Pati Rata Pringgabaya Lahir Untuk Membangun Desa

Peringgabaya SK_Pemuda Pemudi Dasan Lendang, Dusun Dasan Lendang,  Desa Pringgabaya, Kecamatan, Pringgabaya, Lombok Timur-NTB, berinisiasi mendirikan kelompok pemuda dengan niatan mengisi waktu pada kegiatan yang postif.

Pemuda pemudi ini menamakan organisasinya denga sebutan Pati Rata. Seperti kata Rian Arsyat selaku admin Facebook pemuda dalam setatusnya, ia menceritakan Pati Rata ini di ambil dari bahasa aksara Sasak yang memiliki makna  sama rata, sama rasa, kompak, dan persatuan.

Dari pengelingsir gubuk kami di berikan kiasan ini dengan harapan bahwa remaja remaji akan selalu sama rata, selalu bersama dengan kompak dalam melaksanakan aktivitas yang sifat nya membangun gubuk dasan lendang.

Kami ingin membuktikan bahwa saat ini, untuk menjadi pemuda milenial yang gaul dan keren-keren itu tak harus menjadi nakal, akan tetapi bagaimana kami memberikan manfaat sebisa yang kami lakukan dalam kapasitas kami sebagai remaja-remaji dasan lendang (Patirata).

Adapun kegiatan Rutin kami adalah Gerakan Bersih Lingkungan yang kami sebut dengan Geruman. Sebuah gerakan menyapu setiap gang-gang di gubuk kami.

Istilah Geruman itu sendiri sebenarnya di ambil dari sebuah sapu, seperti sapu lidi maupun sapu ijuk, yang mana apabila mereka banyak dan bersama akan membersihkan segala sampah yang di sapunya. Berbeda dengan satu biji maka tidak akan bersih.

Kegiatan-kegiatan kami yang lain nya adalah Ikut terlibat dalam setiap acara adat dan budaya gubuk, sperti Begawe (Pesta.red). Kami mulai membantu dari H-7 acara dan di H-1 pun kami tetap aktif. Mulai dari ikut Mengupas kelapa, nangka, bawang, sampai saad memasak. Dan ikut begadang itu hanya dilakukan hari libur sekolah tambahnya.

Ke inginannya membangun gubuknya membuat masyarakat bangga dengan pergerakan kelompok Patarata tersebut, selain itu mereka menggeret teman-temannya dalam hal yang positif.

Penulis: Rozi Anwar

Related Posts:

HUT RI, Pesan Gubernur NTB Pada Korban Gempa Sambelia

Sambelia,SK- Upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 74 tingkat Kecamatan Sambelia berjalan lancar dihadiri oleh seluruh OPD berlangsung di lapangan umum Desa Senanggalih, Kecamatan, Sambelia, Lombok Timur. NTB. 

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) DR. Zulkieflimansyah dalam sambutannya yang dibacakan oleh pembina upacara camat Sambelia, Drs. Zaitul Akmal MM, mengatakan, dalam momentum yang bersejarah ini katanya, gubernur mengajak masyarakat untuk kembali merenung musibah yang terjadi setahun yang lalu.

Dimana pada akhir Juli hingga Agustus tahun lalu, warga NTB khususnya Sambelia, dua kali ditimpa bencana gempa bumi yang maha dahsyat hingga mengakibatkan ratusan jiwa melayang dan ribuan rumah warga rusak, sarana ibadah dan juga fasilitas umum lainnya.

Pasca terjadinya bencana tidak sedikit warga kehilangan mata pencaharian, kehidupan ekonomi warga menurun drastis. Belum lagi kita melihat rumah warga hancur diguncang gempa bahkan hingga sekarang, tidak sedikit Rumah Tahan Gempa (RTG) yang dijanjikan pemerintah belum siap. Sehingga tidak heran jika masih ada warga yang tinggal di tenda pengungsian. Hal ini tentu begitu memprihatinkan.

Tuhan telah memberikan manusia nikmat kemerdekaan, tapi kemerdekaan yang itu kadang belum bisa dinikmati sepenuhnya oleh rakyat indonesia. Buktinya tidak sedikit warga berada di jurang kemiskinan sehingga banyak yang mengadu nasib mencari penghidupan menjadi buruh migrant.

Pada kata-kata sambutan Gubernur yang dibacakan pembina upacara, pasca bencana terjadi di sektor ekonomi katanya, perekonomian masyarakat sudah mulai tumbuh, investor sudah mulai berdatangan melakukan investasi di NTB.

Dengan masuknya investor asing katanya akan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dia mengajak rakyat NTB untuk menerima kedatangan mereka dengan senyuman dan penuh rasa persaudaraan.

Gubernur berpesan, supaya rakyat terus memberikan dukungannya dalam usaha membangun NTB lebih baik lagi. Ia mengaku pasca gempa, masih banyak warga yang belum memiliki rumah. Kendala yang dihadapi dalam proses pembangunan RTG katanya, harus segera diselesaikan.

Pada isi sambutannya, gubernur juga menyinggung rencana menjadi tuan rumah moto GP 2020 kelas dunia. Pembangunan beberapa dermaga juga menjadi andalan pemerintahan NTB bisa turut menunjang perekonomian masyarakat. (Ggar)

Related Posts:

Selamatkan Hutan Sambelia!

Sambelia, SK - Kebakaran hutan dan lahan sering terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Hutan yang sebenarnya harus dilindungi dan dilestarikan sebagai sumber kehidupan manusia dimana sumber mata air mengalir di dalamnya.

Bukan saja untuk kebutuhan manusia, hutan juga tempat berlindungnya hewan. Jika ini terus dibiarkan maka, habitat flora yang menggantungkan hidupnya di hutan lama kelamaan akan punah.

Lalu, jika masalah ini terus terjadi dan tidak ditemukan solusinya, bagaimana nasib generasi bangsa ke depan, terutama hewan yang ada di dalamnya?

Oleh karena itu, pemerintah maupun aktivis peduli lingkungan segera mengambil langkah turun ke lapangan memberikan pemahaman (sosialisasi) kepada warga bila perlu turut membantu agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak terus terjadi di tanah air tercinta ini. Memberikan edukasi kepada warga adalah salah satu teknis menyadarkan warga bahwa hutan adalah bagian dari hidup kita.

Salah satu contoh, hutan dan lahan dengan luas sekitar 17.477,52 hektar yang berada di Desa Sugian Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, berbatasan dengan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT. Sadana Arif Nusa serta hutan lindung, baru-baru ini mengalami kebakaran. Beruntung kebakaran yang terjadi pada (6/8) tidak merembet ke hutan lainnya. Yang terbakar hanya hutan produksi  atau Hutan Kemitraan Masyarakat (HKM), seluas 23,46 hektar. Demikian keterangan disampaikan ketua tim pengawas hutan Sambelia, Lalu Sapriadi, Jum'at (16/8) di kantornya.

Sebelumnya, media ini pernah menurunkan berita bahwa, pada (6/8) malam, telah terjadi kebakaran. Polsek Sambelia setelah menerima laporan kebakaran, bersama kepolisian resor Lombok Timur, dan camat Sambelia bersama jajarannya, KPH Rinjani Timur bersama anggotanya, langsung lakukan evakuasi memadamkan api dengan alat seadanya.

Mengingat titik api tidak bisa sepenuhnya bisa dipadamkan pada malam itu, keesokan harinya, tim pemadam kebakaran dari kepolisian resor Lombok Timur, DALMAS  satu peleton dan BRIMOB satu peleton dipimpin oleh Kabagop. KOMPOL Eko Mulyadi, SH dengan pasukan sebanyak 70 orang serta polsek Sambelia langsung turun melakukan pemadaman.

Polsek Sambelia, Iptu Zainuddin Basri, mengatakan, sekitar pukul 09.00 WITA, pasukan gabungan langsung turun ke lokasi memadamkan api. Kemudian katanya, titik api yang berhasil terdeteksi sebanyak lima titik. Titik api tersebut berhasil dipadamkan setelah pukul 15.00 sore, karena akses jalan ke lokasi sangat sulit hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.

"Pagi dan sore secara bergantian kami langsung turun ke lokasi memikul air menggunakan jerigen berisi 30 liter sambil membawa alat seadanya seperti sekop untuk menimbun api menggunakan tanah lalu kami siram agar titik api bisa padam permanen," terangnya.

"Alhamdulillah, kami terus memantau hingga malam ini tidak ada terlihat titik api lagi setelah dilihat melalui aplikasi," tambah Zainuddin.

Untuk mengantisipasi kejadian berulang lagi, camat Sambelia, Drs. Zaitul Akmal, pada (15/8) melakukan sosialisasi di kantor Desa Sugian, dengan mengundang semua elemen masyarakat agar sama-sama menjaga hutan.

"Kita terus lakukan sosialisasi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran di sembarang tempat apalagi di hutan," katanya.

Memang kata Akmal, tidak bisa dipungkiri bahwa kebakaran hutan itu diakibatkan oleh ulah manusia yang sengaja ataupun tidak sengaja melakukan pembakaran. Seperti mereka yang ingin membuka lahan pertanian, dia akan melakukan pembakaran tanpa dikontrol sehingga api bisa merambat ke yang lainnya.

Begitu juga dengan mereka (warga) yang sembarangan membuang puntung rokok, pada daun yang sudah kering, bisa juga menimbulkan percikan api sehingga menimbulkan kebakaran yang lebih luas.

Oleh karena itu, pemerintah kecamatan, kepolisian, koramil, melalui pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, yang bertugas di masing-masing desa agar terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat agar karhutla ini tidak terus berulang terjadi karena ini bisa merugikan masyarakat umumnya. (Ggar)

Related Posts:

Kades Beririjarak: Peringati HUT RI Ajang Silaturrahmi

Wanasaba. SK_Dalam rangka memperingati perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 74. Pemerintah Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur bekerja sama dengan Karang Taruna Merdeka Desa Beririjarak mengadakan berbagai macam perlombaan.

Kegiatan yang menjadi agenda tahunan desa ini  melibatkan seluruh elemen masyarakat di Desa Beririjarak, Baik dalam kepantiaan ataupun peserta lomba.

Ketua panitia sekaligus Ketua Karang Taruna Desa Beririjarak Rafii Hamdi mengungkapkan, bahwa kegiatan ini merupakan  kegiatan tahunan Desa Beririjarak sebagai wujud semangat dalam menyambut hari kemerdekaan serta sebagai sarana membangun silaturrahmi antar pemuda dan masyarakat se Desa Beririjarak.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Desa Beririjarak Lalu Pauzi Saat membuka acara Pada Senin, 12/08/19 kemarin di halaman Kantor Desa Beririjarak.


"Kegiatan ini adalah kegiatan tahunan desa, kami berharap dukungan dan partisipasi masyarakat dalam mensukseskan kegiatan ini dengan mengirim sebanyak banyaknya peserta lomba di masing-masing wilayah kekadusan" Ungkap Fauzi.

Related Posts:

20% Dana Desa Wajib Untuk Stunting

Wanasaba, SK_Pemerintah desa wajib anggarkan dana 20% dari APBDes untuk penanganan stunting. Hal ini disampaikan Lalu Abdul Hayyi selaku ketua Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Wanasaba, pada rembuk stunting di Desa Mamben Daya yang merupakan salah satu kegiatan pada program inovasi desa (14/08).

