Bupati Lombok Timur Buka Acara Berindu Sembalun

Sembalun. SK_ Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmi buka secara langsung acara Festival Berindu Sembalun Lombok timur yang di adakan oleh teman teman IKKON BEKRAF (Badan Ekonomi Keatif Non lembaga). Kegiatan tersebut berlangsung di Sembalun, Sabtu 19/10/2019.

Bupati Lombok timur dalam sambutannya , "Bahwa Lombok timur ini mempunyai banyak sumber daya yang ada, seperti yang sudah di kembangkan oleh teman teman IKKON,  barang yang tidak berharga menjadi berarti yang mana itu bisa membangkitkan ekonomi masyarakat di Lombok timur, bisa menjadi hasil yang bermanfaat" Jelas Sukiman Azmi.

Bupati juga berterimakasih kepada teman teman IKKKON sudah memberikan kontribusi bagi masyarakat Lombok timur dalam pembangunan ekonomi Kreatif.

Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah menampilkan hasil karya Teman teman IKKON yang bekerja sama dengan komunitas-komunitas muda yang ada Di Lombok Timur.


Dan kedatangan teman-teman IKKON ini Untuk mempercepat  Ekonomi Kreatif Tradisional dan Menciptakan Produk Produk Baru.

Penulis: Daden Zabid

Related Posts:

KKN Unram Tuntaskan Program Adminduk di Aikmel

Aikmel. SK_Pada tanggal 8 agustus 2019 diadakan pelayanan untuk pembuatan KIA, KK, perekaman KTP, Akta kelahiran dan Akta kematian di Desa Aikmel Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur.

Pelayanan ini diadakan untuk menunjang program dari mahasiswa KKN unram di desa Aikmel yang pada saat itu bertemakan tuntas adminduk desa aikmel.

Alhamdulillah, hari itu berjalan lancar dan warga sangat antusias karena merasa sangat terbantu dalam pengurusan dokumen kependudukan mereka, begitu juga bagi perangkat desa.

Berkas yang sebelumnya dikumpulkan oleh mahasiswa KKN dengan mendatangi rumah warga dan TK diwilayah aikmel, dan berkas inilah yang diproses pada hari itu.

Tidak hanya itu, namun warga sendiri banyak yang datang langsung untuk melakukan pelayanan terkait perekaman KTP, pengonlinan Akta kelahiran dan sebagainya.

Setelah diadakan pelayanan tersebut, jumlah warga yang datang setiap harinya ke kantor desa untuk pengurusan dokumen mulai berkurang, hal ini menunjukkan bahwa dokumen kependudukan walaupun tidak bisa dikatakan tuntas tetapi sebagian besar terselesaikan.

Penulis

Related Posts:

Jurnalisme Warga Kawal Pelayanan Adminduk

Aikmel. SK_Kamis 17/10 /2019 Bertempat di Aula Kantor Desa Aikmel Utara Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur, Menggelar acara Lokakarya Penyusunan Tools Monev dan Strategi  Pemantauan Layanan Admninduk Oleh Masyarakat  (Monitoring Kokabotatif,Jurnalisme Warga) yang di Pasilitasi oleh LPA NTB dan KOMPAK.

Kegiatan ini di Hadiri Oleh Beberapa  Desa dari dua kecamatan yaitu Kecamatan Aikmel dan Kecamatan Lenek. Adapun desa yang mengikuti acara tersebut antara lain Desa Aikmel utara, Desa Toya, Desa Aikmel Induk, Desa Kali jaga Timur, Desa Sukarema dan Desa Lenek induk.

Adapaun unsur yang terlibat di dalam kegiatan tersebut mulai dari Tokoh adat, Ketua BPD dan Penggiat Media.

Kita harapkan dengan adanya kegiatan tersebut bisa meningkatkan kinerja Pemerintah yang ada di desa dengan terus membuat terobosan baru.

Tidak hanya melibatkan kader dan pokja Adminduk tetapi melibatkan semua masyarakat yang ada di lingkup Desa Masing,sehingga ada kesadaran sendiri dari masyatakat.

Karena Adminduk (KTP,KK,Akta Lahir,Akta Kematian dan Buku  Nikah) ini merupakan Dokume.

Penulis : Nistiawatilaeli

Related Posts:

LPA dan Kompak Gelar Kegiatan Loka Karya

Aikmel Utara, Kamis, 17 Oktober 2019 Lembaga Perlindungan Anak/ LPA dan Kompak gelar Loka Karya penyusunan Tol pemantauan di aula Kantor Desa Aikmel Utara Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur.

Kegiatan LPA dan Kompak dalam rangka mengoptimalkan pelayanan Adminduk yang di hadiri oleh Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Kader, Karang Taruna dan Unsur Lainnya.

Dalam acara tersebut peran aktif semua unsur sangat diharapkan agar tercapai tuntas Adminduk.

Penulis: Irwan

Related Posts:

Menyedihkan ..!! Tak Mampu Bayar SPP, Siswa Sekolah Negeri Pindah Ke Swasta

Lmbok timur SK_Sedih seorang mantan siswa SMA negri pindah sekolah ke MA swasta di sebabkan tak mampu untuk membayar Sumbangan Pembinaan Pendidika (SPP).

Seperti keterangan M. Khairul Rizki yang pindah dari SMA N 1 Suela ke MA Pondok Pesantren Miftahul Faidzin Ketangga, ia menceritakan saya pindah karena tidak mampu untuk membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) setiap bulan yang sejumlah Rp150.000.

Saya merasa Rp150.000 sangat mahal karena saya melihat penghasilan orang tua saya tidak mampu untuk membayar, jadi saya memutuskan untuk pindah ujarnya saat kumpul bercerita di depan teman-temannya. 15/10/2019

Ia juga menambahkan, bukan saya saja yang bernasip seperti ini, seperti Muliono yang juga pindah karena tak mampu membayar SPP,  jadinya kami pindah ke suwasta biar kami geratis ungkapnya.

Seperti penjelasan M. Faesal yang masih sekolah di SMA Negeri juga mengeluhkan mahalnya SPP,  ia mengatakan saya sebenarnya tidak mampu untuk membayar SPP yang Rp150.000 dari penghasilan keluarga saya, seringkali saya telat membayar dan di berikan sangsi tidak dapat kartu ujian katanya.

Respi juga menambahkan yang saat ini sekolah di SMK negeri, sama dengan saya juga mengeluhkan SPP yang sangat mahal tambahnya.

"Kenpa ya beda dengan sekolah suawasta yang gratis, pertanyaan Faesal yang mengeluhkan SPP di sekolahnya dan ia juga menanyakan kemana uang SPP yang kami keluarkan tanyanya kepada teman-temannya.

Rozi Anwar

Related Posts:

Pelajar dan Mahasiswa Ketangga Mataram Bangkit Lagi

Mataram SK_ Acara silaturahmi antar pelajar dan Mahasiswa Desa Ketangga, mulai dilaksanakan lagi, acara silaturahmi ini digelar di kedai Giong Mataram, yang bertujuan untuk meningkatkan solidaritas antar pelajar dan mahasiswa.(10/10)

Seperti cerita M. zuhri selaku anggota Ikatan Pelajar Mahasiswa Ketangga (IPMK) ia menceritakan, sebenarnya kita punya organisasi yang dinamakan IPMK khusus yang berada di Mataram, namun sampai saat ini, organisasi IPMK itu tidak ada yang mengetahuinya.

"Kalau awal-awalnya IPMK ini berdiri, sangat solid dan kompak, seperti saling membantu mencari kosan untuk pelajar dan mahasiswa baru, membuat skripsi, membuat tugas dan membuat acara diskusi tentang pelajaran atau mendiskusikan tentang desa"ujarnya.

Zuhri juga menambahkan, dengan keinginan kita untuk menjalankan melanjutkan program IPMK yang sempat pakum sekitar selama 10 tahun ini, kami mengharapkan teman-teman yang hadir malam ini bisa mengumpulkan teman-teman yang lain dan berkomitmen untuk menjalankan program-program positif yang sudah di laksanakan dulu tambahnya.

Harapan diskusi silaturahmi dengan canda tawa dan komitmen mahasiswa dan pelajar Ketangga ini, bisa menunjukkan mamfaat terhadap masyarakat Desa Ketangga, agar pelajar dan mahasiswa tidak gagal dalam mencapai keinginan orang tuanya sendiri.

Rozi Anwar

Related Posts:

Paut Gati! Siswa SMA Amali Belajar Bahasa Inggeris Dengan Bule

Suela. SK_SMA Plus Amali Bilakembar Desa Suela mengadakan study tour di  Desa Sade dan Pantai Kuta Lombok, Sabtu 5/10/2019.

Kegiatan ini berfokus pada English Prantice/ terjun langsung untuk conversation dengan  tourist.

Sebelum kegiatan, para siswa diperkenalkan dulu pada keunikan desa Sade Lombok.


Keunikan Desa Sade Lombok merupakan salah satu desa dengan penduduk yang masih menyimpan adat istiadat dan kebudayaan suku asli pulau Lombok.

Sebagaimana  suku asli Sasak yang tinggal di Lombok Tengah mereka memgang teguh tradisi nenek moyangnya.


Setelah siswa diperkenalkan pada adat istiadat suku Sasak. Saatnya siswa di bawa ke pantai kute Lombok untuk English practice.

Kenapa kami memlih pantai kuta sebagai  tempat  English Practice untuk siswa karena pantai Kuta merupakn tempat wisata di pulau Lombok NTB.

Pantai dengan pasir putih ini menjadi tempat tujuan wisata yang menarik untuk para wisatawan dari mancanegara.

Tentu saja siswa dengan leluasa dan diberi kebebasan untuk berinteraksi langsung dengan tourist menggunakan bahasa Inggris.

Sehingga secara tidak langsung  bisa menambah wawasan dan kosa kata bahasa inggris siswa.

Jurnalis Warga : Mutia

Related Posts:

Rocktober 2019, Sinergi Elemen Industri Musik Lombok Timur

Lombok Timur. SK_Event Musik merupakan salah satu indikator berkembanganya sebuah industri musik dalam suatu wilayah.
Event musik juga menjadi wadah bagi para penggiat musik serta komunitas pendukungnya untuk berinteraksi dengan penikmatnya.

Di Kabupaten Lombok Timur sebagai kabupaten dengan populasi penduduk terpadat di Nusa Tenggara Barat mempunyai peluang terciptanya banyak event yang bisa membantu persebaraan karya para penggiatnya.

Didukung oleh perkembangan teknologi serta terbukanya informasi pendukung menjadi kunci penting perkembangan industri musik lokal.

Lombok Timur saat ini menjadi salah satu kabupaten penyumbang karya yang cukup produktif untuk skena musik Lombok dan bahkan NTB.

Banyak lahir talenta-talenta muda yang yang namanya mendapat tempat dipenikmat musik Lombok. Dibarengi juga dengan tumbuhnya komunitas-komunitas pendukung lainnya. 

Sudah mulai banyak juga event event musik yang digelar oleh para komunitas di Lombok timur.
Salah satu event musik tersebut adalah sebuah event yang digagas oleh LMC ( Lotim Music Community ) dengan nama ROCKTOBER.


