuk diketahui syarat membuat SIM harus melengkapi beberapa persyaratan diantaranya:
Fotocopy e-KTP/Suket dari Dukcapil
Surat keterangan dari Puskesmas/dokter
Surat keterangan sehat psikologi
Mengisi formulir

Kemudian bagi masyarakat yang akan membuat SIM untuk diketahui, disesuaikan dengan tarif  BNPB dan peraturan pemerintah Nomor 6 Tahun 2016, untuk SIM C (roda Dua) sebesar Rp 100.000,- kemudian untuk SIM A (roda Empat) Rp 120.000,-.

Melalui media ini, koordinator pelayanan pembuatan SIM keliling, ifda. I Putu Satya Darma, menghimbau kepada semua pengendara motor khususnya pengendara di Lombok Timur, supaya menggunakan helm karena katanya, helm itu bukan saja kebutuhan tapi yang terpenting adalah demi menjaga keselamatan saat berkendara. (Ggar)

Related Posts:

Featured Post

Bupati Lombok Timur Buka Acara Berindu Sembalun

Sembalun. SK_ Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmi buka secara langsung acara Festival Berindu Sembalun Lombok timur yang di adakan oleh t...