Sebagai bentuk intervensi stunting skala nasional pemerintah pusat melalui kementerian desa telah mengatur kebijakan penggunaan dana desa pada Permen Nomor 16 Tahun 2018 tentang peningkatan gizi masyarakat dan pencegahan terhadap stunting, sambungnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Desa Mamben Daya Fadli, saat membuka kegiatan rembuk stunting ini. Ia juga menyampaikan saat ini Pemerintah Desa Mamben Daya telah menganggarkan untuk pemberian makanan tambahan (PMT) pada kegiatan posyandu untuk memenuhi asupan gizi bayi dan balita.

"Untuk saat ini kami (pemdes.red) sudah menganggarkan untuk PMT pada kegiatan posyandu untuk memenuhi asupan gizi bagi bayi dan balita" jelasnya.

Anggaran untuk PMT ini diberikan oleh desa di masing-masing Posyandu untuk  pemberian PMT pada setiap kali posyandu, kata Ria Zamrutia (24 Tahun) salah satu kader posyandu setelah dikonfirmasi usai mengikuti kegiatan rembuk stunting ini.

Akan tetapi yang menjadi keluhan para kader saat ini ialah terkait fasilitas posyandu utamanya dacin untuk mengukur berat badan anak. Karena sebagian dari dacin-dacin yang ada sudah terpakai lama sehingga terkadang bermasalah kemudian menyebabkan hasil pengukuran berat badan anak menjadi tidak akurat lagi, Sambungnya.

Kami berharap pemerintah desa kedepanya bisa memfasilitasi peremajaan terhadap dacin-dacin yang bermasalah ini supaya data berat anak yang kami laporkan benar-benar akurat, harapnya. (*ci)

Related Posts:

Lomba Junjung Bakul Dongkrak Partisipasi Perempuan Desa

Wanasaba. SK_Momentum 17-an  merupakan saat yang di tunggu-tunggu oleh seluruh Rakyat Indonesia.

Dimana seluruh desa di pelosok Nusantara Ini berlomba-lomba mengadakan  barbagai macam pertandingan.

Mulai dari olah raga sampai pada lomba keterampilan dan tak terkecuali lomba yang unik dan lucu.

Berbagai lomba unik dan lucu diselenggarakan oleh panitia kegiatan.

Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur misalanya. Salah satu lomba unik dan lucu yang selalu  diadakan adalah lomba nyaon bakak kosong (Junjung bakul-red).

Lomba ini selalu menarik perhatian penonton. Selain sebagai hiburan perlombaan ini juga sebagai salah satu cara untuk melatih mental dan konsentrasi. Karena pada lomba ini diperlukan keseimbangan tubuh saat berjalan.

Lomba ini juga dapat mendongkrak minat kelompok perempuan di desa. Ini bisa dibuktikan dengan tingkat partisipasi perempuan sebagai peserta. Pada mata lomba ini pula difasilitasi oleh panitia dengan anggota perempuan.

Bayangkan, dalam kegiatan ini didominasi oleh kelompok perempuan. Mulai dari peserta, panitia acara hingga penontonya dipadati kaum perempuan.

Penulis: Sailal Arimi

Related Posts:

Desa Bagik Manis Inisiasi TV Lokal

Sambelia. SK_Dari ruangan 2x1,5 meter,  siaran TV Kabel Bagik Manis tersebar di 200 pelanggan. Ya, pagi menjelang siang itu sengaja bertandang ke kediaman Kepala Dusun Dasan Bagik Dalem.

Opal Hadi nama akrabnya, ia juga sebagai pengelola sekaligus pemilik media TV Kabel Desa Bagikanis Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur.

TV kabel yang ia kelola saat ini juga sudah memulai menyiapkan kanal baru berupa konten lokal. Kanal tersebut dinamai dengan Bagik manis TV.

Selain memberikan hiburan, kanal Bagikanis TV juga menyebarkan informasi bagi warganya. "kami saat ini sedang menyiarkan informasi lokal, seperti pembangunan desa dan kegiatan-kegiatan di desa" Ujar Opal Hadi saat berada di studio TV Kabelnya Rabu 14/8/2019.


Menurut Opal, selama ini informasi itu sangat penting bagi warga. Untuk mendorong pengetahuan lokal dan memberikan informasi seputar desanya.

"Ya, sekarang informasi lokal bisa diakses oleh masyarakat di desa" Jelasnya.

Related Posts:

Bank Sampah Al-Fadhila Desa Aikmel Timur diapresiasi Wakil Gubernur

Aikmel. SK_08/2019, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah langsung hadir untuk me-launching Bank Sampah Al-Fadhila  Desa Aikmel Timur Kabupaten Lombok Timur.

Bank Sampah merupakan Salah Satu dari Program NTB ZERO WASTE yang di susun oleh Gubernur dan Wakil Gubernur (Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. - Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd.) yang kini semakin dikenal
 masyarakat sampai ke Desa-Desa. ZERO WASTE Adalah sebuah program yang dimana merubah kita menjadi semakino peduli terhadap pentingnya lingkungan yang bersih,sehat dan indah.

Pemerintah Provinsi Berharap di setiap Desa di bentuk sebuah Bank Sampah, dimana Bank Sampah tersebut akan bergerak merubah sampah menjadi sumber daya untuk menjadikan masyarakat sekitar mendapatkan hasil dari pengelolaan sampah tersebut.
Seperti halnya Bank Sampah Al- Fadhila Aikmel Timur yang pada hari ini 13 Agustus 2019 melaunching Bank sampahnya yang langsung di resmikan oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, "Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd."

Dalam paparan Wakil Gubernur saat melaunchig Bank Sampah Al-Fadhila yang di gagas oleh PKH Lombok Timur, ibu Wagub Berharap dorongan dan kerja samanya untuk mensukseskan program NTB ZERO WASTE, dengan tetap bergontong royong,bekerja sama dalam penanganan sampah yang ada di Lingkungan Maupun di Desa, karena pemerintah tidak akan pernah bisa mensukseskan program apapun tanpa ada bantuan dari semua masyarakat.

Related Posts:

Saka Bahari NTB, Pelatihan Keterampilan

Sambelia, SK - Dalam rangka menyambut HUT RI ke 74, Saka bahari NTB, menggelar lomba keterampilan dengan melibatkan ratusan peserta setingkat SMA dan perguruan tinggi berlangsung di Pos angkatan laut (POSAL) Selak Alas, Desa Padak Goar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB.

Lomba keterampilan saka bahari mulai dilaksanakan dari tanggal 8-10 Agustus 2019. Kegiatan ini sesuai jadwal akan digelar selama dua hari namun, berhubung perayaan hari raya idul adha selang satu hari lagi sehingga, panitia memutuskan kegiatannya berlangsung hanya sehari.

Sekolah yang bergabung dalam saka bahari ini melibatkan Enam belas sekolah se-NTB. Satu dari perguruan tinggi yakni STKIP Hamzar Lombok Timur. Enam belas sekolah itu meliputi gabungan dari SMA yang berada di Kecamatan Lembar sebanyak 35 peserta. Kemudian dari pondok pesantren Haramain, Lombok Barat dan juga Mataram.

Peserta yang paling banyak mengikuti kegiatan  saka bahari Tahun 2019 ini adalah dari Lombok Timur, meliputi beberapa Kecamatan. Diantaranya, Kecamatan  Sambelia, Pringgabaya, Wanasaba, Suela, Labuhan Haji, Masbagik dan Aikmel. Masing-masing sekolah mengutus 20 hingga 35 orang peserta diambil dari siswa-siswi kelas X dan XI.

Merunut pada jumlah sekolah yang terlibat dalam saka bahari kali ini, maka jumlah peserta yang ikut sebanyak 350 hingga 370 peserta. Ditambah dengan pembina sehingga keseluruhan berjumlah 400 orang. Demikian keterangan yang disampaikan ketua pengurus saka bahari NTB, Harmain juhri, pada Jurnalis Speakerkampung.net, pada (10/8/2019).

"Peserta yang bergabung dan aktif sepanjang tahun pada kegiatan saka bahari ini mencapai 370 orang ditambah panitia, 30 orang sehingga berjumlah 400 orang," terang Harmain.

Iven ini digelar selain dalam rangka menyambut hari kemerdekaan, juga untuk mempersiapkan hari pelayaran nusantara yang ke 9 (sembilan) tahun 2019. Mereka akan berlayar menggunakan kapal perang TNI-AL. Peserta akan diajak mengelilingi dan singgah di beberapa pulau di Indonesia. Di pulau persinggahan itu nanti, mereka akan melakukan bakti sosial.

Peserta yang dinyatakan lulus seleksi mewakili provinsinya masing-masing sebanyak 25 orang. Mereka nantinya akan berkumpul di Tanjung Periok, pelabuhan terbesar, tersibuk dan terpadat di Indonesia. Peserta akan diikuti perwakilan dari 33 provinsi di seluruh Indonesia.

Mata lomba yang diberikan panitia seleksi yang sangat menantang adalah lomba keterampilan membuat tenda apung dilaut menggunakan ban dan bambu serta tali. Selain itu, lomba bangunan pasir, lomba memasak cara pengolahan ikan laut dengan sajian khas, miniatur pionering, kreasi memanfaatkan jangkang kerang, lomba ketangkasan dan lainnya.

Selain lomba keterampilan, panitia juga melatih karakteristik peserta dengan menggelar program bela negara, keakraban mengenali karakter masing-masing peserta. Dana kegiatan saka bahari ini menurut Harmain bersumber dari saka bahari sendiri, sekolah, swadaya, simpatian serta dari donatur yang tidak mengikat.

Pembina saka bahari Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Maryanti mengatakan, sangat senang mengikuti kegiatan saka bahari ini. Biasanya tahun-tahun sebelumnya, saka bahari hanya memberikan materi pelatihan saja. Tapi kali ini katanya, diadakan beragam lomba untuk menggali kreasi peserta.

"Saya senang sekali, selama kami aktif di saka bahari, baru kali ini diadakan lomba dan Alhamdulillah utusan gabungan SMA Lembar dapat juara satu," katanya penuh bahagia.

"Tidak sia-sia kami datang jauh-jauh dari Lombok Barat mengikuti lomba saka bahari di Sambelia ini, rasa lelah kami hilang seketika," tambah Maryanti sembari menebar senyum.

Dengan diadakan lomba saka bahari NTB kali ini, panitia berharap kepada semua peserta agar kedepan mereka menyadari bahwa laut Indnesia yang luas dan kaya dengan biotanya, bisa dijaga kelestariannya. Ekosistem yang ada di dalamnya, dijaga dengan baik, tidak membiarkan orang-orang yang tidak bertanggug jawab merusakanya hanya untuk kepentingan  pribadi atau kelompoknya.

Di laut tersimpan harapan, di laut tersimpan kekayaan, di laut tersimpan kejayaan. Jalesvepa Jayamahe. (Ggar)

Related Posts:

Gadget Penjahat Terhadap Anak! Simak Penjelasannya.