Rocktober merupakan sebuah spirit untuk mensinergikan semua elemen elemen dalam industri musik dilombok timur.
Rocktober 1 dimulai pada tahun 2014 dengan tema HALL OF FAME yang digelar di Selong. Gelaran Rocktober selalu mengangkat tema yang berbeda sesuai dengan kondisi dari skena musik dilombok timur.

Beberapa tema tersebut antara lain STYLE OF ROCK ( Rocktober 2 , Sakra , 2015 ), BREAK THE SILENT ( Rocktober 3 , Sakra , 2016 ), RE-UNITED ( Rocktober 4 , Masbagik, 2017 ).

Tahun 2019 dibulan Oktober ini, Event yang boleh dikatakan menjadi event musik ikonic nya lombok timur akan digelar.

ROCTOBER 5 sudah mulai dalam proses penggarapan serta penentuan lokasi.
Masbagik disepakati menjadi lokasi Rocktober ke 5 tersebut.

Tema yang diangkat adalah melanjutkan spirit RE-UNITED pada rocktober sebelumnya. Pesan untuk kembali bersatu serta bersinerginya para penggiat musik dilombok timur.

IDENTITY merupakan sebuah tema yang akan diangkat oleh Rocktober 5 kali ini.
Identity merupakan sebuah harapan, dengan bersatu serta bersinerginya semua elemen elemen pendukung industri musik di Lombok timur akan bisa mewujudkan sebuah IDENTITAS bagi para penggiat musik lombok timur dalam skena musik Lombok, NTB dan tidak menutup kemungkinan skena musik nasional.

Gelaran Rocktober 5 akan mengakomodir semua genre yang menjadi pilihan para penggiatnya dan juga bersinergi dengan semua komunitas musik serta komunitas pendukung lainnya.

Rocktober 5 ‘ IDENTITY ‘ akan menjadi momentum untuk menciptakan ekosistem bermusik yang baik dan sehat dilombok timur.

Related Posts:

Kampung Kreatif Lebak Lauk Jadi Sorotan Warga

Sembalun. SK_ Rabu 2/9/2019, Sebuah karya tentu nampak biasa saja, namun jika dikemas dalam imajinasi tinggi. Jadilah karya yang biasa itu menjadi luar biasa.

Hal ini bisa kita lihat hasil karya tangan anak muda dalam Organisasi Karang Taruna Restu Bumi bersama dengan Fokdarwis Desa Sembalun Lawang Kecamatan Sembalun menjadi sorotan dan pemandangan indah.


Meraka menamakan lokasi tersebut kampung kratif Lebak Lauk. Lokasi ini diharapkan sebagai spot poto dan kenyaman warga dalam lingkunganya.

Pemandangan yang biasa ini dikreasikan secara bergotong royong para pemuda untuk bangkit dari persoalan sosial. Sehingga pariwisata semakin maju dan mandiri.

Penulis : Roy Sembalun

Related Posts:

Pemerintah Diminta Serius Tangani Sampah

Sembalun. SK_Problem sampah tidak ada habis-habisnya karena memang tidak pernah serius di urusi. Setelah ada himbauan disalah satu Desa untuk tidak membuang sampah di parit tengah kampung ternyata sungai tepatnya di dekat jembatan jalur panorama walk bagi para wisatawan menjadi TPA baru. tidak hanya mengganggu pandangan mata, tetapi secara kesehatan dan kelestarian lingkungan jelas ini merupakan masalah.

saya pribadi sangat mgngaprisiasi gerakan karang taruna Desa Timba Gading yang setiap hari jum'at melakukan aksi bersih-beesih dan mengankut samapah kluar dari desa timba gading. namun saya sendiri tidak tau sampah itu dibawa kemana dan di apakan. tetapi paling tidak mereka sudah melakukan langkah yang tepat dengan mengeluarkan sampah yang ada di lingkungan mereka sehingga terlihat bersih. tinggal saat ini menunggu komitment para pemangku kebijakan mulai dari Camat dan para kepala Desa untuk lebih serius memikirkan sampah ini mau di bawa kemana dan diapakan selanjutnya.

jika dibiarkan terus dan tidak ada pembicaraan lanjutan terkait pennganan sampah maka kuatir masyarakat akan terus membuang sampahnya di sungai tersebut karena menganggap itulah solusi terbaik. apakah mereka salah ? ya mereka salah karena membuang sampah bukan pada tempatnya. tetapi saya tidak mau menyalahkan mereka sebelam ada aturan yang mengikat dan solusi dari para pemangku kebijakan. saya lebih baik mengarahkan kesalahan itu kepada mereka yang menganggap permasalahan sampah adalah permasalahan yang tidak serius.

kita membutuhkan komitmen para pemimpin yang ada untuk menuntaskan permasalahan ini. bukanya tidak pernah mencoba dan berusaha untuk menuntaskan permasalahan sampah di kecamatan Sembalun. pada tahun 2016 fasilitas 3R yang konon nilainya 500juta di bngun di Sembalun Bumbung. bukan sampah yang tuntas, eh malah kendaraan pengangkut sampahnya dijadikan kendaran mengankut pupuk kesawah. di samping itu, barang yang mahal itu hnya di jadikan bangunan mati alias hanya mengejar keuntungan dari pembangunan proyek saja. miris jika sudah begini mental para pemimpin kita hanya sebatas pelaksana proyek.

kemudian muncul rencana baru untuk TPA, setau saya rencana ini sudah lama banget. kalau tidak salah tahun 2013 sudah di hembuskan. namun kembali ini hanya sebatas rencana yang tidak pernah serius ditindak lanjuti oleh pihak kecamatan dan para kepala Desa yang ada di kecamatan sembalun. harapan kita semoga ahir tahun ini semuanya rampung agar kedepan tidak ada lagi permasalahan terkait sampah. sementara itu, kawan-kawan penggiat lingkungan terus berkerja dengan mengampanyekan mengurangi penggunaan plastik dan menerapkan sistem ecobreeks serta menjadikan  sampah organik sebagai pupuk kompos.

pada tahun 2020 salah satu program prioritas pemerintah NTB adalah zeroo waste. ini tentunya sebuah kabar baik bagi para pencinta alam, penggiat lingkungan dan bagi kita masyarakat NTB tentunya.  Desa dan Kabupaten kota juga kita harapkan harus menyelaraskan rencana programnya dengan pemerintah provinsi NTB agar permasalahan sampah tuntas dalam waktu singkat. tetapi satu hal yang tidak kalah penting pemerintah harus melakukan pendampingan program ketika menggelontorkan anggaran untuk program sampah. jangan sampai hanya bagi-bagi duit ke Desa yang ujung-ujungnya sama nasipnya dengan program 3R.

#alamhijau
#lingkunganbersih

Penulis : Royal Sembahulun

Related Posts:

Kapolsek Sambelia: Kalhuta Terjadi, Jabatan Saya Taruhanya

Lombok Timur, SK - Mutasi di tubuh Polisi Republik Indonesia (POLRI) adalah sesuatu yang biasa terjadi di mana-mana. Hal itu dilakukan kadang bertujuan untuk penyegaran, kebutuhan atau bisa saja karena Kapolsek sebelumnya akan pensiun.

Begitupun yang terjadi di jajaran kepolisian sektor atau SKPT Sambelia. Dimana sebelumnya, Kapolsek Sambelia dipimpin oleh Iptu. Zainuddin Basri, setelah lebih dari dua tahun menjabat, kini posisinya diganti oleh Iptu. Ahmad Yani kemudian Zainuddin kembali bertugas di resort Lombok Timur.

Menjadi pemimpin menurut Ahmad Yani, bukan pekerjaan yang ringan. Seorang pemimpin harus bisa mengakomodir anggotanya dalam menjalankan tugas negara sesuai perintah undang-undang. Yang lebih penting, POLRI dituntut harus memposisikan tugas jabatannya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

Pemimpin diharap harus bisa memberikan teladan yang baik kepada anggotanya lebih-lebih pada masyarakat. Jika itu bisa dilakukan maka, mereka akan disayangi masyarakatnya.

Oleh karena itu, sebagai Kapolsek baru, Ahmad Yani berharap kepada camat, kepala desa atau jajaran pimpinan SKPD di Kecamatan Sambelia apabila salah dalam mengambil sikap dalam memimpin, dengan penuh rasa rendah hati, Ahmad Yani meminta supaya diberikan saran dan petunjuk sehingga tidak salah dalam bertindak.

"Nantinya ketika saya dalam menjalankan roda pemerintahan tingkat polsek, saya mohon untuk saya dibantu, saya dididik, saya diberi petunjuk sehingga saya tidak salah dalam bertindak," kata Ahmad Yani, ketika diminta perkenalkan diri dan jabatan barunya pada acara resepsi HUT RI ke 74, tingkat Kecamatan Sambelia.

Sebagai Kapolsek yang baru dilantik, tantangan tugas yang paling berat perlu mendapat perhatian serius dari aparat keamanan belakangan ini adalah perilaku pembakaran lahan dan hutan.

Sehingga ia meminta kerjasama semua aparatur pemerintah termasuk kepala desa memberi peringatan kepada warganya, tidak melakukan pembakaran liar di hutan. Jika ada oknum ditemukan lakukan aktivitas membakar hutan maka hukumannya sangat berat bisa berujung penjara.

"Jika saya tidak mampu bekerja mengendalikan atau menyadarkan warga untuk tidak melakukan pembakaran kemudian kalhuta itu terjadi, maka jabatan saya jadi taruhannya," terangnya.

Untuk menjaga, mengantisipasi kalhuta itu tidak terjadi, setiap malam bahkan hingga dini hari, kapolsek bersama anggotanya terus memantau keberadaan titik api hutan Sambelia. (Ggar)

Related Posts:

Lambat Dalam Penyerahan, Panitia HUT RI Sambelia Minta Maaf

Sambelia. SK_Pemerintah Kecamatan Sambelia, menyerahkan piala kepada peserta pemenang lomba pada acara Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik In/donesia yang ke 74 tingkat kecamatan sambelia, Selasa 24 September 2019 berlangsung di aula kantor camat sambelia.

Sebanyak 91 piala diserahkan dari 32 mata lomba yang di pertandingkan pada ajang tujuh belasan tersebut.

Ketua panitia HUT RI Ke 74, Iftu Ahmad Yani, menyampaikan permohonan maafnya karena terlambat mengadakan resefsi yang seharusnya dilaksanakan jauh hari sebelumnya.

Namun katanya banyak kendala yang dihadapi terutama berkaitan dengan dana yang dibutuhkan dalam resefsi tersebut.

Anggaran dana yang seharusnya dibutuhkan sebanyak 134 juta namun sampai pada hari kegiatan panitia hanya mampu mengumpulkan dana sumbangan dari para donatur sebesar 61.079 ribu rupiah. Kemudian dari jumlah tersebut panitia gunakan sebanyak 60.925 ribu rupiah.

Meskipun begitu, sambutan pelaksanaan HUT RI ke 74 tingkat kecamatan sambelia diakuinya berjalan lancar.

Diakui Ahmad Yani, memang banyak kendala yang dihadapi berkaitan dengan dana sehingga, banyak mata lomba yang seharusnya dilaksanakan  terpaksa dibatalkan.