Lombok timur SK_ Zaman ini kasus yang baru-baru muncul anak yang membunuh diri karena tak di belikan Gadget oleh orang tua nya dan maraknya cerita nyata yang banyak anak tidak di perhatikan orang tua nya karena sibuk dengan Gadgetnya sendiri.

 Pagi itu (2/8/2019) Tim Speaker Kampung berbincang-bincang lewat Facebook dangan salah satu aktifis anak yang bekerja di PLAN Internasiol, yaitu Bang Sigit Wirasandjaya. Ia mengatakan Apalagi Gadget sudah menjelma menjadi "orang tua" bagi anak anak . Orang tua juga kecanduan Gadget, paling sederhananya mereka asyik dengn group Wa alumni, teman kerja dan bermain medsos.

Ia juga menyentil tentang pengaruh Gadget terhadap sex bebas ia menambahkan orang tua banyak yang menggunakan seks sebagai bahan bercanda, merundung, seperti kasus kekerasan seksual yg dilakukan oleh orang terdekat menjadi naik pesat. Dari data ACWC 2015, 93 % dari 5000 kasus terlaporkan pelaku orang terdekat dan 29 % nya ayah sendiri ujarnya di komentar facebook.

Kecanduan atau ketergantungan terhadap Gadget menjadi persoalan yang tidak pernah di lihat sama banyak orang.

Solisinya adalah Penegakan Hukum harus di lakukan, edukasi ke anak bagaimana bersikap jika menghadapi potensi kekerasan, juga dari orang tua.

Bencana paling buruk tidak saja bencana alam, hilangnya nilai moral, agama justru akan jadi bencana yg paling berbahaya. Banyak kasus kekerasan seksual apalagi perilakunya orang terdekat tidak di proses Hukum dengn alasan aib, adat dan sebagainya. Dan masih banyak orang tidak melihat buruknya dampak kekerasan, banyak orang masih cuek dengan semua itu tambahnya.

Lindungi anak-anak dan perhatikan anak-anak yang ada di sekitar kita, bukan memperhatikan Gadget yang di pegang.

Related Posts:

Kebakaran Hutan dan Lahan Sambelia

Sambelia,SK- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi belakangan ini bukan hanya disebabkan oleh ulah manusia (human error) tapi kebakaran itu bisa terjadi karena faktor cuaca atau alam. Karhutla yang terjadi di Sambelia ini diketahui pada pukul 12 siang, Selasa, (6/8/2019)  di lahan hutan produksi, Desa Bagik Manis berbatasan dengan Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.

Menurut keterangan ketua tim pengawas kehutanan resort Sambelia, Lalu Sapriadi, saat ditemui jurnalis Speakerkampung.net di TKP sekira pukul 23.00 malam mengatakan, berdasarkan laporan yang masuk sekira pukul Duabelas siang, titik api sudah membakar 17 hektar lahan hutan produksi yang belum digarap masyarakat. Hutan produksi tersebut kata Sapriadi, berbatasan langsung dengan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT. Sadana Arif Nusa.

Tim siaga bencana gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat Polres Lombok Timur dan Polsek Sambelia, kehutanan beranggotakan delapan orang, dibantu 28 orang karyawan perusahaan langsung turun ke lokasi dengan membawa mobil tangki air untuk meminimalisir kebakaran lebih luas lagi.

Namun karena medan yang begitu berat dan akses jalan menuju titik api tidak bisa dilalui kendaraan sehingga, tim hanya bisa melakukan sekat secara manual agar kebakaran tidak merambat ke hutan lainnya.

"Kami langsung mengirim dua tangki air serta 28 karyawan perusahaan untuk membantu, tapi karena akses jalan tidak ada sehingga terpaksa kami lakukan sekat (pemisah) antara lahan yang sudah terbakar dengan yang belum terbakar," kata Idham, salah seorang pimpinan perusahaan.

Sebagai pimpinan perusahaan,Idham berharap kepada pihak kehutanan sebagai mitranya, agar  patroli perlu ditingkatkan di musim kemarau ini untuk menghindari kejadian serupa tidak terulang kembali.

Mendengar laporan kebakaran hutan, Camat Sambelia, Zaitul Akmal bersama Kapolsek Iptu. Zainuddin Basri beserta anggota dan lima orang anggota dari Polres Lombok Timur, sekira pukul 18.00 WITA, langsung terjun ke lokasi untuk memantau sekaligus membantu memadamkan api dengan alat seadanya dan setelah titik api dinyatakan sudah tidak ada lagi baru sekitar pukul 00.33 dini hari mereka pulang.

Meskipun begitu, Kapolsek Sambelia melalui telepon selulernya, terus mengingatkan dan meminta kepada ketua tim pengawas kehutanan untuk terus lakukan monitoring tentang Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATHG) yang bakal terjadi.

Camat Sambelia mengatakan, dengan adanya kejadian yang terus berulang setiap tahun, Ia berharap agar pemerintah baik itu dari pemerintah kecamatan, kabupaten dan provinsi harus membentuk tim siaga bencana kebakaran hutan.

"Saya kira ini perlu segera dibentuk tim penanggulangan bencana kebakaran hutan," katanya.

Laporan terakhir tadi (malam-red) dari Sapriadi, sampai api berhasil dipadamkan pada pukul 23.41 malam, luas areal karhutla mencapai 46 Ha. Bertambahnya karhutla ini karena disebabkan oleh cuaca buruk, kencangnya tiupan angin serta arah angin yang tidak menentu. (Ggar)

Related Posts:

Sekilas Tentang Akademi Videografi dan Film di Speaker Kampung

Suela, SK- Akademi Videografi dan Film yang diinisiasi oleh Combine Reseurces Institution (CRI) Jogyakarta dengan menggandeng Engage Media, jogyakarta dan Lembaga Media Komunitas Speaker Kampung Lombok Timur berlangsung di aula kantor Desa Suntalangu, Kecamatan Suela, Lombok Timur, berlangsung sejak 3  dan 4 Agustus 2019.

Worksohop yang digelar selama dua hari ini bertujuan untuk memperovokasi warga dan komunitas supaya aktif menyuarakan permasalahan sosial yang timbul di wilayahnya dengan membuat video atau film berbasi warga.

Video dan film yang akan dirilis itu kemudian nanti akan dipertontonkan ke halayak ramai ketika mengadakan pestival film rencana pada bulan Oktober nanti.

Ketika tayang perdana nanti, panitia pestival akan mengundang semua stakeholder termasuk pemerintah daerah, kecamatan, serta pemdes untuk nonton bareng. Karena cerita yang akan disajikan dalam film itu nanti mengakomodir kepentingan warga akar rumput.

Related Posts:

Satlantas Polres Lombok Timur Layani Pengendara Mendapatkan SIM, Simak Apa Saja Persyaratannya!

Sambelia, SK- Satuan Polisi lalu lintas (Satlantas) Polres Lombok Timur dipimpin oleh Ipda, I Putu Satya Darma, bersama kesatuannya lakukan sosialisasi keamanan, keselamatan dan ketertiban dalam berkendara sekaligus melakukan pelayanan pembuatan SIM keliling ke beberapa wilayah di Lombok Timur.

Sosialisasi dan yanling penyambungan SIM yang akan habis masa berlakunya kali ini berlangsung di kantor Desa Sambelia, dihadiri oleh puluhan warga dari beberapa desa. Yanling yang dilaksanakan ini kata Satya, adalah inisiatif kepala desa Sambelia, Ahmad Subandi,SE.

"Pak Subandi yang mengusulkan ke Kapolres agar kami lakukan yanling. Kapan saja kades minta, kami siap memberikan layanan langsung kepada masyarakat," kata Satya, saat media ini menemuinya di kantor Desa Sambelia, Jum'at (2/8/2019).

Mulanya yanling ini akan digelar dua hari sebelumnya, namun karena ada kegiatan lain sehingga baru bisa dilakukan hari ini (kemarin)
Meskipun waktunya sedikit molor, namun dari pantauan jurnalis Speakerkampung.net terlihat masyarakat begitu antusias mendatangi pelayanan yang dilakukan oleh satlantas lotim ini.

Pelayanan SIM ini lanjut Satya, dalam usaha untuk mewujudkan road safety to zero accident. Kemudian hanya bisa melayani warga yang akan habis masa berlaku SIMnya, minimal pada hari pelayanan. Jika masa berlakunya sudah habis maka tidak bisa dilayani harus membuat SIM baru langsung ke polres Lotim.

"Yang bisa kami layani adalah SIM yang akan habis masa berlakunya, minimal berakhir hari ini. Sedang yang sudah habis masa tenggangnya (mati) diarahkan untuk  bikin ulang karena sudah tidak terintegrasi, datanya otomatis terhapus dari server, " jelas Satya.

Nah, bagi masyarakat yang ingin menyambung SIM yang sudah habis masa berlakunya atau yang mau membuat SIM baru harus melengkapi berkas persyaratan administrasi terlebih dahulu bisa secara kolektif melalui pemerintah desa. Jika semuanya sudah lengkap maka tinggal dibawa ke Polres untuk diproses. Baru setelah itu warga bersama dengan pemdes atau kades pergi ke polres untuk melakukan tes (Safety riding).

Mengingat masyarakat ketika terkena razia polisi ada yang meminta bantuan kades sehingga Subandi menekankan kepada warganya untuk membuat SIM. Masalah seperti apa prosesnya pembuatan, nanti Subandi yang akan berkoordinasi dengan pihak satlantas.

 "Saya ingin warga saya yang memiliki kendaraan bermotor harus punya SIM supaya bebas menggunakan kendaraan tidak ada lagi yang tertangkap karena gara-gara tidak punya SIM," tegas Subandi.

Untuk diketahui syarat membuat SIM harus melengkapi beberapa persyaratan diantaranya:
Fotocopy e-KTP/Suket dari Dukcapil
Surat keterangan dari Puskesmas/dokter
Surat keterangan sehat psikologi
Mengisi formulir

Kemudian bagi masyarakat yang akan membuat SIM untuk diketahui, disesuaikan dengan tarif  BNPB dan peraturan pemerintah Nomor 6 Tahun 2016, untuk SIM C (roda Dua) sebesar Rp 100.000,- kemudian untuk SIM A (roda Empat) Rp 120.000,-.

Melalui media ini, koordinator pelayanan pembuatan SIM keliling, ifda. I Putu Satya Darma, menghimbau kepada semua pengendara motor khususnya pengendara di Lombok Timur, supaya menggunakan helm karena katanya, helm itu bukan saja kebutuhan tapi yang terpenting adalah demi menjaga keselamatan saat berkendara. (Ggar)

Related Posts:

KKN UGR Gelar Seminar Pengembangan Potensi Pariwisata dan UMKM Sambelia

Sambelia, SK- Mahasiswa Universitas Gunung Rinjani (UGR) menggelar seminar pengembangan potensi desa berbasis lokal untuk mengedukasi masyarakat cara mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan promosi pariwisata pada, Senin (29/7/2019) di Kantor Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB.

Ketua penyelenggara sekaligus ketua kelompok KKN UGR, Desa Sambelia, Yudha Melia Sandi, saat membuka acara mengatakan, seminar ini digelar bertujuan untuk membina kelompok usaha tani Desa Sambelia, bagaimana mengembangkan UMKM yang ada dengan memanfaatkan produk pertanian lokal agar memiliki nilai ekonomi.

Bukan itu saja, Yuda bersama teman-temannya berinovasi turut mempromosikan potensi pariwisata yang ada di Sambelia untuk dikembangkan supaya lebih produktif sehingga bisa menciptakan lapangan kerja bagi pemuda atau masyarakat sekitar.

Untuk membuktikan kesungguhannya, Yudha bersama mahasiswa lainnya menghadirkan Supiandi, SE pendiri Berugak Lombok sebagai pemateri yang kesehariannya eksis dalam usaha pengembangan UMKM di Lombok. Seminar itu dihadiri oleh puluhan mahasiswa dan masyarakat Sambelia. Pemuda calon Doktor jebolan UGM ini sangat reaktif menjawab pertanyaan yang diajukan penanya, berikut solusi pemecahan masalahnya.

Dalam paparannya Supiandi menjelaskan, menurut data BPS terbaru, dari 162 juta penduduk Indonesia, sekitar 143 juta rakyat sudah terkoneksi dengan internet dalam mengembangkan usahanya.

"Penduduk Indonesia di era ini dalam mengembangkan bisnisnya ataupun berbelanja sudah banyak beralih ke digital, sebut saja belanja secara online," terangnya.

Namun berbelanja secara online tidak ada yang bisa menjamin keasliannya. Tidak sedikit pula masyarakat tertipu dengan media sosial. Peluang digital itu katanya banyak yang positif dan negatifnya, tergantung mereka yang mengendalikannya.

Ketua Badan Pengembangan Promosi Daerah (BPPD) Lombok Timur, Ahmad Roji, yang hadir sebagai pemateri pada seminar tersebut berjanji akan terus mendorong potensi pariwisata berkelanjutan di setiap wilayah. Misalnya membangun foto sport pada tempat yang bisa menarik pengunjung atau wisatawan.

Agar semua itu bisa terwujud maka pemdes diharap agar mensupport obyek wisata demi kemandirian pemuda. "Hanya industri pariwisata yang bisa mengganti industri lain di Lombok," katanya.

Dia meminta kepada pemerintah desa agar bisa merasionalisasikan potensi wisata lokal sebagai investasi kecil. Untuk meningkatkan potensi wisata lanjutnya, harus melibatkan kalangan akademisi.

Pada era kreatif seperti sekarang ini kita tidak bisa menyalahkan lingkungan. Kita harus bisa menata lingkungan dengan sebaik-baiknya, menyediakan destinasi seperti kolam renang, (berugak) tempat beristirahat melepas lelah bagi para wisatawan.

"Jangan memutus objek wisata itu tanpa perhitungan yang matang agar tidak menimbulkan kerugian bagi pengelola lebih-lebih bagi lingkungan," pesannya. (Ggar)

Related Posts:

Sekilas Suplai Air Bersih ke Desa Ketangga

Ketangga.SK_Beberapa minggu terakhir ini, Krisis Air yang melanda Desa Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur semakin parah. Banyak warga mengeluh dan tak jarang yang pergi mengambil air ke Dusun Tibu Jukung Desa Suela. Bahkan untuk mencuci pakain saja mereka rela berjalan sekian kilo ke Kokoq (Sungai_red) Peropok untuk mencari air.

Melihat kondisi tersebut TKSK Kecamatan Suela Samsul Mujahidin berinisiatif untuk bersurat ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok  Timur, Dinas Sosial, Bupati Lombok Timur dan juga Pihak PDAM yang memang punya tanggung jawab untuk memberikan solusi atas kekeringan air bersih ini.

Selain itu juga Samsul Mujahidin mengatakan bahwa bukan hanya suplai air bersih saja akan tetapi pelayanan PDAM ini agar lebih baik lagi.

“ Minimal PDAM ini ada hal yang harus diperbaiki terkait soal pelayanannya dan membantu tempat-tempat publik seperti masjid, kuburan untuk difasilitasi” Jelasnya


Dan lebih parah lagi menurut penuturan salah satu warga sekaligus Ketua Karang Taruna Desa Ketangga Hajad Guna Roasmadi mengatakan bahwa terkait dengan pembayaran, PDAM ini mematok warga 100 hingga 300 ribu ke setiap pelanggannya.

 “Coba bayangkan berapa keuntungannya yang didapat PDAM, setiap pelanggan itu dipatok 100-300 Ribu Lho.. “ Tuturnya kepada media

Selain itu juga Hajad mengatakan sejauh ini, terkait dengan menjaga dan melestarikan lingkungan, keterlibatan PDAM  terutama di Kecamatan Suela tidak ada sama sekali.

“ Untuk kelestarian lingkungan, PDAM hanya mengeruk mengambil keuntungan saja tanpa ada kontribusi yang jelas “ tambahnya dengan nada yang agak keras. (Lie)

Related Posts:

PDAM Lelet, Masyarakat Lingkar Lemor Tengkarengan

Tikus mati di lumbung padi, begitulah perumpamaan warga Desa Ketangga, Suntalangu Kecamatan Suela Kabupaten  Lombok Timur.

Tengkarengan (kekeringan-red) di tengah melimpahnya sumber mata air Lemor. Satu pekan berlangsung warga tak dapat air akibat lambanya penangan petugas PDAM.

Menurut keterangan Ketua BPD Desa Ketangga, Muhammad Jaelani bahwa pihak PDAM unit Suela lelet dalam mengatasi pipa yang rusak.

"Warga menduga, bahwa petugas ini lambat dalam penangan rusaknya pipa PDAM" ujarnya saat mendatangi kantor Unit PDAM.

Dirinya menjelaskan,
ribuan warga tak dapat air, baik untuk minum, mandi dan mencuci. Mereka harus rela mengambil air hingga 4 Km menggunakan sepeda motor.

Sementara itu, ratusan warga berdesakan dan antrean untuk mandi di titik sungai Koko Desa. Belum lagi yang mencuci pakaian dan perabotan dapur setiap pagi dan sore meramaikan aliran sungai itu.

Selain itu, sebagian warga mengeluarkan uang Rp.100.000-200.000/ tong. Tergantung ukuran dan volume tong yang diangkut mobil. 

"Kami dari pengurus masjid membeli air menggunakan mobil untuk keperluan berwudhu para jamaah" jelas Samsul Mujahidin, Selasa 30/7/2019.


Kesulitan warga dalam mendapatkan air disebabkan rusaknya pipa Perusahaan Daerah Air Minum/ PDAM. Menurut keterangan pihak PDAM, bahwa pipa yang rusak sudah diperbaiki.

Menurut keterangan Kepala Unit PDAM Suela, Muhlis menjelaskan. " Kita sudah berupaya memperbaiki saluran pipa yang rusak" jelas Muhlis saat ditemui di kantornya Selasa 30/7/2019.

Related Posts:

MusDes Sambelia Digelar Tanpa Kehadiran Kepala Desa, Simak Keputusan Camat!

Sambelia, SK - Musyawarah desa (MusDes) yang dihadiri oleh camat Sambelia, Zaitul Akmal, pendamping desa, Ngurah Ariawan, BPD, dan unsur masyarakat lainnya tanpa kehadiran Kepala Desa Sambelia, Ahmad Subandi. MusDes yang dimulai pada pukul 14.00 WITA itu berlangsung di kantor Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Senin (29/7).

Mulanya MusDes ini akan dibatalkan karena berbagai intrik datang dari peserta rapat terutama  BPD yang sudah berakhir masa jabatannya pada 8 Juli lalu. Legalitas ketua BPD yang baru dibentuk serta tiada kehadiran kades. Beruntung  Camat Sambelia bijak menengahi permasalahan sehingga musyawarah tersebut bisa diteruskan.

Untuk menjawab keraguan peserta rapat mengenai legalitas atau SK yang belum diterima oleh anggota BPD yang baru, Sekdes Sambelia, Mahmudin, mewakili Kades menjelaskan alasannya di depan peserta rapat dan juga camat Sambelia.

"Kami sudah lama mengusulkan Surat Keterangan (SK) BPD yang baru kepada Bupati, sesuai permendagri nomor 110 Tahun 2016, kami diminta untuk melengkapi berkas administrasi yang belum lengkap," jelas Mahmudin.

Camat Sambelia, Drs. Zaitul Akmal, MM menjelaskan, MusDes ini bisa berjalan apabila dilaksanakan oleh BPD yang sudah memiliki legalitas hukum (SK) atau sudah dilantik. Meskipun begitu, Akmal meminta kepada Sekdes untuk mempercepat proses administrasi yang belum lengkap agar pembangunan Desa Sambelia berjalan sempurna tanpa kendala apapun.

Pada saat ini menurut camat Sambelia ini,  pemdes Sambelia sebenarnya sedang sakit, namun jangan karena hal itu menyurutkan semangat kita untuk tidak membangun desa. "Memang saat ini kita sedang sakit tapi, mari kita sama-sama saling menyembuhkan karena obat itu ada pada kita," katanya.

"Mari kita saling memberikan energi positif demi kepentingan masyarakat yang kita pimpin," imbuhnya.

Agar pembangunan desa bisa berjalan sempurna, Akmal terus mendorong Sekdes untuk mempercepat proses administrasi yang belum lengkap agar segera dilengkapi supaya SK BPD yang baru segera diterbitkan Bupati.

Mengingat tingkat kehadiran masyarakat dalam mengikuti MusDes ini cukup tinggi maka Akmal mengajak peserta MusDes untuk melanjutkan musyawarah, skala prioritas apa saja yang penting dikerjakan pada Tahun Anggaran 2019-2020 ini.

Pada acara Musrenbangdes ini, pimpinan rapat H. Mas'ud, lebih banyak mengajak peserta untuk berdiskusi sehingga usulan dari masyarakat ditampung, kemudian nanti bisa direalisasikan pada tahun 2020.

Pembangunan infrastruktur pada tahun 2020 pada MusDes kali ini masih mendominasi usulan peserta rapat. Selain itu pengalokasian Dana Desa (DD) untuk pengembangan pariwisata juga menjadi prioritas. Begitu pula halnya dengan hak dasar warga tentang pendidikan dan kesehatan serta hak kaum disabilitas, orang tua jompo dan miskin penting mendapat perhatian dari pemerintah desa.

Pendamping desa Ngurah Ariawan, dalam pemaparannya mengharapkan kepada peserta rapat untuk fokus pada proyek pembangunan desa kedepan. Dia tidak ingin gara-gara SK BPD yang belum diterbitkan sehingga menghambat pembangunan desa. "Intinya kita bicarakan anggaran pembangunan desa tahun 2020," jelas Ariawan.

Atas usulan yang disampaikan oleh Ariawan, sehingga peserta kompak menyetujuinya kemudian, di akhir musyawarah Ariawan mengusulkan untuk membentuk tim Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPD) yang beranggotakan tujuh orang diambil dari pemdes dan juga sebagian dari unsur masyarakat. (Ggar)

Related Posts:

Gotong Royong Bangun Drainase di Desa Beririjarak

Wanasaba-SK_Masyarakat Dusun Otak Kebon Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur melaksanakan kegiatan gotong royong membuat galian pondasi   saluran drainase di jalan utama menuju Dusun Senganton, Jum'at (26/7/2019).