Pada kesempatan yang sama camat sambelia Drs. Zaitul Akmal, menyampaikan terimakasihnya kepada ketua panitia berkat komitmennya sehingga acara ini bisa berjalan meskipun banyak kendala yang harus dihadapi bersama timnya.

Zaitul Akmal berharap pada tahun berikutnya perlu persiapan yang lebih matang. Kendala yang dihadapi tahun ini dijadikan sebagai bahan evaluasi diri, terutama panitia pelaksana.

Segala kegiatan yang dilaksanakan menurut camat tidak bisa dijalankan tanpa uang. Meskipun dia sudah berusaha semaksimal mungkin menggerakkan segala sumber daya yang ada di kecamatan sambelia.

Meskipun banyak sumber daya termasuk perusahaan terbanyak berada di kecamatan namun diakuinya, dia tidak mampu untuk menekan mereka.

Oleh karena itu untuk tahun yang akan datang perlombaan yang dilaksanakan harus disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki agar progres bisa berjalan sesuai harapan bersama.

Penulis : Fikri

Related Posts:

KKN UGR Bantu Warga Tangani Adminduk

Lombok Timur, SK - Rawat kebersamaan dengan bingkai ukhuah Islmaiyah adalah tema yang diangkat dalam acara perpisahan KKN Tematik Mahasiswa UGR 2019 Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB.

Acara perpisahan tersebut di gelar setelah selesai sholat isya di aula kantor Desa Sambelia, Sabtu (14/9) dihadiri oleh seluruh perangkat desa, BPD,  guru ngaji dan santriwatinya, ibu-ibu PKK serta elemen masyarakat lainnya.

Ketua KKN UGR Desa Sambelia, Yudha, mengatakan, selama dua bulan KKN di Sambelia, dia bersama sepuluh rekannya sudah melakukan program sosial kemasyarakatan yang ditugaskam oleh kampusnya. Seperti program tematik membangun MCK bagi warga yang tidak memiliki MCK di rumahnya. Masing-masing desa dibantu satu unit MCK.

Program lain yang sudah dilakukan adalah membantu pemerintah desa dan masyarakat dalam penyempurnaan administrasi kependudukan sperti KK, KTP, akta kelahiran dan lainnya. Mereka menggandeng dinas dukcapil lakukan perekaman ke masing-masing desa. Program semacam ini cukup membantu akses masyarakat dalam pembuatan KTP.

Kemudian dibidang pendidikan, mereka mengisi waktu malamnya bantu mengajari santri/santriwati di setiap TPQ. Bidang sosial, mereka mengadakan kegitan perlombaan hiburan bagi anak-anak sekolah dan juga memberikan santunan kepada anak yatim yang mengaji di TPQ.

"Saya mewakili teman-teman mengucapkan terimaksih kepada pak kades serta seluruh masyarakat Sambelia dan mohon maaf jika selama KKN di sini kami berbuat salah," ungkap Yudha di depan tamu undangannya.

Kades Sambelia Ahmad Subandi, menyampaikan ucapan terimakasih atas keterlibatan mahasiswa UGR dalam proses pembuatan KTP bagi warganya. Begitupun dalam urusan lain seperti membantu menyempurnakan data di kantor desa serta dalam penaganan posyandu.

 "Tidak ada yang namanya perpisahan yang ada penarikan. Meskipun kalian kembali lagi ke kampus pintu rumah kami terbuka lebar jika mau datang berkunjung ke Sambelia," kata Subandi.

Menurut Subandi, KKN itu ada dua jenis. Yang pertama adalah KKN tematik programnya ditentukan oleh kampus dan yang kedua adalah KKN pos daya programnya bersifat kekeluargaan.

"Saya mewakili seluruh staf desa mohon maaf jika kami kurang baik dalam penyambutan selama dua bulan berada di sini," katanya.

Begitupula dikatakan alumni UGR sekaligus ketua BPD Sambelia, H. Mas,ud. Dia berpesan kepada mahasiswa KKN agar kelak setelah keluar dari perguruan tinggi (kampus) bisa memberi manfaat bagi masyarakat, menjadi manusia yang efektif, produktif, inovatif untuk membangun daerahnya. (Ggar)

Related Posts:

Ponpes Miftahul Paizin Ketangga Komitmen Membentuk Media Sekolah

Ketangga. SK_Pondok Pesantren Miftahul Faidzin NW Ketangga, berkomitmen untuk melanjutkan program Media Komunitas Sekolah.

Hal ini disampaikan pada pelatihan jurnalistik yang diinisiasi Speaker Kampung, Sabtu 14/9/2019 yang di adakan di Pondok Pesantren Miftahul Paizin NW Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur.

Samsul Mujahidin menyampaikan komitmennya bahwa penting melanjutkan kegiatan jurnalistik ini. Minimal dilakukan sekali dalam satu bulan untuk pertemuan rutin.

"tidak hanya hari ini saja untuk pelatihan jurnalistik, tapi kita akan programkan setiap bulan harus pelatihan dengan tema yang berbeda-beda" ungkapnya.

Mujahidin juga bertanggung jawab dalam kegiatan pelatihan jurnalistik yang akan di laksanakan setiap bulannya. Baik untuk akomodasi dan lainya nanti kita bisa diskusikan.

Ia juga menegaskan, pelatihan ini sangat baik untuk dilakukan setiap bulan, agar teman-teman guru dan siswa nantinya menjadi jurnalis profesional. Begitu juga dengan siswa untuk melanjutkan nya di tingkat kampus sangat memungkinkan.

Komitmen yang disampaikan itu menjadi motivasi terhadap rekan-rakan guru dan siswa yang mengikuti pelatihan, berharap bisa di jalankan dengan membuat media di madrasah.

Penulis: Rozi Anwar

Related Posts:

Pemdes Suela Tertibkan Jaringan Pipa Liar

Lombok Timur, SK - Pemerintah Desa Suela, Kecamatan Suela, Lombok Timur, mengundang beberapa orang perwakilan masyarakat pengguna air  untuk membahas atau membangun komitmen bersama terkait rencana penertiban jaringan perpipaan air bersih akhir-akhir ini dikeluhkan sebagian besar warga yang tinggal di Kecamatan Suela.

Perwakilan warga ini berasal dari Dusun Dasan Koak dan Napak Sari, Desa Mekar Sari. Kemudian dari Desa Suntalngu diwakili dua dusun yakni Dusun Lelonggek dan Dasan Baru. Berlangsung di kantor Desa Suela, Kecamatan Suela, pada (12/9).

Selama ini sumber mata air yang dikonsumsi warga berasal dari mata air Tangkok Sembilan, Gerenggengan dan Serung kawasan hutan Lemor.

Kawasan hutan Lemor yang selama ini menyuplai air bersih terbesar, kondisinya ada yang sudah rusak. Menurut warga, dari lima mata air kawasan hutan Lemor, katanya satu yang masih aktif.

Kondisi tersebut jelas berdampak pada kurangnya pasokan air bersih untuk kebutuhan warga baik untuk pertanian maupun untuk konsumsi sehari-hari.

Melihat kondisi seperti itu sehingga pemdes Suela lakukan penertiban  jaringan saluran pipa di beberapa tempat, dengan mengalirkan air dengan satu pipa induk menuju bak reservoire agar semua warga di dalam ataupun luar Desa Suela  bisa menikmati air bersih. 

"Saya himbau kepada warga untuk kita sama-sama menjaga kelestrian hutan karena hutan itu adalah sumber kehidupan,"  katanya.

Hasil kesepakatan bersama itu kemudian nantinya akan dibuatkan perdes agar tatakelola penggunaan air bisa terarah sehingga masyarakat tidak lagi kekurangan air bersih.


Penulis: Hirsan

Related Posts:

Jembatan Penghubung Antar Desa, Kini Dinikmati Warga

Suela. SK_Banyaknya jalan penghubung antar kampung, Desa, dan Kecamatan di wilayah Kabupaten Lombok Timur menjadi fokus pemerintah. Belum lagi jalur yang dilintasi aliran sungai yang kondisinya masih rusak dan lama tidak pernah ada.  
Melalui Badan Kerjasama Antar Desa/ BKAD Kecamatan Suela mendorong hingga melaksanakan pembangunan jembatan Batu Pandang. Jalan yang menghubungkan Desa Sapit ke Desa Mekar Sari telah rampung sesuai perencanaan. 
Dengan dibangunnya jembatan penghubung antar desa ini mempermudah akses warga melakukan kegiatan sehari-hari. Hal tersebut dirasakan masyarakat yang ada di 3 (tiga) desa wilayah Kecamatan Suela, yaitu Desa Sapit, Mekar Sari dan Desa Suntalangu.
Amaq Jur salah satu pengguna jalan mengatakan, bahwa ia merasa bersyukur dengan adanya pembangunan jembatan batu pandang ini.
“Saya bisa menghemat waktu dan biaya dimana sebelumnya kami menghabiskan biaya Rp. 25.000, kini dengan adanya jembatan ini menjadi Rp.5000 saat habis panen di sawah dari Desa Mekar Sari Sapit di tempat tinggal saya”, tutur Amaq Jur yang juga berprofesi sebagai petani di Desa Sapit tersebut.
Saat ditemui dilokasi jembatan yang baru saja selesai di bangun, Haji Sahenem salah satu warga Desa Mekar Sari menuturkan, bahwa ia baru pertama kali melihat ke lokasi jembatan batu pandang ini, dulu waktu belum adanya bangunan jembatan ini, jalan disini sangat menyeramkan dan kini menjadi indah dan aman untuk kami lalui, dan dulu warga desa Sapit dan desa Mekar sari harus memutar arah lewat Desa Suntalangu dulu jika mau ke sekolah bagi anak-anak kami ataupun saat kami ke sawah.
Amaq Har berharap pemerintah akan menyediakan penerangan. 
“Berharap alangkah baiknya pihak pemerintah sekalian menyediakan penerangan jalan (PJU), sebab jika malam hari lokasi gelap gulita”, imbuhnya.
Pembangunan jembatan Batu pandang antara desa sapit dengan mekar sari dapat terlaksana dengan program PISEW (Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah) danswadaya masyarakat.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut mendukung pertumbuhan ekonomi perdesaan melalui penyediaan infrastruktur dasar dengan skema Padat Karya Tunai. Salah satunya adalah Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) yang dilakukan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk mengurangi kesenjangan antar wilayah, pengentasan kemiskinan, memperbaiki tata kelola pemerintah daerah (kabupaten, kecamatan dan desa) serta memperkuat kelembagaan masyarakat di tingkat desa.
Program pembangunan ini dilaksanakan oleh BKAD Kecamatan Suela, yang terdiri dari Suherman (Ketua), Mar'an (Sekretaris) dan Lalu Moh Gupran selaku Bendahara dengan nada yang sama dan hampir bersamaan mengungkapkan bahwa dengan adanya jembatan ini anak sekolah tidak lagi memutar jalan dan petani dengan mudah mengangkut hasil panennya. 
"Alhamdulillah kini jembatan yang menjadi akses satu-satunya masyarakat desa Sapit dan Mekar sari sudah dapat di lalui guna kepentingan masyarakat dalam membawa hasil panen di sawah dan anak-anak yang ke sekolah tidak lagi mutar arah lewat Desa Suntalangu", ungkap mereka secara bersamaan.
Harapan masyarakat dan pelaksana agar ada program tindak lanjut dari pemerintah baik Kabupaten maupun Provinsi, berupa pengkerasan jalan atau aspal agar dapat di manfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat. Kemudian dari masyarakat berharap agar tetap menjaga jalan dan jembatan utk kita sama-sama merawat dan memelihara  agar dapat di gunakan untuk selamanya.