Kegiatan ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah  Desa Beririjarak Tahun 2019 melalui anggaran Dana Desa (DD).

Seperti yang tertuang dalam RPJMDes Tahun 2018 yakni "Pembenahan lingkungan yang lebih baik".

Diketahui bahwa tempat Ini sering kali memicu terjadinya banjir dan luapan air, di sebabkan saluran drainase yang tidak  maksimal lebih lebih di musim penghujan.

Dengan adanya program ini, diharapkan lingkungan yang ada di Desa Beririjarak terutama di Dusun Senganton akan lebih baik lagi dan aktivitas masyarakat di jalan tetap lancar.

(Sailal Arimi)

Related Posts:

Pemban Gumpala Sakra Gelar Lomba Permainan Lokal

Sakra.SK_ Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun/ HUT RI ke 74 pada tahun 219.  Organisasi Pemban Gumpala meriahkan HUT RI.  Peringatan HUT RI kali ini dengan mengusung tema jalan proklamasi. 

Dalam event ini, panitia menyelenggarakan lomba diantaranya enggrang, begilingan dan lainya.

Selain membangun pengetahuan terkait dengan permainan lokal  acara ini sebagai ajang silaturrahmi pemuda dan masyrakat.

 Menurut keterangan Heri Sutarman yang juga panitia acara ini, pemuda juga mengharapkan pemerintah desa lebih berperan aktif mendukung semua kegiatan pemuda yang bernilai positif.

Acara ini dimulai sejak tangal 14-17 agustus 2019, berlokasi di Desa Sakra Selatan Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok timur.

Dengan melibatkan anak-anak PAUD lomba mewarnai, karena ada lomba dan SD, SMP , MA dan masyarakat umum.

Related Posts:

Sulitnya Mendapatkan Air Bersih, Warga Bangun Sumur di Tengah Aliran Sungai

Ketangga, SK- Akibat kekurangan air bersih, karena tidak ada perhatian pemerintah dalam melayani warga. Belum lagi soal PDAM dengan biaya mahal. Mendorong beberapa warga yang berada di Dusun Otak Desa dan Montong Gedeng, Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur, NTB, melakukan penggalian sumur di beberapa tempat di pinggir sungai, pada (25/7).

Sebagaimana dilakukan oleh Amaq Ikhwan yang tinggal di Dusun Montong Gedeng. Ia bersama beberapa warga lainnya berinisiatif melakukan penggalian sumur karena belakangan ini dia merasa kesulitan untuk mendapatkan sarana air bersih. Disampaing untuk kebutuhan mencuci dan mandi, air juga termasuk kebutuhan pokok untuk keberlangsungan hidup.

Pada jurnalis media Speakerkampung.net, Ikhwan menceritakan, jarak tempuh sumur dari rumah katanya sangat jauh sekitar 200 meter. "Karena kami kesulitan air untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga kami menggali sumur sendiri," jelasnya.

Begitupun dikatakan salah seorang warga lainnya, Amaq Sila. "Kami tidak mampu lagi mengeluarkan uang setiap bulan Tiga puluh ribu rupiah untuk membayar air bersih yang mengalir dari Desa Suntalangu," keluhnya

Oleh karena itu, dia berusaha untuk menggali sumur dengan kedalaman 1,5 meter dengan biaya penggalian mencapai 2,5 juta. "Biayanya cuma dua setengah juta, beranggotakan lima orang. Jadi perorang kami mengeluarkan sama-sama lima ratus ribu," katanya.

Dengan menggali sumur secara berkelompok maka sedikit bisa mengurangi kas pengeluaran setiap bulan sehingga kebutuhan keluarganya bisa terpenuhi.

Penulis: Rozi Anwar
Editor   : Anggar

Related Posts:

MusDes Penentu Arah Kebijakan Pembangunan Desa Kedepan

Wanasaba, SK- Dalam rangka menyusun rencana pembangunan desa Tahun Anggaran 2019-2020. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menggelar Musyawarah Desa (MusDes) untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) berlangsung di aula kantor Desa Beririjarak, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, NTB, pada (24/7/2019).

MusDes tersebut diikuti lebih dari Empat puluh orang peserta terdiri dari unsur pemerintah kecamatan, pendamping desa, BPD, LKMD, perwakilan kelompok usaha masyarakat, perwakilan perempuan, pemuda, toga, toma serta unsur masyarakat lainnya.

Kepala Desa Beririjarak, Lalu Fauzi, dalam sambutannya mengatakan, Beririjarak memiliki banyak permaslahan yang perlu diselsaikan, mulai dari pembangunan Infrastrukrur, upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan bentuk pembinaan lainnya. Namun katanya, semua itu tidak bisa diselesaikan dalam jangka waktu satu tahun.

"Maka melalui MusDes ini kita ingin menyepakati bentuk program skala prioritas yang betul-betul menjadi kebutuhan masyarakat sehingga dapat dilaksanakan pada Tahun Anggaran mendatang," ungkapnya.

Sementara ketua BPD Beririjarak, Marjan, mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk bisa mengikuti musyawarah dengan sebaik-baiknya. "MusDes yang dilaksanakan pada hari ini adalah menyepakati kerangka perencanaan pembangunan desa Tahun 2020," katanya.

Camat Wanasaba yang diwakili Kasi PMD pada kesempatan yang sama mengatakan, kegiatan MusDes ini merupakan kegiatan tahunan desa. Oleh karena itu, dia meminta partisivasi aktif masyarakat mengusulkan program yang baik guna mendukung kegiatan pembangunan desa.

"Bapak danIbu peserta musyawarah, kami harap peran aktifnya mengikuti kegiatan ini, jangan takut untuk bersuara," katanya

MusDes ini berjalan alot, dilakukan dengan mengajak peserta berdiskusi yang di pandu oleh pendamping desa.

Tim penyusun RKPDes TA 2019-2020 ini tersiri dari unsur pemdes, PKK, LKMD, serta pemuda. Kemudian tim verifikasinya adalah Kepala wilayah (kawi) yang dulunya di sebut kadus. Dalam diskusi itu juga disepakati beberapa usulan yang akan menjadi program prioritas pemdes kedepan.

Penulis: Saelal Arimi
Editor   : Anggar

Related Posts:

Penikmat Dana Desa, Rakyat Atau Pejabat?

Lombok Timur. SK_Euforia tahun 2015 menyambut dana nyata. Yakni Dana Desa/ DD yang dikelola oleh desa hanya isapan jempol semata. Pasalnya, DD hingga 2019 ini diduga dinikmati oleh oknum elit pemerintah desa saja.

Hal ini dapat dibuktikan masih banyaknya masyarakat miskin pedesaan, buruh tani, nelayan dan buruh migran belum ada perhatian secara serius dari dana desa. Apalagi perhatian lebih bagi kaum disabilitas dan kelompok termarjinalkan.

Gawe musyawarah dusun/ Musdus dan musyawarah desa/ Musdes hanya omong kosong belaka. Fakta di lapangan, hasil musyawarah hanya setingan para elit politik desa. Ini bisa dilihat, dari kehadiran peserta rapat di desa. Bak perpaduan suara antar pemerintah desa dengan lembaga lainya. Secara serentak terdengar nyayikan lagu setuju. Nyaris, tak ada suara sumbang yang menghalau   rencana raja kecil di desa itu.

Kesepakatan itu mulus dan mendominasi program pembangunan infrastruktur. Keyakinan mereka, bahwa eksekusi pembangunan rabat beton, jalan, parit dan pembangunan lainya lebih cepat mendapatkan sisa anggaran alias keuntungan. Belum lagi para pemangku mendapatkan bonus dari suplayer pengadaan barang. Barang tentu juga sebagai indikasi kasus gratifikasi.

Kasus demi kasus terus bermunculan, oknum kades tersandung korupsi dan berhadapan dengan hukum. Sebagian diponis bersalah dan tinggal di jeruji besi. Bagaiman dengan oknum lain, saya kira masih menunggu antrean pidana.

Pada dasarnya Dana Desa yang digelontorkan pemerintah pusat sejatinya untuk kepentingan rakyat. Namun ini semua belum sepenuhnya dinikmati dan dirasakan.

Kita lantas bertanya apakah DD benar-benar memiliki dampak bagi pekerja miskin di pedesaan. Menurut pemerintah pusat, DD dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan di desa melalui pembangunan infrastruktur sebagai fokus utama, meski secara retorik tidak mengabaikan aspek pemberdayaan dan inovasi sosial ekonomi lainnya.

Jika DD yang cukup besar ini, tidak ada inovasi pengelola untuk kemandirian desa maka celakalah. Sebab niat alokasi DD untuk kepentingan rakyat secara berkesinambungan. Bukan kepentingan oknum elit pemerintah desa.

Untuk mengetahui secara rinci dugaan, siapa yang banyak menikmati DD? Apakah rakyat menikmatinya secara utuh, ataukah para pejabat dan koleganya? Berikut ini penjelasan modus penyalahgunaan anggaran desa.

Menurut kajian Indonesia Coruption World/ ICW adanya modus penyalahgunaan anggaran atau perilaku korup yang dilakukan oleh oknum elite desa sebagai berikut.

Membuat rancangan anggaran biaya di atas harga pasar. Ini bisa diantisipasi jika pengadaan dilakukan secara terbuka dan menggunakan potensi lokal desa. Misalnya, pengadaan bahan bangunan di toko bangunan yang ada di desa sehingga bisa melakukan cek bersama mengenai kepastian biaya atau harga-harga barang yang dibutuhkan.

Mempertanggungjawabkan pembiayaan bangunan fisik dengan dana desa padahal proyek tersebut bersumber dari sumber lain. Modus ini hanya bisa terlihat jika pengawas memahami alokasi pendanaan oleh desa. Modus seperti ini banyak dilakukan karea relatif tersembunyi. Karena itulah APBDes arus terbuka agar seluruh warga bisa melakukan pengawasan atasnya.

Meminjam sementara dana desa untuk kepentingan pribadi namun tidak dikembalikan. Ini juga sangat banyak terjadi, dari mulai kepentingan pribadi hingga untuk membayar biaya S2. Budaya ewuh-prakewuh di desa menjadi salahsatu penghamat pada kasus seperti ini sehingga sulit di antisipasi.

Pungutan atau pemotongan dana desa oleh oknum pejabat kecamatan atau kabupaten. Ini jua banyak terjadi dengan beragam alasan. Perangkat desa tak boleh ragu untuk melaporkan kasus seperti ini karena desa-lah yang paling dirugikan.

Membuat perjalanan dinas fiktif kepala desa dan jajarannya. Banyak kasus perjalanan untuk pelatihan dan sebagainya ternyata lebih ditujukan utuk pelesiran saja.

Pengelembungan (mark up) pembayaran honorarium perangkat desa. Jika modus ini lolos maka para perangkat desa yang honornya digelembungkan seharusnya melaporkan kasus seperti ini. Soalnya jika tidak, itu sama saja mereka dianggap mencicipi uang haram itu

Pengelembungan (mark up) pembayaran alat tulis kantor. Ini bia dilihat secara fisik tetapi harus pula paham apa saja alokasi yang telah disusun.