Related Posts:

YAP Bantu Pemerintah Lombok Timur Cetak Tenaga Terampil

Lmbok Timur, SK - Program kursus gratis melibatkan 21 orang pemuda Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia, oleh Yayasan Anak Pantai (YAP) bantu pemerintah cetak tenaga kerja berkualitas dan kurangi pengangguran.

Pelatihan atau kursus gratis baja ringan dan Las ini dimulai sejak 26 Agustus berakhir 9 September 2019 bertempat di sekolah Bina Al Ummah milik YAP, Desa Labuhan Pandan, Lombok Timur.

Ketua YAP Munawir Haris pada acara penutupan dan penyerahan sertifikat pelatihan konstruksi baja ringan dan Las mengatakan, mereka yang sudah mengikuti kursus diharap benar-benar bisa memanfaatkan peluang yang ada. Karena tidak semua orang memiliki kesempatan baik seperti ini.

"Program pelatihan baja ringan dan Las ini harus punya dampak bagi warga. Setidaknya bisa meningkatkan perekonomian peserta serta warga sekitarnya," harap Haris.

Pemuda yang tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran terus diadvokasi dengan cara mengajak mereka untuk berinovasi memanfaatkan skill yang mereka miliki dari pelatihan yang telah diikuti. Pemerintah desa juga harus bisa membuktikan kepeduliannya pada pemuda yang sudah terlatih itu.

Salah satu caranya menurut Haris adalah dengan memberikan anggaran dana seluas-luasnya lewat BUMDes agar mereka bisa mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Nah, itu salah satu program pemberdayaan masyarakat desa yang dirasa perlu diaplikasikan.

"Mari kita gunakan Dana Desa (DD) itu untuk hal yang produktif, punya dampak positif bagi warga dan kami siap membantu jika diperlukan," tambahnya.

Salah seorang peserta pelatihan Supiandi, mewakili 20 orang temannya berkomitmen untuk mengembangkan skillnya lewat usaha kelompok yang sudah dicanangkan. Dia dan teman-temannya yang lain sudah menyusun strategi dengan mengumpulkan dana secara swadaya untuk mengembangkan usahanya.

"Kami tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan oleh YAP. Selain ilmu yang kami peroleh selama pelatihan, kami juga dibekali alat (mesin) untuk bekerja," jelas Supiandi.

Untuk itu Supiandi mengimbau kepada teman-teman yang sudah mengikuti kursus gratis baja ringan dan Las supaya menjaga sportifitas. Dia mengajak teman-temannya untuk tetap menjalin silaturahmi, berkoordinasi jika ditemukan ada kendala.

Oleh karena itu, Supiandi yang juga anggota karang taruna Desa Labuhan Pandan, berharap kepada pemerintah desa (pemdes) supaya lebih intens menjalin komunikasi dengan YAP. Alasannya, karena YAP secara tidak langsung membantu program pemdes meningkatkan mutu pendidikan, mengurangi angka pengangguran sehingga berdampak positif pada perekonomian masyarakat. (Ggar)

Related Posts:

Bimtek Administrasi dan Pengarsipan Demi Pertanggung Jawaban Anggaran Desa

Suela. SK_Bimtek Administrasi & Kearsipan bagi perangkat desa (Kasi, Kaur & Kadus/Kawil beserta staf) yang dihadiri langsung oleh Lembaga Pengarsipan Daerah di Ruang Rapat Internal Kantor Desa Suela Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur, Senin 11/09.

Dalam kesempatan tersebut, Lembaga Pengarsipan Daerah mengingatkan pentingnya administrasi, dan alurnya sebagaimana diamanatkan UU No. 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan sebagai bentuk pertanggung jawaban atas penggunaan keuangan negara.

Sejalan dengan itu, Peraturan Bupati Lombok Timur No. 30 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Arsip Dinamis yang salahkan satunya menegaskan bahwa arsip Dinamis dilaksanakan untuk menjamin ketersedian arsip dalam mengambil keputusan, perencanaan, pengawasan sebagai bahan pertanggungjawaban.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Suela Rosyidi menghimbau jajaran agar bekerja berdasarakan mekanisme yang ditetapkan undang-undang, baik UU No. 43 Tahun 2009 maupun Perbup No. 30 Tahun 2017 dan berharap bimtek ini diikuti oleh semua perangkat agar kedepan tidak terjebak pada persoalan administrasi.

Bagi Pemdes Suela, pengelolaan administrasi dan arsip menjadi penting, mengingat perkembangan pembangunan desa setelah diluncurkannya dana desa yang secara tidak langsung harus dibeckup dengan administrasi dan daya dukungan pengarsipan yang baik, mudah diakses dan memenuhi unsur keadilan serta kesejahteraan.

Kedepan pengelolaan administrasi dan pengarsipan harus menyatu dengan pengelolaan perpustakaan desa, sehingga dengan pengelolaan yang demikian tersebut diharapkan berkontribusi pada upaya nyata pemberdayaan masyarakat, peningkatan pengetahuan dan kapasitas melalui terdokumentasikannya berbagai aktivitas pembangunan, pemberdayaan dan penyelenggaraan pemerintahan yang dapat dilihat, dibaca dan dipelajari di desa Suela.

Penulis: Hirsan

Related Posts:

Bumil Kejang-Kejang, Ini Pesan Keluarga Almarhumah Pada Kita

Suela. SK_Duka mendalam dialami keluarga Reatul Aini (18) warga Desa Mekar Sari Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. Almarhumah meninggal hendak melahirkan anak dalam kandunganya.

Reatul Aini menikah diusia 16 tahun usai naik di bangku kelas 9. Almarhum mengarungi bahtera rumah tangga dua tahun berjalan ini.

Namun Sang Maha Kuasa menjemput nyawanya hendak melahirkan calon bayinya.

Menurut penuturan paman almarhumah, H. Husni bahwa almarhumah menikah dengan suaminya dari Sempol Desa Perigi.

"Almarhumah menikah saat masuk di bangku kelas 9 SMP" jelas H. Husni.

Usia pernikahannya sekitar dua tahun, itu artinya usia almarhum sekitar 18 tahun.

Kejadian yang menimpa keluarganya sebagai pengalaman berharga. Sebab pengalaman ini peratama kali terjadi dalam keluarganya.

"ini pengalaman pertama kali dalam hidup kami, sebab mengingat pesan dari petugas kesehatan, jika seorang perempuan hamil mengalami kejang maka hendaklah menuju Puskesmas atau layanan kesehatan terdwkat" Ujarnya saat dikonfirmasi via telpon Sabtu 7/9/2019.

Pesan ini sangat berharga bagi kami yang awam tentang ilmu kesehatan. Kami juga berharap kepada semua masyarakat segera mengambil tindakan jika mengalami persoalan yang telah keluarga kami alami.

Related Posts:

Perempuan Ini Sulap Sampah Jadi Busana Mewah

Sembalun. SK_Gaya hidup tanpa sampah menjadi hal yang semakin akrab dengan para millennials. Sampah tidak hanya pemandangan buruk, tapi juga sebagai sebuah keistimewaan.


Hal ini yang dilakukan oleh Karang Taruna Desa Timba Gading Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur-NTB.

Didasari lahirnya kepedulian dan kesadaran akan dampak buruk sampah, terutama sampah plastik, semakin menjadi tren.

Sampah plastik yang tidak bermanfaat ini mereka kreasikan menjadi sesuatu yang berharga. Salah satunya dengan mengkreasikan sampah sebagai busana mewah.

Hal ini disampaikan Roy warga Sembalun yang juga aktif pada kegiatan sosial. " Saat ini ada banyak komunitas dan warga yang mulai sadar akan sampah" Ujarnya Sabtu 7/9/2019.

Sumber Poto: Roy Sembalun

Related Posts:

Hendak Melahirkan, Bumil Suela Meninggal di Perjalanan

Suela. SK_Naas, nasip warga Aik Embuk Desa Mekar Sari Kecamatan Suela tewas hendak melahirkan.

Reatul Aini (18) salah seorang ibu hamil saat dirujuk dari Puskesmas Suela ke Rumah Sakit Umum dr Sudjono Selong.

Bumil meninggal karena kelalaian keluarga, tidak cepat membawanya ke tempat polindes atau puskesmas.

Hal ini disampaikan dr. Ahmad Bardan Salim menjelaskan bahwa pasien atas nama Reatul Aini lambat dibawa ke Puskesmas.

"Bumil ini mengalami pingsan sekira pukul 2:00  malam hari, namun tidak langsung dibawa ke Polindes atau tempat medis lainya" Jelas Bardan.

Kronologi kejadian, bumil atas nama Reatul Aini warga Aik embuk Desa Mekar Sari ini menikah ke Sempol Desa Perigi, Kecamatan suela.

Pasien bumil ini rutin periksa kesehatan kehamilan ke posyandu di Sempol, Desa Perigi.

Karena mendekati tanggal melahirkan, pasien ini pulang ke Aik Embuk Mekar Sari seminggu yang lalu. Hingga bidan yang ada di perigi menitip dan memberitahu Bidan di Mekar Sari tentang pasien yang menjadi sasaran melahirkan.

Sebelum Pasien ini meninggal ia kembali ke rumah suaminya di Sempol Desa Perigi  untuk menghadiri acara pesta keluarga.

Dari sisitulah kejadiannya, bumil ini mengalami kejang sekitar pukul 02: 00 Wita dini hari.

Namun keluaraga pasien tidak langsung membawanya ke puskesmas atau polides setempat.

Sekitar pukul 07:00 Wita pasien ini di bawa ke klinik Bidan Rohani Desa Ketangga, dari klinik pasien ini dibawa ke Puskesmas Suela untuk di tangani oleh bidan.

"Karena kondisi pasien sangat lemah, akhirnya doktor kemudian merujuk pasien ke RSU dr Sudjono Selong" Jelas Bardan pada speakerkampung Sabtu 7/9/2019.

Serupa juga disampaikan pihak keluarga pasien, H. Husni paman dari almarhumah mengakui bahwa pasien mengalami kejang.

Sekitar pukul 2:00 dini hari ada kabar almarhumah kejang dan pingsan. Kami pihak keluarga bergegas ke Sempol Desa Perigi rumah suaminya. Sekira pukul 4:00 Wita menjelang subuh kami keluarga sampai Sempol untuk melihat kondisinya.

"saat itu pula kami obati dan berikan syarat agar ia sadar dengan pengobatan tradisional" jelas H. Husni saat diminta keterangan Sabtu 7/8/2019.

Ia juga menyesali bahwa tindakan yang keluarga lakukan ternyata tidak tepat. "karena kami awam, ketika bumil dalam kondisi kejang-kejang harusnya kami bawa ke Puskesmas" Sesalnya.