Memungut pajak atau retribusi desa namun hasil pungutan tidak disetorkan ke kas desa atau kantor pajak. Pengawas harus memahami alur dana menyangkut pendapatan dari sektor pajak ini.

Pembelian inventaris kantor dengan dana desa namun peruntukkan secara pribadi. Lagi-lagi ewuh prakewuh menjadi salahsatu penghambat kasus seperti ini sehingga seringkali terjadi pembiaran

Pemangkasan anggaran publik kemudian dialokasikan untuk kepentingan perangkat desa. Publik harus tahu alokasi pendanaan dana des agar kasus ini tidak perlu terjadi

Melakukan permainan (kongkalingkong) dalam proyek yang didanai dana desa. Bisa ditelusuri sejak dilakukannya Musyawarah Desa dan aturan mengenai larangan menggunakan jasa kontraktor dari luar.

Membuat kegiatan atau proyek fiktif yang dananya dibebankan dari dana desa.

Opini
Penulis: Hajad Guna Roasmadi

Related Posts:

KIM Bukan KPK dan Inspektorat? Berikut Penjelasan Kominfo

Sambelia, SK - Kelompok Informasi Masyarakat/ KIM tidak mengintervensi pengelolaan keuangan desa dan pembangunan desa. Apa lagi memposisikan diri sebagai Komisi Pemberantasan Korupsi/ KPK ataupun Inspektorat.

Demikian disampaikan Kepala Seksi KIM Diskominfo Lombok timur, Sahrudin menejlasakan bahwa tugas anggota KIM menyampaikan informasi tentang potensi dan progres pembangunan desa.

"untuk dimaklumi, kepada para peserta bahwa KIM bukan menjadi pengawas keuangan dana desa seperti KPK dan Inspektorat" jelasnya pada acara pengukuhan KIM Bagik Manis, Senin 22/7/2019 di Aula Kantor Desa Bagik Manis Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok timur.

Berikut ini penjelasan secara rinci tugas dan fungsi KIM yang disampaikan oleh pejabat Dinas Kominfo.

Kepala bidang opini Diskominfo, Lotim, Eka Taufan Paradita, SSTP, M.AP mengatakan, Diskominfo diberikan amanah oleh pemerintah untuk membentuk KIM di setiap desa. Tujuannya agar pemerintah daerah, provinsi hingga pusat bisa bersinergi menyerap informasi tentang pembangunan yang ada di desa.

Untuk menyampaikan perkembangan pembangunan desa katanya, pemdes harus bersinergi dengan KIM. Anggota KIM nantinya bisa mengekspos dirinya dan menyampaikan informasi ke pemerintah melalui media yang ada.

"KIM harus diikutsertakan dalam segala bentuk pembangunan desa. Begitu pula organisasi masyarakat atau lembaga desa tidak akan bisa berjalan tanpa suport dari desa," terang Eka di depan peserta.

Kasi Kominfo, Sahabudin menambahkan, meskipun KIM baru terbentuk di Desa Bagik Manis, namun dia optimis bahwa KIM ini bisa melakukan fungsinya berkolaborasi dengan karang taruna sebagai pionir mendekatkan diri dengan semua elemen masyarakat. KIM katanya, tidak sekedar mengkritisi pemdes tapi juga sebagai partner untuk memberikan solusi.

Sebagai pembina KIM, Saharudin sudah mengukuhkan 130 orang anggota KIM meliputi Enam puluh desa di Lombok Timur. Desa yang belum membentuk KIM diharap agar segera membentuknya. Selanjutnya nanti, tugas diskominfo  mengukuhkan anggota KIM yang sudah dibentuk tersebut.

Merujuk pada Undang-Undang pasal 28 F, dijelaskan, negara menjamin setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat, ide serta gagasan melalui media tertentu, dalam hal ini KIM.  informasi yang disampaikan harus sesuai data dan fakta, bukan menyebarkan isu hoax serta dapat dipertanggung jawabkan.

"Jika masyarakat ingin supaya Bupati segera merespon dan mengeksekusi permasalahan yang ada di desa maka, sampaikanlah melalui KIM dan nanti kami yang akan melanjutkannya ke Bupati," katanya.

"Saya yakin komitmen teman-teman KIM untuk menyampaikan informasi tentang pembangunan di desanya cukup baik, ini yang perlu kita pertahankan. Saya ambil contoh media komunitas Speaker Kampung, sudah terkenal hingga Jakarta dengan karya jurnalistiknya," tambah Saharudin.

Bentuk komitmen pemda dalam hal ini (diskominfo)bersama KIM di setiap desa katanya, Pemda akan memfasilitasi KIM dengan internet satelit di pasang di kantor desa, seperti yang telah dilakukan (pemasangan) di Desa Madayin dan Obel-Obel, Kecamatan Sambelia.

Oleh karena itu, pemdes diharap harus memiliki komitmen untuk mensuport keberadaan KIM di desa. Karena keberadaannya bisa membantu pemerintah desa dalam menyampaikan informasi tentang pembangunan ataupun potensi, inovasi desa yang bisa dikembangkan.

Perlu diketahui KIM bukan wadah untuk mencari uang tapi wadah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat desa. "KIM harus mampu membantu Pemdes menyelesaikan permasalahan di tingkat bawah agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar dikemudian hari," tutup Sahabudin. (Ggar)

Related Posts:

Potret Sinergi Pemdes dengan Pendamping Desa Sambelia

Sambelia.SK_ Dari ruang jendela kaca, sudut aula  kantor desa, empat orang pejuang pemberdayaan desa terlihat duduk asyik. Mereka diantaranya dua orang Pendamping Desa Kecamatan Sambelia, Sekdes Dara Kunci dan Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Sambelia.

Tak hanya duduk santai, mereka diskusi soal strategi dan taktis mendorong pengelolaan desa untuk kemandirian. Meski sesekali guyonan menghalau obrolan santai itu.

I Gusti Ngurah Aryawan Asasandi Pendamping Desa Pemberdayaan/ PDP Kecamatan Sambelia berharap desa-desa ini harus ada inovasi untuk terwujudnya desa mandiri.

"dengan bersinergi antara pemerintah desa dan pendamping desa akan ada hasil yang nyata. Tujuannya semata-mata untuk membangun desa yang mandiri dalam mengelola sumber daya" jelas Ngurah.

Dalam diskusi kecil tersebut, mereka hendak menunggu peserta Bimbingan Teknis/ Bimtek Perangkat Desa bagi Desa Dara Kunci di Aula Kantor Desa Dara Kunci Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok timur, Senin 22/7/2019.

Sekira pukul 14: 30 Wita para peserta berangsur-angsur datang menduduki kursi yang disediakan panitia.

Dalam acara ini tak terlihat kaku, peserta dan pihak kecamatan yang juga sebagai narasumber tidak asing. Mardi perwakilan kecamatan yang juga sebagai narasumber merupakan sekdes Desa Dara Kunci sebelumnya.

Mardi menjelaskan, "acara bimtek ini sebetulnya untuk memeberikan pemahaman bagi perangkat desa baru. Sementara itu, bimtek ini juga memantapkan pemahaman perangkat desa yang lama" ujar Mardi saat menyampaikan materinya.

Salah satu bentuk kerja sinergi ini, pihak pendamping desa menyampaikan terkait dengan pengelolaan keuangan desa. Ia membedah soal pengelolaan keuangan dalam regulasi Permendagri no 20 tahun 2018.

Pada bimtek perangkat desa ini salah satu bentuk kerja sinergi, shingga desa kedepan akan lebih mampu mengelola anggaran dan memanfaatkan anggaran dana desa.

Related Posts:

Diskominfo Kukuhkan KIM Desa Bagik Manis Sambelia


Sambelia. SK_ Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian/ Diskominfo Kabupaten Lombok Timur kukuhkan Kelompok Informasi Masyarakat/ KIM Bagik Manis.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Bagik Manis Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur, Senin 22/7/2019.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Kabid Opini Kominfo, Kasi KIM dan rombongan Kominfo, Pemerintah Desa, BPD, Karang Taruna dan Tokoh masyarakat Desa Bagik Manis.

Dalam penjelasan Kasi KIM, Sahrudi menjelaskan terkait dengan KIM bahwa para anggota dan pemerintah harusnya bekerjasama dalam menyampaikan informasi. 

Setiap program desa harusnya disebarkan informasinya baik pembangunan ataupun tentang potensi desanya.

Related Posts:

Gambaran Desa Wisata Halal

Sikur.SK_ Dalam cerita saya kali ini diawali dengan kata-kata sang petualang yang bernama Ewan Mcgregor ia mengatakan, Kemudian suatu hari, ketika kita tidak mengharapkannya, petualangan besar akan menemukan kita. Kata ini yang bisa mengawali perjalanan saya ke desa wisata yaitu Desa Tete Batu dan Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Ntb.(20/7/2019)

Saya berpetualang bersama Bang Ricko dan Kaq Novita denga di dampingi oleh sorang gaet ternama di Desa Tete Batu, yaitu bang Saepudin yang biasa di kenal dengan bang Egol.

Dalam perjalanan kami, saya banyak ngobrol bersama bang egol tentang desa wisata yang di gagas oleh Kelompok Sadar Wisata(pokdarwis). salah satunya ia mangatakan, kami memanfaatkan alam yang ada di desa ini, sperti Sungai, Persawahan dan tidak penting lagi aktifitas masyarakat desa, seperti menggoreng kopi, mempangkas kelapa dan membuat makanan has yang ada di desa.

Begitu juga dengan aktivitas masyarakat setiap hari, seperti menyabit, memberikan hewan terenak makan dan aktivitas lainnya. Semua itu yang kita tunjukkan atau yang kita jual ke wisatawan asing.

Bang Egol pun menambahkan, "kami bersyukur juga adanya pariwisata ini, pemuda dan masyarakat mempunyai kerjaan meskipun tidak 100 % persen yang bisa bekerja.

Di sentil juga tentang investor, kita juga tidak memberikan penuh investor yang masuk, biar masyarakat mengelola penuh wilayahnya sendiri ujar Bang Egol.

Ya itulah perbincangan ku bersama Bang Egol, yang begitu singkat. Aku tak bosan-bosan rasanya untuk hidup disana, karena selain pandangan nya begitu alami masyarakatnya pun ramah-ramah.

Yang ingin berkunjung dan menikmati pesona Tete Batu dan Kemabang kuning buka alamat Instagram #egol.sapudin92 dan #tetebatu.villge anda bisa melihatnya dan ingin kesana.

Berwisata tanpa menghilangkan Adat, Budaya dan Agama, itu namanya halal. Itu kata penutup dari ku, Terimakasih telah mengikuti perjalanan ku kali ini.

Related Posts:

Pemdes Suela Buka Jalan Agrowisata Embung Kembar


Suela-SK _Rute menanjak dan bebatuan menyulitkan wisatawan mengakses pemandian Embung Kembar seraya menikmati fanorama alam di kawasan Tibu Jukung, Desa Suela, Kabupaten Lombok Timur.
Pembangunan Jalur Agrowisata ini untuk memudahkan
petani mengangkut hasil pertanian mereka

Kepala Desa Suela yang akrap disapa Pak Eko tiap hari melakukan lobi pembebasan lahan dengan petani setempat, yang juga sangat menudukung dibukanya jalan tani yang langsung terhubung ke obyek wisata seluas 1,25 hektar itu.