Penulis: Rozi Anwar

Related Posts:

Inaq Amaq Semeton Jari, Yuk Periksa Kehamilan

Lombok Timur, SK - Untuk menghindari terjadinya stunting pada anak-anak para orang tua diminta untuk rajin periksa kehamilan. Inaq Amaq Semeton Jari (Ibu bapak saudara sekalian) diminta datang ke polindes dan posyandu.

Hal ini dihombau Kepala puskesmas (kapus) Sambelia, Lalu Ahmad Faozan, S.Kep.Ns menghimbau kepada ibu hamil supaya rajin periksa kesehatan selama kehamilannya ke puskesmas, pustu atau polindes terdekat.

Ini dimaksudkan agar bayi yang sedang dikandungnya mendapat asupan gizi lewat makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh ibunya sehingga ketika bersalin anak yang dilahirkan bisa tumbuh normal.

Dikatakan Faozan, stunting yang paling banyak ditemukan berada di Desa Dadap sebanyak 83 orang. Nah, untuk menghindari agar stunting ini bisa dikurangi maka pemerintah dan warga harus melakukan beberapa hal seperti mendirikan Rumah Desa Sehat (RDS) mengakomodir lima paket layanan dasar seperti menjaga KIA, pemenuhan Gizi, perlindungan sosial, sarana air bersih dan sanitasi sasarannya semua elemen masyarakat.

Untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) kepada masyarakat, dinas kesehatan seperti puskesmas katanya, sudah melakukan pemberian Program Makanan Tambahan (PMT) untuk peningkatan asupan gizi bagi bumil dan anak melalui posyandu.

PMT ini dilakukan bertujuan untuk mengurangi resiko terjadinya pada anak. Bukan saja PMT  petugas kesehatan dari puskesmas lakukan roadshow turun ke rumah warga lakukan sosialisasi dibantu kader posyandu, mendorong warga agar minimal di setiap rumah memiliki jamban.

"Untuk menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan penting program jambanisasi, kemudian selama kehamilan, untuk menghindari penyakit anemia, kami berikan 90 tablet tambah darah setiap bulannya melalui posyandu," jelas Faozan ketika media ini menemuinya di ruang kerjanya, Selasa, (3/9/2019).

Stunting ini lanjut Faozan, nampak apabila anak atau balita sudah berumur dua tahun. Oleh karenanya diingatkan kepada ibu-ibu untuk membiasakan diri memberikan susu eksklusif (ASI) pada bayinya hingga berumur dua tahun.

Disamping itu, Faozan menghimbau kepada warga atau calon ibu untuk rajin mengontrol kehamilannya ke puskesmas atau bidan desa. Jika ada jadwal posyandu diharap apapun kesibukannya usahakan untuk datang ke posyandu karena disana nanti akan diberikan vaksinasi atau imunisasi agar bisa menjaga daya tahan tubuh selama kehamilan.

Ditempat terpisah, ketua KPM Desa Sambelia Narza Azis mengatakan, untuk membantu pemerintah agar program deteksi dan penanganan dini tentang stunting ini bisa diatasi dengan baik, diharap kepada ketua BPD Sambelia beserta anggotanya untuk turun ke masyarakat bantu sosialisasi.

"Jangan hanya sekedar pandai berteori, tapi mari implementasikan program pemerintah ini turun ke masyarakat membantu kader dalam melaksanakan tugasnya," tegas Narza. (Ggar)

Related Posts:

Radio Komunitas Diminta Aktif Sebarkan Informasi Perempuan dan Anak

Peran Radio Komunitas/ Rakom di Provinsi Nusa Tenggara Barat/ NTB harusnya ditingkatkan. Misalnya soal menyebarkan informasi terkait dengan perempuan dan anak. 

Menurut penjelasan Supriadi perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Anak/ Kementerian PPPA Republik Indonesia. Bahwa peran Radio komunitas ya bagaiamana menyampaikan informasi seputar persoalan anak dan peremuan. 

"Misalnya di NTB, ada banyak pernikahan diusia anak, kekerasan dalam rumah tangga dan kasus lainya terhadap perempuan." Jelasnya saat menyampaikan sambutannya Kamis 5/9/2019 di Fave Hotel Mataram. 

Dirinya juga menjelaskan peran media sangat banyak tentu dengan melihat kasus yang ada di tingkat lokal. 

Hal serupa juga disampaikan  Ketua Jaringan Radio Komunitas Indonesia/ JRKI Sinam M Sutarno menjelaskan bahwa peran media Radio Komunitas sangat penting dalam menyampaikan informasi. 

Menurutnya, radio komunitas telah banyak menyampaikan persoalan lokal. Misalnya soal kebencanaan, baik saat bencana dan pasca bencana. 


Related Posts:

Satu dari 39 Desa di Lombok Timur, Kades ini Mempertegas Komitmen Pemekaran Wilayah

Suela. SK_39 Desa di Kabupaten Lombok Timur mengajukan pemekaran dusun di wilayahnya masing-masing. Tak terkecuali Kepala Desa Suela.  Komitmen tersebut tertuang dalam proposal usulan pemekaran yang saat ini sedang di godok panitia pemekaran dusun yang ditetapkan oleh pemdes Suela melalui Surat Kepatusan Kepala Desa Suela.

Pada Rapat Koordianasi internal pemdes, Rabu 04/09 yang berlangsung sejak pagi dan berakhir siang tadi, Kades Suela Rosyidi mempertegas komitmen tersebut agar pemekaran dusun ini proposalnya segera dirampungkan dan diajukan kedinas terkait (DPMD) Lombok Timur setelah sebelumnya mendapatkan rekomendasi dari Camat.

Menurutnya pemekaran wilayah/dusun ini semata-mata untuk mendekatkan akses layanan publik, mempermudah kontrol dan pembinaan masyarakat dan efektivitas dari penyelenggaraan pemerintahan. Sehingga kendala teknis yang salah satunya karena kurangnya tenaga dalam menjangkau pelayanan dan pembinaan masyarakat kedepannya dapat teratasi.

Pemekaran wilayah/kekadusan ini adalah kewajiban kita selaku bagian dari penyelenggara negara agar masyarakat mendapatkan layanan yang prima. Ungkapnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan jajarannya agar program pemekaran wilayah/kekadusan ini jangan sampai salah kaprah dan kalah seksi dari sekedar siapa yang akan duduk menjadi kadus/kawil nantinya. Karena persoalan rekruitmen akan kita serahkan pada mekanisme yang ada, siapa pun boleh menjadi kadus/kawil sepanjang memenuhi kriteria berdasarkan aturan yang ada. Imbuhnya.

Pemekaran dusun dan atau desa saat ini menjadi program unggulan dari pemerintah daerah yang dinahkodai Bupati Lombok Timur Sukiman Azmy.

Namun demikian, harapan kepala desa yang melakukan pemerkaran tentunya berkonsekuensi kepada bertambahnya Alokasi Dana Desa (ADD). Selain itu jangan juga mengganggu rencana peningkatan kesejahteraan bagi perangkat desa.

Penulis: Toean Ichan

Related Posts:

Iya Gati! Menteri PPPA Dorong Desa Bebas Pornografi Anak

Jakarta (03/08) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise dalam acara Koordinasi Pelaksanaan Model Desa/Kelurahan Bebas Pornografi Anak di Jakarta (03/09) berulang kali menekankan pentingnya melindungi anak dari bahaya pornografi. Bentuk perlindungan bukan hanya pendampingan terhadap penggunaan gawai dan internet oleh orangtua, melainkan juga upaya antisipatif agar anak tidak menjadi korban eksploitasi seksual secara online.

“Indonesia belum memiliki konsep antisipatif 50 tahun yang lalu, bahwa perubahan sains dan teknologi akan berkembang begitu cepat seperti saat ini dan membawa dampak dan perilaku baru bagi masyarakat terutama anak. Di rumah, di sekolah, di mana-mana, anak-anak begitu bergantung dengan gawai dan internet sedangkan bahaya pornografi mengancam mereka. Indoensia sudah darurat pornografi. Kita harus menjaga anak-anak kita,” ujar Menteri Yohana.

Menteri Yohana menjelaskan secara global, trend anak-anak yang menjadi korban pornografi terus meningkat secara signifikan. Dari data The NCMEC Cybertipline menyebutkan lebih dari 7,5 juta laporan eksploitasi seksual anak dalam 20 tahun terakhir dan meningkat pesat dalam lima tahun terakhir.

“ECPAT International dalam studi globalnya tentang “Trends in Online Child Sexual Abuse Material” tahun 2018 menyebutkan adanya peningkatan dari waktu ke waktu terkait kasus kriminal kejahatan materi yang menampilkan kekerasan atau eksploitasi anak atau pornografi anak, khususnya terkait penyebarluasan gambar pornografi yang dibuat sendiri oleh remaja dan tersebar secara online,” terang Koordinator Nasional ECPAT Indonesia, Ahmad Sofian dalam acara yang sama.

Merespon fakta tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bekerjasama dengan ECPAT Indonesia melakukan upaya pencegahan dan penanganan pornografi anak sejak pada level pemerintah Desa/Kelurahan, dengan mencanangkan 8 (delapan) Desa/Kelurahan Bebas Pornografi Anak. Desa/keluarahan tersebut yakni 2 Desa di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Nagari Lubuk Basung, Nagari Sungai Pua), 2 Desa di Kabupaten Bangka Tengah (Desa Lubuk Pabrik, Desa Sungai Selatan Atas), 2 Desa di Kabupaten Pangkalanbun (Desa Pasir Panjang, Desa Pangakalan Satu), Kelurahan Nunhila di Kota Kupang, dan Kelurahan Maccini Parang di Kota Makassar.

Di sisi lain, Menteri Yohana menerangkan Kemen PPPA telah bekerjasama dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memerangi pornografi dan mencegah eksploitasi seksual anak secara online, seperti melakukan MOU dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, untuk mendampingi dan membentuk fasilitator bagi desa yang telah mencanangkan sebagai desa/kelurahan bebas pornografi.

“Marilah kita serius untuk memperhatikan dampak pornografi ini. Kalau kita biarkan, anak-anak akan jadi korban teknologi ke depan, jangan sampai ini terjadi. 8 desa dan kelurahan sebagai model percontohan dan rujukan bagi desa lainnya membentuk lingkungan bebas pornografi bagi anak. Tujuannya, menciptakan harmonisasi dan sinergitas bersama dalam mencegah pornografi pada anak dan itu adalah salah satu konsep antisipatif yang kita bangun untuk masa depan anak-anak kita,” jelas Menteri Yohana.

Pencanangan Desa/Kelurahan bebas pornografi anak merupakan langkah awal pemerintah untuk mewujudkan Desa/Kelurahan yang memiliki regulasi dan kebijakan yang melindungi anak dari paparan atau objek pornografi. Dalam kegiatan koordinasi tersebut, turut hadir pula Deputi Bidang Perlindungan Anak Kemen PPPA, Nahar, Plt. Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi, Antonius Malau, Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Harlina Sulistyorini, Bupati Kabupaten Agam, Wakil Bupati Kab, Bangka Tengah, Wakil Walikota Kupang, dan perwaiklan Dinas PPPA Kota Makassar dan Kalimantan Tengah, serta perwakilan K/L, LSM, NGO dan media. (Advertorial)


Related Posts:

Tetu Apa Ndek? Komitmen Pemdes, Kecamatan dan Puskesmas Mengatasi Stunting

Lombok Timur,SK- Dalam forum besar para Pemerintah seakan tegas dalam menyampaikan hal prioritas. Hal ini tentu sebagian ingin membuktikannya. Hingga pernyataan tetu apa ndek? (benar apa tidak?) tercetus dari para pendwngar.