Diceritakan dari tetua Desa Suela, nama Tibu Jukung yang didiami penduduk Dusun Cempaka paling timur itu terambil dari kata benda dan kata kerja. Yaitu "Tibu" adalah kolam, dan "Jukung" berarti alat transportasi air seperti perahu atau kano yang terbuat dari bambu terikat apit yang dinaiki orang mengarungi bendungan yang bersumber dari mata air Lemor.

Pada tahun 2008, objek wisata Embung Kembar ramai dikunjungi wisatawan lokal. Salah satu aparatur Desa Suela Haji Hurmiati yang tinggal di Tibu Jukung mengaku sempat menyewakan puluhan ban renang, sebagai pengganti "Jukung" yang dulu dipakai berlayar sambil menikmati hamparan fanorama sawah di sekelilingnya.

"Ba ita pertama nyewaang ban. Terus sue-sue milu batur-batu ta," katanya.

Menurut Kades Suela Rosyidi, dibukanya jalan agrowisata itu bertujuan memudahkan para petani mengangkut produk pertanian, hasil panen dan memudah mereka yang ingin bersantai ke wisata alami nan berudara segar.

Jalan selebar 4 meteri itu menembus Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Suela sebelah selatan, tanjakan Dusun Cempaka sebelah barat, masjid raya Tibu Jukung sebelah utara dan obyek wisata Embung Kembar sebelah timur.

Akan Ada Jembatan
Namun, jalan itu belum bisa dilalui kendaraan dari jalur SMA N 1 Suela dan tanjakan Dusun Cempaka karena belum tersedia jembatan. Untuk sementara, pengendara masih tetap menggunakan jalur lama menyusuri Daerah Aliran Sungai (DAS) Dayan Desa di bawah permukiman warga Dusun Cempaka.

Hal ini dikarenakan dalam proses, dan alat berat eksapator baru sampai ke titik obyek wisata Embung Kembar pada Sabtu (20/7/2019) siang sebagaimana dilaporkan Sekdes Suela Muhammad Hirsan via medsos dengan akun facebook Toean Ichan. (Bam)

Related Posts:

Mantap..! Cara SMP IT Membangun Keakraban Antar Guru dan Siswa

Wanasa. SK_ Demi membangun keakranban guru dan siswa, SMP IT Otak Kebon Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok timur gelar kegiatan penutupan Masa Orientasi Sekolah/ MOS ala game.

Kegiatan yang berlangsung di Kebun Raya Lemor, Sabtu 20/7/2019 ini dikemas dalam bentuk permainan, dengan melibatkan semua guru dan siswa siswi yang juga sebagai peserta. Hal ini dimaksudkan supaya para guru dan siswa memiliki kedekatan emosional  dan keakraban. Sehingga dalam proses pembelajaran terjadi hubungan atau komonikasi yang baik diantara kedua pihak terjalin.


Awalnya guru dan siswa diajak saling berkenalan  dengan metode Role play dan dilanjutkan dengan permainan edukasi. Semua ini bertuan untuk membuat suasana semakin lebih seru. Selanjutya siswa diajak bercerita atau menceritakan seputar kesan dan harapan yang ingin dicapai selama bersekolah. Cerita tersebut diolah dalam bentuk tulisan pada kertas yang sudah disiapkan.

Sementara Itu Wakil Kepala sekolah Bidang Kurikulum, Sahrul Azmi,S.Pd saat menutup acara MOS  mengatakan,  Kegiatan MOS  merupakan salah tahapan proses yang harus dilaksanakan oleh siswa dan siswi baru di SMP IT NW Otak Kebon. Ini semata-mata dalam rangka mengenal lebih jauh Iingkungan sekolah  baru yang akan mereka Tempati. 

"Pada hari ini merupakan penutupan dari rangkaian kegiatan MOS yang telah dilaksanakan selama tiga hari, kami berharap siswa siswi baru dapat beradaptasi dengan sekolah baru terutama mata pelajaran yang jauh berbeda dengan Pelajaran pada saat SD" jelas Azmi. 

Penulis: Saelal Arimi

Related Posts:

KKM XII Suela-Sembalun Utus 6 Siswa Ikut KSM Tingkat Kabupaten


Suela_SK- Kelompok Kerja Madrasah Ibtida’iyah (KKM-I) XII Suela-Sembalun kembali mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Kabupaten tahun ini.  Ajang yang di selenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan mutu sains di madrasah.

Untuk menghadapi Kompetisi di tingkat kabupaten yang di gelar besok pagi (20/07/2019) di MAN 1 Selong Kabupaten Lombok Timur, Kelompok Kerja Madrasah Ibtida’iyah (KKM-I) XII Suela-Sembalun mengkarantina Peserta KSM di KKM yaitu di MI NW Suela.

Peserta yang ikut KSM Tingkat Kabupaten tahun ini sebanyak 6 Orang Siswa yang terbagi menjadi 2 bidang Studi yaitu 3 Orang di Bidang Studi Matematika dan 3 Orang di Bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Mereka adalah Siswa-siswa pilihan yang sudah terseleksi di Tingkat Kecamatan yang dilaksanakan beberapa bulan yang lalu.

Para Peserta ini dibekali dengan pendalaman materi baik dari Kisi-kisi soal yang sudah disediakan oleh Panitia ataupun mengulas kembali soal-soal di Tingkat Kecamatan saban hari.

Pembinaan yang dilakukan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta agar lebih siap untuk mengikuti KSM Tingkat Kabupaten besok. Hal ini di ungkapkan oleh Ketua Panitia KSM Kecamatan Saipul Hadi, S.Pd saat diwawancarai oleh Jurnalis Speakerkampung.net.

“Belajar dari tahun kemarin, kita kurang persiapan. Jadi tahun ini kita persiapkan betul-betul matang sehingga peserta utusan dari madrasah-madrasah berada di wilayah KKM XII Suela-Sembalun ini bisa Lolos sampai ke Tingkat Nasional” ucapnya. (Lie)


Related Posts:

Pemda Lotim Gelar Kursus Gratis pada Wilayah Terdampak Gempa

Lombok Timur, SK - Pasca terjadinya gempa setahun lalu, tentu banyak meninggalkan kesan mendalam bagi warga yang terdampak gempa. Perekonomian warga tersendat, tidak sedikit sekolah porak poranda diguncang dahsyatnya getaran gempa. Begitu pula tidak terhitung berapa banyak nyawa melayang, ada yang kehilangan rumah dan keluarganya.

Di Lombok Timur, tercatat ada lima kecamatan yang paling parah terguncang gempa pada tahun 2018 lalu. Gempa pertama akhir bulan Juli tepatnya (27/7) terjadi di Kecamatan Sambelia dan Sembalun. Tidak berselang lama pada bulan Agustus menyusul gempa melanda sebagian Kecamatan Sambelia, Pringgabaya, Suela dan juga Wanasaba.

Akibat dari bencana beruntun itu, tidak sedikit anak putus sekolah kemudian pergi merantau ke luar daerah bahkan luar negeri menjadi buruh migrant. Ada juga yang masih bertahan melanjutkan sekolahnya hingga tamat.

Sebagai dispensasi pemerintah kepada warga korban gempa, Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmy, jauh hari sebelumnya sudah memprogramkan jadwal kursus gratis kepada pemuda yang sudah tamat sekolah minimal tamat SMA/SMK atau sederajat.

Pelatihan atau kursus yang digelar selama satu bulan tersebut dimulai dari Kecamatan Sembalun dan setelah itu Kecamatan Sambelia, berikutnya menyusul Kecamatan Montong Gading, masing-masing selama satu bulan. Demikian keterangan disampaikan asisten instruktur komputer, Ramdani, pada jurnalis media komunitas Speakerkampung.net di tengah kesibukannya, di kantor camat Sambelia, pada (16/7) siang.

Di Kecamatan Sambelia misalnya, tengah berlangsung pelatihan/kursus sejak 24 Juni berakhir 20 Agustus 2019 mendatang. Demikian disampaikan salah seorang peserta Muhibbin, yang mengambil jurusan menjahit dihubungi melalui ponselnya.

Di grup WA FKDM Kabupaten, Muhibbin menjelaskan, kegiatan ini adalah bentuk kepedulian pemda untuk meningkatkan skil masyarakatnya agar bisa menciptakan lapangan kerja sendiri dan mengurangi pengangguran.

Mereka yang mengikuti kursus itu diambil dari semua kalangan baik perempuan maupun laki, diutamakan bagi mereka yang putus sekolah, ataupun yang sudah tamat namun tidak bisa melanjutkan, dan atau yang tidak punya pekerjaan tetap alias pengangguran.

Program sub kursus yang paling banyak diminati peserta di Kecamatan Sambelia adalah komputer dibanding program lainnya. Peserta yang mengikuti kursus komputer ini sebanyak 32 orang yang seharusnya dalam satu item maksimal 16 orang sesuai aturan dari LLK. Begitupun dengan jurusan lainnya minimal peserta sebanyak 16 orang tidak boleh lebih.

"Ya benar, yang paling diminati adalah komputer, 32 orang peserta, makanya kita bagi dalam dua item, ada yang pagi dan juga sore, kami (Instruktur) kerja secara bergantian," terang Ramdani.

Selain kursus komputer, ada juga sub kejuruan lainnya seperti, menjahit, elektronik/audio video, baja ringan, mebel, otomotif dan juga Las.

Peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) ini di fasilitasi oleh LLK Selong dibawah binaan UPTP BLK Lombok Timur. Dana pelatihan ini menurut keterangan Ramdani, bersumber dari APBN melalui Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Republik Indonesia, kemudian penanggung jawabnya adalah diva BLK Lotim yang berada di Lenek.

Instruktur elektronika lainnya, Fahmi, menjelaskan, pelatihan yang dilaksanakan satu bulan ke depan ini diharapkan harus menuai hasil yang maksimal. Apabila nanti peserta selesai mengikuti pelatihan katanya, harus siap kerja turun langsung ke masyarakat.

Mereka (peserta-red) kata Pahmi, harus bisa membuktikan kemampuannya, jangan hanya berhenti sampai disini. Bila perlu lanjutnya, mereka harus bisa menciptakan lapangan kerja buat orang lain.

Peserta kursus jurusan komputer, Neneng dan Sri Kartika, dari Dusun Gubuk Lauk, Desa Sambelia, yang sudah tamat SMK tahun lalu mengaku sangat berterimakasih pada pemda terutama Bupati yang telah membuka program kursus gratis di Sambelia.

"Alhamdulillah kami tidak perlu pergi ke Selong untuk kursus. Kursus ke Selong pasti ngeluarin banyak biaya belum lagi sewa kos," kata Neneng mengungkapkan rasa syukurnya.

"Setelah selesai kursus ini, saya berharap mendapat peluang kerja di instansi pemerintah maupun swasta," timpal teman lainnya Sri Kartika.