Demikian hasil liputan pewarta Speaker Kampung. Pemerintah Desa Sambelia lakukan sosialisasi bagaimana teknis menangani masalah stunting di wilayahnya dengan menghadirkan Kepala puskesmas Sambelia, pemerintah kecamatan serta unsur masyarakat setempat.

Kepala Desa Sambelia Ahmad Subandi dalam sambutannya mengatakan, masalah stunting ini bukan saja tanggung jawab pemerintah tapi ini adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Sehubungan dengan itu, Suabndi meminta kepada staf desa dan lembaga yang berada dibawahnya termasuk peran kader posyandu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Kemudian selain itu katanya, bagi masyarakat yang tidak memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dipersilahkan mendatangi kantor desa untuk membuat SKTM atau yang sudah memiliki SKTM bisa digunakan sebagai dasar rujukan berobat ke puskesmas.

Anggaran Dana Desa (DD) sebanyak 20 persen ini benar - benar bisa dipergunakan untuk meningkatkan pelayanan dasar kesehatan dan pembangunan Rumah Desa Sehat (RDS).

Terkait dengan hal itu, Subandi meminta kepada kader posyandu atau PKK agar menggunakan baju seragam ketika turun ke masyarakat lakukan penyuluhan.

"Jangan hanya topinya saja yang diseragamkan, bajunya juga," tegasnya di depan puluhan kader dan warga yang mengikuti sosialisasi cara penanganan stunting di kantor Desa Sambelia, Senin (2/10).

Hal yang sama juga dikatakan Staf pemerintah Kecamatan Sambelia, Ishak, SH. Selama dia bekerja di pemerintahan masalah stunting ini harus menjadi prioritas utama perlu segera ditindaklanjuti karena ini merupakan hak dasar warga yang wajib dipenuhi oleh pemerintah sebagai pemberi layanan. Tersedianya DD yang cukup besar untuk penanganan stunting dibutuhkan korelasi melibatkan seluruh kader posyandu dan juga masyarakat.

Ssmentara Kapus Sambelia Lalu Ahmad Faozan, S.Kep.Ns,  yang juga turut hadir pada acara tersebut menjelaskan, stunting katanya adalah anak yang gagal tumbuh dari umur 0 - 2 tahun. Penyebabnya kekurangan asupan gizi dari orang tuanya sejak mengandung hingga anak berumur 2 tahun.

Selain pola makan, stunting juga bisa disebabkan oleh lingkungan yang kurang sehat, seperti rumah yang tidak dilengkapi dengan MCK, BAB sembarangan, selokan yang tersumbat tempat bersarangnya nyamuk sehingga bisa menimbulkan serangan penyakit seperti malaria dan lain sebagainya.

Diakuinya, dari 889 KK ditemukan sekitar 150 KK belum memiliki jamban (MCK) di rumahnya. Oleh karena itu, Ia meminta kepada pemerintah desa untuk memfasilitasi warga dalam pembuatan jamban agar setiap rumah bisa memiliki jamban.

Menurut data yang berhasil dihimpun pihaknya dari Januari hingga  Agustus tercatat sekitar 49 ibu hamil (bumil) yang cenderung mengalami stunting. Hal itu disebabkan karena asupan gizi dan lingkungan yang kurang bersih.

"Itu yang harus kita benahi bukan saja tugas dinas kesehatan (puskesmas) tapi menjadi tugas kita bersama," terangnya.

Dijelaskan, dari 444 warga dapat ditemukan sekitar 107 warga perlu perbaikan pola makan, asupan gizi terpenuhi setiap hari. Kemudian pihaknya juga mengarahkan mereka agar sering memeriksa kehamilannya ke puskesmas atau bidan desa terdekat agar terhindar dari stunting.

Untuk meminimalisir masalah stunting itu, pihaknya fokus memberikan pelayanan kesehatan dengan memberikan tablet tambah darah selama 90 hari masa kehamilan. Namun terkadang katanya, tablet yang diberikan tidak di makan itu yang menyebabkan kesehatan selama kehamilan terganggu terutama pada calon bayi yang dikandungnya.

Supaya masalah stunting bisa teratasi dengan baik, pemdes diharap harus terlibat langsung dengan memberikan anggaran dana untuk pembelian makanan tambahan kepada bumil atau anak yang mengidap stunting. Lewat dana itu Pemdes juga bisa membanguan Rumah Desa Sehat (RDS) tempat pengaduan dan edukasi warga. Demikian dikatakan staf kecamatan, Mardi.

Selain itu, RDS juga bisa digunakan sebagai tempat curhat kesehatan, advokasi kebijakan pembangunan desa, rumah literasi,  pembentukan dan pengembangan Kader Pembangunan Manusia (KPM) oleh penggiat pemberdayaan masyarakat didalamnya ada pengurus harian KPM.

"RDS bisa dijadikan tempat penanganan untuk mengintervensi masalah anak yang mengalami stunting gizi buruk secara spesifik dan sensitif," jelas Mardi.

Agar program pemerintah dalam menangani stunting ini bisa terealisasi, maka perlu diadakan Focus Group Discussion (FGD). Lewat FGD tersebut pengurus harian KPM bisa melakukan pemetaan kesehatan pada masyarakat yang didampinginya.(Ggar)

Related Posts:

Camat Sambelia: Pemdes Wajib Hukumnya Membangun RDS

Sambelia. SK_Lingkungan menjadi hal prioritas dalam pembangunan desa. Bersih asri dan tanpa sampah harus dimulai dari desa.

Hal inilah sebagai cambuk pemerintah desa untuk mengutamakan program desa bebas sampah.

Camat Sambelia Zaitul Akmal dalam sambutannya Sabtu 31/8/2019 pada puncak acara Pesona Gili Sulang di Desa Sugian Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur.

"Pemerintah desa wajib hukumnya membangun Rumah Desa Sehat/ RDS" jelas Akmal.

Tentu ini sesuai dengan tujuan pemerintah pusat. Selain itu untuk mendorong program yang digalakan oleh pemerintah Provinsi.

Selain itu, persoalan stunting bisa teratasi dengan baik, pemdes diharap harus terlibat langsung dengan memberikan anggaran dana untuk pembelian makanan tambahan kepada bumil atau anak yang mengidap stunting.

Di tempat yang berbeda Staf Kecamatan Mardi menjelaskan bahwa melalui dana desa, pemdes juga bisa membanguan Rumah Desa Sehat (RDS) tempat pengaduan dan edukasi warga. Demikian dikatakan staf kecamatan, Mardi menyampaikan Senin 2/9/2019.

Selain itu, RDS juga bisa digunakan sebagai tempat curhat kesehatan, advokasi kebijakan pembangunan desa, rumah literasi,  pembentukan dan pengembangan Kader Pembangunan Manusia (KPM) oleh penggiat pemberdayaan masyarakat didalamnya ada pengurus harian KPM.

"RDS bisa dijadikan tempat penanganan untuk mengintervensi masalah anak yang mengalami stunting gizi buruk secara spesifik dan sensitif," jelas Mardi.

Agar program pemerintah dalam menangani stunting ini bisa terealisasi, maka perlu diadakan Focus Group Discussion (FGD). Lewat FGD tersebut pengurus harian KPM bisa melakukan pemetaan kesehatan pada masyarakat yang didampinginya.(Ggar)

Related Posts:

Kapus Sambelia: MCK Sebabkan Anak Stunting

Sambelia. SK_Selain pola makan, stunting juga bisa disebabkan oleh lingkungan yang kurang sehat, seperti rumah yang tidak dilengkapi dengan MCK, BAB sembarangan, selokan yang tersumbat tempat bersarangnya nyamuk sehingga bisa menimbulkan serangan penyakit seperti malaria dan lain sebagainya.

Hal ini diakui Lalu Ahmad Faozan S. Kep, Ns Kepala Puskesmas Sambelia, dari 889 KK ditemukan sekitar 150 KK belum memiliki jamban (MCK) di Sambelia. Oleh karena itu, Ia meminta kepada pemerintah desa untuk memfasilitasi warga dalam pembuatan jamban agar setiap rumah bisa memiliki jamban.

Menurut data yang berhasil dihimpun pihaknya dari Januari hingga  Agustus tercatat sekitar 49 ibu hamil (bumil) yang cenderung bayinya mengalami stunting.

Hal itu disebabkan karena asupan gizi dan lingkungan yang kurang bersih.

"Itu yang harus kita benahi bukan saja tugas dinas kesehatan (puskesmas) tapi menjadi tugas kita bersama," terangnya saat menyampaikan pendapatnya pada acara rembug stunting Senin 2/9/2019 di Aula Kantor Desa Sambelia Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur.

Dijelaskan, dari 444 warga dapat ditemukan sekitar 107 warga perlu perbaikan pola makan, asupan gizi terpenuhi setiap hari.

Kemudian pihaknya juga mengarahkan mereka agar sering memeriksa kehamilannya ke puskesmas atau bidan desa terdekat agar terhindar dari stunting.

Untuk meminimalisir masalah stunting itu, pihaknya fokus memberikan pelayanan kesehatan dengan memberikan tablet tambah darah selama 90 hari masa kehamilan.

Namun terkadang katanya, tablet yang diberikan tidak dikonsumsi itu yang menyebabkan kesehatan selama kehamilan terganggu terutama pada calon bayi yang dikandungnya.

Supaya masalah stunting bisa teratasi dengan baik, pemdes diharap harus terlibat langsung dengan memberikan anggaran dana untuk pembelian makanan tambahan kepada bumil atau anak yang mengidap stunting.

Penulis: Anggar

Related Posts:

Lengkap! Proses dan Persyaratan Mengadopsi Anak

Lotim. SK_Penemuan bayi tanpa identitas ini menjadi viral. Tak sedikit pula yang berminat mengadopsi bayi perempuan itu.

Bagi siapa saja yang handak mengadopsi bayi malang ini, ada beberapa proses yang harus dilalui.

Menurut keterangan Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Kementerian Sosial RI Kabupaten Lombok Timur Erniati S. Sosial mwnjelaskan. Bagi warga yang berminat mengadopsi anak secara umum baik bayi, balita ataupun anak.

Pertama datang ke Dinas Sosial Kabupaten dengan membawa persyaratan, setelah itu baru Peksos turun home visit membuat laporan sossial sembari menunggu rekomendasi Dinas Sosial Lotim.

selanjutnya berkas diserahkan oleh peksos ke Dinas Sosial Provinsi dengan lapsos yang ada.

"Baru meminta SK pengasuhan sementara.  sambil menunggu jadwal sidang Tim pertimbangan ijin pengajaran anak /PIPA" jelas Erni saat konfirmasi via WA Minggu 1/9/2019.


Menurut Erni ada beberapa persyaratan yang harus disiapkan beeupa, berkas foto copy KTP, KK, Buku Nikah, Slip gaji atau surat keterangan penghasilan, domisili, SKCK,  Surat keterangan sehat dari Rumah Sakit Umum/ RSU dan sehat jiwa dari Rumahan Sakit Jiwa/ RSJ.

Erni menambahkan selain persyaratan itu ada juga suart dokter kandungan yang menyatakan tidak bisa hamil.

"usia minimal 30 tahun dan maksimal 50 tahun, minimal usia pernikahan 5 tahun belum pernah memiliki anak" Jelasnya

Related Posts:

Puskesmas Suela Serah Bayi Tanpa Identitas

Suela. SK_Bayi tanpa identitas yang ditemukan warga Desa Ketangga hadir resmi serahkan ke pihak penyelenggara negara. Penyerahan tersebut berlangsung di Puskesmas Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur.

Melalui Kepala Puskesmas dr. Ahmad Bardan Salim bayi berjenis kelamin perempuan yang dikirim oleh simbolis ke Yayasan Paramita Mataram untuk diasuh.

Menurut Keterangan Bardan, bayi malang tersebut dikirim ke negara setelah melalui pemeriksaan dan penangan medis.

"bayi tanpa identitas ini resmi kami serahkan ke negara untuk diurus" ucapnya saat menerima bayi langsung ke pihak Yayasan Paramita Mataram Sabtu 31/8/2019

Pada penyerahan bayi ini hadir pula Peksos Kementerian Sosial RI yang diwakili Erniati. Ia menjelaskan tentang bayi ini harus menyerahkan kenwgara.

Bagi siapa saja yang ingin meminta bayi ini. Silakan ajukan surat ke Yayasan Paramita.

Related Posts:

Hari Jadi Lotim ke 124, Ditemukan Bayi Tanpa Identitas

Ketangga. SK_Tepat pada acara pawai budaya Hari Jadi Lombok Timur ke 124, warga Desa Ketangga temukan sosok bayi cantik.

Bayi berjenis kelamin perempuan dengan berat 2,00 Kg tersebut ditemukan oleh Amaq Ahyar di Mushalla Bangket Telaga Desa Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur.

Sekira pukul 13:00 wita, Amaq Ahyar hendak menjemur tembakau. Ia dipanggil tiga orang penggali pipa di pinggir jalan. Ia pun bergegas melihat sosok bayi mungil. Beralaskan sujadah bayi tersebut diamankan Amaq Ahyar.

 "kami langsung pungut dan amankan bayi itu" tutur Amaq Ahyar saat ditemui di Puskesmas Suela Sabtu 31/8/2019.

Ia berharap anak yang ia pungut itu bisa diadopsi langsung. Mereka anggap ini rizkinya dengan menemukan bayi.

Sementara menurut Ketua LPA Lombok Timur, Judan Putra Baya, bayi yang di temukan warga harus diserahkan dulu ke pada negara. Bagi siapa saja yang hendak mengadopsi bayi tersebut harus membuat surat permohonan.

"bagi siapa saja yang hendak ingin mengadopsi bayi tersebut akan membuat syarat permohonan" Jelas Judan.

Related Posts:

Mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo Asal Ketangga-Suela Tutup Usia

Lotim. SK_Muhammad Zamroni (26) Mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo asal Desa Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur-NTB tutup usia.

Putra dari almarhum Muhammad Zamani ini wafat di Rumah Sakit Al-Azhar pada pukul 2:00 dini hari waktu Kairo. Jenazah almarhum akan dipulangkan dari Mesir menuju Lombok pada hari jumaat. Rencananya akan dikebumikan pada hari Senin di Pekuburan Keluarga di Desa Ketangga Kecamatan Suela-Lombok Timur.

Mahasiswa fakultas Ushuluddin jurusan tapsir tingkat III ini juga sebagai aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII), dan KM NTB.

Related Posts:

Onyak-Onyak! Tumpahan Solar di Aspal Berdampak Buruk Bagi Pengendara

Sekira pukul 9:30 Wita Jumat 30/8/2019, dari jalur Bagek Nyaka Aikmel ku pacu sepeda motorku. Dengan bergegas pulang menuju rumah.

Tepat di jembatan pengkolan perbatasan Desa Mamben terlihat kerumunan warga. Kerumunan itu sejenak melambatkan laju motor tungganganku.

Dua warga hendak menumput cairan di badan jalan dengan tanah pasir. Sambil mengusap aspal sembari memberi laju pada kendaraan yang lalu lalang.

Dipinggir jembatan dan kerumunan itu ada pengendara disuguhi minum. Pengendara tidak lain adalah seorang korban kecelakaan tunggal akibat tergelincir licinnya aspal. Diduga akibat tumpahan solar.

Hampir sepanjang jalur Mamben menuju Pringgabaya jalan Mataran-Labuhan Lombok tersiram solar.

Ku tarik sepeda motor dengan laju tenang menghindari siraman solar. Naas, nasip ku hampir sama. Roda motorku tergelincir dan hampir hilang keseimbangan. Untungnya segera menepi ke luar badan jalan.

Berhenti sejenak, fokuskan pikiran. Ku laju lagi motor itu. Tepat di Pengkolan Wanasaba Kecamatan Wanasaba, ada pengendara terjatuh diduga akibat solar.

Kemunginan ada mobil tangki minyak solar yang bocor. Sopir tidak mengetahui kebocoran tangkinya hingga sepanjang jalan tersebut tersiram solar.

Bagi pengendara baik motor dan mobil, hendaknya berhati-hati. Jika melihat cairan oli atau solar yang ada di badan jalan jangan sampai melindas nya. Sebab akan mudah tergelincir akibat licinnya aspal.

Related Posts:

10 UPT Dukcapil Lotim Belum Atasi Persoalan

Lombok Timur, SK_ Unit Pelaksanaan Teknis/ UPT Dukcapil yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur belum sesuai dengan kebutuhan warga.

Pasalanya masyarakat masih sulit untuk memenuhi kebutuhan untuk membuat Kartu Keluarga(KK), Kartu Tanda Penduduk(KTP), dan Akta Kelahiran, karena terlalu jauh.


Persoalan ini disoroti langsung oleh Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lombok Timur yang juga sebagai Koordinator Legal Identity, Judan Putra Baya menyampaikan bahwa 10 UPT Dukcapil tersebut belum sesuai dengan kebutuhan warga.


"kami melihat ini masih jauh dari kebutuhan masyarakat, terkait dengan UPT Kecamatan Suela dan Wanasaba, UPT Pringgabaya dan Sambelia" kata Judan saat menyampaikan pendapatnya Senin 26/8/2019.

Secara kebutuhan, kecamatan yang berdekatan dengan pelayanan mestinya ditiadakan. Sementara ada kecamatan yang jauh dari jangkauan yang harus terlayani secara merata.

Tidak meratanya UPT Dukcapil yang di bentuk oleh pemda menjadi permasalahan yang serius, masyarakata berharap adanya UPT Dukcapil bisa melayani masyarakat dengan merata, khusunya di wilayah-wilayah terjauh.

Serupa juga disampaikan Hardi warga Sambelia bahwa untuk mendekatkan pelayanan bukanya setengah hati.

"masak kami harus ke Pringgabaya, sementara tempat itu juga sangat jauh" ujarnya.

Penulis: Rozi Anwar

Related Posts:

FKDM Lotim Terus Mendorong Stabilitas Keamanan

Lombok Timur, SK - Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang dibentuk pemerintah daerah Lombok Timur dengan SK Nomor: 188.45/53/KBPN/2019 bertugas membantu pemda mendorong terciptanya stabilitas keamanan agar terwujud pembangunan yang berkelanjutan.

FKDM yang ada di setiap kecamatan harus bisa bekerja maksimal mengantisipasi berbagai bentuk Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATHG) sesuai ketentuan Permendagri Nomor 2 Tahun 2018 tentang kewaspadaan dini daerah melalui pendeteksian dan pencegahan dini.

Ketua FKDM kabupaten Lombok Timur, Lalu Ihsan mengatakan, dikumpulkannya 25 orang anggota FKDM dari Lima kecamatan meliputi Sambelia, Sembalun, Wanasaba, Suela dan Pringgabaya ini semata-mata bertujuan untuk memonitoring sekaligus mengevaluasi pekerjaan yang selama ini dilakukan oleh FKDM di wilayahnya.

Secara eksplisit, sebagian besar anggota FKDM masih belum berproduksi. FKDM ini katanya adalah sebuah lembaga formal yang dibiayai pemerintah menggunakan APBD dan semua itu ada pertanggung jawabannya. Oleh karena itu, Ihsan berpesan kepada semua anggota FKDM di Lombok Timur agar bisa menyamakan persepsi, merencanakan, menyusun format baku agar anggota bisa bekerja secara terukur, akurat, sistematis serta bisa dipertanggung jawabkan.

"Output dari pekerjaan FKDM ini bisa dianalisa serta ditindaklanjuti oleh Bupati, karena secara tidak langsung kita bertanggung jawab kepada pemda melalui Bakesbangpoldagri," jelas Ihsan (27/8) diruang diskusi rumah ketua FKDM Suela, Hamzani, SE.

Tujuannya adalah bagaimana kita membantu pemerintah meminimalisir permasalahan dengan cara investigasi kemudian deteksi dan pencegahan dini sebelum timbul ke permukaan. Di faktor keamanan misalnya, dibutuhkan intelegensi yang kuat untuk menganalisa kemungkinan timbulnya ATHG.

Laporan yang disampaikan, harus betul-betul melalui verifikasi atau investigasi yang mendalam. Memenej permasalahan dengan memberikan laporan sesuai waktu dan tempatnya. Kemudian, apakah laporan itu bentuknya situasional atau kondisional.

"Kami ingin melihat semua anggota FKDM menunjukkan keseriusannya bekerja membantu bupati dan wakil bupati dengan cara mengirim laporan secara jelas, lugas, akurat langsung dari sumbernya ke grup WA kabupaten yang sudah dibentuk," pesannya.

Inilah salah satu cara anggota menjembatani permasalahan atau perselisihan yang terjadi di wilayah kerjanya. Baik ATHG itu timbul dari pemerintah lebih-lebih lagi dari masyarakat itu sendiri. Dengan teknis seperti itu, maka pemerintah bisa langsung mengeksekusinya agar tidak semakin melebar.

Disamping teknis bekerja dan bersikap yang dipaparkan ketua FKDM kabupaten, sekjen FKDM Rusli, juga banyak memberikan gambaran bagaimana anggota bekerja sesuai permendagri Nomor 2 Tahun 2018 tersebut.

Lebih jauh Rusli menjelaskan, anggota FKDM sebaiknya bekerja secara kolektif kolegial segala informasi bisa disampaikan kepada anggota lainnya lalu kemudian dicarikan solusi secara bersama sebelum menimbulkan masalah krusial di masyarakat.

"Kita ini bentuknya kolektif kolegial atau bisa juga sebagai lembaga ad hoc yang sewaktu-waktu dibutuhkan informasi kita oleh pemerintah seperti bagaimana menangkal informasi atau berita hoax yang beredar di media sosial," terang Rusli.

Dalam forum tersebut, begitu banyaknya laporan pengaduan yang disampaikan anggota FKDM dari Lima kecamatan ini. Lalu, timbul pertanyaan, segitu masifnya kah permasalahan yang terjadi di masyarakat belakangan ini?