Selesai mengikuti kursus dan uji kompetensi yang akan dilaksanakan oleh lembaga sertifikasi profesi dari pusat kemudian peserta dinyatakan lulus uji kompetensi maka, peluang kerja bagi mereka yang lulus untuk diterima bekerja di instansi pemerintah maupun swasta akan semakin lebar. 

Disamping menggratiskan biaya kursus, pemerintah juga memberikan fasilitas seragam dan makan siang gratis kepada semua peserta. Kabarnya, mereka juga akan diberikan uang transport tiga puluh lima ribu per hari selama pelatihan dan juga sertifikat. (Ggar)

Related Posts:

SMA IPA Bilakembar Gelar MOSBa Ke Kantor KUA

Suela, SK - Hari pertama masuk sekolah merupakan momentum yang di nantikan oleh siswa-siswi baru di semua sekolah, tidak terkecuali SMA Plus Amali, Bilakembar, Desa Suela, Kecamatan Suela, Lombok Timur.

Pada awal penerimaan siswa-siswi baru tahun pelajaran 2019-2020, SMA+ Bilakembar menggelar Masa Orientasi Siswa Baru (MOSBa) ke kantor KUA Suela, pada (16/7/2019).

Materi yang dibahas adalah tentang masalah perkawinan usia dini yang sering terjadi pada anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah.  Hal ini dirasa penting dilakukan supaya siswa-siswi yang sedang bersekolah jangan terpancing untuk menikah pada usia yang masih muda.

Jika itu dilakukan lanjutnya, maka tidak ada yang bisa menjamin masa depannya akan jauh lebih baik. Demikian disampaikan kepala KUA Kecamatan Suela, Kholid, S,ag.

"Kawin pada usia dini akan merugikan kalian semua, masa depan kalian akan suram dan jelas rentan beresiko saat melahirkan," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Kholid juga menjelaskan secara terperinci tugas dan fungsi kepala KUA, penghulu dan juga penyuluh yang bertugas di kantor KUA.

Melihat banyaknya anak yang putus sekolah akibat kawin pada usia dini sehingga mendorong  guru pada SMA+ tersebut  lakukan kunjungan dengan mengajak puluhan anak didiknya mendatangi KUA untuk mendengar nasehat langsung dari kepala KUA. (Naomi)

Related Posts:

Permudah Pelayanan KTP dan KK, 10 UPT Disiapkan Lotim

Lombok Timur, SK -  Untuk mempermudah, memperlancar dan mendekatkan pelayanan kepada warga dalam pembuatan adminduk, pemerintah daerah  Lombok Timur menempatkan sepuluh Unit Pelayanan Teknis (UPT) di beberapa kecamatan.

Sebagaimana dikatakan camat Suela, Sukarma, ketika menghadiri launching Jurnalisme Warga (JW) pada (10/7) di lesehan kampung, Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur.

Sukarma mengatakan jika di kantor camat, Ia tidak lagi diberikan kewenangan untuk menandatangani KTP, KK, akta yang berkaitan dengan adminduk. Tetapi, sudah ada petugas UPT yang ditempatkan di kantor camat oleh Bupati.

Kaitan banyaknya warga yang mengeluh dalam pembuatan KTP menurutnya, itu semata-mata karena masalah belangko yang selalu kurang.

"Dari pusat belangko yang di kirim ke daerah jumlahnya terbatas, sekitar satu jutaan, sedang masyarakat yang butuh lebih dari itu," katanya.

Meski begitu, Sukarma tetap berusaha agar pelayanan hak dasar warga ini dapat terpenuhi sehingga tidak ada lagi warga yang mengeluhkannya.

Berikut, jurnalis warga Speakerkampung.net merilis wilayah kerja UPT yang bisa di kunjungi warga dalam proses pembuatan adminduk, diantaranya;

1. UPT wilayah I kelas A berada di Kecamatan Suela, dengan wilayah kerja meliputi, Kecamatan Suela dan Sembalun.
1. UPT wilayah II kelas A berada di Kecamatan Pringgabaya dengan wilayah kerja meliputi Kecamatan Pringgabaya dan Sambalia.
3. UPT wilayah III kelas A  berada di Kecamatan Aikmel dengan wilayah kerja meliputi, Kecamatan Aikmel, Wanasaba dan Lenek.
4. UPT wilayah IV kelas A  berada di Kecamatan Sukamulia dengan wilayah kerja meliputi, Kecamatan Sukamulia dan Suralaga.
5. UPT wilayah V kelas A berada di Kecamatan Selong dengan wilayah kerja meliputi, Kecamatan Selong dan Labuhan Haji.
6. UPT wilayah VI kelas A berada di Kecamatan Masbagik, dengan wilayah kerja meliputi Kecamatan Masbagik dan Pringgasela.
7. UPT wilayah VII kelas A, berada di Kecamatan Sikur, dengan wilayah kerja Kecamatan Sikur.
8. UPT wilayah VIII kelas A berada di Kecamatan Terara dengan wilayah kerja meliputi, Kecamatan Terara dan Montong Gading.
9. UPT wilayah IX kelas A berada di Kecamatan Keruak dengan wilayah kerja Kecamatan Keruak dan Jerowaru.
10. UPT wilayah X kelas A berada di Kecamatan Sakra meliputi Kecamatan Sakra, Sakra Barat, dan Sakra Timur.

Demikian data UPT yang dapat kami informasikan semoga bermanfaat. (Oji)

Related Posts:

KKN UGR Fasilitasi Korban Gempa Sambelia Mendapatkan Adminduk

Sambelia.SK_ Sungguh mulia apa yang telah direncanakan pada program KKN UGR tahun 2019. Rencana ini telah dirilis oleh mahasiswa KKN UGR khusunya yang ditempatkan di wilayah terdampak gempa yakni Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok timur tahun silam.

Kini, mahasiswa/ I KKN UGR yang didirikan Muh Ali Bin dahlan  ini fokus pada program sosial khususnya membantu warga yang belum mendapatkan administrasi kependudukan alias Adminduk.

Demikian disampaikan Dosen UGR Paridi, program KKN yang dilaksanakan mulai 15 Juli berakhir 15 September ini juga akan memprioritaskan masalah administrasi kependudukan (adminduk). Mereka akan bekerjasama dengan Disdukcapil yang akan difasilitasi oleh KOMPAK. mengingat masih banyak warga yang belum memiliki e-KTP, KK, akta kelahiran, akta nikah, akta kematian dan lain sebagainya.

"Dari dukcapil rencana akan turun langsung bersama KOMPAK. Kami juga punya mahasiswa yang bekerja di disdukcapil, tugas mereka nanti memberikan penyuluhan kepada warga bila perlu datang ke setiap kantor desa," terangnya.

Menyinggung masih banyaknya warga yang menggunakan jasa calo dalam pembuatan adminduk, Paridi berjanji akan memberikan edukasi atau pemahaman kepada warga supaya tidak menggunakan jasa calo dalam mengurus adminduk.

"Kami nanti akan sosialisasikan kepada warga bahwa bikin KTP, KK dan akta itu gratis," janjinya.

Program KKN yang dilaksanakan pasca gempa ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mereka. Program ini diharapkan bisa diselesaikan sampai tuntas selama dua bulan hingga tidak ada yang tertinggal. Program bantuan tidak hanya terfokus pada program kolektif, kolegial saja, tapi apa saja kebutuhan warga akan mereka bantu. (Ggar)

Related Posts:

Penguatan Kapasitas Pasca Gempa, 136 Mahasiswa UGR KKN di Sambelia

Sambelia,SK - Camat Sambelia diwakili Kasi Pemerintahan, Ishak, SH melepas sedikitnya 136 mahasiswa dari Universitas Gunung Rinjani (UGR) yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Sambelia, pada, Senin (15/7/2019) di halaman kantor Camat Sambelia, Lombok Timur, NTB.

Mahasiswa UGR angkatan ke 20 ini akan berpencar di sepuluh desa se-Kecamatan Sambelia, masing-masing desa diwakili 12 hingga 15 mahasiswa. Demikian dikatakan dekan mahasiswa Fakultas Hukum, M. Zainuddin, saat dikonfirmasi awak media usai melepas mahasiswanya.

"Masing-masing desa kami tempatkan minimal 12 hingga 15 orang, mereka akan saling mengisi, apa yang masyarakat butuhkan," jelasnya.

Program tematik yang diutamakan kata Zaenuddin adalah pembangunan MCK di semua desa, kecuali Desa Madayin tidak masuk dalam programnya.

Meskipun Madayin tidak masuk dalam program tematiknya, ia (Zainuddin-red) dan dekan dosen lainnya bersama teman-teman mahasiswa berjanji akan tetap membantu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat disana.

"Saya juga berharap kepada teman-teman yang KKN di Sambelia, bisa memelihara nama baik dan menjaga almamater. Sebagai insan yang baik harus bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat," harapnya.

Dosen pendamping lainnya, Paridi, bertugas memberikan statistik (pembekalan) kepada ratusan mahasiswanya menambahkan,dari hasil observasi yang dilakukan sebelumnya, dia melihat ternyata kebanyakan masyarakat korban gempa masih kekurangan MCK. Sehingga pasca gempa menurutnya, perlu penambahan MCK di setiap desa bahkan kadus.

Selain rencana membangun MCK, dosen jurusan perikanan ini juga menyediakan program bagi mahasiswanya untuk membersihkan pantai bersama nelayan. Dari sepuluh desa, hasil observasinya terdapat  enam desa yang akan menjadi sasarannya.

Bukan itu saja, program KKN yang dilaksanakan mulai 15 Juli berakhir 15 September ini juga akan memprioritaskan masalah administrasi kependudukan (adminduk). Mereka akan bekerjasama dengan Disdukcapil yang akan difasilitasi oleh KOMPAK. mengingat masih banyak warga yang belum memiliki e-KTP, KK, akta kelahiran, akta nikah, akta kematian dan lain sebagainya.

"Dari dukcapil rencana akan turun langsung bersama KOMPAK. Kami juga punya mahasiswa yang bekerja di disdukcapil, tugas mereka nanti memberikan penyuluhan kepada warga bila perlu datang ke setiap kantor desa," terangnya.

Menyinggung masih banyaknya warga yang menggunakan jasa calo dalam pembuatan adminduk, Paridi berjanji akan memberikan edukasi atau pemahaman kepada warga supaya tidak menggunakan jasa calo dalam mengurus adminduk.

"Kami nanti akan sosialisasikan kepada warga bahwa bikin KTP, KK dan akta itu gratis," janjinya.

Program KKN yang dilaksanakan pasca gempa ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mereka. Program ini diharapkan bisa diselesaikan sampai tuntas selama dua bulan hingga tidak ada yang tertinggal. Program bantuan tidak hanya terfokus pada program kolektif, kolegial saja, tapi apa saja kebutuhan warga akan mereka bantu. (Ggar)

Related Posts:

Featured Post

Pati Rata Pringgabaya Lahir Untuk Membangun Desa

Peringgabaya SK_Pemuda Pemudi Dasan Lendang, Dusun Dasan Lendang,  Desa Pringgabaya, Kecamatan, Pringgabaya, Lombok Timur-NTB, berinisiasi...