Ketua FKDM Kecamatan Pringgabaya Abdul Gani mengatakan ATHG yang belakangan ini menjadi perhatiannya adalah masalah proyek tambang pasir besi di wilayah Desa Pohgading. Penolakan warga Pohgading atas kehadiran perusahaan ini katanya, kembali terjadi setelah beberapa tahun lalu vakum.

Masalah lain yang terjadi di semua kecamatan akhir-akhir ini,  mencuatnya informasi pembagian SK honorer . Anggota FKDM sebagian besar mengeluhkan janji bupati akan memberikan SK kepada mereka yang telah nyata-nyata berjuang memenangkan SUKMA seperti tim pemenangan (Srikandi) di semua kecamatan termasuk Sambelia satupun tidak dapat. Pemberian SK itu tentu sesuai kategori atau lama pengabdiannya.

Kemudian masalah lain yang tidak kalah pentingnya adalah pembangunan RTG bagi warga korban gempa. Terpantau masih banyak warga yang belum siap rumahnya. Terhitung setahun musibah berlalu beberapa warga ada yang masih tinggal di huntara karena proses pembangunan RTG nya di tinggalkan aplikator nakal.

Masalah lain yang dilaporkan anggota FKDM juga adalah masalah PKH yang tidak tepat sasaran. Pendamping yang nakal serta oknum yang mempermainkan bantuan dengan melakukan pemotongan kepada penerima manfaat.

Kabid PNS, Musain yang juga turut hadir dalam diskusi itu mengatakan, sebagai mitra kerja pemerintah, FKDM bertugas untuk membantu pemerintah (bupati) mendeteksi permasalahan serta mencari solusinya.

Keberadaan FKDM di setiap kecamatan menurut Musain penting untuk dilanjutkan. Selain sebagai mata, telinga, tangan dan kakinya bupati, FKDM juga harus bisa memposisikan diri jika sewaktu-waktu warga membutuhkan bantuannya. (Ggar)

Related Posts:

Sekelumit Keberadaan Tradisi Nyongkolan di Lombok

Lombok Timur_SK-Selain memiliki alam yang indah, Pulau Lombok juga memiliki beragam tradisi yang menarik,  salah satunya adalah Tradisi Nyongkolan.

Nyongkolan merupakan salah satu rangkaian dari adat perkawinan yang ada di Lombok. Tradisi ini dilaksanakan dengan tujuan agar masyarakat setempat mengetahui bahwa pasangan ini sudah menikah. Biasanya nyongkolan diadakan setelah acara ijab kabul dan acara begawe selesai dilaksanakan. Tradisi ini dilaksanakan dari rumah keluarga pengantin laki-laki menuju rumah pengantin perempuan.

Sebelum tradisi nyongkolan dilaksanakan, pengantin laki-laki dan perempuan akan dirias terlebih dahulu di rumah keluarga laki-laki. Kedua pengantin akan menggunakan pakaian dan riasan adat Lombok. Sementara itu, keluarga perempuan akan menyiapkan sebuah pelaminan ( Tempat duduk pengantin) di rumahnya untuk menyambut kedatangan kedua pengantin dan peserta nyongkolan.

Para peserta nyongkolan akan melakukan perjalanan dari rumah pengantin laki-laki ke rumah pengantin perempuan dengan menggunakan kendaraan jika jarak antara rumah keduanya berjauhan. Kemudian setelah akan sampai dirumah pengantin perempuan, peserta nyongolan akan turun dari kendaraan mereka dan mulai berjalan kaki. Mereka kemudian akan disambut oleh para pengiring dari pihak pengantin perempuan yang telah siap menunggu sebelumnya. Mereka (rombongan pengantin ) diiring sampai rumah pengantin perempuan.

Biasanya pengantin akan diiringi oleh beberapa dayang atau biasa disebut pengiring. Pengiring terdiri dari beberapa orang perempuan dan laki-laki yang juga menggunakan pakaian dan riasan adat Lombok. Pengantin perempuan akan berjalan terlebih dahulu bersama pengiring perempuan, sementara pengantin laki-laki  bersama pengiringnya akan berjalan dibelakang pengiring pengantin perempuan. Selain bertugas untuk mengiring, salah satu pengiring juga bertugas untuk memayungi masing-masing pengantin.

Selain itu biasanya pengantin juga akan diiringi oleh Gamelan dan Kecimol. Dalam tradisi nyongkolan ini, pemain Gamelan dan Kecimol memainkan alat musik mereka sendiri sehingga prosesi nyongkolan menjadi sangat meriah.

Di daerah Lombok Timur sendiri, tradisi nyongkolan ini pada umumnya dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu sore sekitar pukul 16.00, sehingga sering disebut “ Nyongkolan Sabtu Minggu”. Biasanya pada hari tersebut di sepanjang jalan dari Lombok Timur sampai Mataram kita akan menemukan beberapa grup nyongkolan. Namun tidak jarang juga masyarakat yang melaksanakan nyongkolan di hari yang lain.

Sepanjang Nyongkolan diadakan, para rombongan akan disaksikan oleh masyarakat setempat dan juga turis lokal maupun turis mancanegara. Kemacetan pun tak dapat dielakkan. Tentu saja hal ini membuat para pengendara terganggu, namun ada juga pengendara yg merasa senang dan terhibur saat ada nyongkolan.

Jadi, jika anda penasaran dan ingin melihat prosesi tradisi nyongkolan,  anda bisa menyusuri sepanjang jalan dari Lombok Timur ke Mataram dihari sabtu atau minggu disore.  Maka anda akan menemukan beberapa grup nyongolan. Tapi harus sabar yaa karena tradisi ini bisa menyebabkan kemacetan yg lumayan parah. ( Fit)

Related Posts:

YAP Launching Kursus Gratis Kontruksi Rangka Baja dan Las

Lombok Timur, SK - Yayasan Anak Pantai (YAP) bekerjasama dengan dua lembaga pending dari Belanda, mengadakan pelatihan konstruksi rangka baja ringan dan Las diikuti oleh 21 pemuda Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB (26/8). Pelatihan ini di dilaksanakan pada 26 Agustus hingga 9 September 2019.

Pembukaan pelatihan ini dihadiri oleh kepala LLK Lombok Timur Ir. Ahmad Wardi, Sekcam Sambelia, Adam, S,sos, Kepala Desa Labuhan Pandan, Sahnan, S,AP dan beberapa perwakilan mahasiswa STKIP HAMZAR dan juga UGR yang sedang KKN di Labuhan Pandan.

Kepala LLK, Lombok Timur, Ahmad Wardi, dalam sambutannya mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh YAP pimpinan Munawir Haris. Dia tidak menduga jika YAP mampu memberikan pelatihan konstruksi baja ringan dan Las tanpa sentuhan pemerintah.

"Saya kira ini sekedar silaturahmi biasa, tapi ternyata inovasi YAP ini sungguh luar biasa diluar pengetahuan saya, bagaikan Lailatul Qadar," kata Wardi.

Dengan adanya program pelatihan gratis seperti ini, Wardi meminta kepada semua peserta pelatihan agar betul-betul memanfaatkan kesempatan yang baik ini. Baginya, program YAP ini bisa membantu pemerintah mencetak pemuda yang berkualitas, seiring dengan sasaran atau tujuan utama pemerintah daerah mengurangi pengangguran dan pengentasan kemiskinan.

Jika nanti sudah selesai mengikuti kursus Wardi berharap agar bisa diterima bekerja di perusahaan yang ada di Desa Labuhan Pandan, umumnya Kecamatan Sambelia. Karena lanjutnya, hasil kursus disertai sertifikat yang diberikan nanti bisa membantu proses administrasi peserta untuk mendapatkan pekerjaan.

"Jika saudara memiliki kompetensi maka, saudara akan diakui oleh negara dibuktikan dengan adanya sertifikat," terang Wardi.

Bukan saja menjadi pekerja tapi kelak bisa menciptakan lapangan kerja sendiri atau peluang usaha lainnya, lebih-lebih bisa membuka lapangan kerja buat warga lainnya.

Tolak ukur keberhasilan kita lanjut Wardi, tergantung berapa persen kita bisa memanfaatkan waktu dan kesempatan untuk merubah hidup kita lebih baik lagi. Waktu, peluang dan kesempatan itu tidak akan bisa datang untuk kedua kalinya.

Kepala Desa Labuhan Pandan, Sahnan, dalam kesempatan yang sama menyampaikan kepada peserta kursus agar benar- benar serius memanfaatkan kesempatan yang baik ini. Karang taruna diharap supaya bisa membackup kegiatan yang ada di Labuhan pandan.

Di Desa Labuhan Pandan katanya sekitar 900 KK yang belum dibangunkan rumahnya pasca gempa. Ini merupakan peluang bagi peserta, apabila nanti setelah selesai kursus bermodalkan sertifikat dan keahlian maka akan bisa bekerja bangun rumah warga. Sertifikat itu juga katanya bisa digunakan untuk bekerja di perusahaan yang ada di Desa Labuhan pandan.

Ketua YAP Munawir Haris panggilan Haris menyatakan, pelatihan ini dilaksanakan setelah melihat kondisi riil di desanya, banyak terjadi pengangguran. Alasan yang mendasar juga kurangnya skill dari pemuda desanya sehingga sulit mendapatkan pekerjaan.

Kegiatan ini menurut Haris yang keempat kalinya dilaksanakan. Sebelumnya, sekitar September 2017 menggelar kursus komputer diikuti oleh 21 orang peserta. Setelah itu, pelatihan berikutnya rencana akan digelar pada 2018 namun karena terjadi gempa pada tahun itu, sehingga dimundurkan dan baru bisa dilaksanakan pada tahun ini.

Haris berharap supaya pelatihan ini bisa diikuti dengan sungguh-sungguh oleh peserta dan ilmunya nanti bisa ditularkan kepada warga lainnya. Untuk diketahui, lembaga sosial yang selalu mensuport program YAP kata Haris adalah Anak-Anak Lombok Timur dan Wilde Genzen yang berada di Belanda.

Bukan itu saja, bersama kedua lembaga tersebut, Haris berhasil mendirikan sekolah terpadu SDI dan SMP  sebanyak 111 siswa. Untuk tahun berikutnya, Haris akan mendirikan SMK terpadu, dimana gedung yang dibangun dua tingkat tersebut sudah siap sekitar 40 persen. Selain itu, YAP juga memberikan pendampingan kepada keluarga miskin dengan membangunkan rumah atau hunian sementara kepada 275 KK berikut 80 MCK.

Dengan dilaksanakannya program ini, Haris berharap kepada pemerintah desa maupun pemerintah daerah agar kedepan bisa membantu lembaganya untuk meningkatkan mutu pendidikan keluarga kurang mampu ataupun anak buruh migrant di desanya.

"Saya harap pemerintah bisa memberikan support moril ataupun materil agar program yang kami laksanakan bermanfaat buat masyarakat rentan ataupun warga lainnya," tutup Haris. (Ggar

Related Posts:

Featured Post

Bupati Lombok Timur Buka Acara Berindu Sembalun

Sembalun. SK_ Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmi buka secara langsung acara Festival Berindu Sembalun Lombok timur yang di adakan oleh t...